Anda di halaman 1dari 36

BAB I PENDAHULAN I.

Latar Belakang Anak usia di bawah lima tahun (balita) merupakan kelompok yang rentan terhadap kesehatan dan gizi. Kurang Energi Protein (KEP) adalah salah satu masalah gizi utama yang banyak dijumpai pada balita di Indonesia. Pada tahun 2 !2" Indonesia sekitar & merupakan #egara dengan kasus gizi buruk

terbanyak nomor $ di dunia. %umlah balita yang kekurangan gizi di Indonesia ribu jiwa. %umlah tersebut merupakan '"$ persen dari jumlah balita 2 !( didapatkan & kasus balita gizi buruk" dimana ( kasus Indonesia" yakni 2( juta jiwa. )erdasarkan data status gizi balita Kabupaten )oyolali tahun diantaranya adalah gizi buruk di Ke*amatan #ogosari. +asalah gizi buruk dan kekurangan gizi telah menjadi keprihatinan dunia sebab penderita gizi buruk umumnya adalah balita dan anak,anak yang tidak lain adalah generasi generus bangsa. Keadaan ini berpengaruh pada masih tingginya angka kematian bayi. +enurut -./ lebih dari $ 0 kematian bayi dan anak terkait dengan gizi kurang dan gizi buruk" oleh karena itu masalah gizi perlu ditangai se*ara tepat dan *epat. )anyak 1aktor,1aktor yang dianggap mempengaruhi gizi buruk. +enurut 2#I3E4 sebab langsungnya adalah kurangnya asupan gizi dari makanan dan penyakit bawaan yang mengakibatkan mudah terin1eksi penyakit 5)5" .I67 AI58" 9)" dan lain,lain. 8edangkan sebab tak langsung meliputi meliputi pola asuh anak" ketersedian pangan" layanan kesehatan dan sanitasi. Kemiskinan dan rendahnya tingkat pendidikan diduga menjadi penyebab utama terjadinya gizi buruk. Pada saat ini seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi tatalaksana gizi buruk menunjukkan bahwa kasus ini dapat ditangai dengan dua pendekatan. :izi buruk dengan komplikasi (anoreksia" pneumonia berat" anemia berat" dehidrasi berat" demam tinggi dan penurunan kesadaran) harus dirawat di rumah sakit"

puskesmas perawatan" pusat pemulihan gizi (PP:) atau therapeuti* 1eeding *enter (943)" sedangkan gizi buruk tanpa komplikasi dapat dilakukan dengan rawat jalan. Perawatan gizi buruk di rumah tangga memerlukan kehati;hatian dan ketelitian. .al ini mengingat kondisi 1asilitas di rumah tangga seperti kebersihan lingkungan" keadaan air bersih" sirkulasi udara yang sangat berbeda dengan kondisi di 1asilitas kesehatan. 8elain itu" perawatan kasus gizi buruk dirumah tangga memerlukan persyaratan,persyaratan tertentu" baik kondisi pasien maupun kesiapan petugas. Keberhasilan perawatan di tingkat rumah tangga memerlukan partisipasi dan kepatuhan keluarga untuk mematuhi anjuran dari petugas kesehatan. .al ini dapat terjadi jika petugas kesehatan dapat memberikan bimbingan" bantuan dan pendampingan bagi keluarga.

II. Tujuan A. Tujuan umum +eningkatkan status gizi dan menurunkan angka kematian anak gizi buruk. B. Tujuan khusus !. 5ilakukannya penapisan anak gizi buruk 2. 5iketahuinya penyebab kasus gizi buruk melalui pendekatan .<.)lum. (. 9erselenggaranya kegiatan perawatan anak gizi buruk sesuai standar '. 9er*apainya peningkatan status gizi anak $. 5ilakukannya pemantauan dan e=aluasi pelayanan anak gizi buruk III. Sasaran !. 2. IV. Anak gizi buruk Keluarga anak gizi buruk +an1aat yang diharapkan dari makalah ini adalah dapat memberikan in1ormasi dalam penanganan dan pemantauan penderita gizi buruk pada balita di wilayah kerja 2P9 Puskesmas #ogosari dengan mengkaji 1aktor,1aktor yang mempengaruhi terlebih dahulu.

Manfaat

BAB II TINJAUAN PUSTA A I. !"#" Buruk A. Def"n"s" :izi buruk adalah bentuk terparah dari proses terjadinya kekurangan gizi menahun. Anak balita sehat atau kurang gizi dapat diketahui dari pertambahan berat badannya tiap bulan sampai usia minimal 2 tahun . Apabila pertambahan berat badan sesuai dengan pertambahan umur " dia bergizi baik. Kalau sedikit dibawah standar disebut bergizi kurang yang bersi1at kronis. Apabila jauh dibawah standar dikatakan bergizi buruk. %adi istilah gizi buruk adalah salah satu bentuk kekurangan gizi tingkat berat atau akut. B. las"f"kas" 9erdapat ( tipe gizi buruk adalah marasmus" kwashiorkor" dan

marasmus,kwashiorkor. Perbedaan tipe tersebut didasarkan pada *iri,*iri atau tanda klinis dari masing,masing tipe yang berbeda,beda. !. +arasmus +arasmus adalah gangguan gizi karena kekurangan karbohidrat. :ejala yang timbul diantaranya muka seperti orangtua (berkerut)" tidak terlihat lemak dan otot di bawah kulit (kelihatan tulang di bawah kulit)" rambut mudah patah dan kemerahan" gangguan kulit" gangguan pen*ernaan (sering diare)" pembesaran hati dan sebagainya. Anak tampak sering rewel dan banyak menangis meskipun setelah makan" karena masih merasa lapar. )erikut adalah gejala pada marasmus adalah (5epkes >I" 2 )? a. Anak tampak sangat kurus karena hilangnya sebagian besar lemak dan otot,ototnya" tinggal tulang terbungkus kulit b. -ajah seperti orang tua *. Iga gambang dan perut *ekung

d. /tot paha mengendor (baggy pant) e. 3engeng dan rewel" setelah mendapat makan anak masih terasa lapar 2. Kwashiorkor Penampilan tipe kwashiorkor seperti anak yang gemuk (suger baby)" bilamana dietnya mengandung *ukup energi disamping kekurangan protein" walaupun dibagian tubuh lainnya terutama dipantatnya terlihat adanya atro1i. 9ampak sangat kurus dan atau edema pada kedua punggung kaki sampai seluruh tubuh. 9anda tipe kwashiorkor sebagai berikut ? a. Perubahan status mental ? *engeng" rewel" kadang apatis b. >ambut tipis kemerahan seperti warna rambut jagung dan mudah di*abut" pada penyakit kwashiorkor yang lanjut dapat terlihat rambut kepala kusam. *. -ajah membulat dan sembab d. Pandangan mata anak sayu e. Pembesaran hati" hati yang membesar dengan mudah dapat diraba dan terasa kenyal pada rabaan permukaan yang li*in dan pinggir yang tajam 1. Kelainan kulit berupa ber*ak merah muda yang meluas dan berubah menjadi *oklat kehitaman dan terkelupas $. +arasmik,Kwashiorkor :ambaran klinis merupakan *ampuran dari beberapa gejala klinik kwashiorkor dan marasmus. +akanan sehari,hari tidak *ukup mengandung protein dan juga energi untuk pertumbuhan yang normal. Pada penderita demikian disamping menurunnya berat badan @ A 0 dari normal memperlihatkan tanda,tanda kwashiorkor" seperti edema" kelainan rambut" kelainan kulit" sedangkan kelainan biokimiawi terlihat pula. %. Tata Laksana Utama Bal"ta !"#" Buruk Pelayanan rutin yang dilakukan di puskesmas berupa ! langkah penting yaitu? &. Peng'(atan atau )en*egahan h")'gl"kem"a

'

Pada hipoglikemia" anak terlihat lemah" suhu tubuh rendah. %ika anak sadar dan dapat menerima makanan usahakan memberikan makanan sering7*air 2;( jam sekali. %ika anak tidak dapat makan (tetapi masih dapat minum) berikan air gula dengan sendok. +. Peng'(atan ,an )en*egahan h")'term"a .ipotermia ditandai dengan suhu tubuh yang rendah @ (A o 3el*ius. Pada keadaan ini anak harus dihangatkan dengan *ara ibu atau orang dewasa lain mendekap anak di dadanya lalu ditutupi selimut atau dengan membungkus anak dengan selimut tebal dan meletakkan lampu di dekatnya. 8elama masa penghangatan dilakukan pengukuran suhu anak pada dubur setiap ( menit sekali. %ika suhu anak sudah normal dan stabil tetap dibungkus dengan selimut7pakaian rangkap agar tidak jatuh kembali pada keadaan hipotermia. $. Peng'(atan ,an )en*egahan kekurangan *a"ran 9anda klinis yang sering dijumpai pada anak KEP berat dengan dehidrasi adalah ada riwayat diare sebelumnya" anak sangat kehausan" mata *ekung" nadi lemah" tangan dan kaki teraba dingin" anak tidak buang air ke*il dalam waktu *ukup lama. 9indakan yang dapat dilakukan? a. %ika anak masih menyusui" teruskan A8I dan berikan setiap !72jam sekali tanpa berhenti. %ika anak masih dapat minum" lakukan tindakan rehidrasi oral dengan memberi minum anak $ ml (( sendok makan) setiap ( menit dengan sendok. 3airan rehidrasi oral khusus KEP disebut >e8o+al. b. %ika tidak ada >e8o+al untuk anak dengan KEP berat dapat menggunakan oralit yang dien*erkan 2B. %ika anak tidak dapat minum" lakukan rehidrasi intra=ena (in1us) ><7:lukosa $0 dan #a3l dgn perbandingan !?!. -. Pemul"han gangguan kese"m(angan elektr'l"t Pada semua KEP )erat7gizi buruk terjadi gangguan keseimbangan elektrolit diantaranya ? a. b. Kelebihan natrium (#a) tubuh" walaupun kadar #a plasma rendah. 5e1isiensi Kalium (K) dan +agnesium (+g). elektrolit diperlukan waktu minimal 2 minggu.

Ketidakmampuan elektrolit ini memi*u terjadinya edema dan untuk pemulihan keseimbangan )erikan makanan tanpa diberi garam7rendah garam" untuk rehidrasi" berikan

*airan oralit ! liter yang dien*erkan 2B (dengan penambahan ! liter air) ditambah ' gr ke*il dan $ gr gula atau bila balita KEP bisa makan berikan bahan makanan yang banyak mengandung mineral dalam bentuk makanan lumat. %'nt'h (ahan makanan sum(er m"neral 8umber Cink ? daging sapi" hati" makanan laut" ka*ang tanah" telur ayam daging" hati. beras" ka*ang tanah" kedelai.

8umber 3uprum ? 8umber +angan ?

8umber +agnesium ? ka*ang,ka*angan" bayam. 8umber Kalium ? jus tomat" pisang" ka*ang2an" apel" alpukat" bayam" daging tanpa lemak. .. Lakukan )eng'(atan ,an )en*egahan "nfeks" Pada KEP berat tanda yang umumnya menunjukkan adanya in1eksi seperti demam seringkali tidak tampak. Pada semua KEP berat se*ara rutin diberikan antibiotik spektrum luas dengan dosis sebagai berikut? UMU/ ATAU BE/AT BADAN 0T/IM0 SAS0L 1Tr"met')r"m 2 Sulfamet'ksa#'l3 Ber" + kal" sehar" selama . har" AM0 SISILI N Ber" $ kal" sehar" untuk . Ta(let ,e4asa D mg trimeto prim E ' mg sul1ametok sazol 2 sampai ' bulan (' , @ A kg) F ! 2"$ ml 2"$ ml Ta(let Anak 2 mg trimeto prim E ! mg S"ru)7$ml ' mg trimeto prim E 2 mg !2$ mg per $ ml har" S"ru)

sul1ametok sazol

sul1ametok sazol

' sampai !2 bulan (A , @ ! Kg) !2 bln s7d $ thn (! , @ !& Kg) ! ( EP (erat H"$ ml ! ml G 2 $ ml $ ml

5. Pem(er"an makanan6 (al"ta

5alam proses pengobatan KEP berat terdapat ( 1ase" yaitu 1ase stabilisasi" 1ase transisi dan 1ase rehabilitasi. 9atalaksana ini digunakan baik pada penderita kwashiorkor" marasmus maupun marasmik, kwarshiorkor. a. 9ahap 8tabilisasi 9ujuannya adalah menyesuaikan kemampuan pasien menerima

makanan hingga ia mampu menerima diet tinggi energi dan tingi protein (9E9P). 9ahap penyesuaian ini dapat berlangsung singkat" adalah selama !,2 minggu atau lebih lama" bergantung pada kemampuan berupa pasien untuk menerima dan men*erna makanan. %ika

berat badan pasien kurang dari H kg" makanan yang diberikan makanan bayi. +akanan utama adalah 1ormula -./ H$7modi1ikasi7+odis*o G dan jadwal pemberian makanan harus disusun sedemikian rupa agar dapat men*apai prinsip tersebut diatas dengan persyaratan diet sebagai berikut ? - Porsi ke*il" sering" rendah serat dan rendah laktosa - Energi ? ! kkal7kg7hari

- Protein ? !,!.$ gr7kg bb7hari - 3airan ? !( ml7kg bb7hari (jika ada edema berat ! ml7Kg bb7hari)

- )ila anak mendapat A8I teruskan " dianjurkan memberi 4ormula -./ H$7pengganti7+odis*o G dengan menggunakan *angkir7gelas" bila anak terlalu lemah berikan dengan sendok7pipet

- )ila

pasien

tidak

dapat

menghabiskan

4ormula

-./

H$7pengganti7+odis*o G dalam sehari" maka berikan sisa 1ormula tersebut melalui pipa nasogastrik 7. Perhat"kan masa tum(uh kejar (al"ta 4ase ini meliputi 2 1ase setelah 1ase stabilisasi yaitu transisi dan rehabilitasi ? a. 4ase 9ransisi (minggu II) Pemberian makanan pada 1ase transisi diberikan se*ara perlahan untuk menghindari resiko gagal jantung" yang dapat terjadi bila anak mengkonsumsi makanan dalam jumlah banyak se*ara mendadak. :anti 1ormula khusus awal dengan 1ormula khusus lanjutan (energi ! kkal dan protein 2.& gr7! ml) dalam jangka waktu 'D jam . +odi1ikasi bubur7makanan keluarga dapat digunakan asal kandungan energi dan protein sama #aikkan dengan ! ml setiap kali sampai hanya sedikit 1ormula tersisa" biasanya pada saat ter*apai jumlah ( ml7kg bb7kali pemberian (2 ml7kg bb7hari).

8etelah 1ase transisi dilampaui" anak diberi? 4ormula -./ ! dan sering. Energi ? !$ ,22 Kkal7kg bb7hari Protein ',A gram7kg bb7hari 7pengganti7+odis*o ! dengan jumlah tidak terbatas

b. 4ase >ehabilitasi (+inggu III;6II) !) 4ormula -./,4 !($7pengganti7modis*o ! G dengan jumlah tidak terbatas dan sering. 2) Energi ? !$ ;22 kkal7kg bb7hari.

() Protein ? ';A gr7kgbb7hari. ') )ila anak masih mendapat A8I" teruskan A8I" ditambah dengan makanan 1ormula karena energi dan protein A8I tidak akan men*ukupi untuk tumbuh kejar. $) 8e*ara perlahan diperkenalkan makanan keluarga JUMLAH %AI/AN 1ml3 SETIAP MINUM 8ASE 9A TU PEMBE/I AN 8tabilisasi .ari !,2 4H$7modi1ika !2 B ( dg si7+odis*o G A8I ) !2 B ( tanpa A8I) .ari (,' 4H$7modi1ika si7+odis*oG D B ( dg A8I) D B (tanpa A8I) .ari $,H 4H$7+odi1ik asi7+odis*o G 9ransisi +inggu 2,( 4! I Atau II 7modi1i A B (dg A8I) A B (9anpa A8I) ' B ( dg A8I ) A8I) !( & !&$ !( , !H$ , 22 & & !( !( , !H$ , 22 A$ A$ ! ! , !( , !A JENIS 8/E 9ENS MA ANAN I MENU/UT BB ANA ' A D ! Kg '$ '$ Kg A$ A$ Kg , & Kg , !!

kasi7+odis*o A B ( tanpa

&

>ehabilita 8i

+inggu (,A

4!($7modi1i III" ditambah

( B ( dg7tanpa

&

!$

!H$

kasi7+odis*o A8I )

)) @ H Kg

+akanan lumat7makan lembik sari buah

( B ! porsi

!B ( B ! porsi

! ,

! ,

! ,

! ,

)) IH Kg

+akanan lunak7makan An biasa )uah

! ;2 B ! buah

3ara +embuat? a. Larutan 8'rmula 9H07. 3ampurkan susu skim" gula" minyak sayur" dan homogen dan =olume menjadi ! Larutan m',"f"kas" : 3ampurkan susu skim71ull *ream7susu segar" gula" tepung" minyak. 9ambahkan air sehingga men*apai ! < (liter) dan didihkan hingga $,H menit. (. Larutan 8'rmula 9H0 &;; ,an m',"f"kas" 8'rmula 9H0 &;; 3ara seperti membuat larutan 4ormula -./ H$ Larutan m',"f"kas" : 9empe dikukus hingga matang kemudian dihaluskan dengan ulekan (blender" dengan ditambah air). 8elanjutnya tempe yang sudah halus disaring dengan air se*ukupnya. 9ambahkan susu" gula" tepung beras" minyak" dan larutan elektrolit. 9ambahkan air sampai ! hingga mendidih selama $,H menit. *. Larutan elektr'l"t )ahan untuk membuat 2$ ml larutan elektrolit mineral" terdiri atas ? ml" masak larutan elektrolit" dien*erkan dengan air hangat sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai ml. <arutan ini bisa langsung diminum

K3< 9ripotassium 3itrat +g3<2.A.2/ Cn asetat 2.2/ 3u 8/'.$.2/ Air sampai larutan menjadi 2$ 4ormula -./ ! tidak tersedia" !

22' D! HA D"2 g !"' g

g g g

ml (2"$ <) ml 4ormula -./ H$"

Ambil 2 ml larutan elektrolit" untuk membuat !

" atau 4ormula -./ !($. )ila bahan,bahan tersebut mg Kalium yang terkandung dalam 2 ml larutan **)7jeruk ($ **)7pisang (2$ g)7alpukat

elektrolit tersebut bisa didapat dari 2 gr K3< atau sumber buah,buahan antara lain sari buah tomat (' (!H$g)7melon (' g).

<. Lakukan )enanggulangan kekurangan #at g"#" m"kr' 8emua pasien KEP berat mengalami kurang =itamin dan mineral" walaupun anemia biasa terjadi" jangan tergesa,gesa memberikan preparat besi (4e). 9unggu sampai anak mau makan dan )) nya mulai naik (pada minggu II). Pemberian 4e pada masa stabilisasi dapat memperburuk keadaan in1eksinya. )erikan setiap hari ? a.9ambahan multi=itamin lain b. )ila )) mulai naik berikan zat besi dalam bentuk tablet besi 1olat7sirup besi *.)ila anak diduga menderita *a*ingan berikan pirantel pamoat dosis tunggal. d. 6itamin A oral ! kali. e.5osis tambahan disesuaikan dgn baku pedoman pemberian kapsul =itamin A =. Ber"kan st"mulas" ,an ,ukungan em's"'nal Pada KEP berat terjadi keterlambatan perkembangan mental dan perilaku" karenanya diberikan ? kasih sayang" *iptakan lingkungan menyenangkan".lakukan terapi bermain terstruktur !$,( (memberi makan" memandikan" bermain) menit7hari" ren*anakan akti1itas 1isik setelah sembuh" tingkatkan keterlibatan ibu

!!

&;.

Pers"a)an untuk t"n,ak lanjut ," rumah )ila )) anak sudah berada di garis warna kuning anak dapat dirawat di rumah dan dipantau oleh tenaga kesehatan puskesmas7bidan di desa. #asehatkan kepada orang tua untuk ? +elakukan kunjungan ulang setiap minggu" periksa se*ara teratur di Puskesmas Pelayanan di Posyandu untuk memperoleh P+9,Pemulihan selama & hari. Ikuti nasehat pemberian makanan dan berat badan anak selalu ditimbang setiap bulan se*ara teratur di posyandu7puskesmas. Pemberian makan yang sering dengan kandungan energi dan nutrien yang padat Penerapan terapi bermain dengan kelompok bermain atau Posyandu Pemberian suntikan imunisasi sesuai jadwal Anjurkan pemberian kapsul =itamin A dosis tinggi (2 . 8I atau ! . 8I ) sesuai umur anak setiap )ulan 4ebruari dan Agustus.

D.

r"ter"a Bal"ta !"#" Buruk >ang D"ra4at ," /umah Tangga )alita gizi buruk yang boleh dirawat dirumah tangga sebaiknya memenuhi kriteria sebagai berikut? !. 8udah melewati 1ase 8tabilisasi (masa kritis). 2. 9idak menerita komplikasi atau tnda,tanda gawatdarurat medis yang mengan*am jiwanya" misalnya *ampak" diare" peneumonia" kejang" dan kesadaran menurun (letargis) (. Ada tim penanggulangan gizi buruk ditingkat puskesmas dan petugas yang bisa melakukan kunjungan rumah se*ara terjadwal '. 4asilitas dirumah tangga memungkinkan

II./u(ella

'ngen"tal

A. Def"n"s"

!2

Congenital

Rubella

Syndrome (3>8)

merupakan

gabungan beberapa

keabnormalan 1isik yang berkembang di bayi sebagai akibat in1eksi =irus rubella maternal yang berlanjut dalam 1etus. 3a*at bawaan yang paling sering dijumpai ialah tuli sensoneural" kerusakan mata seperti kardio=askular" dan retardasi mental. B. E)",em"'l'g" 3>8 pertama kali dilaporkan pada tahun !&'! oleh #orman :reg! seorang ahli optalmologi Australia yang menemukan katarak bawaan di HD bayi yang ibunya mengalami in1eksi rubella di awal kehamilannya. )erdasarkan data dari -./ paling tidak 2(A ribu kasus 3>8 terjadi setiap tahun di negara berkembang dan meningkat ! kali lipat saat terjadi epidemi. Pada tahun !&&&" ditemukan H kasus >ubella Kongenital di Indonesia. katarak" gangguan

%. Et"'l'g" >ubella disebabkan oleh suatu >#A =irus" genus >ubi=irus" 1amily 9oga=iridae. 6irus dapat diisolasi dari biakan jaringan penderita. Pada waktu terdapat gejala klinis =irus ditemukan pada sekret naso1aring" darah" 1eses dan urin. 6irus rubela tidak mempunyai pejamu golongan inter=etebrata dan manusia merupakan satu,satunya pejamu golongan =ertebrata. 3ara penularannya terjadi melalui per*ikan ludah ketika batuk" bersin dan udara yang terkontaminasi.

D. Pat'f"s"'l'g" 6irus rubella ditransmisikan melalui pernapasan dan mengalami replikasi di naso1aring dan di daerah kelenjar getah bening. 6iremia terjadi antara hari ke,$ sampai hari ke,H setelah terpajan =irus rubella. 5alam ruangan tertutup" =irus rubella dapat menular ke setiap orang yang berada di ruangan yang sama dengan penderita. +asa inkubasi =ir us rubella berkisar antara !';2! hari. +asa penularan ! minggu sebelum dan ' hari setelah permulaan (onset) ruam (rash). Pada episode ini" 6irus rubella sangat menular.

!(

In1eksi transplasenta janin dalam kandungan terjadi saat =iremia berlangsung. In1eksi rubella menyebabkan kerusakan janin karena proses pembelahan terhambat. 5alam se*ret" 1aring dan urin bayi dengan 3>8" terdapat =irus rubella dalam jumlah banyak yang dapat mengin1eksi bila bersentuhan langsung. 6irus dalam tubuh bayi dengan 3>8 dapat bertahan hingga beberapa bu lan atau kurang dari ! tahun setelah kelahiran. Kerusakan janin disebabkan oleh berbagai 1aktor" misalnya oleh kerusakan sel akibat =irus rubella dan akibat pembelahan sel oleh =irus. In1eksi plasenta terjadi selama =iremia ibu" menyebabkan daerah (area) nekrosis yang tersebar se*ara 1okal di epitel =ili korealis dan sel endotel kapiler. 8el ini mengalami deskuamasi ke dalam lumen pembuluh darah" menunjukkan bahwa =irus rubella dialihkan ke dalam sirkulasi janin sebagai emboli sel endotel yang terin1eksi. .al ini selanjutnya mengakibatkan in1eksi dan kerusakan organ janin. 8elama kehamilan muda mekanisme pertahanan janin belum matang dan gambaran khas embriopati pada awal kehamilan adalah terjadinya nekrosis seluler tanpa disertai tanda peradangan. 8el memiliki umur yang pendek. /rgan janin dan bayi yang terin1eksi memiliki jumlah sel yang lebih rendah daripada bayi yang sehat. 6irus rubella juga dapat mema*u terjadinya kerusakan dengan *ara apoptosis. Apabila in1eksi terjadi pada ;!2 minggu usia kehamilan" maka terjadi D ;& 0 risiko in1eksi janin. In1eksi maternal pada usia kehamilan !$;( minggu risiko in1eksi janin menurun menjadi ! ; 2 0. Perbedaan ini terjadi karena janin terlindung oleh perkembangan progresi1 respon imun janin" baik yang bersi1at humoral maupun seluler" dan adanya antibodi maternal yang dialihkan se*ara pasi1. yang terin1eksi =irus rubella

!'

!$

E. D"agn's"s &. Man"festas" l"n"s >ubella merupakan penyakit in1eksi di antaranya 2 ;$ 0 kasus bersi1at asimptomatis. :ejala rubella hampir mirip dengan penyakit lain yang disertai ruam. :ejala klinis untuk mendiagnosis in1eksi =irus dewasa atau pada kehamilan adalah? a. In1eksi bersi1at akut yang ditandai oleh adanya ruam makulopapular. >uam mun*ul di muka dan menyebar ke bawah. 8ambil menyebar ke bawah" ruam yang mun*ul di atas biasanya menghilang. >uam dapat terasa gatal dan terjadi hingga tiga hari. 5engan berlalunya bintik,bintik ini" kulit yang terkena kadangkala megelupas halus. #amun" +enurut para peneliti hanya pada !$,$ 0 penderita >ubella yang memperlihatkan gejala bintik,bintik merah di kulit. b. 8uhu tubuh I(H"2J3 *. Atrhalgia7artrhitis" lim1adenopati biasanya di bagian belakang leher atau di belakang telinga" konjungti=itis. rubella pada orang

Gambar 1. Ruam makulopapular pada Rubella :ejala rubella kongenital dapat dibagi dalam ( kategori ? !. 8indroma rubella *ongenital" yang meliputi ' de1ek utama yaitu ? a :angguan pendengaran tipe neurosensorik. 9imbul bila in1eksi terjadi sebelum umur kehamilan D minggu. :ejala ini dapat merupakan satu,satunya gejala yang timbul.
!A

b * d e 1

:angguan jantung meliputi P5A" 685 dan stenosis katup pulmonal. :angguan mata ? katarak dan glaukoma. Kelainan ini jarang berdiri sendiri. >etardasimental dan beberapa kelainan lain antara lain? Purpura trombositopeni ( )lueberry mu11in rash ) .epatosplenomegali" meningoense1alitis" pneumonitis mental" keterlambatan pertumbuhan dan berbi*ara" kejang" ikterus dan gangguan imunologi ( hipogamaglobulin ).

2. EBtended ; sindroma rubella kongenital.. +eliputi *erebral palsy" retardasi

(. 5elayed , sindroma rubella kongenital. +eliputi panense1alitis" dan 5iabetes +ellitus tipe,!" gangguan pada mata dan pendengaran yang baru mun*ul bertahun,tahun kemudian.

+.

Pemer"ksaan )enunjang? Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan imun yang diperiksa adalah Ig+ dan Ig: >ubella. a. Ig+ b. Ig: 9erdeteksi $,! hari setelah ruam (bisa lebih awal) Kadar pun*ak di*apai sekitar !$,( hari
!H

untuk memastikan pasien

terin1eksi =irus >ubella adalah pemeriksaan serologis respon imun. >espon

+un*ul 2,( hari setelah ruam Kadar pun*ak di*apai sekitar !,' minggu 5apat dideteksi pada (,D minggu +enetap hingga A,!2 bulan

+enurun perlahan sampai beberapa tahun hingga men*apai titer rendah dan konstan

%ika hasil Ig: (,) dan Ig+ (,) <akukan =aksinasi" baru diperbolehkan hamil ( bulan setelah =aksinasi %ika hasil Ig: (,) dan Ig+ (E) 9idak boleh hamil selama ( bulan" in1eksi harus diobati terlebih dahulu. %ika sudah sembuh" tidak perlu melakukan =aksinasi lagi karena sudah memiliki kekebalan. %ika hasil Ig:(E) dan Ig+(,) )erarti pernah terin1eksi dan antibodi yang terdapat dalam tubuh" dapat melindungi dari =irus rubella. )ila hamil" bayi akan terhindar dari sindrom rubella konginetal. %ika hasil Ig:(E) dan Ig+(E) 8edang terin1eksi" harus mendapat pengobatan.

9erdapat dua ma*am pemeriksaan untuk mengetahui adanya rubella kongenital pada janin" yaitu dengan P3> dan chorionic villus sampling. Kedua pemeriksaan tersebut harus dilakukan pada minggu keenam sampai minggu kedelapan setelah in1eksi dan harus dilakukan pada umur kehamilan 22 minggu. +etode pertama yaitu teknik P3> dengan sample dari amniosintesis dan fetal blood testing villus sampling. )erdasarkan gejala klinik dan berikut ? !. 3>8 *on1irmed. 5e1ek dan satu atau lebih tanda7 gejala berikut ? 6irus rubella yang dapat diisolasi. Adanya Ig+ spesi1ik rubella +enetapnya Ig: spesi1ik rubella temuan serologi" sindroma rubella kongenital(3>8" 3ongenital >ubella 8yndrome) dapat diklasi1ikasikan sebagai yang memberikan tingkat sensiti1itas dan spesi1isitas ! 0. +etode kedua adalah memeriksa adanya Ig+ dari darah janin melalui chorionic

2. 3>8 *ompatible. 9erdapat de1ek tetapi kon1irmasi laboratorium tidak lengkap. 5idapatkan 2 de1ek dari item a " atau masing,masing satu dari item a dan b.
!D

a. b.

Katarak dan7 atau glaukoma kongenital" penyakit jantung kongenital" tuli" retinopati. Purpura" splenomegali" kuning" mikrose1ali" retardasi mental" meningo ense1alitis" penyakit tulang radiolusen.

8. Penatalaksanaan !. %ika tidak terjadi komplikasi bakteri" pengobatan adalah simptomatis. Adamantanamin hidroklorida (amantadin) telah dilaporkan e1ekti1 in =itro dalam menghambat stadium awal in1eksi rubella pada sel yang dibiakkan. 2. Pada bayi yang dilakukan tergantung kepada organ yang terkena ? ; :angguan pendengaran diatasi dengan pemakaian alat bantu dengar" terapi wi*ara dan memasukkan anak ke sekolah khusus ; <esi jantung diatasi dengan pembedahan ; :angguan penglihatan sebaiknya diobati agar penglihatan anak berada pada ketajaman yang terbaik ; %ika keterbelakangan mentalnya sangat berat" mungkin anak perlu dimasukkan ke institusi khusus. !. Pen*egahan /u(ella 'ngen"tal

!. Pemberian injeksi intramuskuler globulin imun serum (:I8) yang diberikan dengan dosis besar dalam H,D hari pas*a pemajanan. pada orang yang rentan" proteksi pasi1 dari atau pelemahan penyakit dapat diberikan se*ara ber=ariasi dengan 2. Pemberian =aksinasi ++> +umps" +easles" >ubella) pada anak usia !2,!D bulan. )ila pada usia tersebut belum diberikan" =aksinasi dapat dilakukan pada usia A tahun. 8edangkan =aksinasi ulangan dianjurkan pada usia ! ,!2 tahun atau !2,!D tahun (. )ila sedang hamil dan belum mengetahui apakah tubuh terlindungi dari in1eksi >ubella dianjurkan melakukan pemeriksaan anti,>ubella Ig: dan anti,>ubella Ig+.

!&

BAB III LAP0/AN $.&. IDENTITAS PASIEN #ama 2mur Agama Alamat $.+. ANAMNESIS Alloanamnesis dengan ibu pasien tanggal !! 5esember 2 !( pukul !!. puskesmas #ogosari $.+.&. eluhan Utama Perkembangan motorik dan sensorik anak terlambat $.+.+. /"4a>at Pen>ak"t Sekarang Pada saat ini usia ! tahun $ bulan pasien baru akan belajar merangkak" pasien baru bisa mengangkat pantat" dan tengkurap. 2ntuk perkembangan =erbal" pasien baru bisa mengo*eh tidak bermakna ( tidak mengandung arti ). $.+.$. /"4a>at Pen>ak"t Dahulu Pada saat usia ! bulan" pasien menderita batuk lebih dari ! minggu disertai sesak na1as" dan berat badan nya tidak naik selama ! bulan dari kelahiran. Kemudian pasien diperiksakan ke dokter spesialis anak" oleh dokter tersebut pasien dirujuk ke >8 5r +oewardi 8urakarta" karena di*urigai adanya kelainan jantung bawaan. 5i >8 5r +oewardi pasien ditangani oleh dokter spesialis anak konsultan. 8etelah diperiksa lebih lanjut diantaranya dengan e*ho*ardiogra1i" didapatkan hasil adanya kelainan jantung bawaan P5A ( patent du*tus arteriosus ) sebesar 'mm dan 685 ( =entri*ular septal de1e*t ) dengan diameter ' *m. 8emenjak saat itu setiap hari pasien mengkonsumsi obat,obatan" antara lain ? digoBin" *arni*" le*tona" isprinol" aspar K" dan 1urosemid 8etelah umur ( bulan perkembangan sensorik ( mata ) pasien juga mengalami kelainan" pergerakan mata pasien belum bisa mengikuti arah
2

ASUS

? An. A.C ? ! tahun $ bulan ? Islam ? Putat" keyongan" #ogosari

%enis kelamin ? <aki,laki

-I) di

panggilan (suara). /leh dokter spesialis anak dikonsulkan ke dokter spesialis mata. 5ari pemeriksaan mata" oleh dokter disarankan untuk pemeriksaan laboratorium Ig+ dan Ig: rubella" didapatkan hasil adanya =irus rubella (E) sehingga pasien saaat itu mengalami katarak kongenital" pada umur ( bulan. Pasien harus menjalani operasi katarak pada kedua matanya. 8etelah operasi" pasien diberikan ka*amata khusus" dan kontrol rutin setiap 2 bulan. /bat yang dikonsumsi adalah optimaB. 2ntuk tindakan pemasangan lensa diren*anakan pada saat usia pasien ( tahun $.+.-. /"4a>at Pen>ak"t >ubella (,) 3erebral palsy (,) 5+ (,) Kakak pasien lahir normal" dan keadaan sehat. 9/>3. tidak diketahui Pasien tinggal bersama ayah " ibu" seorang kakak" dan seorang nenek. Ayahnya bekerja sebagai sta1 di yayasan 8+A Al 4irdaus" sedangkan ibunya bekerja sebagai guru di 85 I9. )iaya kesehatan ditanggung sendiri. Kesan status ekonomi menengah kebawah. $.+.5. /"4a>at eham"lan Pasien merupakan anak kedua dari dua bersaudara. A#3 rutin di dokter spesialis kandungan. >iwayat konsumsi obat selama hamil disangkal" akan tetapi ibu pasien mengaku pernah menderita otitis dan telah di periksakan ke dokter spesialis 9.9. >iwayat memelihara hewan peliharaan seperti ku*ing" kelin*i" sapi" dll disangkal. 8elama hamil ibu pasien suka mengkonsumsi sate kambing. 8elama kehamilan" ibu pasien tidak pernah mengalami perdarahan. $.+.7. /"4a>at Persal"nan :2P2A " dengan persalinan spontan umur kehamilan *ukup bulan dengan ditolong bidan desa. )) K 2D gram
2!

eluarga

$.+... /"4a>at S's"al Ek'n'm"

P) K lupa <ahir langsung menangis (E) 8ianosis (,) Ikterik (,) )erapa kali 2mur bulan 2" '" A bulan " 2" '" A" D " !" A bulan & bulan

$.+.<. /"4a>at Imun"sas"

)3: 5P9 Polio .epatitis ) 3ampak

!B (B $B (B !B

Kesan imunisasi dasar ? lengkap $.+.=. /"4a>at !"#" Pasien mendapatkan A8I ekslusi1 sampai usia A bulan" pada saat usia H bulan diberikan tambahan susu 1ormula la*togen. 5an diberikan makanan tambahan bubur *erela*" bubur pepaya" dan bubur ka*ang hijau sampai sekarang. 8aat ini pasien belum mengkonsumsi nasi karena tidak mau dan gigi belum ada yang tumbuh. $.$. STATUS !I?I %enis kelamin ? <aki,laki )) P) <<A <5 <P 2sia ? A kg ? H *m ? !(*m ? 2D*m ? 22*m ? ! tahun $ bulan

Perh"tungan ? s*'re -AC K )) ; median K A ; !!"( K ,'"'! (g"#" (uruk) 85 !"2


22

.AC K 9) ; median K H ; D!"' K ,("&( (sangat )en,ek) 85 2"&

-.C K )) ; median K A ; D"$ K ,("!2 (sangat kurus) 85 Kesan ? gizi buruk $.-. PE/ EMBAN!AN ' bulan & bulan !2 bulan !( bulan !$ bulan ? tengkurap ? mengangkat kepala ? guling,guling ? mengo*eh ? belajar merangkak ( mengangkat pantat ) "D

Kesan ? perkembangan motorik" dan sensorik terlambat $... PEME/I SAAN 8ISI 8tatus Present %enis kelamin 2sia )erat badan Panjang badan 9anda =ital ? #adi 4rek.na1as 8uhu K27Kesadaran Kulit Kepala >ambut +ata ? D B7menit isi *ukup" irama regular" eLualitas sama ? 2' B7menit ? (A"$o 3 ? kompos mentis ? kering (,)" keriput (,) ? meso*ephal" simetris ? warna kemerahan" jarang" mudah di*abut (,) ? *onjungti=a anemis (,7,)" sklera ikterik (,7,)" pupil isokor" re1lek *ahaya (E7E)" mata *ekung (,7,)" mata kering (,7,)" strabismus kon=ergen (,) 9elinga .idung ? ukuran normal" dis*harge (,7,)" nyeri (,7,)" bengkak (,7,) ? simetris" na1as *uping hidung ( , )" se*ret (,7,)
2(

? laki,laki ? ! tahun $ bulan ? A kg ? H *m

+ulut <eher %antung Inspeksi Palpasi Perkusi Paru,paru Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi Abdomen Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi :enital Ekstremitas

? bibir kering (,)" sianosis (,)" lidah kotor (,) ? simetris" pembesaran kelenjar lim1e(,)" kaku kuduk (,) ? iktus kordis tidak tampak ? iktus kordis teraba di sela iga I6 linea mid*la=ikula sinistra" tidak kuat angkat ? tidak dilakukan ? simetris" tidak ada retraksi" na1as kussmaul (,) ? stem 1remitus kanan K kiri ? sonor seluruh lapangan paru ? suara dasar =esikuler 8uara tambahan ? wheezing (,7,)" ronkhi (,7,) ? perut tampak sedikit *embung ? supel" nyeri tekan (,)" turgor baik" hepar tidak teraba" lien tidak teraba. ? timpani ? peristaltik (E) normal ? laki,laki" tidak ada kelainan In1erio r

8uperior 8ianosis Akral dingin /edem 3apillary re1ill :erakan Kekuatan 9urgor kulit $.5. DIA!N0SA BANDIN! (.A.!. :izi buruk marasmik,kwashiokor (.A.2. Penyakit %antung )awaan ( P5A dan 685 ) (.A.'. In1eksi oportunistik rubella ,7, ,7, ,7, @ 2M )ebas 7 )ebas $7$ #ormal ,7, ,7, ,7, @ 2M )ebas 7 )ebas $7$ #ormal

2'

$.7.

DIA!N0SA :izi buruk marasmik,kwashiokor dengan penyakit jantung bawaan dan in1eksi

oportunistik =irus rubella $.<. USULAN PENATALA SANAAN $.<.&. Pem(er"an Surat /ujukan ke /S )usat rujukan Pemberian surat rujukan yang berlaku setiap bulan" hal ini bertujuan untuk mewujudkan penatalaksanaan ditingkat berjenjang dari 1asilitas pelayanan primer ke tingkat sekunde ( >8 daerah dan selanjutnya ke >8 rujukan pro=insi ) agar penatalaksanaan komprehensi1 dan paripurna $.<.+. Pem(er"an Makanan Tam(ahan Pemberian makanan tambahan berupa susu 1ormula (la*togen) dan bis*uit" maupun bubur *erela* dari dinas kesehatan boyolali memberikan ( bulan pertama. 8elanjutnya didapatkan dari puskesmas yang diambil dari dana sukarela maupun dana )/K" pemberian tidak dilakukan se*ara rutin ( terjadwal ) atau diberikan jika ada $.<.$ E,ukas" tentang *ara )eng'lahan @ar"as" makanan (erg"#" 8osialisasi mengenai kombinasi gizi seimbang dan =ariasi pembuatan makanan yang dapat diberikan untuk menu makanan sehari,hari pasien. .al ini bertujuan untuk tumbuh kejar pasien dan untuk memenuhi kebutuhan modis*o74! gizi. Pada pasien ini baru diperkenalkan (4! ) 1ormula . 3ara pembuatan 1ormula ! yaitu dengan

*ampuran gula pasir D gr" susu skim71ull *ream A gram" dan minyak zaitun D$gr dalam ! liter air %'nt'h /ese) M',"f"kas" 8'rmula )ubur sari 1ormula )ahan ? 9epung beras ? 2$ gr ($ sendok makan )

:ula pasir ? ! gr ( ! sendok makan ) 4ormula H$ 8antan kental Air ?! **

? $ gr kelapa ($ sendok makan ) ?2 ** (! gelas)


2$

3ara +embuat ? 3ampur tepung beras" gula pasir" dan air diaduk sampai matang" angkat langsung *ampur dengan larutan 1ormula H$ kemudian diaduk sampai rata. 8iap dihidangkan dengan santan kental #ilai :izi? , , , , 2. , , , , , Energy Protein <emak ? (D!"& k kal ? '"($ gr ? 2H"$ gr

Karbohidrat? 'H"$ gr Puding agar,agar 1ormula )ahan? Agar, agar K ( setengah (stngah bungkus) gula pasir K ! gr (2 sendok makan ) santan kelapaK 2$ gr (2 setengah sendok makan) air untuk santan K! 4! K2 ** ** (setengah gelas)

3ara membuat? 3ampur bahan agar,agar" gula" dan santan diaduk sampai mendidih. 8etelah mendidih angkat dari api kemudian masukkan 4! +asukkan kedalam *etakan yang telah disiapkan #ilai gizi? , , , , !. , , , , Energy Protein <emak ? (2A"! kkal ? A"A gr ? 22"! gr dan diaduk rata.

Karbohidrat? (2"& gr %0NT0H /ESEP M0DI8I ASI M0DIS%0 )urjo modis*o )ahan? Ka*ang hijau :ula pasir ? ! gr 8antan kental :ula merah ?! gr kelapa ? ! gr
2A

? 2$ gr

, ,

+odis*o setengah? ! 3ara membuat?

**

5aun pandan dan garam se*ukupnya +asak ka*ang hijau setengah matang"buat adonan air yaitu dengan santan dan modis*o di*ampur jadi satu rebus sampai mendidih sambil diaduk agar santan tidak pe*ah. Kemudian masukkan gula merah yang sudah di*airkan dan gula pasir serta ka*ang hijau " dan masak kembali hingga matang jangan lupa tambahkan daun pandan dan garam se*ukupnya.sajikan untuk ! porsi. #ilai gizi ?

, , , , 2. , , , , ,

Energi Protein <emak

? $&D"'$kkal ? !2"$$ grr ? (H" gr

Karbohidrat? $&"$( gr Puntik mandalika modis*o )ahan? Pisang 9elur ?! gr :ula pasir? ! gr ?2$ gr ? $ gr ?! ** 8antan kental +odis*o III 3ara membuat? Pisang diambil dagingnya lalu dihaluskan" semua bahan dan modis*o III di*ampur #ilai gizi menjadi satu" dan kemudian di*etak menurut selera. 9erakhir dikukus sampai matang kurang lebih ( menit.

, , , ,

Energi ? '&$"' kkal Protein? &"( gr <emak? 2&"( gr Karbohidrat ? $2"2 gr

$.<... Lakukan )eng'(atan ,an )en*egahan "nfeks" Pada KEP berat dengan adanya in1eksi oportunistik tanda yang umumnya menunjukkan adanya in1eksi seperti demam seringkali tidak
2H

tampak. )ila terjadi in1eksi berikan antibiotik spektrum luas. Pada kasus in1eksi oportunistik rubella. 2ntuk meningkatkan pertahanan tubuh dan na1su makan multi=itamin setiap hari juga harus ditambahkan. $.<.7. Perhat"kan masa tum(uh kejar (al"ta (.D.H.!. 4ase 9ransisi (minggu II) :anti 1ormula khusus awal (energi H$ kal dan protein .& ; !. gr7! ml) dengan 1ormula khusus lanjutan (energi ! kkal dan protein 2.& gr7! ml) dalam jangka waktu 'D jam.

+odi1ikasi bubur7makanan keluarga dapat digunakan asal kandungan energi dan protein sama. #aikkan dengan ! ml7kali sampai hanya sedikit 1ormula tersisa" biasanya pada saat ter*apai jumlah ( ml7kg))7kali pemberian (2 (.D.H.2. 4ase >ehabilitasi (+inggu III;6II) !) 4ormula -./,4 !($7pengganti7modis*o ! G dengan jumlah tidak terbatas dan sering. 2) Energi ? !$ ;22 kkal7kg))7hari & ,!(2 kkal7hari ml7kg bb7hari).

() Protein ? ';A gr7kgbb7hari. 2' ; (A gr7hari .$.<.<. Lakukan )enanggulangan kekurangan #at g"#" m"kr' (.D.D.! )ila )) mulai naik berikan zat besi dalam bentuk tablet besi 1olat7sirup besi. (.D.D.2. )ila pasien diduga menderita *a*ingan berikan pirantel pamoat dosis tunggal. (.D.D.(. 6itamin A oral ! kali. (.D.D.'. 5osis tambahan disesuaikan dgn baku pedoman pemberian kapsul =itamin A $.<.=. Ber"kan st"mulas" ,an ,ukungan em's"'nal Pada kasus KEP berat dengan penyakit jantung bawaan dan in1eksi oportunistik rubellaini dapat terjadi keterlambatan perkembangan motori*" sensorik" mental dan perilaku" karenanya diberikan? kasih sayang" *iptakan lingkungan menyenangkan dan tidak mengu*ilkan" lakukan
2D

terapi bermain terstruktur !$,( menit7hari" ren*anakan akti1itas 1isik serta waktu beristirahat se*ukupnya.

BAB IV MASALAH DAN PEMBAHASAN N ' ! HLA Blum Perilaku Ura"an Ketidaktahuan orangtua mengenai penyakit 9/>3. (penyebab" penularan" dan pen*egahan ) pada kehamilan Ketidaktahuan pentingnya penge*ekan Anal"sa masalah Kurangnya sosialisasi dari tenaga kesehatan di pusat kesehatan terdekat mengenai in1eksi 9/>3.

tor*h sebelum meren*anakan kehamilan 2 Keturuna n (genetik) , , 9idak ada riwayat keluarga yang menderita penyakit seperti pasien Kakek pasien meninggal dunia 2 bulan yang lalu karena sakit stroke
An. AC

yang dideritanya sejak kurang lebih D tahun yang lalu

? keluarga laki,laki yang masih hidup ? keluarga laki,laki yang sudah meninngal ? keluarga perempuan yang masih hidup ? keluarga perempuan yang sudah meninggal

2&

? klien ? tinggal satu rumah ( <ingkung an Data In,"@",u ,an keluarga Kurangnya keterbukaan orangtua mengenai kepada nenek maupun

Pasien adalah anak kedua. Pasien tinggal serumah penyakit pasien tetangga. dengan ayah" ibu" seorang kakak dan neneknya Ek'n'm" Ayah pasien bekerja sebagai sta1 di yayasan al 1irdaus sedangkan ibunya bekerja sebagai guru di 85 I9 sekitar >p !.$ ayahnya sekitar >p 2. L"ngkungan /umah >umah terbuat dari terbuat dari tembok bata" dengan alas semen. <uas rumah kurang lebih 2 B$ m" sekat rumah terbuat dari kayu triplek. 9erdapat ( kamar. ! kamar tamu dan ruang t=" ! kamar mandi" dan ! dapur. 6entilasi udara *ukup. Mas>arakat , .ubungan dengan masyarakat sekitar baik. #amun penyakit pasien dirahasiakan dari nenek dan tetangga , . . dan

, 5engan jumlah penghasilan tersebut" keluarga merasa tidak *ukup untuk memenuhi kebutuhan sehari,hari" pendidikan terutama untuk membeli untuk susu 1ormula dan sedang kartu pengobatan diusahakan jamkesmas , <ingkungan rumah tidak ada masalah pasien. 8ehingga mendapatkan

.ubungan dengan tetangga *ukup baik" akan tetapi keluarga Pasien setiap hari diasuh tidak oleh terbuka dengan keadaan sebenarnya. neneknya jika kedua orang tuanya pergi bekerja.

'

Pelayana n

,Pelayanan kesehatan terdekat yaitu )idan desa. , tidak ada masalah Pelayanan kesehatan tersebut dapat dijangkau sepeda motor" maupun mobil). ,Pelayanan puskesmas dalam ! wilayah yaitu 2P9 Puskesmas #ogosari ,pemberian P+9 oleh dinkes (B (( bulan pertama)

kesehatan dengan mudah (berjalan kaki" angkutan umum"

BAB V ESIMPULAN DAN SA/AN ..&. ESIMPULAN $.!.!. Pada kasus ini" pasien didiagnosa sebagai kasus gizi buruk berdasarkan kriteria -AC" .AC dan -.C. $.!.2. 5ari pemeriksaan 1isik dan gejala klinis mengarah pada gizi buruk tipe marasmik,kwashiokor. $.!.(. +elalui pendekatan .< )lum pada kasus pasien gizi buruk ini" didapatkan masalah pada 1aktor perilaku"" lingkungan dan masyarakat. $.!.'. Peningkatan status gizi anak dapat dipantau melalui garis K+8. $.!.$. 5ilakukannya pemantauan dan e=aluasi pelayanan pasien gizi buruk se*ara berkesinambungan oleh tenaga kesehatan yang terkait. ..+. SA/AN $.2.! Pengelolaan gizi buruk membutuhkan kerjasama dan perhatian dari berbagai sektor" sehingga dibutuhkan peran akti1 petugas kesehatan dan pihak,pihak terkait untuk melakukan pengelolaan tersebut

(!

BAB VI PENUTUP :izi buruk masih menjadi masalah yang belum terselesaikan sampai saat ini. +asalah gizi buruk dan kekurangan gizi telah menjadi keprihatinan dunia sebab penderita gizi buruk umumnya adalah balita dan anak,anak yang tidak lain adalah generasi penerus bangsa. 2ntuk mengetahui penyebab tingginya kasus gizi buruk tersebut" kami melakukan kegiatan kunjungan rumah pada salah satu anak gizi buruk dalam wilayah 2P9 Puskesmas #ogosari melalui pendekatan analisa 1aktor,1aktor menurut .< )lum. 5emikian laporan kasus ini kami susun dalam rangka sebagai salah satu kegiatan 5okter Internship di 2P9 Puskesmas #ogosari. 8emoga dapat menjadikan in1ormasi dan sebagai dasar kebijakan dalam melakukan program pengelolaan gizi buruk untuk wilayah kerja 2P9 Puskesmas #ogosari. 8aran dan kritik yang membangun senantiasa kami harapkan untuk kegiatan ini.

(2

DA8TA/ PUSTA A Arisman. 2 '. )uku Ajar Ilmu :izi? :izi 5alam 5aur Kehidupan. %akarta? E:3

3uiBia 9ian" 8yed Asad Ali and %Nrn,.endrik -eitkamp. 2 ! . Journal Congenital Infection. http?77www.sense.org.uk7publi*ation7all pubs7rubella7> (.htm. Kadek" 8. 5armadi. 2 H. Gejala Rubella ongenital !erdasar"an #emeri"saan H? A(,H! Serologis dan R$% &irus. Indonesian %ournal o1 3lini*al Pathology and +edi*al <aboratory" 6ol. !(" #o. 2" +aret 2 Kasdu" 5ini. 2 $. Solusi #roblem ehamilan. %akarta? Puspa 8wara D. Journal Rubella in #regnancy.

<orraine 5ontigny" +ontrOal (PuObe*) +ar*,Q=on Arsenault" +ontrOal (PuObe*) +arie,%o*elyne +artel. 2 #asar" dkk. 2 http?77www.*d*.go=7nip7publi*ations7pink7rubella.pd1. !. Pedoman 9ata <aksana :izi )uruk. %akarta? I5AI $. :izi )uruk? An*aman :enerasi yang .ilang. Ino=asi $? Ino=asi /nline &. #rogress 'o(ard #en*y" Q." Ari1in. 2

Edisi 6ol. $7R6II7#o=ember72

>ee1" P. 8trebel" A. 5abbagh"2+. :a*i*,5obo" et.al . 2 http?77www.dea1blind.*om7*rs.htlml 8antoso" 8oegeng" >anti" Anne <ies. 2 3ipta

Control of Rubella and #revention of Congenital Rubella Syndrome. '. Kesehatan dan :izi. %akarta? >ineka

((

('

(A