Anda di halaman 1dari 19

Kata Pengantar

Tiada kata yang patut kita ucapkan kecuali puji syukur atas segala nikamt
yang telah diberikan oleh ALLAH SWT kepada kita, nikmat yang tak ada seorang
manusiapun yang mampu untuk menghitungnya. Dengan nikamt_Nya itulah maka
kami dapat menyelesaikan tugas ini tepat pada waktunya, dan tanpa hambatan
yang berarti. Ucapan terima kasih juga tak lupa kami ucapkan kepada seluruh
pihak yang turut membantu kami dalam pembuatan makalah ini.
Makalah ini berjudul Abortus Kriminalis,Abortus kriminalis
merupakan suatu tindakan pengguguran kandungan secara ilegal.Dalam makalah
ini kami akan membahasa lebih detail mengenai hal tersebut,dan semoga makalah
ini dapat bermanfaat bagi semua.
Kami sadar bahwa Allah SWT menciptakan manusia sebagai makhluk
yang paling sempurna diantara ciptaan-Nya. Namun tidak ada manusia yang
memiliki kesempurnaan yang utuh, oleh karena itu jika dalam makalah kali ini
kami memiliki kesalahan, mohon masukan dan kritikan yang konstruktif demi
kesempurnaan tugas yang akan datang.

Makassar,17 Desember 2009-12-17

Penulis

Daftar Isi
Kata Pengantar ......................................................................................................
Daftar Isi ...............................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ..........................................................................................
B. Tujuan Penulisan.......................................................................................
BAB.II KONSEP DASAR KEPERAWATAN
A.
B.
C.
D.
E.
F.
G.

Defenisi .....................................................................................................
Klasifikasi..................................................................................................
Etiologi......................................................................................................
Faktor Predisposisi....................................................................................
Paofisiologi................................................................................................
Gambaran Klinik ......................................................................................
Penatalaksanaan ........................................................................................

BAB III ASUHAN KEPERAWATAN


A.
B.
C.
D.
E.
F.
G.

Pengkajian ................................................................................................
Penyimpangan KDM.................................................................................
Diagnosa Keperawatan .............................................................................
Tujuan .......................................................................................................
Intervensi ..................................................................................................
Rasional ....................................................................................................
Evaluasi.....................................................................................................

BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan ...............................................................................................
B. Saran .........................................................................................................
Daftar Pustaka

BAB I
PE N D AH U L U AN

A. Latar Belakang
Seiring perkembangan zaman,tindak-tindak kriminalitas yang diluar
nalar kita begitu marak terjadi, entah karena gaya hidup dan budaya yang
mulai terkikis sedikit demi sedikit oleh budaya barat, atau karena kita sebagai
umat islam yang acuh tak acuh lagi dengan esensial ajaran islam itu
sendiri.Begitu di sayangkan ketika kita melihat dan mendengar berita baik dari
media

maupun

di

lingkungan

kita

sendiri

bahwa

seorang

telah

membunuh,merampok atau melakukan kejahatan-kejahatan yang lain.


Tidak ketinggalan juga kasus abortus yang semakin marak di kalangan
remaja,yang

notabene

merupakan

penerus

bangsa

yang

seharusnya

memeliharan dirinya sebaik-baiknya. Mungkin hal ini erjadi karena pergaulan


bebas yang sangat sangat bebas di kalangan remaja sekarang ini yang tidak
menoleh dan mengingat lagi mengenai agamanya.
Abortus provokatus atau yang lebih popular di Indonesia disebut
aborsi adalah suatu kejahatan dengan fenomena gunung es. Kasus-kasus
pengguguran kandungan banyak ditemukan di masyarakat, namun yang
diproses di tingkat Pengadilan hanya sedikit sekali, antara lain disebabkan
sulitnya para penegak hukum dalam mengumpulkan bukti-bukti yang dapat
menyeret pelaku abortus provokatus ke meja hijau.1 Realitas seperti ini dapat
dipahami, karena aborsi tidak memberikan dampak yang nyata sebagaimana
tindak pidana pembunuhan yang secara riil dapat diketahui akibatnya. Aborsi
baik proses dan hasilnya lebih bersifat

pribadi, sehingga sulit

dideteksi.Karena begitu maraknya tindakan abortus kriminalis ini maka


penulis memutuskan untuk menulis makalah ini dengan harapan memberikan
pengeahuan yang lebih kepada pembaca mengenai abortus kriminalis
ini,dengan tujuan akhir tindakan seperti ini dapat menurun.
B. Tujuan Penulisan
1

Adpun tujuan penulisan dari makalah ini adalah untuk memberikan ulasan
yang lebih rinci mengenai abortus kriminalis.

BAB II
KONSEP DASAR KEPERAWATAN

A. Defenisi
Abortus berdasarkan definisi medis adalah ancaman atau
pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar kandungan.
Anak baru mungkin hidup di luar kandungan kalau beratnya telah
mencapai 1000 gram atau umur kehamilan 28 minggu. Ada yang
mengambil batas abortus bila berat anak kurang dari 500 gram, setara
dengan umur kehamilan 22 minggu. Berdasarkan variasi berbagai batasan
yang ada tentang usia / berat lahir janin viable (yang mampu hidup di luar
kandungan),

akhirnya

ditentukan

suatu

batasan

abortus

sebagai

pengakhiran kehamilan sebelum janin mencapai berat 500 gram atau usia
kehamilan 20 minggu.(terakhir, WHO/FIGO 1998 : 22 minggu).
Dari aspek kedokteran forensik yang diartikan dengan keguguran
kandungan adalah pengeluaran hasil konsepsi pada setiap stadia
perkembangannya sebelum masa kehamilan yang lengkap tercapai (38-40
minggu). Dari segi medikolegal maka istilah abortus, keguguran, dan
kelahiran prematur mempunyai arti yang sama dan menunjukkan
pengeluaran janin sebelum usia kehamilan yang cukup.
Aborsi kriminal adalah kerusakan atau pengguguran janin dari
rahim ibu oleh orang lain secara paksa, yaitu, jika tidak ada indikasi
terapeutik untuk operasi. Kejahatan ini dinyatakan sebagai tindak pidana
jika aborsi yang dilakukan berakibat fatal. Jika wanita tersebut meninggal
akibat prosedur yang dilakukan oleh aborsionis dan orang lain yang
berkaitan dengan kejahatan tersebut, seperti ahli anestetik atau perawat,
akan dituntut dengan pasal pembunuhan. Bahkan saudara atau teman yang
menemaninya ke aborsionis dinyatakan bersalah sebagai rekan kejahatan,
jika dapat dibuktikan bahwa orang tersebut mengetahui tujuan
kunjungannya. Hukum menekankan pada maksud-maksud ilegal di balik
tindakan dan tentang semua hal yang berhubungan dengan kejahatan
sebagai prinsip-prinsip kesalahan. Yang termasuk dalam kategori ini
adalah individu yang memberi anjuran dan meresepkan obat-obatan, atau
`berusaha menggugurkan kandungan dengan cara lain; jika terjadi

kematian akibat tindakannya, mereka dinyatakan bersalah oleh hukum.


(Irga.2009.Abortus.www.irwanashari.blogspot.com)

Definisi lain menyatakan, aborsi adalah pengeluaran hasil konsepsi


pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari
500 gram. Aborsi merupakan suatu proses pengakhiran hidup dari janin
sebelum diberi kesempatan untuk bertumbuh (Kapita Seleksi Kedokteran, Edisi
3, halaman 260).

B. Klasifikasi
Dalam dunia kedokteran dikenal 3 macam aborsi, yaitu:
1. Aborsi Spontan/ Alamiah atau Abortus Spontaneus
2. Aborsi Buatan/ Sengaja atau Abortus Provocatus Criminalis
3. Aborsi Terapeutik/ Medis atau Abortus Provocatus Therapeuticum
Aborsi spontan/ alamiah berlangsung tanpa tindakan apapun. Kebanyakan
disebabkan karena kurang baiknya kualitas sel telur dan sel sperma.
Aborsi buatan/ sengaja/ Abortus Provocatus Criminalis adalah
pengakhiran kehamilan sebelum usia kandungan 20 minggu atau berat janin
kurang dari 500 gram sebagai suatu akibat tindakan yang disengaja dan
disadari oleh calon ibu maupun si pelaksana aborsi (dalam hal ini dokter,
bidan atau dukun beranak).
Aborsi terapeutik / Abortus Provocatus therapeuticum adalah
pengguguran kandungan buatan yang dilakukan atas indikasi medik. Sebagai
contoh, calon ibu yang sedang hamil tetapi mempunyai penyakit darah tinggi
menahun atau penyakit jantung yang parah yang dapat membahayakan baik
calon ibu maupun janin yang dikandungnya. Tetapi ini semua atas
pertimbangan medis yang matang dan tidak tergesa-gesa
(www.genetik2000.com).

Dalam Literatur lain dikatakan Keguguran atau abortus dapat dibagi menjadi :
A. Berdasarkan Kejadiannya :
1. Keguguran spontan
Terjadi anpa ada unsur tindakan dari luar dengan kekuatan sendiri
2. Keguguran buatan
Sengaja dilakukan sehingga kehamilan dapat diakhiri. Upaya
menghilangkan hasil konsepsi dapat dilakukan berdasarkan
a. Indikasi medis
Menghilangakn kehamilan atas indikasi ibu , untuk dapat
menyelamatkan jiwanya.Indikasi medis tersebut diantaranya :
- Penyakit jantung, ginjal atau hati yang berat
- Gangguan jiwa ibu
- Dijumpai kelainan bawaan berat dengan pemeriksaan USG
- Gangguan pertumbuhan dan perkembangan dalam rahim
b. Indikasi sosial
Pengguguran kandungan dilakukan atas dasar aspek sosial
- Menginginkan jenis kelamin tertentu
- Atidak ingin punya anak
- Jarak kehamilan terlalu pendek
- Belum siap untuk hamil
- Kehamilan yang tidak diinginkan
B. Berdasarkan pelaksanaannya
Berdasarkan pelaku gugur kandungan,dapat dibagi atau dikelompokkan :
1. Keguguran buatan terapeutik .
Dilakukan tenaga medis secara legalitis berdasarkan indikasi medis
2. Keguguran buatan ilegal /kriminalis
Dilakukan tanpa dasar hukum atau melawan hukum .( Ida Bagus Gde
Manuaba.dr.Prof.SpOG.ilum kebidanan,penyakit kandungan &keluarga
Berencana unttuk pendidikan Bidan.EGC:jakarta)

C. Etiologi
Pengguguran kandungan yang terjadi dewasa ini lebih banyak
didasarkan pada alasan sosiologis dibandingkan dengan alasan-alasan
medis. Alasan-alasan sosiologis ini dilarang
pidana

dan termasuk perbuatan

yaitu abortus provokatus kriminalis yang diancam hukuman

pidana.
Apabila dijabarkan, ada beberapa alasan yang digunakan oleh
wanita dalam menggugurkan kandungannya baik legal maupun illegal
yang disebabkan karena tidak menginginkan untuk meneruskan kehamilan
sampai

melahirkan. Alasan-alasan tersebut sebagaimana tulisan Dewi

Novita dalam bukunya Aborsi menurut Petugas Kesehatan dan tulisan


Yayah Chisbiyah, dkk, dalam bukunya Kehamilan yang tidak dikehendak,
sebagai berikut:
1. Alasan kesehatan yaitu apabila ada indikasi vital yang terjadi pada
masa

kehamilan,

apabila

diteruskan

akan

mengancam

dan

membahayakan jiwa si Ibu dan indikasi medis non vital yang terjadi
pada masa kehamilan dan berdasar perkiraan dokter, apabila diteruskan
akan memperburuk kesehatan fisik dan psikologis ibu. Selain itu juga
didasarkan pada alas an kesehatan janin uyaitu untuk menghindari
kemungkina melahirkan bayi cacat fisik maupun mental, walaupun
2.

alasan ini belum bisa diterima sebagai dasar pertimbangan medis.


Alasan sosial; tidak seluruhnya kehamilan perempuan merupakan
kehamilan yang dikehendaki,

artinya ada kehamilan yang tidak

dikehendaki dengan alasan anak sudah banyak, hamil diluar nikah


sebagai akibat pergaulan bebas, hamil akibat perkosaan atau incest,
perselingkuhan dan sebagainya.

Perempuan yang mengalami

kehamilan yang tidak dikehendaki berusaha agar kehamilannya gugur


baik melalui perantara msedis (dokter) maupun

abortir gelap

meskipun dengan resiko tinggi.


3. Hasil penelitian tentang kehamilan yang tidak dikehendaki didasarkan
pada alasan-alasan melakukan aborsi dari alasan yang terkuat sampai
terlemah yaitu: ingin terus melanjutkan sekolah atau kuliah, takut
pada kemarahan orang tua, belum siap secara mental dan ekonomi
untuk menikah dan mempunyai anak , malu pada lingkungan sosial
bila ketahuan hamil sebelum menikah, tidak mencintai pacar yang
menghamili, hubungan seks terjadi karena iseng, tidak tahu status
anak nantinya karena kehamilan terjadi akibat perkosaan apalagi
apabila pemerkosa tidak dikenal.
4.

Alasan ekonomi, peningkatan kesempatan kereja terutama bagi kaum


perempuan juga dianggap faktor

yang akan mempengaruhi

peningkatan aborsi, perkembangan ekonomi menuju ekonomi industri


melalui ekonomi manufacur akan secara cepat meningkatkan jumlah

perempuan muda diserap sebagai tenaga kerja, juga mengikuti


pendidikan lebih tinggi. Konsekuensinya penundaan perkawinan
terjadi, padahal secara biologis mereka sudah beranjak pada masa
seksual aktif. Hubungan seks di luar nikah akan meningkat, terutama
karena dipicu oleh sarana hiburan, media film yang menawarkan
kehidupan seks secara vulgar. Aborsi juga dianggap sebagai pilihan
yang tepat karena adanya kontrak kerja untuk tidak hamil selama dua
tahun pertama kerja dan apabila tidak aborsi resikonya adalah dipecat
dari pekerjaan.
5. Alasan ketidaksiapan ekonomi juga seringkali menjadi pertimbangan
bagi perempuan berkeluarga yang tidak menghendaki kehamilannya
untuk melakukan aborsi, seperti kegagalan KB, pendapatan rendah
6.

yang tidak mencukupi untuk menanggung biaya hidup.


Alasan keadaan darurat (memaksa), kehamilan akibat perkosaan.
Kehamilan yang terjadi sebagai akibat pemaksaan (perkosaan)
hubungan
perempuan.(

kelamin

(persetubuhan)

seorang

Muyassarotussolichah._____.Abortus

laki-laki

Provokatus

terhadap

dalam

Prespektif

Yuridis.www.ibnu.blogspo.com)

D. Faktor Predisposisi
Ada beberapa faktor yang merupakan predisposisi terjadinya
abortus, misalnya faktor paritas dan ibu, mempunyai pengaruh besar.
Risiko abortus semakin dengan bertambahnya paritas dan semakin
bertambahnya usia ibu dan ayah ( Cunningham, 2000). Riwayat abortus
pada penderita abortus nampaknya juga merupakan predisposisi terjadinya
abortus berulang. Kemungkinan terjadinya abortus berulang pada seorang
wanita yang mengalami abortus tiga kali atau lebih adalah 83,6 %
(Prawirohardjo dan Wiknjosastro, 2000)
Selain beberapa faktor diatas, penyakit ibu seperti pneumonia,
typhus

abdominalis,

pielonefritis,

malaria

dan

lain-lain

dapat

menyebabkan abortus. Begitu pula dengan penyakit-penyakit infeksi lain


juga memperbesar peluang terjadinya abortus.
(Rosfany.dr.2009.Abortus.www.dokterrosfanty.blogspot.com)

E. Patofisiologi
Patofisiologi terjadinya keguguran mulai dari terlepasnya sebagian
atau seluruh jaringan plasenta, yang menyebabkan perdarahan sehingga janin
kekurangan nutrisi dan O2. Pengeluaran tersebut dapat terjadi spontan
seluruhnya atau sebagian masih tertinggal, yang menyebabkan berbagai
penyulit. Oleh karena itu keguguran memberikan gejala umum sakit perut
karena kontraksi rahim, terjadi perdarahan, dan disertai pengeluaran seluruh
atau sebagian hasil konsepsi.
Bentuk perdarahan bervariasi diantaranya :
1. Sedikit-sedikit dan berlangsung lama
2. Sekaligus dalam jumlah besar dapat disertai gumpalan
3.

Akibat perdarahan, dapat menimbulkan syok, nadi meningkat, tekanan


darah turun, tampak anemis dan daerah ujung (akral) dingin.
(Anonymous.___.Asuhan Keperawatan Abortus. www.bp.blogspot.com)

F. Gambaran Klinik
Terlambat haid atau amenore kurang dari 20 minggu
Perdarahan pervaginam, mungkin disertai keluarnya jaringan hasil
konsepsi
Rasa mulas atau kram perut di daerah simfisis, sering disertai nyeri
pinggang akibat kontraksi uterus

* Pemeriksaan ginekologi :
a. Inspeksi vulva : perdarahan pervaginam, ada/tidak jaringan
hasil konsepsi, tercium atau tidak bau busuk dari vagina
b. Inspekulo: perdarahan dari cavum uteri, ostium uteri terbuka
atau sudah tertutup,ada/tidak jaringan keluar dari ostium,
ada/tidak jaringan berbau busuk dari ostium
c. Vaginal toucher : porsio masih terbuka atau sudah tertutup,
teraba atau tidak jaringan dalam cavum uteri, besar uterus
sesuai atau lebih kecil dari usia kehamilan, tidak nyeri saat

portio digoyang, tidak nyeri pada perabaan adneksa, cavum


douglasi tidak menonjol dan tidak nyeri
(Rosfany.dr.2009.Abortus.www.dokterrosfanty.blogspot.com)

Jika terjadi perdarahan vagina : merah terang (segar) atau coklat gelap
(lama), Aborsi yg tidak dapat dihindari erjadi ketika aborsi spontan dapat
dipastikan melalui diagnosisi dilatssi servik, ketuban pecah, perdarahan
vagina, kram, dan nyeri pinggang. (Varney Helen,dkk.2001.Buku Saku Bidan
.EGC:Jakarta )

G. Penatalaksanaan
Pada dasarnya penatalaksanaan dari abortus kriminalis adalah
berdasakan bagaimana keadaan janin dan keadaan pasien sehingga
penatalaksanaan yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut :
Abortus imminens
Istirahat baring agar aliran darah ke uterus bertambah dan
rangsang mekanik berkurang
Periksa denyut nadi dan suhu badan dua kali sehari
Tes kehamilan dan pemeriksaan USG untuk menentukan keadaan
janin
Berikan obat-obat hormonal dan antispasmodika
Berikan obat penenang dan preparat hematinik
Diet tinggi protein dan tambahan vitamin C
Abortus Insipiens
Bila perdarahan tidak banyak tunggu terjadinya abortus spontan
tanpa pertolongan selama 36 jam
Pada kehamilan <> 12 minggu, berikan infus oksitosin 10 IU
dalam RL 500 ml dimulai 8 tetes/menit dan naikkan sesuai
kontraksi uterus sampai terjadi abortus komplet.
Bila janin sudah keluar tetapi plasenta masih tertinggal, lakukan
pengeluaran plasenta secara manual
Abortus Inkomplit
Bila disertai syok karena perdarahan, berikan infus cairan NaCl
fisiologis atau RL dan selekas mungkin ditransfusi darah
Setelah syok teratasi, lakukan kerokan dengan kuret tajam lalu

suntikkan ergometrin 0,2 mg IM


Bila janin sudah keluar tetapi plasenta masih tertinggal,lakukan
pengeluaran plasenta secara manual
Berikan antibiotik untuk mencegah infeksi
Abortus komplit
Bila kondisi pasien baik, berikan ergometrin 3 x 1 tablet selama
3-5 hari
Bila pasien anemia berikan hematinik
Berikan antibiotik untuk mencegah infeksi
Anjurkan pasien untuk diet tinggi protein,vitamin dan mineral
(Rosfany.dr.2009.Abortus.www.dokterrosfanty.blogspot.com)

BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN

A.Pengkajian
Jika selama kehamilan ditemukan perdarahan, identifikasi :
1. Lama kehamilan
2. Kapan terjadi perdarahan, berapa lama,banyaknya, dan aktivitas yang
mempengaruhi
3. Karakteristik darah: merah terang,kecoklatan,adanya gumpalan darah, dan
lendir.
4. Sifat dan lokasi ketidaknyamanan seperti kejang, nyeri tumpul atau
tajam,mulus, serta pusing.
5. Gejala-gejala hipovolemi seperti sinkop.
B.Penyimpangan KDM

Penyimpangan KDM Abortus Kriminalis

Masalah Kesehatan

Masalah Ekonomi

Masalah Sosial

-Cacat fisik pd Bayi yg


dikandung
-Cacat Mental pd Bayi
yg dikandung

-Keluarga Ekonomi
Rendah

-Hamil di luar nikah


-Korban Perkosaan

Menggunakan benda Tajam


( Lidi, batang jarak,dll)

Usaha Menggugurkan
Kandungan/Abortus
Kriminalis
Melakukan kegiatan
fisik berlebihan
Perdarahan Pervaginum

Kehilangan vaskular dlm


jmlh banyak
Hipovolemi
Perubahan perfusi
jaringan

Nekrosis jaringan sekitar


Terlepasnya hasil konsepsi
Kontraksi uterus u/
mengeluarkan benda asing
tersebut

Jaringan tertahan dalam


uterus

Minum obat-obatan
aborifisien
(emmettika,omenagoga,ec

Kehilangan vaskular dlm


jmlh banyak
Risiko kekurangan
Volume cairan
Nyeri

Abortus

Gg.Rasa nyaman

Risiko infeksi

C. Diagnosa Keperawatan
1. Kurangnya volume cairan b/d kehilangan vaskular dalam jumlah
berlebihan
2. Perubahan perfusi jaringan b/d hipovolemia
3. Gg rasa nyaman nyeri b/d peningkatan kontraksi uterus
4. Risiko tinggi terjadinya infeksi b/d penahanan hasil konsepsi

D. Intervensi Keperawatan
Diagnosa 1 :
Kurangnya volume cairan b/d kehilangan vaskular dalam jumlah
berlebihan
Tujuan :

Perbaikan keseimbangan cairan yang dibuktikan oleh tanda-tanda


vital stabil, pengisian kapiler cepat, sensorium tepat, serta
pengeluaran dan berat jenis urine adekuat secara individual.
RENCANA INTERVENSI
MANDIRI
1. Evaluasi, laporkan,serta catat

RASIONAL
1. Perkirakan kehilangan darah

jumlah dan sifat kehilangan

membantu membedakan

darah, lakukan perhitungan

diagnosis,setiap gram peningkatan

pembalut, kemudian timbangn

berat balutan sama dengan

pembalut
2. Lakukan tirah baring,

kehilangan kira-kira 1 ml darah


2. Perdahan dapat berhenti dengan

instruksikan ibu untuk

reduksi aktivitas.Peningkatan

menghindari valsav manuver

tekanan abdomen atau orgasme

dan koitus
3. Posisikan ibu dengan tepat,

dapat merangsang perdarahan.


3. Menjamin keadekuatan darah yang

terlentang dengan pnaggul

tersedia unuk oak, peninggian

ditinggikan

panggul menghindari kompresi

atau posisi

semifowler

vena kaya.Posisi semifowler


memungkinkan janin bertindak

4. Catat tanda-tanda vital,

sebagai tampon
4. Membantu menentukan beratnya

pengisian kapiler pada dasar

kehilangan darah, meskipun

kuku warna membran mukosa

sianosis dan perubahan pd TD dan

atau kulit dan suhu.Ukur

nadi adalah tanda-tanda lanjutan

tekanan vena sentral bila ada.


5. Hindari pemeriksaan rektal atau

dari kehilangan volume sirkulasi


5. Dapat meningkatkan hemorargi

vaginal
6. Pantau masukan dan keluaran

6. Menentukan luasnya kehilangan

cairan,Dapatkan sampel urine

cairan dan menunjukkan perfusi

setiap jam, ukur berat jenis


7. Auskultasi bunyi napas

ginjal .
7. Bunyi napas adventutis
menunjukkan kelebihan
penggantian .

8. Simpan jaringan atau hasil


konsepsi yang keluar

8. Dokter perlu mengevaluasi


kemungkinan retensi jaringan,
pemeriksaan histologi mungkin
diperlukan

Kolaborasi :
9. Dapatkan pemeriksaan darah

9. Menentukan jumlah darah yang

cepat : HDL jenis dan

hilang dan dapat memberikan

percobaan silang , titer Rh,

informasi mengenai penyebab

kadar fibrinogen, hitung

harus dipertahankan di atas 30 %

trombosit, APT, dan kadar LCC

untuk mendukung transpor oksigen

10. Pasang kateter

dan nutrient
10. Haluaran kurang dari 30 ml/jam
menandakan penurunan perfusi
ginjal dan kemnungkinan
terjadinya nekrosis
tubuler.Keluaran yang tepat
ditentukan oleh derajat defisit
individual dan kecepatan

11. Berikan larutan intravena,


ekspander plasma

penggantian.
11. Meningkatkan volume darah
sirkulasi dan mengatasi gejla syock

4.

(Anonymous.___.Asuhan Keperawatan Abortus. www.bp.blogspot.com)

Irga.2009.Abortus.www.irwanashari.blogspot.com
7. ( Muyassarotussolichah._____.Abortus Provokatus dalam Prespektif
Yuridis.www.ibnu.blogspo.com)
Ida Bagus Gde Manuaba.dr.Prof.SpOG.ilum kebidanan,penyakit
kandungan &keluarga Berencana unttuk pendidikan
Bidan.EGC:jakarta)

(Rosfany.dr.2009.Abortus.www.dokterrosfanty.blogspot.com)

Varney Helen,dkk.2001.Buku Saku Bidan .EGC:Jakarta