Anda di halaman 1dari 34

PORTOFOLIO

CASE

Oleh : Ratna Sari


Pembimbing : dr. Netty N,
Sp.EM
dr. M. Wildan
K.

Tinjauan Pustaka

Anatomi

Definisi
Menurut definisi WHO, stroke adalah suatu tanda klinis yang
berkembang secara cepat akibat gangguan otak fokal (atau
global) dan gejala-gejala yang berlangsung selama 24 jam atau
lebih dan dapat menyebabkan kematian tanpa adanya
penyebab lain yang jelas selain vaskular

Klasifikasi
Berdasarkan patologi
anatomi dan penyebabnya
Stroke Iskemik :
Trombosis serebri
Emboli serebri
Hipoperfusi sistemik
Stroke Hemoragik
Perdarahan intraserebral
Perdarahan subaraknoid

Berdasarkan stadium/
pertimbangan waktu
Transient Ischemic Attack
(TIA)
Reversible Ischemic
Neurological Deficit (RIND)
Stroke in evolution /
Progressing Stroke
Completed stroke

Berdasarkan sistem
pembuluh darah
Sistem karotis
Sistem vertebro-basiler

Faktor Resiko
Faktor Resiko yang dapat
dimodifikasi

Faktor Resiko yang tidak


dapat dimodifikasi

Hipertensi

Usia

Diabetes Melitus

Jenis kelamin

Penyakit Jantung

Transient Ischemic Attack (TIA)

Ras/bangsa

Obesitas

Hereditas

Hiperkolesterolemia

Merokok

Alkohol

Stress

Penyalahgunaan Obat

Patofisiologi

Manifestasi Klinis Berdasarkan Penyebabnya

Manifestasi klinis berdasarkan lokasi lesi vaskuler

Diagnosis

Siriraj Score Stroke

SSS = (2,5 x kesadaran) + (2 x muntah) + (2 x sakit kepala)


+ (0,1 x tekanan darah
diastole) - (3 x atheroma) - 12
Skoring :
Kesadaran : compos mentis = 0, somnolen = 1, sopor/koma = 2
Muntah

: tidak ada = 0, ada = 1

Nyeri kepala

: tidak ada = 0, ada = 1

Ateroma : tidak ada = 0, ada = 1 (Diabetes mellitus, angina, claudicatio


intermitten).

Interpretasi hasil skor:


> 1 : Stroke hemoragik
< 1 : Stroke infark

Algoritma
Stroke
Gajah Mada

Pemeriksaan Penunjang

Penatalaksanaan Umum Stroke


Akut di Ruang Gawat Darurat

Penatalaksanaan Umum di
Ruang Rawat Inap

Penatalaksanaan Hipertensi
Pada Stroke Akut
TDS > 200 mmHg atau MAP > 150 mmHg, tekanan darah diturunkan secara
kontinyu dengan pemantauan tekanan darah setiap 5 menit.
Apabila TDS > 180 mmHg atau MAP > 130 mmHg disertai tanda peningkatan TIK,
lakukan pemantauan TIK. Tekanan darah dapat diturunkan dengan obat
antihipertensi intravena secara kontinyu atau intermiten dengan pemantauan
tekanan perfusi serebral 60 mmHg.
Apabila TDS > 180 mmHg atau MAP > 130 mmHg tanpa disertai tanda
peningkatan TIK, tekanan darah diturunkan secara hatihati dengan
menggunakan obat antihipertensi intravena kontinu atau intermiten dengan
pemantauan tekanan darah setiap 15 menit hingga MAP 110 mmHg atau tekanan
darah 160/90 mmHg. Penurunan TDS hingga 140 mmHg masih diperbolehkan.
Pada pasien stroke pendarahan intraserebral dengan TDS 150 220 mmHg,
penurunan tekanan darah dengan cepat hingga TDS 140 mmHg cukup aman.
Penanganan nyeri termasuk upaya penting dalam penurunan tekanan darah pada
penderita stroke pendarahan intraserebral

Komplikasi
Neurologik

Non neurologik

Edema otak (herniasi otak)

Tekanan darah meninggi

Infeksi Saluran Kemih

Bronkopneumonia

Hidrosefalus

Stress Ulcer

Ulkus Dekubitus

Higroma

Hiponatremia

Spasisitas

Disfagia

Disfungsi Kandung Kemih dan


Pencernaan

Depresi

Vasospasme (terutama
pada PSA)

Prognosis
Prognosis bergantung pada jenis stroke dan sindrom klinis stroke.
Kemungkinan hidup setelah menderita stroke bergantung pada
lokasi, ukuran, patologi lesi, ukuran, patologi lesi, serta usia pasien
dan penyakit yang menyertai sebelum stroke. Stroke hemoragik
memiliki prognosis buruk.

Ilustrasi Kasus

Identitas Pasien
Nama: Tn. S
Umur: 49 tahun
Nomor RM: 167606
Tanggal masuk RS: 19 Januari 2016
Alamat: Wonogondo, Kebonagung

Anamnesis
Keluhan utama : Penurunan kesadaran sejak 1 jam SMRS
Riwayat Penyakit Sekarang:
Pasien datang dengan penurunan kesadaran sejak 1 jam SMRS. Menurut
istri pasien, pasien mengalami penurunan kesadaran secara tiba-tiba.
Sebelumnya pasien habis dari kamar mandi, setelah dari kamar mandi
pasien diberi makan oleh istrinya, tak lama kemudian pasien muntahmuntah lalu lemas dan tidak sadarkan diri. Keluhan disertai dengan nyeri
kepala.
Menurut istri pasien, pasien baru pertama kali mengalami hal seperti ini.
Riwayat terjatuh dan kepala terbentur sebelum mengalami penurunan
kesadaran disangkal. Keluhan tidak disertai kejang dan tidak disertai
dengan pusing berputar.

Pemeriksaan Fisik

Status Generalis
Kepala: mata: konjunctiva anemis (-/-), sclera
ikterik (-/-)
Leher: JVP 5+2cmH2O
Thoraks:
Inspeksi : simetris
Palpasi
: massa (-), nyeri tekan (-), iktus
kordis tidak teraba
Perkusi

: sonor kiri dan kanan

Auskultasi Jantung: S1S2 tunggal, reguler,


murmur (-), gallop (-)
Auskultasi Paru : suara napas Vesikuler +/+,
Rhonki -/-, Wheezing -/-

Abdomen: Inspeksi
lembut

: datar,

Auskultasi: bising usus (+)


normal
Palpasi
: nyeri tekan (-),
massa (-), hepar/lien tidak
teraba
Perkusi : timpani (+) di
seluruh lapang abdomen
Ekstremitas: Akral hangat, edema
tungkai (-/-), CRT <2

Status Neurologis
Rangsang Meningen/Iritasi Radiks
Kaku Kuduk

: (-)

Test Brudzinski I : (-)


III : (-)
Test Kernig

Kuduk Kaku

: (-)

Brudzinski II

: (-)

: (>135/>135)

Fungsi Luhur : Sulit Dinilai

Brudzinski

Saraf kranial
N. V (Trigeminus)

N.I (Olfactorius)

Daya
pembau

Kanan

Kiri

Sulit dinilai

Sulit dinilai

Keterangan

Kanan

Kiri

Keterangan

Sulit dinilai

Motorik
Sensibilitas
Refleks kornea

(+)

(+)

Sulit dinilai
Sulit dinilai
Normal

N. VI (Abduscens)

N. II (Opticus)

Daya
penglihatan
Lapang
pandang
Pengenalan
warna
Ptosis

Kanan

Kiri

Keterang
an
Sulit dinilai Sulit
Sulit
Sulit dinilai dinilai
dinilai
Sulit dinilai Sulit
Sulit
dinilai
dinilai
Sulit
Sulit
Kanan
Kiri
Keterangan
dinilai
dinilai

Sulit dinilai

Bulat
Bulat
Normal, isokor
3 mm
3 mm
Normal

Sulit dinilai

(+)
(+)
Normal
(+)
(+)
Normal

N. III (Oculomotorius)
Pupil
Bentuk
Ukuran
Gerak bola
mata
Refleks pupil
Langsung
Tidak
langsung

N. IV (Trokhlearis)
Gerak bola
mata

Kanan

Kiri

Keterangan
Sulit dinilai
Sulit dinilai

N. VII (Fascialis)

Tic
Motorik
Sudut mulut

Kanan
(-)

Turun

Kiri
(-)

Normal

Mengerutkan
dahi
Mengangkat
alis
Plika
nasolabialis

Tidak
dilakukan
Tidak
dilakukan
Mendatar

Tidak
dilakukan
Tidak
dilakukan
Normal

Keterangan

Parese nervus VII


central dextra

N. VIII (Akustikus)

Kanan Kiri

Keterangan

Sulit dinilai

Gerak bola
mata
Strabismus

Kanan

Kiri

Keterangan

Pendengaran

Sulit
dinilai

Sulit
dinilai

N. IX (Glossofaringeus)

Arkus farings
Daya perasa
Refleks
muntah

Kanan

Kiri

Sulit
dinilai
Sulit
dinilai
(-)
Kanan

Sulit
dinilai
Sulit
dinilai
(-)
Kiri

Sulit
dinilai
Sulit
dinilai

Sulit
dinilai
Sulit
dinilai

N. X (Vagus)

Arkus farings
Dysfonia

N. XI (Assesorius)

Motorik
Keterang
an

parese
n. IX
Keterang
an

Kanan

Kiri

Keterangan

Motorik
Trof

Sulit
dinilai
Eutrofi

Sulit dinilai
Eutrofi

Eutrofi

Sensorik

N.XII (Hipoglossus)

Kanan

Kiri

Motorik
Trof
Tremor

Sulit dinilai Sulit dinilai


Sulit dinilai Sulit dinilai
Sulit dinilai Sulit dinilai

Keterangan

Refleks

Koordinasi

Vegetatif
Miksi: Menggunakan kateter
Defekasi: (-), sejak dirawat
di RS

Pemeriksaan Penunjang
EKG
Interpretasi EKG :
Irama: sinus (reguler), setiap
gelombang P diikuti kompleks QRS
Frekuensi: 114 x/menit (Takikardi)
Gel. P: normal, lebar <3 kk (<0,12 S)
Interval PR: normal, lebar 3-5 kk (0,12 S
0,2 S)
Gelombang QRS: normal, lebar 1-3 kk
Gelombang ST: sejajar garis isoelektrik
Gelombang T: normal

tinggi di lead precordial <10 mm/


10 kk

tinggi di lead ekstremitas < 5 mm/ 5


kk

Laboratorium
Pemeriksaa Hasil

Nilai

n
WBC

Rujukan
x 5.0 12.0

11.7

Lymph

10^3/uL

20.0 40.0

Mid

17.2 %

3.0 9.0

Gran

5.1 %

50.0 70.0

HGB

77.7%

12.0 15.5

RBC

13.8 g/dL

4.00 5.20

HCT

5.48

MCV

10^6/uL

82.0 95.0

MCH

42%

27.0 31.0

MCHC

76.7%

32.0 36.0

RDW-SD

25.1%

35.0 56.0

RDW-CV

32.8%

11.5 14.5

PLT

39.8 fL

150 450

x 35.0 49.0

Pemeriksaan

Hasil

Unit

Nilai normal

Kolestrol Total

235.0

mg/dl

113.0 - 197.0

Trigliserida

416.4

mg/dl

37.0 148.0

SGOT

39.2

U/l

15.0 40.0

SGPT

40.0

U/l

10.0 40.0

Ureum

31.4

mg/dl

13.0 43.0

14.69

mg/dl

6.10 20.10

1.27

mg/dl

0.90 1.30

102.2

mg/dl

74.0 106.0

BUN
Kreatinin
Glukosa
sewaktu

Diagnosis

Usulan pemeriksaan penunjang


CT Scan Kepala

Rencana Terapi