Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH

ARTIFICIAL RECHARGE

Dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah


Hidrogeologi
Pada Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik
Universitas Islam Bandung

oleh :

DAVID ADETYA ZUARSA


10070109063

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN


1

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG
2011 M / 1432 H
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatu

Alhamdulillahirabbilalamiin. Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah


S.W.T karena atas rahmat dan karunia-Nya saya sebagai penulis dapat
menyelesaikan makalah ARTIFICIAL RECHARGE ini.
Penyusunan makalah ini adalah memenuhi salah satu tugas mata kuliah
Teknik Pengeboran. Makalah ini dibuat berdasarkan data dan landasan teori
yang penulis ambil dari literatur berbagai sumber.
Penulis menyadari bahwa masih terdapat banyak kekurangan dalam
penyusunan tugas makalah ini, baik itu isi, pemilihan kata, ataupun tata cara
penulisan. Penulis berharap makalah ini dapat memberikan manfaat berupa
pengetahuan bagi pembacanya dan menambah pengetahuan pula kepada
penulisnya. Amin.
Wassalamualaikum Warahmatullahi wabarakatu.

Bandung, Oktober 2011

Penulis

DAFTAR ISI
KATA

PENGANTAR.

....................................................................................................................
....................................................................................................................
i

DAFTAR

ISI

....................................................................................................................
....................................................................................................................
ii

BAB I

PENDAHULUAN
1.1.
1.2.

BAB II

BAB IV

Latar Belakang................................................................
Maksud dan Tujuan.........................................................
1.2.1 Maksud Praktikum...............................................
1.2.2 Tujuan Praktikum.................................................

1
1
1
1

URAIAN
2.1. Definisi akuifer....................................................................

2.2. Pengisian Ulang Akuifer (Aquifer Artificial Recharge).........


2.2.1. Perencanaan...........................................................
2.2.1. Desain dan Teknik....................................................
2.2.1. Mekanisme Pengawasan.........................................

3
3
4
5

KESIMPULAN
6

DAFTAR

PUSTAKA
7

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pembangunan pesat di berbagai wilayah (terutama perkotaan) saat ini
telah menimbulkan dampak positif dan negatif. Dengan bertambahnya bangunan
baik itu permukiman ataupun industri turut pula meningkatkan kebutuhan akan
air bersih, dimana selama ini air bersih diambil dari sumber air tanah.
Permintaan yang meningkat akan air bersih telah meningkatkan pula
kesadaran akan penggunaan pengisian ulang buatan (artificial recharge) untuk
menambah suplai air bersih dalam tanah.
Dengan kata lain, pengisian ulang buatan adalah suatu proses yang
memasukkan kelebihan air permukaan secara langsung ke dalam tanah, baik
dengan menyebarkannya di permukaan dengan menggunakan pengeboran
pengisian ulang (injeksi langsung) atau dengan mengatur kondisi kondisi
alamiah yang sudah ada sehingga meningkatkan kemampuan infiltrasi tanah
untuk mengisi kembali akifer.

1.2. Maksud dan Tujuan


1.2.1. Maksud
Maksud dari pembuatan makalah ini adalah agar dapat lebih memahami
prinsip dan tujuan pengisian ulang buatan (artificial recharge) penyimpanan air
bawah tanah (akuifer).
1.2.2. Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini antara lain mahasiswa dapat :
Mengetahui prinsip kerja pengisian ulang kembali (artificial recharge)
Memahami tujuan utama pengisian ulang kembali

BAB II
URAIAN
2.1. Definisi Akuifer
Akuifer adalah suatu lapisan, formasi, atau kelompok formasi satuan
geologi yang permeable, baik yang terkonsolidasi (misalnya lempung) maupun
yang tidak terkonsolidasi (pasir) dengan kondisi jenuh air dan mempunyai suatu
besaran konduktivitas hidrolik (K) sehingga dapat membawa air kualitas yang
baik dan dalam jumlah/kuantitas yang ekonomis.
Definisi lain akifer adalah sebuah lapisan substrat berpori yang berisi dan
transmit air tanah. Ketika air dapat mengalir langsung antara permukaan dan
zona jenuh dari suatu akuifer, maka akuifer tersebut terbebaskan. Bagian lebih
dalam dari akuifer yang tertahan biasanya lebih jenuh karena gravitasi
menyebabkan air turun ke bawah.

Gambar 1
Lapisan Akuifer

Kondisi alami dan distribusi akuifer dalam sistem geologi dikendalikan oleh
lithology, stratigrafi dan struktur dari material simpanan geologi dan formasi.
Secara umum, akuifer terdiri dari 2 jenis, yaitu akuifer tertekan (confined aquifer)
dan akuifer bebas (unconfined aquifer).

2.2. Pengisian Ulang Akuifer (Aquifer Artificial Recharge)

Tujuan pengisian ulang ke air tanah dalam antara lain :


Untuk meningkatkan hasil yang berkelanjutan di daerah yang telah
mengalami pembangunan yang pesat dimana akifernya telah kosong
(terkuras habis).

Konservasi dan penyimpanan kelebihan air permukaan untuk keperluan


keperluan lain di masa mendatang (dimana keperluan keperluan tersebut

seringkali berubah seiring dengan berjalannya waktu).


Untuk memperbaiki kualitas air tanah yang ada melalui pelarutan.
Unutuk menghilangkan bakteri dan pengotor dari solokan dan air limbah

sehingga air tersebut memungkinkan untuk digunakan kembali.


2.2.1. Perencanaan
i.
Identifikasi Area
Proyek pengisian ulang buatan sangat tergantung kepada lokasi dan
kondisi lingkungan hidrogeologi dan hidrologi, dimana dapat menentukan metode
apa yang seharusnya digunakan.
Hal pertama yang harus dilakukan adalah membatasi wilayah pengisian.
Proyek tersebut dapat diimplementasi secara sistematis jika unit hidrologi seperti
batas air telah diambil untuk implementasinya. Pengisian ulang buatan biasanya
dapat dilakukan di daerah dengan:
Jumlah air tanah dalam yang menurun.
Sejumlah besar akuifer telah berkurang kejenuhannya.
Keberadaan air tanah tidak memadai dalam beberapa bulan

ii.

terakhir
Salinitas yang bertambah
Kajian Hidrometeorologi
Kajian ini bertujuan untuk menguraikan jalur air hujan, kehilangan akibat

penguapan, dan sifat sifat keikliman. Hal ini sangat membantu untuk
mendesain penyimpanan untuk meminimalisir kehilangan akibat penguapan
pasca musim hujan.
iii.
Kajian Hidrologi
Kajian ini bertujuan untuk menentukan sumber air yang digunakan untuk
pengisian ulang. Jenis jenisnya antara lain :
i.
Pengendapan insitu pada batas air
ii.
Suplai kanal dari reservoir besar yang dekat dengan cekungan
iii.
Suplai permukaan air yang berpindah melalui trans-cekungan
iv.
Air hasil pengolahan limbah industry dan rumah tangga
Air hasil pengendapan insitu mungkin terdapat di hampir setiap lokasi tetapi
jumlahnya juga kemungkinan tidak memadai. Untuk itu, akan lebih baik jika
digunakan > 1 sumber. Hal hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan
sumber tersebut antara lain :
Kuantitas air yang mungkin akan dialihkan untuk pengisian ulang
Sampai kapan sumber air tersebut akan terus ada
Kualitas dari sumber air dan perlakuan(pengolahan) awal yang
diperlukan

iv.

Sistem pengiriman/pengangkutan sumber air ke lokasi pengisian


Kajian Hidrogeologi
Kajian ini umumnya mengacu pada peta geologi regional dimana dapat

diperhatikan lokasi dan strata geologi, umur geologi, batas batas formasi dan
struktur struktur (Strike, dip, lipatan, kekar, rekahan, intrusi, dan lain - lain)
v.
Infiltrasi Tanah
Kajian ini sangat penting dilakukan terutama untuk metode penyebaran air.
Ada nilai maksimum dimana air dapat masuk ke dalam tanah yang disebut
kapasitas infiltrasi.
Kapasitas infiltrasi tergantung pada tipe tanah, kadar air, kandungan
organik, vegetasi, musim, jebakan air, formasi sekat permukaan atau kerak, dan
lain lain.
2.2.2. Desain dan Teknik
i.
Teknik Permukaan Langsung
Penggenangan (flooding)
Cekungan atau Tanki Perkolasi
Penambahan Aliran (stream augmentation)
Sistem Alur Parit
Irigasi Berlebih
ii.
Teknik Sub-permukaan Langsung
Sumur/Pengisian Ulang injeksi
Kolam/Terowongan Pengisian
Sumur Gali
Penggenangan Lubang Bor
Bukaan Alami, Pengisian Rongga
vi.
Teknik Gabungan
Cekungan atau Tanki Perkolasi dengan kolam atau sumur sumur
vii.
Teknik Tidak Langsung
Pengisian secara induksi dari sumber air permukaan
Modifikasi Akuifer
2.2.3. Mekanisme Pengawasan
Pengawasan pengawasan yang harus dilakukan antara lain :
Tinggi Air
Selama studi kelayakan, pengawasan tinggi air permukaan dan air tanah
sangat membantu dalam mengidentifikasi metode apa yang harus digunakan.
Jaringan pengawasan sumur digunakan untuk mempelajari pola aliran air dan
perubahan perubahan sementara dalam bagian atas potensiometrik lapisan
akuifer
Kualitas Air
Pengawasan kualitas air selama implementasi skema pengisian sangat
penting dilakukan untuk mempertahankan standar kualitas untuk penggunaan
penggunaan spesifik sumberdaya yang telah ditambah.

Teknik Penjejakan
Teknik penjejakan ini sangat berguna untuk membatasi wilayah yang

merasakan manfaat dari pengisian ini selain untuk menilai luasan dan efisiensi
struktur pengisian yang dilakukan Pereaksi kimia yang diguakan antara lain,
Tritium, Rodamin B, pewarna fluorescent.

BAB III
KESIMPULAN
Kebutuhan manusia akan air bersih saat ini terus meningkat seiring
berjalannya waktu serta peningkatan pembangunan di segala bidang. Sumber air
utama yang digunakan adalah sumber air tanah (akuifer).
Air akuifer adalah lapisan air dalam permukaan tanah yang memiliki
kualitas yang baik untuk dikonsumsi manusia. Pengambilan air secara terusmenerus yang tidak dibarengi dengan pengisian yang seimbang mengakibatkan
cadangan air akifer berkurang dan cepat atau lambat akan habis. Pengisian
ulang buatan (artificial recharge) merupakan salah satu metode yang digunakan
untuk mengisi kembali air akuifer (dalam tanah) yang telah habis atau hampir
habis.
Dalam merencanakan proyek pengisian, ada beberapa hal yang harus
diperhatikan. Hal tersebut antara lain : identifikasi area, kajian hidrometeorologi,
hidrologi, hidrogeologi, dan infiltrasi tanah.
Metode metode yang digunakan dalam pengisian ulang buatan sangat
banyak, tetapi dapat dibagi menjadi 2 bagian besar, yaitu teknik langsung dan tak
langsung. Teknik langsung meliputi teknik permukaan langsung, teknik subpermukaan langsung, dan teknik gabungan. Teknik tak langsung meliputi
pengisian secara induksi dan memodifikasi akuifer yang telah ada.
Setelah pengisian ulang dilakukan, ada beberapa pengawasan
pengawasan yang harus dilakukan, antara lain : pengawasan tinggi air
permukaan dan air tanah, pengawasan kualitas air, serta teknik penjejakan.
Tujuan dari pengawasan ini adalah untuk menilai efisiensi dari pengisian yang

dilakukan serta menilai seberapa besar luasan daerah yang telah merasakan
dampak dari pengisian ulang buatan tersebut.

DAFTAR PUSTAKA
http://cgwb.gov.in/documents/Guide_on_ArtificialRecharge.pdf
http://sofia.usgs.gov/sfrsf/rooms/hydrology/ASR/
http://ilmu-alamku.blogspot.com/2011/04/akuifer-pada-air-tanah.html
http://4.bp.blogspot.com/-9X8PGCzcpsU/TbbSLIvzuI/AAAAAAAAAA4/M91mu1aoPcA/s1600/aquifer2.jpg
http://hidrogeologi4b.blogspot.com/2009/12/definisi-umumhidrogeologi.html