Anda di halaman 1dari 9

Wire rope

Lokomotif Dan Lori Lori Lori digunakan Sebagai alat angkut material pada tambang bawah tanah. Dan bergerak di atas rel. Dari cara pengosongan muatannya maka ada lima macam cara dumping dari lori, yaitu : a). Rear dump : pengosongan dari belakang. Misalnya, highed body mine car. b). Side dump : pengosongan dari samping. Misalnya, V body (rocker). c). Bottom dump : pengosongan dari bawah. d). Over turn : dibalik, alat pembalik rippler. Misalnya, box type mine car. e). Revolving : memutar, berputar 360, ( dapat membuang muatannya ke mana saja. Misalnya, scoop mine car.

Jenis alat angkut ini digunakan pada daerah yang relatif mendatar dengan kemiringan maksimum 5% dengan jarak angkut sedang. Alat ini terdiri dari lokomotif yang berfungsi sebagai penggerak untuk menarik rangkaian lori yang berisi material yang bergerak di atas rel. Umumnya alat ini digunakan pada tambang dengan tonase besar dan umur tambang yang lama. Pemilihan pengunaan lori+lokomotof didasarkan pada pertimbangan : jalan relatif rendah, kemiringan maksimum 5% , jarak angkut panjang, tonase relativ besar, umur tambang panjang. Berdasarkan tenaga lokomotif dibagi atas enam jenis- lokomotif gandeng lori, loko uap/ sting lokomotif, loko motor bakar ada diesel/solar- ada bensin, loko baterai, loko udara bertekanan tinggi Lokomotip Lokomotip Digunakan untuk menarik rangkaian lori. Lokomotip ada bermacam-macam, yaitu : a). Steam lokomotip b). Gasoline c). Diesel d). Electric trolley locomotives e). Storage battery f). Compressed air.

Keuntungan menggunakan lokomotif : - Diperlukan mine fower lebih sedikit

- Fleksibel dan mudah diperpanjang - Pengangkutan dapat dilakukan bersama-sama - Mempunyai kecepatan tinggi - Lebih mudah menyesuaikan dengan belokan Kekurangan menggunakan lokomotif : - Mempunyai kemiringan yang terbatas - Lantai harus kuat - Bahaya kebakaran, kebocoran arus gas-gas beracun menjadi meningkat.

5. Rope Haulage Sistem angkutan kawat (Rope Haulage System) Merupakan jenis alat angkut yang umumnya digunakan pada tambang bawah tanah, dimana berupa satu rangkaian rel dengan menggunakan wire rope dan drum hoist yang dilengkapai dengan motor penggerqk yang dipasang ditambang atau dipermukaan tanah secara permanen baik yang bertenaga mekanis maupun secara gravitasi untuk menarik rangkaian lori yang berisi muatan dan biasanya digunakan pada jalan-jalan yang relatif merata dan datar.

Conveyor adalah alat yang digunakan pada bagian umum dari peralatan penanganan material mekanis yang bergerak dari satu lokasi ke lokasi lain. Conveyor terbagi atas 3 macam, yaitu : a) Belt conveyor b) Chain conveyor c) Shaking conveyor

Skip digunakan pada pengakutan material melalui shaft. Skip merupakan semacam lori yang di tarik oleh kabel untuk mengangkut bijih.

Cage dipakai pada pengangkutan melalui shaft. Cara kerjanya seperti lift. Hampir sama dengan skip, namun ukurannya lebih besar.

Penggunaan scraper pada tambang bawah tanah apabila metode gravitasi tidak bias dimanfaatkan 30o 35o, penggunaan scraper dapat menurunkan biaya development, meningkatkan produksi, dan menurunkan biaya timber. Factor-faktor yang mempengaruhi pemilihan scrafer ; 1. 2. 3. 4. Sifat Material dan kondisi lantai kerja Sudut adalah digging angle Kapasitas scrafer dan berat buatan Typy hoist yang digunakan dipengaruhi oleh tempat kerja

Untuk daerah naik atau turun pengaruhnya terhadap sudut gali, untuk daerah naik digging angle relative besar dan material yang digali ditarik lebih sedikit, sedangkan untuk daerah turun digging angle relative kecil dan material yang digali relative besar. Hal-hal yang dibutuhkan untuk menetukan tipe dan ukuran scrafer : 1. Kondisi material yang akan dipisahkan berat, basah, kering atau lengket, ukuran

material. 2. Tonage yang diinginkan : perjam pada jarak rata-rata, perjam pada jarak terjauh,

waktu produksi. 3. Kondisi tempat kerja : luas, lebar, panjang front kerja, jarak tempuh rata-rata dan

maksimum, kondisi lantai (kasar, licin), arah angkut material, gardien lantai kerja (naik-turun) 4. 5. Tenaga yang tersedia: tekanan udara, listrik Maksud pemakaian scrafer untuk pekerjaan persiapan, produksi dan pengisian.

Lokomotif + lori (mine car) Pemilihan penggunaan loko tambang lori berdasarkan pada pertimbangan: - Jalan relative datar - Kemiringan maks. 5 % - Jarak angkut panjang - Tonase relative besar - Umur pekerjaan panjang Berdasarkan tenaga lokomotif dibedakan menjadi 6 macam : - Lokomotif uap (steam lokomotif) - Lokomotif bakar (bensine / gasoline) - Lokomotif diesel (diesel lokomotif) - Lokomotif udara bertekanan tinggi (compressive air lokomotif) - Lokomotif listrik (elektrik headley loc) - Lokomotif batrey (storage battray loc) Berdasarkan mengosongkan muatan lori dibedakan menjadi : - Rear dumper - Bottom dumper - Side dumper - Overtunner dumper Keuntungan menggunakan lokomotif - Diperlukan mine fower lebih sedikit - Fleksibel dan mudah diperpanjang - Pengangkutan dapat dilakukan bersama-sama - Mempunyai kecepatan tinggi - Lebih mudah menyesuaikan dengan belokan Kekuurangan menggunakan lokomotif : - Mempunyai kemiringan yang terbatas - Lantai harus kuat - Bahaya kebakaran, kebocoran arus gas-gas beracun menjadi meningkat Hambatan-hambatan yang terjadi pada pengangkutan dengan lokomotif menurut (daris formula) 1. Tram resistence : lb/ton = 1,3 + 29/w + 0,03 v + 0,00240/WN Hambatan untuk gerbang = 1,3 + 29/w + 0,03 v + 0,0034 Av2 / WN Hambatan untuk gerbang barang = 1.3 + 29/w + 0,045 v + 0,085 Av2/WN Dimana : w = rata-rata ton/as roda N = Jumlah as roda V = Kecepatan (mph) A = Luas area 2. Gradian resistance : 20 lb/ton 3. Curve resistance : 0,8 lb/ton 1o kelengkungan Perhitungan tenaga lokomotif

Hal-hal yang mempengaruhi dalam perhitungan lokomoif : 1. Adhesi (A) Koefisien adhesi atau statistic fricting diantara ragam lokomotif dengan rel tergantung pada : - Material yang menyusun roda dan rel - Kondisi rel (basah, kering dan berpasir) - Pusat gravitasi lokomotif koefisien adhesi mempengaruhi pulling power (kekuatan tarik) atau tractive effort lokomotif. 2. Tracrif ef fort (TE) Adalah tenaga tarik yang ditimbulkan lokomotif untuk menggerakkan lokomotif beserta rangkaian dan muatannya tractif effort diperoleh melalui roda-roda lokomotif sehingga tenaga lokomotif tersebut tergantung pada berat lokomotif dan koefisien adhesinya. Jenis roda Kondisi rell Nilai koefisien adhesi Roda baja Rel kering 0,25 v Roda baja Rel basa/greasay 0,15 Roda baja Rel berpasir 0,30 Nilai koefisien adhesi - Untuk lokomotif diesel / trolley TE = WL x 0,25 x 2240 Dimana : wl = Berat Lokomotif A = koefisien adhesi (0,25) - Untuk batheney TL = wl x 0,15 x 2240

Densitas adalah berat per unit volume dari suatu material, yang nilainya berbeda karena dipengaruhi oleh sifat-sifat fisiknya, antara lain; ukuran partikel, kandungan air, pori-pori dan kondisi fisik lainnya. Material yang padat akan mempunyai berat yang lebih besar per volume yang sama dibanding material yang tidak padat. Densitas = Berat, Kg (lbs) Volume, m3 (yd3)

Massa Jenis dan Berat jenis


Sebelum membahas masalah massa jenis dan berat jenis terlebih dahulu kita harus bias membedakan antara massa dan berat. Hal ini perlu kita pahami dulu karena terkadang kita masih sering salah membedakan antara massa dan berat, bahkan terkadang kita menyamakan antara keduanya. Padahal antara massa dan berat memiliki perbedaan. Massa - Merupakan besaran scalar (hanya memiliki Nilai) - Merupakan ukuran kelembaman benda. Semakin besar massa benda semakin besar kelembamannya. - Besar massa dimanapun sama. Berat - Termasuk besaran Vektor (memiliki nilai dan arah) - Merupakan ukuran besarnya gaya tarik bumi terhadap suatu benda. - Besarnya tergantung dari besarnya percepatan gravitasi dimana benda itu berada. Setelah mengetahui perbedaan massa dan berat, kita lihat mengenai massa jenis dan berat jenis. Massa jenis (rapat massa) didefinisikan sebagai nilai kerapatan massa suatu benda dimana dapat dihitung dengan jalan massa zat persatuan volume dari benda itu sendiri. = massa jenis Kg/m3 m = massa (Kg) V =volume (m3) Satuan Sistem Internasional untuk massa jenis adalah kilogram per meter kubik (kg/m3). Untuk satuan CGS alias centimeter, gram dan sekon, satuan Massa jenis dinyatakan dalam gram per centimeter kubik (gr/cm3). Bagaimana dengan berat jenis benda? Berat Jenis (Specific Weight) suatu zat merupakan perbandingan berat zat tersebut terhadap volumenya. Satuan sistem internasional untuk berat jenis adalah N/m3. Bj = w/V

Dimana w : berat benda dengan nilai w=massa x percepatan grafitasi w=m.g

http://penafisika.blogspot.com/2009/12/massa-jenis-dan-berat-jenis.html