Anda di halaman 1dari 2

Evaluasi Kehadiran Individu

Pekan ke 2
14 September 2013
EVALUASI KEHADIRAN
INDIVIDU
NO
NAMA LENGKAP
Nurainul Miftahul
1
Huda
Uray Vega Visa Lacti
2
(Ketua)
Dwi Puspa Ningrum
3
(Sekretaris)
Nurfitriani Utami
4
(Bendahara)
5

Saninah

Aticha Harumia O P

Hoiyimah

Sabarian Susanti

Mailani Puspita

10

Vini Selvianata

11

Dian Rahma

12

Sri Wahyuni

13

Yulianda Fertiwi

NIM

HTW
0

F10211310
58
B10311310
69
I10311310
02
A10111312
41
B10211310
51
C10211310
35
D10611310
34
E10211310
20
H10311310
42
F11211310
38
F10511310
19
F10811310
09

HT

Keterangan
Ada kegiatan lain
di fakultas

Tidak lagi
berkuliah di
UNTAN

Tidak ada berita

Ada ospek di
fakultas

Ada ospek di
fakultas

EVALUASI AKTIFITAS IBADAH


HARIAN
N
o
1
2

IBADAH HARIAN
Sholat Awal Waktu
Tilawah Quran
(halaman)

2
30

3
2

4
21

22

20

NOMOR URUT ABSENSI


5
6
7
8
9 10
30 15
0
0
0 24
10

20

11
30

12
26

13
15

24

Keterangan:
1.) absen 3, 7, 12 dan 13 berhalangan melakukan amal harian secara full
seminggu karena haid.
2.) Absen 8 tidak lagi berkuliah di Universitas Tanjungpura.
3.) Absen 9 tidak dapat dihubungi, tak mengikuti pertemuan, dan tidak
melapor.
Total Uang Kas minggu ke-2 : Rp.82.000,-

Resume:
Pada hari kamis kami melakukan tugas terstruktur bersama anggota
kelompok. Kami mengadakan pertemuan di Kantin Yusra. Kegiatan diisi dengan
sarapan bareng dan sharing tentang aktivitas di kampus dan masalah pribadi.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan ukhuwah islamiyah. Pembelajaran dari
kegiatan ini adalah kami bisa lebih mengenal satu sama lain, belajar berbagi,
juga mempererat rasa kebersamaan dan kekeluargaan.
Pada hari Sabtu, kami membuat pertemuan tutorial. Materi yang dibahas
kali ini adalah Larangan Menghina Suatu Kaum. Berikut adalah ringkasan
materinya.
Islam mengajarkan, orang yang paling baik dari kalian adalah yang paling
baik akhlaknya. bersikaplah lunak ketika berbicara, tidak kasar,
lembut/bersahabat dengan orang yang belum tahu ketika belajar, dengan orang
fasik ketika melarang perbuatan fasiqnya, meninggalkan sikap keras
menghadapinya, sehingga tidak tampak dalam dirinya, dan menolaknya dengan
lembut sehingga pelaku fasik itu meninggalkannya dengan baik. Kita harus
mencontoh sikap Rasulullah SAW yang bersih dari sifat jorok. Hadits ini
menunjukkan kebersihan Rasululah saw dari sikap mencaci maki, berkata jorok,
dan mengkutuk. Mulut Rasulullah dijauhkan dari perkataan seperti ini, dalam
keadaan ridha maupun murka. Sesungguhnya dasar kemuliaan dan standar
nilainya adalah akhlak mulia. Berbicara kotor dan mengata-ngatai seseorang
dapat menyebabkan kebencian, adu domba, dan pertikaian. Karena itulah jika
kita tidak bisa berkata yang baik kepada orang lain, lebih baik kita diam saja.
Dengan begitu kita menghindari dosa dan hal-hal buruk akibat dari perkataan itu
sendiri.