Anda di halaman 1dari 5

Mekanisme homeostatik

Organ-organ yang terlibat dalam hemeostatik termasuk ginjal, paru-paru, jantung, kelenjar
adrenal, dan kelenjar pituitari.
1. Ginjal
Penting untuk pengaturan keseimbangan cairan dan elektrolit, secara normal ginjal
menyaring 170 liter plasma setiap hari pada orang dewasa. Ginjal berfungsi baik
secara otonom maupun dalam berespon terhadap pembawa pesan yang di bawah oleh
darah. Seperti Aldosterone dan hormon anti diuretik(ADH) fungsi-fungsi utama
ginjal dalam mempertahankankeseimbangan cairan yang normal.
2. Jantung dan pembuluh darah
Kerja pompa jantung mensirkulasi darah melalui ginjal di bawah tekanan yang sesuai
untuk menghasilkan urin. Kegagalan kerja pompa ini mengganggu pofusi ginjaldan
kerena itu mengganggu pengaturan air dan elektolit.
3. Paru paru
Paru paru juga vital dalam mempertahankan homeostatik. Parp paru membuang
kira kira 300 ml air setiap hari pada orang dewasa yang normal.
4. Kelenjar pituitari
Hipotalamus menghasilkan substansi yang di kenal dengan nama hormon anti biuretik
(ADH). ADH kadang di sebut sebagai hormon penyimpan air. Fungsi ADH termasuk
mempertahankan tekanan osmotik sel dengan mengendalikan retensi / ekskresi air
oleh ginjal dan dengan mengatur volume darah.
5. Kelenjar adrenal
Aldosteron suatu mineralokor-tikoid yang di sekresikan oleh zona glomerulosa
(daerah terluar) dari korteks adrenal, mempunyai efek yang mendalam pada
keseimbangan cairan. Peningkatan sekresi aldosteron menyebabkan retensi natrium
dan kehilangan kalium. Penurunan sekresi aldostero menyebabkan kehilangan
natrium dan air serta retensi kalium.

Test
Natrium serum
Kalium serum
Kalsium serumtotal

Rentang rujukan
135-145 mEq/L
3,5-5,5 mEq/L
8,5-10,5 mg/dl (kurang lebih
50%
dalam
bentuk
terionisasi)
Magnesium serum
1,5-2,5 mEq/L
Fosfot srum
2,5-4,5 mEq/L
Klorida serum
100-106 mEq/L
Kandungan CO2
24-30 mEq/L
Omolalitas serum
280-295 mOsm/kg
Nitrogen urea darah (BUN) 10-20 mg/dl
Kreatin serum
0,7-1,5 mg/dl
Rasio
BUN
terhadap 10:1
Pria : 44-52%
kreatin hematokri
Wanita : 39-47%
Glukasiung serum
Albumin serum
Natrium Urin
Kalium urin
Klorida urin
Berat jenis urin

Osmilalitas urine
Rentang ekstrim
Urine tipikal
pH urine

70-100 mg/dl
3,5-5,5 g/dl
80-180mEq/hari
40-80mEq/hari
110-250 mEq/hari
1,025-1,035=rentang
fisioligis setelah restriksi
cairan
1,01-1,020=
spesimen
random dengan masukan
cairan normal
50-1400 mOsm/L
500-800 mOsm/L
4,5-8,0

Satuan SI
135-145 mmol/L
3,5-5,5 mmol/L
2,1-2,6 mmol/L

0,80-1,2 mmol/L
0,80-1,5 mmol/L
100-106 mmol/L
24-30 mmol/L
280-295 mmol/L
3,5-7 mmol/dari urea
80-130 umol/L
Fraski volume :0,44-0,52
Fraksi volume :0,39-0,47
3,9-6,1 mmol/L
3,5-5,5 g/L
80-180 mmol/hari
40-80mmol/hari
110-250 mmol/hari
1,025-1,035

50-1400 mmol/kg
500-800mmol/kg
4,5-8,0

ISOTONIK
Larutan isotonik adalah suatu larutan yang mempunyai konsentrasi zat terlarut yang sama
(tekanan osmotik yang sama) seperti larutan yang lain, sehingga tidak ada pergerakan air.

Larutan isotonik dengan larutan pada sel tidak melibatkan pergerakan jaringan molekul yang
melewati membran biologis tidak sempurna. Larutan larutan yang tersisa dalam
kesetimbangan osmotik yang berhubungan dengan membran biologis tertentu disebut
isotonik. Ini berbeda dengan larutan larutan iso-osmotik yang tidak melibatkan pergerakan
jaringan molekul ketika dipisahkan oleh membran semipermeabel. Sebuah larutan yang
mempunyai konsentrasi garam yang sama contohnya sel-sel tubuh yang normal dan darah.
Hal ini juga berbeda dengan larutan hipertonik ataupun larutan hipotonik. Minuman isotonik
dapat di minum untuk menggantikan fluida dan mineral yang digunakan tubuh selama
aktifitas fisik.
HIPERTONIK
Larutan hipertonik adalah suatu larutan dengan konsentrasi zat terlarut lebih tinggi (tekanan
osmotik yang lebih tinggi) dari pada yang lain sehingga air bergerak ke luar sel.
Dalam lingkungan hipertonik, tekanan osmotik menyebabkan air mengalir keluar sel. Jika
cukup air dipindahkan dengan cara ini, sitoplasma akan mempunyai konsentrasi air yang
sedikit sehingga sel tidak berfungsi lagi.

HIPOTONIK
Larutan hipotonik adalah suatu larutan dengan konsentrasi zat terlarut lebih rendah (tekanan
osmotik lebih rendah) dari pada yang lain sehingga air bergerak ke dalam sel.
Dengan menempatkan sel dalam lingkungan hipotonik, tekanan osmotik menyebabkan
jaringan mengalirkan air ke dalam sel, sehingga menyebabkan sel pecah dan tidak berfungsi.

Secara Skematis Jenis dan Jumlah Cairan Tubuh dapat digambarkan sebagai berikut :

PROSENTASE TOTAL CAIRAN TUBUH DIBANDINGKAN BERAT BADAN

A. Istilah-istilah:
a. Asidosis merupakan suatu keadaan ion hidrogen yang berlebihan secara sebanding
di dalam cairan ekstraselular(di luar sel) dimana pH turun sampai 735.
b. Alkalosis merupakankeadaan diman terdapat kekurangan ion hidrogen secara
sebanding dalam konstrasi cairan ekstraselular(di luar sel), dimana pH-nya
melebihi 745 anion; ion yang bermuatan listrik negatif.
c. Hidrostatis

d. Transport aktif merupakan gerak zat-zat, tetrmasuk elektrolit-elektrolit, menaiki


suatu tangga konsentrasi(gradien konsentrasi), yang memerlukan energi.
e. Osmolalitas merupakan jumlah partikel yang larut di dalam suatu larutan;ia
memberikan (mendeskrepsikan) konsentrasi zat-zat terlarut (solut) di dalam suatu
zat pelarut (solven).
f. Osmolaritas merupakan jumlah partikel yang larut di dalam suatu larutan. Ia
memberikan (mendeskrepsikan) konsentrasi zat-zat terlarut (solut) di dalam suatu
zat pelarut (solven).
g. Larutan Isotonik merupakan suatu larutan yang mempunyai konsentrasi zat
terlarut yang sama (tekanan osmotik yang sama) seperti larutan yang lain,
sehingga tidak ada pergerakan air.
Larutan isotonik dengan larutan pada sel tidak melibatkan pergerakan jaringan
molekul yang melewati membran biologis tidak sempurna. Larutan larutan yang
tersisa dalam kesetimbangan osmotik yang berhubungan dengan membran
biologis tertentu disebut isotonik. Ini berbeda dengan larutan larutan iso-osmotik
yang tidak melibatkan pergerakan jaringan molekul ketika dipisahkan oleh
membran semipermeabel. Sebuah larutan yang mempunyai konsentrasi garam
yang sama contohnya sel-sel tubuh yang normal dan darah.
h. Larutan hipotonik adalah suatu larutan dengan konsentrasi zat terlarut lebih
rendah (tekanan osmotik lebih rendah) dari pada yang lain sehingga air bergerak
ke dalam sel.
Dengan menempatkan sel dalam lingkungan hipotonik, tekanan osmotik
menyebabkan jaringan mengalirkan air ke dalam sel, sehingga menyebabkan sel
pecah dan tidak berfungsi.
i. Larutan hipertonik adalah suatu larutan dengan konsentrasi zat terlarut lebih tinggi
(tekanan osmotik yang lebih tinggi) dari pada yang lain sehingga air bergerak ke
luar sel.
Dalam lingkungan hipertonik, tekanan osmotik menyebabkan air mengalir keluar sel. Jika
cukup air dipindahkan dengan cara ini, sitoplasma akan mempunyai konsentrasi air yang
sedikit sehingga sel tidak berfungsi lagi.