Anda di halaman 1dari 20

KEBIJAKAN PEMERINTAH KAB.

BARRU BIDANG PETERNAKAN TAHUN 20102015

Oleh : Tim Sosialisasi Dinas Peternakan Kab. Barru

disampaikan pada :

Forum Kegiatan Bimbingan Teknis dan Mekanisme Penggemukan Sapi Potong Nepo, 7 Januari 2012

Issu yang Berkembang


1. Tingkat Nasional * Tinggihnya konsumsi daging/sapi * Tinggihnya infor sapi/bakalan 2. Tingkat Regional * Tinggihnya permintaan daging/sapi * Pertumbuhan populasi rendah 3. Tingkat Lokal * SDM peternak masih rendah * Regulasi kurang strategis

Visi Kabupaten Barru 2010-2015


terwujudnya Kabupaten Barru yang lebih maju, sejahtera, taat azas dan bermartabat yang bernafaskan keagamaan

Visi Dinas Peternakan Kabupaten Barru terwujudnya peternakan yang maju, terpadu dan mandiri yang berlandaskan keagamaan

Misi Dinas Peternakan Kabupaten Barru


1. Mengembangkan budi daya

peternakan terintegrasi dengan sektor lain, agar tercipta peluang usaha untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat 2. Mendukung ketahanan pangan asal asal ternak yang cukup, berkualitas dan ASUH (aman, sehat, utuh dan halal)

lanjutan . . .
3. Meningkatkan sarana dan prasarana serta memberdayakan SDM peternakan untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan berkelanjutan 4. Pembangunan peternakan dilaksanakan secara tulus sebagai wujud pengamalan agama

Motto
mengutamakan kualitas sapi potong dan bibit

Program dalam Bidang Peternakan :


1. Peningkatan dan pengembangan

statistik 2. Pencegahan dan penanggulangan penyakit ternak 3. Peningkatan produksi hasil peternakan

Lanjutan . . .
4. Peningkatan pemasaran hasil produksi peternakan 5. Pembinaan dan produksi pertanian 6. Peningkatan kesejahteraan masyarakat pertanian

Kegiatan dalam Bidang Peternakan


1. Penyusunan data base

peternakan 2. Pendataan masalah peternakan 3. Pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit menular ternak 4. Pemusnahan ternak yang terjangkit endemik

Lanjutan . . .
5. Pembangunan sarana dan

prasarana pembibitan ternak 6. Pembibitan dan perawatan ternak 7. Pengembangan agribisnis peternakan 8. Promosi atas hasil produksi peternakan unggulan daerah

Lanjutan . . .
Pembinaan dan pengawasan depo obat hewan, bahan asal ternak dan hasil olahannya 10. Pemberdayaan kelembagaan peternak 11. Penanggulangan kemiskinan bidang peternakan
9.

Strategi Pemerintah yang Dilakukan


1. Nasional > PSDS 2014 2. Regional > Sejuta Ekor Sapi 2013 3. Lokal > Showroom Sapi

Pengertian Showroom Sapi


Showroom Sapi (SRS) merupakan suatu brand/brand image/icon dalam mengembangkan/menata/men gelola usaha sapi potong di Kabupaten Barru

Kriteria Showroo Sapi


Showroom Sapi merupakan suatu usaha pengelolaan ternak sapi potong secara intensif yang dicirikan : 1. Populasi minimal 10 ekor 2. Tersedia kandang yang cukup/memadai 3. Tersedia pakan/HMT 4. Pengolahan limbah ternak 5. Manajemen yang memadai

Kelebihan mengelola Showroo Sapi


1. 2. 3. 4. Kesehatan ternak terjamin Kelahiran setiap tahun Informasi pasar setiap saat Pemamfaatan lahan/ruang maksimal 5. Menambah sumber pendapatan 6. Menekan pengeluaran rumah tangga

lanjutan . . .
7. Keamanan ternak lebih terkendali 8. Mengurangi resiko penertiban ternak 9. Menumbuhkan rasa persaudaraan dan kegotong royongan 10. Membuka peluang investasii dan lapangan kerja dst.

Target dan Realisasi SRS 2011


1. Target SRS 2011 adalah

terbentuknya 21 unit showroom sapi di Kabupatren Barru 2. Realisasi SRS 2011 adalah terbentuknya 30 unit showroom sapi di Kabupaten Barru

Target dan Realisasi SRS 2012


1. Target SRS 2012 adalah

terbentuknya 25 unit showroom sapi di Kabupatren Barru 2. Realisasi SRS 2012 adalah terbentuknya unit showroom sapi di Kabupaten Barru

Sekian dan Terima kasih