Anda di halaman 1dari 12

SAP DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)

SAP (Satuan Acara Penyuluhan)


Pokok Bahasan/Topik

: Demam Berdarah Dengue (DBD)

Sub Pokok Bahasan

: Cara Mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD)

Sasaran

: keluarga pasien yang berobat ke Poli anak RSUP. M. Djamil


Padang

Hari /Tanggal

: Kamis / 26 desember 2013

Waktu /Tempat

: Jam 08.30 Wib, Di Poli anak RSUP. M. Djamil Padang

Penyuluh/penyaji

: Mahasiswa/I profesi ners STIKes Syedza Saintika Padang

A. Latar Belakang
Penyakit demam berdarah (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus
dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti. Penyakit ini dapat
menyerang semua orang dan dapat mengakibatkan kematian terutama pada anak-anak,
serta sering menimbulkan kejadian luar biasa (wabah).
Penyakit demam berdarah (DBD) ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan
kemanusia melalui gigitan nyamuk aedes aegypti. virus dengue akan masuk kedalam tubuh
melalui gigitan nyamuk aedes aegypti dan kemudian akan bereaksi dengan antibody
sehingga terbentuklah komplek virus antibody yang akan mengakibatkan trombosit
kehilangan fungsi agresi dan mengalami metamorphosis dimusnahkan oleh system RE
dengan akibat terjadi trombositopenia hebat dan perdarahan, yang mana jika terjadi
perdarahan pada pasien maka akan mengalami devisit volume cairan pada tubuh yang
disebabkan oleh kehilangan plasma darah.
Penyakit demam berdarah dengue (DBD) pertama kali di Filipina pada tahun 1953,
DBD ditemukan di kamboja, laos, china,india, Malaysia, Singapore, srilanka, Vietnam, dan
Indonesia.
Di Indonesia penyebaran DBD pertamak kali di Surabayabtahun 1968, dan 1972 di
Sumatera Barat, sampai saat ini DBD ditemukan diseluruh Indonesia dan telah melaporkan

kejadia KLB, jumlah penderita DBD dari Januari 2005 sampai oktober 2005 tercatat
50.196 kasus DBD di Indonesia, 701 penderita diantaranya meninggal dunia.
Di poli anak RSUP. Dr. M. Djamil padang 3 bulan terakhir ditemukan kasus DBD
pada anak sebanyak 10 kasus.
Dari latar belakang tersebut maka dari itu kelompok tertarik mengambil untuk
penyuluhan dengan judul Cara Mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD)
B. Tujuan
1) Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan keluarga dapat mencegah dan menangani
demam berdarah dengue secara mandiri
2) Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan keluarga mampu:
a.

Mengetahui apa demam berdarah dengue

b.

Mengetahui penyebab demam berdarah dengue

c.

Mengetahui tanda dan gejala demam berdarah dengue

d.

Melakukan pencegahan penyakit demam berdarah dengue

C. Pelaksanaan Kegiatan
1) Topik

: Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Pencegahannya.

2) Sasaran

: keluarga pasien yang berobat ke poli anak RSUP.M.Djamil


Padang

3) Metode

: Ceramah, Diskusi dan Tanya Jawab

4) Media dan Alat

: LCD, leaflet

5) Waktu dan Tempat

: Jam 08.30 WIB/ Di Poli anak RSUP.M.Djamil Padang

6) Materi (Terlampir)

: 3 Lembar

7) Setting Tempat

O
P

A A A A

F
A A

A A A A
F

Keterangan :

F
M
P
A
O

: Fasilitator
: Moderator
: Penyaji
: Audience
: observer

6) Pelaksana
Moderator

: filcha Novirman

Penyaji

: ariesti wahyuni fitri

Observer

: Yostri Yolanda

Fasilitator

: Sandra Hardini, nodela dewi, Yulpriadi

7) Strategi Pelaksana

No.
FASE
KEGIATAN PENYULUH
1. Pra Interaksi Menyiapkan Satuan Acara
Penyuluhan & bahan untuk
leaflet.
Menentukan kontrak waktu &
materi dengan Orang tua klien
(anak) satu hari sebelum
penyuluhan dilakukan

KEGIATAN PESERTA

WAKTU
3 menit

2. Kerja

Membuka kegiatan dengan

Menjawab salam

1 menit

Memperkenalkan diri

Mendengarkan

1 menit

Menjelaskan tujuan dari

Memperhatikan

1 menit

Memperhatikan

1 menit

Memperhatikan

1 menit

Memperhatikan

10 menit

Memperhatikan

10 menit

mengucapkan salam.

penyuluhan
Menyebutkan materi yang akan
diberikan.
Menggali pengetahuanOrang
tua klien (anak) mengenai
penyakit DBD.
Menjelaskan tentang pengertian
DBD
Penyampaian materi tentang
DBD
Memberi kesempatan kepada

Bertanya dan menjawab 10 menit

Orang tua klien (anak) untuk

pertanyaan yang

mengajukan pertanyaan

diajukan.

kemudian didiskusikan bersama


& menjawab pertanyaan.
Memberikan leaflet DBD
3. Evaluasi :

Menanyakan kepada peserta


tentang materi yang telah

Memperhatikan
Menjawab pertanyaan

1 menit
10 menit

diberikan, dan reinforcement


kepada Orang tua klien
(anak) yang dapat menjawab
4. Terminasi :

pertanyaan.
Mengakhiri pertemuan &

Mendengarkan

2 menit

mengucapkan terimakasih atas


partisipasi Orang tua klien
(anak).
Mengucapkan salam penutup

Menjawab salam

KRITERIA EVALUASI
1.

Evaluasi Struktur

2.

Evaluasi Proses

3.

Kesiapan materi
Kesiapan SAP
Kesiapan media : leaflet dan infokus
Peserta hadir ditempat penyuluhan
Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di poli anak RSUP M Djamil
Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumnya

Fase dimulai sesuai dengan waktu yang direncanakan.


Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar
Suasana penyuluhan tertib
Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan
Jumlah hadir dalam penyuluhan minimal 10 orang ibu.

Evaluasi Hasil
Orang tua klien (anak) dapat :

Menjelaskan pengertian DBD


Menjelaskan penyebab DBD
Menjelaskan tanda dan gejala DBD
Menjelaskan cara perawatan pada anak DBD di rumah sebelum di bawa ke rumah sakit
Menjelaskan kapan anak harus di bawa ke rumah sakit
Menjelaskan cara pencegahan DBD di rumah

DAFTAR PUSTAKA
Departemen Kesehatan RI kerjasama dengan WHO dan UNICEF, Buku Bagan Manajemen
Terpadu Balita Sakit (MTBS) Indonesia., Jakarta, 1998.
Markum, A.H., Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak Jilid 1, Balai Penerbit FKUI, Jakarta, 1991
Sacharin, Rosa M., Prinsip Keperawatan Pediatrik Edisi 2, EGC, Jakarta, 1994
Soeparman. 1999. Ilmu penyakit dalam. Jilid II. Jakarta: FKUI

LAMPIRAN MATERI
DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)

A. Pengertian DBD
Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue
yang dapat menyerang pada anak dan dewasa dengan gejala utama demam, nyeri otot dan
sendi yang biasanya memburuk setelah dua hari pertama. (Noer,Syaifullah,2003)

DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui
gigitan nyamuk Aedes aegypti.(Soeparman,1999)
B. Penyebab DBD
Penyakit DBD disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan oleh gigitan nyamuk
Aedes Aegypti pada pembuluh darah. Penularan DBD umumya melalui gigitan nyamuk
Aedes Aegypti. Meskipun dapat juga ditularkan oleh Aedes Albopictus yang biasanya hidup
di kebun-kebun.
Ciri-ciri nyamuk tersebut adalah :
1. Penularan DBD umumya melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Meskipun dapat juga
ditularkan oleh Aedes Albopictus yang biasanya hidup di kebun-kebun. Tubuhnya
belang hitam putih.
2. Menggigit pada siang hari
3. Berkembang biak pada air bersih dan jernih yang tidak mengalir

C. Tanda dan Gejala

1) Demam tinggi 2 7 hari disertai menggigil. kurang nafsu makan, nyeri pada persendiaan,
serta sakit kepala.
2) Pendarahan dibawah kulit berupa : Bintik-bintik merah pada kulit , mimisan, gusi
berdarah , muntah darah dan BAB berdarah.
3) Nyeri perut ( ulu hati ) tapi tidak ada gejala kuning.
4) Mual dan muntah.
5) Terjadi syok atau pingsan pada hari ke 3 7 secara berulangulang. Dengan tanda syok
yaitu lemah, kulit dingin , basah dan tidak sadar.
HATI-HATI !!

TANDA BAHAYA DBD :

a.

Perdarahan gusi

b. Muntah darah
c.

Penderita tidak sadar

d. Denyut nadi tidak teraba


Segara periksakan diri ke RS atau sarana pelayanan kesehatan terdekat.
D. Perawatan dan Pengobatan
Di Rumah :
1) Beri penderita minum air yang banyak (air masak, teh, susu atau minuman lainnya)
2) Kompres dengan air saat panas.
3) Cepat bawa kedokter, puskesmas atau langsung ke rumah sakit apabila penderita tampak
gelisah, lemah, kaki dan tangan dingin, bibir pucat dan denyut nadi lemah.
Di Rumah Sakit ;
1. Penderita harus tirah baring atau istirahat total di tempat tidur
2. Penderita diberi diit makanan lunak
3. Penderita harus minum banyak (2-2,5 liter/24 jam) dapat berupa : susu, teh manis, sirup.
Pemberian cairan merupakan hal yang paling penting bagi penderita demam berdarah
4. Pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan laboratorium (setiap hari darah penderita
diambil untuk pemeriksaan HB normal 11,4-19,7 g/dl, HT ( hematokrit) nilai normal
37.48% dan trombosit)
5. Foto throkas (Rontgen)
6. Pemberian cairan intravena (infus)
7. Transfusi darah nilai normal HB 11,4-19,7 g/dl
8. Pemasangan NGT (bila terjadi perdarahan pada saluran cerna)
9. Pemberian therapi obat. berikan obat penurun panas, misalnya parasetamol dengan dosis:
Anak-anak
Dewasa

: 10 20 mg/Kg BB perhari
: 3x1 tablet/hari

E. Cara Pencegahan
1) Memelihara lingkungan tetap bersih dan cukup sinar matahari.
2)

Melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan cara :


Menutup dan menguras tempat penampungan air setiap minggu agar bebas dari
jentik nyamuk.

Mengubur, membakar dan membuang kaleng bekas, botol bekas, tempurung dan

sampah lain sehingga tidak menjadi tempat perindukkan nyamuk aedes aegypti.
Rapikan halaman dan jangan biarkan semak semak di halaman tak terurus.
Bersihkan selokan agar air dapat mengalir dengan lancar.
Tidak membiarkan kain/baju baju tergantung.
Lakukan penyemprotan nyamuk (bila memang diperlukan)

F. Obat Tradisonal Dbd


Bahan:

Jambu biji atau Jambu klutuk (Psidium guajava)


Temulawak 10 gr
Kunyit 10 gr

Cara Membuat :
Cuci sampai bersih buah jambu biji, temulawak dan kunyit. Setelah itu potong-potong
secukupnya semua bahan, kemudian diblender atau dibikin jus .Minum ramuan herbal
obat tradisional sehari dua kali. Lakukan secara rutin sampai sembuh.

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)


DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI POLI ANAK RSUP
DR M DJAMIL PADANG

OLEH
ARIESTY WAHYUNI FITRI, S.Kep
FILCHA NOVIRMAN, S.Kep
NODELA DEWI, S.Kep
SANDRA HARDINI, S.Kep
YOSTRI YOLANDA, S.Kep
YULPRIADI, S.Kep

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


STIKES SYEDZA SAINTIKA PADANG
2013