Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH BIOKIMIA LANJUT

ASAM URAT

Disusun oleh:
1. Agustin Dwi Cahya Merdekawati (S831502035)
2. Mirrah Megha Singa Murti (S831502019)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SAINS KIMIA
PASCASARJANA UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2015
BAB I
PENDAHULUAN

Meningkatnya angka harapan hidup di Indonesia terjadi karena


peningkatan taraf hidup dan pelayanan kesehatan, yang mengakibatkan populasi
lansia di Indonesia semakin tinggi. Secara individu pengaruh penuaan
menimbulkan berbagai masalah baik secara fisik, biologis, mental maupun sosial
ekonominya. Setelah mencapai usia dewasa, secara alamiah seluruh komponen
tubuh tidak dapat berkembang lagi. Sebaliknya justru terjadi penurunan karena
proses penuaan. Proses penuaan menyebabkan penurunan semua sistem atau
fungsi tubuh yang meliputi sistem endokrin, sistem imun, sistem metabolisme,
sistem seksual dan reproduksi, sistem kardiovaskuler, sistem otot, dan sistem saraf
tepi dan saraf pusat.
Angka kesakitan pada penyakit tidak menular seperti kanker, penyakit
kardiovaskuler dan penyakit degenatif lainnya memperlihatkan kecenderungan
yang semakin meningkat. Salah satunya penyakit yang sering dialami oleh
golongan pralansia yaitu penyakit gout. Gout merupakan gangguan metabolik
yang ditandai dengan meningkatnya kadar asam urat (hiperurisemia).
Asam urat merupakan hasil metabolisme akhir dari purin yaitu salah satu
komponen asam nukleat yang terdapat dalam inti sel tubuh. Meningkatnya kadar
asam urat dalam darah disebut hiperurisemia. Hiperurisemia disebabkan oleh dua
hal, yaitu karena pembentukan asam urat yang berlebihan atau karena penurunan
pengeluaran asam urat oleh ginjal. Hiperurisemia yang tidak ditangani
menyebabkan asam urat dalam darah berlebihan sehingga menimbulkan
penumpukan kristal asam urat. Apabila kristal berada dalam cairan sendi maka
akan menyebabkan penyakit gout.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Asam Urat
Asam urat adalah produk akhir atau produk buangan yang dihasilkan
dari metabolisme/ pemecahan purin. Asam urat sebenarnya merupakan
antioksidan dari manusia dan hewan, tetapi bila dalam jumlah berlebihan
dalam darah atau mencapai kadar saturated akan mengalami pengkristalan
dan dapat menimbulkan gout.
Asam urat mempunyai peran sebagai antioksidan bila kadarnya tidak
berlebihan dalamdarah, namun bila kadarnya berlebihan dalam darah, asam
urat akan berperan sebagai prooksidan. Pada kondisi hiperurikemi akan
merangsang terjadinya stres oksidatif dan menyebabkan sindrom metabolik.
Kadar asam urat diketahui melalui hasil permeriksaan darah dan urin.
nilai rujukan kadar asam urat normal dalam darah pria adalah 2,1-7mg/dL dan
pada perempan 2,0-6mg/dL. Kadarnya akan meningkat pada orang tua,
sedanglan nilai rujukan kadar asam urat normal pada urin 250-750mg/24jam.
Zat asam urat di dalam darah meningkat. Dari waktu ke waktu kadar
asam urat bisa menjadi sangat tinggi dan membentuk butiran butiran kecil
seperti kristal. Kristal-kristal itu khususnya mengumpul di persendian.
Kristal-kristal itu mengiritasi persendian yang menyebabkan peradangan
Asam urat biasanya tidak membahayakan dan dibuat di dalam tubuh manusia.
Sebagian besar asam urat dibuang keluar bersama air seni dan beberapa
keluar bersama tinja. Sebagai catatan: beberapa orang memiliki kadar asam
urat yang tinggi tapi tidak membentuk kristal atau terkena penyakit asam urat.
Juga, jarang sejumlah orang dengan kadar asam urat yang normal terkena
serangan penyakit asam urat. Tapi sebuah aturan umum bahwa semakin tinggi
kadar asam urat, semakin besar peluang berkembangnya penyakit asam urat.
B. Sifat dan Struktur Kimia Asam Urat

Asam urat merupakan asam lemah organik dengan pKa 5,8. Pada pH di
bawah pKa akan membentuk molekul nonionized sehingga sulit larut dengan
air. Asam urat dalam bentuk ion akan lebih mudah larut dengan air daripada
dalam bentuk molekul nonionized. Ion urat terutama terbentuk pada pH 7,4.
Ion urat difiltrasi di glomerulus.
Asam urat berwarna putih, berbau busuk dan merupakan substansi yang
terbentuk dari hasil degradasi purin pada manusia, primata, dalmatian burung,
ular dan cicak serta dapat dihilangkan dari tubuh dalam bentuk dry powder.

Uric Acid (Asam Urat)


Asam urat adalah senyawa alkaloid turunan purin (xanthine). Asam urat
merupakan

senyawa

organik

semisolid

yang

terdiri

dari

carbon,

nitrogen,oxygen, dan hydrogen dengan formula C5H4N4O3 yang merupakan


nitrogenous akhir dari metabolisme protein dan purin.
C. Metabolisme Asam Urat
Asam urat merupakan produk akhir metabolisme purin, dimana purin
berasal dari metabolisme dalam tubuh/ faktor endogen (genetik) dan berasal
dari luar tubuh/ faktor eksogen (sumber makanan). Asam urat dihasilkan oleh
setiap makhluk hidup sebagai hasil dari proses metabolisme sel yang
berfungsi untuk memelihara kelangsungan hidup.
Makanan tinggi purin dari produk seperti sarden, hati ayam, hati sapi,
ginjal sapi, otak, daging, ikan akan meningkatkan kadar asam urat, apalagi
bila hampir setiap hari dikonsumsi dalam jumlah berlebihan. Makanan
dengan kandungan purin sedang contohnya seafood, daging sapi, kembang
kol, bayam, jamur. Makanan dengan kandungan tinggi purin tidak selalu
berhubungan dengan resiko gout, demikina juga makanan dengan tinggi

fruktose ( terdapat pada produk makanan olahan dan minuman soda) apalagi
bila tidak dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan. Asam urat akan
diekskresikan lewat ginjal setiap hari. Sisanya diekskresikan lewat feses.
Adanya gangguan dalam proses ekskresi akan menyebabkna penumpukan
asam urat.
Jalur kompleks pembentukan asam urat dimulai dari ribose 5-phospat,
suatu pentose yang berasal dari glycidic metabolisme, dirubah menjadi PRPP
(phosphoribosyl pyrophosphate) dan kemudian phosphoribosilamine, lalu
ditransformasi menjadi inosine monophosphate (IMP). Dari senyawa
perantara yang berasal dari adenosine monophospate (AMP) dan guanosine
monophospate (GMP), purinic nucleotides digunakan untuk sintesis DNA
dan RNA, serta inose yang kemudian akan mengalami degradasi menjadi
hypoxanthine, xanthine dan akhirnya menjadi uric acid. Hypoxanthine dan
guanine memasuki jalur salvage, menggunakan hypoxanthine-guanine
phosphoribosyltranferase (HGPRT), suatu enzim yang merubah basa purin
menjadi nukleotida. Produk sampingan dari reaksi tersebut adalah hydrogen
peroxide (H2O2) yang toksik untuk ginjal dan akan dirubah menjadi H 2O dan
O2 oleh catalase.

Penguraian basa purin.

Penguraian basa purin melalui Cellular Breakdown


D. Peningkatan Kadar Asam Urat (Hiperurisemia)
Beberapa hal di bawah ini menyebabkan peningkatan kadar asam urat
dalam tubuh:
a. Kandungan makanan tinggi purin karena meningkatkan produk asam urat
dan kandungan minuman tinggi fruktosa.
b. Ekskresi asam urat berkurang karena fungsi ginjal terganggu misalnya
kegagalan fungsi glomerulus atau adanya obstruksi sehingga kadar asam
urat dalam darah meningkat. Kondisi ini disebut hiperurikemia, dan dapat
membentuk sumbatan pada ureter.
c. Penyakit tertentu seperti gout, kanker, kadar abnormaleritrosit dalam
darah karena destruksi sel darah merah, polisitemia, anemia pernisiosa,
leukimia, gangguan gentik metabolisme purin, gangguan metabolik asam
urat bawaan (peningkatan sintesis asam urat endogen), alkaholisme yang
meningkatkan laktikasidemia, hipertrigliseridemia, gangguan pada
fungsi ginjal dan obesitas, asidosis ketotik, asidosis laktat.
d. Beberapa macam obat seperti obat pelancar kencing, asetosal dosis
rendah fenilbutazon dan pirazinamid dapat meningkatkan ekskresi cairan
tubuh, namun menurunkan

ekskresi asam urat pada tubulus ginjal

sehingga terjadi peningkatan kadar asam urat dalam darah.

e. Pada

pemakaian

hormonal

untuk

terapi

seperti

hormon

adrenokortikotropik dan kortikosterol.


E. Penurunan Kadar Asam Urat (Hiporisemia)
Beberapa kondisi yang menyebabkan terjadinya penurunan kadar asam
urat:
a. kegagalan fungsi tubulus ginjal dalam melakukan reabsorpsi asam urat
dari tubulus ginjal, sehingga ekskresi asam urat melalui ginjal akan
ditingkatkan dan kadar asam urat dalam darah akan turun.
b. Rendahnya kadar tiroid, penyakit ginjal kronik, toksemia kehamilan dan
alcoholism.
c. Pemberian obat-obatan penurun kadar asam urat. Penurunan kadar asam
urat dilakukan dengan pemberian obat-obatan yang meningkatkan
ekskresi asam urat atau menghambat pembentukan asam urat, cara kerja
allopurinol merupakan struktur isomer dari hipoxathine dan merupakan
penghambat enzim. Fungsi allopurinol yaitu menenmpati sisi aktif pada
enzim xathine oxidase, yang biasa ditempati oleh hypoxanthine.
Allopurinol menghambat aktivitas enzim secara irreversibel dengan
mengurangi bentuk xathine oxidase sehingga menghambat pembentukan
asam urat.
F. Diagonisis Penyakit Hiperurisemia (Penyakit Asam Urat)
Hiperurisemia selalu tidak tampak dari gejala luar. Hal demikian
mempunyai resiko besar akan kerusakan ginjal karena Kristal-kristal sudah
mengendap dijaringan kemih. Seseorang dikatakan menderita asam urat
dilakukan dengan pemeriksaan laboratorium yang menunjukkan kadar asam
urat dalam darah 7mg/dL untuk pria dan 6mg/dL untuk wanita.
Penyakit asam urat mengenai sekitar 1 dari 200 orang dewasa. Kaum
pria umumnya lebih mudah terkena daripada kaum perempuan. Serangan
pertama penyakit asam urat ciri-cirinya berkembang pada usia setengan baya
tapi kadang-kadang terjadi pada orang yang lebih muda. Penyakit asam urat
cenderung terjadi di beberapa keluarga, di mana ada riwayat penyakit asam

urat keluarga dalam sekitar 1 dari 5 kasus. Jadi, faktor keturunan yang
diwarisi dari keluarga menjadi faktor dalam menjadikan seorang sebagai
pembuang asam urat yang rendah (under-excreter of uric acid).
G. Gejala
Kadar asam urat darah yang tinggi dapat menyebabkan kesemutan,
pegal-pegal, linu-linu, persendian terasa kaku, nyeri sendi, rematik asam urat,
sampai pada penyakit jantung dan tekanan darah tinggi. Rasa ngilu biasanya
dirasakan di kaki kanan dan tangan kiri. Jika menyerang tangan kiri, rasa
ngilu akan terus ngilu itu akan terus merambat ke bahu dan leher.
Penyakit asam urat biasanya terjadi secara mendadak. Serangan
mendadak biasanya berlangsung cepat selama beberapa jam. Biasanya
menyebabkan deraan rasa sakit di suatu sendi. Bagian telapak jempol kaki
adalah sendi yang paling sering terkena. Namun, setiap sendi dapat terserang
penyakit ini. Kadang-kadang dua atau lebih sendi yang terpengaruh. Sendi

yang terkena biasanya membengkak dan kulit di dekatnya mungkin terlihat


merah dan meradang. Jika dibiarkan tidak diobati, serangan penyakit asam
urat dapat berlangsung beberapa hari tetapi biasanya berjalan penuh dalam 710 hari. Serangan yang lebih ringan dapat terjadi dan mungkin pada awalnya
dipandang keliru sebagai radang sendi pada umumnya.
Tahapan penyakit asam urat
Ada empat tahapan penyakit asam urat yang oleh profesional medis
digunakan untuk menggolongkan penyakit asam urat berdasarkan tingkat

keparahannya. Dengan pengelolaan yang baik dari pola hidup dan


penggunaan obat yang tepat bisa menghindari serangan di masa depan dan
mencegah kerusakan sendi.
Tahap 1: Asam Urat Tinggi ( Hyperuricemia asimtomatik )
Selama tahap ini, seseorang tidak memiliki gejala penyakit asam urat,
tetapi kadar asam urat di atas 6,0 mg/dL. Pengobatan biasanya tidak
diperlukan. Banyak orang akan mengalami peningkatan kadar asam urat
selama

bertahun-tahun

sebelum

serangan

pertama

mereka,

sehingga pemantauan rutin kadar asam urat dan membuat penyesuaian diet
dan gaya hidup sehat dapat membantu mengurangi serangan di masa depan.
Tidak semua orang dengan asam urat tinggi mendapat gout, namun semakin
tinggi asam urat, semakin besar kemungkinan itu.
Tahap 2 : Penyakit asam urat tingkat akut.
Selama tahap ini, kristal yang telah menumpuk pada bagian
persendian beraksi dan menyebabkan rasasangat sakit dan menimbulkan
bengkak pada sendi. Rasa sakit akan mereda, bahkan tanpa pengobatan,
dalam waktu tiga sampai 10 hari. Karena serangan pertama dalam banyak
kasus akan disusul serangan lainnya, ini saatnya untuk mencari perawatan
medis guna diagnosis dan terapi yang tepat. Serangan penyakit asam urat lain
mungkin tidak terjadi selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, namun
kemungkinan besar akan terjadi lagi pada waktu akan datang, oleh karenanya
sangat penting untuk melakukan pemeriksaan rutin kadar asam urat dan
pengobatan sesegera mungkin.

Tahap 3 : Penyakit asam urat tingkat kritis


Selama tahap ini, seseorang berada di antara serangan penyakit asam
urat. Ada saatnya penderita bebas dari gejala-gejala dimana sendi-sendi
mereka berfungsi normal. Tetapi, meskipun gejala-gejala tidak terasa,
penumpukan kristal asam urat terus berlangsung secara diam-diam. Serangan

penyakit asam urat yang lebih parah akan terulang kembali apabila kadar
asam urat tidak diturunkan sampai di bawah 6,0 mg / dL.
Tahap 4 : Penyakit asam urat tingkat kronis
Ini adalah tahap terakhir dari penyakit asam urat. Sekarang menjadi
arthritis kronis yang sering menyebabkan kerusakan pada tulang dan tulang
rawan. Proses peradangan yang merusak berjalan aktif dan juga mungkin juga
menyebabkan kerusakan ginjal. Dengan perhatian medis dan pengobatan
yang tepat, kebanyakan pasien penyakit asam urat tidak akan bertambah ke
tingkat selanjutnya.
H. Macam-macam Pemeriksaan Asam Urat (Uric Acid)
1. Pemeriksaan Holistik
Pemeriksaan holistik adalah pemeriksaan yang menyeluruh dimana
pemeriksaan dilakukan dari kapan terjadinya nyeri, bagaimana dapat
terjadi nyeri. Setelah itu dilihat riwayat kesehatan, baru di tegakkan
diagnosis.
2. Pemeriksaan Enzimatis
Pemeriksaan enzimatis adalah pemeriksaan asam urat dengan prinsip
uric-acid yang bereaksi dengan urease membentuk reaksi H2O2 dibawah
katalisis peroksidase dengan 3,5 didorohydroksi bensesulforic acid dan 4
aminophenazone memberikan reaksi warna violet dengan indikator
Quinollmine.
Zat Asam urat (Uric Acid ) dibuat di dalam tubuh manusia. Mengukur
Kadar Zat Asam Urat dalam darah perlu untuk tindakan pencegahan penyakit
asam urat, terutama bagi orang yang pernah terkena penyakit asam urat.
Dalam kondisi normal, ada keseimbangan antara jumlah zat asam urat yang
dihasilkan tubuh dengan jumlah dibuang melalui urine dan tinja. Namun pada
kebanyakan orang yang terkena penyakit asam urat, ginjal mereka tidak
mampu mengeluarkan zat asam urat dalam jumlah yang semestinya hingga
kadar zat asam urat di dalam darah meningkat.
Ginjal mereka biasanya bekerja tidak normal. Semakin lama kadar
asam urat di dalam darah menjadi sangat tinggi dan membentuk butiran
9

butiran kecil seperti kristal. Kristal kristal itu khususnya mengumpul di


bagian persendian. Selanjutnya kristal kristal itu mengiritasi persendian yang
menyebabkan peradangan, pembengkakan dan rasa nyeri.
Orang dengan kadar asam urat yang normal jarang yang terkena
serangan penyakit asam urat. Bahkan diketahui, beberapa orang memiliki
kadar asam urat yang tinggi, tapi tidak sampai terkena penyakit asam urat.
Tapi rumusnya, semakin tinggi kadar asam urat, semakin besar peluang
berkembangnya penyakit asam urat. Kadar asam urat normal berkisar
antara 3,5 sampai 7,2 mg/dL (miligram asam urat per desiliter darah).

Kadar asam urat normal


Tes Asam Urat Darah
Tes asam urat darah, juga dikenal sebagai pengukuran serum asam
urat, dilakukan untuk menentukan berapa banyak asam urat dalam darah
seseorang. Tes asam urat darah dapat membantu menentukan seberapa baik
tubuh seseorang memproduksi dan membuang asam urat.
Pada umumnya test kadar asam urat digunakan untuk keperluan:

Diagnosa dan monitor pasien yang terkena penyakit asam urat.

Monitor pasien yang menjalani penanganan kemoterapi atau terapi radiasi.

Mengecek fungsi ginjal paska cedera

Menentukan penyebab batu ginjal

Mendiagnosa gangguan ginjal.

Persiapan untuk Tes Asam Urat Darah:


Persiapan tes asam urat darah melibatkan Alkohol, obat-obatan
tertentu seperti aspirin dan ibuprofen atau Motrin, vitamin C kadar tinggi, dan
dies yang digunakan dalam uji X-ray. Selanjutnya pasien akan diminta
menceritakan kepada dokter tentang resep obat atau obat dan suplemen yang

10

banyak dipakai. Pasien mungkin anda juga disuruh untuk berpuasa selama
empat jam sebelum tes dimulai.
Proses

mendapatkan

sampel

darah

untuk

pengujian

disebut venipuncture. Dokter atau penyedia layanan kesehatan akan


mengambil sampel darah dari pembuluh darah, biasanya dari siku di bagian
dalam atau punggung tangan anda. Pertama, dokter akan mensterilkan area
dengan antiseptik. Dia kemudian akan mengikatkan gelang karet di lengan
untuk memungkinkan darah memenuhi pembuluh darah. Kemudian jarum
akan dimasukkan ke pembuluh darah. Darah akan dikumpulkan dalam botol
yang terpasang. Setelah darah telah terkumpul, gelang karet akan dilepas dan
jarum dicabut. Penutup akan dipasang di tempat bekas suntikan jarum dan
akan diikatkan perban juga jika diperlukan.
I. Pencegahan dan Perawatan Asam Urat
Hindari konsumsi makanan yang meningkatkan zat asam urat dalam
tubuh, seperti: jeroan (babat, limpa, usus, paru, ginjal, hati termasuk
otak), hindari makanan laut (cumi, kerang, udang dan jenis kepiting),
makanan kaleng (kornet, ekstrak daging dan sarden), telur, kuah daging
yang kental atau kaldu.
Hindari konsumsi produk dari pohon melinjo, melinjo, kangkung dan
bayam, daun singkong, asparagus, kembang kol dan buncis.
Hindari konsumsi produk makanan dan jenis kacang-kacangan (kacang
hijau, kacang tanah, kedelai) dan susu kedelai.
Hindari makan buah durian, nanas, alpukat dan air kelapa.
Jangan mengkonsumsi alkohol.
Resiko Penyakit Asam Urat akan meningkat pada orang gemuk, sehingga
apabila saat ini anda gemuk dan mempunyai resiko tersebut, sebaiknya
mulailah untuk menurunkan berat badan.
Perbanyak minum air putih, agar dapat membantu membuang purin yang
ada dalam tubuh lebih banyak.

11

BAB III
PENUTUP
Asam urat merupakan produk akhir metabolisme purin, dimana purin
berasal dari metabolisme dalam tubuh/ faktor endogen (genetik) dan berasal dari
luar tubuh/ faktor eksogen (sumber makanan). Asam urat dihasilkan oleh setiap
makhluk hidup sebagai hasil dari proses metabolisme sel yang berfungsi untuk
memelihara kelangsungan hidup. Menghindari beberapa pantangan makanan
untuk penderita asam urat juga bisa digunakan sebagai pencegahan sekaligus
pemulihan penyakit asam urat.

12

DAFTAR PUSTAKA
www.patient.co.uk
gouteducation.org
http://asamuratzone.blogspot.co.id/2015/01/cara-mengetahui-kadar-asam-urat-ditubuh-kita.html
http://disehat.com/asam-urat-normal-menurut-who/
http://sectiocadaveris.wordpress.com/artikel-kedokteran/patofisiologi-goutarthritis/

13