Anda di halaman 1dari 19

BAB II

TIN1AUAN PUSTAKA
A. !#AAN GIGI ASLI AN GIGI TI#&AN
Gigi asli adalah struktur keras yang terkalsiIikasi di dalam mulut yang berIungsi untuk
menghancurkan makanan, mempunyai struktur anatomis yang lengkap (mahkota dan akar)
dan terdiri dari dentin di daerah mahkota dan ditutupi oleh email dan di akar oleh sementum.
!ada gigi asli terlihat adanya suatu rongga yang disebut pulpa yang berisi saraI-saraI dan
pembuluh darah yang dapat memberikan rangsangan mekanis, thermis, dan khemis.
Gigi tiruan adalah gigi buatan untuk menggantikan daerah tidak bergigi, yang didukung
oleh jaringan lunak dan keras disekitarnya di dalam rongga mulut yang biasanya terbuat dari
porselen atau akrilik. Gigi tiruan tidak memiliki struktur anatomis dan struktur jaringan yang
lengkap seperti gigi asli sehingga gigi tiruan sulit untuk dapat menginterpretasikan berbagai
macam rangsangan.
. JNIS-JNIS GIGI TI#&AN
1. Gigi Tiruan Lepasan
a. Gigi tiruan sebagian lepasan atau partial denture
O esain harus sesederhana mungkin, konektor mayor dan minor harus terhindar dari
kontak dengan I ree gingival serta kontak dengan ridge alveolar atau palatumkira-kira
3mm dari permukaan gigi untuk mengurangi eIek negative pada OH
O Sadel harus didukung oleh gigi, jika mungkin, pada perpanjangan distal GTSL,oklusal
rest harus kaku agar dapat menahan dan mendistribusikan tekananoklusal
O GT harus didesain dengan retensi yang cukup yang dicapai dengan dua klamer retentive.
!ada perpanjangan distal, retensi dapat ditingkatkan denganmenempatkan indirect
retainer berlawanan dengan garis Iulcrum
O GT sebaiknya memiliki kontak oklusal yang bilateral dan bersamaan antara gigialami dan
gigi tiruan pada oklusi sentrik pada ' yang dapat diterima. Oklusisentrik dicatat untuk
menentukan tempat gigi artiIicial pada posisi di manatingkat kestabilan kontak oklusal
paling maksimal, dan tidak ada tanda-tandadisIungis TMJ
O !ada orang lanjut usia yang menunjukkan OH buruk, perawatan dengan GTSL dapat
mempercepat kerusakan gigi alami.
!embagian gigi tiruan sebagian lepasan
1) erdasarkan bahan yang dipakai :
a.'ulcanite denture, gigi tiruan yang dibuat dari vukanit
b.Acrylic denture, gigi tiruan yang dibuat dari akrilik
c.Frame denture, gigi tiruan yang dibuat dari logam
2) erdasarkan saat pemasangan :
a.Convensional, gigi tiruan yang dipasang setelah gigi hilang
Gigi tiruan konvensional dibuat setelah gigi anda dicabut dengan kondisi gusi yang
telah mengalami penyembuhan. Jenis ini membutuhkan waktu sekitar empat sampai
enam minggu untuk pemasangannya. jenis ini yang mungkin umum anda temui di
masyarakat.
b.Immediate, gigi tiruan yang dipasang segera setelah gigi hilang atau dicabut
Gigi tiruan immediate (yang siIatnya segera) adalah jenis gigi tiruan yang dibuat
dengan segera setelah gigi anda dicabut . Merupakan jenis gigi tiruan (gigi palsu)
yang dibuat sebelumnya sehingga anda tidak akan dalam keadaan 'ompong sampai
gigi tiruan (gigi asli) permanen anda selesai dibuat. Setelah gigi tiruan dibuat perlu
dilakukan penyesuaian setelah jaringannya sembuh dan menyusut.
3) erdasarkan pemakaian wing bagian bukal/labial atau tidak :
a.Open Iace, gigi tiruan sebagian yang dibuat tanpa gusi tiruan labial, gigi tiruan
tersebut dibuat apabila :
Keadaan prosessus alveolaris masih baik
iasanya pada gigi anterior
!asien mempunyai lebar mulut terlalu lebar
b.Close Iace, gigi tiruan sebagian yang dibuat dengan gusi tiruan bagian labial, gigi
tiruan tersebut dibuat apabila :
!rosessus alveolaris telah mengalami absorbsi
!erbaikan proIil
b. Gigi tiruan lengkap atau Iull denture
Indikasi pembuatan Gigi tiruan !enuh antara lain:
a.Individu yang seluruh giginya tanggal atau dicabut (edentulous)
b.Individu yang masih punya beberapa gigi yang harus dicabut karena kerusakan gigi
yang masih ada tidak mungkin diperbaiki
c.ila dibuatkan Gigitiruan Sebagian, gigi yang masih ada akan mengganggu
keberhasilannya
d.Keadaan umum dan kondisi mulut pasien sehat
e.!asien menolak rekomendasi perawatan alternatiI
I.Ada persetujuan mengenai waktu, biaya, dan prognosis yang diperoleh
Kontra indikasi Gigi tiruan !enuh:
a.Tidak ada perawatan alternative
b.!asien belum siap secara Iisik dan mental, misalnya tidak mau memakai gigi tiruan
penuh
c.!asien alergi terhadap material gigitiruan penuh
d.!asien tidak tertarik mengganti gigi yang hilang
2. Gigi tiruan cekat atau Iixed denture
Gigi tiruan cekat (GTC) adalah gigi tiruan yang menggantikan satu ataulebih gigi
yang hilang dan tidak dapat dilepas oleh pasiennya sendiri maupundokter gigi karena
dipasangkan secara permanen pada gigi asli yang merupakan pendukung utama dari
restorasi.
Keuntungan dari GTC adalah:
a.Karena dilekatkan pada gigi asli maka tidak mudah terlepas atau tertelan.
b.irasakan sebagai gigi sendiri oleh pasien.
c.Tidak mempunyai klamer yang dapat menyebabkan keausan pada permukaan email gigi,
karena tiap kali dilepas dan dipasang kembali didalam mulut.
d.apat mempunyai eIek splint yang melindungi gigi terhadap stress.
e.Menyebarkan tekanan Iungsi ke seluruh gigi, sehingga menguntungkan jaringan
pendukungnya.
agian-bagian dari GTC adalah :
a. !ontic/dummy
Merupakan bagian dari GTC yang menggantikan gigi asli yang hilang
danmemperbaiki Iungsinya. Salah satu siIat yang sangat penting adalah
reability ,yaitu ketahanan cairan di dalam mulut (suasana di dalam mulut). Facing
pontic diharapkan selalu menempel pada bangunan logam pontic. Facing pontic
dapat dibuat dari akrilik atau porselin.
b. Connector/joint
agian GTC yang menghubungkan retainer dan pontic. Connector dapat berupa
hubungan antara retainer-pontic atau retainer-retainer. Hubungan pontic dengan
retainer dapat merupakan perlekatan kaku (rigid) atau yangtidak kaku (non rigid)
sebagai stressbreaker (alat penyerap daya) untuk mengurangi beban yang harus
diterima abutment
c. #etainer
agian GTC berupa bangunan logam tuang yang disemen atau dilekatkan padagigi
penyangga untuk menahan atau membantu suatu pontic. #etainer ini menghubungkan
bridge dengan abutment. Fungsi retainer adalah untuk menjaga agar GTC tetap pada
tempatnya.
d. Abutment
Mahkota gigi asli yang telah dipreparasi untuk penempatan retainer dan mendukung
bridge. Abutment harus merupakan gigi yang sudah erupsi penuhagar retainer tidak
terangkat, akibatnya timbul daerah yang tidak tertutup oleh retainer sehingga mudah
terjadi karies.
Indikasi GTC adalah (wing, 1959) :
a. !asien berusia 20-50 th
b. Mempunyai struktur gigi yang sehat
c. Hygiene mulut baik
d. Mengganti gigi yang terbatas (1-4 gigi)
e. Kondisi ridge dalam batas normal
I. Jaringan pendukung alveolar baik
g. !erkembangan gigi baik
h. Gigi abutment mampu menerima tekanan pontic
i. Oklusi dan jaringan periodonsium baik
j. &ntuk pasien yang menuntut penampilan
k. Kesehatan umum dan sosial indikasi baik
l. Sebaiknya gigi abutment parallel
m. Sedapat mungkin gigi abutment vital
n. Tidak mempunyai kebiasaan buruk

Kontra indikasinya adalah :
a. !asien terlalu muda atau tua
b. Struktur gigi terlalu lunak
c. Kebersihan mulut jelek
d. Gigi yang harus diganti banyak
e. Kondisi daerah tak bergigi mengalami resorbsi eksisi
I. Alveolus pendukung gigi kurang dari 2/3 akar gigi
g. Gigi abutment abnormal dan jaringan periodonsium tidak sehat
h. Oklusi abnormal
i. Kesehatan umum jelek
j. Tidak terjalin kooperasi dari pasien dan operator
k. Mempunyai kebiasaan buruk
l. Gigi hipersensitiI walaupun sudah dianestestesi
!embagian gigi tiruan cekat/pemanen
a. Mahkota jaket(crown), gigi tiruan untuk merestorasi struktur gigi yang rusak dengan
cara membungkusnya.
b. Mahkota jembatan(bridge), gigi tiruan untuk mengganti gigi yang hilang dengan
membungkus gigi tetangga.
c. 'eneer non-direct, untuk merestorasi sebagian permukaan gigi yang rusak.
3. Gigi Tiruan Implan
alaupun Iakta ilmiah yang jelas bagi kebanyakan rekomendasi yang diajukan masih
kurang, pengalaman klinis telah memberikan dasar untuk sebuah aturan perawatan:
a. Hanya pasien kooperatiI dan termotivasi harus dipertimbangkan untuk terapiimplan;
b. !asien kompromisasi medis bukan merupakan kandidat yang bagus untuk implantasi;
c. Gangguan mental mungkin dipertimbangkan sebagai kontraindikasi;
d. iagnosis dan rencana perawatan secara hati-hati harus menjadi pertimbangan
pemasangan implan. InIormasi cukup untuk evaluasi volume tulang lokal yang
tersedia harus didapatkan. Lokasi akurat implan harus direncanakan persyaratan
prostetik dan topograIi tulang secara lokal;
e. InIeksi oral yang persisten seperti penyakit periodontal merupakan
sebuahkontraindikasi yang penting. Kurangnya kemampuan atau keinginan untuk
melakukan oral hygiene yang adekuat mungkin harus dijadikan sebagaikontraindikasi.
Karena penolakan oral hygiene merepresentasikan sebuah risiko tinggi untuk inIeksi
implan, terapi yang berhubungan dengan penyebab (terapiinisial atau Iase higienis)
harus dilakukan sebelum intervensi pembedahan padaseluruh orang yang sedang
menjalani terapi implan;
I. Implantasi tidak boleh dilakukan pada region dengan volume tulang yang tidak
adekuat, kecuali dilakukan oleh pendekatan terapi lain (regeneratiI);
g. Tidak terdapat batasan dasar untuk penggunaan implan gigi, pasien lansiamungkin
sangat diuntungkan oleh perawatan ini, dengan kondisi sistemik danlokal
memuaskan.Indikasi
Terdapat tiga tujuan utama untuk terapi implan:
1) &ntuk meningkatkan kenyamanan pengunyahan pasien;
2) &ntuk mempertahankan substansi gigi alami atau rekonstruksi yang ada;
3) &ntuk menggantikan penyangga strategis yang penting
C. KLASIFIKASI KHILANGAN GIGI AN !N&K&NG GIGI TI#&AN
a. erdasarkan Kehilangan Gigi
KlasiIikasi Kennedy
Syarat:
1. KlasiIikasi hendaknya dibuat setelah semua pencabutan gigi selesai dilaksanakan atau
gigi yang diindikasikan untuk dicabut selesai dicabut
2. ila gigi M3 hilang dan tidak akan diganti, gigi ini tidak termasuk dalam klasiIikasi.
3. ila gigi M3 masih ada dan akan digunakan sebagai pengganti, gigi ini dimasukkan
klasiIikasi
4. M2 hilang tidak akan diganti jika antagonisnya sudah hilang.
5. agian tidak bergigi paling posterior menentukan Klas utama dalam klasiIikasi.
6 aerah tidak bergigi lain daripada yang sudah ditetapkan dalam klasiIikasi masuk
dalam modiIikasi dan disebut sesuai dengan jumlah daerah atau ruangannya.
7. anyaknya modiIikasi ditentukan oleh banyaknya ruangan yang tidak bergigi.
8. Tidak ada modiIikasi pada klasiIikasi Kennedy Klas I'.
Kelas I Kennedy
Terkarakteristik melalui area edentulous ridge bilateral yang terlokasi pada posterior dari
gigi-gigi yang tersisa. aerah tidak bergigi terletak dibagian posterior dari gigi yang
masih ada dan berada pada kedua sisi rahang / ilateral Free nd
Kelas II Kennedy
&nilateral edentulous ridge pada bagian posterior. aerah yang tidak bergigi terletak
dibagian posterior gigi yg ada, pd 1 sisi rahang/unilateral Iree end.
Kelas III Kennedy
&nilateral edentulous ridge yang berada diantara gigi asli anterior dan posterior. aerah
yang tidak bergigi terletak diantara gigi yang masih ada dibagian posterior.
Kelas I' Kennedy:
Kehilangan gigi pada bagian anterior, dimana daerah edentulous ridge berada di antara
gigi-gigi di daerah anterior. aerah yang tidak bergigi terletak dibagian anterior dan
melewati garis tengah rahang/median line. &ntuk kelas ini tidak ada modiIikasi
KlasiIikasi Applegate Kennedy
Kelas I
a. aerah yang tidak bergigi sama dengan klasiIikasi Kennedy.
b. Keadaan ini sering dijumpai pada rahang bawah dan biasanya telah beberapa
tahun kehilangan gigi.
c. Secara klinis dijumpai:
1. erajat resorbsi residual ridge bervariasi.
2. Tenggang waktu pasien tidak bergigi akan mempengaruhi stabilitas gigi tiruan
yang akan dipasang.
3. Jarak antar lengkung rahang bagian posterior biasanya sudah mengecil.
4. Gigi asli yang masih tinggal sudah migrasi ke dalam berbagai posisi.
5. Gigi antagonis sudah ekstrusi dalam berbagai derajat
6. Jumlah gigi yang masih tertinggal bagian anterior umumnya sekitar 6 10 gigi.
7. Ada kemungkinan dijumpai kelainan sendi temporomandibula.
Indikasi pelayanan prostodonsia: Gigi tiruan sebagian lepasan dengan desain
bilateral dan perluasan basis distal

Kelas II
aerah tidak bergigi sama dengan kelas II
Secara klinis dijumpai keadaan :
1.#esorbsi tulang alveolar terlibat lebih banyak
2.Gigi antagonis relatiI lebih ekstrusi dan tidak teratur.
3.kstrusi menyebabkan rumitnya pembuatan restorasi pada gigi antagonis.
4.!ada kasus ekstrim karena tertundanya pembuatan gigi tiruan untuk jangka
waktu tertntu karena perlu pencabutan satu atau lebih gigi antagonis.
5.Karena pengunyahan satu sisi, sering dijumpai kelainan sendi
temporomandibula.
Indikasi pelayanan prostodonsia: Gigi tiruan sebagian lepasan disain bilateral
perluasan basis distal.

Kelas III
Keadaan tidak bergigi paradental dengan kedua gigi tetangga, tidak lagi mampu
memberi dukungan kepada gigi tiruan secara keseluruhan.
Secara klinis dijumpai keadaan:
1. aerah tidak bergigi sudah panjang.
2. entuk dan panjang akar gigi kurang memadai
3. Tulang pendukung mengalami resorbsi cervikal dan atau disertai goyangnya
gigi secara berlebihan.
4. eban oklusal berlebihan
Indikasi pelayanan prostodonsi: Gigi tiruan sebagian lepasan dukungan gigi dengan
desain bilateral.

Kelas I'
aerah tidak bergigi sama dengan klas I' Kennedy.
!ada umumnya untuk klas ini dapat dibuat gigi tiruan sebagian lepasan bila:
1. Tulang alveolar sudah banyak hilang, seperti pada kasus akibat trauma
2. Gigi harus disusun dengan 'overjet besar, sehingga dibutuhkan banyak gigi
pendukung.
3. ibutuhkan distribusi merata melalui lebih banyak gigi penahan, pada pasien
dengan daya kunyah besar.
4. iperlukan dukungan danretensi tambahan dari gigi penahan
5. Mulut pasien depresiI, sehingga perlu penebalan sayap untuk memenuhi Iaktor
estetik
Indikasi pelayanan !rosthodontic Klas I' :
a) Geligi tiruan cekat, bila gigi gigi tetangga masih kuat
b) Geligi tiruan sebagian lepasan dengan desain bilateral dan dukungan gigi atau
jaringan atau kombinasi.
c) !ada kasus meragukan sebaiknya dibuat GTSL

Kelas '
aerah tak bergigi paradental, dimana gigi asli anterior tidak dapat dipakai sebagai
gigi penahan atau tak mampu menahan daya kunyah
Kasus seperti ini banyak dijumpai pada rahang atas karena gigi caninus yang
dicabut karena malposisi atau terjadinya kecelakaan
Gigi bagian anterior kurang disukai sebagai gigi penahan, biasanya karena salah
satu alasan berikut ini :
1. daerah tak bergigi sangat panjang
2. daya kunyah pasien berlebihan
3 bentuk atau panjang akar gigi penahan kurang memadai
4 tulang pendukung lemah
penguatan dengan splin tidak diharapkan, dan sekalipun dilakukan tetap tidak
memberikan dukungan yang memadai, tetapi tetap dirasakan perlunya
mempertahankan geligi yang masih tinggal ini
Indikasi pelayanan !rosthodontik kelas ':
Geligi tiruan sebagian lepasan dengan desain bilateral dan prinsip basis berujung
bebas tetapi di bagian anterior.

Kelas 'I
aerah tak bergigi paradental dengan ke dua gigi tetangga gigi asli dapat dipakai
sebagai gigi penahan. Kasus seperti ini sering kali merupakan daerah tak bergigi
yang terjadi pertama kalinya dalam mulut
iasanya dijumpai keadaan klinis :
1. daerah tak bergigi yang pendek
2. bentuk atau panjang akar gigitetangga memadai sebagai pendukung penuh
3. sisa processus alveolaris memadai
4. daya kunyah pasien tidak besar
Indikasi pelayanan prosthodontik kelas 'I
a) geligi tiruan cekat
b) geligi tiruan sebagian lepasan dukungan gigi dan desain unilateral (protesa sadel)
!emilihan geligi tiruan lepasan dalam hal ini didasarkan pada:
1. usia pasien masih muda
2. mencegah ekstrusi gigi antagonis
3. pulpa gigi masih lebar
4. kesehatan pasien tak memungkinkan dilakukannya preparasi segera
5. kendala waktu untuk pembuatan gigi tiruan cekat
6. pasien menolak pembuatan geligi tiruan cekat
7. keadaan sosial ekonomi pasien tak menunjang
Selain ke enam kelas tersebut di atas, klasiIikasi Aplegate Kennedy mengenai juga
modiIikasi untuk daerah tak bergigi tambahan.
ila tambahan ini terletak di anterior, maka disebut kelas.. modiIikasi A
!ada penambahan yang terletak di posterior, sebutan menjadi kelas . modiIikasi !.
&ntuk penambahan ruangan yang lebih dari satu, dimuka huruI petunjuk
modiIikasi. iberi tambahan angka arab sesuai jumlahnya.
Contoh : Kelas II ModiIikasi 2A (atau 1! atau 2A dan 3! dan seterusnya).
KlasiIikasi Swenson
!ada dasarnya sama dengan klasiIikasi Kennedy
Kelas I : &nilateral Iree end
Kelas II : &jung bebas bilateral/ ilateral Iree end
Kelas III : ounded sadle
Kelas I' : Anterior tooth supported
KlasiIikasi Austin Lidge
Lebih sederhana karena pengklasiIikasiannya berdasarkan wilayah daerah gigi yang
hilang.
aerah gigi yang hilang anterior: A
aerah gigi yang hilang posterior: !
!ada masing masing daerah tersebut dibagi 2 lagi, dengan batas median line.
b. !endukung Gigi Tiruan
a. Tooth borne support : ridges (GT cekat)
b. Tissue borne support: GT lengkap (Iolle)
c. Tooth and tissue borne support : GT partial (removablepartial)
d. one borne support: Implant

. CA#A MNGAKKAN IAGNOSA
iagnosis adalah proses yg dilakukan untuk mengenali / mengetahui terdapatnya keadaan yg
tidak wajar / alamiah dan meneliti adanya abnormalitas serta menetapkan penyebabnya
diterapkan untuk membuat rencana perawatan
Tujuan diagnosis :&ntuk mengetahui keadaan a
1.&ntuk dapat mempertahankan gigi-gigi yg ada
2.Memelihara jaringan pendukungnya
3.Menciptakan estetis yang harmonis dan memuaskan
Cara diagnosis : evakuasi thd penderita (diskusi) a anamnesis a data diagnostik
Anamnesis : riwayat yg lalu dari suatu penyakit atau kelainan berdasarkan ingatan penderita
pd waktu dilakukan wawancara dan pemeriksaan medik/dental
Macam anamnesis :
1. itinjau dari cara penyampaian a ada 2 macam
Auto anamnesis : cerita mengenai keadaan penyakit disampaikan sendiri oleh pasien
Allo anamnesis : cerita yang tidak disampaikan sendiri oleh pasien yg bersangkutan
melainkan melalui bantuan orang lain ( pasien bisu, kesulitan bahasa,anak )
2. itinjau dari segi inisiatiI penyampaian cerita :
Anamnesis !asiI : pasien sendiri yang bercerita kepada si pemeriksa
Anamnesis AktiI : pasien perlu dibantu pertanyaan dalam penyampaian ceritanya
Hal-hal yg ditanyakan pada penderita :
1. Nama penderita ; perlu diketahui untuk :
membedakan seorang penderita dg yg lainnya
mengetahui asal suku atau rasnya, karena ras berhubungan dengan penyusunan gigi
depan ( proIil orang ropa lurus, sedang pada Asia cembung )
2. Alamat, untuk :
menghubungi pasien bila terjadi sesuatu
mengetahui latar belakang lingkungan hidup seorang pasien sehingga dapat pula
diketahui status sosialnya
3. !ekerjaan, untuk :
keadaan sosial ekonomi pasien ( biasanya lebih tinggi lebih besar tuntutannta )
melakukan modiIikasi jenis perawatan yg mungkin diperlukan sehubungan dengan
Iaktor jenis pekerjaan misal guru, artis
4. Jenis kelamin :
wanita : lebih cenderung memperhatikan estetis
bentuk gigi relatiI lebih banyak lengkungan / membulat
!ria : lebih cenderung membutuhkan protesa yg lebih kuat, sebab pria membutuhkan
kekuatan mastikasi yg lebih besar
bentuk gigi lebih besar menunujukan kejantanan
5. &sia , untuk menentukan bentuk, warna, ukuran gigi
usia muda : lebih mudah dan cepat beradaptasi thd gigi tiruan
usia tua : toleransi jaringan
kesehatan mulut
adaptasi lebih sulit
6. aktu dan letak gigi yg terakhir dicabut/hilang a gts immediate
7. !engalaman memakai gigi tiruan, adaptasi thd gigi tiruan baru:
a. !enderita yg pernah memakai gigi tiruan :
adaptasi mudah
sering membanding-bandingkan gts barunya dg yang pernah dipakai sebelumnya
b. !enderita yg belum pernah memakai gigi tiruan :
belum mengetahui prosedur pembutan dan pemakaian gigi tiruan a perlu
penjelasan | pencetakan, penentuan gigitan, awal pemakaian yang sering
menimbulkan rasa sakit itulah sebabnya penerangan yang diberikan menjadi
penting sekali |
8. Tujuan pembuatan gigi tiruan a lebih mementingkan pemenuhan Iaktor estetik atau
Iungsional ?
9. Kebiasaan / bad habid : bruksisma a dianjurkan memakai gigi tiruan dimalam hari
!emeriksaan status umum : M, alergi, depresi mental, penyakit pendarahan
!emeriksaan status lokal :
xtra oral
pembengkakan wajah
Asimetri wajah
jumlah gigi yg terlihat ketika pasien berbicara
esar kedua rahang sesuai / tidak ?
Susunan gigi teratur / tidak ?
bentuk muka
proIil
mata
hidung
telinga
bibir
Intra oral
keadaan umum :
1. OH | plak, kalkulus, stain baik, sedang, buruk|
2. Mukosa mulut
3. Frekwensi karies
4. Status gigi | goyah, migrasi, malposisi|
5. #o Ioto :
Melihat/ memeriksa struktur tulang yg akan menjadi pendukung
melihat bentuk , panjang, jumlah akar
melihat kelainan bentuk pd residual ridge
sisa akar
keadaan vitalitas gigi
keadaan kelainan periapikal
berhubungan dg penentuan gigi pegangan
6. Oklusi
7. Artikulasi | untuk mengetahua adanya hambatan oklusi|
8. 'estibulum
9. Frenulum
10. Kelainan gigi | jumlah, warna, bentuk|
11.Macam gigi | sulung, permanen|
12. !roc alveolaris
13. entuk palatum | huruI & menguntungkan karena stabilitas ,,, huruI '|
14. Torus palatinus | dibebaskan |
15. Lidah
. H&&NGAN !NYAKIT SISTMIK NGAN !#AATAN GIGI TI#&AN
a. Arteriosclerosis
Secara klinis penyakit ini dapat terjadi dalam banyak cara (angina pectoris, inIark jantung,
hipertensi, dan gagal jantung kongestive). !ada pasien dengan penyakit ini sering
berkurangnya keahlian motorik dan bisa terjadi kebingungan dan pikiran kosong
sehingga sukar untuk dirawat. Arterial hipertensi sering dirawat dengan obat anti
hipertensi yang eIek sampinganya dapat mengurangi laju saliva. !asien penyakit
symptomatik arteriosclerotik vascular, perawatan prostodontik tidak boleh tanpa adanya
konsultasi terlebih dahulu dengan dokter umum.
b. ndocarditis
!enyakit ini biasanya disebabkan oleh dua kondisi predisposisi: suatu peningkatan
kerusakan kardiak penurunan daya immunocompeten. !ada pasien ini harus diberikan
antibiotik proIilaksis yang dikombinasikan dengan intervensi yang dapat menimbulkan
bakteremia sebagai suatu pencegahan (pengoptimalan OH).
c. #espiratory isorder
Sebagai contoh, asma atau bronchitis secara khusus memilki pernapasan yang hiperaktive,
sesak napas, dyspenea dan batuk. !asien i ni harus selalu dirawat dengan posisi duduk
yang tegak pada dental chair. Hal ini penting bagi pasien agar terhindar dari semprotan
air dan partikel girborne seperti resin komposit saat penempatan gigi tiruan penuh.
d. iabetes mellitus
Tanda klinis maniIestasi oralnya adalah:
O mulut kering, sering haus
O lidah merah dan terasa nyeri
O bau naIas seperti bau keton
O gigi geligi goyang atau lepas
O luka sulit sembuh
O resorpsi cepat, gigi tiruan cepat longgar, sehingga harus sering dikontrol.
Terkadang pasien harus dikonsultasikan terlebih dahulu ke spesialis penyakit dalam. !ada
saat melakukan perawatan, beberapa hal yang harus dihindari :
O hindari trauma
O desain jangan dibuat paradental, tetapi gingival karena gigi geligi tidak kuat.
e. Arthritis
Kebanyakan pasien seperti ini mengkonsumsi obat-obatan seperti aspirin atau
corticosteroid dalam jangka waktu yang lama dan dapat mempengaruhi perawatan gigi
akibat eIek sampingnya. !asien dengan inIeksi oral harus dilakukan proteksi untuk
melawan bakteremia dan timbulnya inIeksi sekunder dengan dilakukannya terapi
antibiotik proIilaksis. okter gigi harus mengkonsultasikan pasienya pada dokter umum
untuk menentukan kebutuhan antibiotiknya.
1 Penyakit Lambung ( Gastrointestinal) keluhan pada scenario
#esiko timbulnya penyakit gastrointestinal seperti kanker esoIagus dan kanker lambung
dapat meningkat sehubungan dengan kondisi rongga mulut yang buruk. Kehilangan gigi
merupakan suatu gambaran buruknya kondisi kesehatan rongga mulut yang
memperantarai penumpukkan bakteri pada gigi dan juga sebagai penanda adanya bakteri
endogen, khususnya Ilora gastrointestinal. Menurut Qiao dkk (2005), individu yang
kehilangan gigi memiliki jumlah Ilora mulut yang lebih banyak sehingga lebih selektiI
dalam mereduksi nitrat menjadi nitrit. Nitrit akan bereaksi secara langsung dengan amina
dan akan diubah menjadi carsinogenic nitrosamines. Nitrosamin inilah yang dapat
menimbulkan penyakit gastrointestinal. Selain itu, bakteri mulut juga memproduksi zat
karsinogenik seperti asetaldehid dan oksigen reaktiI. Oleh karena itu, pasien penderita
lambung dapat segera diberikan perawatan prostodontik agar dapat mengatasi gangguan
lambung yang dideritanya.

F. INST#&KSI !ASCA !MASANGAN GIGI TI#&AN
Instruksi untuk pemakai gigi tiruan lepasan :
bersihkan gigi tiruan dengan sikat gigi khusus gigi tiruan atau sikat gigi terpisah
setidaknya 1 (satu) kali dalam sehari.
jangan gunakan pasta gigi untuk membersihkannya, karena dapat menimbulkan abrasi
dan noda pada bahan gigi tiruan.
gunakan sabun cair (sabun cair khusus makanan) atau cukup dengan air matang untuk
membersihkannya.
biasakan membilas gigi tiruan setelah makan dengan air untuk menghilangkan sisa-sisa
makanan.
gunakan bahan pembersih atau perendam gigi tiruan lepasan khusus yang ada di pasaran
untuk mengontrol bakteri dan jamur yang melekat pada gigi tiruan lepasan.&
biasakan untuk melepas gigi tiruan sebelum tidur malam, bertujuan untuk
mengistirahatkan dan menjaga kesehatan jaringan pendukung gigi tiruan.
bila tidak digunakan sebaiknya gigi tiruan lepasan disimpan dalam gelas berisi air, untuk
mencegah perubahan bentuk gigi tiruan lepasan.
lakukan pemeriksaan rutin atau kontrol teratur minimal setiap 6 (enam) bulan sekali pada
dokter gigi anda, untuk menjaga kesehatan gigi dan jaringan pendukung disekitarnya
serta untuk menjaga gigi tiruan dapat digunakan secara optimal.
* konsultasikan dengan dokter gigi anda untuk bahan atau cara lainnya untuk menjaga
kebersihan gigi tiruan lepasan.
Instruksi untuk pemakai gigi tiruan cekat :
gunakan sikat gigi ataupun benang gigi khusus untuk membersihkan disekitar gigi tiruan
cekat.
jangan menggunakan obat kumur beralkohol untuk berkumur.
hindari kebiasaan buruk seperti mengunyah es batu, menggeramatkan gigi, menggigit
pena, mengunyah satu sisi, dan hal lain yang bisa membuatnya berbahaya.*
perikasakan teratur minimal 6 (enam) bulan sekali untuk menjaga kesehatan gigi dan
jaringan pendukung disekitarnya serta menjaga gigi tiruan agar dapat digunakan secara
optimal.
* konsultasikan dengan dokter gigi anda bila memiliki kebisaan tersebut.