Anda di halaman 1dari 32

tetanus

y Tetanus adalah penyakit infeksi yang ditandai oleh

kekakuan dan kejang otot, tanpa disertai gangguan kesadaran, sebagai akibat dari toksin kuman closteridium tetani

Etiologi
y Sering kali tempat masuk kuman sukar dikteahui

teteapi suasana anaerob seperti pada luka tusuk, lukakotor, adanya benda asing dalam luka yang menyembuh , otitis media, dan cairies gigi, menunjang berkembang biaknya kuman yang menghasilkan endotoksin

Patofisiologi
y Bentuk spora dalam suasana anaerob dapat berubah

menjadi kuman vegetatif yang menghasilkan eksotoksin. Toksin ini menjalar intrakasonal sampai ganglin/simpul saraf dan menyebabkan hilangnya keseimbanngan tonus otot sehingga terjadi kekakuan otot baik lokal maupun mnyeluruh. Bila toksin banyak, selain otot bergaris, otot polos dan saraf otak juga terpengaruh

Keseimbangan potensial membran ini dapat diubah oleh :


y Perubahan konsentrasi ion di ruang ekstraselular y Rangsangan yang datang mendadak misalnya

mekanisme, kimiawi atau aliran listrik dari sekitarnya y Perubahan patofisiologi dari membran sendiri karena penyakit atau keturunan

Manifestasi Klinik
y Keluhan dimulai dengan kaku otot, disusul dengan

kesukaran untuk membuka mulut (trismus) y Diikuti gejala risus sardonikus,kekauan otot dinding perut dan ekstremitas (fleksi pada lengan bawah, ekstensi pada telapak kaki) y Pada keadaan berat, dapat terjadi kejang spontan yang makin lam makin seinrg dan lama, gangguan saraf otonom seperti hiperpireksia, hiperhidrosis,kelainan irama jantung dan akhirnya hipoksia yan gberat y Bila periode periode of onset pendek penyakit dengan cepat akan berkembang menjadi berat

Untuk mudahnya tingkat berat penyakit dibagi :


y ringan ; hamya trismus dan kejang local y sedang ; mulai terjadi kejang spontan yang semakin

sering, trismus yang tampak nyata, opistotonus dankekauan otot yang menyeluruh

klasifikasi
y Tetanus local y Tetanus sefalik y Tetanus generalisata

pemeriksaan diagnostic
y Diagnosa didasarkan pada riwayat perlukaan disertai

keadaan klinis kekakuan otot rahang. y Laboratorium ; leukositosis ringan, peninggian tekanan otak, deteksi kuman sulit y Pemeriksaan Ecg dapat terlihat gambaran aritmia ventrikuler

Penatalaksanaan Medik
y eliminasi kuman y netralisasi toksin y perawatan suporatif

perawatan penderita tetanus harus intensif dan rasional :


y nutrisi dan cairan y menjaga agar nafas tetap efisien y mengurangi kekakuan dan mengatasi kejang

Pengobatan penunjang saat serangan kejang adalah :


y Semua pakaian ketat dibuka y Posisi kepala sebaiknya miring untuk mencegah

aspirasi isi lambung y Usahakan agar jalan napas bebasu ntuk menjamin kebutuhan oksigen y Pengisapan lendir harus dilakukan secara teratur dan diberikan oksigen

ASUHAN KEPERAWATAN
y

Data subyektif
y Biodata/Identitas y Keluhan utama kejang y Riwayat Penyakit (Darto Suharso, 2000) y Riwayat penyakit yang diderita sekarang tanpa kejang

ditanyakan :

Data Obyektif
y Pemeriksaan Umum (Corry S, 2000 hal : 36) y Pemeriksaan Fisik y Genetalia y Pemeriksaan Penunjang y Pemeriksaan Penunjang y Darah y EEG y Skull Ray

Diagnosa keperawatan yang muncul adalah :


Risiko terjadinya cedera fisik berhubungan dengan serangan kejang berulang.  Risiko terjadinya ketidakefektifan jalan nafas berhubungan dengan sekunder dari depresi pernafasan  Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan produksi sekret yang berlebihan pad ajalan nafas atas.  Kurangnya pengetahuan keluarga tentang penanganan penyakitnya berhubungan dengan keterbatasan informasi yang ditandai  Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan reaksi eksotoksin


Fibris konfulsi
y Apa yang dimaksud dengan Kejang Demam?,

Kejang demam merupakan kejang yang terjadi pada saat seorang bayi atau anak mengalami demam tanpa infeksi sistem saraf pusat. Kejang demam biasanya terjadi pada awal demam. y Kejang demam adalah terbebasnya sekelompok neuron secara tiba-tiba yang mengakibatkan suatu kerusakan kesadaran, gerak, sensasi atau memori yang bersifat sementara (Hudak and Gallo,1996).

klasifikasikan
y Simple febrile seizures (Kejang Demam Sederhana) : y Complex febrile seizures / complex partial seizures

(Kejang Demam Kompleks)

Lalu apa yang membedakan kejang demam ini dengan epilepsi?


y Walaupun gejalanya sama yaitu kejang dan berulang,

namun pada anak yang menderita epilepsi, episode kejang tidak disertai dengan demam. y Ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya kejang demam berulang antara lain: - Usia < 15 bulan saat kejang demam pertama - Riwayat kejang demam dalam keluarga - Kejang demam terjadi segera setelah mulai demam atau saat suhu sudah relatif normal - Riwayat demam yang sering - Kejang pertama adalah complex febrile seizure

Bagaimana jika anak anda demam yang disebabkan oleh imunisasi?


y Walaupun imunisasi dapat menimbulkan demam, namun imunisasi jarang diikuti kejang demam. Suatu penelitian yang dilakukan memperlihatkan risiko kejang demam pada beberapa jenis imunisasi sebagai berikut : y DTP : 6-9 per 100.000 imunisasi. Risiko ini tinggi pada hari imunisasi, dan menurun setelahnya. y MMR : 25-34 per 100.000 imunisasi. Risiko meningkat pada hari 8-14 setelah imunisasi. y Kejang demam pasca imunisasi tidak memiliki kecenderungan berulang yang lebih besar daripada kejang demam pada umumnya. Dan kejang demam pasca imunisasi kemungkinan besar tidak akan berulang pada imunisasi berikutnya

Saat anak mengalami Kejang Demam, hal hal penting yang harus kita lakukan antara lain
y Jika anak anda mengalami kejang demam, cepat y y y y

bertindak untuk mencegah luka. Letakkan anak anda di lantai atau tempat tidur dan jauhkan dari benda yang keras atau tajam Palingkan kepala ke salah satu sisi sehingga saliva (ludah) atau muntah dapat mengalir keluar dari mulut Jangan menaruh apapun di mulut pasien. Anak anda tidak akan menelan lidahnya sendiri. Hubungi dokter anak anda

TETANUS NEONATORUM
y tetanus neonatorum adalah penyakit tetanus yang

terjadi pada neonatus (bayi berusia kurang 1 bulan) yang disebabkan oleh Clastridium Tetani, yaitu kuman yang mengeluarkan toksin (racun yang menyerang sistem saraf pusat).

ETIOLOGI
y .Infeksi melalui tali pusat y Akibat pemotongan tali pusat yang kurang steril y Pemberian imunisasi Tetanus Toksoid (TT) pada ibu

hamil tidak dilakukan, atau tidak lengkap, atau tidak sesuai dengan ketentuan program y Pertolongan persalinan tidak memenuhi persyaratan kesehatan

MANIFESTASI
y kekakuan mulut y kesulitan menetek, y risus sardonicus sampai opistotonus.

Gambaran Umum pada Tetanus


y Trismus (lock-jaw, clench teeth) y Risus Sardonicus (Sardonic grin) y Opisthotonus y Otot dinding perut kaku, y Bila kekakuan makin berat y Pada tetanus yang berat akan terjadi

DIAGNOSIS,
y Pemeriksaan laboratorium : Liquor Cerebri normal,

hitung leukosit normal atau sedikit meningkat. Pemeriksaan kadar elektrolit darah terutama kalsium dan magnesium, analisa gas darah dan gula darah sewaktu penting untuk dilakukan. Pemeriksaan radiologi : Foto rontgen thorax setelah hari ke-5.

DIAGNOSA BANDING
y Diagnosa Banding y Meningitis y Meningoenchepalitis y Enchepalitis y Tetani karena hipocalsemia atau hipomagnesemia y Trismus karena process local

KOMPLIKASI
y Bronkhopneumonia y Asfiksia y Sepsis Neonatorum

FAKTOR RESIKO
y Faktor Risiko Pencemaran Lingkungan Fisik dan y y y y

Biologik Faktor Cara Pemotongan Tali Pusat Faktor Cara Perawatan Tali Pusat Faktor Kebersihan Pelayanan Persalinan Faktor Kekebalan Ibu Hamil

Penatalaksanan.
y Medik y Diberikan cairan intravena y Diazepam dosis awal 2,5 mg y ATS 10.000 U/hari, diberikan selama 2 hari y Ampisilin 100 mg/kgBB/hari dibagi dalam 4 dosis y Tali pusat dibersihkan/kompres dengan alcohol 70%/Betadine 10%. y Perhatikan jalan napas, diuresis, dan tanda vital. Lendir sering dihisap

y Keperawatan y cairan dan nutrisi, y Perawatan puntung tali pusat y dibutuhkan povidon 10% dan dirawat secara terbuka y puntung tali pusat dilakukan minimal 3 kali sehari.

ASUHAN KEPERAWATAN
y pengkajian y Identitas y Riwayat Keperawatan : antenatal, intranatal, postnatal. y Pemeriksaan Fisik y Pemeriksaan Persistem

Diagnosa keperawatran.
y Ketidakefektifan pola nafas b.d kelelahan otot-otot

respirasi y Perubahan nutrisi, kurang dari kebutuhan tubuh b.d refleks menghisap pada bayi tidak adekuat.