Anda di halaman 1dari 11

Tugas Ilmu Kesehatan Masyarakat

Nadia Yenita
0810313228
1. Sebuah keluarga terdiri dari kakek, nenek, ayah, ibu dan 6 org anaknya. Kakek, nenek, ayah dan ibu
sudah pernah terkena morbili. Awal bulan ini 1 orang anak terkena morbili, dan di ikuti oleh 3 orang
saudaranya di akhir bulan. Berapakah attack rate dari kasus di atas

a.
b.
c.
d.
e.

4/10
3/6
2/3
1/6
1/10

Pembahasan :
Attack rate adalah Jumlah kasus baru penyakit dalam waktu wabah yang berjangkit dalam
masyarakat di suatu tempat pada waktu tertentu.
AR=

Jumlah penyakit baru


Jumlah populasi beresiko

Dimana : Jumlah penyakit baru =

Jumlah Populasi beresiko = 10


2. Dalam waktu dua minggu terakhir terdapat 32 orang yang berobat di Puskesmas karena
digigit kera liar. Rerata dua hari setelah gigitan, 5 orang menderita demam. Dua minggu
setelah kejadian tersebut seorang mengalami kejang dan tiga hari kemudian meninggal dunia.
Sebelumnya tidak pernah ada orang yang digigit kera liar. Apakah jenis kejadian tersebut?
a. Endemi
b. Epidemi
c. Outbreak
d. Pandemi
e. Wabah

Pembahasan :

Epidemi adalah kejadian berjangkitnya suatu penyakit menular dalam masyarakat yang jumlah
penderitanya meningkat secara nyata melebihi dari pada keadaan yang lazim pada waktu dan
daerah tertentu.
3. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke Puskesmas rawat inap dengan keluhan
demam sejak 4 hari yang lalu. Setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium darah didapatkan
hematokrit 48% dan angka trombosit 96.000/mm 3. Dokter memutuskan untuk merawat
pasien tersebut di Puskesmas. Apakah tujuan tindakan yang dilakukan dokter tersebut?
a. Specific protection
b. Disability limitation
c. Rehabilitasi
d. Deteksi dini
e. Prompt treatment
Pembahasan :
Prompt treatment adalah Suatu tindakan atau upaya kesehatan yang dilakukan saat awal sakit
suatu penyakit. Tujuannya : sebagai upaya untuk mengehentikan penyakit

pada

waktu

permulaan dan agar penyakit tidak menjadi parah lagi


4. Berikut adalah genogram dari seorang pasien perempuan berusia 33 tahun datang ke praktik
dokter umum untuk kontrol tekanan darahnya. Apakah risiko kesehatan yang paling penting
pada keluarga pasien?
a. Masalah penyakit menular
b. Masalah penyakit tidak menular karena gaya hidup
c. Masalah penyakit tidak menular karena faktor genetik
d. Masalah sosial keluarga karena bentuk keluarga extended
e. Masalah anak kembar dengan perbedaan keadaan kesehatan
5. Sebuah Puskesmas bermaksud

menyelenggarakan kegiatan penyuluhan yang bertujuan

untuk memberikan pengetahuan kepada orang tua balita dalam mencegah terjadinya kurang
gizi pada balita. Siapakah sasaran primer yang tepat?
a. Ibu yang memiliki balita
b. Ibu yang memiliki balita dengan gizi buruk
c. Ibu yang memiliki balita dengan gizi kurang
d. Ibu yang memilik balita dan tidak memiliki KMS
e. Ibu dan balitanya yang tidak pernah datang ke Posyandu
Pembahasan : Sasaran primer adalah kelompok masyarakat yang akan diubah perilakunya
Masyarakat umum yang mempunyai latar belakang yang heterogen. Sasaran primer dalam

promkes dikelompokan menjadi : keluarga,kepala keluarga, ibu hamil , ibu menyusui, ibu anak
balita, anak sekolah.
6. Dokter puskesmas melakukan penelitian terhadap suatu daerah dengan jumlah penduduk
3500 orang dimana didapatkan 32 orang yang digigit kera, 2 hari kemudian terdapat 5 orang
yang deman setelah digigit kera. Dan setelah 1 minggu kemudian terdapat 1 orang yang
kejang dan 3 hari berikutnya meninggal. Berapa case fatality rate nya??
a. 5/32
b. 1/32
c. 1/5
d. 5/3500
e. 32/3500
Pembahasan : Case fatality Rate adalah perbandingan antara jumlah seluruh kematian karena
suatu penyebab penyakit tertentu dalam 1 tahun dengan jumlah penderita penyebab tersebut pada
tahun yang sama
CFR : Jumlah kematian karena penyakit tertentu = 1
Jumlah seluruh penduduk penyakit tersebut 32

7. Didapatkan data di suatu puskesmas selama bulan Juli sampai dengan Desember 2011
:

Apakah dasar penentuan KLB pada kasus tersebut?


a.
b.
c.
d.
e.

Attack rate
Case fatality rate
Incidence risk
Incidence rate
Prevalence rate

Pembahasan : Kejadian luar biasa adalah timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan atau
kematian yang bermakna secara epidemiologis dalam kurun waktu dan daerah tertentu (Depkes
RI,2000). Suatu penyakit dikatakan sebagai kejadian luar biasa apabila memenuhi criteria
sebagai berikut : (Efendi & Makhfudli, 2009)
a) Timbulnya suatu penyakit /kesakitan yang sebelumnya tidak ada/tidak diketahui
b) Peningkatan kejadian penyakit/ kematian terus menerus selama tiga kurun waktu berturutturut menurut jenis penyakitnya (jam, hari, bulan, tahun)
c) Peningkatan kejadian penyakit/kematian, dua kali atau lebih dibandingkan dengan periode
sebelumnya ( hari, minggu, bulan, tahun)
d) Jemlah penderita baru dalam satu bulan menunjukkan kenaikan dua kali lipat atau lebih bila
dibandingkan dengan angka rata-rata per bulan dalam tahun sebelumnya.
e) Angka rata-rata per per bulan dalam satu tahun menunjukkan kenaikan dua kali lipat atau
lebih dibandingkan dengan angka rata-rata per bulan dari tahun sebelumnya.
f) Case Fertility Rate(CFR) dari suatu penyakit dalam satu kurun waktu tertentu menunjukkan
kenaikan 50% atau lebih dibandingkan dengan CFR dari periode sebelumnya.
g) Propotional Rate (PR) penderita baru dari suatu periode tertentu menunujukkan kenaikan
dua kali atau lebih dibanding periode yang sama dan kurun waktu atau tahun sebelumnya

8. Seorang Kepala Puskesmas kecamatan D dinilai belum berhasil dalam pelaksanaan program
peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di wilayah kerjanya. Salah satu
penyebabnya adalah kurangnya kerjasama lintas sektoral dan dukungan pemerintah daerah
setempat. Apakah strategi yang harus dilakukan untuk meningkatkan keberhasilan program
tersebut?
a. Pemberdayaan masyarakat
b. Bina Suasana
c. Komunikasi
d. Kemitraan
e. Advokasi
Pembahasan : Strategi yang dilakukan untuk meningkatkan keberhasilan PHBS yaitu dengan
melakukan pemberdayaan masyarakat. Karena pemberdayaan masyarakat itu adalah masyarakat
berinisiatif untuk memulai kegiatan untuk memperbaiki situasi dan kondisi diri sendiri.
9. Seorang dokter ingin meneliti hubungan kausalitas antara konsumsi garam dengan hipertensi
pada suatu kelompok masyarakat. Apakah metode penelitian yang akan digunakan
a. Cross sectional
b. Cohort
c. Quasi experimental
d. Case control
Pembahasan :
Cross sectional adalah jenis penelitian ini berusaha mempelajari dinamika hubungan antara
factor resiko dengan dampak atau efeknya. Factor resiko dan dampaknya diobservasi pada saat
yang sama, artinya setiap subyek penelitian diobservasi hanya satu kali saja dan factor resiko
serrta dampak diukur menurut keadaan atau status pada saat observasi.
10. Di wilayah kerja puskesamas saudara didapatkan pada tahun 2011 tercatat 400 bayi lahir
hidup. Pada tahun tersebut tercatat 50 kematian bayi yang terdiri dari 25 bayi di antaranya
meninggal sebelum usia 28 hari. Berapakah Infant Mortality Rate?
a. 25/50
b. 50/400
c. 25/400
d. 28/50
e. 28/400
Pembahasan :
Infant Mortality Rate adalah Jumlah kematian bayi dibawah usia 1 tahun pada tiap 1000
kelahiran hidup pada tahun yang sama

IMR = DB = 50
PD

400

Keterangan : DB = Jumlah kematian bayi


PD = Jumlah kelahiran hidup dalam waktu yang sama
11. Seorang kepala puskesmas ingin memberikan informasi kepada masyarakat mengenai DBD.
Pertemuan ini di hadiri oleh kepala desa dan 12 orang lainnya, teknik yang dapat digunakan
adalah
a. Counseling
b. wawancara
c. Role play
d. ceramah
e. seminar
Pembahasan : counseling
Kata konseling (counseling) berasal dari kata counsel dari bahasa latin counselium artinya
bersama atau bicara bersama. Berbicara bersama-sama adalah pembicaraan konselor
(counselor) dengan seorang atau beberapa klien.

12. Seorang peneliti ingin menilai hubungan merokok dengan kejadian AMI. Peneliti
mengumpulkan sampel. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa sekian persen perokok yang
menderita AMI dan sekian persen penderita yang tidak merokok menderita AMI. Jenis
metode penelitian yang digunakan adalah
a. Deskriptif
b. Retrospektif
c. Cohort
d. Case control
e. Cross sectional
Pembahasan :
Penelitian retrospektif adalah penelitian yang berusaha melihat ke belakang artinya pengumpulan
data dimulai dari efek atau akibat yang telah terjadi. Kemudian dari efek tersebut di telusuri
penyebab yang mempengaruhi akibat tersebut.
13. Seorang perempuan berusia 60 tahun datang ke praktik dokter umum dengan keluhan lutut
kanan kaku terutama setelah istirahat. Keluhan disertai nyeri yang memberat setelah

aktivitas. Pemeriksaan fisik di dapatkan berat badan 105 kg dan tinggi badan 165 cm.
Pemeriksaan lutut di dapatkan krepitasi dan nyeri tekan disertai keterbatasan gerak sendi.
Apakah edukasi yang paling tepat dalam penanganan pasien?
a. Olah raga/latihan terutama pada sendi yang nyeri
b. Minum obat nyeri secara teratur
c. Penurunan berat badan
d. Berjalan tanpa alas kaki
e. Menghindari makan tinggi kolesterol dan asam urat
Pembahasan : menghindari makan tinggi kolesterol dan asam urat
14. Sebagai kepala Puskesmas saudara diminta untuk melakukan analisis situasi terhadap
wilayah kerja Puskesmas X, dengan jumlah cakupan 10.000 penduduk. Hasil analisis
kesehatan di wilayah Puskesmas menunjukkan hasil sebagai berikut :
Masalah Kesehatan
Jumlah Kasus
ISPA
6735
Hipertensi
3589
Diare
89
Demam Berdarah Dengue 31
Gizi Buruk
12
Kematian bayi
2
Malaria
2
Bagaimanakah urutan masalah kesehatan yang menjadi prioritas saudara sebagai Kepala
Puskesmas?
a. ISPA - Hipertensi - Kematian Bayi
b. Kematian Bayi - Malaria - GiziBuruk
c. ISPA - Demam Berdarah Degue - Diare
d. Hipertensi - Demam Berdarah Dengue - GiziBuruk
e. Kematian Bayi-Gizi buruk-demam Berdarah Dengue
Pembahasan :
a.Karena kematian bayi termasuk dalam MDGS. Salah satu dari MDGS itu adalah menurukan
angka kematian bayi.
b.Anak yang gizi buruk. Seperti diketahui bahwa anak-anak ini kelaknya akan meneruskan
perjuangan bangsa. Untuk itu anak yg gizi kurang merupakam perioritas masalah
c..Demam berdarah dengue
15. Sebagai kepala Puskesmas Saudara diminta untuk melakukan analisis situasi terhadap
wilayah kerja Puskesmas X, ternyata dari hasil analisis tersebut dapat diidentifikasi 7
masalah kesehatan sebagai berikut :

Masalah Kesehatan
Jumlah Kasus
TBC
107
Demam
Berdarah 31
Dengue
Gizi Buruk
Malaria
Hipertensi
ISPA
Diare

12
1
2.345
4.356
34

Apakah aspek lingkungan yang paling mungkin mempengaruhi masalah diatas?


a. Rendahnya partisipasi masyarakat
b. Rendahnya efektifitas program
c. Rendahnya tingkat pendapatan masyarakat
d. Menurunnya angka kejadian gizi kurang
e. Faktor social ekonomi
Pembahasan :
Keadaan sosial

dan ekonomi yang rendah pada umumnya berkaitan erat dengan berbagai

masalah kesehatan karena ketidakmampuan dalam mengatasi masalah kesehatan. Masalah


kemiskinan akan sangat mengurangi kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan gizi,
pemukiman dan lingkungan sehat, jelas semua ini akan mudah menumbuhkan penyakit
16. Suatu penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi sumber vitamin C
dengan kejadian influenza. Subyek penelitian adalah 500 orang pelajar sekolah dasar. 300
subyek mengkonsumsi vitamin C secara adekuat dan 200 subyek mengkonsumsi vitamin C
secara tidak adekuat. Kejadian influenza yang terjadi selama penelitian menunjukkan:

Berapakah angka prevalensi influenza pada kelompok vitamin C adekuat?


a. 150/ 500
b. 50/300
c. 50/150
d. 300/500
e. 100/200

Pembahasan :
Kejadian influenza ada 50 subyek dan Vit C adekuat 300
Jadi angka pravevalensi influenza pada kelompok vitamin c : 50/300

17. Seorang buruh bekerja di pelabuhan datang ke praktek dokter dengan keluhan bercak-bercak
di kulitnya hamper diseluruh tubuh, tidak ada gatal. Oleh dokter untuk pencegahannya
disarankan memakai kondom. Tindakan dokter merupakan
a. Health promotion
b. Specific protection
c. Kuratif
d. Disability limitation
e. Rehabilitatif
Pembahasan :
Tingkat pencegahan penyakit
Primary Prevention :
1. Health Promotion
Adalah Tindakan atau upaya kesehatan yang dilakukan pada saaat individu masih sehat.
2. Spesific Protection
Adalah tindakan pencegahan terhadap ancaman agen penyakit tertentu.
Tujuan :Sebagai perlindungan khusus terhadap ancanan agen penyakit tertentu. Tindakan atau
upaya kesehatan spesific Protection.contohnya:
a. Imunisasi spesific
b. Secondary prevention
3. Early Diagnosis and Prompt Treatment
Adalah tindakan upaya kesehatan yang dilakukan saat awal sakit suatu penyakit.
Tujuan :
Sebagai upaya menghentikan penyakit pada tingkat permulaan.
Agar penyakit tidak menjadi lebih parah.
4. Disability Limitation
Adalah tindakan atau upaya kesehatan yang dilakukan dalam taraf penyakit sudah nyata dan
lanjut.
Tujuan :
Agar penderita tidak
Agar penyakit tidak menjadi menahun

18. Seorang anak laki-laki berusia 4 tahun datang dibawa ibunya ke dokter praktik umum dengan
keluhan batuk pilek sejak 1 hari yang lalu. Pasien memiliki riwayat batuk lama. Pasien
tinggal bersama ayah, ibu dan kakaknya yang berusia 7 tahun di tempat tinggal milik sendiri
dengan luas 36 m2. Ayah pasien seorang perokok yang biasanya menghabiskan 1
bungkus/hari sejak 20 tahun yang lalu. Apakah faktor eksternal yang paling berhubungan
dengan penyakit pasien?
a. Usia balita
b. Perokok pasif
c. Penyakit kronik
d. Jarak lahir pendek
e. Rumah tidak sehat
Pembahasan : Faktor eksternal adalah faktor-faktor yang mempengaruhi diri kita dari
luar.Dimana pada scenario dijelaskan bahwa ayah pasien seorang perokok, sehingga pasien
sering terpapar asap rokok yang akan menjadikan pasien sebagai perokok pasif, yang
nantinya akan mempengaruhi kesehatan pasien sendiri.
19. Seorang pasien datang dengan keluhan lemah dan lesu. Pasien adalah seorang pekerja
bengkel. Dari survey yang dilakukan ke lokasi kerja, diketahui bahwa daerah tersebut
memiliki paparan benzena yang lebih. Pekerja sering menggunakan tiner untuk mencuci
tangan. Apa yang harus anda sampaikan kepada pemilik bengkel??
a. Mengenai perlindungan kerja
b. Baku mutu bahan yang digunakan
c. Batas waktu kerja
d. Batas tenggang paparan
20. Seorang peneliti ingin mempelajari hubungan antara merokok dengan kejadian penyakit
jantung koroner (PJK). Populasi pada penelitian ini adalah semua penduduk yang berusia 40
tahun ke atas dan besar sampel penelitian 1000 orang. Hasil penelitian ditunjukkan dalam
tabel berikut:
Perokok
PJK + 75
PJK - 225
300

Tidak
50
650
700

125
875
1000

Berapakah besar risiko terkena penyakit jantung koroner subjek yang merokok ?
a.
b.
c.
d.
e.

75/225
125/875
(75x650)/(225x50)
75/300
125/1000

Pembahasan :
Odds Ratio (OR) adalah ukuran asosiasi paparan (faktor risiko) dengan kejadian penyakit;
dihitung dari angka kejadian penyakit pada kelompok berisiko (terpapar faktor risiko)
dibanding angka kejadian penyakit pada kelompok yang tidak berisiko (tidak terpapar faktor
risiko). Secara skematis

Pemaparan
Positif
Negative
Jumlah

Positif
A
C
n1

Penyakit
Negative
B
D
n2

Jumlah
m1
m2
N

Odds pemaparan a/c b/d


Jadi Odds ratio () (a/b)/(c/d) atau ad/bc = (75x650)/(225x50)

Odds penyakit
a/b
c/d