Anda di halaman 1dari 4

PUSKESMAS

WONOSOBO 1

Definisi

Tujuan
Kebijakan
4. Prosedur

PENCABUTAN GIGI PERMANEN


DENGAN ANESTESI INFILTRASI
No. Kode
:
SPO
Terbitan
:
No. Revisi
:
Tgl. Mulai
:
Berlaku
Halaman
:14

Disahkan oleh
Kepala Puskesmas Wonosobo
1

dr. Lilis Handayani Ujiati


NIP. 196903102002122003

Pencabutan gigi permanen dengan anestesi injeksi adalah tindakan


melepaskan gigi permanen dari socketnya di rongga mulut dengan anestesi
injeksi untuk rahang atas.
Anestesi adalah tindakan untuk menghilangkan seluruh sensasi rasa pada
tempat yang dituju.
Anestesi infiltrasi adalah cara anestesi dengan menginsersikan jarum / spuit
berisi larutan anestesikum tertentu ke dalam jaringan yang dituju untuk.
Sebagai pedoman kerja bagi dokter gigi dan perawat gigi dalam
melaksanakan pencabutan gigi permanen dengan anestesi infiltrasi.
Surat Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Wonosobo1 Nomor Y/VII/14/032
1.
Perawat gigi melakukan pemanggilan pasien,
2.
Dokter Gigi dan Perawat gigi melakukan pengkajian awl klinis pasien
sampai no 11 sesuai dengan SPO.
3.
Dokter gigi menentukan posisi kerja yang tepat,
4.
Dokter gigi melakukan pemeriksaan klinis menggunakan instrument
dasar,
Gigi mati dengan perkusi (-) palpasi (-) CE (-),
Sisa akar dengan perkusi (-) palpasi (-) CE (-),
Keadaan umum baik
5.
Dokter gigi menegakkan diagnosa,
Nekrosis (gangren) pulpa,
Radixes
6.
Dokter gigi menentukan rencana perawatan yaitu pencabutan gigi
dengan anestesi infiltrasi,
7.
Dokter gigi menjelaskan rencana perawatan yang akan dilaksanakan
kepada pasien sesuai dengan diagnosa,
8.
Dokter gigi mempersilahkan kepada pasien atau wali pasien untuk
mengisi dan manandatangani Informed consent,
9.
Dokter gigi melakukan desinfeksi sekitar gigi yang akan dicabut dan
area yang akan dianestesi dengan Povidon Iodida 2%,
10. Perawat gigi mengambil spuit dan mengisinya dengan zat
anestetikum
11. Dokter gigi menginsersikan jarum pada bagian bukal/labial dan
lingual/palatal dari gigi yang akan dicabut,
12. Dokter gigi melakukan aspirasi,
13. Dokter gigi mendeponirkan zat anestetikum,
14. Dokter gigi menginstruksikan pada pasien untuk menunggu 5 menit
untuk melihat reaksi anestetikum,
15. Dokter gigi menanyakan pada pasien apakah pipi/bibir/lidah sudah
terasa baal (teranestesi) atau belum,
16. Dokter gigi melakukan sondasi di sekeliling servik,
17. Dokter gigi memisahkan gigi dari gusi dengan bein,
18. Dokter gigi mengambil tang sesuai dengan gigi yang akan,

19.
20.
21.
22.
23.

24.
25.
26.
27.

28.
29.
30.
31.
32.

Dokter gigi melakukan aplikasi tang, yaitu menempatkan paruh tang


dengan baik,
Dokter gigi melakukan adaptasi tang yang dilanjutkan dengan
tekanan cengkeram,
Dokter gigi melakukan gerakan luksasi sambil ditarik ke arah
bukal/labial dan lingual/palatinal sampai gigi keluar dari soketnya,
Dokter gigi memeriksa alveolus untuk mengetahui ada tidaknya
jaringan patologis, fraktur, atau debris,
Dokter gigi memberi obat atau bahan untuk menghentikan
perdarahan (spon gelatin hemostatik) atau melakukan jahitan, bila
diperlukan,
Dokter gigi melakukan kompresi alveolus dengan tekanan jari,
Dokter gigi melakukan penekanan alveolus menggunakan kapas
dengan Povidon Iodida 2% di atas alveolus dan digigit oleh pasien,
Dokter gigi mencuci tangan,
Dokter gigi memberikan instruksi setelah pencabutan, yaitu :
Menggigit kapas selama 30 menit atau sampai darah berhenti
keluar,
Mengompres dingin pada pipi, kalau perlu diulang beberapa kali
(lamanya cukup 10 menit),
Jangan sering meludah dan berkumur,
Jangan makan di sisi yang baru dicabut,
Menghindari makanan dan minuman hangat atau panas, hindari
juga makanan dan minuman yang mengandung alkohol,
Jangan memegang atau mengkorek bekas luka,
Jangan melakukan gerakan menghisap atau menyedot (termasuk
merokok),
Minum obat yang diberikan dokter gigi sesuai aturan,
Bila perdarahan atau rasa sakit berlanjut, segera kembali ke dokter
gigi.
Dokter gigi memberikan Antibiotik dan analgetik sesuai dengan indikasi
(tidak selalu diberikan),
Dokter gigi mempersilahkan pasien mengambil obat di ruang obat,
Dokter gigi mempersilahkan pasien membayar .
Dokter gigi mendokumentasikan hasil pelayanan kesehatan gigi dan mulut
dalam rekam medis,
Perawat gigi mendokumentasikan hasil pelayanan kesehatan gigi dan mulut
di buku registar poli gigi dan mulut.

Diagram Alir

Referensi

6. Dokumen
Terkait

Distribusi

1. Buku Ajar Praktis Bedah Mulut. GW. Pedersen. 1996.


2. Kapita Selekta Kedokteran, Edisi ketiga, Jilid Pertama, Penerbit : Media
Aesculpius, FKUI, 2001.
1. Prosedur Kerja pelayanan klinik gigi dan mulut rawat jalan UPT Puskesmas
Wonosobo 1

2. Rekam medis
3. Blangko Resep
4. Register Harian
1. Dokter gigi
2. Perawat gigi

9. Rekaman historis perubahan


No

Yang dirubah

Isi Perubahan

Daftar Lampiran

Tgl.mulai
diberlakukan

: Surat Keputusan Kepala


UPTD Puskesmas Wonosobo 1

Nomor

:
:

Kabupaten Wonosobo
/
/PuskMjt/2013
April 2013

Tanggal

KEPALA UPTD PUSKESMAS


WONOSOBO 1

dr. Lilis Handayani Ujiati


NIP. 196903102002122003