Anda di halaman 1dari 3

Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun

Kaligrafi doa mayyit

Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali Mengenang 100 hari yang kami cintai:

Allahummagh firlahu warhamhu waafihi wafu anhu

Yaa Ghoffar, Ampunilah dosa dan khilaf almarhum, Rahmatillah ia, Terimalah amal ibadahnya, Dan berikanlah ia tempat sebaik-baiknya di sisi-Mu. Amin yaa Robbal aalamin

Almarhum H. Moeslih Bin H. Machfud

Lahir di Bangil, 6 Juni 1940 Wafat di Jakarta, 2 Februari 2011

Dikebumikan di TPU Kebon Pala Jakarta Timur Pada tanggal 2 Februari 2011 Jakarta, 12 Mei 2011

Dengan segala kerendahan hati, kami memohon keikhlasan dari Bapak, Ibu, serta Saudara/i untuk memaafkan segala kesalahan serta kekhilafan Ayahanda kami semasa hidupnya, serta diiringi doa semoga Ayahanda diampuni segala dosanya, dihapuskan segala kesalahan serta kekhilafannya, dilimpahkan rahmat dan diberikan tempat yang layak di sisi Allah SWT, serta diterima iman Islam, dan amal ibadahnya.

Kami yang menyayangi Beliau,

Istri: Hj. Noer Tjahya bin Abdul Kadir

Anak Menantu Anang M. Yusuf Tinia Leyli Shofia A. Soefia Maulida Bambang Harmanto M. Machfud Maulana Mira Sari Junita Pane

Tiada kata yang lebih baik yang dapat kami haturkan selain ucapan terima kasih yang tulus untuk berdoa bersama kami. Cucu: M. Alif R M. Muqfy Ihsan Haris M. Yusuf Balqis Athirah Y. M. Fadhil Ramadhan M. Bagus Sultan Hanif Maulana Firsi Maharani Putri

Semoga Allah SWT memberikan pahala atas kebaikan Bapak, Ibu, dan Saudara/i, serta melimpahkan rahmat, taufiq, hidayah, dan inayah-Nya kepada kita semua.

Jazakumullahu khairan katsiran

Amin, Amin Ya Rabbal Alamin

Cililitan, Mei 2011 Keluarga Besar Almarhum

Ayah dalam Kenangan...

Sosok gagah yang rambutnya tetap hitam, yang senantiasa istiqomah dalam dzikir, sholat, dan tak pernah melewatkan pekan tanpa mengkhatamkan quran, Sosok tegas yang senantiasa mendoakan, menasehati anak dan cucunya mengingatkan akan sholat dan pentingnya menjadi anak sholeh yang berbakti pada orang tua, yang terkadang kemarahannya membuat gentar, Sosok yang tak pernah lupa menyelipkan rupiah ke cucu-cucunya dan tertawa senang setiap kali melihat mereka nyengir mengucapkan terima kasih, Sosok yang tidak pernah tega melihat anakanaknya kesulitan... Pagi itu menuntaskan amanahnya sebagai hamba Allah, Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun Sesungguhnya kami adalah milik-Mu dan kepada-Mulah kami kembali, Terimalah Beliau di sisi-Mu ya Allah, dan berikanlah kami kekuatan untuk meniru segala kebaikan Beliau, agar terpenuhi sunnah Rasul-Mu: Bila seseorang telah meninggal, terputus untuknya pahala segala amal, kecuali tiga hal yang tetap kekal: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang senantiasa mendoakannya (HR. Bukhari-Muslim) Semoga Allah mempertemukan kita kembali di tempat yang terbaik yang disediakan-Nya, kelak, di Jannatun Naim... Amin Yaa Rabbal Alamin