Anda di halaman 1dari 25

Motto Pegadaian

”menyelesaikan masalah tanpa masalah”


Sejarah Pegadaian
Eropa, Italia, Inggris dan Belanda
Indonesia, abad ke 19 dikembangkan oleh kolonial
Belanda, oleh sebuah bank, yaitu Bank Van Lening,
dimana memberikan pinjaman dengan jaminan barang
bergerak
Abad 20 pemerintah Hindia Belanda, berusaha
memonopoli pegadaian, dengan mengeluarkan
Staatsblad No. 131/1901. Mendirikan rumah gadai resmi
milik pemerintah, kemudian dirubah menjadi Dina
Pegadaian, sejak berlakunya Staatsblad No. 266/1960.
Badan Hukum Pegadaian
1960 Dinas Pegadaian
1969 Perusahaan Negara Pegadaian
1990 dari Perusahaan Jawatan menjadi Perum
Pegadaian (PP No. 10/1990 tgl. 10 April 1990)
Pegadaian sebagai LK Non Bank
Melakukan kegiatan penyaluran dana/pembiayaan,
yang didasarkan pada Hukum Gadai.

Secara legal dimonopoli : Perum Pegadaian, dengan


tujuan menyediakan sumber dana dengan prosedur
yang sederhana, untuk masyarakat menengah ke
bawah.

Mengurangi LK non formal / pengijon & rentenir.


Pengertian – Hk. Perdata Ps. 1150
Gadai adalah hak diperoleh seorang yang mempunyai
piutang atas suatu barang bergerak. Barang bergerak
tsb. diserahkan kepada orang yang berpiutang oleh
seorang yang mempunyai utang atau oleh seorang
lain atas nama orang yang mempunyai utang. Seorang
yang berutang tsb. memberikan kekuasaan kepada
orang berpiutang untuk menggunakan barang
bergerak yang telah diserahkan untuk melunasi utang
apabila pihak yang berutang tidak dapat memenuhi
kewajibannya pada saat jatuh tempo.
Struktur Organisasi
Dewan Direksi
Dewan Pengawas
Tugas Pokok Perum Pegadaian
Memberikan pinjaman kepada masyarakat atas dasar
Hk. Gadai, agar masyarakat tidak dirugikan oleh
kegiatan LK informal (lintah darat/pengijon), yang
cenderung memanfaatkan kebutuhan dana mendesak
dari masyarakat.

Misi Pegadaian  Sosial, sekalipun mengalami


kerugian, tetap memberikan pelayanan.
Sumber Dana
Pinjaman jk. Pendek dari sektor perbankan.
Pinjaman jk. Pendek dari pihak lainnya (rekanan, utang
pajak, biaya ymh dibayar, pendapatan diterima di muka)
Penerbitan obligasi (sd. 1994 jumlah penerbitan obligasi
sebesar Rp. 50 milyar).
Modal sendiri
- modal awal , kekayaan negara di luar APBN sebesar
Rp. 205 milyar.
- penyertaan modal pemerintah.
- laba ditahan
Penggunaan Dana
Kas & Dana Likuid
Pembelian & Pengadaan aktiva tetap dan inventaris
Kegiatan operasional (gaji, honor, perawatan alat)
Penyaluran dana (50% dari dana yang dihimpun)
Investasi (di bidang properti)
Produk & Jasa Perum Pegadaian
Pemberian jaminan atas dasar Hk. Gadai (4 bln).
Gol. A Rp.10.000-Rp.40.000 1,25% 91% 15 hari
Gol. B Rp.40.500-Rp.150.000 1,50% 89%
Gol. C Rp.151.000-Rp.500.000 1,75% 88%
Gol. D Rp.510.000-Rp.20 juta 1,75% 88%
Gol. D1 > Rp. 20 juta 1,75%

• Jasa penaksiran nilai barang

• Penitipan barang (surat berharga, perhiasan, barang


gudang)
Jasa lainnya :
- penjualan koin emas ONH
- Kredit Angsuran Sistem Gadai /Krasida
- Kredit Angsuran Fidusia (Kreasi)
- Kredit Serba Guna (Kresna)
- Galeri 24 (toko emas : emas yang tidak ditebus
pemiliknya)
Jenis Barang Gadai
Perhiasan (emas, berlian, perak, platina, mutiara,
batu mulia)
Kendaraan (mobil, motor, sepeda)
Barang elektronik (kamera, refrigerator, freezer, tape
recorder, radio, vedeo player, televisi)
Barang rumah tangga
Perlengkapan dapur & makan
Mesin-mesin
Textil
Barang lain yang bernilai
Prosedur Penaksiran
Barang Kantong
- HPP (Harga Pasar Pusat)
- Pedoman Harga dari Kantor Pusat
- Pengujian karatase & berat
- Nilai taksiran

Barang Gudang
- HPS (Harga Pasar Setempat)
- Pedoman Harga dari Kantor Pusat
- Nilai taksiran
Prosedur Pemberian Kredit
Prosedur Pelunasan

Nasabah (1) Kasir

(2)

(3) Petugas
penyimpan barang
Pelelangan
Masa pinjaman sudah jatuh tempo, tidak
diperpanjang dan jatuh tempo tidak ditebus/dibayar.

Barang yang dilelang, harganya lebih rendah dari


pinjaman yang diberikan. Kerugian ditanggung Perum
Pegadaian.

Barang yang tidak laku dijual, dibeli negara , dan


kerugian yang timbul ditanggung oleh Perum
Pegadaian.
Manfaat
Nasabah
- memperoleh kebutuhan pinjaman jk. Pendek.
- jasa penitipan barang
- jasa penaksiran perhiasan/karatase

Perum Pegadaian
- melaksanakan misi Perum Pegadaian , membantu
pembiayaan masyarakat menengah ke bawah.
- pendapatan pokok
- pendapatan jasa
- Laba dialokasikan : 55% dana pemb.semesta, 20%
cad.umum, 5% cad. Tujuan dan 20% dana sosial.
Pegadaian Syari’ah
Dasar Hukum (Al Qur’an (Al Baqarah 282-283, As-Sunah
dan Ijtihad.
Hakekat gadai adalah bentuk “ Muamalah”.
Pegadaian syari’ah dikenal dengan istilah RAHN, dimana
dalam opersionalnya menggunakan metode Fee Based
Income (FBI) atau Al Mudharabah.
Penerima gadai disebut Mutahim.
Menggunakan Akad Gadai Syari’ah dan Akad Sewa (Ijarah)
Akad Gadai Syari’ah, tidak dapat diperpanjang.
Akad Sewa didasarkan pada kesepakatan.
Aspek dalam Gadai Syari’ah
Aspek legalitas
Aspek permodalan
Aspek SDM
Aspek kelembagaan
Aspek sistem & prosedur
Aspek pengawasan
Istilah dalam opersional
gadai syari’ah
Rahin (orang yang menggadaikan barang)
Murtahin (petugas yang menahan barang)
Marhun (barang gadai)
Utang
Syarat Perjanjian Rahn
Syarat rahin & murtahin
Syarat marhun & utang
Kedudukan marhun
Risiko atas kerusahan marhun
Pemindahan milik marhun
Perlakuan bunga & riba
Pemungutan hasil marhun
Biaya pemeliharaan marhun
Pembayaran utang dari marhun
Hak murtahun atas harta peninggalan
Akad Rahn
Akad al-Qardul Hasan
untuk kredit konsumtif (rahin-fee-murtahin)

Akad Al-Mudharabah
untuk kredit modak kerja (sistem bagi hasil)

Akad Al-Bai’ Muqqoyyadah (QS. Muhammad 29)


untuk kredit produktif (mark-up)
Mekanisme Pembiayaan Rahn
Rahin Penaksir
(1)
(2)
Penetapan jumlah
Pinjaman

(3) Kasir
Mekanisme Pelunasan Rahn
Rahin Kasir
(1)
(2)
Informasi Pelunasan

(3) Marhun
Prospek Gadai Syari’ah
Strenght
- jumlah umat Islam
- Pinjaman Al Qardul Hasan sesuai kebutuhan
pembangunan ekonomi.
Weakness
- SDM & prasangka baik nasabah.
Opportunity
- perubahan sikap masyarakat
- perkembangan LKS
Threath
- dianggap fanatisme
- telah mengakar sistem bunga/konvensional.