Anda di halaman 1dari 3

Adreamerwithbigdreams

Home

Profil

Login

ICreateMyOwnUniverseAsIGoAlong.

Penulis
mahritafisip12

Tanggal
27January2015

KepentingandanStrategiKekuatan
BesardalamMenguasaiTimur
Tengah

Kategori
MBPTimurTengah

Respon
0komentar

Pengumuman
PemenangLombaPenulisanBlog
HutanGreenpeaceIndonesia

Oleh:Mahrita071211231056
Timur Tengah sebagai kawasan penting dalam konstelasi dunia merupakan kiblat
dariperadabanduniadanmenyimpanpotensitinggiterutamadalamsumberdaya
minyak yang berlimpah serta posisi Timur Tengah yang memiliki chocke point
penting perdagangan minyak ke pasar global menjadikan kawasan ini sebagai
kawasan yang banyak diperebutkan oleh kekuatan kekuatan besar dunia.
Kepentingan utama mereka adalah untuk menguasai sumber daya minyak yang
sangat mereka butuhkan untuk mendukung perkembangan industrialisasi
negaranya. Penulis scara spesifik membahas apa kepentingan Amerika Serikat di
TimurTengahdanstrategiapasajayangdiambilolehAmerikauntukmewujudkan
kepentingannyatersebut.
Mengacu pada tulisan Bowman (2008) yang berjudul After Iraq : Future U.S
Military Posture in the Middle East penulis menyimpulkan bahwa terdapat
beberapa kepentingan Amerika Serikat di Timur Tengah yaitu melakukan politik
anti terorisme dan melawan proliferasi nuklir di kawasan Timur Tengah. Dua
kepentingan ini memiliki korelasi kuat terkait dengan ambisi Amerika untuk
mengamankan akses minyak di Teluk Persia, kepentingan Amerika lainnya adalah
untuk melindungi negara sekutunya seperti Israel dan menjalin hubungan
persahabatan dengan negara negara Islam moderat di Timur Tengah (Bowman,
2008: 78). Seperti yang telah disinggung tadi, kepentingan untuk menguasai
sumberdanaksesminyakdiTelukPersiamerupakanalasanutamayangmembuat
Amerika Serikat tetap mempertahankan intervensinya di Timur Tengah. Hal ini
sejalan dengan kebutuhan Amerika atas minyak yang terus meningkat. Mengacu
pada data dari Badan Informasi Energi (EIA), diperkirakan ketergantungan
Amerika pada impor minyak dari asing akan meningkat menjadi 62% di tahun
2030(Bowman,2008:78).SementaraTelukPersiamemainkanperansentraldalam
memenuhi kebutuhan akan minyak bagi Amerika dan negara negara industri
lainnya. Pada tahun 2003 negara negara di kawasan Teluk Persia menyumbang
27% dari seluruh permintaan minyak dunia dan menguasai 57% cadangan minyak
mentah serta memiliki setidaknya 41% cadangan gas alam dunia (Bowman,2008:
78). Diperkirakan kontribusi Teluk Persia terhadap produksi minyak global akan
naikmenjadi33%.
Maka dari itu instabilitas Teluk Persia akan berdampak besar secara negatif
terhadap kelancaran pasokan minyak ke pasar global yang akan berimplikasi pada
jatuhnya perekonomian Amerika dan global (Bowman, 2008:79). Dalam usahanya
untuk menjaga stabilitas Teluk Persia Amerika Serika terus berusaha untuk
memerangi terorisme dan mencegah pengembangan senjata pemusnah masal di
Timur Tengah. Menurut Bowman (2008:79) terorisme dapat mengancam aliran
minyak di Teluk Persia melalui tiga cara yaitu dengan mengancam stabilitas
domestik,infrastrukturdanasetmaritimnegaranegaraTeluk.Pertama,terordari
para teroris mengakibatkan instabilitas pada negara negara yang memegang
peran vital dalam menghasilkan minyak. Contohnya Arab Saudi yang berperan
dalam menyediakan 14,9 persen dari impor minyak mentah Amerika, instabilitas
politik domestik Arab Saudi akan membahayakan akses Amerika Serikat sendiri.
Kedua,terkaitdenganinfrastrukturindustriminyaksepertipipakilangminyakdan
pabrik pengolahan minyak merupakan daerah yang rentan untuk diserang oleh
teroris.ContohnyaancamanAlQaedauntukmelakukanbombunuhdiridipabrik
pengolahanminyakAbqaiq.TerakhiradalahancamankelompokterorissepertiAl
Qaeda terhadap aset maritim Timur Tengah. Misalnya saja selat Hormuz yang
berperan sebagai gerbang transaksi minyak Timur Tengah dengan pasar global,
setidaknya 17 juta barel atau 2/5 minyak global diperdagangkan melalui selat
Hormuzsetiapharinya.NegarasepertiIranataukelompokkelompokterorisseperti
Al Qaeda bisa mengancam aliran minyak melalui Selat Hormuz atau saluran air
penting lainnya seperti Bab elMandab, yang menghubungkan Laut Merah dengan
TelukAdendanLautArab(Bowman,2008:79).
AmerikaSerikatjugaberusahauntukmemastikanbahwaaktoraktornegaradan
non negara di Timur Tengah tidak mengembangkan, mendapatkan atau
menggunakan senjata pemusnah massal (WMD) (Bowman, 2008:79). Contohnya

Kategori
geopolitikdangeostrategi(3)
GlobalisasidanStrategi(8)
MBPAsiaTenggara(1)
MBPAsiatimur(2)
MBPTimurTengah(11)
OrganisasiInternasional(8)
PemikiranPolitikBarat(1)
PendidikanKewarganegaraan(3)
PengantarGlobalisasi(11)
PengantarIlmuHubungan
Internasional(24)
PerbandinganPolitikLuarNegeri(4)
quotesofAmericanPoliticalSystem
(0)
RezimInternasional(12)
SistemPolitikAmerika(14)
StudiStrategiIndonesia(6)
TeoriHubunganInternasional(14)
Umum(0)

ArtikelTerbaru
DesainInstitusidalamOrganisasi
InternasionalsebagaiRationalChoice
paraAktor

saja pengembangan senjata nuklir Iran merupakan sumber ketakutan terbesar

LegitimasisebagaiSumberpower

AmerikaSerikat.Denganadanyapengembanganiniakanberpotensimenyebabkan
peningkatan agresivitas kebijakan luar negeri Iran dan lebih buruk lagi dapat

dalamOrganisasiInternasional

menciptakan perlombaan senjata nuklir regional dan akan meningkatkan


kemungkinanbahwateknologinuklirakandiambilaliholehkelompokterorisseperti

KonsepKepatuhandalamOrganisasi
Internasional

HizbullahatauAlQaeda.Denganadanyaaksesterhadapsenjatadanteknologinuklir
serta keahlian yang mencukupi akan meningkatkan kesempatan transfer teknologi
nukliryangdapatmengancamAmerikaSerikatdansekutunya(Bowman,2008:80).
Oleh karena itu Amerika Serikat harus meningkatkan kerjasama regional untuk
mengamankantitikstrategiskepentinganAmerika.
Dalam usaha untuk mewujudkan kepentingannya, Amerika lebih memilih untuk
menggunakan instrumen militer sebagai kekuatan utama untuk menguasai Timur

HubunganPrincipalagentdalam
OrganisasiInternasional
PengaruhKekuatanDomestik
terhadapKepatuhanNegaradalam
OrganisasiInternasional

Tengah. Terdapat beberapa periode yang menunjukkan semakin intensnya


intervensi militer Amerika di Timur Tengah. Periode selama Perang Dingin
intervensi militer Amerika tidak begitu terlihat, tujuan utama keberadaan militer
AS ini adalah untuk membendung pengaruh Uni Soviet di wilayah Timur Tengah
(Bowman,2008:80). Hal ini cukup berhasil, dibuktikan dengan terjalin hubungan
dekat antara AS dengan Arab Saudi (1933 sekarang) dan Iran (1953 1979)

ArtikelPopuler

(Bowman,2008:80). Akhirnya setelah serangan 9/11 2003 silam, Amerika


memimpin invasi ke Irak untuk menggulingkan pemerintahan Saddam Husein

PerdebatanInterparadigmadalam
TubuhNeoNeo

yangselanjutnyamengurangipasukanmiliterASdiArabSaudi.SaatinitercatatAS
mempertahankanlebihdari220.00tentara,pelautdanmarinirdiIrakdannegara

KonsepGeopolitikdanGeostrategidi

negaratelukArab(Bowman,2008:82).
Langkah agresif Amerika ini dinilai oleh para pengamat politik sebagai tindakan
yang tidak tepat dan justru akan memperkeruh konflik yang terjadi di Timur
Tengah. Pada dasarnya konflik dan instabilitas domestik yang terjadi di Timur
Tengah merupakan hasil akumulasi dari ketidakpuasan rakyat Timur Tengah akan
pemerintahan rezim yang menguasai saat ini. Hal ini sejalan dengan apa yang

BerbagaiKawasan:Indonesia,Eropa
danAsiaTimur
DinamikaPerkembanganHubungan
InternasionaldariMasakeMasa
SummaryWeek2TheEssenceofIR

diuraikan Anthony H. Cordesman (2011) bahwa ketidakstabilan politik Timur


Tengah disebabkan oleh buruknya sistem pemerintahan di Timur Tengah sendiri,
seperti elit pemerintah yang gagal memenuhi kebutuhan dan harapan bagi
masyarakat yang terus mengalami peningkatan populasi hingga menjadi tiga kali
lipat sejak tahun 1950 dan diperkirakan terus meningkat pada tahun 2050
(Cordesman, 2011: 2). Ditambah lagi dengan adanya masalah antara agama dan
kepercayaan terhadap elit politik. Pada kenyataannya sekulerisme pun gagal
membawa kesejahteraan bagi masyarakat MENA. Pemerintahan sekuler masih
tidakmampumemenuhikebutuhanmasyarakat,kesenjangansosialjustrusemakin

Pengunjung

137.127

terlihat, dan tidak mampu memberikan pelayan infrastruktur, pendidikan dan


pemerintahan yang layak sebagaimana yang diharapkan bagi pemerintahan yang
lebih terbuka. Kegagalan ini telah memicu pemerontakan yang dilakukan oleh
sektarian, etnis dan suku tertentu yang berpotensi memicu kekerasan sipil

FindmeonFacebook

(Cordesman,2011:4).
Ketidakpuasandankemarahanjugadiperkuatolehdampakhiperurbanisasiyang

MahritaIstIta

memperluasjurangkesenjanganantarapertumbuhanpesatdikotakotabesardan
kemiskinan di wilayah wilayah pinggiran. Di Arab Saudi misalnya, CIA
memperkirakan urbanisasi meningkat dari 8 persen pada tahun 1950 menjadi 85
persen pada tahun 2011 (Cordesman, 2011: 5). Selain itu konflik berkepanjangan
terjadi karena memang tidak adanya kesepakatan dalam diri masyarakat Timur
Tengah akan musuh bersama yang mereka hadapi. Keterbatasan pengetahuan
mereka tentang perkembangan politik dan demokrasi menjadikan mereka sulit
untuk menyatukan suara (Cordesman, 2011:6). Pendapat Cordesman ini pun
diaminkanolehBowman.BowmanberpendapatbahwasebenarnyaAmerikahanya
membutuhkan jejak militer minimal untuk melawan ancaman terhadap tiga
kepentinganutamanyadiTimurTengah.Pertama,untukmenjaminaksesminyakdi
Teluk Persia, Amerika seharusnya mempromosikan stabilitas dalam negeri dan
melindungiberbagaiinfrastrukturyangmendukungkelancaranproduksiminyakdi
Timur Tengah (Bowman,2008: 81). Intervensi pasukan militer konvensional hanya
akan memperburuk konflik internal Timur Tengah dengan mengobarkan
radikalisme dan pemberontakan rakyat terhadap kehadiran militer AS. Akan lebih
efektifapabilaAmerikamengambillangkahnonmiliteruntukmenjalinkerjasama
diTimurTengahsepertimelakukaninvestasidanmelakukanpembangunankearah
liberalismekonstitusionalsecarabertahapagarnegaranegaraTimurTengahlebih
mudah untuk dipersuasi yang pada akhirnya dapat mengurangi kemungkinan
ketidakstabilan domestik yang mengancam kepentingan Amerika (Bowman,2008:
8182).
Mengacupadapenjelasandiatasmakapenulisdapatmenyimpulkanbahwapotensi
strategis Timur Tengah telah menjadikan kawasan ini sebagai ladang intervensi
negaranegarabesarterutamaAmerikaSerikat.Tujuanutamadarinegarasuper
poweriniadalahuntukmengamankandanmenguasaiaksesterhadapminyakuntuk
memenuhikebutuhannegaratersebutakanminyak.Namun,kondisiTimurTengah
yang konfliktual berpotensi besar mengancam kepentingan Amerika dan negara
besar lainnya di Timur Tengah. Oleh karena itu Amerika sebagai negara yang
memiliki kepentingan besar di Timur Tengah mengambil langkah represif yang
mengdepankan penggunaan instrumen militer untuk menguasai Timur Tengah.
Namun kenyataannya langkah ini justru memperburuk kondisi politik Timur
Tengah yang ditandai dengan munculnya kelompok kelompok ekstrimis Islam
yang menolak keberadaan tentara Amerika melalui kekerasan. Langkah Amerika
yang represif ini dianggap oleh banyak pihak sebagai langkah yang tidak tepat,
keberadaan militer di Timur Tengah tidak akan berdampak positif terhadap usaha

CreateYourBadge

WhatTimeIsIt??

Amerika mewujudkan kepentingannya. Apa yang diperlukan Amerika saat ini


adalah usaha usaha non militer dan kerjasama regional yang mengedepankan
kepercayaan dan kerjasama di berbagai bidang. Hal ini penting dilakukan karena
pada dasarnya masyarakat Timur Tengah mengalami degradasi kepercayaan
terhadap elit politik yang dianggap gagal memenuhi kebutuhan mereka. Selain itu
pendekatan secara diplomatis melalui transfer informasi dan pengetahuan akan
menjadi langkah yang baik untuk memberikan pendidikan politik bagi masyarakat
TimurTengahagarmerekadapatlebihterbukadenganmodernitasdannilainilai
demokrasi.

REFERENSI

Bowman, Bradley L., 2008. "After Iraq : Future US Military Posture in the Middle
East",TheWashingtonQuarterly,31(2):7791
Cordsman, Anthony H. et al, 2011. "Arab Uprising and US Policy : What is the
AmericanNationalIntereset?",MiddleEastPolicy,18(2):128

TinggalkanKomentar
Nama

Email

Web

Komentar

tanpahttp://

VerificationCode :

Kirim

Blogroll

KomentarTerbaru

Arsip

HIUNAIR2012

bambanghariyonodiKonsep

June2011

GeopolitikdanGeostrategidi
UNAIR

BerbagaiKawasan:Indonesia,Eropa
danAsiaTimur
RulanFingkreuwdiDinamika
PerkembanganHubungan
InternasionaldariMasakeMasa
MahritadiPerdebatan
InterparadigmadalamTubuhNeo
Neo
NahidFadaqdiPerdebatan
InterparadigmadalamTubuhNeo
Neo
tutidiSummaryWeek2The
EssenceofIR

September2012