Anda di halaman 1dari 6

PAPER MORFOLOGI TUMBUHAN

FAMILI ZINGIBERACEAE, DIOSCOREACEAE, PIPERACEAE, PANDANACEAE

DISUSUN OLEH :
FLORENSIA FEBRIANASARI ( 141434020 )
MARIA ASSUMPTA NOGO A. ( 141434052 )
KRISTIAN YOSAR PRIHATWORO ( 141434074 )
HENDRIKA MICHELYN AMELIA NGAMPUT (141434077 )

PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI


JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2015

A. ZINGIBERACEAE
Deskripsi Ciri Umum Zingiberaceae
Zingiberaceae termasuk dalam salah satu suku dari ordo Zimgiberales yang semua
angotanya berupa herbal parental. Anggota suku ini mempunyai ciri khas pada rizhomnya yang
mengandung minyak menguap atau berbentuk aromatic. ( Ernawati, 2001 )
Zingiberaceae merupakan tumbuhan herba parental dengan rhizome yang mengandung
minyak menguap hingga berbau aromatic. Batang diatas tanah, seringkali hanya pendek dan
mendukung bunga- bunga saja. Daun tunggal, mempunyai sel- sel minyak menguap, tersusun
dalam dua baris, kadang- kadang jelas mempunyai 3 bagian berupa helaian tangkai dan upih,
selain itu juga memiliki lidah- lidah, helaian biasanya lebar dengan ibu tulang yang tebal dan
tulang- tulang cabang yang sejajar dan rapat satu dengan yang lainnya dengan arah yang serong
keatas, tangkai daun pendek atau tidak ada, upih terbuka dan tertutup, lidah- lidah pada batas
antara helaian dengan tangkai atau antara helaian dengan upih.
Taksonomi Zingiberaceae
Kata ginger berasal dari bahasa Malaysia sebagai halia dan istilah botani sebagai
Zingiber officinale. Zingiber berasal dari kata Arab Zanzabil yang diterbitkan untuk nama
Yunani kuno Zingiberi dan akhirnya Zingiber dalam bahasa latin. Secara botani pemberian
nama Zingiber secara keseluruhan untuk family ginger yaitu Zingiberaceae ( Larsen et aL.,
1999 ).
Famili Zingiberaceae dibagi oleh Loesener ( 1930 ) dalam Marco, ( 1995 ) kedalam 2
subfamili yaitu Zingiberoideae dan Costoideae dengan subfamily yang pertama dibagi menjadi
kedalam 3 bagian yaitu Hedychieae, Globbeae, dan Zingiberaceae. Perbedaan karakter untuk
ZIngiberaceae adalah memiliki minyak aromatic, ligula, perbedaan ditandai dengan rangkaian
periantium sebuah luar, stamen tunggal dan biasanya memiliki stamenpetal yang besar. Beberapa
faktor karakter morfologi yang umum digunakan dalam mengidentifikasi jenis- jenis suku
zingiberaceae antara lain adalah keberadaan ligula, susunan perhiasan bunga dan staminodium.
Distribusi Zingeberaceae

Menurut Lawrence ( 1964 ), bahwa tumbuhan zingiberaceae tersebar luas mulai dari
daerah tropic sampai daerah sub tropik. Menurut Ernawati ( 2001 ), bahwa jenis- jenis dari suku
ini secara alami dihutan tropis yaitu dari dataran rendah hingga dataran tinggi. Menurut Larsen et
aL. ( 1999 ), kebanyakan zingiberaceae adalah terrestrial, tumbuh alami ditempat pembuangan
sampah, didaerah dengan sinar matahari yang cukup, tetapi ada juga yang epifit, seperti
Hdychium longicornatum.
Menurut Pandey ( 2003 ), bahwa kira- kira 47 genus dan 1400 jenis dalam family
Zingiberaceae ini. Tumbuhan family ini ditemukan pertama kali didaerah tropic didunia, tetapi
terutama terdapat didaerah Indo- Malaya, dimana terdapat kira- kira 50 % dari jumlah jenis yang
ditemukan. Di Asia tropic, Madagaskar, China, Jepang, Kepualauan Pasifik.
Manfaat Zingiberaceae
Famili Zingiberaceae memiliki manfaat bagi masyarakat antara lain, tumbuhan ini dapat
digunakan sebagai bumbu masakan ( pada kunyit, kencur, jahe), bahan obat- obatan ( juga pada
kunyit, kencur, jahe ) misalnya untuk mengobati batuk, rematik, masuk angin, dan lain
sebagainya. Juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan minuman, misalnya sari jahe

untuk

menghangatkan badan.

B. DIOSCOREACEAE
C. PIPERACEAE
Ciri Umum
Terna atau tumbuh-tumbuhan berkayu seringkali memanjat dengan menggunakan akar-akar
pelekat, dengan daun-daun tunggal yang duduknya tersebar atau berkarang dengan atau tanpa
daun-daun penumpu. Bunga tersusun dalam bunga majemuk yang disebut bunga lada
(amentum), masing-masing kecil tanpa hiasan bunga.
Bunga Piperaceae berkelamin tunggal atau banci dengan 1 sampai 10 benangsari, putik terdiri
dari 1 sampai 6 dan buah (kebanyakan 3) dengan 1 sampai 6 kepala putik. Kepala putik beruang
satu dengan 1 bakal biji yang tegak pada dasarnya. Buahnya buah batu atau buah buni, jadi
dengan endosperm dan perisperm. Dalam biji terdapat sel-sel minyak atsiri.

Batang dengan berkas-berkas penganggutan yang pada penampang melintang tampak tersebar
atau tersusun dalam beberapa lingkaran.
Distribusi Piperaceae
Habitat dari famili Piperaceae ini berada di daerah tropis. Di Indonesia sendiri banyak
terdapat tumbuhan yang berfamili piperaceae ini, seperti pada contohnya pada tanaman sirih.
Anggota dari Piperaceae
Anggota dari famili Piperaceae ini adalah tanaman sirih ( Piper betle ). Adapun tanaman
lain yang memiliki satu famili adalah tanaman lada ( Piper Nigrum ).
Manfaat dari Piperaceae
Manfaat yang bias kita rasakan dari tanaman Piperaceae ini adalah sebagai bumbu dalam
masakan ( dalam kasus ini terdapat pada tanaman lada ). Manfaat disektor kesehatan yang bias
kita manfaatkan dari tanaman famili Piperaceae adalah tanaman sirih yaitu sebagai obat
pertolongan pertama untuk menghentikan mimisan ( darah keluar dari hidung )

D. PANDANACEAE
Ciri Umum

Semak, perdu atau pohon dengan batang yang besar dan tumbuh tegak, bercabang-cabang
atau berupa liana dengan batang-batang memanjat. Pada pangkal batang terdapat akar tunjang,
kadang-kandang akar keluar dari bagian yang lebih tinggi, bahkan dari cabang-cabangnya. Daun
sempit, panjang, bangun pita dengan tepi berduri kecil-kecil tajam, duri-duri kadang-kadang juga
pada sisi punggung ibu tulangnya, tersusun dalam garis spiral (spirostich) yang biasanya ada 3.
Bunga berkelamin tunggal, telanjang, tersusun sebagai bunga tongkol yang bersifat majemuk,

terdapat pada ujung batang atau dalam ketiak daun-daun pelindung yang besar, seringkali
berwarna. Bunga jantan dengan atau tanpa putik yang rudimenter, mempunyai banyak benang
sari yang terdapat pada sumbu bunga pendek atau panjang, tangkai sari bebas atau berlekatan,
kepala sari tegak terdiri atas 2 ruang sari yang masing-masing dapat terbagi lagi dalam ruangruang yang lebih kecil. Bunga betina tanpa benang sari mandul atau bila ada kecil dengan posisi
yang hipogin. Bakal buah menumpang, beruang 1, bebas atau berlekatan dengan bakal buah di
dekatnya membentuk kelompok-kelompok bakal buah dengan kepala putik yang menjadi satu
atau tetap terpisah-pisah, duduk langsung pada bakal buah atau pada tangkai putik yang pendek.
Buahnya buah batu atau menyerupai buah buni, terkumpul menjadi buah ganda. Biji kecil,
mempunyai endosperm berdaging dan lembaga yang kecil.
Contoh-contoh:
Pandanus: P. tectorius, P. bidur, P. furcatus, daunnya penghasil bahan anyam-anyaman,
tikar pandan, tas, atau bahan pembungkus; P. amaryllifolius (pandan wangi), sebagai pewangi
minyak rambut, pemberi aroma masak-masakan (kue-kue) tertentu; P. edulis, buah dapat
dimakan.

Distribusi Habitat
Suku ini mempunyai warga yang jumlahnya seluruhnya di taksir antara 200-300 jenis,
terbagi dalam 3 marga, terutama tersebar di daerah tropika, di tepi-tepi pantai dan sungai-sungai,
tetapi tidak terdapat di Amerika

Manfaat
o Sebagai bahan pangan
o Sebagai bahan baku pembuatan tikar dan kerajinan anyaman lainnya
Dalam bidang farmasi daun pandan dimanfaatkan untuk obat penambah nafsu makan

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2011. Zingiberaceae. Diakses pada tanggal 7 April 2015 pukul 15.33 WIB pada,
http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/31971/Chapter
%20II.pdf;jsessionid=8AD86D70D8A88CD10EB5F742BF53B782?sequence=4
http://adln.lib.unair.ac.id/files/disk1/541/gdlhub-gdl-s1-2013-sofalinade-27002-11.bab-2.pdf