Anda di halaman 1dari 68

Fakultas Teknik - Unmul

SOERJA KOESNARPADI, M.Si

Acid Rain

Korosi

Hujan
Asam
pH air
asam : 0 < pH < 7

pH air basa : 7 < pH < 14


Sebenarnya Air hujan normal memang agak
asam, pH sekitar 5,6
(krn CO2 diudara bereaksi dng uap air
membentuk asam karbonat (asam
lemah).

H2O + CO2 H2CO3

Jadi, dimaksud Hujan Asam :


memiliki pH < 5,6

Untuk mengukur keasaman hujan


asam di perairan & tanah
digunakan
pH meter.
Jika air hujan memiliki pH < 5,6
maka dianggap atmosfer sudah
tercemari oleh gas SOx, yang
mana SOx bereaksi dengan uap
air.
(Atmosfer mengandung asam).
Makin rendah pH air hujan
tersebut, makin berat
dampaknya bagi mahluk hidup

Belerang Oksida
(SOx)
Belerang Oksida (SOx) terdiri atas gas SO2
& SO3 yang keduanya mempunyai sifat
berbeda.
Gas SO2 bau tajam & tidak mudah
terbakar
Gas SO3 sangat reaktif
* Gas SO3 mudah bereaksi dengan uap
air di udara shg membentuk H2SO4.
*
Asam sulfat ini sangat reaktif mudah
bereaksi dengan benda lain yang
berakibat korosi & proses kimia lain.

Secara kualitatif utk


mengetahui adanya gas SO2

(i). Bau belerang terbakar


yg
menyesakkan

Bau belerang

(ii). Kertas saring dibasahi


K2Cr2O7 pewarnaan
hijau
K2Cr2O7

(iii). Kertas saring dibasahi


Ki dlm kanji warna biru

Konsentrasi gas SO2 mudah


terdeteksi manusia 0,3 1 ppm.
Kandungan Gas hasil buangan :
lebih banyak SO2 > SO3.
Namun Gas SO2 diudara akan
bereaksi dng O2 membentuk SO3
Reaksi :
2SO2 + O2 (udara) 2 SO3

Sumber
SOx

1. Sumber Utama
penghasil SOx bukan
dari transportasi tetapi
dari pembakaran
stationer (batubara,
minyak dsb)
Emisi SOx terbentuk
kandungan sulfur dalam
bahan bakar batubara,
minyak, pelumas dll
S + O2 SO2
SO2 + 1/2 O2 SO3

2. Sumber utama
kedua
adalah proses
industri :
contoh :
Dlm industri baja :
pemanasan dalam
tanur dihasilkan gas
SOx krn banyak
kandungan mineral
Sulfida
spt : PbS, HgS,
ZnS FeS2

N
o

Sumber Pencemar

(%)

Transportasi

Pembakaran
Stationer
(batubara, minyak,
gas alam, kayu)

73,5

Proses Industri

22,0

Pembuangan
limbah padat

2,4

0,3

Lain-lain
1,8
(Pembakaran
%hutan,
sumber
pencemaran
SOx
limbah
&

SO2 (Belerang dioksida) :


Gas SO2 akan membentuk
garam sulfat bila bereaksi dng
oksida logam
4MgO + 4 SO2 2 MgSO4 +
MgS
Udara yang mengandung
uap air juga akan bereaksi
dengan SO2 membentuk
Asam sulfit :
SO2 + H2O H2SO3

Sifat
SOx

SO3 (Belerang Trioksida) :


Sifat asli gas SO3 yang
sangat reaktif
Udara yang mengandung
Uap air bereaksi dengan SO3
akan membentuk Asam Sulfat
SO3 + H2O H2SO4
Kandungan SO3 dalam SOx sangat kecil
( 1-5%)
(Badan

WHO PBB menyatakan bahwa pada tahun


1987 jumlah sulfur dioksida di udara telah
mencapai ambang batas yg ditetapkan oleh WHO).

EFEK
SOx
A
C
I
D
R
A
I
N

Apabila Asam sulfit & asam sulfat


turun ke bumi bersama hujan,
maka akan terjadi Acid Rain
(hujan asam)
Efek Hujan asam sangat merugikan
karena akan merusak tanaman
maupun kesuburan tanah.

Akibatnya hutan menjadi gundul &


menyebabkan kerusakan
lingkungan.

INDUSTRI

AIR ASAM
SO2
SO3
NO
Gunung
berapi

HUJAN
ASAM

Kesuburan tanah turun


Hasil pertanian + kehutanan

Al2Si2O5 (OH)4 + H3O+ Al3+ + SiO2 +


Tanah liat

Asam

Pasir

CaCO3 + H3O+ Ca2+ + CO2 + H2O

Batu kapur

Al3+

Tidak sangat toksik (manusia)


Ikan kecil mati

Hujan asam merupakan


istilah umum untuk
menggambarkan
turunnya asam dari
atmosfer ke bumi.
Sebenarnya turunnya
asam dari atmosfer ke
bumi bukan hanya
dalam kondisi "basah"
tetapi juga "kering".
Sehingga dikenal istilah
deposisi basah
deposisi kering.

Hujan
Asam
(Acid Rain)

Deposisi basah
mengacu pada hujan asam, kabut dan salju.
(Ketika hujan asam ini mengenai tanah, mk
dapat berdampak buruk bagi tumbuhan dan
hewan,
Besaran dampak bergantung dari
konsentrasi asam,
kandungan kimia tanah,
buffering capacity & jenis
tumbuhan/hewan yang terkena .

Deposisi kering

mengacu pada gas & partikel yg


mengandung asam. (Sekitar 50% keasaman di

atmosfer jatuh kembali ke bumi melalui deposisi


kering. Kemudian angin
membawa gas dan
partikel asam tersebut mengenai
bangunan,
mobil, rumah an pohon. Ketika hujan turun,
partikel asam yang menempel di bangunan atau
pohon tsb akan terbilas, menghasilkan air
permukaan (runoff) yang asam).

Reaksi yang terjadi :


SOx

NO

SO2 + O2 SO3
SO2 + H2O H2SO3
SO3 + H2O H2SO4
NO + O2 NO2
NO2 + H2O HNO3

Angin dapat membawa material asam pada


deposisi kering dan basah melintasi batas kota
dan negara sampai ratusan kilometer.

DAMPAK HUJAN ASAM

Korosi
Korosi terhadap logam
Fe + O2 Fe2O3 (karat)
Fe + H2SO4 FeSO4 + H2

Kerusakan bangunan/patung
CaCO3 + H2SO4 CaSO4 + H2O + CO2
Marmer
patung

Cat bangunan kusam


kehitam2-an,
krn PbO sbg cat bereaksi dengan
SOx
menjadi PbS

Dampak Pencemaran
SOx

Pada
Manusia

GANGGUAN PADA
SISTEM PERNAFASAN
krn gas SOx yang mudah
menjadi asam akan
menyerang selaput lendir
pada hidung, tenggorokan,
dan saluran nafas lain yang
sampai paru-paru.
Juga menyebabkan
iritasi pada bagian tubuh.

Jika konsentrasi 1-2 ppm


akan mengalami iritasi
pada bagian tubuh.
Jika konsentrasi 6 ppm akan
mengalami iritasi
tenggorokan
Otot pernafasan akan
mengalami kejang (spasme)
bila terjadi iritasi SOx.
Bila paparan SOx lama akan
menyebabkan terjadinya
paralysis cilia (kelumpuhan
sistem pernafasan),
kerusakan lapis an
ephotelium kematian.

Hidrokarbon
(HC)

Hidrocarbon
(HC)

Hidrokarbon
(HC)
Hidrokarbon (HC) adalah pencemar udara
yang berupa gas, cairan atau padatan.
dinamakan Hidrokarbon penyusun atom C &
atom H
yg terikat scr ikatan lurus (rantai)
atau ikatan cincin (tertutup)
Jumlah atom C menentukan bentuknya
Pd suhu kamar :
jumlah atom C pendek gas
jumlah atom C sedang cairan
jumlah atom C panjang padatan

Senyawa Hidrokarbon :
Bentuk Gas Jumlah atom C pendek :
C-1 : Metana
C-2 : Etana
C-3 : Propana
C-4 : Butana
Bentuk Cairan Jumlah atom C sedang :
C- 5-15 : Pentana Pentadekana
Bentuk Padatan Jumlah atom C panjang :
C- 16-30 : Heksadekana-propakontana
Hal yang sama juga sama seperti diatas, tapi utk
ikatan rangkap 2 (alkena) & ikatan rangkap 3
(alkuna)

SuMBER
UTAMA:

Campuran BUMI
dari
MINYAK
berbagai fraksi H & C
Pemisahan fraksi H-C
dilakukan dengan
proses destilasi kolom
Bensin merupakan
fraksi minyak bumi
yang paling banyak
digunakan

MINYAK
BUMI

Dapat digunakan
sebagai bahan dasar
dalam membentuk
zat lain seperti :
plastik, pestisida,
herbisida, parfum,
zat pengawet,
antibiotik, stimulan,
depresan &
detergen.

Senyawa Hidrokarbon :

1. Bensin :
Bahan bakar bensin adalah campuran yang
kompleks dari distilasi hidrokarbon antara sekitar
30oC-210 oC yang terdiri dari 200-300 komponen
pada kisaran hidrokarbon C4 sampai C11.
Polusi di atmosfer yang disebabkan dpt terjadi 2
kejadian
a.Emisi karena penguapan (evaporative
emissions), yaitu komponen organik yang mudah
menguap (VOC-volatile organic compounds),
b.Emisi gas buang (exhaust emissions), yaitu emisi
CO, HC dan Nox + Pb

Kandungan bensin terbesar adl seny. Oktana/isooktana.


Seny.Oktana seny.hidrokarbon yg digunakan sbg
patokan utk menentukan kualitas bahan bakar
(bensin) yg dikenal dng istilah angka oktan.
(Octane Number)
Angka Oktan adl angka yang menunjukkan seberapa
besar tekanan yg bisa diberikan sebelum bensin
terbakar scr spontan
(mrp perbandingan campuran isooktana (2,2,4 trimetil
pentana) dng heptana)
Angka Oktan 100 bhn bakar bensin
tsb setara dng isooktana murni.
Angka Oktan 80 bensin mrp
campuran 80% isooktana 20% heptana

Beberapa angka oktan untuk bahan bakar:


87 Bensin standar di Amerika Serikat
88 Bensin tanpa timbal Premium-TT
91 Bensin standar di Eropa
94 Premix-TT
95 Super-TT
Isooktana bahan bakar yang paling baik krn hanya
pada
kompresi tinggi saja, isooktana tidak memberikan
bunyi
ketukan pada mesin (knocking atau ping)
sebaliknya
heptana dianggap bahan bakar paling buruk.
Apa itu Knocking.?

Knocking
Di dalam mesin, campuran udara dan bensin (dalam
bentuk gas) ditekan oleh piston sampai dengan volume
yang sangat kecil dan kemudian dibakar oleh percikan
api yang dihasilkan busi.
Karena besarnya tekanan ini, campuran udara dan bensin
juga bisa terbakar secara spontan sebelum percikan api
dari busi keluar.
Jika campuran gas ini terbakar karena tekanan yang
tinggi (dan bukan karena percikan api dari busi), maka
akan terjadi knocking atau ketukan di dalam mesin.
Knocking ini akan menyebabkan mesin cepat rusak.

Utk mengurangi ketukan atau menaikan angka


oktan, bahan bakar
diberi tambahan aditif.
Bahan aditif tsb disebut anti ketukan
(anti knocking compound)
a. Pertama kali : TEL (tetra Ethyl Lead) =
(CH3CH2)4Pb
b. Bahan aditif baru Ethyl Fluid yg mrp campuran
65%TEL,
25% 1,2 dibromoetana & 10% 1,2
dikloroetana.
HC yg telah terhalogenkan menyebabkan timbal
akan diubah mjd timbal dibromida yg mudah
menguap shg mudah keluar dari silinder mesin
mobil melalui knalpot.

Pb di Udara
Pb di Udara gas & partikulat,
Emisi pembakaran mesin
kendaraan bermotor krn
penambahan zat anti knocking.

TEL : (CH3CH2)4Pb
Pembakaran bensin :

2C H
+ 25 O 16 CO + 18 H O
8 18
2
2
2

(CH3CH2)4Pb + 13 O2 8 CO2 + 10

Bahan aditif sekarang ini, tidak


hanya mengandung Pborganik saja tapi juga
mengandung senyawa
halogen
Bahan aditif dalam bahan bakar
mengandung :
- 62% : Pb-(CH3CH2)4,
- 18% : C2H4Br12,
- 18% : C2H4Cl12,
- 2% tambahan lainnya.

sehingga kadar Pb di udara


paling besar, krn hasil
samping pembakaran

2
3

Senyawa Pb
0 jam
18 jam
(%)
PbBrCl
32
12
PbBrCl.2.PbO 31,4
1,6
PbCl2
10,7
8,3
PbBr2
5,5
0,5
PbOx
2,2
21,2
PbCO3.2.PbO 1,0
29,6
Kandungan PbBrCl & PbBrCl.2.PbO mrp
kandungan Pb yg utama. Kedua senyawa
tsb telah memberikan gas buangnya pd
t=0 & berkurang setelah t=18 jam.
Dan sebaliknya PbOx & PbCO3.2PbO akan

Pb di Udara pada Manusia :


Senyawa Pb-(CH3)4 & Pb-(C2H5)4
larut dalam minyak , sehingga dapat
diserap kulit.
Seny Pb-(C2H5)4 cepat terurai dng
adanya sinar matahari mjd Trietil-Pb,
dimetil-Pb, monoetil-Pb. Seny ini
mudah larut dlm air , sehingga
mudah masuk lewat mulut.

Senyawa Pb dlm keadaan kering dpt


terdispersi diudara, shg dapat

Dampak Pencemaran Kadar Plumbum ( Pb )


Terhadap Kesehatan 9 Jaringan Tubuh Manusia.

JARINGAN
MILIGRAM TIMBAL/
100 GRAM. JAR. BASAH

Tulang
Hati
Paru-paru
Ginjal
Limpa
Jantung
Otak
Gigi
Rambut

0,67-3,59
0,04-0,28
0,03-0,09
0,05-0,16
0,01-0,07
0,04
0,01-0,09
0,28-31,4
0,007-1,17

4 Kategori Pb dalam darah


Orang dewasa

Kategori

Ug Pb/100 mL
Darah

Diskripsi

A (normal)

< 40

Tidak terkena paparan


atau tingkat paparan
normal

B (dapat
toleransi)

40 - 80

Pertambahan
penyerapan dari keadaa
terpapar tapi masih bisa
ditoleransi

C (berlebih)

80 - 120

Kenaikan penyerapan
dari keterpaparan yang
banyak dan mulai
memperlihatkan tandatanda keracunan

D (Tingkat

> 120

Penyerapan mencapai

Pengaruh Pb terhadap tubuh


Efek Pb dlm sintesa haemoglobin
Sel darah merah adl kompleks khelat Fe
dng gugus haeme & globin.
Sintesa kompleks tsb melibatkan enzim
ALAD (Amino Levuline Acid Dehidrase) &
enzim ferrokhelatase

Haeme + globin akan bereaksi dan ion logam


Fe2+ dan dgn bantuan enzim
ferrokhelatase akan membentuk khelat
haemoglobin.
Senyawa Pb dlm tubuh akan mengikat gugus aktif
enzim ALAD. Ikatan Pb dgn gugus ALAD
mengakibatkan pembentukan intermediet

Tahapan Reaksi :
Succinyl co-A + glycin ALA (Amino
Levulinic Acid )

Pb

ALA phorpobilinogen
(ALA dehidratase)

phorpobilinogen
protophorypyrin
Protophorypyrin Haeme
Haeme + globin akan bereaksi dan
ion logam Fe2+ dan dgn bantuan
enzim ferrokhelatase akan

Keracunan kontaminasi Pb thd


haemoglobin :
1. Meningkatkan kadar ALA dlm darah &
urine
2. Memperpendek umur sel darah merah
3. Menurunkan jumlah sel darah merah
4. Meningkatkan kandungan Fe dlm
plasma darah

ZAT ADITIF LAIN :


Benzena & alkohol dpt juga ditambahkan
dlm bahan bakar bensin utk menaikkan
angka oktan.
(Angka Oktan Etanol 117)
Gasohol camp.bensin 90% & 10 alkohol.
Gassohol mpy angka oktan yang tinggi
dibanding dng bensin biasa.

alkohol

benzena

Teknologi Pengurangan Gas


Buang

Metodenya penggunaan catalytic converter,


catalytic converter terdiri atas ruangan baja
yg mengandung keramik dgn saluran sempit
yg dibatasi dgn 3 logam : platinum, paladium
dan rodium.
Logam-logam ini berperan sbg katalis heterogen dalam
reaksi:
1. Oksidasi karbon monoksida yang racun mjd karbon
dioksida
2. Reduksi oksida nitrogen menjadi nitrogen.
3. Oksidasi hidrokarbon tak terbakar mjd karbon dioksida
dan air.
Timbal meracuni katalis heterogen & hanya bahan bakar
yg bebas-timbal
yg dpt dipasang catalytic converter.
Gas-gas pembuangan dalam catalytic converter suhunya
300oC & hanya
tinggal selama sepersepuluh detik.

Dalam pembakaran bensin murni reaksi sbb :


C8H18 + O2 CO2 + H2O (energi panas)

C8H18 + x O2 + x (3,76) N2 a CO2 + b H2O + x


(3,76) N2
Angka 3,76 mrp perbandingan N2 & O2 diudara
Hasil perhitungan : x = 12,5 ;a = 8 ; b = 9

C8H18 + 12,5 O2 + 12,5 (3,76) N2


8 CO2 + 9 H2O + 12,5 (3,76) N2
Dari reaksi diatas dpt ditentukan scr
stoikiometris perbandingan kebutuhan
udara yg tepat utk bahan bakar yang ada
atau udara/bahan bakar
yang disebut = UPB

Perbandingan mol udara dengan mol


bahan bakar :
UPB = mol udara/mol bahan bakar
= (mol O2 + mol N2)/mol C8H18
= [12,5 + 3,76 (12,5)]/1
= 59,5 mol udara/mol bahan bakar
Bila UPB didasarkan pada perhitungan
berat diperoleh hasil :
UPB = [12,5.BM O2 + 47.BM N2]/1.BM
C8H18
= [400 + 1316]/(114)
= (1716)/(114)
= 15
15 bagian udara/bagian bahan
bakar
Artinya : kalau kita punya 1 kg bahan
bakar, maka udara yang diperlukan
utk pembakaran 15 kg udara.

Apabila jml kendaraan bermotor (mobil, spda motor dll)


diketahui & rata2 pemakaian bahan bakar diketahui, maka
kita akan ketahui jumlah gas gas buang hasil pembakaran
yang dilepaskan ke udara per hari.
Kalau pembakaran tidak sempurna 1% saja sbg bahan
pencemar, maka jml pencemaran udara per hari dapat
diperkirakan.
Kenyataanya pembakaran tidak sempurna lebih besar & gas
buang yang dihasilkan tidak hanya CO2 & H2O saja. Ada H,
C, CO, NH3, NO, NO2, SO2, SO3, H2SO4, OH & O3..

mbakaran bahan bakar Hidrokarbon

2. Metana :
Salah satu gas Hidrokarbon
yg kandungannya cukup banyak.
Sifat Gas Metana Mudah terbakar
Kandungan Metana hidrat (metana beku)
Metana Hidrat
lebih banyak daripada gas metana
yang ada di atomosfer
Metana yang tersimpan dalam bentuk hidrat
jumlahnya kira-kira 3.000 kali lipat lebih banyak
daripada metana yang ada di dalam atmosfer
saat ini

Ratusan meter di bawah dasar laut,


bakteri memproduksi metana dari
bangkai plankton.
Jika metana diproduksi dengan cukup
cepat, sebagian akan membeku
menjadi hidrat metana.
Jenis deposit semacam ini terdiri dari
ratusan gigaton karbon dalam bentuk
metana. {Buffett dan Archer, 2004:
Milkov, 2004}

Deposit
Hidrat,
biasanya
ditemukan di
dasar benua
dimana
organisme
laut
(mikroba) scr
aktif hidup
dari
karbon utk
menghasilk
an
metana di
dalam
sedimen.

Metana hidrat banyak terdapat di


Lapisan Es Arktik daerah kutub utara.

Keberadaan metana hidrat ada


secara alami dan stabil dalam
kondisi temperatur dingin
dan tekanan tinggi.

Keberadaan Metana hidrat menjadi tidak


stabil karena ada pemanasan global

Hidrat meleleh jika kepanasan. Lautan


cukup dingin pada kedalaman sekitar 500
meter ke bawah (200 meter di Artik). Di
bawah dasar laut, semakin dalam
tempatnya, suhunya semakin meningkat,
sesuai dengan peningkatan suhu panas
bumi.
Timbul lapisan gelembung-gelembung di
bawah zona stabil. Gelembunggelembung ini mencerminkan gelombang
suara seismik dan terlihat dengan jelas

Gas metana kemudian menekan & keluar ke


atmosfer

Akibat Pemansanan Global, metana keluar dari


danau-danau di Kutub Utara dilepaskan ke atmosfer.
Hal ini terlihat mencairnya lapisan-lapisan
permafrost di danau-danau tersebut akibat
perubahan iklim. Menurut Penelitian Dr. Walter : di
danau Kutub Utara di area seperti Siberia bahwa
Dengan pemanasan global semakin parah, shg
metana "menambah produksinya sendiri" dengan
melelehkan lebih banyak lapisan-lapisan permafrost.

Penelitian baru ditemukan pd Mei 2008


dari jurnal ilmuwan "Nature"
ilmuwan memperingatkan bahwa
jk suhu sedikit menghangat saja,
mk gas metana yg msh terperangkap
di bawah air saat ini akan dilepaskan.
Jumlahnya sangat banyak, diperkirakan 2x lipat
dari cadangan bahan bakar fosil yang diketahui
dunia. Gas metana di dalam danau-danau,
permafrost (tanah beku), dan lautan selama
berabad-abad.
Jika gas beku itu mencair, maka gas itu akan
dilepaskan ke udara.

Akibat Lebih Jauh :


Adanya rongga2 atau ruang2 didasar
laut akibat dilepaskannya gelembunggelembung gas metana.
Hal ini berpotensi menimbulkan longsor
yang sangat besar dilautan. Dan rawan
terjadinya tsunami.
Kasus : Peristiwa terjadi di Norwegia.

SECARA UMUM :
Bentuk Pencemaran Hidrokarbon :
1. Pembakaran Hidrokarbon Menghasilkan CO2 &
H2O
(tp sulit ditemukan reaksi terjadi habis scr stokiometris)
Shg timbul gas Hidrokarbon keluar bersama CO2 & H2O

2. Pemecahan Hidrokarbon (cracking) akibat suhu


tinggi dari hasil pembakaran
C8H18 C4H9 + C4H9
C8H18 C4H10 + C4H8
C8H18 C6H14 + C2H4 C2H4
C8H18 C4H10 + CH4 + C2H4 + C
C8H18 C8H16 + H2

Hasil Pemecahan Hidrokarbon (cracking) maka gas


buangan hidokarbon semakin lebih banyak, dari
bentuk gas, cair & padat.
Contoh : hasil padatan berupa arang (karbon),
bentuk gas akan bercampur dng gas buang
lainnya
bentuk cair membentuk kabut minyak
(droplet)
bentuk padat membentuk asap pekat yg
mnggumpal.
3. Keberadaan Hidrokarbon
akan membentuk fotokimia, karena bereaksi
dengan NOx & CO.

Sumber Utama penghasil Hidrokarbon


paling besar dari transportasi krn
Sumber
Hidrokarbon karena penggunaan senyawa
hidrokarbon sebagai bahan bakar.
Sumber kedua adalah pembakaran
limbah lainnya
No

Sumber Pencemar

(%)

Transportasi

51,9

Pembakaran Stationer
(batubara, minyak, gas
alam, kayu)

Proses Industri

Pembuangan limbah
padat

5,0

Lain-lain
(Pembakaran hutan,
limbah & pertanian)

26,5

2,2

14,4

Tidak terbakarnya bahan bakar


secara sempurna,
Tidak terbakarnya minyak pelumas
silinder adalah salah satu
penyebab munculnya emisi HC.
Emisi HC pada bahan bakar HFO
yang biasa digunakan pada
mesin-mesin diesel besar akan
lebih sedikit jika dibandingkan
dengan mesin diesel yang
berbahan bakar Diesel Oil (DO).
Emisi HC ini berbentuk gas methan
(CH4). Jenis emisi ini dapat
menyebabkan leukemia &
kanker.

Emisi
Hidrokarbon

Dampak Pencemaran
Hidrokarbon
bentuk gas akan bercampur dengan gas buang
lainya
bentuk cair membentuk kabut minyak (droplet)
bentuk padat membentuk asap pekat yang
menggumpal.
Jumlah Hidrokarbon diudara dalam jumlah kecil tidak
terlalu toxic. Namun dalam jumlah besar, sifat toxic
meningkat krn berinteraksi dengan gas lainya membentuk
ikatan baru yakni PAH (Polycyclic Aromatic Hydrocarbon)
PAH bersifat karsionogenik yang merangsang
terbentuknya sel-sel kanker apabila terhisap paru-paru.

Dampak Pencemaran
Hidrokarbon
Rokok pencemar udara
setidaknya bagi sang perokok, krn
mengandung hidrokarbon.
Toksisitas senyawa hidrokarbon
aromatik lebih beracun daripada
hidrokarbon alisiklik. Dalam keadan
uap, HC dapat menyebabkan iritasi
pada membran mukosa, apabi;a
terhisap ke paru-paru akan
menimbulkan luka dibagian dalam
yang menimbulkan infeksi.

Senyawa Hidrokarbon &


pengaruhnya

Senyawa HC Konsentrasi
(ppm)
Benzena

Toluena

Pengaruhnya dalam tubuh

100
3000

Iritasi pada mukosa


Lemas (0,5-1 jam)

7500
20000

Paralysys (0,5-1 jam)


Kematian (5-10 menit)

200

Pusing, lemah, pandangan


kabur setelah 8 jam

600

Gangguan syaraf & diikuti


kematian