Anda di halaman 1dari 7

Percobaan I TEKNIK ASEPTIS

TUJUAN 1. Dapat memindahkan biakkan bakteri dari satu media ke media lain secara aseptis. 2. Mampu memahami pentingnya teknik aseptis dalam bekerja di laboratorium mikrobiologi farmasi. DASAR TEORI Pada tahun 1861, seorang ilmuwan perancis bernama Louis Pasteur melakukan percobaan yang mendukung teori biogenesis. Pasteur mendemostrasikan bahwa organisme terdapat diudara dan dapat mengontaminasi larutan steril, namun udara itu sendiri tidak dapat menciptakan organisme. Dari hasil ini, Pasteur berpendapat bahwa mikroorganisme di udara merupakan agen yang bertanggung jawab atas terjadinya kontaminasi. Penemuan ini merupakan dasar dari teknik aseptis, yaitu teknik pencegahan kontaminasi mikroorganisme yang tidak dikehendaki, yang saat ini menjadi standar kerja di laboratorium serta standar bagi tindakan medis(1). Sterilisasi adalah proses untuk membebaskan suatu benda dari semua organisme baik bentuk vegetatif maupun spora. Sterilisasi digunakan dalam bidang mikrobiologi untuk mencegah pencemaran orgaisme luar(2). Proses sterilisasi dapat dilakukan dengan beberapa metode yaitu: 1. Sterilisasi dengan cara fisik a. Pemanasan i. Panas kering, dilakukan untuk membunuh mikroba dengan memakai udara panas kering yang tinggi. Sterilisasi jenis ini dibedakan atas: Panas membara, dilakukan dengan jalan menaruh benda yang akan disterilkan dalam nyala api bunsen sampai merah membara. Melidah-apikan, dilakukan dengan melewatkan benda dalam api bunsen namun tidak sampai menyala terbakar. Udara kering, misalnya dengan menggunakan oven.

ii. Panas basah, yaitu pemanasan menggunakan air atau uap air. Sterilisasi jenis ini dapat dibedakan atas tiga golongan, yaitu: Panas basah <100C (Pasteurisasi), yaitu pemanasan pada suhu 60C selama 30 menit.

Panas

basah

pada

suhu

100C,

yaitu

pemanasan

dengan

menggunakan air mendidih selama 10 menit. Panas basah >100C, yaitu pemanasan menggunakan autoklaf.

b. Filtrasi/penyaringan, dilakukan dengan mengalirkan larutan melalui suatu alat penyaringan yang memiliki pori-pori cukup kecil untuk menahan organisme dengan ukuran tertentu. c. Radiasi/penyinaran, dilakukan dengan menggunakan sinar ultraviolet yang panjang gelombangnya antara 220-290 nm. 2. Sterilisasi dengan cara kimia, antara lain dilakukan dengan menggunakan desinfektan(3).

ALAT DAN BAHAN Alat : Autoclave Gelas piala Labu erlenmeyer Laminar Air Flow (LAF) Lampu spiritus Ose bulat dan ose runcing Petridish atau cawan petri Tabung reaksi

Bahan : Biakkan bakteri dalam media cair dan agar miring Media cair (nutrient broth) Media padat (nutrient agar)

CARA KERJA 1. Pembuatan media


Dibuat dua tabung nutrient broth, dua cawan petri agar plate, dan dua tabung nutrient agar slant

Setiap tabung diisi 5 ml media dan setiap cawan petri diisi 20 ml media

Ditimbang media sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan, kemudian dilarutkan menggunakan aquades

Disterilisasi dengan autoclave pada suhu 121oC selama 15 menit

Setelah steril, tabung nutrient agar slant dimiringkan pada suhu 45o sampai membeku

2. Pemindahbiakkan bakteri dari media cair ke mediacair ( broth to broth )

Ose dipanaskan hingga membara

Tabung yang berisi kultur yang akan dipindahkan dibuka lalu dipanasi mulut tabung tersebut pada nyala api

Dimasukkan ose tersebut dalam biakkan dekat dinding tabung dan dicelupkan dalam biakkan

Ose dikeluarkan kemudian dipanasi mulut tabungnya dan ditutup kembali

Ose dicelupkan kedalam tabung media yang baru, tabung ditutup dan ose dipanaskan kembali sampai membara

3. Pemindahbiakkan bakteri dari media agar miring ke media agar miring (slant to slant) Ose dipanaskan hingga membara

Tabung yang berisi kultur yang akan dipindahkan dibuka lalu dipanasi mulut tabung tersebut pada nyala api

Ose dimasukkan dan digoreskan pada permukaan media yang mengandung koloni bakteri

Ose dikeluarkan kemudian dipanasi mulut tabungnya dan ditutup kembali

Ose tersebut digoreskan pada permukaan media agar miring yang baru secara zig-zag dari arah bawah ke atas (mundur)

Ose dikeluarkan dan dipanaskan sampai membara

4. Pemindahbiakkan bakteri dari media cair ke media padat (broth to plate)

Ose dipanaskan hingga membara

Tabung yang berisi kultur yang akan dipindahkan dibuka lalu dipanasi mulut tabung tersebut pada nyala api

Dimasukkan ose tersebut dalam biakkan dekat dinding tabung dan dicelupkan dalam biakkan

Ose dikeluarkan kemudian dipanasi mulut tabungnya dan ditutup kembali

Ose digoreskan pada permukaan media padat dengan teknik quadrant, radiant atau continouos streak

DATA DAN HASIL 1. Media cair (broth)

E. coli

S. aureus

2. Media agar miring (slant)

E. coli

S. aureus

3. Media padat (plate)

E. coli

S. aureus

PEMBAHASAN Tujuan dilakukannya percobaan ini adalah agar praktikan dapat melakukan pemindah biakan bakteri dari satu media ke media lain. Selain itu agar mahasiswa mampu memahami pentingnya teknik aseptis dalam bekerja. Pada percobaan kali ini, bakteri yang digunakan adalah bakteri E. coli dan S. aureus. Media pembiakannya digunakan tiga macam media, yaitu media cair, media agar miring dan media padat. Media cair merupakan media yang tidak mengandung agar, contohnya adalah nutrient broth. Sedangkan, media padat yaitu media yang mengandung agar 15% sehingga setelah dingin akan menjadi padat. Teknik sterilisasi merupakan suatu proses perlakuan terhadap bahan atau barang dimana pada akhir proses tidak terdapat mikroorganisme pada bahan atau barang tersebut. Pada prinsipnya, sterilisasi dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu secara mekanik, fisik dan kimiawi. Sterilisasi secara mekanik dilakukan dengan menggunakan suatu saringan yang berpori sangat kecil sehingga mikroba tertahan pada saringan tersebut. Sterilisasi secara fisik dapat dilakukan dengan pemanasan dan penyinaran. Sedangkan, sterilisasi secara kimiawi biasanya menggunakan senyawa desinfektan, contohnya alkohol. Sebelum digunakan, alat-alat yang ada disterilisasi terlebih dahulu menggunakan autoklaf. Prinsip kerja autoklaf ini adalah penggunaan uap air jenuh pada tekanan di atas tekanan atmosfer dan suhu 121C. Proses pengerjaan atau pemindahan biakan bakteri digunakan dilakukan di dalam LAF (Laminating Air Flow). Prinsip kerja LAF adalah mensterilkan alat dengan bekerja secara aseptis karena mempunyai pola pengaturan dan penyaringan aliran udara sehingga menjadi steril dan aplikasi sinar UV beberapa jam sebelum digunakan. Ose disterilkan dengan cara pemanasan dinyala api hingga membara. Proses pemindahbiakan bakteri dilakukan dekat dengan nyala api dengan tujuan untuk menjaga kesterilan dan mengurangi kontaminan, sehingga bakteri dapat tumbuh dengan baik pada

media. Mulut tabung maupun cawan petri harus selalu dipanasi setelah dibuka dan sebelum ditutup kembali untuk memastikan media tetap steril. Proses penggoresan pada media agar miring dilakukan dari bawah ke atas untuk menjaga agar ose tidak menyentuh media lebih dari sekali yang mana dapat mengakibatkan bakteri pada media tidak tumbuh dengan baik. Setelah digunakan ose harus dipanaskan kembali dinyala api hingga membara untuk membunuh bakteri yang menempel pada ose sehingga menjadi steril kembali. Dari hasil percobaan yang kami lakukan, didapati bahwa bakteri yang berhasil tumbuh dengan baik adalah bakteri pada media cair. Hal ini dapat dilihat dari adanya endapan di dasar tabung dan ketika dilakukan penggojokan endapan tersebut bercampur dengan baik (tidak terlihat partikel-partikel pada media). Sedangkan bakteri pada media agar miring maupun media padat gagal berkembang biak. Dapat dilihat bahwa biakan tidak tumbuh sesuai dengan jalur goresan yang ada yang mana hal ini menunjukkan adanya kontaminan pada media tersebut yang mengganggu pertumbuhan bakteri.

DAFTAR PUSTAKA 1) Pratiwi,Sylvia. T., 2008, Mikrobiologi Farmasi, Erlangga, Jakarta, 8-9 2) Gupte, S., 1990, Mikrobiologi Dasar, Binarupa Aksara, Jakarta. 3) Lay, B.W., Hastowo, 1982, Mikrobiologi, Rajawali Press, Jakarta.