Anda di halaman 1dari 8

KLIPING BERITA PERUMAHAN RAKYAT MELALUI MEDIA CETAK DAN ONLINE

Hari Tanggal : Jumat : 24 Februari 2012

NO TANGGAL
1. 24 Februari 2012

MEDIA
Kompas Hal: 18 Rubrik: Ekonomi y

JUDUL BERITA
Persyaratan Kredit Rumah Subsidi Diubah y

ISI BERITA
Pemerintah melakukan sejumlah revisi atas persayaratan kredit rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan menengah-bawah. Perubahan itu mencakup kriteria sasaran penerima kredit, nilai maksimal kredit, serta harga maksimal rumah. Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia mengungkapkan judicial review terhadap UU No. 1/2011 tentang perumahan dan kawasan permukiman yang diajukannya lebih fokus kepada aturan batasan minimal rumah sejahtera tapak. y

KUTIPAN

2.

24 Februari 2012

Bisnis Indonesia Hal: 7 Rubrik:Properti

Judicial Review Fokus Batasan Minimal Rumah

3.

24 Februari 2012

Republika Hal: 15 Rubrik: Syariah

Margin KPRS Sulit Diturunkan

Penyesuaian margin pembiayaan perumahan (KPR) di bank syariah masih sulit dilakukan. Alasannya, KPR yang didominasi akad murabahah masih diminati nasabah.

Masyarakat kecil yang kemampuannya membangun rumah di bawah tipe 36m2 tidak akan mendapatkan IMB, akibatnya mereka tidak memiliki tempat tinggal. Padahal alangkah baiknya mereka memiliki tempat tinggal meskipun kecil, dibandingkan dengan harus tinggal di kolong jembatan, ujar Ketua Umum Apersi Eddy Ganefo. Jika harus ditinjau, margin murabahah butuh waktu lama, ujar General Manager Produk dan Produser BNI Syariah, Iwa

4.

24 Februari 2012

Rakyat Merdeka Hal: 8 Rubrik: Rumah Rakyat

Menpera Dinilai Nggak Becus Urus Bunga Bank

Pembiayaan KPR dengan akad murabahah memiliki margin tetap sepanjang pembiayaan. Kader PKB DPR Hanif Dhakiri kecewa dengan Menpera Djan Faridz yang cuma bisa turunkan suku bunga 7,25 persen dari sebelumnya 8,25 persen untuk kredit kepemilikan rumah bagi MBR.

Kustiwa.

5.

24 Februari 2012

Republika y Hal: 14 Rubrik: Financial

Menpera: Suku Bunga FLPP 7,25 Persen

6.

24 Februari 2012

Koran Jakarta Hal: 16 Rubrik: Properti

Green Building Kian Diminati

7.

24 Februari 2012

Koran Jakarta Hal: 16 Rubrik: Properti

Menuju Realestat yang Lebih Sehat

Kementerian Perumahan Rakyat menegaskan, suku bunga kredit pemilikan rumah melalui FLPP pada kisaran 7,25% persen. Konsep pembangunan produk properti modern adalah green building. Konsep ini bakal menjadi tren. Pengusaha properti kini berlomba mengembangkan green building. Energi dan lingkungan merupakan elemen penting yang saling berkaitan. Ketika hendak mendirikan properti ramah lingkungan, energi yang digunakan harus menguntungkan bagi lingkungan.

Harusnya suku bunga kepemilikan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah ditekan serendah mungkin. Menpera sebagai pihak terkait seharusnya mengerti dong kalau bunga tinggi itu menyusahkan rakyat kecil untuk punya rumah, kata Kader PKP DPR hanif Dhakiri. Saat ini berada di 7,25 persen, ungkap Menpera Djan Faridz.

Sekarang, mulai banyak banguna yang back to nature, kata Pengamat Investasi Properti, Budi Santoso.

Jika properti tersebut memiliki program mendaur ulang sampah bebas, siapkan lahan kosong untuk mendaur ulang limbah. Cara ini sangat bermanfaat bagi lingkungan. Ongkosnya murah dan membuat lingkungan gembira, ujar wakil presiden

21 Persen Masyarakat Tak Miliki Hunian

Berdasar survei pasar properti yang dilakukan pasar properti yang dilakukan oleh iProperti Group, terungkap bahwa kebutuhan akan properti dan perumahan di Indonesia terus meningkat.

8.

24 Februari 2012

Suara Karya Hal: 7 Rubrik: Ekonomi & Bisnis

2012, Perusahaan Pengembang Ekspansi

Perusahaan properti PT Premier Qualitas Indonesia makin agresif melakukan pengembangan disejumlah lokasi.

9.

23 Februari 2012

Investor Daily Hal : 23 Rubrik : Property

Target FLPP Ditaksir Sulit Tercapai

Target penyaluran FLPP sebanyak 219.000 unit sepanjang tahun ini ditaksir tidak tercapai. Sandungan hal itu karena penyertaan modal dari pemerintah dan perbankan jumlahnya menurun jika dibandingkan tahun lalu.

BECO, Abel. Jenis properti lain, seperti perumahan yang disubsidi oleh pemerintah, hotel, dan ruko, hanya dipilih oleh sebagian kecil masyarakat Indonesia, kata Shaun Di Gregorio CEO dari iProperi Group. Kami optimistis pada 2012 bisnis properti jauh lebih baik dibanding tahun sebelumnya, kata Presiden Direktur Premier Qualitas Indonesia Tommy Wong. Ketiga, BTN tidak lagi menjadi core utama penyaluran. Sedangkan bank lain kapasitasnya belum sebaik BTN, meski likuiditasnya lebih besar, kata Ketua Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengembang Perumahan Seluruh Indonesia (Apersi) Fuad Zakaria. Saat ini semua instalansi baik air dan listriknya pun sudah terpasang semuanya. Hanya menunggu penyambungan semua instalasi itu, kata Ketua Komisi III DPRD Kolaka, Rusman Rusunami telah mandek sejak

Pemda Diminta Bangun Rusunawa

DPRD Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) meminta pemerintah daerah untuk segera merampungkan proyek pembangunan rumah susun di Kelurahan Lamokato, Kecamatan Kolaka.

Pengembang Tunda Bangun

REI tetap menunda pengembang rumah

Rusunami

susun sejahtera miliki hingga ada kepastian kenaikan harga dari Kemenpera.

beberapa tahun terakhir. Pengembanganny a tersendat dan kurang gencar sejak insentif untuk pengembang tidak diberikan. Saat ini kami masih menunggu realisasi kenaikan harga rusunami dari Kemenpera sebelum memutuskan membangun kembali, ujar Setyo Maharso/ y

10.

23 Februari 2012

www.kompas.co m

Ini Bedanya KPR Rumah Subsidi Skema Lama dan Baru!

11.

23 Februari 2012

www.kompas.co m

DPR Pertanyakan Syarat Baru KPR

Program Kredit Perumahan Rakyat (KPR) untuk rumah subsidi kembali bergulir setelah tercapainya kesepakatan antara Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) dengan empat bank BUMN sebagai penyalur KPR. Kedua pihak sepakat dalam perjanjian kerjasama operasional (PKO) dengan skema porsi dana 50:50 dan suku bunga kredit 7,25%. Anggota Komisi V DPR RI Sunartoyo mempertanyakan skema baru KPR melalui Fasilitas Likuidasi Pembiayaan Perumahan (FLPP) 2012 bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan penghasilan pokok Rp 3,5 juta per bulan untuk rumah tapak. Pada skema lama KPR FLPP 2010 - 2011, kredit ini dapat dinikmati oleh MBR berpenghasilan pokok Rp 2,5 juta per bulan.

Mengapa syaratnya menjadi Rp 3,5 juta per bulan, sementara masih banyak masyarakat yang memiliki penghasilan Rp 2,5 juta ke bawah. -- Sunartoyo

12.

23 Februari 2012

www.okezone.c om

Permukiman Kumuh di Indonesia Kian Meluas

Kondisi perumahan dan kawasan permukiman di Indonesia masih jauh dari harapan. Backlog (kekurangan) perumahan di tahun 2011 saja bertengger di angka 8,2 juta unit, jumlah rumah tidak layak huni tercatat mencapai 4,8 juta unit di tahun 2009.

13.

23 Februari 2012

www.kompas.co m

Menpera: Kondisi Perumahan Jauh dari Harapan

14.

23 Februari 2012

www.investordai ly.com

Target FLPP Ditaksir Sulit Tercapai

15.

23 Februari 2012

www.harianjogja .com

Kemenpera : Hari ini, Menpera Datangi Rakonreg

Pentingnya hunian yang layak bagi setiap orang bukan sekadar kepentingan nasional semata, melainkan juga menjadi perhatian serius lembaga-lembaga internasional. Pasalnya, rumah layak huni itu menjadi salah satu hak mendasar bagi kehidupan manusia. Target penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 219.000 unit sepanjang tahun ini ditaksir tidak tercapai. Sandungan hal itu karena penyertaan modal dari pemerintah dan perbankan jumlahnya menurun jika dibanding tahun lalu. Kementerian perumahan rakyat (Kemenpera) Republik

"Pemerintah mengakui bahwa program dan kegiatan yang telah ditetapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional di tahun 20102014, jauh dari memadai untuk menjawab persoalanpersoalan yang ada," kata Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz, saat membuka Rapat Konsultasi Regional (Rakorneg) di Solo Kamis (23/2/2012), dalam keterangan tertulisnya kepada okezone. Kecenderungan permukiman kumuh semakin meluas. Pada tahun 2009 saja diperkirakan mencapai 57.800 hektar. -- Djan Faridz

I di Solo

16.

23 Februari 2012

www.suaramerd eka.com

Penyaluran KPR FLPP Dibuka

Indonesia mengadakan rapat konsultasi regional (Rakonreg) I bertempat di The Sunan Hotel, Solo, selama tiga hari, Rabu-Jumat (22-24/2). Pelaksaan rapat dimulai Rabu malam. Pembahasan rapat hanya diikuti oleh peserta dan perwakilan deputi. Setelah Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) kembali membuka penyaluran Kredit Pemilikan Rumah dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP), sejumlah perbankan yang ditunjuk seperti PT Bank Tabungan Negara mulai menerapkan fasilitas itu bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang ingin memiliki rumah.

17.

23 Februari 2012

www.okezone.c om

Pemda Harus Ikut Serta Bangun Rumah Murah

Sebagai langkah konkret pembangunan rumah murah dan layak huni bagi masyarakat kurang mampu, serta wujud pelaksanaan amanat Presiden, Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) telah memperkuat peran dan kapasitas pemerintahan daerah. Di antaranya melalui kegiatan dekonsentrasi bidang perumahan dan kawasan permukiman serta dana alokasi khusus bidang perumahan dan kawasan permukiman.

Dalam kesepakatan itu, porsi dana penyertaan pemerintah dan perbankan dalam pembiayaan rumah bersubsidi berbanding 50:50. Sebesar 50% dana pembiayaan dari BTN serta dana 50% berasal dari Kemenpera. Sementara untuk masa tenor pembayaran FLPP 15 tahun, Kepala Kantor Wilayah II PT BTN Poernomo. "Penguatan provinsi ini salah satunya adalah melalui pelaksanaan Rapat Konsultasi Regional (RAKONREG) Kemenpera Tahun 2012. Selain itu juga sebagai persiapan pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Provinsi dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional Tahun 2012, kata

Menpera Djan Faridz, dalam keterangan resminya, Kamis (24/2/2012). 18. 23 Februari 2012 www.sragenpos. com y Kemenpera : Hari ini, Menpera Datangi Rakonreg I di Solo y Kementerian perumahan rakyat (Kemenpera) Republik Indonesia mengadakan rapat konsultasi regional (Rakonreg) I bertempat di The Sunan Hotel, Solo, selama tiga hari, Rabu-Jumat (22-24/2). Pelaksaan rapat dimulai Rabu malam. Pembahasan rapat hanya diikuti oleh peserta dan perwakilan deputi. Pemerintah melalui Kementerian Perumahan Rakyat akan melakukan perbaikan 250 ribu rumah tidak layak huni di seluruh Indonesia pada tahun ini. Perbaikan dilakukan untuk rumah dengan kerusakan sedang hingga berat. Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz mengatakan untuk perbaikan berat, setiap rumah akan mendapatkan Rp 11 juta. Pemerhati perumahan dan permukiman meragukan Kementerian Perumahan Rakyat dapat mencapai target pembiayaan kredit perumahan rakyat bersubsidi sepanjang tahun ini sebanyak 219.500 unit. y

19.

23 Februari 2012

www.tempo.co.i d

250 Ribu Rumah Tak Layak Huni Akan Diperbaiki

Sementara kalau yang rusak sedang, dapat Rp 6 juta, ujar Menpera Djan Faridz, Kamis, 23 Februari 2012.

20.

22 Februari 2012

www.bisniskti.com

KPR: Kemenpera patok 219.500 unit rumah, analis pesimis!

Core bisnis Bank BTN itu kredit perumahan rakyat, 3 bank lainnya belum berpengalaman menyalurkan kredit perumahan yang kecil. Sehebathebatnya bank mereka harus mempersiapkan infrastrukturnya paling sedikit 3 bulan hingga 6 bulan. Tidak

21.

23 februari 2012

www.tempo.co.i d

Pemerintah Bangun Rumah Rp 25 Juta untuk PNS

22.

23 februari 2012

www.kompas.co m

Ini Bedanya KPR Rumah Subsidi Skema Lama dan Baru!

- Kementerian Perumahan Rakyat segera membangun rumah murah untuk pegawai negeri sipil (PNS). Rumah dengan tipe 36 tersebut akan dijual dengan harga Rp 25 juta. Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz mengatakan harga rumah bisa murah karena lahannya disediakan oleh pemerintah daerah setempat. Program Kredit Perumahan Rakyat (KPR) untuk rumah subsidi kembali bergulir setelah tercapainya kesepakatan antara Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) dengan empat bank BUMN sebagai penyalur KPR. Kedua pihak sepakat dalam perjanjian kerjasama operasional (PKO) dengan skema porsi dana 50:50 dan suku bunga kredit 7,25%.

semudah membalikkan telapak tangan tentunya, kata Zulfi Ketua Lembaga Pengkajian Pengembangan Perumahan & Perkotaan Indonesia (LPP3I) saat dihubungi Bisnis, hari ini. Tanahnya hibah pemerintah dan kami yang membangun, kata Menpera Djan Faridz di Surakarta, Kamis, 23 Februari 2012.