Anda di halaman 1dari 36

9 October 2011 Tutor: Widita Rarasati Email: widita.rarasati@gmail.com

Ustream: http://www.ustream.tv/channel/widita-rarasati

Tutorial PengBis 4 Modul 5
Tutorial PengBis 4
Modul 5
UT Korea 2011
UT Korea 2011

©widitararasati 2011

TUJUAN Pembelajaran

1. Menyebutkan definisi dan ruang lingkup produksi

2. Mengidentifikasikan tipe proses produksi

3. Menyebutkan perbedaan karakteristik barang dan Jasa

4. Menyebutkan Klasifikasi Sistem Operasi Jasa

5. Mendeskripsikan pengertian dan komponen peramalan

6. Menjelaskan berbagai metode peramalan yang digunakan untuk memprediksi outpu

Kegiatan Belajar 1:

Produksi Barang dan Jasa

Produksi….?

Produksi kegiatan untuk menciptakan berbagai manfaat dari barang/jasa yang ditawarkan agar dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.

Manajemen Operasi Sebagi Suatu Sistem Produksi Manajemen Operasi: proses sistematis yang mengubah sumber daya (input) menjadi suatu barang (output).

Sistem Produksi Manajemen Operasi: proses sistematis yang mengubah sumber daya (input) menjadi suatu barang (output).

4 Prinsip Dasar Kebutuhan

Produk yang dihasilkan harus dapat memenuhi 4 dasar kebutuhan:

1. Manfaat Waktu

2. Manfaat Tempat

3. Manfaat kepemilikan

4. Manfaat Bentuk

Tipe-Tipe Sistem dan Proses Produksi

Process-Focused System sistem produksi yang digunakan untuk menghasilkan produk dengan volum kecil dan variasi tinggi (tdk terstandarisasi) sehingga sistem ini lebih terfokus pasa prosess produksinya. Contoh: barang2 seni, Furnitur

Product-Focused System (manufactur) sistem produksi yang digunakan untuk produk yang terstandardisasi dan dengan volume yang tinggi. Contoh Tekstil, Televisi, dsb.

Tipe Produksi Manufactur & Jasa

Manufacture:

a. Proses Analitik proses produksi yang menisahkan sumber daya menjadi beberapa komponen (perusahaan minyak)

b. Proses sintetik mengabungkan beberapa bahan baku untuk memproduksi sebuah produk jadi.

Jasa:

a. Produksi dengan intensitasi kontak tinggi tingkay kontak pelanggan di mana pelanggan menjadi bagian dari sistem selama jasa disampaikan

b. Produksi dengan intensitas kontak rendah tingkat kontak pelanggan dimana pelanggan tidak perlu menjadi bagian dari sistem untuk dapat menerima jasa tersebut

Perbedaan Barang & Jasa

Perbedaan Barang & Jasa
Perbedaan Barang & Jasa

Klasifikasi Sistem Jasa

Jasa dapat dikelompokan menjadi 4 kategori (baumol):

Stagnant personal service membutuhkan kontak langsung dengna konsumen. C/o. rias kecantiakan, konsultan psikiatri, potong rambu, Substituable Personal Service miliki karakter yang hampir sama dengan stagnan personal service, tp karena ada kemungkinan jasa ini digantikan oleh teknologi (PRT, Akuntan, Pengacara) Progressive Service memiliki dua komponen, sedikit tenaga kerja (penguarangn biaya); banyak tenaga kerja . Co. Siaran Radio, Komputasi, riset & pengembangan) Explosive Service tidak ada kontak antara konsumen dengan Tenaga kerja. Co. Telekomunikasi, Telepon

& pengembangan) Explosive Service tidak ada kontak antara konsumen dengan Tenaga kerja. Co. Telekomunikasi, Telepon

Perbedaan Operasi Jasa dan Barang manufactur

Jasa:

terfokus pada kinerja; terfokus pada proses pengoperasiaan

Manufactur:

Terfokus pada output yang dihasilkan; terfokus pada hasil akhir

KEGIATAN BELAJAR 2:

Perencanaan Operasi: Prediksi Outpu

Peramalan Prediksi (forcasting) Permintaan

Komponen-komponen peramalan (forcasting) Jangka Waktu, Keberadaa Pol, Sejumlah variable yang berkaitan. Pola-pola yang mengikuti forecast:

- Trend: pergerakan naik atau turunnya permintaan dalam jangka waktu panjang

- Siklus: pergerakan naik-turun yang berulang di dalam permintaan jangka waktu yang panajng

- Pola Musiman: pergerakan naik-turun yang terjadi secara berulang di dalam sebuat trend dan terjadi secara periodik

Metode Peramalan (Forecasting) (1)

Time Series

mengasumsikan bahwa apa yang telah terjadi di masa lalu akan terus terjadi dimasa depan

- Moving average

menggunakan beberapa nilai masa lalu dalam mengembangkan forecast.

- Simple Exponensial Smoothing

suatu metode rata2 yang bereaksi lebih kuat terhadap perubahan permintaan terbatu

Metode Peramalan (Forecasting) (2)

Metode Sebab-Akibat (Causal Method) Model matematika yg dikembangkan antara permintaan dan beberapa faktor lain yang menyebabkan adanya perilaku permintaan. Ketika permintaan menunjukan trend sepanjang waktu, model regresi kuadrat atauliner dapat digunakan untuk forecast. Penyesuaain dengan Musiman (seasonal adjustment)

Dicari dengan mengalikan hasil forecast dengan faktor musiman

Keakuratan Peramalan (forecast)

forecast error: variasi terhadap data aktual

- Mean Absoulute Deviation (MAD) perbedaan absolut rata2 antara forecast dan ata aktualnya. Semakin rendah nilai MAD semakin akurat forecast tersebut

- Mean Absolut Percentage Deviation (MAPD) Kesalahan abslut yang disajikan sebagai persentse dari permintaan . Semakin kecil nilai persentasi MAPD semakin akurat forcast

- Cummulative error jumlah kumulatif dari kesalahan-kesalahan forecast. Semakin besar nilai (E) semakin besar kesalahan forcast

- Average error atau Bias merupakan rata-rata per periode dari kesalahan kumulatif. Semakin besar nilai Average error semakin besar kesalahan Forecast.

KEGIATAN BELAJAR 3:

Perencanaan Operasi:kapasitas, Lokasi, layout, Kualitas, dan Metode

Faktor yang mempengaruhi Strategi penyusunan

Perkiraan Permintaan Biaya Perilaku Asing Strategi Bisnis Pengaruh International

Perencanaan kapasitas

Perencanaan kapasitas untuk Produksi Barang memastikan bahawa kapasitas manufacture perusahaan sedikit melebihi permintaan normal akan produk tersebut.

Perencanaan Kapasitas untuk Produksi Jasa Jika proses operasi yang kontak dengan konsumennya rendah, penetapan kapasitasnya berdasarkan permintaan rata-rata Proses operasi yang kontak dengan konsumennya tinggi, perencanaan kapasitas harus memenuhi permintaan puncak.

Perencanaan Lokasi

Perencanaan Lokasi untuk Produksi Barang dipengaruhi oleh perkiraan jarak perolehan bahan baku dan pasar, ketersediaan tenaga kerja, energi, biaya transport, regulasi, dsb

Perencanaan Lokasi untuk Produksi Jasa Low Contact Process: jasa dapat diletakkan mendekati sumber daya input, tenaga kerja atau ketersediaan transportasi. high contact process: meletakannya dekat dengan pelanggan yang menjadi bagian dari sistem jasa tersebut

Perencanaan Lay Out (1)

Produksi Barang layout fasilitas untuk memproduksi barang dapat direncanakan dalam 3 tipe yang berbeda yaitu, fasilitas produksi, non-produksi dan pendukung. Beberapa alternative layout:

- Process layout layout yang disusu utnuk pekerjaan yang special, dimana perlengkapan dan orang-orang disusun berdasarkan fungsinya masing-masing

- Cellular layout layout yang digunakan ketika

keluarga produk mengikuti tahapan atau jalan yang sudah tetap

- Product layout layout yang peralatan dan orang-

orangnya disusun untuk memproduksi satu tipe produk dalam tahapan yang tetap dan disusun berdasarkan persyaratan produksinya

Perencanaan Lay Out (2)

Produksi Jasa Low Contact Process: Facilitas yang ada sebaiknya disusun untuk meningkatkan produksi jasa High Contact Process: Sebaiknya disusun untuk memenuhi kebutuhan dan harapan dari pelanggan

Perencanaan Kualitas

Kualitas jumlah total dari fitur dan karakteristik dari produk barang atau jasa yang memiliki kemampuan untuk memuaskan kebutuhan

Manajer harus selalu berlandaskan pada tujuan kualitas perusahaan sehingga perencanaan operasi yang lengkap harus memastikan bahwa produk yang diproduksi memenuhi standar kuaitas perusahaan

Perencanaan metode

Produksi Barang Manajer dapat menggunakan diagram alur process (process flow chart) pada umumnya digunakan untuk membantu mengorganisir dan mencatat semua informasi

Produksi Jasa low Contact Process: menggunakan metode Service flow Anaysis metode untuk menganalisis jasa dengan memperlihatkan aliran proses yang terlibat dalam sistem High Contact Process : mengembangkan prosedur yang menjelaskan cara yang paling efisien interaksi antaarpekerja dengan pelanggannya.

KEGIATAN BELAJAR 4:

Penjadwalan dan Pengawasan Operasi

Penjadwalan Operasi

Produksi Barang Jadwal Produksi Master (Master Production Schedule):

berisi produk apa yang akan diproduksi, kapan, dan sumber daya apa yang akan digunakan dalam produksi. Jadwal Produksi Mingguan atau harian: menggunakan informasi yang datang dari pelanggan dan di update setiap hari

Produksi Jasa Low Contact Process: Jadwal kerja sebaiknya didasarkan pada tanggal penyelesaian atau waktu pesanan tiba High Contact process: Penjadwalan dilakukan dengan mengakomodasi keinginan dan kebutuhan pelanggan

Pengawasan Operasi

Manajemen material (Material Manajement)

Faktor penting dalam manajemen material:

- Transportasi, Gudang (warehousing), Pembelian, pemilihan Supplier, Pengendalian Persediaan

Pengawasan Process Operasi (operation process control)

- Worker Training, karyawan dapat dilatih dan dimotivasi untuk melayani pelanggan dengan lebih baik

- Just in Time, metode produksi yang membawa seluruh material dan bagian lainnya pada saa dibutuhkan di setiap tahapan produksi

- Material Requirement Planning (MRP), mencapa material yang disampaikan dalam jumalh yang tepat - Quality Control , proses manajemen produksi yang di desain agar barang dan jasa memenuhi standard kualtas yang telah ditetapkan.

Masalah dalam Pengawasan Operasi Jasa

Jasa tidak terstandard (customization) Jasa sangat bervariasi maka penjadwalan merupakan hal yang sulit bahkan tidak mungkin dilakukan Masalah penjadwalan pada jasa dapat diperbaiki dengan mengurangi kontak dengan pelanggan Jasa tidak dapat disimpan karaktersitik ini menyebabkan banyak terjadi kesia-siaan Jasa membutuhkan keterlibatan dengan pelanggan.

KEGIATAN BELAJAR 5:

Manajemen Kualitas dan Produktivitas

Produktivitas & Kualitas

Produktivitas pengukuran kinerja perekonomian, dengan membandingkan jumlah yang kita produksi dengan sumber daya yang kita gunakan untuk memproduksinya

Kualitas kecukupan produk dalam memenuhi kegunaannya

Cara memonitor kualitas

Statistical Process Control prosedur statistik yang mengunakan control charts dalam pengecekan proses produksi untuk melihat apakah ada bagian didalamnya yang tidak berfungsi secara benar. Ukuran-ukuran Kualitas Kualitas produk dapat dievaluasi dengan mengunakan atribut produk maupun dengan ukuran variable. Contoh. Atribut prouduk, Warna, lapisan permukaan, rasa, dan baunya; Ukuran Varible karakeristik produk yang diukur pada skala kontinu, sepeti panjang, lebar, berat, volum, dan waktu

Alat-alat pengendalian produksi

Control Chart grafik yang secara visual menunjukan apakah hasil sample berada dalam batas pengendalaian statitik.

4

Control Charts yang umum digunakan: Mean Control Charts an Range Control Chart, p-charts control & C- charts

4

control charts tersebut mempunya persamaan karakter yaitu, sama2 memiliki garis tengah yang mengindikasikan proses rata-rata

Control Chart untuk Atribut (1)

p-Chart control mengunakan proporsi item-item yang rusak di dalam suatu sample statistik

item-item yang rusak di dalam suatu sample statistik n = ukuran (jumlah) sample UCL = Batas
item-item yang rusak di dalam suatu sample statistik n = ukuran (jumlah) sample UCL = Batas
item-item yang rusak di dalam suatu sample statistik n = ukuran (jumlah) sample UCL = Batas
item-item yang rusak di dalam suatu sample statistik n = ukuran (jumlah) sample UCL = Batas
item-item yang rusak di dalam suatu sample statistik n = ukuran (jumlah) sample UCL = Batas
item-item yang rusak di dalam suatu sample statistik n = ukuran (jumlah) sample UCL = Batas
item-item yang rusak di dalam suatu sample statistik n = ukuran (jumlah) sample UCL = Batas

n = ukuran (jumlah) sample UCL = Batas pengendalian atas (upper limit control) LCL = Batas pengendalian bawah (lower control limit)

Control Chart untuk Atribut (2)

c-Chart Control Digunakan ketika tidak memungkinkan untuk menghitung proporsi kerusakan dan jumlah aktual kerusakan yang di ambil sample.

Digunakan ketika tidak memungkinkan untuk menghitung proporsi kerusakan dan jumlah aktual kerusakan yang di ambil sample.
Digunakan ketika tidak memungkinkan untuk menghitung proporsi kerusakan dan jumlah aktual kerusakan yang di ambil sample.

Control Chart untuk Variable

Menggunakan variable yang kontinuyang merefleksikan pengukuran terhadap berat, volume. 1. Mean Chart setiap waktu sample diambil, rata2 sample dihitung dan diplot pada chart 2. Range Chart range: perbedaan antara nilai terbesar dan terendah dalam suatu sample

Total Quality Manajemen

TQM menekankan peranan dominasi manajemen puncak untuk mengarahkan usaha-usaha yang berkualitas:

- semua karyawan harus fokus & Bertanggung jawab terhadap kualitas

- melakukan pengingkatan kualitas secara kontinu

- Kualitas adalah poin utama dari semua fungsi

- Kualitas adalah masalah strategik