Anda di halaman 1dari 26

TUGAS PERENCANAAN SALURAN IRIGASI PERKOTAAN

D I K E R J A K A N

Oleh :

Nama Npm

: Rina Firlia Sari Tobing : 070310035

JURUSAN SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS KATOLIK ST. THOMAS MEDAN SUMATERA UTARA 2009/2010

IDENTIFIKASI DRAINASE PERKOTAAN DAN GENANGAN DI KELURAHAN SETIA BUDI

a. Latar Belakang Kebutuhan akan sistem drainase yang baik dan aman saat ini yang semakin mendesak seiring dengan perubahan iklim yang cukup signifikan. Permasalahan yang dihadapi adalah bagaimana cara menciptakan suatu sistem drainase yang penanganannya secara tepat dan aman. Daerah ini merupakan daerah yang rawan banjir ketika hujan, walaupun drainase pada daerah ini telah ada. Untuk itu perlu suatu evaluasi terhadap sistem drainase agar banjir dan genangan air tidak terulang lagi. Kondisi geologi yang sesuai akan memungkinkan terjadinya limpasan yang sesuai dengan kapasitas dari drainase yang ada. Namun hal tesebut di atas bukanlah indikator sepenuhnya didalam mengevaluasi sistem drainase. Perilaku masyarakat ataupun penduduk yang kurang peduli dengang lingkungannya. Berdasarkan penyelidikan ke daerah ini, sepanjang drainase yan ada lebih banyak yang sudah tertumpuk oleh sampah yang dapat menghambat aliran di dalam drainase yang mengakibatkan terjadinya genangan dan banjir. Juga karena daerah ini merupakan daerah yang mengarah ke lautan maka tidak tertutup kemungkinan adanya banjir dari daerah yang lebih tinggi karena sistem saluran yang bermasalah juga. Akibat adanya banjir dan genangan ini, maka sering sekali pada musim hujan (banjir dan genangan) peduduk terserang berbagai penyakit, seperti : deman, diare, flu, dll yang dapat menurunkan sumber daya manusia dan juga menghambat perekonomian daerah ini. Berdasarkan hal hal di atas, maka penulis melakukan evaluasi sistem drainase untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bersih.

b. Maksud dan Tujuan Maksud dari pengamatan ini adalah untuk mengidenfikasi dan mengevaluasi faktor faktor yang mempengaruhi sistem drainase yang layak dan aman. Tujuan dari pengamatan ini adalah untuk merencakan pola aliran (sistem drainase), dimensi drainase yang mampu menampung limpasan sehingga memberikan jaminan secara teknis kepada penduduk bebas dari genangan dan banjir.

c. Permasalahan Permasalahan yang dihadapi penulis adalah : a. Mendapatkan data data sebagai indikator ataupun parameter didalam mengevaluasi sistem drainase ini yang cukup sulit, misalnya data klimatologi, dimensi saluran secara tepat karena sedimen dan sampah yang terlalu banyak, dll. b. Sistem drainase ke sistem berikutnya juga yang bermasalah. c. Perilaku dan karateristik penduduk yang majemuk dengan latar belakang yang berbeda beda, hal ini jelas dengan masih banyaknya rumah yang belum memiliki tempat sampah sementara.

d. Hypotesis Dengan melakukan pengamatan, penulis memiliki paradigma bahwa yang menyebabkan banjir dan genangan adalah karena banyaknya sampah di saluran drainase dan sedimen yang terlalu tebal yang dapat mengurangi dimensi saluran (mengurangi kapasitas), badan sungai sebagai sistem selanjutnya dari sistem ini yang sudah rusak (misalnya dijadikan daerah pemukiman). Sejauh ini penulis masih berpendapat bahwa penyelesaian banjir dan genangan ini adalah dimensi dari saluran drainase ini tidak terganggu (bebas sampah dan sedimen yang terlalu tebal).

e. Pembatasan Masalah Untuk mencapai maksud dan tujuan dari pengamatan ini serta kompleksnya permasalahan yang ada maka penulis dalam hal ini membatasi permasalahan sebagai berikut : 1. Pengamatan dilakukan adalah dari segi dimensi drainase untuk menampung debit banjir atau debit rencana berdasarkan data meterologi dan klimatoligi yang ada. 2. Evaluasi dilakukan sampai ke sistem drainase besar tanpa menimbulkan masalah yang baru di dalam sistem yang lebih besar tersebut. Evaluasi sistem besar

dilakukan secara visual saja, misalnya apakah adanya tumpukan sampah di saluran atau sedimen yang signifikan. 3. Hasil analisis dan evaluasi terhadap sistem drainase dimaksudkan untuk mempelajari dan mencari hubungan serta pengaruhnya terhadap lingkungan.

f. Metodologi Pengamatan

Data Lapangan

Pengumpualan Data

Data Klimatologi, topograpi, dan demografi.

Dimensi dan bentuk saluran (termasuk pengurangan kapasitas saluran akibat sedimen dengan debit limpasan saat ini), keadaan sosial setempat, land use.

Analisis Data

Kesimpulan

Penaksiran Pola Hujan Pola hujan pada suatu daerah pengaliran dapat diketahui besarannya dengan cara menganalisis data hujan dari satu ataupun sekumpulan alat penangkap hujan. Ada beberapa metode yang umum dipakai dalam menganalisa besar hujan pada suatu daerah pengaliran dimana metode-metode tersebut: Metode rata-rata aljabar Metode ini dipakai untuk daerah pengaliran yang relatif datar dengan jumlah post penangkap hujan cukup banyak dan post penangkap hujan ini tersebar merata pada seluruh daerah pengaliran serta hasil pengamatan antara post pengamatan hujan dengan post lain memberikan hasil yang tidak jauh beda metode ini adalah metode yang paling sederhana dalam menganalisa besar curah hujan dari suatu daerah pengaliran, curah hujan suatu daerah pengaliran dapat dihitung dengan menggunakan formula :

Menghitung aliran limpasan permukaan dengan Metode Rasional Beberapa asumsi dasar untuk menggunakan formula Rasional adalah sebagai berikut (Wanielista 1990) : a. Curah hujan terjadi dengan intensitas yang tetap dalam satu jangka waktu tertentu, setidaknya sama dengan waktu konsentrasi. b. Limpasan langsung mencapai maksimum ketika durasi hujan dengan intensitas yang tetap, sama dengan waktu konsentrasi. c. Coefisien run off dianggap tetap selama durasi hujan. d. Luas DAS tidak berubah selama durasi hujan. Q = 0,278C.I.A Dimana : Q C I A = Debit Limpasan yang terjadi (m3/det) = Koefisien Limpasan = Intensitas Curah Hujan (mm/Hari) = Luas genangan Banjir (m2/Ha)

Dengan : A = 2500 m2 C =Harga C untuk atap rumah =1,0 ; lapangan rumput = 0,3 dan tempat parkir = 0,9 Kriteria perencanaan : kecepatan air minimum di dalam saluran adalah 1,5 m/s agar pasir dan sampah dapat terbawa.

Untuk luas daerah pengaliran 80Ha QSR = 0.278CIA Dimana : QSR C I A = Debit Aliran Limpasan Permukaan (m3/det) = koefisien aliran limpasan permukaan (surface runoff coefficient) yang besarnya didasarkan kepada kondisi tataguna lahan. = koefisien sebaran hujan yang terjadi = intensitas hujan (mm/jam) = luas daerah yang diduduki sebaran hujan (km2/Ha)

Perhitungan nilai tc a. Menurut KERBY tc =

* +

dimana : n = koefisien kekasaran permukaan saat aliran limpasan terjadi menurut KERBY Lo = Panjang Aliran Limpasan yang terjadi diatas permukaan yang dihitung dari saat hujan pertama sekali menyentuh permukaan hingga mencapai drainase So = kemiringan permukaan dimana aliran limpasan terjadi.

b. Menurut IZZART Formula yang dikemukakan dibatasi hanya untuk permukaan yang panjang alirannya pendek. Dan lintasan permukaan dimana aliran terjadi mempunyai gradient kemiringan yang konstan serta landai (aliran permukaan bersifat Laminair) maka nilai tc dapat dihitung : Dalam satuan British tc =
( )( )

dimana : Lo b = Panjang Aliran Limpasan permukaan (ft) =

dimana : Cr So = koefisien hambatan permukaan = Gradien permukaan aliran limpasan


( )

Dalam satuan Metrik tc =

DATA CURAH HUJAN POS PENGAMATAN


Tgl. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 JAN 48 15 0 0 5 0 1 2 17 4 9 0 1 PEB 0 42 8 10 34 75 18 0 12 2 1 0 MAR 6 0 0 6 9 4 30 2 6 4 2 0 0 1 2 0 3 6 APR 9 0 23 5 1 6 0 0 0 15 MEI 5 9 50 0 0 17 6 5 1 1 26 0 55 1 2 0 2

: STASIUN 1
AGU 7 30 0 0 25 4 6 32 3 15 0 22 8 4 0 6 21 3 11 18 24 SEP 11 0 40 3 1 10 2 1 3 0 5 81 37 1 3 5 0 7 0 57 OKT 13 52 14 0 0 8 26 15 0 6 1 14 27 3 2 21 1 1 NOP 0 0 1 2 27 19 9 22 25 5 4 2 20 61 18 74 44 0 0 2 12 DES 39 0 2 2 8 31 1 17 1 1 4 22 0 0 22 5 -

BULAN JUN JUL 83 1 13 19 20 0 0 6 15 1 10 49 0 39 23 0 10 11 0 24 3 49 30 1 0 0 8 4 -

DATA CURAH HUJAN POS PENGAMATAN : STASIUN 2

Tgl. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31

JAN 0 17 2 19 4 0 18 36 25 7 1 22 2 0 0 49 -

PEB 0 2 0 0 0 0 0 0 49

MAR 6 6 11 12 13 0 0 29 23 17 0 5 5 0 -

APR 4 8 0 0 6 0 0 3 0 4 0 43 0 0 3

MEI 0 5 0 31 0 0 10 0 0 3 -

BULAN JUN JUL 0 0 24 20 28 3 0 0 0 0 0 7 4 32 0 18 32 0 45 0 0 0 0 27 33 -

AGU 12 0 16 1 6 10 8 -

SEP 6 4 0 0 35 10 10 12 8 0 7 11 28 4 0 9 0 25 21 22 -

OKT 4 4 0 0 8 45 0 103 22 19 27 0 9 9 0 -

NOP 25 0 15 1 17 8 17 25 0 28 0 1 19 6 3 18 17 0 -

DES 0 41 3 6 2 21 0 0 19 4 0 6 42 97 61 -

DATA CURAH HUJAN POS PENGAMATAN


Tgl. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 JAN 0 18 0 10 8 9 0 2 2 0 2 0 7 34 PEB 3 1 0 1 1 3 2 0 3 9 3 MAR 4 3 2 14 7 29 1 3 0 2 3 33 3 APR 7 3 0 10 36 30 2 5 12 1 2 0 0 2 37 MEI 0 0 0 11 1 0 0 37 96 2 -

: STASIUN 3
AGU 0 15 46 0 12 0 8 17 6 1 89 0 7 0 25 55 SEP 4 1 0 5 1 106 2 2 55 27 0 51 86 1 1 0 0 23 OKT 1 2 0 1 1 62 5 1 2 11 0 10 8 0 3 0 2 2 NOP 20 22 45 0 39 4 10 8 1 4 34 1 2 3 9 0 22 0 35 8 1 DES 0 1 7 2 1 2 35 19 1 14 2 2 4 6 5 7 10 14 2 0 11 11 -

BULAN JUN JUL 4 1 10 3 0 37 0 22 2 45 14 13 8 16 1 23 0 1 20 80 50 0 30 16 8 0 3 -

DATA CURAH HUJAN POS PENGAMATAN


Tgl. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 JAN 9 0 20 19 34 0 0 5 9 1 9 2 0 4 1 11 PEB 2 11 6 0 1 1 3 4 1 0 0 0 2 1 MAR 1 0 1 0 1 1 1 1 0 2 5 APR 20 0 151 0 18 0 3 69 0 2 15 18 0 5 4 MEI 0 2 13 8 3 2 13 78 10 69 6 0 3 2 0 11

: STASIUN 4
AGU 21 0 4 13 4 0 4 17 2 4 34 1 4 0 3 34 SEP 8 0 0 22 51 18 6 1 33 5 3 10 0 4 19 0 26 25 52 18 14 34 0 1 OKT 1 13 2 7 4 21 16 4 3 42 4 4 26 5 0 8 0 32 5 24 9 5 11 0 20 4 5 7 NOP 61 0 1 3 10 1 22 0 4 4 1 0 6 1 18 1 96 1 DES 0 22 0 2 0 13 0 22 10 15 13 10 74 5 1 0 1 0 0 3 -

BULAN JUN JUL 1 0 0 9 12 0 8 7 0 12 0 92 49 6 4 0 60 15 11 20 0 2 0 31 22 1 2 0 35 3 1

DATA CURAH HUJAN POS PENGAMATAN : STASIUN 5


Tgl. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 JAN 0 0 0 0 68 7 2 2 12 6 1 53 PEB 0 0 0 0 0 MAR 0 44 12 5 4 57 6 27 44 5 4 APR 1 8 84 15 0 1 42 15 6 12 MEI 63 51 26 5 0 9 51 17 16 12 21 6 15 1 8 26 BULAN JUN JUL 16 0 7 5 24 3 46 0 2 1 64 3 6 7 0 3 88 4 43 66 0 7 29 11 4 51 1 3 7 AGU 17 5 32 5 8 2 25 0 14 54 SEP 1 5 4 19 2 0 8 5 0 6 0 0 34 68 8 2 0 338 88 3 OKT 12 3 0 29 422 1 84 3 4 2 24 15 4 13 8 11 3 0 2 2 8 NOP 14 17 3 1 4 6 5 4 2 22 74 84 5 6 88 8 0 0 7 27 7 22 1 18 DES 33 0 10 74 5 1 0 1 3 10 74 -

DATA CURAH HUJAN POS PENGAMATAN


Tgl. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 JAN 0 0 0 0 68 0 7 2 2 0 0 12 6 1 53 PEB 0 0 1 4 0 0 2 0 0 MAR 3 12 1 6 4 6 20 5 4 APR 3 15 1 0 0 6 15 6 12 MEI 0 15 0 0 20 12 5 0 0 9 6 4 6 15 1 8 13 -

: STASIUN 6
AGU 12 0 2 32 4 2 2 7 2 14 24 0 0 SEP 3 0 0 11 0 10 3 2 0 0 10 0 0 1 OKT 4 1 3 1 3 6 8 5 6 10 0 0 20 5 NOP 5 0 3 1 8 84 15 1 1 DES 0 0 11 73 50 4 0 5 1 7 3 0 0

BULAN JUN JUL 4 3 37 16 2 4 13 2 10 0 0 23 15 1 11 80 0 0 30 16 20 -

DATA CURAH HUJAN POS PENGAMATAN : STASIUN 7


Tgl. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 JAN 0 0 1 3 6 8 5 0 6 12 0 6 1 53 PEB 5 3 2 1 0 0 4 15 4 0 0 0 20 6 MAR 5 0 0 10 53 9 3 1 4 2 4 1 1 APR 21 1 5 3 12 MEI 7 6 5 3 0 0 0 4 3 26 10 0 0 1 3 BULAN JUN JUL 0 0 0 20 10 5 1 5 0 6 0 0 10 15 23 0 0 5 16 23 0 0 0 AGU 10 24 0 0 1 8 10 0 3 0 0 SEP 0 15 5 10 3 0 0 1 20 15 0 4 OKT 2 13 8 3 2 13 78 10 69 6 3 2 11 NOP 0 0 15 30 0 10 0 5 7 6 0 9 15 11 10 0 0 3 DES 3 0 0 15 1 0 0 6 0 0 15 6 12 v

DATA CURAH HUJAN POS PENGAMATAN


Tgl. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 JAN 1 0 0 15 13 5 4 0 0 25 10 0 0 PEB 0 0 10 4 20 11 0 12 1 6 4 0 0 MAR 1 0 0 5 0 0 3 0 0 3 1 6 23 10 5 0 0 APR 0 0 0 0 3 MEI 15 2 3 0 6 0 5 0 8 3 2 13 78 10 69 6 0 3 0 0 10 -

: STASIUN 8
AGU 15 3 3 69 0 0 2 15 0 0 18 0 SEP 0 0 3 2 13 78 10 69 6 3 2 OKT 30 0 15 2 0 3 2 22 0 11 0 5 20 2 3 15 0 0 NOP 15 3 0 4 0 5 25 10 11 15 20 0 0 2 6 1 0 DES 7 6 5 3 4 0 0 3 26 10 1 3 0 0 -

BULAN JUN JUL 6 15 32 0 0 0 0 1 3 1 0 1 4 0 1 0 1 2 1 1 0 0 0 0 1 1 0 -

DATA CURAH HUJAN POS PENGAMATAN


Tgl. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 JAN 0 0 0 0 68 0 7 2 2 0 0 12 6 1 53 PEB 1 0 0 4 2 0 MAR 3 12 1 6 4 6 20 5 4 APR 3 15 16 0 MEI 15 15 0 9 6 4 6 10 3 8 13 -

: STASIUN 9
AGU 12 2 15 4 2 2 7 0 2 10 SEP 3 0 11 10 0 0 3 2 10 1 OKT 4 1 3 1 10 5 6 10 0 0 20 5 NOP 5 0 3 1 8 84 15 1 1 DES 15 20 5 4 0 0 5 1 10 0 15 30 0 5 -

BULAN JUN JUL 4 3 37 16 0 2 4 13 2 10 0 23 15 1 11 80 0 30 16 20 -

DATA CURAH HUJAN POS PENGAMATAN


Tgl. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 JAN 2 0 4 5 0 0 6 3 1 4 0 0 6 PEB 2 11 6 0 1 1 3 4 0 0 0 1 2 1 0 MAR 1 0 1 1 1 1 1 0 0 APR 20 0 151 18 0 3 6 2 9 0 0 15 0 0 18 5 10 MEI 2 13 0 8 3 2 13 0 7 6 6 0 3 0 0 2 -

: STASIUN 10
AGU 4 1 3 0 0 1 3 6 8 5 6 10 20 5 4 SEP 25 13 1 4 0 0 8 6 68 15 0 10 2 8 6 15 3 1 OKT 2 30 1 0 2 1 1 62 5 1 2 11 0 10 0 8 NOP 15 20 0 22 45 39 0 4 10 8 1 0 4 34 1 2 3 9 22 DES 6 0 1 7 2 1 2 0 35 19 1 14 2 2 4 6 5 7 10 14 2 -

BULAN JUN JUL 1 0 0 3 0 6 1 49 6 4 20 0 4 60 10 0 6 0 18 20 30 2 22 2 0 35 1 -

A. Menghitung Curah hujan Rata-rata curah hujan tiap bulan untuk setiap stasiun adalah : Stasiun 1
Curah Hujan R BULAN JAN 7,85 PEB 16,83 MAR 4,50 APR 5,90 MEI 10,59 JUN 6,70 JUL 19,56 AGU 11,38 SEP 13,35 OKT 11,33 NOP 16,52 DES 9,69

Stasiun 2
Curah Hujan R BULAN JAN 12,63 PEB 5,67 MAR 9,07 APR 4,73 MEI 4,90 JUN 10,08 JUL 11,69 AGU 7,57 SEP 10,60 OKT 16,67 NOP 11,11 DES 20,13

Stasiun 3
Curah Hujan R BULAN JAN 6,57 PEB 2,36 MAR 8,00 APR 9,80 MEI 14,70 JUN 16,27 JUL 14,25 AGU 17,56 SEP 20,28 OKT 6,17 NOP 12,76 DES 7,09

Stasiun 4
Curah Hujan R BULAN JAN 7,75 PEB 2,29 MAR 1,18 APR 20,33 MEI 13,75 JUN 14,57 JUL 11,71 AGU 9,06 SEP 14,58 OKT 10,07 NOP 12,78 DES 9,55

Stasiun 5
Curah Hujan R BULAN JAN 12,58 PEB 0,00 MAR 18,91 APR 18,40 MEI 20,44 JUN 23,50 JUL 11,47 AGU 16,20 SEP 14,55 OKT 11,90 NOP 17,71 DES 19,18

Stasiun 6
Curah Hujan R BULAN JAN 10,07 PEB 0,78 MAR 6,78 APR 6,44 MEI 6,71 JUN 16,27 JUL 10,80 AGU 7,77 SEP 2,86 OKT 5,14 NOP 13,11 DES 11,85

Stasiun 7
BULAN Curah Hujan R JAN 7,21 PEB 4,29 MAR 7,15 APR 8,40 MEI 4,53 JUN 7,88 JUL 0,83 AGU 5,09 SEP 6,08 OKT 16,92 NOP 6,72 DES 4,46

Stasiun 8
BULAN Curah Hujan R JAN 5,62 PEB 5,23 MAR 3,35 APR 0,60 MEI 11,10 JUN 1,00 JUL 3,93 AGU 10,42 SEP 16,91 OKT 7,22 NOP 6,88 DES 4,86

Stasiun 9
Curah Hujan R BULAN JAN 10,07 PEB 1,17 MAR 6,78 APR 6,00 MEI 8,09 JUN 17,90 JUL 10,80 AGU 5,60 SEP 4,00 OKT 5,42 NOP 13,11 DES 7,86

Stasiun 10
BULAN Curah Hujan R JAN 2,38 PEB 2,13 MAR 0,67 APR 15,12 MEI 4,06 JUN 11,88 JUL 9,80 AGU 5,07 SEP 10,28 OKT 8,50 NOP 12,58 DES 6,67

Rata-rata curah hujan tiap Tahun untuk setiap stasiun adalah : n = 12 St.1 St.2 St.3 St.4 St.5 St.6 St.7 St.8

St.9 St.10

Dengan menggunakan metode Ishoyet maka diperoleh curah hujan rata-rata: = 0.44 mm/hari = 158.4 mm/thn

Maka Curah hujan rata-rata =158.4 mm/tahun.

Perhitungan Intensitas Curah hujan A. Metoda Weduwen Persamaan umum : ( )

Dimana : Qn = Debit rencana (m3det) Rn = Curah hujan maksimum harian (mm/hari) = Koefisien pengaliran air hujan = koefisien pengurangan luas untuk curah hujan didaerah aliran sungai qn = luasan curah hujan (m3/det . km2) A = Luas catchment area (km2) t = lamanya hujan L = panjang sungai (km) I = kemiringan sungai

Solusi: = 632.8575 Maka Dari persamaan Q = 0.278 C.I.A = 22.788 mm/jam


( )

)(

B. Metode Haspers Dimana : QT = debit rencana maksimum dengan priode ulang T tahun (m3/det) = Koefisien pengaliran air hujan F = Luas catchment area (km2) n = koefisien reduksi * + ( { ( ) t = waktu konsentrasi (jam) L L I qT = panjang sungai efektif (Km) = 0.9 LT = kemiringan dasar saluran = debit max (m3/det km2)

Solusi: L = 0.9x18.5 Km = 16.65 Km ( )

)(

{ (

( )

, (

( )

{ (

C. Metode Melchior

Tc = 0.186.L.Q-0.2I-0.4 Dimana : = Koefisien pengaliran air hujan (0.52) q = Luasan curah hujan (m3/det/km2) A = Luas Catchment area (km2) L = Panjang sungai (Km) I = Kemiringan rata-rata sungai Tc = waktu konsentrasi (jam) Q = Debit puncak (m3/det) RT = curah hujan rencana dan Priode ulang T tahun (mm)

Perhitungan nilai tc Menurut Kerby tc = * +

nilai n untuk daerah pemukiman = 0.52 Lo = l = x (18.5 km) =9.25 km maka nilai tc tc tc tc maka : Cs = (
( ( ) ) )

= = (

* + )* +

= 300.996 detik

Cs = 0.88922

Perhitungan Curah hujan rencana menurut distribusi Normal mempunyai persamaan sebagai berikut : XT Dimana : XT = perkiraan nilai yang diharapkan untuk priode tertentu (mm/tahun) = + KTS

KT S

= Harga rata-rata sampel curah hujan(mm/tahun) = faktor frekuensi (dari tabel) = Simpangan Baku

Perhitungan Variable-variabel XT XT XT = = = 90.6416mm/bulan = 1087.7 mm/tahun

KT untuk priode ulang 3 tahun = 0.00213 =

) = 35.94563 mm/bulan ( ( ) =
= + KTS = 90.641 mm/bulan + (0.00213x35.2474) mm/bulan = 90.71756 mm/bulan = 1088.611 mm/tahun

Maka curah hujan rencana untuk priode ulang 3 tahun R3thn = 1088.611 mm/ tahun
Dari data curah hujan diatas diperoleh : R = 1088.611 mm/tahun n = 12 maka = 90.64167 mm/ bulan= 3.021382 mm/hari

Perhitungan Intensitas curah hujan (I) I= ( ) jika hujan terjadi selama 1 jam

I=

( )

= 1.04745 mm/jam

Perhitungan Debit Aliran Limpasan Permukaan (QSR) QSR = 0.278CsCIA (untuk nilai A80 Ha) Nilai C untuk daerah pemukiman c = 0.73 Cs = 0.88922 C = 0.73 (dari perhitungan) I = 0.0861 mm/jam (dari perhitungan) A= 2500 m2 Maka ;QSR QSR QSR = 0.278CsCIA = 0.278(0.88922)(0.73)(1.04745 mm/jam) 2500 m2 = 479.0701 m3/jam = 0.133 m3/det

Diketahui :

Panjang saluran drainase (L) = 18.5 Km S0 (kemiringan daerah) = 0.004 Luas Cathcment area = 185 Km2 T0 = 4 jam. Dengan Priode Ulang = 50 tahun Curah hujan rata-rata = 158.4 mm/tahun. Perhitungan Curah Hujan Rencana untuk priode ulang 20 tahun: Ranking 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Curah Hujan 4.074 6.639 8.273 9.571 9.572 9.934 10.134 10.484 11.514 12.328 12.433 12.597

Ranking 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Rata-rata (

Curah Hujan 4.074 6.639 8.273 9.571 9.572 9.934 10.134 10.484 11.514 12.328 12.433 12.597 117.553 9.796 )

(Xi-Xrt) -5.722 6.639 8.273 9.571 9.572 9.934 10.134 10.484 11.514 12.328 12.433 12.597 107.757

(Xi-Xrt)2 16.597476 44.076321 68.442529 91.604041 91.623184 98.684356 102.697956 109.914256 132.572196 151.979584 154.579489 158.684409 1221.455797

Dengan Curah hujan rata-rata = 158.4 mm/tahun. Untuk priode ulang 50 tahun T= 20 tahun Probabilitas untuk dilampaui P = 1/T = 1/50 = 0.02 Probabilitas untuk tidak dilampaui 1-P = 1-0.02 = 0.98 Z = 0.98-0.5 = 0.48 Dari tabel untuk probabilitas 0.48 diperoleh Prob 0.4798 ; tp = 2.05 Prob 0.4803 ; tp = 2.06 Maka untuk 0.48 diperoleh tp = 2.054 Curah hujan untuk priode ulang 50 tahun = 158.4 + 2.054(111.014) = 386.4228 mm/tahun
( ) ( ) jika hujan terjadi selama 1 jam = 0.3721 mm/jam

X50
I= I=

QSR QSR
QSR

= 0.278CsCIA = 0.278(0.88922)(0.73)(0.3721) 2500 m2


= 170.2141 m3/jam

PERMASALAHAN DAN PENANGANAN

Untuk menghindari kesalahan didalam evaluasi sistem drainase ini, maka yang pertama dilakukan adalah identifikasi dimensi saluran drainase, berdasarkan pengamatan dan pengukuran di lapangan :

4V

2 h

1H
1

Keterangan : B h1 h2

= 1,35m (Lebar drainase) = 0,31m (Tinggi/tebal sedimen diambil rata rata dari 3 titik) = 0,43m (Tinggi muka air pada saat 2 hari tidak turun hujan, saluran dalam keadaan tidak mengalir, Lebar muka air ,815m)

h m b

= 1,5m (Tinggi saluran) = 4 = 0,6m (Dihitung berdasarkan kemiringan)

Teori tentang Saluran Saluran untuk aliran Uniform ( dalam aliran, luas penampang melintang, kecepatan aliran, serta debit aliran selalu tetap pada setiap penampang melintang h,A,v, dan Q yang tetap). Saluran yang dimaksud hanya meliputi saluran dengan dasar saluran bersifat : 1. Tidak tergerus (nonerodible channel) 2. Mudah tergerus (erodible channel) 3. Berlapis rumput Karena material saluran drainase merupakan beton maka dalam hal ini merupakan saluran yang bersifat tidak tergerus (nonerodible channel). Dalam perencanaan saluran ini, maka hal hal yang terpenting diperhatikan adalah :

a. Dimensi saluran ditetapkan dengan Uniform formula. Materi dasar saluran perlu diketahui dulu, hingga koefisien kekasaran n dari rumus Manning bisa ditetapkan dan juga kemiringa talud bisa ditentukan. Tabel berikut nilai kemiringan untuk material berdasarkan Manning,

No.

Macam Penampang

Keliling Luas (A) Basah (P) y 3 2y y 2y 3 4y 2y 2


y

Jari jari Hidrolik (R) y y y 2 y 4/3 y 3 2y 2y Lebar Atas (T)

Kedalaman Hidrolik (D=A/T) y y y

Section factor (A/D) 3/2 y,5 2y,5 y,5 2


2,5 y 4 8 2,5 y 3 3

1. 2. 3.

Trapesium Segi empat Segi tiga Setengah

4.

lingkaran Parabola

2 y 2
4 2 y 2 3

2y

y 4
3/2 y

5. Hydrostatic catenary

8 y 2 3

2y 2

6.

1,3956y

2,9836y 0,46784y 1,917532y

0,72795y

1,19093y2,5