Anda di halaman 1dari 10

Perpindahan

Dalam Membran
Sofyana/Bahan Kuliah Teknologi Membran

Proses perpindahan molekul atau partikel


dikarenakan adanya gaya yang bekerja pada
partikel/molekul tsb
DRIVING FORCE
DRIVING FORCE =

Perpindahan melalui membran berpori


dan membran dense memiliki fenomena
yang berbeda

Perindahan melalui membran berpori terjadi melalui pori


membran dan sangat tergantung kepada parameter
berikut:
- Ukuran pori
- Distribusi ukuran pori
- Porositas
- Dimensi pori
- Selektivitas ditentukan oleh beda ukuran pori membran
dan ukuran partikel

Perpindahan pada membran berpori

Molekul hanya dapat melewati membran jika molekul


dapat melarut pada membran.

Tingkat kelarutan ditentukan oleh affinitas antara material


membran dengan komponen yang akan dipisahkan (yang
memiliki berat molekul ringan)
Komponen berpindah dari satu sisi ke sisi yang lain dari
membran dengan berdifusi
Selektivitas ditentukan oleh perbedaan solubilitas dan
difusivitas

Perpindahan pada membran dense

Proses perpindahan ditentukan oleh prinsip solubilitas dan


difusivitas
Affinitas cairan terhadap material membran lebih besar
dibandingkan affinitas gas dengan material membran
Kelarutan yang tinggi mempengaruhi difusivitas
sehingga
rantai polimer lebih fleksibel dan meningkatkan permeabilitas
PERMEABLITAS = SOLUBILITAS (S) X DIVUSIVITAS (D)

Model untuk membran dense

Dalam mekanisme tersebut komponen yang akan


dipisahkan akan melarut pada sisi antar muka umpan
membran, kemudian berdifusi menembus membran
Kemampuan melarut dari komponen yang akan
dipisahkan tergantung interaksi antara komponen tsb dan
material membran.
Semakin tinggi interaksi antara komponen yang akan
dipisahkan dgn material membran maka semakin mudah
komponen tersebut untuk melarut dan berdifusi didalam
membran
Interaksi yang tinggi menyebabkan terjadinya swelling
Semakin tinggi swelling maka fluks menjadi tinggi dan
selektivitas rendah

Model perpindahan massa pada reverse osmosis dapat


dijelaskan dengan mekanisme solution diffusion
Jv = Lp (P x)
Js = B C
Dimana : Lp -=koef. Permeabilitas hidrodinamik
B = koef. Permeabilitas solut
Jv = fluks air
Js = fluks solut
Model diatas tidak mewakili perpindahan untuk RO karena
tidak menjelaskan interaksi solven dan sokut yang
berpindah secara simultas (coupling)

Jv = Lp (P x)
Js = Cs (1 ) v + C atau
Js = Cs (1- ) Jv + P
Dimana:
Cs = konsentrasi rata-rata sisi umpan dan permeat
P = perbedaan tekanan sisi umpan dan permeat
= perbedaan tekanan osmosis sisi umpan dan permeat
= koefisien refleksi staverman ( selektivitas)
C = perbedaan konsentrasi sisi umpan dan permeat
= permeabilitas solut

Koefisien refleksi menunjukkan sejauh mana hubungan


fluks volume total dengan perpindahan solut.
Koefisien refleksi bernilai antara 0 dan 1
Koef. Refleksi bernilai 0 jika membran tidak selektif
sama sekali. Membran seperti ini tidak bisa digunakan
untuk memisahkan solut dan solvennya
Jika koefisien refleksi bernilai 1 berarti membran sama
sekali tidak melewatkan solut. Membran ini dsbt
membran ideal
Pada umumnya nilai koe Fisien refleksi antara 0 dan 1,
berarti membran tidak semipemeabel sempurna

Permeabilitas Air Murni