Anda di halaman 1dari 3

Langkah-langkah Mendesain Boiler

Pipa Api Sederhana


APPLIED SCIENCE / THERMODYNAMICS
BY ONNY

Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi dengan Anda mengenai
bagaimana langkah-langkah mendesain boiler pipa api yang
sederhana. Langkah-langkah yang akan saya jelaskan berikut hanya
cocok untuk digunakan mendesain boiler pipa api berkapasitas kecil.
Untuk boiler berkapasitas besar, sebaiknya Anda melibatkan
perusahaan bersertifikasi dan berpengalaman untuk membuat boiler
yang Anda butuhkan. Hal ini dikarenakan pertimbangan
keselamatan kerja yang tentu menjadi hal yang sangat diutamakan.

Berikut adalah langkah-langkah mendesain boiler pipa api


sederhana. Jika ada koreksi ataupun masukan silahkan Anda
menghubungi saya melalui email ke me@onnyapriyahanda.com.
1.
Sebelum Anda mendesain boiler, tentu Anda harus
mengetahui kebutuhan uap air yang ingin diproduksi oleh
boiler tersebut. Yang perlu Anda tentukan adalah berapa
tekanan uap air yang keluar dari boiler, serta berapa
temperatur kerjanya nanti. Jika Anda sudah menentukannya,
silahkan Anda melanjutkan ke langkah kedua.
2.
Menentukan nilai BTUs per pound dari uap yang Anda
butuhkan berdasarkan tabel di bawah ini.

3.

4.

Penentuan BTUs per pound Uap Air


Menentukan nilai Boiler Horsepower (BTUs per hour)
berdasarkan rumus berikut:
Boiler HP = BTUs per pound x kebutuhan uap (pound) tiap
jam
Nilai boiler horsepower akan Anda butuhkan nanti untuk
menentukan ukuran boiler.
Menentukan luas area perpindahan panas boiler.
A = Boiler HP (BTUs/hr)x 17
Dimana A = luas area perpindahan panas (ft ).
Nilai luas permukaan perpindahan panas yang didapatkan
tersebut digunakan untuk menghitung desain boiler pipa api
yang tersusun atas beberapa tube yang berbentuk silinder.
Dengan menggunakan rumus sederhana luas permukaan
silinder, Anda dapat menentukan kebutuhan pipa dan plat
yang akan Anda gunakan.
Menentukan jenis material yang akan digunakan
berdasarkan tekanan kerja uap air di dalam pipa-pipa boiler.
Penentuan jenis material ini dapat menggunakan standard
ASME (link terlampir). Anda dapat menggunakan tabel HF-300
pada buku ASME tersebut, dan pilih material yang sesuai
dengan tekanan kerja uap air yang akan dibangkitkan.
Menentukan ketebalan material pipa yang akan
digunakan. Jika Anda sudah menentukan material yang akan
Anda gunakan, maka selanjutnya Anda dapat menentukan
2

5.

6.

ketebalan pipa yang akan digunakan. Penentuan ketebalan ini


harus diperhatikan demi menjaga keselamatan kerja Anda.
Berdasarkan standard ASME, penentuan ketebalan plat dapat
dihitung menggunakan rumus berikut:

Dimana t = ketebalan plat (in), P = tekanan kerja (psi), R =


jari-jari silinder (in), S = tekanan maksimum material (psi), E
= efisiensi sambungan (=1 jika tidak ada sambungan).