Anda di halaman 1dari 8

BED SIDE TEACHING SORE

RHINITIS VASOMOTOR
TIM DINAS 3

DEFINISI

Rhinitis Vasomotor adalah subtipe dari


nonallergic rhinitis (NAR) yang tidak
berhubungan dengan alergi, infeksi, lesi
struktural, penyakit sistemik, atau
penyalahgunaan obat.

Gejala penyakit hidung kronis yang tidak


berhubungan dengan imunologi atau infeksi
sebagai penyebabnya dan biasanya tidak
terkait dengan eosinofilia.

Ditandai oleh hiperaktivitas hidung yang


menghasilkan gejala penyumbatan hidung,
rhinorrhoea, dan bersin, yang sering tidak bisa
dibedakan dari gejala hidung dari alergi rhinitis

Ketidakseimbangan saraf simpatis dan


parasimpatis, dengan hiperaktivitas
parasimpatis dan hipoaktivitas simpatis
mengakibatkan rhinorrhea dan hidung
tersumbat.

ETIOLOGI DAN
PATOFISIOLOGI

Neurogenik

Neuropeptide

Nitrit okside

Trauma

GEJALA KLINIK

Gejala sering dicetuskan oleh berbagai


raangsangan non spesifik

Gejala mirip rhinitis alergi; dominannya adalah


hidung tersumbat bergantian tergantung posisi
pasien, rinorrhea mukoid/serosa, jarang disertai
gejala pada mata, memburuk pagi hari saat
bangun tidur

Dibedakan menjadi :
1. golongan bersin
2. golongan rinorrhea
3. golongan tersumbat

DIAGNOSIS

Diagnosis penyakit ini ditegakkan berdasarkan gejala


persisten sepanjang tahun setelah pengecualian infeksi,
hormonal, obat, okupasi, kelainan anatomi atau
gangguan hidung, dan skin prick negatif untuk menilai
sensitivitas IgE-mediated terhadap aeroallergen relevan.

Cari faktor yang mempengaruhi timbulnya gejala

Rinoskopi anterior : edema mukosa hiduung, konka


bewana merah gelap/merah tua/pucat, permukaan
konka dapat licin/berbenjol-benjol (hipertrofi), sekret
mukoid/serosa bisa sedikit/banyak

Pemeriksaan lab : untuk menyingkirkan diagnosis alergi,


kadang bisa ada eosinofilia sedikit pada sekret hidung,
skin prick test -, dan kadar IgE spesifik tidak meningkat

TATALAKSANA
Hindari stimulus/faktor pencetus
Pengobatan simptomatis
Operasi
Neurektomi n.vidianus

TERIMAKASIH