Anda di halaman 1dari 6

Dakota Office Products Dakota Office Products (DOP) adalah distributor perlengkapan kantor untuk institusi dan bisnis

komersial berupa alat tulis seperti pena, pensil, spidol dan kertas khusus untuk mesin fotokopi dan printer. DOP memiliki reputasi yang sangat baik dan responsive dalam melayani pelanggan. DOP beroperasi dimulai dengan mengambil produk dari produsen dengan menggunakan truk lalu truk tersebut membawa produk ke lokasi penyimpanan (gudang). Setiap hari, setelah pelanggan melakukan pemesanan, karyawan DOP menyiapkan produk pesanan pelanggan di gudang dan mengirimnya dengan menggunakan truk forklift. Biasanya, DOP mengirim produk kepada pelanggan dengan menggunakan truk komersial. Tetapi, baru-baru ini DOP menawarkan pilihan pengiriman produk (Desk Top) dengan memberikan paket produk langsung ke lokasi masing-masing pelanggan. DOP mengoperasikan armada truk kecil dan menugaskan karyawan gudang sebagai driver untuk pengiriman paket Desk Top. DOP memberikan charge untuk harga premium yang kecil (tambahan markup sampai 2%) untuk kenyamanan dan menjaga pengiriman pesanan langsung kepada pelanggan. DOP percaya bahwa harga tambahan untuk layanan ini bisa meningkatkan margin dalam bisnis yang sangat kompetitif di bisnis distribusi perlengkapan kantor. DOP memesan produk dari berbagai produsen. Harga produk yang diberikan kepada pelanggan nantinya akan di markup sekitar 15% dari biaya produk untuk menutupi biaya gudang, distribusi dan pengirimannya. Kemudian ditambah markup lainnya untuk menutupi perkiraan biaya beban umum dan penjualan dan penyisihan untuk profit. Semua markup tersebut ditentukan pada awal tahun berdasarkan biaya actual dari tahun sebelumnya dan trend industry sejenis atau persaingan industry yang terjadi. Pada tahun 1999, Dakota memperkenalkan EDI (pertukaran data elektronik) dan situs internet pada tahun 2000 yang memungkinkan pelanggan untuk melakukan pesanan secara otomatis sehingga karyawan Dakota tidak perlu memasukan data pelanggan dan pesanannya secara manual. Beberapa pelanggan telah beralih mengunakan EDI karena merasa nyaman akan hal itu namun biaya Dakota terus meningkat. Malone, General Manager Dakota khawatir setelah memperkenalkan inovasi tersebut seperti pengiriman Desktop dan EDI perusahaan tidak mendapatkan keuntungan sehingga ia harus mencari tindakan apa yang ia lakukan agar Dakota kembali mendapatkan keuntungan. Proses Operasi Bagian Gudang: Mengangkut produk dengan truk dari produsen, dan memindahkannya ke lokasi yang ditunjuk sebagai penyimpanan produk (Gudang). Setelah menerima pesanan pelanggan, karyawan gudang DOP mengumpulkan karton item dan mempersiapkan karton item tersebut untuk dikirim.

Bagian pemesanan pelanggan dan validasi: Mengatur pesanan pelanggan secara manual Mengisi individual order lines didalam pesanan pelanggan. Validasi EDI dan pesanan lewat internet

Pertanyaan 1. Why was Dakotas existing pricing system inadequate for its current operating

environment?
Pada saat itu Dakota memiliki perhitungan harga yang diberikan kepada pelanggan dengan : Memberikan charge untuk pengiriman Dekstop dengan tambahan markup sampai 2% dari harga premium. Harga produk yang diberikan kepada pelanggan berupa : o markup sekitar 15% dari biaya produk untuk menutupi biaya gudang, distribusi dan pengirimannya. o ditambah markup lainnya untuk menutupi perkiraan biaya beban umum dan penjualan dan penyisihan untuk profit. o Semua markup tersebut ditentukan pada awal tahun berdasarkan biaya actual dari tahun sebelumnya dan trend industry sejenis atau persaingan industry yang terjadi. Perhitungan biaya diatas membuat Dakota tidak mampu untuk melihat dibagian mana yang menunjukan adanya inefisiensi biaya pada operasinya karena biaya tersebut tidak dipecah (breakdown) secara akurat melainkan hanya bergantung pada perhitungan harga tesebut. Perhitungan biaya produksi yang dilakukan DOP masih tradisional, yang dimana perhitungan biaya produksi tradisional hanya berlaku bagi perusahaan yang hanya memiliki satu jenis produk, banyaknya biaya langsung, teknik pengumpulan data yang sangat sedikit dan memiliki sedikit alat analisis data. Sedangkan DOP memiliki : 2 metode pengiriman yaitu metode pengiriman komersial dan metode pengiriman DeskTop. biaya overhead yang tinggi dibandingkan dengan biaya tenaga kerja tetap. jumlah massa data dengan tak terhitung jumlahnya sehingga mengalami kesulitan untuk menemukan cara untuk menganalisanya. biaya non-produk, tidak langsung, atau tersembunyi yang cukup mempengaruhi harga secara keseluruhan, biaya dan pengeluarannya.

2. Provide a brief analysis of the attached (page 2 of this document) activity-based

costing system. Do you agree with the activities and/or cost drivers identified for each activity? Why or why not?
Menyediakan analisis singkat dari sistem (halaman 2 dari dokumen ini) dilampirkan biaya berdasarkan aktivitas. Apakah Anda setuju dengan kegiatan dan / atau driver biaya diidentifikasi untuk setiap aktivitas? Mengapa atau mengapa tidak? Ada 4 akktivitas yang terjadi di Distribution Centres yaitu Memproses karton untuk keluar masuk gudang, melakukan Jasa Pengiriman Desktop, menangani pesanan (Order Handling) dan melakukan Data Entry.

Penjelasan aktivitas secara detail: Bagian Gudang a. Ada karyawan yang bertugas memindahkan karton untuk keluar masuk dari gudang. b. Menyiapkan karton-karton tersebut untuk dikirim sesuai dengan pesanan c. Semua item yang ada digudang hampir sama dengan perputaran persediaannya sehingga ruang dan biaya penanganannya (handling cost) sebanding dengan jumlah karton yang keluar dari gudang. d. Untuk pengiriman komersial, biayanya didasarkan pada volume. e. Biaya pengiriman karton memiliki biaya pengiriman yang hampir sama tanpa memperhatikan berat karton dan jarak pengiriman. f. Untuk biaya pengiriman Desktop diperlukan tambahan karyawan untuk dapat melakukan pengiriman tersebut. Bagian pemesanan pelanggan dan validasi a. Memasukan ID pelanggan dan menvalidasi informasi pelanggan. b. Memasukan line item sesuai dengan urutan dan dimasukan secara terpisah. c. Melakukan pemeriksaan data yang masuk melalui EDI atau internet secara cepat untuk memastikan pelanggan tidak melakukan kesalahan dalam melakukan pesanan lewat EDI atau internet. d. Proses memeriksa validitas ini membutuhkan waktu yang sama untuk semua pesanan lewat elektronik (EDI dan Internet), tidak bergantung pada jumlah produk yang dipesan pelanggan. Berdasarkan penjelasan diatas, didapatkan :

Aktivitas Gudang (kecuali karyawan) Pengiriman komersial Biaya truk pengiriman Biaya Data Entry Pesanan pelanggan secara manual Mengisi individual order line Validasi pesanan elektronik Pengiriman jasa Desktop Menyiapkan karton

80 80 80 0.10 0.90

2,000 7,500 500 2,400,000 2,400,000

Biaya aktivitas 2,000,000 450,000 200,000 800,000 160,000 600,000 40,000 240,000 2,160,000

Cost Driver Jumlah karton Jumlah karton yang dikirim bukan untuk pengiriman Desktop Jumlah karton yang dikirim melalui pengiriman dekstop Waktu operator data entry Jumlah pemesanan manual Jumlah pesanan item manual Jumlah pesanan eletronik Jumlah pengiriman dekstop Jumlah karton yang dipesan

Quantity 80,000 75,000 5,000 10,000 16,000 150,000 8,000 5,000 75,000

Rate 25 6 40 80 10 4 5 48 29

3. Using the activity-based costing system from Question 2, calculate the profitability of Customer A and Customer B.

(Hint: This should be a relatively straightforward calculation given the ABC system in Question 2)
Menggunakan sistem biaya berdasarkan aktivitas dari Pertanyaan 2, menghitung profitabilitas Nasabah A dan B. Pelanggan (Petunjuk: Ini harus menjadi perhitungan relatif mudah mengingat sistem ABC di Pertanyaan 2)

Pelanggan A Jumlah Sales Cost of items purchased Gross Margin Warehousing : Distribution Pengiriman komersial Pengiriman jasa Desktop Order Entry Pesanan pelanggan secara manual Mengisi individual order line Validasi pesanan elektronik Total Warehousing, Distribution, Order Entry Contribution to General and selling expenses and profit 6 60 6 200 200 200

Rate 103,000 85,000 18,000 25 6.0 28.8 10 4 5 5,000 1,200 5,760 60 240 30 5,000

6,960

330 12,290 5,710

Pelanggan B Jumlah Sales Cost of items purchased Gross Margin Warehousing : Distribution Pengiriman komersial Pengiriman jasa Desktop Order Entry Pesanan pelanggan secara manual Mengisi individual order line Validasi pesanan elektronik Total Warehousing, Distribution, Order Entry Contribution to General and selling expenses and profit 100 180 200 50 150 50 150

Rate 104,000 85,000 19,000 25 40.0 6.0 48.0 28.8 10 4 5 5,000 2,000 900 2,400 4,320 1,000 720 5,000

2,900 6,720

1,720 16,340 2,660

4. What explains any difference in profitability between the two customers? What are the limitations, if any, to the

estimates of the profitability of the two customers?


Apa yang menjelaskan perbedaan di antara kedua profitabilitas pelanggan? Apa keterbatasan, jika ada, untuk perkiraan keuntungan dari dua pelanggan? Pelanggan A 5,710 900 4,810 Pelanggan B 2,660 3,000 (340)

Contribution to General and selling expenses and profit Interest Cost (10%) Net Contribution to General & Selling Expenses and Profit

5. Assume that Dakota applies the analysis done in Question 3 to its entire customer base. How could such

information help the Dakota managers increase company profits?


Asumsikan bahwa Dakota menerapkan analisis dilakukan dalam 3 Pertanyaan untuk basis pelanggan seluruh. Bagaimana informasi tersebut bisa membantu manajer Dakota meningkatkan keuntungan perusahaan?