Anda di halaman 1dari 10

PENATALAKSANAAN SPACE MAINTAINER CROWN LOOP PADA ANAK KELOMPOK VII MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI, UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Jl. Alumi No. 2 Kampus USU Medan

PENDAHULUAN

Gigi sulung memiliki peranan yang penting bagi anak sehingga keberadaannya harus bisa dipertahankan pada kondisi sehat. Jika situasi yang ada menyulitkan upaya mempertahankan gigi sulung, misalnya ada penyakit gigi yang parah, maka pada beberapa kasus, gigi susu dapat dibiarkan tanggal tanpa menimbulkan efek yang buruk terhadap perkembangan oklusal. Pada kasus yang lain, tanggalnya gigi sulung dapat berakibat buruk pada terhadap perkembangan oklusal. Oleh karena itu perlu dipertimbangkan untuk mempertahankan gigi atau memasang space maintainer.

Kehilangan gigi sulung secara prematur akan mengakibatkan gigi tetangganya bergeser karena adanya gaya ke mesial dari gigi posterior yang erupsi pada anak yang sedang dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan. Kehilangan gigi sulung dan kegagalan untuk menjaga ruang tersebut selama masa pertumbuhan dan perkembangan akan mempengaruhi oklusi normal pada gigi permanennya. Karena itu, penggunaan space maintainer diharapkan dapat mempertahankan ruang bekas pencabutan sehingga calon gigi yang akan tumbuh di tempat tersebut dapat tumbuh dengan benar.

Selain karena premature ekstraksi, space maintainer juga digunakan pada keadaan dimana gigi sulung tanggal pada waktunya akan tetapi pada pemeriksaan rontgent foto, diketahui bahwa gigi permanen penggantinya masih jauh. Adapun penyebab erupsi gigi permanen yang lambat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain asupan nutrisi yang kurang dan adanya kelainan sistemik.

Alat yang digunakan untuk menjaga ruang akibat kehilangan dini gigi sulung ialah space maintainer, yaitu alat yang dipasang diantara dua gigi. Penggunaan alat ini memerlukan perhatian yang lebih dari dokter maupun pasien agar keberhasilan perawatan dapat dicapai.

TINJAUAN PUSTAKA

SPACE MAINTAINER

Premature ekstraksi memerlukan penanganan yang tepat dan terapi yang terbaik ialah penggunaan space maintainer. Space maintainer yaitu alat yang digunakan untuk menjaga ruang akibat kehilangan dini gigi sulung, alat ini yang dipasang diantara dua gigi. Meskipun berguna dalam mempertahankan ruang bekas pencabutan tetapi penggunaan space maintainer terkadang menimbulkan kerusakan pada jaringan lunak mulut terutama pada penggunaannya dalam waktu yang lama. Karena itu, indikasi dan kontra indikasinya harus diperhatikan dengan baik agar perawatan dapat berhasil sesuai dengan yang diharapkan.

FUNGSI Fungsi dari space maintener adalah:

Mencegah pergeseran dari gigi ke ruang yang terjadi akibat pencabutan dini.

Mencegah ekstrusi gigi antagonis dari gigi yang dicabut dini.

Memperbaiki fungsi pengunyahan akibat pencabutan dini.

Memperbaiki fungsi estetik dan bicara setelah pencabutan dini.

INDIKASI Indikasi penggunaan space maintainer antara lain:

Apabila terjadi kehilangan gigi sulung dan gigi penggantinya belum siap erupsi menggantikan posisi gigi sulung tersebut dan analisa ruang menyatakan masih terdapat ruang yang memungkinkan untuk gigi permanennya.

Jika ada kebiasaan yang buruk dari anak, misalnya menempatkan lidah di tempat yang kosong atau menghisap bibir maka pemasangan space maintainer ini dapat diinstruksikan sambil memberi efek menghilangkan kebiasaan buruk.

Adanya tanda-tanda penyempitan ruang

Kebersihan mulut (OH) baik.

Adapun waktu yang tepat penggunaan space maintainer adalah segera setelah kehilangan gigi sulung. Kebanyakan kasus terjadi penutupan ruang setelah 6 bulan kehilangan gigi.

KONTRA INDIKASI Adapun kontra indikasi space maintainer antara lain:

Tidak terdapat tulang alveolar yang menutup mahkota gigi tetap yang akan erupsi.

Kekurangan ruang untuk erupsi gigi permanen.

Ruangan yang berlebihan untuk gigi tetapnya erupsi.

Kekurangan ruang yang sangat banyak sehingga memerlukan tindakan pencabutan dan perawatan orthodonti.

Gigi permanen penggantinya tidak ada

Pada beberapa keadaan penggunaan space maintainer tidak diaplikasikan pada anak, yaitu:

Jika gigi yang tanggal sebelum waktunya adalah gigi insisivus decidui, maka pemasangan space maintainer tidak perlu karena pertumbuhan daerah ini ke arah transversal sangat laju dan pergeseran gigi-gigi kaninus ke arah mesial hampir tidak ada.

Jika tonjolan dan dataran inklinasi dari gigi-gigi di samping gigi yang dicabut itu sudah mengunci sedemikian rupa sehingga pergeseran ke arah tempat yang kosong itu sudah dengan sendirinya terhalang.

Jika pergeseran ke arah tempat yang kosong itu dapat memperbaiki oklusi dari molar pertama permanen.

Jika pergeseran ke tempat yang kosong dapat memperbaiki adanya gigi depan yang crowded.

Pada anak dengan usia yang masih sangat muda sehingga sulit kerjasama dengan dokter gigi.

SYARAT-SYARAT SPACE MAINTAINER Syarat suatu space maintainer adalah:

Dapat menjaga ruang dimensi proksimal.

Tidak menggangu erupsi gigi antagonisnya.

Tidak menggangu erupsi gigi permanen.

Tidak mempengaruhi fungsi bicara, pengunyahan, dan fungsi pergerakan mandibula.

Dapat mencegah ekstrusi gigi lawan.

Tidak memberikan tekanan abnormal pada gigi penyangga.

Tidak mengganggu jaringan lunak.

Disain yang sederhana, ekonomis dan mudah dibersihkan.

CROWN LOOP SPACE MAINTAINER Jenis crown loop ini biasa digunakan pada kasus:

indikasi

Gigi abutment bagian posterior mengalami karies yang luas dan memerlukan restorasi mahkota.

Gigi abutment pernah mendapatkan perawatan pulpa yang mana dalam kasus mahkota perlu dilindungi secara menyeluruh.

kehilangan gigi molar pertama sulung pada saat dini atau pada masa transisi. Pada kasus

 
 

ini maka gigi premolar yang tidak erupsi lebih dari 2 tahun dari masa erupsi seharusnya

 
 

dan panjang akarnya kurang dari 1/3 akar yang seharusnya.

 

kehilangan gigi molar kedua sulung sebagai jalan agar gigi molar pertama dapat erupsi.

Pada kasus ini harus diikuti dengan terapi alat atau bantuan alat untuk mendapatkan

oklusi yang benar saat gigi molar satu erupsi.

Kontraindikasi
Kontraindikasi
∑ ∑ ∑ oklusi gigi tersebut sangat berjejal memiliki resiko karies yang tinggi pergantian dari gigi
oklusi gigi tersebut sangat berjejal
memiliki resiko karies yang tinggi
pergantian dari gigi anterior sulung
pergantian dari gigi molar kedua sulung tanpa adanya tanda-tanda klinis akan adanya
erupsi pada gigi molar pertama permanen
pergantian gigi molar kedua sulung pada masa transisi dimana molar pertama permanen
banded (kasus yang jarang )
kasus dimana memerlukan bimbingan saat erupsi (pencabutan pada gigi sulung tanpa
adanya gigi permanen.) cth : kehilangan ectopic pada kaninus sulung,dimana
diindikasikan lengkung perimeter pada satu sisi bagian arch dan diharuskan pelepasan
dari gigi kaninus sulung kontralateral di lengkung mandibula untuk koreksi kelainan
midline.
Gambar 1. Crown loop Space Maintainer Keuntungan: ∑ Konstruksinya tampak lebih ringan ∑ Ekonomis ∑ Memperbaiki

Gambar 1. Crown loop Space Maintainer

Keuntungan:

Konstruksinya tampak lebih ringan

Ekonomis

Memperbaiki fungsi kunyah

Tidak menghalangi over erupsi gigi antagonis

Gambar 1. Crown loop Space Maintainer Keuntungan: ∑ Konstruksinya tampak lebih ringan ∑ Ekonomis ∑ Memperbaiki

Gambar 2: Crown Loop

TAHAP-TAHAP PEMBUATAN CROWN AND LOOP SPACE MAINTAINER Terdapat beberapa tahap dalam mengerjakan pembuatan crown dan loop space maintainer yaitu:

Pilih mahkota stainless steel yang sesuai dengan mesio distal dari gigi tersebut. Adaptasi yang baik dari mahkota sangat penting untuk mencegah dekalsifikasi atau karies gigi berulang.

Pembuatan crown and loop space maintainer dengan metode tidak langsung membutuhkan cetakkan mahkota yang pas. Pastikan sendok cetak meluas 5 sampai 6 mm luar bagian distal gigi yang menjadi tahanan. Gunakan baik bahan alginat atau bahan yang memiliki kemapuan penguapan rendah lainnya. Mahkota harus distabilkan dalam cetakan alginat sebelum menuangkan gips. Gunakan sepotong kawat untuk menstabilkan mahkota dalam bahan alginat. Jika mahkota stainless steel sebagai tahanan, maka adaptasikan dengan mahkota sementara; menggunakan semen dengan campuran petroleum jelly dan zinc-oksida eugenol semen.

Tuangkan gips kedalam cetakkan. Hati-hati dalam melakukan membuangan gips dari cetakkan tersebut. Potong dasar datar di cetakan gips, dan trim gips dari bagian distal gigi penahan, sehingga gips tidak mengganggu kawat lentur tersebut. Jika gigi yang bersangkutan belum diekstraksi, maka gigi harus dipotong dari gips.

Gunakan tang tiga cabang atau tang no. 139, tekuk sebanyak 3-in. Panjang 0,036 kawat ke lengkungan. Kawat ini ditahan di sudut kanan ke paruh-paruh tang. Hati-hati jangan berulang kali menekuk kawat. Membengkokan berlebihan meningkatkan kekerasan dan kerapuhan kawat, dan ini meningkatkan kecenderungan kegagalan kawat. lengkungan dibengkokkan sehingga jaraknya hanya sedikit dari jaringan lunak. Lengkungan harus lebih kedalam daripada ridge dan sejajar dengan jaringan lunak. Lengkungan yang sudah jadi harus pada sekitar sepertiga tengah mahkota, tetapi di atas jaringan lunak. Tinggalkan sekitar 0,25 in. masuk bagian distal kawat ke mahkota sebagai bantuan untuk penyolderan.

Gunakan

orthodontic

blow

pipe

atau

electrosolder

untuk

menyolderkan

kawat

ke

mahkota.

Rendam gips dalam air; untuk menghilangkan sisa-sisa gips dari crown and loop space maintainer yang sudah dibuat. Potong kawat yang berlebih. Halus dan polish crown dan loop space maintainer yang sudah dibuat.

Cobakan crown dan loop space maintainer yang telah dibuat. Periksa oklusi untuk memastikan kawat atau solder tidak menekan jaringan lunak. Lepaskan space maintainer yang telah di buat dan bersih dan dikeringkan.

Campur semen sehingga berbentuk krim. Adaptasikan crown dan loop space maintainer dahulu dengan tekanan jari dan kemudian menggunakan band adaptor dan band seater untuk menyelesaikan proses sementasi. Buang kelebihan semen.

Anak-anak yang melakukan perawatan crown dan loop space maintainer harus dilakukan progam periodic-recall. Crown dan loop space maintainer ini harus diperiksa secara berkala untuk melihat apakah gigi permanen yang bersangkutan telah erupsi; alat tersebut menekan jaringan lunak, atau alat tersebut tidak berfungsi sebagaimana dimaksudkan.

∑ Rendam gips dalam air; untuk menghilangkan sisa-sisa gips dari crown and loop space maintainer yang

Gambar 3. Crown Loop

PEMBAHASAN

Crown dan loop space maintainer berfungsi sebagai restorasi dan juga berfungsi sebagai space maintainer. Dan dalam pembuatan alat ini memiliki keuntungan adalah bahaya dari tertelan dan juga aspirasi sangat jarang dan alat ini juga dapat diselesaikan hanya dengan satu kali kunjungan. Dan terjadinya karies sangat berkurang apabila adaptasi dari crownnya baik. Seperti indikasi untuk kasus-kasus dengan karies yang sangat luas pada gigi molar pertama atau kedua sulung.Dan membantu untuk adaptasi space maintainer dengan baik.dan perawatan crown loop ini memberi beberapa keuntungan seperti kontrusinya yang lebih ringan,ekonomis,memperbaiki fungsi kunyah,tidah menghalangi over erupsi pada gigi antagonis. perawatan ini dilakukan dalam jangka panjang yang diyakini dapat mengurangi maloklusi. Dan dalam perawatan ini harus dilakukan kunjungan berkala agar dokter gigi dapat mengontrol space maintainer yang digunakan pasien.

DAFTAR PUSTAKA

1. Mathewson RJ, Primosch RE. Fundamental of pediatric dentistry. 3 rd ed. Carol Stream:

Quintessence Publishing Co, Inc, 1995: 328.

2. Pinkham JR, Casamassimo PS, Fleids HJ, et al. Pediatric dentistry: Infancy through adolescence. 3 rd ed. Singapore: Harcourt Asia PTE LTD., 2001: 388.

3. Mc Donald, Avery, Dean. Dentistry for the child and adolescent8th Edition. USA: Mosby, 2004 : 635

4. Braham LR,Morris ME, Textbook of Pediatric dentistry,USA : William & wilkins ,1980:343-

346.