Anda di halaman 1dari 2

Pembelajaran kooperatif di luar ruangan ( Praktek Lapangan )

Dalam pembelajaran penjas, tentunya tidak lepas kaitannya dengan

permainan,

olahraga, dan praktek lainnya. Untuk melaksanakan pembelajaran penjas di luar ruangan atau
praktek tentulah tidak mudah seperti yang di bayangkan. Karena dari itu, kita perlu yang
namanya perencanaan dan strategi pembelajaran di mana kita dapat melaksanakan proses
pembelajaran tersebut dengan efektif dan efisien.
Dalam konteks ini, kita perlu melakukan suatu inovasi ataupun modifikasi dalam hal
strategi pembelajaran secara kooperatif, agar tercapailah suatu kualitas hasil pembelajaran
yang kita inginkan.
Dari hasil analisa, penggabungan dari beberapa referensi, serta pengamatan, metode yang
tepat dalam melakukan pembelajaran penjas di luar ruangan adalah metode kooperatif
kelompok 4. Tujuan dari metode ini adalah terciptanya suatu suasana belajar yang
menyenangkan, hasil belajar yang efektif, dengan alokasi waktu yang efisien. Serta
memberikan sentuhan kerja sama dan sedikit tanggung jawab dari kepercayaan yang di
berikan oleh siswa.
Metode ini di lakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Guru menyampaikan materi pembelajaran atau permasalahan.
Guru menjelaskan materi yang meliputi deskripsi materi itu sendiri, tujuan materi, serta
cara atau langkah melakukannya.
2. Guru memberikan tes awal ( pengamatan potensi )
Dalam langkah ini, guru langsung memerintahkan siswa untuk langsung melakukan apa
yang sudah di jelaskan yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa. Dan
langkah-langkah dalam pengamatan ini adalah sebagai berikut :
Pembentukan grup
Di lakukan secara acak karena belum di ketahui tingkat kemampuannya.

Melakukan tes
Guru membuat suatu permainan dengan peraturan yang sudah di modifikasi sesuai
dengan materinya.
Memberikan dan menganalisa skor
Di sini guru akan menganalisa skor awal yang di dapat oleh murid sebagai landasan
dalam pembagian kelompok selanjutnya.
3. Guru membentuk kelompok secara heterogen.
Guru membentuk kelompok yang di dalamnya terdapat tingkat kemempuan siswa yang
tinggi, sedang, dan rendah, sesuai dengan hasil skor awal.
4. Siswa membentuk forum.
Di sini siswa akan berdiskusi serta berlatih dengan kelompoknya masing-masing untuk
lebih dapat menguasai materi tersebut. Dalam satu kelompok guru menunjuk satu orang
yang memiliki skor awal tertinggi untuk memimpin kelompoknya. Akan tetapi, guru akan
tetap membantu dalam proses latihan tersebut. Dalam tahap ini pula guru akan lebih jeli
dalam mengamati proses berlangsungnya kegiatan kelompok tersebut dengan tujuan
ketepatan dalam penilaian nantinya.
5. Evaluasi.
Guru memberikan evaluasi atau penilaian secara berkelompok dengan penilaian
individu.