Anda di halaman 1dari 16

Case Report Session

ASUHAN BAYI BARU LAHIR NORMAL

Oleh:
Atika Indah Sari

1110312103

Preseptor:
dr. Mayetti, SpA(K)

BAGIAN ILMU KESEHATAN ANAK


RSUP DR. M. DJAMIL PADANG
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2016

BAB 1
TINJAUAN PUSTAKA
1.1 Pendahuluan
Kehidupan pada masa bayi baru lahir (BBL) sangat rawan oleh karena
memerlukan penyesuaian fisiologik agar bayi di luar kandungan dapat hidup baik.
Diperkirakan 2/3 kematian bayi di bawah umur 1 tahun terjadi pada masa BBL.
Perubahan kehidupan dari intrauterine ke ekstrauterin memerlukan berbagai
perubahan biokimia dan faal.1
Gambar 1. Penyebab Kematian Neonatal di Indonesia2

1.2 Pemeriksaan Fisis Bayi Baru Lahir


Sebelum melakukan pemeriksaan pada BBL, perlu diketahui riwayat
keluarga, riwayat kehamilan sekarang dan sebelumnya, dan riwayat persalinan.
Pemeriksaan bayi perlu dilakukan dalam keadaan telanjang di bawah lampu yang
terang yang berfungsi juga sebagai pemanas untuk mencegah hipotermia.
Pemeriksaan fisis pada bayi baru lahir dilakukan paling kurang tiga kali yaitu: (1)
pada saat lahir, (2) pemeriksaan yang dilakukan dalam 24 jam di ruang perawatan,
dan (3) pemeriksaan pada waktu pulang.1

Gambar 2. Bagan Alur Manajemen Bayi Baru Lahir2

1.2.1 Pemeriksaan di kamar bersalin


a. Menilai adaptasi
Perlu segera diperiksa di kamar bersalin apakah bayi beradaptasi dengan baik atau
memerlukan resusitasi. Bayi yang mungkin memerlukan resusitasi adalah bayi
yang lahir dengan pernapasan tidak adekuat, tonus otot kurang, ada meconium di
dalam cairan amnion atau lahir kurang bulan. Nilai APGAR masih dipakai untuk
melihat keadaan bayi pada usia 1 menit dan 5 menit, tetapi tidak dipakai untuk
menentukan apakah BBL perlu resusitasi atau tidak. Nilai APGAR 5 menit dapat
digunakan untuk menentukan prognosis.1

Tabel 1. Cara menentukan nilai APGAR


Tanda
Laju jantung
Usaha bernapas
Tonus otot

0
Tidak ada
Tidak ada
Lumpuh

Refleks
Warna kulit

sedikit
Tidak bereaksi
Gerakan sedikit
Reaksi melawan
Seluruh
tubuh Tubuh kemerahan, Seluruh
tubuh
biru/pucat

1
<100
Lambat
Ekstremitas

2
100
Menangis kuat
fleksi Gerakan aktif

ekstremitas biru

kemerahan

b. Mencari kelainan kongenital


Pada anamnesis perlu ditanyakan apakah ibu menggunakan obat-obat teratogenik,
terkena radiasi atau infeksi virus pada trimester pertama dan tanyakan apakah ada
kelainan bawaan pada keluarga. Di samping itu perlu diketahui apakah ibu
menderita penyakit yang dapat mengganggu pertumbuhan janin, seperti diabetes
mellitus, asma bronkial dan lainnya. Sebelum memeriksa bayi, perlu diperiksa
cairan amnion dan volumenya, tali pusat dan plasenta serta pemeriksaan bayi
secara cepat tetapi menyeluruh.1
Berat Lahir dan Masa Kehamilan
Kejadian kelainan kongenital pada bayi kurang bulan 2 kali lebih banyak
disbanding bayi cukup bulan, sedangkan pada bayi kecil untuk masa
kehamilannya kejadian tersebut sampai 10 kali lebih besar.1
Mulut
Pada pemeriksaan mulut perhatikan apakah terdapat labio-gnato-palatoskisis.
Nilai apakah ada hipersalivasi yang mungkin disebabkan oleh atresia esophagus.

Perhatikan juga apakah ada hypoplasia otot depressor anguli oris. Pada 20%
keadaan seperti ini dapat ditemukan kelainan kongenital berupa kelainan
kardiovaskuler dan dislokasi panggul kongenital.1
Anus
Nilai apakah ada anus imperforatus. Bila ada nilai juga apakah ada fistula rektovaginal pada perempuan.1
Kelainan pada garis tengah
Perlu dicari kelainan pada garis tengah berupa spina bifida, meningomielokel,
sinus pilonidalis, ambigus genitalia, eksomfalos, dan lain-lain.1
Jenis kelamin
Bila terdapat keraguan jenis kelamin, misalnya pembesaran klitoris pada bayi
perempuan atau terdapatnya hipospadia atau epispadia pada laki-laki, sebaiknya
pemberitahuan jenis kelamin ditunda sampai dilakukan pemeriksan lain misalnya
pemeriksaan kromosom.1

Gambar 3. Manajemen Bayi Baru Lahir Normal

1.2.2 Pemeriksaan di ruang rawat


Pemeriksaan ini harus dilakukan dalam waktu 24 jam untuk mendeteksi kelainan
yang mungkin terabaikan. Pemeriksaan tersebut meliputi:
1. Aktivitas fisik
Keaktifan BBL dinilai dengan melihat posisi dan gerakan tungkai dan
lengan. Pada BBL cukup bulan yang sehat, ekstremitas berada dalam
keadaan fleksi, dengan gerakan tungkai serta lengan aktif dan simetris.
Bila ada asimetri pikirkan terdapat kelumpuhan atau patah tulang.
2. Tangisan bayi
Tangisan melengking ditemukan pada bayi dengan kelainan neurologis,
sedangkan tangisan yang lemah atau merintih pada bayi kesulitan
bernapas.1
5

3. Wajah BBL
Lihat apakah ada wajah yang khas, misalnya sindrom Down, sindrom
Pierre-Robin, sindrom de Lange, dan sebagainya.1
4. Keadaan gizi
Dinilai dari berat dan panjang badaan, disesuaikan dengan masa
kehamilan, tebal lapisan subkutis serta kerutan pada kulit.1
5. Pemeriksaan suhu
Suhu tubuh BBL diukur pada aksila. Suhu BBL normal 36.5-37.55 C. suhu
meninggi dapat ditemukan pada dehidrasi, gangguan serebral, infeksi atau
kenaikan suhu lingkungan. Apabila ekstremitas dingin dan tubuh panas
kemungkinan besar disebabkan oleh sepsis, namun infeksi/sepsis pada
BBL dapat saja tidak disertai dengan kenaikan suhu tubuh, bahkan bisa
saja hipotermia.1

BAB 2
LAPORAN KASUS

2.1 Identitas Pasien


Nama

: By. Y

Jenis kelamin

: Laki-laki

Tanggal lahir

: 15 Maret 2016

Tanggal masuk

: 15 Maret 2016

2.2 Anamnesis
Alloanamnesis ibu kandung
Keluhan Utama
Neonatus Berat Badan Lahir Cukup 3000 gram, Panjang Badan 48 cm,
lahir Sectio Cesaria atas indikasi ibu struma nodosa non toksik dan anak letak
lintang.
Riwayat Penyakit Sekarang

Neonatus Berat Badan Lahir Cukup 3000 gram, Panjang Badan 48 cm,
lahir Sectio Cesaria atas indikasi ibu struma nodosa non toksik dan anak
letak lintang.
Ibu struma nodosa non toksik, cukup bulan 38-39 minggu, ketuban jernih,
A/S 8/9.
Tidak ada sesak napas, merintih dan kebiruan.
Demam tidak ada, kejang tidak ada, muntah tidak ada.
Anak belum diberi minum.
Injeksi vitamin K telah diberikan.
Buang air kecil belum keluar, mekonium belum keluar.
Riwayat ibu demam, keputihan dan nyeri buang air kecil selama hamil dan
menjelang persalinan tidak ada.
Riwayat ibu konsumsi obat-obatan selama hamil tidak ada.

Riwayat Kehamilan Ibu Sekarang

G3P3A0H3
Penyakit selama hamil
Pemeriksaan kehamilan
Tindakan selama kehamilan
Kebiasaan ibu selama hamil
Hari Pertama Haid Terakhir
Taksiran Maturitas

: struma nodosa non toksik


: dengan Bidan
: tidak ada
: tidak ada
: 17-06-2015
: 24-03-2016

Riwayat Persalinan
Berat badan ibu

: 65 kg
7

Persalinan di

: Rumah Sakit M. Djamil

Jenis persalinan

: sectio cesaria

Lama Ketuban pecah : intrapartum


Kondisi ketuban

: jernih

2.3 Pemeriksaan Fisik


Keadaan umum

: aktif

Suhu

: 36,8oC

Kesadaran

: sadar

Berat badan

: 3000 gram

Nadi

: 130 x/menit

Panjang badan : 48 cm

Pernafasan

: 52 x/menit

Kulit
teraba hangat
Kelenjar getah bening
tidak teraba pembesaran kelenjar getah bening
Kepala
bulat, simetris, ubun-ubun besar datar, ukuran 2 x 2 cm
jejas persalinan tidak ada
lingkar kepala 29 cm
Rambut
hitam, tidak mudah rontok
Mata
konjungtiva tidak pucat, sklera tidak ikterik,
Telinga
tidak ditemukan kelainan
Hidung
Nafas cuping hidung tidak ada
Tenggorok
Tonsil dan faring sukar dinilai
Mulut

mukosa bibir dan mulut basah


Leher
JVP sukar dinilai
Dada : Paru
Inspeksi

: normochest, simetris, retraksi epigastriumtidak ada

Palpasi

: fremitus sukar dinilai

Perkusi

: tidak dilakukan

Auskultasi

: bronkovesikuler, ronki tidak ada, wheezing tidak ada

Jantung
Inspeksi

: iktus kordis tidak terlihat

Palpasi

: iktus kordis teraba pada LMCS RIC V

Perkusi

: batas jantung sukar dinilai

Auskultasi

: irama teratur, bising tidak ada

Inspeksi

: distensi tidak ada

Auskultasi

: bising usus positif normal

Palpasi

: supel, hepar teraba - , ujung tajam, permukaan rata,


konsistensi kenyal, lien tidak teraba

Perkusi

: tidak dilakukan

Perut

Punggung
tidak ditemukan kelainan
Alat Kelamin
tidak ditemukan kelainan
Anus
ada
Anggota Gerak
akral hangat, perfusi baik
reflex: moro +
rooting: +
9

isap: +
pegang: +

2.4 Diagnosis Kerja

NBBLC 3000 gram

2.7 Tindakan Pengobatan

ASI on demand
Manajemen laktasi
Perawatan tali pusat

2.9 Perkembangan Pasien


Rabu, 16Maret 2016
S/ Demam tidak ada. Kejang tidak ada. Muntah tidak ada. Sesak nafas tidak ada.
Anak menyusu on demand, toleransi baik. Buang air kecil dan meconium sudah
keluar.
O/

Keadaan

: cukup aktif

Nadi

: 142 x/menit

Pernafasan

: 32 x/menit

Suhu

: 37oC

Kulit

:teraba hangat

Mata

:konjungtiva tidak pucat, sklera tidak ikterik

Thoraks

:retraksi tidak ada, cor dan pulmo tidak ada kelainan

Abdomen

:distensi tidak ada, bising usus + normal, tali pusat terawat

Ekstrimitas

:akral hangat, perfusi baik

A/NBBLC 3000 gram


P/ ASI OD, Manajemen Laktasi, Perawatan Tali Pusat

10

Kamis, 17Maret 2016


S/ Demam tidak ada. Kejang tidak ada. Muntah tidak ada. Sesak nafas tidak ada.
Perdarahan tidak ada. Buang air kecil dan buang air besar biasa.
O/

Keadaan

: cukup aktif

Nadi

: 138 x/menit

Pernafasan

: 34 x/menit

Suhu

: 37,1oC

Kulit

: teraba hangat

Mata

: konjungtiva tidak pucat, sklera tidak ikterik

Thoraks

: retraksi tidak ada, cor dan pulmo tidak ada kelainan

Abdomen

: distensi tidak ada, bising usus + normal, tali pusat terawat

Ekstrimitas

: akral hangat, perfusi baik

A/ NBBLC 3000 gram


P/ ASI OD, Manajemen Laktasi, Perawatan Tali Pusat

Jumat, 18Maret 2016


S/ Demam tidak ada. Kejang tidak ada. Muntah tidak ada. Sesak nafas tidak ada.
Perdarahan tidak ada. Buang air kecil dan buang air besar biasa.
O/

Keadaan

: cukup aktif

Nadi

: 136 x/menit

Pernafasan

: 35 x/menit

Suhu

: 37oC

Kulit

: teraba hangat

Mata

: konjungtiva tidak pucat, sklera tidak ikterik

Thoraks

: retraksi tidak ada, cor dan pulmo tidak ada kelainan

Abdomen

: distensi tidak ada, bising usus + normal, tali pusat terawat

Ekstrimitas

: akral hangat, perfusi baik

A/ NBBLC 3000 gram


P/ ASI OD, Manajemen Laktasi, Perawatan Tali Pusat

11

BAB III
DISKUSI
Telah dirawat gabung seorang pasien, by. Y, laki-laki, lahir tanggal
15Maret 2016 di bagian Kebidanan RSUP Dr. M. Djamil Padang dengan

12

diagnosis NBBLC 3000 gram. Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis,


pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.
Berdasarkan anamnesis diketahui bahwa pasien telah dilahirkan dan
dirawat gabung bersama ibu di bagian Kebidanan. Bayi merupakan neonatus berat
badan lahir cukup3000 gram, panjang bayi lahir 48 cm, lahir dengan operasi
sectio caesarea atas indikasi ibu struma nodusa non toksik. Bayi lahir cukup bulan
32 minggu. Ketuban jernih dengan APGAR score8/9. Anak langsung menangis,
dan setelah lahir dilakukan pembersihan jalan napas. Tidak terdapat demam dan
kejang. Tidak ditemukannya kuning pada pasien. Injeksi vitamin K telah diberikan
setelah lahir. Buang air kecil dan mekonium telah keluar setelah anak 4 jam
dirawat di Kebidanan. Riwayat ibu saat hamil tidak pernah demam, keputihan,
maupun nyeri buang air kecil. Ibu dikenal menderita struma nodosa non toksik
sehingga persalinan dilakukan secara operasi.
Dari pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum anak aktif, kesadaran
anak sadar. Nadi 130kali/menit, pernapasan 52kali/menit, dan suhu 36,8oC. Berat
badan 3000 gram dengan panjang badan 48 cm. Pemeriksaan fisik didapatkan
kulit teraba hangat, kelenjang getah bening tidak terdapat pembesaran, kepala
bulat simetris dengan lingkar kepala 29 cm. Mata, telinga, hidung, tenggorok,
mulut, dan leher tidak ditemukan adanya kelainan. Jantung dalam batas normal
dan paru terdapat retraksi epigastrium. Abdomen tidak terdapat distensi dengan
bising usus normal. Punggung tidak ditemukan kelainan. Alat kelamin tidak
ditemukan kelaianan. Anus ada. Ekstrimitas akral hangat, refleks fisiologis pada
bayi: reflex moro : +, rooting: +, isap +, dan pegang +. Pada anak ini tidak ada
indikasi untuk dilakukan pemeriksaan penunjang.
13

Hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik memperlihatkan bahwa anak baik


dan tergolong neonatus normal. Asuhan bayi baru lahir yang telah dilakukan pada
bayi ini yaitu pembersihan jalan napas setelah lahir, injeksi vitamin K, menjaga
kehangatan bayi agar tidak hipotermia dan perawatan tali pusat. Pemberian salep
mata dan imunisasi Hepatitis B belum diberikan.
Selanjutnya, terapi yang diberikan pada bayi ini yaitu terapi nutrisi dengan
ASI on demand. Edukasi perlu dilakukan kepada ibu mengenai manajemen laktasi
dan perawatan tali pusat.

DAFTAR PUSTAKA

14

1. Kosim MS, Yunanto A, Dewi R, Sarosa GI, Usman A. Buku ajar


neonatologi. Edisi ke-1. Jakarta: Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak
Indonesia; 2008.
2. DEPKES RI. Buku saku pelayanan kesehatan neonatal esensial. Jakarta:
Kemenkes RI; 2010.

15