Anda di halaman 1dari 25

Ekstraksi

Soxhlet
Kelompok 2 :
Cut Aprinasari
Firawansyah
Nazzalul Azmi
Rahadatul Aisy
Rahmi Muliana
Zahratul Idami

Pengertian
Ekstraksi
soxhlet
adalah
suatu
metode
ekstraksi
bahan yang berupa padatan
dengan
solven
berupa
cairan dengan prinsip yang
berulang-ulang (kontinu).

Tujuan
Tujuan percobaan ini ialah :
1.Mengidentifikasi fungsi perajangan kulit
jeruk pada ekstraksi soxhletasi.
2.Memahami tujuan penggunaan kain putih
pada proses ekstraksi soxhletasi.
3.Mengidentifikasi fungsi pemanasan etanol
pada proses ekstraksi soxhletasi.
4.Mengidentifikasi penggunaan pelarut etanol
dalam ekstraksi soxhletasi kulit jeruk.
5.Mengidentifikasi fungsi pengeringan kulit
jeruk sebelum dilakukan ekstraksi soxhletasi.

Dasar Teori
Menurut Basset (1990:285), Soxhletasi adalah
suatu metode pemisahan suatu komponen yang
terdapat dalam zat dengan cara penyaringan
berulang-ulang dengan menggunakan pelarut
tertentu.
Menurut
Aisyah
(2007:139),Dengan
alat
ekstraksi
soxhlet
yang
telah
dirangkai
sedemikian rupa, dapat dilakukan ekstraksi
secara kontinu suatu larutan dengan pelarut lain
yang lebih ringan dan tak dapat bercampur.

Alat

Adapun Alat- alat yang digunakan ialah,

No

Nama Alat

Ukuran/
Jumlah

1
Labu Dasar
Bulat

2.

Kondesor

1 buah

1 buah

Gambar

No

4.

Nama Alat

Bidal, pipa f,
sifon

Spiritus

Ukuran/
Jumlah

1 set

1 buah

Gambar

No

Nama Alat

Ukuran/
Jumlah

Gambar

5.

Kain Putih

1 buah

6.

Batu Didih

1 buah

Bahan

Adapun Bahan-bahan yang digunakan


ialah,
Volume /

No

Nama Bahan

Kadar /

Gambar

Konsentrasi

1.

C2H5OH

50 mL

2.

H2O

Cair

Volume /

No

Nama Bahan

Kadar /
Konsentras

Gambar

3.

Kulit Jeruk

Padat

4.

Vaselin

Padat

Prosedur Kerja

Setelah
Perlakuan

Pembahasan
Proses soxhletasi ini menggunakan bahan kulit
jeruk yang telah dilakukan perajangan sebagai
bahan dasar sampel. Hal ini bertujuan agar
kelenjar minyak pada kulit jeruk dapat terbuka
sebanyak
mungkin
sehingga
proses
penguapan minyak atsiri terjadi dengan cepat.
Menurut Budiarti, dkk (2012: 27), Proses
pencacahan
(perajangan)
mengakibatkan
kelenjar-kelenjar minyak menjadi terbuka dan
ukuran ketebalan bahan ditempat terjadinya
difusi
(proses
perpindahan
minyak
ke
pengekstrak) menjadi berkurang.

Lanjutan
Kulit
jeruk
yang
telah
dipotong
dibungkus kain putih dan dimasukkan
kedalam bidal. Penggunaan kain putih
dalam ekstraksi ini bertujuan agar warna
zat atsiri (minyak) dapat terlihat dengan
jelas.
Penggunaan
kain
berwarna
hendaknya dihindari agar pewarna tekstil
dari kain tidak ikut terkestrak dan
mengganggu proses ekstraksi

Lanjutan
Pada proses Soxhletasi, pelarut etanol
dipanaskan hingga menguap, uap cairan
pelarut
tersebut
terkondensasi
kembali
menjadi
bentuk
cair
oleh
pendingin
(kondensor) lalu turun mengekstrak sampel
dalam ruang soxhlet dan selanjutnya masuk
kembali kedalam labu dasar bulat setelah
melewati pipa sifon, pemilihan pelarut sangat
perlu diperhatikan karena pelarut yang dipilih
akan turut menentukan hasil esktraksi.

Lanjutan
Menurut F (2013: 3), Kriteria pelarut
yang akan digunakan harus memiliki
kapasitas
ekstraksi
yang
bagus,
viskositas yang tinggi, solubilitas yang
tinggi
dari
minyak.
Pelarut
yang
digunakan pada ekstraksi soxhlet ini
adalah etanol. Etanol merupakan senyawa
polar sehingga dapat mempengaruhi
jumlah kandungan metabolik sekunder
pada zat yang ingin diekstrak.

Lanjutan
Alasan lain dari penggunaan pelarut etanol
dalam ekstraksi soxhletasi ini dikarenakan
bahan yang akan di ekstraksi adalah bahan
alam yang merupakan bahan organik, maka
untuk melarutkannya digunakan pelarut
etanol yang juga merupakan pelarut organik.
Menurut Arlene (2013:9), Etanol dan
aseton termasuk senyawa yang cenderung
polar sehingga mudah larut dalam air atau
air mudah larut dalam aseton dan etanol.

Lanjutan
Menurut Rais (2014 : 1) Polaritas cairan
pelarut yang digunakan bergantung dari sifat
kimia senyawa aktif yang akan diekstraksi
dan kemampuan menembus membran sel.
Menurut Sitompul (2012:74), Secara umum,
ekstraksi dengan pelarut organik lebih
mudah
karena
tidak
mudah
menguap
(minyak-lemak).

Kesimpulan
1.Perajangan kulit jeruk dilakukan
agar pori pori sampel terbuka
sehingga proses ekstraksi berjalan
maksimal
2.Fungsi pemakaian kain putih agar
menghasilkan komponen yang murni
serta terhindar dari pewarna tekstil
3.Fungsi dari pemanasan etanol untuk
mengikat minyak atsiri yang ada
pada kulit jeruk

Lanjutan

4. Alasan penggunaan pelarut etanol pada


ekstraksi soxhlet karena sampel yang
digunakan adalah organik dan untuk
memudahkan proses ekstraksi.
5. Pengeringan kulit jeruk dengan cara di
angin-anginkan pada proses preparasi
sampel pada ekstraksi soxhletasi agar
proses ekstraksi berlangsung dengan
cepat

Daftar Pustaka
Aisyah, C, dan Jamil, Z. 2007. Kimia Analisis Untuk Teknik Kimia.
Banda
Aceh: Syiah Kuala University Press.
Arlene, A. 2013. Ekstraksi Kemiri dengan Metode Soxhlet dan
Karakterisasi Minyak Kemiri. Jurnal Teknik
Kimia.Vol.2:2.
Basset,J. Denney,R.J, Jeffery, G.H, Medham,J. 1991. BukuAjar
Vogel
Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik.Jakarta: Penerbit
Buku Kedokteran EG.
Banat, F. Pal, P. Jwaied, N. & Al-rabadi, A. 2013. Extraction of
Olive
Oil from Olive Cake Using
SoxhletApparatus.
American Journal of Oil and Chemical Technologies.Vol.1:4.

Setya, H. N. Aprilia, B & Mahfud. 2012. Proses


Pengambilan Minyak
Atsiri dari Daun Nilam
dengan
Pemanfaatan Gelombang Mikro
(Microwave). Jurnal
Teknik ITS. Vol. 1:1.
Rais, R. I. 2014. Ekstraksi Andrografolid dari
Andrographis
Paniculata
(Burm.F.)
NessMenggunakan
Ekstraktor
Soxhlet.
Vol.4:1.
Sitompul,J,P,dkk.2012.Studi
Metode-Metode
Ekstraksi
Pewarna Makanan Alamiannatto
Dari Biji Kesumba (Bixa
Orellana).Bandung:
Jurnal Reaktor.Vol. 14:1.