Anda di halaman 1dari 29

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Latar belakang disusunnya makalah ini adalah untuk memenuhi tugas yang telah diberikan oleh dosen pengajar. Makalah ini membahas tentang Peranan Indonesia dan negara-negara maju dalam mengurangi laju pemanasan global. Pemanasan global adalah kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan Bumi. Pemanasan global hanya sebuah wacana sekitar sepuluh tahun yang lalu. kan tetapi sekarang pemanasan global adalah suatu kenyataan yang harus dihadapi oleh seluruh umat manusia. !udah banyak faktafakta yang menunjukkan bahwa pemanasan global telah terjadi. Pada saat ini, Bumi menghadapi pemanasan yang cepat, yang oleh para ilmuan dianggap disebabkan aktifitas manusia. Penyebab utama pemanasan ini adalah pembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam, yang melepas karbondioksida dan gas-gas lainnya yang dikenal sebagai gas rumah kaca ke atmosfer. "an juga diantaranya banyaknya beruang kutub yang mati kelaparan di kutub utara, hal ini terjadi dikarenakan menipisnya lapisan es sehingga mengakibatkan mereka kesulitan mencari makanan. Penelitian menunjukkan bahwa banyak beruang kutub yang tidak memiliki cukup banyak lapisan lemak tubuh untuk bertahan hidup. !elain itu, !uku Inut juga telah melihat banyaknya bongkahan es besar bahkan gunung es menghilang secara tiba-tiba. bagian bumi. Makalah ini disusun berdasarkan tentang perbincangan yang sedang hangat dibicarakan oleh dunia. Pemanasan global belum menemukan titik terang dalam penanggulangannya. "isini penulis berusaha menerangkan materi yang dibutuhkan sebagai referensi agar dapat menyempurnakan topik yang akan diperbincangkan. kan tetapi, hal yang tak kalah mengerikan adalah terjadinya berbagai bencana alam di seluruh

KELOMPOK III / REKAYASA LINGKUNGAN 1

1.2 Batasan Masalah #arena berdasarkan latar belakang tersebut kami mencoba menuliskan makalah tentang peranan Indonesia dan negara-negara maju dalam mengurangi laju pemanasan global. 1.3 Tujuan Penulisan dapun tujuan dari penulisan makalah ini yaitu $ %. Menyelesaikan tugas yang telah diberikan oleh dosen pembimbing. &. !emoga dengan adanya makalah ini para pembaca tersadar akan adanya lingkungan hidup yang harus dilestarikan. '. #ita dapat menimalkan dampak pemanasan global. 1.4 Man aat Penulisan dapun manfaat dari penulisan makalah ini yaitu $ %. "apat digunakan sebagai pedoman untuk mengurangi laju pemanasan global. &. Makalah ini bermanfaat sebagai referensi bagi pembaca ataupun bahan bacaan semata. '. Makalah ini dapat memberikan wawasan yang luas mengenai pemanasan global.

KELOMPOK III / REKAYASA LINGKUNGAN 2

BAB II PEMBAHA!AN
Peranan Indonesia dan Negara-Negara Maju dalam Mengurangi Laju Pemanasan Global !eperti yang kita diketahui pemanasan global adalah meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi akibat peningkatan jumlah emisi (as )umah #aca di atmosfer. Pemanasan (lobal akan diikuti dengan Perubahan Iklim, seperti meningkatnya curah hujan di beberapa belahan dunia sehingga menimbulkan banjir dan erosi. !edangkan, di belahan bumi lain akan mengalami musim kering yang berkepanjangan disebabkan kenaikan suhu. Bumi ini sebetulnya secara alami menjadi panas karena radiasi panas matahari yang masuk ke atmosfer. Panas ini sebagian diserap oleh permukaan Bumi lalu dipantulkan kembali ke angkasa. #arena ada gas rumah kaca di atmosfer, di antaranya karbon dioksida *+,&-, metana *+./-, nitro oksida *0&,-, sebagian panas tetap ada di atmosfer sehingga bumi menjadi hangat pada suhu yang tepat *12345%13+- bagi hewan, tanaman, dan manusia untuk bisa bertahan hidup. Mekanisme inilah yang disebut efek gas rumah kaca. 6anpa efek gas rumah kaca, suhu rata-rata di dunia bisa menjadi -%73+. !ayangnya, karena sekarang ini terlalu banyak gas rumah kaca di atmosfer, terlalu banyak panas yang ditangkapnya. panas. dapun penyebab pemanasan global yaitu pemanasan global terjadi ketika ada konsentrasi gas-gas tertentu yang dikenal dengan gas rumah kaca, yang terus bertambah di udara, hal tersebut disebabkan oleh tindakan manusia, kegiatan industri, khususnya +,& dan chlorofluorocarbon. 8ang terutama adalah karbon dioksida, yang umumnya dihasilkan oleh penggunaan batubara, minyak bumi, gas dan penggundulan hutan serta pembakaran hutan. sam nitrat dihasilkan oleh kendaraan dan emisi industri, sedangkan emisi metan disebabkan oleh akti9itas industri dan pertanian. +hlorofluorocarbon +4+s merusak lapisan o:on seperti juga gas rumah kaca menyebabkan pemanasan global, tetapi sekarang dihapus dalam Protokol Montreal. #arbon dioksida,
KELOMPOK III / REKAYASA LINGKUNGAN 3

kibatnya, Bumi menjadi semakin

chlorofluorocarbon, metan, asam nitrat adalah gas-gas polutif yang terakumulasi di udara dan menyaring banyak panas dari matahari. !ementara lautan dan 9egetasi menangkap banyak +,&, kemampuannya untuk menjadi ;atap< sekarang berlebihan akibat emisi. Ini berarti bahwa setiap tahun, jumlah akumulatif dari gas rumah kaca yang berada di udara bertambah dan itu berarti mempercepat pemanasan global. !epanjang seratus tahun ini konsumsi energi dunia bertambah secara spektakuler. !ekitar =2> energi dipakai oleh negara-negara maju? dan =7> dari energi tersebut berasal dari bahan bakar fosil. .al ini menyebabkan ketidakseimbangan yang mengakibatkan sejumlah wilayah terkuras habis dan yang lainnya mereguk keuntungan. !ementara itu, jumlah dana untuk pemanfaatan energi yang tak dapat habis *matahari, angin, biogas, air, khususnya hidro mini dan makro-, yang dapat mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, baik di negara maju maupun miskin tetaplah rendah, dalam perbandingan dengan bantuan keuangan dan in9estasi yang dialokasikan untuk bahan bakar fosil dan energi nuklir. Penggundulan hutan yang mengurangi penyerapan karbon oleh pohon, menyebabkan emisi karbon bertambah sebesar &2>, dan mengubah iklim mikro lokal dan siklus hidrologis, sehingga mempengaruhi kesuburan tanah. Pemanasan global ini mengakibatkan dampak yang luas dan serius bagi lingkungan bio-geofisik *seperti pelelehan es di kutub, kenaikan muka air laut, perluasan gurun pasir, peningkatan hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan fauna tertentu, migrasi fauna dan hama penyakit, dsb-. !edangkan dampak bagi akti9itas sosial-ekonomi masyarakat meliputi $ a. gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai, b. gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara, c. gangguan terhadap permukiman penduduk, d. pengurangan produkti9itas lahan pertanian, e. peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit, dsb-. "ampak-dampak lainnya $ a. Musnahnya berbagai jenis keanekragaman hayati
KELOMPOK III / REKAYASA LINGKUNGAN 4

b. Meningkatnya frekuensi dan intensitas hujan badai, angin topan, dan banjir c. Mencairnya es dan glasier di kutub

(ambar &.% Beruang kutub akan hilang habitatnya

d. Meningkatnya jumlah tanah kering yang potensial menjadi gurun karena kekeringan yang berkepanjangan e. #enaikan permukaan laut hingga menyebabkan banjir yang luas. Pada tahun &%22 diperkirakan permukaan air laut naik hingga %@ - A@ cm. f. #enaikan suhu air laut menyebabkan terjadinya pemutihan karang *coral bleaching- dan kerusakan terumbu karang di seluruh dunia g. Meningkatnya frekuensi kebakaran hutan h. Menyebarnya penyakit-penyakit tropis, seperti malaria, ke daerahdaerah baru karena bertambahnya populasi serangga *nyamuki. "aerah-daerah tertentu menjadi padat dan sesak karena terjadi arus pengungsian. j. Menipiskan lapisan o:on.

(ambar &.& (as buangan yang membuat lapisan o:on menipis

KELOMPOK III / REKAYASA LINGKUNGAN 5

"alam makalah ini, fokus diberikan untuk peranan Indonesia dan negaranegara maju dalam mengurangi laju pemanasan global. 2.1 Peranan In"#nesia "ala$ $engurangi laju %e$anasan gl#&al a. Menanggulagi permasalahan kabut asap di Palembang Bulan Buni &221 di Palembang, !umatra !elatan, Presiden !usilo Bambang 8udhoyono mengatakan dia lebih baik tidak ditanya mitra !C 0 soal merembesnya kabut asap pada Pertemuan Puncak !C 0 di 4ilipina. Presiden agaknya menunjukkan ketidaknyamanannya membahas asap dengan mitra Perjanjian !C 0. 0amun, Indonesia merupakan negara yang sap Lintas Batas. hmad 4arial, wakil ketua rawan terkena kebakaran hutan dan polusi asap yang tidak meratifikasi !C 0 tentang #omisi DII "P) )I, mengatakan parlemen masih menyosialisasikan Perjanjian itu ke daerah-daerah sebelum meratifikasinya. !C 0 greement on 6ransboundary .a:e Pollution disetujui oleh %2 negara pada Buni &22& dan mulai berlaku efektif pada 0o9ember &22' ketika enam negara meratifikasinya. %2 .ingga Buli &22@, tujuh negara telah meratifikasinya *Brunei, Malaysia, Myanmar, !ingapura, 6hailand, Dietnam dan Laos-, namun tidak dengan negara paling penting, Indonesia. Begitu banyak perjanjian dan pertemuan yang diadakan oleh negara-negara di kawasan ini dalam rangka mengakhiri kebakaran hutan dan polusi asap. !C 0 6ransboundary .a:e greement pada Pasal ' nomor @ tentang Prinsip menegaskan bahwa ;Pihak-pihak, dalam mengatasi polusi asap lintasbatas, harus melibatkan, sepantasnya, semua stakeholder, termasuk masyarakat lokal, kalangan L!M, petani dan perusahaan swasta.< 6ak pelu dipertanyakan kalau kalangan L!M mendesak Pemerintah Indonesian untuk segera meratifikasi Perjanjian itu. Pemerintah dan parlemen seharusnya tidak mengulur-ulur waktu. Bagaimanapun, kebakaran hutan dan polusi hutan masih menghantui kawasan itu, yang tampaknya gagal menghentikan banyak praktek tebangdan-bakar sejak %AA=. sap pada %AA= melewati kawasan ini diperkirakan ! untuk kerugian ekonomi saja, dan merugikan hampir %2 miliar dolar

KELOMPOK III / REKAYASA LINGKUNGAN 6

banyak

lagi

kerusakan

dalam

hal

kesehatan

manusia

dan

ketidaknyamanan. #erugian yang diakibatkan oleh kebakaran hutan di tahun-tahun mendatang jelas akan meningkat selagi tidak ada tindakan mendesak yang diambil. ;Disi )iau untuk menjadi daerah bebas asap tahun ini, nol besar,< keluh Ean bu Bakar, wakil gubernur )iau, menyalahkannya pada sedikitnya kesadaran masyarakat dan antisipasi lemah pada tingkat kabupaten dan kota serta pemilih lahan. "apat dikatakan kepedulian bangsa Indonesia khususnya dalam menghadapi perubahan iklim yang terjadi saat ini sangat tinggi, banyak sekali hal-hal yang dilakukan pemerintah Indonesia. Misalnya, wakil presiden Busuf #alla, pada %% pril &22= meminta pemerintah Malaysia serius mengambil tindakan terhadap pelaku yang memasukkan kayu ilegal dari Indonesia untuk mengurangi permasalahan kabut asap. Pernyataan wakil presiden tersebut menanggapi kasus pembalakan liar di #alimantan Barat yang baru-baru ini terungkap. "ari penyidikan yang dilakukan Mabes Polri, terungkap kayu ilegal tersebut dimasukkan ke Malaysia. Eakil presiden menyatakan Indonesia meminta pertemuan bilateral untuk mengusut kasus tersebut dan Busuf #alla juga mengucapkan selamat atas kinerja Polri yang berhasil mengungkap ilegal loging yang terjadi. )apat paripurna "P) )I yang mengesahkan )FF tentang pengelolaan sampah menjadi undang-undang, pada juga merupakan salah satu bukti keseriusan pril &22= di Bakarta Indonesia dalam

penanggulangan masalah perubahan iklim. !emakin bertambahnya jumlah penduduk yang berakibat bertambah pula jumlah sampah dan pandangan sebagian masyarakat Indonesia bahwa sampah adalah sesuatu yang tidak dapat di manfaatkan kembali menjadi latar belakang pengesahan undangundang ini. Pemerintah Indonesia tidak hanya aktif mengkampanyekan penanggulangan dampak perubahan iklim secara nasional namun pemerintah Indonesia juga turut andil di dalam kegiatan internasional, di antaranya pemerintah Indonesia melalui "epartemen #elautan dan Perikanan )I, siap menyelenggarakan #onferensi Laut Internasional pada
KELOMPOK III / REKAYASA LINGKUNGAN 7

%%-%@ Mei &22A mendatang, konferensi ini akan di selenggarakan di Manado, !ulawesi Ftara. Presiden 8udhoyono sebagai wakil Indonesia dalam keanggotaan )I dalam ,rganisasi !e- sia 6enggara, mau meratifikasi dan bersedia menjalankan piagam !C 0, juga !C 0 pada %@

"esember &227 lalu yang memiliki tiga dokumen penting yang diantaranya memuat pembangunan lingkungan secara berkelanjutan, terutama mengenai perubahan iklim. &. Indonesia mengadakan E,+ di Manado, !ulawesi Ftara Eorld ,cean +onference *E,+- yang berlangsung %%G%@ Mei di Manado, !ulawesi Ftara, telah mengingatkan kita bangsa-bangsa di dunia, khususnya bangsa Indonesia, betapa pentingnya kelestarian dan keasrian lingkungan laut untuk menjaga kestabilan iklim dan mencegah terjadinya global warming *kenaikan suhu bumi. .utan laut yang meliputi berbagai jenis kehidupan laut yang membutuhkan karbondioksida sebagai bahan makanannyaGGseperti halnya tumbuhan di hutanGGberjumlah amat banyak,mulai dari jasad renik bersel satu sampai yang bersel banyak. Biota laut ;penyerap<karbondioksida inilah yang mampu mengurangi pemanasan suhu bumi. !alah satu biota laut yang paling banyak menyerap gas karbondioksida adalah berbagai ganggang hijau *algae-.,rganisme yang mudah hidup di laut ini punya kemampuan besar menyerap karbondioksida dan itu dapat diolah menjadi biofuel, bahan bakar ramah lingkungan. Penelitian dalam skala laboratorium yang dilakukan Badan Pengkajian dan Penerapan 6eknologi *BPP6- membuktikan algae di laut mampu tumbuh &2G&@ kali hanya dalam %@ hari dengan diberi makan karbondioksida *+,&-. (anggang dari jenis chaetoceros sp dengan jumlah sel awal /2.222 sel per mililiter setelah diberi +,& menjadi sebesar =72.222 sel per ml dalam %@ hari, bahkan chlorella sp dengan jumlah sel awal /2.222 sel per ml menjadi % juta sel per ml dalam %@ hari,kata #epala BPP6 "r Mar:an :i: Iskandar dalam seminar ;Implementasi Pengurangan Cmisi
KELOMPOK III / REKAYASA LINGKUNGAN 8

#arbondioksida sebagai Fpaya Mitigasi (lobal Earming< belum lama ini di Bakarta. .al ini bisa menjadi konsep awal penghitungan penyerapan karbon di laut.Indonesia memiliki potensi laut sangat luas sehingga pemerintah bisa mengambil peran besar dalam upaya mengurangi global warming. "i lain pihak, ganggang juga bisa dipanen sebagai bahan baku biofuel yang prosesnya memiliki efisiensi /2> lebih tinggi dibandingkan membuat biofuel dengan bahan baku minyak kelapa sawit *+P,-. #e depan, penangkapan dan penyerapan karbon dengan algae bisa diterapkan pada pembuangan emisi karbon dari pembangkit listrik tenaga uap *PL6F- yang biasanya dibangun di pinggir laut. Pengurangan emisi karbon dari industri selain dengan penggunaan carbon capture seHuestrationseperti ini, juga bisa dengan pemanfaatan energi terbarukan dan perbaikan teknologi yang mampu melakukan efisiensi energi serta memperbaiki proses produksi menjadi lebih hemat bahan bakar. Indonesia menyumbang => pencemaran dunia yang berasal dari karbondioksida atau setara dengan &,@ miliar ton +,&.Bumlah karbondioksida sebanyak itu berdampak cukup serius terhadap laju pemanasan suhu bumi *global warming-. Besarnya polutan karbondioksida ini antara lain disebabkan besarnya laju dan tingkat penggundulan hutan di Indonesia yang mencapai %G& juta hektare per tahun. 6entu saja sumber pencemar di darat ini harus segera dihentikan. Pemerintah harus berani melakukan ;moratorium< penebangan hutan sampai batas waktu tertentu sehingga hutan yang gundul tersebut tumbuh dan pulih kembali.Bika hutan itu sudah pulih kembali, pemerintah harus bisa menerapkan peraturan penebangan kayu yang ketat dan konsisten sehingga jumlah kayu yang ditebang tidak mengganggu kelestarian hutan. Indonesia, negara yang memiliki hutan cukup luas di dunia, sangat memainkan peran penting untuk bisa menjaga paru-paru dunia dalam rangka mengatasi pemanasan global. 0amun, kita sering tak menyadari bahwa sesungguhnya Indonesia yang &5' wilayahnya adalah lautan juga
KELOMPOK III / REKAYASA LINGKUNGAN 9

memiliki fungsi dan peran cukup besar dalam mengikat emisi karbon, bahkan dua kali lipat dari kapasitas penyerapan karbondioksida *carbon sink- oleh hutan. Cmisi karbon yang sampai ke laut ini diserap oleh fitoplankton yang jumlahnya sangat banyak di lautan, yang kemudian ditenggelamkan ke dasar laut atau diubah menjadi sumber energi ketika fitoplankton tersebut dimakan oleh ikan dan biota laut lainnya. !elain berbagai jenis fitoplankton, Indonesia juga kaya dengan terumbu karang yang bisa menyerap karbondioksida. 6erumbu karang yang hidup di dasar laut dan menyerupai hutan ini tak kalah fungsinya dibandingkan hutan dalam rangka penyerapan karbondioksida. !ayangnya,kita tahu,pemanasan global juga membawa ancaman terhadap terumbu karang Indonesia, yang merupakan jantung kawasan segi tiga karang dunia *heart of global coral triangle-. +oral triangle ini meliputi Indonesia, 4ilipina, Malaysia, 6imor Leste, Papua 0ugini, dan #epulauan !olomon yang merupakan kawasan dengan keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia, khususnya terumbu karang. Pemanasan global telah meningkatkan suhu air laut sehingga terumbu karang menjadi stres dan mengalami pemucatan5 pemutihan *bleaching-. Bika kondisi ini terus berlangsung, terumbu karang tersebut akan mengalami kematian. "i sisi lain coral triangle memiliki fungsi penting bagi kehidupan manusia. Lebih dari %&2 juta orang bergantung hidupnya pada terumbu karang dan perikanan di kawasan tersebut. +oral triangle dua dekade belakangan ini juga menjadi pusat penelitian para ahli kelautan dunia. '. Lembaga 6he 0ature +onser9ancy +oral 6riangel +enter *60++6+membuat kegiatan untuk melestarikan terumbu karang akibat pemanasal global 6he 0ature +onser9ancy +oral 6riangle +enter *60++6+-, sebuah lembaga konser9asi internasional yang juga menjalankan programnya di Indonesia dan negara-negara Pasifik,telah mengadakan
KELOMPOK III / REKAYASA LINGKUNGAN 10

sebuah workshop internasional di Bali yang dihadiri para pakar kelautan dunia dengan tujuan untuk menetapkan batas cakupan wilayah coral triangle. Pada akhir workshop,para pakar kelautan berhasil memetakan coral triangle yang mencakup negara-negara tersebut di atas dengan luas total terumbu karang =@.222 km&. Indonesia sendiri memiliki luas terumbu karang sekitar @%.222 km& yang menyumbang lebih dari &%> luas terumbu karang dunia. Melihat peran dan posisinya yang strategis,Presiden )epublik Indonesia !usilo Bambang 8udhoyono pada pertemuan kawasan triangle. Indonesia bersama lima negara lain, yaitu 4ilipina, Malaysia,6imor Leste,Papua 0ugini, dan #epulauan !olomon, menyepakati inisiatif perlindungan terumbu karang yang disebut +oral 6riangle Initiati9e *+6I-. Inisiatif ini juga telah mendapatkan dukungan dan respons positif dari negara-negara maju seperti merika !erikat dan ustralia. "ari perspektif itulah kita mengetahui betapa pentingnya posisi Indonesia dalam upaya penyelamatan manusia dari kenaikan suhu bumi. Bika hal itu disadari dan pemerintah bisa memanfaatkan kondisi tersebut dengan cerdas,bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi pusat perhatian ;pembangunan ekosistem<global untuk mencegah pemanasan suhu bumi yang dampaknya akan menambah lapangan kerja, memperluas pendidikan Indonesia. ". #earifan lokal suku badui dalam mengurangi laju pemanasan global #earifan Lokal !uku Badui adalah tanpa perubahan apapun, atau perubahan sesedikit mungkin. .al ini tercermin dalam mendayagunakan hutan dengan semangat melestarikan. (arna *%AA'- membedakan .utan !uku Badui menjadi empat jenis meliputi $ leuweung kolot *hutan tua-, leuweung ngora *hutan muda-, leuweung reuma *semak belukar lebat
KELOMPOK III / REKAYASA LINGKUNGAN 11

PC+ di !idney

telah mengumumkan dan mengajak negara-negara di dunia, khususnya di sia Pasifik, untuk menjaga dan melindungi kawasan coral

masyarakat,

dan

meningkatkan

perekonomian

bangsa

bekas huma-, dan jami *semak belukar-. !edangkan,

dimihardja $ &222

membaginya menjadi tiga :ona yang meliputi $ Iona I terletak di kaki bukit umumnya digunakan sebagai daerah permukiman dan dukuh lembur. Iona II terletak di lereng-lereng yang digunakan sebagai wilayah pertanian atau huma. !edangkan, Iona III terletak di puncak perbukitan atau disebut hutan tua yang diperuntukan sebagai hutan suci atau hutan lindung. !uku Badui melarang warganya menebang pohon sembarangan. .al tersebut berlaku di seluruh wilayah di !uku Badui, terutama untuk wilayah leuweung kolot *hutan suci-. Penebangan pohon dilingkungan leuweung kolot dilarang dengan alasan apapun. "imana, hutan suci atau hutan lindung dibutuhkan untuk menjada keseimbangan dan kejernihan sumber daya air. .al tersebut telah menjadi wisdom dan sangat dipahami oleh seluruh warga !uku Badui. pabila, warga !uku Badui melakukan pelanggaran maka akan diberikan sanksi atau hukuman sesuai aturan !uku Badui. !ehingga dengan demikian, hutan lindung dilingkungan !uku Badui tidak akan pernah berubah fungsinya menjadi ladang, kebun sayur, kebun buah dan lainnya. #elestarian hutan badui sangat tergantung oleh faktor eksternal dan internal. 4aktor eksternal yakni masyarakat di luar wilayah badui, pemerintah daerah kabupaten dan pemerintah pro9insi. !edangkan, faktor internalnya adalah komitment masyarakat badui dalam melestarikan hutan. ncaman faktor ekternal meliputi penyerobotan, penjarahan, dan penggundulan yang dilakukan oleh masyarakat diluar !uku Badui. !edangkan ancaman internal antara lain pelanggaran masyarakat badui terhadap peraturan-peraturan adat dalam memelihara alam. Eilayah !uku Badui berdasarkan hasil penelitian Purnomohadi, dalam Permana *&22%-, seluas @.%2% hektar. Eilayah tersebut terbagi untuk permukiman, lahan pertanian dan hutan lindung. Eilayah yang digunakan sebagai permukiman seluas &/,@ ha atau 2,/7 persen. Lahan pertanian seluas &.@7@ ha atau @%persen yang terbagi =2A ha sebagai lahan produktif dan sisanya %.7=1,&@ ha sebagai lahan tidur *bera-. !edangkan, wilayah hutan lindung atau hutan suci seluas &./A& ha atau /A persen.
KELOMPOK III / REKAYASA LINGKUNGAN 12

.utan lindung telah menyumbangkan pengurangan +,& yang cukup besar. Bika, setiap mJ hutan memproduksi sekitar &,@ #g karbon per tahun, maka minimal .utan lindung &.1'2 sampai %71.A22 #g karbon per tahun. !isi lain yang juga menyumbangkan karbon yakni pohon bamboo diperkampungan !uku Badui yang cukup luas. !etiap satu juta are akan mengurangi hingga /,7 juta ton emisi +,& per tahun. #elestarian hutan !uku Badui perlu dipertahankan oleh pihak internal dan pihak eksternal. Fntuk itu, Pemerintah Pro9insi Banten telah menerbitkan Peraturan "aerah *Perda- 0omor '& 6ahun &22% tentang Perlindungan .ak Flayat Masyarakat Badui. .al ini merupakan langkah
penting untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan terhadap wilayah Suku Badui. e. Mahasiswa Indonesia mengurangi emisi dengan !mart CKhaust Padatnya 9olume kendaraan setiap hari di perkotaan membuat udara lingkungan semakin memburuk. Menurut catatan pengendalian "ampak Lingkungan atau Bapedal, kendaraan bermotor menjadi penyumbang terbesar yaitu =@> bagi polusi udara. 6ertantang untuk mengatasi masalah ini "ian Prayogi !usanto mahasiswa I6B jurusan teknik Mesin berinisiatif menciptakan teknologi !mart CKhaust. !mart CKhaust adalah suatu paket teknologi berupa tabung yang didalamnya terdapat absorber emisi gas buang berupa karbon aktif dan 6i,&. Prinsip kerja alat ini adalah memanfaatkan

sifat karbon aktif yang mampu memberi absorsi gas emisi kendaraan bermotor dan gas tersebut akan terperangkap. "an hasilnya gas emisi itu berkurang menjadi =@>. Berkat ino9asi ini "ian Prayogi !usanto berhasil diakui internasional karena karyanya yang membantu mengurangi laju pemanasan global akibat gas emisi. Ino9asi tepat guna dan efisien dapat menjadi satu solusi mengurangi polusi udara yang menjadi beban lingkungan.

KELOMPOK III / REKAYASA LINGKUNGAN 13

*a-

*b-

*c*d- #arbon fktif dan 6i,& .

*d-

(ambar &.' *a- !mart CKhaust, *b- dan *c- !mart CKhaust pada kenalpot motor,

2.2 Peranan negara(negara $aju "ala$ $engurangi laju %e$anasan gl#&al

a. "ua peneliti lingkungan dari Fni9ersitas Princeton dan Fni9ersitas Brown, Michael ,ppenheimer dan Brian ,L0eill, di kajian yang dimuat Journal Science. !ebuah laporan yang dikeluarkan di +ina pada tahun yang sama menyatakan ramalan, suhu global Bumi bisa meningkat sampai @,7 derajat +elcius sedikitnya pada akhir abad ini. Pernyataan ini diperkuat pula oleh laporan lain dari 0 ! (oddard Institute for !pace !tudies yang mengatakan, ambang +,& meningkat dari angka satuan &72 ppm9 *5parts per million by 9olume5- pada tahun %7@2 menjadi '12 ppm9 pada tahun &22%. Padahal, dalam kajian yang lain dikatakan, ambang +,& di atmosfer harus dicegah untuk tidak melebihi ambang /@2 ppm9. Para ilmuwan mempelajari cara-cara untuk membatasi pemanasan global. #unci utamanya adalah$ Membatasi emisi +,&. 6ehnik yang efektif untuk membatasi emisi karbon ada dua yakni mengganti energi minyak dengan sumber energi lainnya
KELOMPOK III / REKAYASA LINGKUNGAN 14

! dalam suatu

yang tidak mengemisikan karbon dan yang kedua penggunaan energi minyak sehemat mungkin. Menyembunyikan karbon yang juga membantu mencegah karbon dioksida memasuki atmosfer atau mengambil +,& yang ada. Menyembunyikan karbon dapt dilakukan dengan dua cara$ "i bawah tanah atau penyimpanan air tanah. Bawah tanah atau air bawah tanah bisa digunakan untuk menyuntikkan emisi +,& ke dalam lapisan bumi atau ke dalam lautan. Lapisan bumi yang dapat digunakan adalah penyimpanan alami minyak dan gas bumi di tambang-tambang minyak. "engan memompakan +,& kedalam tempat-tempat penyimpanan minyak di perut bumi akan membantu mempermudah pengambilan minyak atau gas yang masih tersisa. .al ini bisa menutupi biaya penyembunyian karbon. Lapisan garam dan batubara yang dalam juga bias menyembunyikan karbon dioksida. Penyimpanan di dalam tumbuhan hidup. 6umbuhan hijau menyerap +,& dari udara untuk tumbuh. #ombinasi karbon dari +,& dengan hidrogen diperlukan untuk membentuk gula sederhana yang disimpan di dalam jaringan. Mengingat pentingnya tumbuhan dalam menyerap +,& , maka perlunya memelihara pepohonan dan menanam pohon baru lebih banyak lagi &. Prokol #yoto Pemanasan global sudah menjadi isu internasional. Bahkan, keresahan dunia ini terwujud dalam konferensi #yoto pada "esember %AA=. Persetujuan konferensi itu berlaku mulai %1 4ebruari &22@. Protokol #yoto adalah sebuah amandemen terhadap #on9ensi )angka #erja PBB tentang Perubahan Iklim *F04+++-, yakni sebuah persetujuan internasional mengenai pemanasan global.
KELOMPOK III / REKAYASA LINGKUNGAN 15

0egara-negara yang meratifikasi protokol ini berkomitmen untuk mengurangi emisi5pengeluaran karbon dioksida dan lima gas rumah kaca lainnya. Bika sukses diberlakukan, Protokol #yoto diprediksi akan mengurangi rata-rata pemanasan global antara 2,2&MN+ dan 2,&7MN+ pada tahun &2@2. .ingga 4ebruari &22@, %/% negara telah meratifikasi protokol tersebut, termasuk #anada, 6iongkok, India, Bepang, !elandia Baru, )usia, &@ negara anggota Fni Cropa, serta )umania dan Bulgaria. Fntuk mencapai protokol #yoto ini, semua negara terus menciptakan teknologi yang ramah lingkungan, terutama negara maju. #arena, negara maju yang banyak mengeluarkan +,& penyebab rumah kaca. "engan mengedepankan Protokol #yoto, industri-industri stategis seperti industri migas, industri transportasi, industri minyak dan gas didorong untuk menggunakan energi alternatif yang ramah lingkungan. rtinya, sedapat mungkin meninggalkan penggunaan migas yang merupakan sumber utama emisi gas karbon. Lima besar negara penyumbang emisi (as )umah #aca terbesar adalah $ %. merika !erikat &. 6iongkok '. )usia /. India @. Bepang !ejumlah negara industri maju seperti merika !erikat * !- dan ustralia hingga kini belum menandatangi protokol ini. Mereka beranggapan, kesepakatan ini akan mengancam masa depan industi mereka. Padahal, ! tercatat sebagai salah satu negara penyumbang emis merika !erikat terutama gas karbon terbesar di dunia. Penolakan terhadap perjanjian ini di dikemukakan oleh industri minyak, industri batubara dan perusahaanperusahaan lainnya yang produksinya tergantung pada bahan bakar fosil. Para penentang ini mengklaim bahwa biaya ekonomi yang diperlukan
KELOMPOK III / REKAYASA LINGKUNGAN 16

untuk melaksanakan Protokol #yoto dapat menjapai '22 milyar dollar !, terutama disebabkan oleh biaya energi. Perjanjian ini, yang belum diimplementasikan, menyerukan kepada '7 negara-negara industri yang memegang persentase paling besar dalam melepaskan gas-gas rumah kaca untuk memotong emisi mereka ke tingkat @ persen di bawah emisi tahun %AA2. Pengurangan ini harus dapat dicapai paling lambat tahun &2%&. Pada mulanya, merika !erikat mengajukan diri untuk melakukan pemotongan yang lebih ambisius, menjanjikan pengurangan emisi hingga = persen di bawah tingkat %AA2? Fni Cropa, yang menginginkan perjanjian yang lebih keras, berkomitmen 7 persen? dan Bepang 1 persen. !isa %&& negara lainnya, sebagian besar negara berkembang, tidak diminta untuk berkomitmen dalam pengurangan emisi gas. kan tetapi, pada tahun &22%, Presiden terpilih, (eorge E. Bush mengumumkan merika !erikat yang baru bahwa perjanjian untuk

pengurangan karbon dioksida tersebut menelan biaya yang sangat besar. Ia juga menyangkal dengan menyatakan bahwa negara-negara berkembang tidak dibebani dengan persyaratan pengurangan karbon dioksida ini. #yoto Protokol tidak berpengaruh apa-apabila negara-negara industri yang bertanggung jawab menyumbang @@ persen dari emisi gas rumah kaca pada tahun %AA2 tidak meratifikasinya. Persyaratan itu berhasil dipenuhi ketika tahun &22/, Presiden )usia Dladimir Putin meratifikasi perjanjian ini, memberikan jalan untuk berlakunya perjanjian ini mulai %1 4ebruari &22@. Banyak orang mengkritik Protokol #yoto terlalu lemah. Bahkan jika perjanjian ini dilaksanakan segera, ia hanya akan sedikit mengurangi bertambahnya konsentrasi gas-gas rumah kaca di atmosfer. !uatu tindakan yang keras akan diperlukan nanti, terutama karena negara-negara berkembang yang dikecualikan dari perjanjian ini akan menghasilkan separuh dari emisi gas rumah kaca pada &2'@. Penentang protokol ini memiliki posisi yang sangat kuat. Penolakan terhadap perjanjian ini di merika !erikat terutama dikemukakan oleh industri minyak, industri
KELOMPOK III / REKAYASA LINGKUNGAN 17

batubara dan perusahaan-perusahaan lainnya yang produksinya tergantung pada bahan bakar fosil. Para penentang ini mengklaim bahwa biaya ekonomi yang diperlukan untuk melaksanakan Protokol #yoto dapat menjapai '22 milyar dollar !, terutama disebabkan oleh biaya energi. ! dan dapat lebih kurang lagi !ebaliknya pendukung Protokol #yoto percaya bahwa biaya yang diperlukan hanya sebesar 77 milyar dollar serta dikembalikan dalam bentuk penghematan uang setelah mengubah ke peralatan, kendaraan, dan proses industri yang lebih effisien. Pada suatu negara dengan kebijakan lingkungan yang ketat, ekonominya dapat terus tumbuh walaupun berbagai macam polusi telah dikurangi. kan tetapi membatasi emisi karbon dioksida terbukti sulit dilakukan. !ebagai contoh, Belanda, negara industrialis besar yang juga pelopor lingkungan, telah berhasil mengatasi berbagai macam polusi tetapi gagal untuk memenuhi targetnya dalam mengurangi produksi karbon dioksida. !etelah tahun %AA=, para perwakilan dari penandatangan Protokol #yoto bertemu secara reguler untuk menegoisasikan isu-isu yang belum terselesaikan seperti peraturan, metode dan pinalti yang wajib diterapkan pada setiap negara untuk memperlambat emisi gas rumah kaca. Para negoisator merancang sistem dimana suatu negara yang memiliki program pembersihan yang sukses dapat mengambil keuntungan dengan menjual hak polusi yang disebut perdagangan tidak digunakan ke negara lain. !istem ini karbon. !ebagai contoh, negara yang sulit

meningkatkan lagi hasilnya, seperti Belanda, dapat membeli kredit polusi di pasar, yang dapat diperoleh dengan biaya yang lebih rendah. )usia, merupakan negara yang memperoleh keuntungan bila sistem ini diterapkan. Pada tahun %AA2, ekonomi )usia sangat payah dan emisi gas rumah kacanya sangat tinggi. #arena kemudian )usia berhasil memotong emisinya lebih dari @ persen di bawah tingkat %AA2, ia berada dalam posisi untuk menjual kredit emisi ke negara-negara industri lainnya, terutama mereka yang ada di Fni Cropa.

KELOMPOK III / REKAYASA LINGKUNGAN 18

'. Perjanjian Baru Pemanasan (lobal #urang dari sebulan menjelang #onferensi Internasional Pemanasan (lobal di #openhagen, "enmark, namun masih belum ada rencana jangka panjang yang jelas mengenai kesepakatan baru demi mencegah semakin panasnya bumi. !ejak dua tahun lalu dalam konferensi internasional di Bali, Indonesia telah dilakukan penjajakan luas mengenai penandatangan perjanjian baru pemanasan global. khir penjajakan soal ini telah dilakukan pekan lalu dalam pertemuan internasional di kota Barcelona, !panyol. !ekitar / ribu wakil dari %72 negara di dunia dan para akti9is lingkungan hidup melakukan perundingan demi mendekatkan pelbagai pandangan soal draft perjanjian baru pemanasan global. "ua tahun lewat Perserikatan Bangsa Bangsa dan para akti9is lingkungan hidup berusaha keras menciptakan kesepakatan internasional demi menghadapi bahaya pemanasan global, namun semua usaha itu tampaknya belum berhasil. #egagalan ini terjadi pada kondisi di mana selama dua tahun lalu terjadi banyak bencana alam luas dan perubahan tiba-tiba iklim global. Perubahan iklim global dan dampak merusaknya tampak jelas bagi semua negara dan masyarakat internasional. Berdasarkan pengkajian yang telah dilakukan, negara-negara kepulauan seperti )epublik Maladewa yang berada di !amudera .india bakal lenyap bila permukaan air laut naik satu meter. Presiden Maladewa beberapa waktu lalu memperingatkan soal kondisi bahaya yang akan menimpa negaranya dan dalam gerakan simbolik ia menyelenggarakan sidang kabinet di bawah air. 4ilipina sejak sebulan lalu menyaksikan banjir dahsyat yang menimpa hampir semua daerahnya. Banjir itu diakibatkan hujan lebat yang diprediksi para pakar merupakan dampak dari fenomena pemanasan global. Para ilmuwan mengatakan, hingga '2 tahun ke depan, es di #utub !elatan akan mencair dan orang sudah tidak akan menyaksikan lagi puncak es di pegunungan lpen di Cropa dan #alimanjaro di frika. !ejak sekarang sungai-sungai mulai kering akibat kekeringan berturut-turut yang

KELOMPOK III / REKAYASA LINGKUNGAN 19

menimpa dan hanya menjadi sungai di musim-musim tertentu. Perubahan model iklim yang ada bakal mengancam kehidupan hewan-hewan. 6anda-tanda perubahan iklim berdampak pada meningkatnya suhu bumi dan tidak ada yang ragu pentingnya tekad global untuk mencegah femonena global ini. !atu dari faktor utama meningkatnya suhu bumi kembali pada kehidupan urban, industri dan pemakaian bahan bakar fosil yang semakin meningkat. Penyebaran gas karbon dioksida juga telah merusak lapisan o:on. Patut diketahui lapisan o:on berfungsi mencegah pancaran sinar matahari yang berbahaya ke bumi dan berperan penting dalam menyeimbangkan suhu bumi dan musim-musim. !atu-satunya cara untuk mencegah kerusakan lebih besar lapisan o:on dan peningkatan suhu bumi dengan mengurangi penyebaran gas karbon dioksida dan mengurangi konsumsi bahan bakar fosil. !ementara negara-negara dunia tengah menuju industrisasi, kehidupan urban dan pemanfaatan berlebihan bahan bakar fosil. 0egaranegara maju sejak seabad lalu telah mengambil langkah-langkah jauh demi pengembangan industri dan ekonomi. Pada hakikatnya negara-negara maju yang paling bertanggung jawab atas kerusakan lapisan o:on. "engan mengkonsumsi bahan bakar fosil tanpa batas mereka berhasil mencapai tahapan industri dan bahkan post-industri. Mereka kini mampu mengontrol perkembangan populasi penduduk dan mampu memanfaatkan teknologi modern guna menjamin bahan bakar yang dibutuhkannya. #enyataannya, mayoritas negara-negara yang rendah tingkat pendidikan dan budayanya menghadapi masalah pertambahan jumlah penduduk. !ebagian negara-negara hanya dalam jangka waktu %@ atau &2 tahun jumlah populasinya telah meningkat dua kali lipat. A2 persen pertumbuhan penduduk dunia terkait dengan kelompok negara-negara ini. Pertumbuhan ekonomi demi menjamin kebutuhan ekonomi dan pendidikan tengah terus bertambah dan kini menjadi hal yang harus dilakukan oleh negara-negara miskin. 0egara-negara ini membutuhkan produksi dan konsumsi energi yang besar guna membangun infrastruktur ekonomi dan industri.
KELOMPOK III / REKAYASA LINGKUNGAN 20

Burang ekonomi yang lebar antara negara-negara maju dan negaranegara miskin termasuk masalah utama dalam mencapai kesepakatan internasional soal perjanjian baru pemanasan global. "alam Perjanjian #yoto, ada '= negara maju yang berjanji akan mengurangi @ persen tingkat penyebaran emisi gas rumah kaca dari tahun %AA2. Perjanjian ini diterapkan tahun %AA= dan akan berakhir tahun &2%&. 0amun merika sebagai negara terbesar pemakai bahan bakar fosil dan penyebar emisi gas rumah kaca tidak bersedia melaksanakan janjinya dalam Perjanjian #yoto dan akhirnya keluar dari perjanjian ini. Presiden Bill +linton di akhir masa jabatannya menandatangani Perjanjian #yoto, tapi Presiden (eorge E. Bush menyatakan negaranya keluar dari perjanjian itu dengan alasan industri negaranya bakal merugi bila melaksanakannya. #eluarnya negara terbesar penyebar gas karbon dioksida dari Perjanjian #yoto praktis melumpuhkan upaya mencegah pemanasan global yang berujung pada pentingnya membuat perjanjian baru soal pemanasan global. !ikap ambigu pemanasan global. Pemerintah Barack ,bama mengambil sikap yang berbeda dengan pemerintah Bush. !ekaitan dengan masalah ini, ,bama telah menyerahkan sebuah draft kepada #ongres yang berisikan upaya mengurangi penyebaran gas karbon dioksida hingga tahun &2@2. 0amun masalah aslinya kembali pada tidak adanya tekad yang serius dari pemerintah untuk berusaha bersama negara-negara di dunia. #ongres merika sendiri sangat lambat menyikapi dan membahas draft yang diajukan Barack ,bama. #elambanan ini berkat lobi-lobi yang dilakukan kelompok penekan di merika. Menurut mereka, bila merika melaksanakan janji-janjinya untuk mengurangi penyebaran gas karbon dioksida sama artinya membebani biaya besar kepada para produsen. #enyataannya, di merika sendiri pemikiran yang mendominasi adalah memprioritaskan kepentingan ekonomi ketimbang melindungi lingkungan hidup. !atu dari faktor yang membuat Ban #i-moon, !ekjen
KELOMPOK III / REKAYASA LINGKUNGAN 21

merika soal pemanasan

global saat ini menjadi masalah utama penyusunan perjanjian baru

PBB dan sebagian pejabat PBB lainnya menyatakan pupusnya harapan mereka bakal dicapai kesepakatan dalam #onferensi Internasional Pemanasan (lobal di #openhagen dan akar masalahnya adalah ketidakjelasan politik merika. Masalah lain yang menjadi penghalang tercapainya kesepakatan global soal perjanjian baru pemanasan global adalah bantuan kepada negara-negara yang sedang berkembang. 0egara-negara Barat yang kaya tidak punya pilihan lain harus membantu negara-negara sedang berkembang bila ingin berperan serta bersama mereka dalam program pengurangan penyebaran gas karbon dioksida. Pemilikan teknologi modern dan pemanfaatan energi secara tepat guna yang diiringi eskalasi pertumbuhan ekonomi negara-negara miskin membutuhkan penanaman modal asing. Fni Cropa menyatakan, negra-negara berkembang sejak tahun &2%' hingga &2&2 setiap tahunnya membutuhkan bantuan finansial sebesar %22 juta euro demi berperan serta dalam program global pengurangan suhu bumi. Fni Cropa siap menjamin setengah dari anggaran dana bantuan kepada negara-negara sedang berkembang dan miskin. 0amun FC mensyaratkan akan menyerahkan bantuan ini bila setengah dari anggaran lainnya dibayar oleh negara-negara kaya dan berkembang lainnya. !ementara di Fni Cropa sendiri muncul friksi hebat antara negara-negara anggota terkait saham setiap negara dalam menyerahkan anggaran ini. Polandia dan delapan negara anggota FC di Cropa 6imur menyatakan ketidakbersediaannya menerima saham apa pun demi membantu negaranegara sedang berkembang. !ejumlah masalah yang dihadapi ini membuat para akti9is lingkungan hidup dan para pejabat PBB sampai pada satu keyakinan, bila #onferensi #openhagen berhasil mencapai kesepakatan pun, maka kesepakatan itu hanya terkait masalah-masalah umum. "engan demikian, dibentuknya sebuah perjanjian baru bakal diundur sekali lagi untuk masa yang belum dapat ditentukan.

KELOMPOK III / REKAYASA LINGKUNGAN 22

". !alah satu masjid di Inggris mengupayakan bebas karbon !ebuah masjid di !outh Eoodford, sebelah timur laut kota London menyatakan diri sebagai tempat ibadah pertama yang bebas :at karbon. Masjid ini mengurangi pemakaian gas dan listrik dan menggantikannya dengan penanaman pohon-pohon. ,rganisasi sosial 6olerance Internasional telah melakukan kalkulasi atas emisi karbon masjid tersebut, untuk membantu seberapa besar pengurangan energi yang harus dilakukan Masjid !outh Eoodford. #etua masjid "r. Muhammad 4ahim mengatakan, ajaran Islam mewajibkan umatnya untuk menjaga kelestarian lingkungan tempat mereka hidup. #ita tidak bisa hanya memanfaatkannya, tanpa menjaga dan melindungi alam. #etika pohon-pohon memberikan memberikan buah, buah itu bukan untuk pohon itu sendiri tapi juga untuk umat manusia yang mendapat keuntungan darinya. 4ahim ingin setiap Muslim seperti pohon itu, yang memberikan manfaat bukan buat dirinya sendiri, tapi juga untuk orang lain. Masjid ini menjadi masjid pertama di Inggris yang bebas karbon dan kami berusaha menjadi pelopor untuk masjid-masjid lainnya. !ementara itu, #etua Cksekutif 6olerance International, .amid Baya:i mengatakan, inisiatif yang dilakukan Masjid !outh Eoodford akan mempercepat upaya untuk mengatasi masalah pemanasan global. Para ilmuwan dunia memprediksikan, suhu dunia rata-rata akan rmeningkat antara %, 7 sampai ' derajat +elsius pada abad ini karena efek emisi gas rumah kaca, terutama dari hasil pembakaran bahan bakar minyak. Peningkatan suhu berdampak pada kekeringan, kelaparan, banjir yang bisa membahayakan kelangsungan hidup manusia. Lembaga Intergo9ernmental Panel on +limate +hange *IP++menyebutkan, pada tahun &272 kemungkinan ada ', & milyar penduduk duniasepertiga penduduk bumi-yang akan kekurangan air, 122 juta orang akan mengalami kelaparan dan = juta orang akan mengalami kebanjiran karena permukaan air laut yang terus naik.

KELOMPOK III / REKAYASA LINGKUNGAN 23

,rganisasi pemerhati lingkungan hidup Eorld Eildlife EE4 menuding ! menjadi negara yang paling besar kontribusinya dalam pemanasan global dan telah mengesampingkan peringatan dari para ilmuwan agar ikut mengatasi masalah itu. e. Bepang ikut berpatisipasi dalam mengurangi laju pemanasan global !ejalan dengan makin mudah dan nyamannya kehidupan modern, berkembang kecenderungan orang membuat barang yang digunakan satu kali saja, lalu membuangnya. .al ini menyebabkan timbulnya banyak macam masalah lingkungan, seperti pencemaran udara dan air, perusakan lingkungan alam, pemanasan global, dan jumlah limbah yang luar biasa. Perlindungan lingkungan merupakan tugas 9ital tidak saja bagi Bepang tapi juga bagi seluruh dunia. "i bawah pimpinan pemerintahnya, masyarakat Bepang dewasa ini sibuk melakukan usaha-usaha perlindungan lingkungan dalam lingkup luas. .arga yang harus dibayar bagi kenyamanan kehidupan modern adalah timbulnya generasi penyebab banyak limbah. Bila limbah dibawa begitu saja untuk menimbun tanah, maka akan timbul gunungan-gunungan sampah yang terus membesar. !ekarang kita harus membangun masyarakat daur-ulang di mana barang digunakan secukupnya saja dan dapat digunakan berulang kali, dan bukan terus dibuang. Bepang telah mencapai kemajuan besar dalam mengurangi 9olume sampah dan dalam mendaur-ulang produk-produk bekas, khususnya daur-ulang kaleng dan botol plastik telah berjalan dengan mantap di Bepang. #ehidupan yang nyaman memerlukan banyak energi, termasuk listrik, gas, dan bensin. #arbon dioksida dan gas-gas lainnya terlepas ke udara ketika orang membangkitkan listrik dan mengoperasikan mesin dengan membakar bahan bakar seperti minyak dan batubara. (as-gas tersebut menimbulkan berbagai masalah seperti pemanasan global dan pencemaran udara. Pemanasan global merupakan masalah di mana suhu di seputar dunia meningkat. Fntuk mencegahnya, jumlah karbon dioksida serta gas-gas rumah-kaca lainnya harus dikurangi. Pada kesempatan +,P', sebuah konperensi besar mengenai pencegahan pemanasan global
KELOMPOK III / REKAYASA LINGKUNGAN 24

yang diselenggarakan di kota #yoto, Bepang pada tahun %AA=, banyak negara berjanji akan mengurangi jumlah gas-gas rumah-kaca yang diproduksinya.

(ambar &./ Barang-barang bekas

!alah satu jalan untuk menanggulangi pemanasan global adalah menggunakan bentuk-bentuk energi yang ObersihL yang tidak mengeluarkan gas buangan. Cnergi sinar surya, angin dan geothermal *panas bumi- adalah beberapa di antara jenis energi bersih yang tersedia. Bepang aktif mengembangkan dan menerapkan energi bersih sebagai bagian dari usaha-usahanya untuk mengatasi masalah pemanasan global dan mengurangi pencemaran.

(ambar &.@ Cnergi sinar surya, angin, dan geothermal

Bepang berusaha membantu negara-negara di berbagai penjuru dunia dalam mengatasi masalah-masalah lingkungan dengan, misalnya, memberikan mereka teknologi daur-ulang, teknologi untuk mengurangi emisi gas-gas rumah-kaca, dan berbagai teknologi lingkungan lainnya.
KELOMPOK III / REKAYASA LINGKUNGAN 25

. Inggis ikut berpartisipasi dalam mengurangi laju pemansan global Pemerintah Inggris telah menekankan pentingnya untuk segera bertindak sekarang juga guna mengatasi emisi pemanasan gas rumah kaca karena manfaat jangka panjangnya akan jauh lebih murah daripada tidak melakukan apapun. 0icholas !tern, seorang ilmuan pemerintah Inggris dan sebelumnya adalah ketua ahli ekonomi Bank "unia, menyatakan dalam suatu pertemuan di Meksiko bagian utara bahwa ditinjau dari segi ekonomi maupun lingkungan maka sudah saatnya untuk menggali sumber energi hijau. "ia juga mengingatkan semua orang bahwa semakin lama tindakan ini di tunda, maka bianya akan semakin mahal. "a9id Millband, !ekretaris Lingkungan Inggris menambahkan peringatan !tern dengan penting sekali untuk mengambil tindakan untuk mencegah perubahan cuaca lebih lanjut karena biaya ekonomi belum lagi biaya manusia dan biaya lingkungan akan jauh lebih berat dari pada biaya mitigasi. Peserta yang hadir dalam pertemuan yang berlangsung di Monterrey, Meksiko diantaranya adalah para menteri energi dan lingkungan hidup dari &2 negara penghasil gas rumah kaca terbesar merika !erikat. 6ema utama dari pembahasan ini adalah tentang peralihan ke konsep yang ilmiah dan juga dialog tentang perubahan iklim. g. Perancis ikut berpartisipasi dalam mengurangi laju pemanasan global dengan Pakta 0asional bagi Lingkungan .idup "ominiHue de Dellepin, perdana menteri Perancis mengumumkan suatu ;Pakta 0asional bagi Lingkungan .idup. Ia menawarkan dana kepada rumah tangga dan perusahaan di Perancis sebesar %2 juta euro dalam bentuk pinjaman lunak guna membiayai proyek penghematan energi. Pakta ini adalah sebuah dorongan kepada bangsa Perancis untuk mulai memperhatikan lingkungan hidup. "alam pakta ini sudah termasuk janji untuk menambah sejumlah stasiun pengisian bahan bakar di Perancis yang menyediakan minyak berbasis ethanol pada pompa bensin mereka sebagai bagian dari gerakan melepaskan ketergantungan Perancis terhadap
KELOMPOK III / REKAYASA LINGKUNGAN 26

minyak bumi dan untuk mengurangi emisi. !elain itu disediakan %22 juta euro untuk membiayai penelitian motor hybrid lebih lanjut. "ana senilai %2 miliar euro untuk program penghematan energi diambil dari rekening tabungan +ode9i dari warga negara Perancis, yang membayar &,=@> bunga per tahun dan sejauh ini dipatok sekitar /.122 euro per orang. h. Pemerintah 0orwegia mengurangi emisi !uatu komite yang ditunjuk oleh pemrintah mengatakan bahwa 0orwegia sebagai negara pengekspor minya terbesar ketiga di dunia bisa mengurangi emisi as rumah kacanya hingga 72 persen sebelum tahun &2@2 tanpa menghambat pertumbuhan ekonomi. #omite tersebut mengajikan %@ cara untuk memotong emisi gas rumah kaca hingga @2-72 persen pada tahun &2@2 untuk mengatasi perubahan iklim. 0egara-negara maju lainnya juga berupaya untuk mengurangi emisi dari sumber pembangkit tenaga listrik, industri, dan mobil di tahun-tahun mendatang. Fsaha pengurangan jangka panjang tersebut akan dilakukan dari tahun &227-&2%& yang akan melampaui @,&> pengurangan tingkat emisi tahun %AA2, sebagaimana yang telah disetujui oleh '@ negara industri, termasuk 0orwegia, di bawah Protokol #yoto PBB. !ebagai tambahan, penghematan energi disektor lain, termasuk pemanasan gedung yang lebih efisien, akan mengurangi beban biaya tersebut. Perkembangan pengendalian karbon dari sumber tenaga listrik juga bisa menciptakan tonggak baru dalam bidang teknologi bagi 0orwegia. #elompok lingkungan hidup dari ;8ayasan !atwa Liar "unia * Eorld Eildlife 4und G EE4-< meminta pemerintah 0orwegia untuk menerapkan saran-saran komite ini, dengan mengatakan bahwa perusahaan minyak di 0orwegia seperti !tatoil dan 0orsk .ydro bahkan mendesar agar pemerintah mengambil tindakan untuk mengurangi pemanasan global.

KELOMPOK III / REKAYASA LINGKUNGAN 27

BAB III PENUTUP


3.1 )esi$%ulan Pemanasan global telah menjadi permasalahan yang menjadi sorotan utama umat manusia. 4enomena ini bukan lain diakibatkan oleh perbuatan manusia sendiri dan dampaknya diderita oleh manusia itu juga. Fntuk mengurangi pemanasan global diperlukan usaha yang sangat keras karena hampir mustahil untuk diselesaikan saat ini sehingga juga diperlukannya peranan Indonesia dan negara-negara maju untuk meminimalisir dampak yang terjadi. Pemanasan global memang sulit diatasi, namun kita bisa mengurangi efeknya. Penanggulangan hal ini adalah kesadaran kita terhadap kehidupan bumi di masa depan. sejarah kelam yang pernah menimpa bumi ini. 3.2 !aran #ehidupan ini berawal dari kehidupan di bumi jauh sebelum makhluk hidup ada. Maka dari itu untuk menjaga dan melestarikan bumi ini harus beberapa dekade kah kita memikirkannya. !ampai pada satu sisi dimana bumi ini telah tua dan memohon agar kita menjaga serta melstarikannya. Marilah kita bergotong royang untuk menyelematkan bumi yang telah memberikan kita kehidupan yang sempurna ini. !top global warming. pabila kita telah menanamkan kecintaan terhadap bumi ini maka pemanasan global hanyalah

KELOMPOK III / REKAYASA LINGKUNGAN 28

DA*TA+ PU!TA)A
%.

http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2009/06/pemanasan global global warming.html

&. '. /. @.

http://baskoro06.wordpress.com/2009/0!/22/makalah pemanasan global/ http://kontaktuhan.org/news/news!"#/e$etter/g%&'".htm http://www.id.emb japan.go.jp/e(pljp&!6.html) http://www.planethijau.com/mod.php* mod+publisher,op+%iewarticle,cid+-",artid+!-06

1.

http://edukasi.kompasiana.com/2009/!2/02/!00! cara untuk mengatasi pemanasan global dapat dimulai dari rumah/

=.

http://ijodaoen.blogspot.com/200./09/peduli pemanasan global masjid di.html

7.

http://www.gema nurani.com/20!2/0-/pemanasan global indonesia dan arogansi negara negara maju/ http://cetak.kompas.com/read/(ml/2009/!2/0"/0#0#2!#6/pemanasan.global .'/pop&up*&!0!&23S45367&/01"&%iew8ode+print

A.

%2. http://indonesian.irib.ir/en/sosialita/ /asset&publisher//01"/content/id/-.9#6

%%. http://dikike9per.blogspot.com/20!2/02/makalah pemanasan global global

warming.html
%&. http://pramudyasikumbang.wordpress.com/20!2/06/0./peran :ibre optic

dalam mengatasi global warming/

KELOMPOK III / REKAYASA LINGKUNGAN 29