Anda di halaman 1dari 80

askep ca serviks

TINJAUAN PUSTAKA A. PENGERTIAN Kanker serviks adalah penyakit akibat tum r !anas pada daerah mulut rahim seba!ai akibat dari adanya pertumbuhan "arin!an yan! tidak terk ntr l dan merusak "arin!an n rmal di sekitarnya #$KUI% &''() $KKP% &''*+. ,. ETI-.-GI Penyebab kanker serviks belum "elas diketahui namun ada beberapa /akt r resik dan predisp sisi yan! men n" l% antara lain 0 &. Umur pertama kali melakukan hubun!an seksual Penelitian menun"ukkan bah1a semakin muda 1anita melakukan hubun!an seksual semakin besar mendapat kanker serviks. Ka1in pada usia 2( tahun dian!!ap masih terlalu muda 2. Jumlah kehamilan dan partus Kanker serviks terbanyak di"umpai pada 1anita yan! serin! partus. Semakin serin! partus semakin besar kemun!kinan resik mendapat karsin ma serviks. 3. Jumlah perka1inan 4anita yan! serin! melakukan hubun!an seksual dan ber!anti5!anti pasan!an mempunyai /akt r resik yan! besar terhadap kankers serviks ini. 6. In/eksi virus In/eksi virus herpes simpleks #7S852+ dan virus papil ma atau virus k ndil ma akuminata didu!a seba!ai /a9t r penyebab kanker serviks :. S sial Ek n mi Karsin ma serviks banyak di"umpai pada ! l n!an s sial ek n mi rendah mun!kin /akt r s sial ek n mi erat kaitannya den!an !i;i% imunitas dan kebersihan perse ran!an. Pada ! l n!an s sial ek n mi rendah umumnya kuantitas dan kualitas makanan kuran! hal ini mempen!aruhi imunitas tubuh. <. 7y!iene dan sirkumsisi =idu!a adanya pen!aruh mudah ter"adinya kankers serviks pada 1anita yan! pasan!annya belum disirkumsisi. 7al ini karena pada pria n n sirkum hy!iene penis tidak tera1at sehin!!a banyak kumpulan5kumpulan sme!ma. *. >er k k dan AK=R #alat k ntrasepsi dalam rahim+ >er k k akan meran!san! terbentuknya sel kanker% sedan!kan pemakaian AK=R akan berpen!aruh terhadap serviks yaitu bermula dari adanya er si diserviks yan! kemudian men"adi in/eksi yan! berupa radan! yan! terus menerus% hal ini dapat seba!ai pen9etus terbentuknya kanker serviks. ?. K.ASI$IKASI PERTU>,U7AN SE. AKAN KANKERS SER8IKS >ikr sk pis

&. =isplasia =isplasia rin!an ter"adi pada seperti!a ba!aian basal epidermis. =isplasia berat ter"adi pada dua perti!a epidermihampir tidak dapat dibedakan den!an karsin ma insitu. 2. Stadium karsin ma insitu Pada karsin ma insitu perubahan sel epitel ter"adi pada seluruh lapisan epidermis men"adi karsin ma sel skuam sa. Karsin ma insitu yan! tumbuh didaerah ekt serviks% peralihan sel skuam sa k lumnar dan sel 9adan!an end serviks. 3. Stadium karsi n ma mikr invasi/. Pada karksin ma mikr invasi/% disampin! perubahan dera"at pertumbuhan sel menin!kat "u!a sel tum r menembus membrana basalis dan invasi pada st ma se"auh tidak lebih : mm dari membrana basalis% biasanya tum r ini asimt matik dan hanya ditemukan pada skrinin! kanker. 6. Stadium karsin ma invasi/ Pada karsin ma invasi/ perubahan dera"at pertumbuhan sel men n" l besar dan bentuk sel bervariasi. Petumbuhan invasi/ mun9ul diarea bibir p steri r atau anteri r serviks dan meluas keti!a "urusan yaitu "urusan / rniks p steri r atau anteri r% "urusan parametrium dan k rpus uteri. :. ,entuk kelainan dalam pertumbuhan karsin ma serviks Pertumbuhan eks /ilik% berbentuk bun!a k l% tumbuh kearah va!ina dan dapat men!isi seten!ah dari va!ina tanpa in/iltrasi kedalam va!ina% bentuk pertumbuhan ini mudah nekr sis dan perdarahan. Pertumbuhan end /ilik% biasanya lesi berbentuk ulkus dan tumbuh pr !esi/ meluas ke / rniks% p steri r dan anteri r ke k rpus uteri dan parametrium. Pertumbuhan n dul% biasanya di"umpai pada end serviks yan! lambatlaun lesi berubah bentuk men"adi ulkus. >arkr sk pis &. Stadium preklinis Tidak dapat dibedakan den!an servisitis kr nik biasa 2. Stadium permulaan Serin! tampak seba!ian lesi sekitar steum e@ternum 3. Stadium seten!ah lan"ut Telah men!enai seba!ian besar atau seluruh bibir p rsi 6. Stadium lan"ut Ter"adi pen!rusakan dari "arin!an serviks% sehin!!a tampaknya seperti ulkus den!an "arin!an yan! rapuh dan mudah berdarah. =. GEJA.A K.INIS &. Perdarahan Si/atnya bisa intermenstruit atau perdarahan k ntak% kadan!5kadan! perdarahan baru ter"adi pada stadium selan"utnya. Pada "enis intraservikal perdarahan ter"adi lambat. 2. ,iasanya menyerupai air% kadan!5kadan! timbulnya sebeluma ada perdarahan. Pada stadium lebih lan"ut perdarahan dan keputihan lebih banyak disertai in/eksi sehin!!a 9airan

yan! keluar berbau. E. PE>ERIKSAAN =IAGN-STIK &. Sit l !iAPap Smear Keuntun!an% murah dapat memeriksa ba!ian5ba!ian yan! tidak terlihat. Kelemahan% tidak dapat menentukan den!an tepat l kalisasi. 2. S9hillentest Epitel karsin ma serviks tidak men!andun! !ly9 !en karena tidak men!ikat y dium. Kalau p rsi diberi y dium maka epitel karsin ma yan! n rmal akan ber1arna 9 klat tua% sedan! yan! terkena karsin ma tidak ber1arna. 3. K l sk pi >emeriksa den!an men!!unakan alat untuk melihat serviks den!an lampu dan dibesarkan &(56( kali. Keuntun!an ) dapat melihat "elas daerah yan! bersan!kutan sehin!!a mudah untuk melakukan bi psy. Kelemahan ) hanya dapat memeiksa daerah yan! terlihat sa"a yaitu p rsi % sedan! kelianan pada skuam sa 9 lumnar "un9ti n dan intra servikal tidak terlihat. 6. K lp mikr sk pi >elihat hapusan va!ina #Pap Smear+ den!an pembesaran sampai 2(( kali :. ,i psi =en!an bi psi dapat ditemukan atau ditentukan "enis karsin manya. <. K nisasi =en!an 9ara men!an!kat "arin!an yan! berisi selaput lendir serviks dan epitel !epen! dan kelen"arnya. K nisasi dilakukan bila hasil sit l !i mera!ukan dan pada serviks tidak tampak kelainan5kelainan yan! "elas. $. K.ASI$IKASI K.INIS B Sta!e (0?a.Pre invasi/ B Sta!e I0 ?a. Terbatas pada serviks B Sta!e Ia ) =isertai inbasi dari str ma yan! hanya diketahui se9ara hist pat l !is B Sta!e Ib 0 Semua kasus lainnya dari sta!e I B Sta!e II 0 Sudah men"alar keluar serviks tapi belum sampai kepan!!ul telah men!enai dindin! va!ina. Tapi tidak melebihi dua perti!a ba!ian pr ksimal B Sta!e III 0 Sudah sampai dindin! pan!!ula dan seperti!a ba!ian ba1ah va!ina B Sta!e III, 0 Sudah men!enai r!an5 r!an lain. G. Terapi &. Irradiasi B =apat dipakai untuk semua stadium B =apat dipakai untuk 1anita !emuk tua dan pada medi9al risk B Tidak menyebabkan kematian seperti perasi. 2. = sis Penyinaran ditu"ukan pada "arin!an karsin ma yan! terletak diserviks 3. K mplikasi irradiasi B Kerentanan kandun!an ken9in! B =iarrhea B Perdarahan re9tal

B $istula vesi9 atau re9t va!inalis 6. -perasi B -perasi 4entheim dan lim/atekt mi untuk stadium I dan II B -perasi S9hauta% histerekt mi va!ina yan! radikal :. K mbinasi B Irradiasi dan pembedahan Tidak dilakukan seba!ai hal yan! rutin% sebab radiasi menyebabkan bertambahnya vaskularisasi% dema. Sehin!!a tindakan perasi berikutnya dapat men!alami kesukaran dan serin! menyebabkan /istula% disampin! itu "u!a menambah penyebaran kesistem lim/e dan peredaran darah. <. ?yt statika 0 ,le my9in% terapi terhadap karsin ma serviks yan! radi resisten. : C dari karsin ma serviks adalah resisten terhadap radi terapi% dian!ap resisten bila D5&( min!!u p st terapi keadaan masih tetap sama. 7. 7U,UNGAN KANKER SER8IKS =ENGAN >ASA.A7 KEPERA4ATAN Jika diperhatikan se9ara keseluruhan maka pr ses ter"adinya ?a. Serviks dan masalah kepera1atan yan! mun9ul dapat diperhatikan pada ba!an berikut 0 $akt r 0 Prilaku .in!kun!an # Se@ akti/% paritas% pers nal hi!iene+ # P lusi% nk nenik a!ent% virus% radiasi+ Kanker Serviks

Pelayanan Kesehatan Genetika # =eteksi dini penyakit% lab ra rium% #Keluar!a yan! menderita ?a% Penan!anan kasus P. Kelamin keluar!a den!an amban! stress rendah+ penyuluhan pen9e!ahan ?a. Serviks+ 5 Kelemahan "arin!anA dindin! men"adi rapuh perdarahan masi/ anemia 5 Penin!katan kadar leuk sit A kerusakan n sisept r A penekanan pada dindin! serviks Nyeri 5 Gan!!uan peran seba!ai istri dan !an!!uan !ambaran diri G!n k nsep diri. 5 Ge"ala tidak nyata adanya berba!ai ma9am tindakan untuk mene!akkan dia!n se terdia!n se ?a ke9emasan I. K nsep Kepera1atan &. Pen!ka"ian =ata dasar Pen!umpulan data pada pasien dan keluar!a dilakukan den!an 9ara anamnesa% pemeriksaan /isik dan melalui pemeriksaan penun"an! =ata pasien 0

Identitas pasien% usia% status perka1inan% peker"aan "umlah anak% a!ama% alamat "enis kelamin dan pendidikan terakhir. Keluhan utama 0 pasien biasanya datan! den!an keluhan intra servikal dan disertai keputihan menyerupai air. Ri1ayat penyakit sekaran! 0 ,iasanya klien pada stsdium a1al tidak merasakan keluhan yan! men!!an!!u% baru pada stadium akhir yaitu stadium 3 dan 6 timbul keluhan seperti 0 perdarahan% keputihan dan rasa nyeri intra servikal. Ri1ayat penyakit sebelumnya 0 =ata yan! perlu dika"i adalah 0 Ri1ayat ab rtus% in/eksi pas9a ab rtus% in/eksi masa ni/as% ri1ayat perasi kandun!an% serta adanya tum r. Ri1ayat keluar!a yan! menderita kanker. Keadaan Psik 5s sial5ek n mi dan budaya0 ?a. Serviks serin! di"umpai pada kel mp k s sial ek n mi yan! rendah% berkaitan erat den!an kualitas dan kuantitas makanan atau !i;i yan! dapat mempen!aruhi imunitas tubuh% serta tin!kat pers nal hy!iene terutama kebersihan dari saluran ur !enital. =ata khusus0 &. Ri1ayat kebidanan ) paritas% kelainan menstruasi% lama%"umlah dan 1arna darah% adakah hubun!an perdarahan den!an akti/itas% apakah darah keluar setelah k itus% peker"aan yan! dilakukan sekaran! 2. Pemeriksaan penun"an! Sit l !i den!an 9ara pemeriksaan Pap Smear% k lp sk pi% servik !ra/i% pemeriksaan visual lan!sun!% !inesk pi. 2. =ia!n sa Kepera1atan a. Gan!!uan per/usi "arin!an #anemia+ bAd perdarahn intraservikal b. Gan!!uan pemenuhan nutrisi kuran! dari kebutuhan bAd penurunan na/su makan 9. Gan!!uan rasa nyama #nyeri+ b.d pr ses desakan pada "arin!an intra servikal d. ?emas b.d terdia!n se 9.a serviks sekunder akibat kuran!nya pen!etahuan tentan! ?a. Serviks dan pen! batannya. e. Resik tin!!i terhadap !an!!uan k nsep diri b.d perubahan dalam penampilan terhadap pemberian sit statika. 3. Peren9anaan Gan!!uan per/usi "arin!an #anemia+ b.d perdarahan masi/ intra 9ervikal Tu"uan 0 Setelah diberikan pera1atan selama & E 26 "am diharapkan per/usi "arin!an membaik 0 Kriteria hasil 0 a. Perdarahan intra servikal sudah berkuran! b. K n"un9tiva tidak pu9at 9. >uk sa bibir basah dan kemerahan d. Ektremitas han!at e. 7b &&5&: !r C d. Tanda vital &2(5&6( A *( 5 D( mm 7!% Nadi 0 *( 5 D( EAmnt% S 0 3<53* =era"at ?% RR 0 &D 5 26 EAmnt.

Intervensi 0 5 -bservasi tanda5tanda vital 5 -bservasi perdarahan # "umlah% 1arna% lama + 5 ?ek 7b 5 ?ek ! l n!an darah 5 ,eri -2 "ika diperlukan 5 Pemasan!an va!inal tamp n. 5 Therapi I8 Gan!!uan pemenuhan nutrisi kuran! dari kebutuhan tubuh b.d penurunan na/su makan. Tu"uan 0 5 Setelah dilakukan pera1atan kebutuhan nutrisi klien akan terpenuhi Kriteria hasil 0 5 Tidak ter"adi penurunan berat badan 5 P rsi makan yan! disediakan habis. 5 Keluhan mual dan muntah kuran! Intervensi 0 5 Jelaskan tentan! pentin!nya nutrisi untuk penyembuhan 5 ,erika makan TKTP 5 An"urkan makan sedikit tapi serin! 5 Ja!a lin!kun!an pada saat makan 5 Pasan! NGT "ika perlu 5 ,eri Nutrisi parenteral "ika perlu. Gan!!uan rasa nyaman #nyeri+ b.d pr ses desakan pada "arin!an intra servikal Tu"uan 5 Setelah dilakukan tindakan & E 26 "am diharapka klien tahu 9ara59ara men!atasi nyeri yan! timbul akibat kanker yan! dialami Kriteria hasil 0 5 Klien dapat menyebutkan 9ara59ara men!uran!i nyeri yan! dirasakan 5 Intensitas nyeri berkuran!nya 5 Ekpresi muka dan tubuh rileks Intervensi 0 5 Tanyakan l kasi nyeri yan! dirasakan klien 5 Tanyakan dera"at nyeri yan! dirasakan klien dan nilai den!an skala nyeri. 5 A"arkan teknik relasasi dan distraksi 5 An"urkan keluar!a untuk mendampin!i klien 5 K lab rasi den!an tim paliati/ nyeri ?emas yan! berhubun!an den!an terdia!n se kanker serviks sekunder kuran!nya pen!etahuan tentan! kaker serviks% penan!anan dan pr !n senya. Tu"uan 0

Setelah diberikan tindakan selama & E 3( menit klien mendapat in/ rmasi tentan! penyakit kanker yan! diderita% penan!anan dan pr !n senya. Kriteria hasil 0 5 Klien men!etahui dia!n se kanker yan! diderita 5 Klien men!etahui tindakan 5 tindakan yan! harus dilalui klien. 5 Klien tahu tindakan yan! harus dilakukan di rumah untuk men9e!ah k mplikasi. 5 Sumber5sumber k pin! teridenti/ikasi 5 Ansietas berkuran! 5 Klien men!utarakan 9ara men!antisipasi ansietas. Tindakan 0 5 ,erikan kesempatan pada klien dan klien men!un!kapkan persaannya. 5 = r n! diskusi terbuka tentan! kanker% pen!alaman ran! lain% serta tata 9ara men!entr l dirinya. 5 Identi/ikasi mereka yan! beresik terhadap ketidak berhasilan penyesuaian. # E! yan! buruk% kemampuan peme9ahan masalah tidak e/ekti/% kuran! m tivasi% kuran!nya sistem pendukun! yan! p siti/+. 5 Tun"ukkan adanya harapan 5 Tin!katkan aktivitas dan latihan /isik Resik tin!!i terhadap !an!!uan k nsep diri b.d perubahan dalam penampilan sekunder terhadap pemberian sit statika. Tu"uan 0 Setelah diberikan tindakan pera1atan% k nsep diri dan persepsi klien men"adi stabil Kriteria hasil 0 5 Klien mampu untuk men!eskpresikan perasaan tentan! k ndisinya 5 Klien mampu memba!i perasaan den!an pera1at% keluar!a dan ran! dekat. 5 Klien men!k munikasikan perasaan tentan! perubahan dirinya se9ara k nstrukti/. 5 Klien mampu berpartisipasi dalam pera1atan diri. Intervensi 0 5 K ntak den!an klien serin! dan perlakukan klien den!an han!at dan sikap p siti/. 5 ,erikan d r n!an pada klien untuk men!ekpresikanbperasaan dan pikian tentan! k ndisi% kema"uan% pr !n se% sisem pendukun! dan pen! batan. 5 ,erikan in/ rmasi yan! dapat diper9aya dan klari/ikasi setiap mispersepsi tentan! penyakitnya. 5 ,antu klien men!identi/ikasi p tensial kesempatan untuk hidup mandiri mele1ati hidup den!an kanker% meliputi hubun!an interpers nal% penin!katan pen!etahuan% kekuatan pribadi dan pen!ertian serta perkemban!an spiritual dan m ral. 5 Ka"i resp n ne!ati/ terhadap perubahan penampilan #menyan!kal perubahan% penurunan kemampuan mera1at diri% is lasi s sial% pen lakan untuk mendiskusikan masa depan. 5 ,antu dalam penatalaksanaan al pesia sesuai den!an kebutuhan. 5 K lab rasi den!an tim kesehatan lain yan! terkait untuk tindakan k nselin! se9ara pr /esi nal.
http://ahmadsalehyahya.blogspot.com/2009/12/askep-ca-serviks.html

Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Berat Badan Lahir Rendah


Pengertian BBLR
Bayi berat badan lahir rendah adalah bayi den!an berat badan kuran! dari 2:(( !ram pada 1aktu lahir. ,,.R dibedakan men"adi 0 &. Prematuritas murni Faitu bayi pada kehamilan G 3* min!!u den!an berat badan sesuai. 2. Retardasi pertumbuhan "anin intra uterin #IUGR+ Faitu bayi yan! lahir den!an berat badan rendah dan tidak sesuai den!an usia kehamilan.

Etiologi BBLR
Penyebab kelahiran prematur tidak diketahui% tapi ada beberapa /akt r yan! berhubun!an% yaitu 0 &. $akt r ibu

Gizi saat hamil yang kurang umur kurang dari 20 tahun atau diatas !" tahun #arak hamil dan persalinan terlalu dekat peker$aan yang terlalu berat %enyakit menahun ibu : hipertensi $antung gangguan pembuluh darah perokok

2.

$akt r kehamilan

&amil dengan hidramnion hamil ganda perdarahan antepartum 'omplikasi kehamilan : preeklamsia/eklamsia ketuban pecah dini

3.

$akt r "anin

(acat ba)aan in*eksi dalam rahim

6.

$akt r yan! masih belum diketahui

Pengkajian Keperawatan
Prematuritas murni

++ , 2"00 gram %+ , -" cm .' , !! cm ./ , !0 cm 0asa gestasi , !1 minggu 'epala lebih besar dari pada badan kulit tipis transparan mengkilap dan licin .anugo 2bulu-bulu halus3 banyak terdapat terutama pada daerah dahi pelipis telinga dan lengan lemak subkutan kurang ubun-ubun dan sutura lebar Genetalia belum sempurna pada )anita labia minora belum tertutup oleh labia mayora pada laki-laki testis belum turun. 4ulang ra)an telinga belum sempurna ra$ah tangan belum sempurna %embuluh darah kulit banyak terlihat peristaltik usus dapat terlihat 5ambut tipis halus teranyam puting susu belum terbentuk dengan baik +ayi kecil posisi masih posisi *etal pergerakan kurang dan lemah +anyak tidur tangis lemah perna*asan belum teratur dan sering mengalami apnea otot masih hipotonik 5e*lek tonus leher lemah re*lek menghisap menelan dan batuk belum sempurna

Dismaturitas

'ulit berselubung verniks kaseosa tipis/tak ada 'ulit pucat bernoda mekonium kering keriput tipis #aringan lemak di ba)ah kulit tipis bayi tampak gesit akti* dan kuat 4ali pusat ber)arna kuning kehi$auan

Komplikasi BBLR

6indrom aspirasi mekonium as*iksia neonatorum sindrom distres respirasi penyakit membran hialin /ismatur preterm terutama bila masa gestasinya kurang dari !" minggu &iperbilirubinemia patent ductus arteriosus perdarahan ventrikel otak &ipotermia &ipoglikemia &ipokalsemia 7nemi gangguan pembekuan darah 8n*eksi retrolental *ibroplasia necrotizing enterocolitis 29:(3 +ronchopulmonary dysplasia mal*ormasi konginetal

Penatalaksanaan Medis BBLR

5esusitasi yang adekuat pengaturan suhu terapi oksigen

%enga)asan terhadap %/7 2%atent /uctus 7rteriosus3 'eseimbangan cairan dan elektrolit pemberian nutrisi yang cukup %engelolaan hiperbilirubinemia penanganan in*eksi dengan antibiotik yang tepat

Asuhan Keperawatan pada Klien dengan BBLR


1. Diagnosa Keperawatan : P la na/as tidak e/ekti/ bAd tidak adekuatnya ekspansi paru Tujuan : P la na/as yan! e/ekti/ Kriteria :

'ebutuhan oksigen menurun 9a*as spontan adekuat 4idak sesak. 4idak ada retraksi dada

Rencana Tindakan :

+erikan posisi kepala sedikit ekstensi +erikan oksigen dengan metode yang sesuai ;bservasi irama kedalaman dan *rekuensi perna*asan

2. Diagnosa Keperawatan : Gan!!uan pertukaran !as bAd kuran!nya ventilasi alve lar sekunder terhadap de/isiensi sur/aktan Tujuan : Pertukaran !as adekuat Kriteria :

4idak sianosis. 7nalisa gas darah normal 6aturasi oksigen normal.

Rencana Tindakan :

.akukan isap lendir kalau perlu +erikan oksigen dengan metode yang sesuai ;bservasi )arna kulit <kur saturasi oksigen ;bservasi tanda-tanda perburukan perna*asan .apor dokter apabila terdapat tanda-tanda perburukan perna*asan

'olaborasi dalam pemeriksaan analisa gas darah 'olaborasi dalam pemeriksaan sur*aktan

. Diagnosa Keperawatan : Resik tin!!i !an!!uan keseimban!an keseimban!an 9airan dan elektr lit bAd ketidakmampuan !in"al mempertahankan keseimban!an 9airan dan elektr lit Tujuan : 7idrasi baik Kriteria:

4urgor kulit elastik 4idak ada edema %roduksi urin 1-2 cc/kgbb/$am :lektrolit darah dalam batas normal

Rencana Tindakan :

;bservasi turgor kulit. (atat intake dan output 'olaborasi dalam pemberian cairan intra vena dan elektrolit 'olaborasi dalam pemeriksaan elektrolit darah

!. Diagnosa Keperawatan : Perubahan nutrisi kuran! dari kebutuhan tubuh berhubun!an den!an tidak adekuatnya persediaan ;at besi% kalsium% metab lisme yan! tin!!i dan intake yan! kuran! adekuat Tujuan : Nutrisi adekuat Kriteria :

+erat badan naik 10-!0 gram / hari 4idak ada edema %rotein dan albumin darah dalam batas normal

Rencana Tindakan :

+erikan 768/%768 dengan metode yang tepat ;bservasi dan catat toleransi minum 4imbang berat badan setiap hari (atat intake dan output 'olaborasi dalam pemberian total parenteral nutrition kalau perlu

". Diagnosa Keperawatan : Resik tin!!i hip termi atau hipertermi bAd imaturitas /un!si term re!ulasi atau perubahan suhu lin!kun!an Tujuan : Suhu bayi stabil Kriteria :

6uhu != " 0( -!1 2 0( 7kral hangat

Rencana Tindakan :

5a)at bayi dengan suhu lingkungan sesuai &indarkan bayi kontak langsung dengan benda sebagai sumber dingin/panas <kur suhu bayi setiap ! $am atau kalau perlu Ganti popok bila basah

#. Diagnosa Keperawatan : Resik tin!!i ter"adi !an!!uan per/usi "arin!an bAd imaturitas /un!si kardi vaskuler Tujuan : Per/usi "arin!an baik Kriteria :

4ekanan darah normal %engisian kembali kapiler ,2 detik 7kral hangat dan tidak sianosis %roduksi urin 1-2 cc/kgbb/$am 'esadaran composmentis

Rencana Tindakan :

<kur tekanan darah kalau perlu ;bservasi )arna dan suhu kulit ;bservasi pengisian kembali kapiler ;bservasi adanya edema peri*er 'olaborasi dalam pemeriksaan laboratorium 'olaborasi dalam pemberian obat-obatan

$. Diagnosa Keperawatan : Resik tin!!i in"uri susunan sara/ pusat bAd hip ksia Tujuan : Tidak ada in"uri Kriteria :

'esadaran composmentis Gerakan akti* dan terkoordinasi 4idak ada ke$ang ataupun t)itching 4idak ada tangisan melengking &asil <6G kepala dalam batas normal

Rencana Tindakan :

(egah ter$adinya hipoksia <kur saturasi oksigen ;bservasi kesadaran dan akti*itas bayi ;bservasi tangisan bayi ;bservasi adanya ke$ang .apor dokter apabila ditemukan kelainan pada saat observasi <kur lingkar kepala kalau perlu 'olaborasi dalam pemeriksaan <6G kepala

%. Diagnosa Keperawatan : Resik tin!!i in/eksi bAd imaturitas /un!si imun l !ik Tujuan : ,ayi tidak terin/eksi Kriteria :

6uhu != " 0( -!1 2 0( /arah rutin normal

Rencana Tindakan :

&indari bayi dari orang-orang yang terin*eksi kalau perlu ra)at dalam inkubator (uci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan bayi .akukan tehnik aseptik dan antiseptik bila melakukan prosedur invasi* .akukan pera)atan tali pusat ;bservasi tanda-tanda vital 'olaborasi pemeriksaan darah rutin 'olaborasi pemberian antibiotika

&. Diagnosa Keperawatan : Resik tin!!i !an!!uan inte!ritas kulit bAd imaturitas struktur kulit Tujuan : Inte!ritas kulit baik

Kriteria :

4idak ada rash 4idak ada iritasi 4idak plebitis

Rencana Tindakan :

'a$i kulit bayi dari tanda-tanda kemerahan iritasi rash lesi dan lecet pada daerah yang tertekan Gunakan plester non alergi dan seminimal mungkin <bah posisi bayi dan pemasangan elektrode atau sensor

1'. Diagnosa Keperawatan : Gan!!uan persepsi5sens ri 0 pen!lihatan% penden!aran% pen9iuman% taktil bAd stimulus yan! kuran! atau berlebihan dari lin!kun!an pera1atan intensi/ Tujuan : Persepsi dan sens ri baik Kriteria :

+ayi berespon terhadap stimulus

Rencana Tindakan :

0embelai bayi sebelum malakukan tindakan 0enga$ak bayi berbicara atau merangsang pendengaran bayi dengan memutarkan lagu-lagu yang lembut 0emberikan rangsang cahaya pada mata 'urangi suara monitor $ika memungkinkan .akukan stimulas untuk re*leks menghisap dan menelan dengan memasang dot

11. Diagnosa Keperawatan : K pin! keluar!a tidak e/ekti/ bAd k ndisi kritis pada bayinya% pera1atan yan! lama dan takut untuk mera1at bayinya setelah pulan! dari RS Tujuan : K pin! keluar!a e/ekti/ Kriteria :

;rtu kooperati* dg pera)atan bayinya. %engetahuan ortu bertambah ;rang tua dapat mera)at bayi di rumah

Rencana Tindakan :

0emberikan kesempatan pada ortu berkonsultasi dengan dokter

5u$uk ke ahli psikologi $ika perlu +erikan pendidikan kesehatan cara pera)atan bayi ++.5 di rumah termasuk pi$at bayi metode kanguru cara memandikan .akukan home visit $ika bayi pulang dari 56 untuk menilai kemampuan orang tua mera)at bayinya

http://nursingbegin.com/askep-bayi-dengan-bblr/

()*+(, K-.-R(/(T(, BB0R 10-+ : 22. (R23 B*D24(, ,A, I PEN=A7U.UAN A. .atar ,elakan! =alam beberapa dasa1arsa ini perhatian terhadap "anin yan! men!alami !an!!uan pertumbuhan dalam kandun!an san!at menin!kat. 7al ini disebabkan masih tin!!inya an!ka kematian perinatal ne natal karena masih banyak bayi yan! dilahirkan den!an berat badan lahir rendah. #> 9htar% &''D +. Se"ak tahun &'<& 47- telah men!!anti istilah premature baby den!an l 1 birth 1ei!ht baby # bayi den!an berat lahir rendah H ,,.R +% karena disadari tidak semua bayi den!an berat badan kuran! dari 2:(( !r pada 1aktu lahir bukan bayi premature. >enurut data an!ka kae"adian ,,.R di Rumah sakit =r. ?ipt >an!unkusum pada tahun &'D< adalah 26 C. An!ka kematian perinatal di rumah sakit dan tahun yan! sama adalah *( C dan *3 C dari seluruh kematian di sebabkan leh ,,.R # Pra1ir hard" % 2((: + >elihat dari ke"adian terdahulu ,,.R sudah seharusnya men"adi perhatian yan! mutlak terhadap para ibu yan! men!alamai kehamilan yan! beresik karena dilihat dari /rekuensi ,,.R di Ne!ara ma"u berkisar antara 3%< I &(%D C% di Ne!ara berkemban! berkisar antara &( I 63 C. =apat di dibandin!kan den!an rasi antara Ne!ara ma"u dan Ne!ara berkemban! adalah & 0 6 # > 9htar% &''D +. Kematian perinatal pada bayi berat badan lahir rendah D kali lebih besar dari bayi n rmal pada umur kehamilan yan! sama. Kalaupun bayi men"adi de1asa ia akan men!alami !an!!uan pertumbuhan% baik /isik maupun mental. Pr !n sis akan lebih buruk la!i bila berat badan makin rendah. An!ka kematian yan! tin!!i terutama disebabkan leh serin!nya di"umpai kelainan k mplikasi ne natal seperti as/iksia% aspirasi pneum nia% perdarahan intrakranial% dan hip !likemia. ,ila bayi ini selamat kadan!5 kadan! di"umpai kerusakan pada syara/ dan akan ter"adi !an!!uan bi9ara% IJ yan! rendah% dan !an!!uan lainnya. Tabel.& Jumlah kelahiran di Rumah Sakit Kardinah per tahun 2((D sampai den!an bulan September 2((D Jumlah Kelahiran Trimester & Trimester 2 Trimester 3 Jumlah 7idup 2(& 2&D 2<< <D: >ati 6 * D &' Jumlah *(6 Sumber 0 =ata >edRe9 RSU= Kardinah Te!al Tahun 2((D Tabel. 2 Jumlah bayi yan! di ra1at di ruan! Peristi per 3 bulan sampai bulan September 2((D

Kasus Trimester & Trimester 2 Trimester 3 Jumlah As/iksia 3 * &3 23 ,,.R 32 3( 3< 'D ,,.SR 2 D &( 2( Kelainan k n!enital & 5 5 5 Kelainan > n! lisme 2 5 5 5 Ke"an! 5 5 5 5 Kelainan .ain 5 2 5 2 Jumlah &63 Sumber 0 =ata >edRe9 RSU= Kardinah Te!al Tahun 2((D ,erdasarkan latar belakan! di atas maka diambilah salah satu kasus untuk pembuatan Asuhan Kepera1atan pada ,y. F. den!an ,,.SR den!an dia!n sa As/iksia di Ruan! Perinat l !i #=ahlia+ RSU= Kardinah K ta Te!al Tahun 2((D. &.& TUJUAN PENU.ISAN Adapun yan! men"adi tu"uan penulisan adalah0 &. Untuk men!etahui pen!ertian ,,.SR den!an kasus as/iksia. 2. Untuk men!etahui penyebab ,,.SR den!an kasus as/iksia. 3. Untuk men!etahui k mplikasi yan! ditimbulkan leh ,,.SR pada Ne natus dan "u!a per"alanan penyakit tersebut. 6. Untuk men!etahui tentan! penatalaksanaan dan pera1atan pada bayi ,,.SR den!an as/iksia. :. Untuk memenuhi tu!as praktek Pr !ram Pr /esi Ners Stase Kepera1atan >aternitas. &.2 >AN$AAT PENU.ISAN Adapun man/aat yan! diharapkan dari penulisan ini adalah0 &. Seba!ai bahan in/ rmasi ba!i mahasis1a dalam penetalaksanaan bayi ,,.SR den!an as/iksia pada Ne natus. 2. Seba!ai sumber re/erensi untuk kema"uan perkemban!an ilmu Kepera1atan% khususnya Kepera1atan bayi baru lahir. I.3 >ET-=E PENU.ISAN >et de Penulisan yan! di!unakan dalam penulisan ini adalah seba!ai berikut0 &. -bservasi% yaitu men!amati se9ara lan!sun! keadaan klien melalui pemeriksaan /isik se9ara inspeksi% palpasi% perkusi% dan auskultasi. 2. 4a1an9ara% Faitu merupakan 9ara pen!umpulan data melalui k munikasi se9ara lisan baik lan!sun! den!an klien maupun den!an keluar!a klien. 3. = kumentasi% yaitu den!an memba9a dan mempela"ari status klien% baik data pera1atan% buku lap ran yan! ada diruan!an. 6. Studi literatur% yaitu men!ambil re/erensi dari berba!ai literatur !una mendapatkan keteran!an dan dasar te ritis yan! berkenaan den!an kasus atau masalah yan! timbul. ,A, II TINJAUAN TE-RITIS A. PENGERTIAN ,erat badan lahir rendah adalah bayi baru lahir den!an berat badan pada saat kelahiran kuran! dari 2:(( !r atau lebih rendah # 47-% &'<& +. ,erat badan lahir rendah adalah bayi baru lahir yan! berat badannya pada saat kelahiran kuran! dari 2:(( !r sampai den!an 26'' !r.

>enurut 7ani/a 4ikn" sastr #2((2+ as/iksia ne nat rum dide/inisikan seba!ai keadaan dimana bayi tidak dapat se!era berna/as se9ara sp ntan dan teratur setelah lahir. As/iksia Ne natus adalah suatu keadaan dimana saat bayi lahir men!alami !an!!uan pertukaran !as dan transp rt -2 dan kesulitan men!eluarkan ?-2 #>arkum% 2(((+. As/iksia adalah kuran!nya ksi!en dalam darah dan menin!katnya kadar karb n di ksida dalam darah serta "arin!an #Kamus saku kep. Edisi 22+. As/iksia Ne nat rum adalah suatu keadaan bayi baru lahir yan! !a!al berna/as se9ara sp ntan dan teratur se!era setelah lahir% sehin!!a dapat menurunkan -2 dan mun!kin menin!katkan ?(2 yan! menimbulkan akibat buruk dalam kehidupan lebih lan"ut #>edi9ine and linu@.9 m+. ,. Eti l !i ,,.R dan As/iksia &. Eti l !i ,,.R a. $akt r ibu #resti+. b. /akt r penyakit #t ksimia !ravidarum% trauma /isik+. 9. /akt r usia 0 G 2( tahun. d. /akt r ibu 0 ri1ayat kelahiran prematur sebelumnya% perdarahan ante partum% malnutrisi% kelainan uterus% hidramni n% penyakit "antun!Apenyakit kr nik lainnya% hipertensi% umur ibu kuran! dari 2( tahun atau lebih dari 3: tahun% "arak dua kehamilan yan! terlalu dekat% in/eksi% trauma dan lain5lain. e. $akt r "anin 0 9a9at ba1aan% kehamilan !anda% hidramni n% ketuban pe9ah dini. /. Keadaan s sial ek n mi yan! rendah. !. Kebiasaan 0 peker"aan yan! melelahkan% mer k k. 2. Eti l !i As/iksia Eti l !i se9ara umum dikarenakan adanya !an!!uan pertukaran !as atau pen!an!kutan -2 dari ibu ke "anin% pada masa kehamilan% persalinan atau se!era setelah lahir% pen!! l n!an penyebab ke!a!alan perna/asan pada bayi terdiri dari 0 &. $akt r Ibu a. 7ip ksia ibu -ksi!enasi darah ibu yan! tidak men9ukupi akibat hip ventilasi selama anestesi% penyakit "antun! sian sis% !a!al perna/asan% kera9unan karb n m n ksida% tekanan darah ibu yan! rendah. b. Gan!!uan aliran darah uterus >en!uran!nya aliran darah pada uterus akan menyebabkan berkuran!nya pen!aliran ksi!en ke plasenta dan ke"anin. 7al ini serin! ditemukan pada 0 B Gan!uan k ntraksi uterus% misalnya hipert ni% hip t ni atau tetani uterus akibat penyakit atau bat. B 7ip tensi mendadak pada ibu karena perdarahan. B 7ipertensi pada penyakit aki msia dan lain5lain. 2. $akt r plasenta Pertukaran !as antara ibu dan "anin dipen!aruhi leh luas dan k ndisi plasenta. .As/iksia "anin akan ter"adi bila terdapat !an!!uan mendadak pada plasenta% misalnya0 Plasenta tipis Plasenta ke9il Plasenta tak menempel S lusi plasenta Perdarahan plasenta 3. $akt r /etus

K mpresi umbilikus akan men!akibatkan ter!an!!unya aliran darah dalam p9mbuluh darah umbilikus dan men!hambat pertukaran !as antara ibu dan "anin. Gan!!uan aliran darah ini dapat ditemukan pada keadaan 0 tali pusat menumbun!% tali pusat melilit leher k mpresi tali pusat antar "anin dan "alan lahir dan lain5lain. 6. $akt r Ne natus =epresi pusat pernapasan pada bayi baun lahir dapat ter"adi karena 0 B Pemakaian bat anestesiaAanal!etika yan! berlebihan pada ibu se9ara lan!sun! dapat menimbulkan depresi pusat perna/asan "anin. B Trauma yan! ter"adi pada persalinan% misalnya perdarah intrakranial. Kelainan k n!inental pada bayi% misalnya hernia dia/rakmatika atresia A sten sis saluran perna/asan% hip plasia paru dan lain5lain. :. $akt r persalinan B Partus lama B Partus tindakan #>edi9ine and linu@.9 m =AN Pediatri9.9 m+ ?. PAT-$ISI-.-GI Perna/asan sp ntan bayi baru lahir ber!antun! kepada k ndisi "anin pada masa kehamilan dan persalinan. Pr ses kelahiran sendiri selalu menimbulkankan as/iksia rin!an yan! bersi/at sementara pada bayi #as/iksia transien+% pr ses ini dian!!ap san!at perlu untuk meran!san! kem resept r pusat perna/asan a!ar ler"adi KPrimary !aspin!L yan! kemudian akan berlan"ut den!an perna/asan. ,ila terdapat !an!!uaan pertukaran !asApen!an!kutan -2 selama kehamilan persalinan akan ter"adi as/iksia yan! lebih berat. Keadaan ini akan mempen!aruhi /u!si sel tubuh dan bila tidak teratasi akan menyebabkan kematian. Kerusakan dan !an!!uan /un!si ini dapat reversibelAtidak ter!antun! kepada berat dan lamanya as/iksia. As/iksia yan! ter"adi dimulai den!an suatu peri de apnu #Primany apnea+ disertai den!an penurunan /rekuensi "antun! selan"utnya bayi akan memperlihatkan usaha berna/as #!aspin!+ yan! kemudian diikuti leh perna/asan teratur. Pada penderita as/iksia berat% usaha berna/as ini tidak tampak dan bayi selan"utnya berada dalam peri de apnu kedua #Se9 ndary apnea+. Pada tin!kat ini ditemukan bradikardi dan penurunan tekanan darah. =isampin! adanya perubahan klinis% akan ter"adi pula G3 metab lisme dan pemeriksaan keseimban!an asam basa pada tubuh bayi. Pada tin!kat pertama dan pertukaran !as mun!kin hanya menimbulkan asid ris respirat rik% bila G3 berlan"ut dalam tubuh bayi akan ter"adi metab lisme anaer bik yan! berupa !lik lisis !lik !en tubuh % sehin!!a !lik !en tubuh terutama pada "antun! dan hati akan berkuan!.asam r!anik ter"adi akibat metab lisme ini akan menyebabkan tumbuhnya asid sis metab lik. Pada tin!kat selan"utnya akan ter"adi perubahan kardi vaskuler yan! disebabkan leh beberapa keadaan diantaranya hilan!nya sumber !lik !en dalam "antun! akan mempen!aruhi /un!si "antun! ter"adinya asid sis metab lik akan men!akibatkan menurunnya sel "arin!an termasuk t t "antun! sehin!a menimbulkan kelemahan "antun! dan pen!isian udara alve lus yan! kuran! adekuat akan menyebabkan akan tin!!inya resistensinya pembuluh darah paru sehin!!a sirkulasi darah ke paru dan kesistem tubuh lain akan men!alami !an!!uan. Asid sis dan !an!!uan kardi vaskuler yan! ter"adi dalam tubuh berakibat buruk terhadap sel tak. Kerusakan sel tak yan! ter"adi menimbulkan kematian atau !e"ala sisa pada kehidupan bayi selan"utnya #>edi9ine and linu@.9 m+ =. K.ASI$IKASI K.INIK NI.AI APGAR =AN ,,.R 0 &. Klasi/ikasi As/iksia a. As/iksia berat # nilai APGAR (53+

>emerlukan resusitasi se!era se9ara akti/% dan pemberian ksi!en terkendali. Karena selalu disertai asid sis% maka perlu diberikan natrikus bikarb nat *%:C den!an d sis 2%6 ml per k! berat badan% dan 9airan !lu9 se 6(C&52 mlAk! berat badan% diberikan via vena umbilikalis. b. As/iksia sedan! #APGAR 65<+ >emerlukan resusitasi dan pemberian ksi!en sampai bayi dapat berna/as kembali. 9. ,ayi n rmal atau as/iksia rin!an # nilai APGAR *5'+. d. ,ayi n rmal den!an nilai APGAR &( As/iksia berat den!an henti "antun!% den!an keadaan bunyi "antun! men!hilan! setelah lahir% pemeriksaan /isik yan! lain sama den!an as/iksia berat. Pediatri9.9 m 2. Klasi/ikasi ,,.R Primaturitas murni. a. >asa !estasi kuran! dari 3* min!!u dan berat badannya sesuai den!an masa !estasi. b. =ismaturitas. 9. ,, bayi yan! kuran! dari berat badan seharusnya% tidak sesuai den!an masa !estasinya. d. ,,.R dibedakan men"adi 0 ,,.R 0 berat badan lahir &D((52:(( !ram ,,.SR 0 berat badan lahir G &:(( !ram ,,.ER 0 berat badan lahir ekstra rendah G &((( !r E. PE>ERIKSAAN =IAGN-STIK &. Analisa !as darah # P7 kuran! dari *%2( +. 2. Penilaian APGAR S9 re meliputi #4arna kulit% /rekuensi "antun!% usaha na/as% t nus t t dan re/lek+. 3. Pemeriksaan EEG dan ?T5S9an "ika sudah timbul k mplikasi. 6. Pen!ka"ian spesi/ikA :. Pemeriksaan /un!si paruA <. Pemeriksaan /un!si kardi vaskulerA #Pediatri9.9 m+ $. >ANI$ESTASI K.INIS As/iksia biasanya merupakan akibat dari hip ksi "anin yan! menimbulkan tanda0 5 =JJ lebih dari &--@AmntAkuran! dari l--@Amenit tidak teratur 5 >ek nium dalam air ketuban pada "anin letak kepala 5 Apnea 5 Pu9at 5 Sian sis 5 Penurunan terhadap stimulus. #>edi9ine and linu@.9 m+ G. PENATA.AKSANAAN K.INIS &. Tindakan Umum a. ,ersihkan "alan na/as. Kepala bayi dileakkan lebih rendah a!ar lendir mudah men!alir% bila perlu di!unakan lariny sk p untuk membantu pen!hisapan lendir dari saluran na/as yan! lebih dalam.Saluran na/as atas dibersihkan dari lendir dan 9airan amni n den!an pen!isap lendir% tindakan ini dilakukan den!an hati5 hati tidak perlu ter!esa5 !esa atau kasar. Pen!hisapan yan! dilakukan den!an 9er b h akan timbul penyulit seperti0 spasme larin!% k lap paru% kerusakan sel muk sa "alan na/as. Pada as/iksia berat dilakukan resusitasi kardi pulm nal. b. Ran!san! re/lek perna/asan. =ilakukan setelah 2( detik bayi tidak memperlihatkan berna/as den!an 9ara memukul kedua

telapak kaki menekan tanda a9hiles. ,ayi yan! tidak memperlihatkan usaha berna/as selama 2( detik setelah lahir dian!!ap telah menderita depresi perna/asan. =alam hal ini ran!san!an terhadap bayi harus se!era dilakukan. Pen!aliran -2 yan! 9epat kedalam muk sa hidun! dapat pula meran!san! re/lek perna/asan yan! sensitive dalam muk sa hidun! dan /arin!. ,ila 9ara ini tidak berhasil dapat dilakukan den!an memberikan ran!san!an nyeri den!an memukul kedua telapak kaki bayi. 9. >empertahankan suhu tubuh. Pertahankan suhu tubuh a!ar bayi tidak kedin!inan% karena hal ini akan memperburuk keadaan as/iksia.,ayi baru lahir se9ara relative banyak kehilan!an panas yan! diikuti leh penurunan suhu tubuh. Penurunan suhu tubuh akan mempertin!!i metab lisme sel sehin!!a kebutuhabn ksi!en menin!kat. Perlu diperhatikan a!ar bayi mendapat lin!kun!an yan! han!at se!era setelah lahir. Jan!an biarkan bayi kedin!inan #membun!kus bayi den!an kain kerin! dan han!at+% ,adan bayi harus dalam keadaan kerin!% "an!an memandikan bayi den!an air din!in% !unakan minyak atau baby il untuk membersihkan tubuh bayi. Kepala ditutup den!an kain atau t pi kepala yan! terbuat dari plastik #>edi9ine and linu@.9 m =AN Pediatri9.9 m+. 2. Tindakan khusus a. As/iksia berat ,erikan -2 den!an tekanan p siti/ dan intermiten melalui pipa end trakeal. dapat dilakukan den!an tiupan udara yan! telah diperkaya den!an -2. Tekanan -2 yan! diberikan tidak 3( 9m 7 2(. ,ila perna/asan sp ntan tidak timbul lakukan messa!e "antun! den!an ibu "ari yan! menekan perten!ahan sternum D( I&(( @Amenit. b. As/iksia sedan!Arin!an Pasan! relkiek perna/asan #hisap lendir% ran!san! nyeri+ selama 3(5<( detik. ,ila !a!al lakukan perna/asan k d k #$r ! breathin!+ &52 menit yaitu 0 kepala bayi ektensi maksimal beri -2 &52 &Amnt melalui kateter dalam hidun!% buka tutup mulut dan hidun! serta !erakkan da!u ke atas5ba1ah se9ara teratur 2( @Amenit Pen!hisapan 9airan lambun! untuk men9e!ah re!ur!itasi #>edi9ine and linu@.9 m+. 7. T7ERAPI ?AIRAN PA=A ,AFI ,ARU .A7IR =ENGAN AS$IKSIA &. Tu"uan Pemberian ?airan untuk ,ayi ,aru .ahir den!an as/iksia a. >en!embalikan dan mempertahankanKeseimban!an airan b. >emberikan bat I batan 9. >emberikan nutrisi parenteral 2. Keuntun!an dan keru!ian therapy ?airan Keuntun!an 0 a. E/ek therapy se!era ter9apai karena pen!hantaran bat ketempat tar!et berlan!sun! 9epat b. Abs rbsi t tal% memun!kinkan d sis bat lebih tepat dan therapy lebih dapat diandalkan 9. Ke9epatan pemberian dapat dik ntr l sehin!!a e/ek therapy dapat dipertahankan maupun dim di/ikasi d. Ras sakit dan iritasi bat5 bat tertentu "ika diberikan intramus9ular dan subkutan dapat dihindari e. Sesuai untuk bat yan! tidak dapat diabs rpsi den!an rute lain karena m lekul yan! besar% iritasi atau ketidakstabilan dalam traktus !astr intestinal. Keru!ian 0 &. Resik t ksisitasAanapilaktik dan sensitivitas tin!!i 2. K mplikasi tambahan dapat timbul 0 B K ntaminasi mikr ba melalui sirkulasi B Iritasi vaskuler # spt phlebitis + B Ink mpabilitas bat dan interaksi dari berba!ai bat tambahan.

3. Peran Pera1at terhadap Therapi ?airan pada bayi baru lahir den!an as/iksia &. >emastikan tidak ada kesalahan maupun k ntaminasi 9airan in/use maupun kemasannya. 2. >emastikan 9airan in/use diberikan se9ara benar #pasien% "enis 9airan% d sis% 9ara pemberian dan 1aktu pemberian+ 3. >emeriksa kepatenan tempat insersi 6. > nit r daerah insersi terhadap kelainan :. >en!atur ke9epatan tetesan sesuai den!an pr !ram <. > nit r k ndisi dan reaksi pasien ,A, III TINJAUAN KASUS PENGKAJIAN &. Pen!umpulan =ata a. Identitas klien Nama 0 ,y. F Usia 0 * hari Jenis Kelamin 0 Perempuan Ruan!Akamar 0 PeristiA=ahlia N . Re! 0 6(*22& =ia!n sa medik 0 ,,.SR den!an As/iksia ,erat =r. penan!!un! "a1ab 0 dr. S Sp A Tan!!al masuk 0 :5&252((D Pukul (*.&: 4I, Tan!!al pen!ka"ian 0 &35&252((D Pukul (D.(( 4I, Ap!ar sk r 0 3 #As/iksia ,erat+ b. Identitas penan!!un! "a1ab Nama 0 Tn. A Umur 0 3: tahun Peker"aan 0 4iras1asta Pendidikan 0 S>A 7ub den!an klien 0 Anak Alamat rumah 0 Pe9abean RT (6A(& Ke9. Pan!kah Kab. Te!al >asalah utama 0 Sesak na/as Ri1ayat Penyakit Sekaran! 0 Pada saat dika"i tan!!al &3 =esember 2((D Jam (D.(( 4ib% bayi tampak sesak na/as den!an respirasi *< @Amenit. Sesak berkuran! "ika p sisi bayi semi ekstensi dan terpasan! -2 Sun!kup : literAmenit ditandai den!an menurunnya retraksi r n!!a dada dan sesak tampak bertambah den!an p sisi bayi /leksi ditandai den!an penin!katan P?7. Ri1ayat Penyakit =ahulu 0 ,ayi lahir pada : I &2 I 2((D Pukul (*.&: 4I, di Ruan! >a1ar RSU= Kardinah Te!al melalui persalinan sp ntan den!an !ravidarum II% APGAR S?-RE pada menit pertama 3% menit ke : nilainya 3 dan pada menit ke &( nilainya 3% berat badan &6(( !ram% pan"an! badan 3D 9m dan air ketuban ber1arna "ernih. =an ibu klien men!atakan ri1ayat kehamilan dan persalinan anak pertama prematur. Ri1ayat penyakit keluar!a 0 Keluar!a klien men!atakan bah1a keluar!anya tidak mempunyai penyakit in/eksi menular #>isalnya T,+% penyakit kardi vaskuler #7ipertensi+% dan penyakit keturunan #=>AAsma+. Ri1ayat kehamilan persalinan sebelumnya adalah prematur dan tidak ada ri1ayat kehamilan !emeli #Kembar+. Gen !ram

Ri1ayat Psik l !is 0 Keluar!a klien men!atakan kha1atir den!an keadaan bayinya% ekspresi 1a"ah ayahnya tampak 9emas% dan bertanya5tanya men!enai k ndisi bayinya ketika men"en!uk bayinya di ruan! pera1atan. =ata S sial Ek n mi 0 Kepala keluar!a adalah ayah klien% sekali!us penan!un! "a1ab perek n mian% keputusan diambil leh ayah dan ibu klien se9ara musya1arah. A. PENGKAJIAN $ISIK 0 & Keadaan umum Keadaan umum 0 Klien tampak lemah .in!kar kepala 0 2< 9m .in!kar =ada 0 2D 9m .in!kar Perut 0 2: 9m Pan"an! ,adan 0 3D 9m ,erat badan lahir 0 &6(( !r ,, saat dika"i 0 &2(( !r .in!kar len!an atas 0 : 9m 2 8ital Si!n P 0 &3D @Amenit RR 0 *< @Amenit T 0 3'%& (? 3 Kepala ,entuk kepala n rm 9hepal% rambut tipis lurus den!an 1arna rambut hitam% tidak terdapat ben" lan% tidak ada lesi% keadaan sutura sa!italis datar% tidak ada nyeri tekan% terdapat lanu! disekitar 1a"ah. 6 >ata ,entuk mata simetris% tidak terdapat k t ran% bulu mata belum tumbuh% sklera tidak ikterik. : Telin!a ,entuk simetris% tidak terdapat serumen% tidak terdapat ben" lan dan lesi% tulan! telin!a lunak% tulan! kartila! tidak mudah membalikAlambat% terdapat lanu! < 7idun! ,entuk hidun! n rmal% P?7 p siti/% terpasan! -2 sun!kup : literAmenit% terpasan! NGT% keadaan hidun! bersih% tidat terdapat p lip dan ben" lan. * >ulut ,entuk bibir simetris% tidak terdapat labi palat ski;is% tidak terdapat st matitis% muk sa bibir tampak pu9at dan terdapat "amur sisa I sisa pemberian PASI. D =ada ,entuk dada 9ekun!% bersih% terdapat retraksi #pada dindin! epi!astrium+% RR *<@Amenit% suara na/as 8esikuler% ? r ,J I ,J II terden!ar "elas% tidak terdapat bunyi "antun! tambahan #,J III+% tidak terdapat kardi me!ali% palpasi nadi radialis brakhialis dan kar tis teraba lemah dan ire!uler. ' Pun!!un! Keadaan pun!!un! bersih% terdapat banyak lanu! % tidak terdapat tanda5tanda dekubitusA in/eksi. &( Abd men ,entuk abd men datar% ,U &( @Amenit% lin!kar perut 2: 9m% tidak terdapat hepat me!ali% tur! r kulit kuran! elastis ditandai den!an kulit kembali ke bentuk semula lebih dari 2 detik. && Umbilikus Tidak ada kelainan dan tanda5tanda in/eksi tali pusat% 1arna merah muda% bau tidak ada% tali

pusat sudah terlepas. &2 Genitalia .abia may r belum menutupi labia min r% Anus paten ditandai den!an bayi sudah ,A,% mek niun sudah keluar dan 1arna terlihat hitam dan k nsistensi lembek. &3 Inte!umen Struktur kulit halus dan tipis% merah pu9at #Pale Pink+% lapisan lemak tipis pada "arin!an kulit% keriput% tidak ada ruam merah #Skin rash+. .anu! tersebar diseluruh permukaan tubuh. &6 T nus -t t Gerakan bayi kuran! akti/% bayi ber!erak apabila diberi ran!san!an. &: Ekstrimitas Atas 0 ,entuk simetris% "ari5"ari tan!an len!kap% akral din!in tidak terdapat ben" lan dan lesi. ,a1ah 0 ,entuk simetris% "ari5"ari kaki len!kap% akral din!in% terpasan! I8$= =: M NS >ikr drip di kaki sebelah kanan den!an &( tetesAmenit% tidak terdapat ben" lan dan lesi. Udema Sian sis &< Re/leks > r 0 > r ada ditandai den!an 9ara dike"utkan se9ara tiba5tiba den!an resp n bayi terke"ut tapi lemah #sedikit meresp n+ >en!!en!!am 0 Re/leks !en!!am p siti/ tetapi lemah ditandai den!an resp n bayi men!!en!!am telun"uk pen!ka"i tetapi lemah. >en!hisap 0 >en!hisap lemah ditandai den!an bayi mau men!hisap d t tetapi daya hisap masih lemah. R tin! 0 R tin! p siti/ tapi masih lemah ditandai den!an kepala bayi men!ikuti stimulus yan! di tempelkan yan! disentuhkan di daerah bibir ba1ah da!u hanya tetapi bayi hanya men!ikuti seten!ah dari stimulus tersebut. ,abynski 0 Re/leks babinsky p siti/ ditandai den!an semua "ari hiper ekstensi den!an "emp l kaki d rsi pleksi ketika diberikan stimulus den!an men!!unakan u"un! b lp int pada telapak kaki. &* Therapy E/ ta@ 2 @ &(( m! Antibi tik iv Gentami9ine 3 @ : m! Antibi tik iv Amin philine 3 @ : m! ,r nk dilat r iv =e@amethas ne 3 @ &A3 ampul K rtik ster id iv Sanm l 2 @ (.2 99 Antipiretik parenteral S rbital 3( m! Antik mpulsi/ iv #Jika perlu+ I8$= =: M NS >ikr drip ' ttsAmenit iv &D .ab rat rium 4,? &(.( &(3Amm3 6.(A&&.( &(3Amm3 7G, &3%3 !Adl &&.(A&D.D !Adl 7?T 3<%' C 3:.(A::.( C P.T 23: &(3Amm3 &:(A6(( &(3Amm3 >P8 &(* $l <.(A&(.( $l ,. =ATA I,U Nama 0 Ny. F Usia 0 32 tahun Peker"aan 0 IRT Pendidikan 0 S>A

Status Kehamilan 0 G2 P2 A( usia kehamilan 2' min!!u 7P7T 0 &( >ei 2((D 7P. 0 &* $ebruari 2((' Ri1ayat Persalinan 0 Persalinan sp ntan% P2 A( Ri1ayat Kesehatan 0 Kehamilan prematur kuran! bulan .ama Persalinan 0 D "am 6: menit% Kala I 0 * "am% Kala II 0 &: >enit% Kala III 3( menit% kala I8 &"am setelah plasenta lahir. Ri1ayat AN? 0 Trimester & 0 & kali di bidan Trimester 2 0 & kali Trimester 3 #usia kehamilan * bulan +0 2 kali di bidan -bat I batan 0 -bat 1arun! Ri1ayat Kehamilan% Persalinan dan >asa Ni/as dahulu N Jk Umur Usia kehamilan Pen l n! ,,. Ni/as >asalah Ket &. N 2 hari 2D min!!u ,idan &2(( !r N rmal 6( hari ,,.SR >enin!!al 2. N * hari 2' min!!u ,idan &6(( !r N rmal ,,.SR 7idup Ri1ayat menstruasi ibu 0 7aid pertama 0 &2 tahun Siklus 0 2D hari teratur 8 lumeAbanyaknya 0 2 @ !anti balutan .ama haid 0 : hari ?. ANA.ISA =ATA N =ata $ kus Eti l !i >asalah & =s0 = 0 ,ayi tampak sesak na/as RR *< @A>enit Terlihat retraksi pada dindin! epi!astrium P?7 O Terpasan! -2 sun!kup #: liter A menit+ U"un! ekstrimitas teraba din!in ,,.SR Imaturitas sistem perna/asan Usaha na/as bayi tidak maksimal #A.S 0 3+ ?-2 menin!kat #7iperkapneu+ Gan!!uan pertukaran !as GG. Pertukaran -2 2 =s0 = 0 S 0 3'%& (?AAnal .euk sit &(. &(3Amm3 Struktur kulit halus dan tipis

,ayi di simpan dalam inkubat r Imaturitas "arin!an lemak pada subkutan >ekanisme pen!uapan panas #E%R%K%K+ Gan!!uan suhu tubuh #7ipertermi+ GG. Therm re!ulasi 0 7ypertermi 3 =s 0 = 0 NGT terpasan! I8$= =: M NS >ikr drip &(ttsAmenit PASI &2@ : I *%: 99Ahari Re/leks hisap lemah dan menelan lemah ,, lahir &6(( !r ,, saat dika"i &2(( !r Imaturitas sistim pen9ernaan > tilitas usus rendah =aya men9erna dan men!abs rpsi makanan berkuran! Pen! s n!an lambun! bertambah =istensi abd men Ker"a t t spin!ter kardi es pha!us berkuran! Intake nutrisi kuran! dari kebutuhan Gan!!uan pemenuhan kebutuhan nutrisi 0 kuran! dari kebutuhan tubuh 6 =s 0 Keluar!a klien men!atakan kha1atir den!an keadaan bayinya = 0 Ekspresi 1a"ah ayahnya tampak 9emas Ayah klien serin! bertanya5tanya men!enai k ndisi bayinya ketika men"en!uk bayinya di ruan! pera1atan. ,,.SR 7 spitalisasi Pera1atan ekstra di ruan! perinat l !i , ndin! Atta9hment tidak ter"adi K pin! keluar!a in e/ekti/ ?emas Gan!!uan rasa aman 0 ?emas -ran! tua : =s = 0

Terpasan! NGT I8$= =: M NS >ikr drip&(ttsAmenit di ekstrimitas ba1ah de@tra S 0 3'%& ( ? -edem pada ektremitas ba1ah de@tra yan! terpasan! in/us .euk sit &(. &(3Amm3 Imaturitas sistem imun l !i Rendahnya kadar I! G # !amma!l bulin + Penurunan antib di dan daya tahan /a! sit sis belum matur Invasi bakteri kuman pat !en%selan! in/usANGT Resik tin!!i ter"adi in/eksi Resik tin!!i ter"adi in/eksi =. =IAGN-SA KEPERA4ATAN &. Gan!!uan pertukaran -2 berhubun!an den!an Imaturitas sistem perna/asan 2. Gan!!uan Therm re!ulasi 7ipertermi berhubun!an den!an 9airan yan! diper lehAsediaan 9airan dalam tubuh bayi 3. Gan!!uan pemenuhan nutrisi 0 kuran! dari kebutuhan tubuh berhubun!an den!an Imaturitas sistem pen9ernaan 6. Gan!!uan rasa aman 0 ?emas -ran! tua berhubun!an den!an pr ses h spitalisasi :. Resik tin!!i ter"adi in/eksi berhubun!an den!an imaturitas sistem imun l !i E. PRI-RITAS =IAGN-SA KEPERA4ATAN &. Gan!!uan pertukaran -2 berhubun!an den!an Imaturitas sistem perna/asan 2. Gan!!uan Therm re!ulasi0 7ipertermi berhubun!an den!an 9airan yan! diper lehAsediaan 9airan dalam tubuh bayi 3. Gan!!uan pemenuhan nutrisi kuran! dari kebutuhan berhubun!an den!an Imaturitas sistem pen9ernaan 6. Gan!!uan rasa aman 0 ?emas -ran! tua berhubun!an den!an pr ses h spitalisasi :. Resik tin!!i ter"adi in/eksi berhubun!an den!an imaturitas sistem imun l !i $. NURSING ?ARE P.ANNING #N?P+ Nama 0 ,y. F N >edrek 0 6(*22& Umur 0 * hari =@ >edis 0 ,,.SR O As/iksia N =ia!n sa kepera1atan Tu"uan Intervensi Rasi nal & Gan!!uan pertukaran -2 berhubun!an den!an As/iksia. =itandai den!an 0 =s0 = 0 ,ayi tampak sesak RR *< @A>enit Terlihat retraksi pada dindin! epi!astrium P?7 O Terpasan! -2 sun!kup #: liter A menit+ Setelah dilakukan tindakan kepera1atan selama 3 @ 26 "am diharapkan !an!!uan pertukaran -2 kembali n rmal den!an kriteria hasil 0 B Na/as sp ntan B -2 tidak terpasan! B P?7 ne!ati/

B $rekuensi na/as n rmal 3( I <( @Amenit. B Sian sis ne!ati/. &. Atur p sisi kepala bayi sedikit ekstensi 2. Therapi -2 sesuai kebutuhan 3. > nit r irama% kedalaman /rekuensi perna/asan bayi 6. > nit r saturasi -2 tiap 2 "am :. K lab rasi pemberian bat br n9h dilat r sesuai kebutuhan &. P sisi kepala sedikit ekstensi bertu"uan untuk membuka "alan na/as dan mempermudah pen!aliran -2 atau ksi!enasi 2. Suplai -2 diberikan bertu"uan untuk mempertahankan kadar -2 dalam "arin!an. 3. >en!etahui perubahan yan! ter"adi apakah perna/asan dalam batas n rmal atau ter"adi !an!!uan. 6. Saturasi -2 dilakukan bertu"uan untuk men!etahui kadar -2 dalam "arin!an apakah dalam batas n rmal atau ter"adi !an!!uan. :. -bat br nk dilat r ber/un!si untuk membantu menurunkan sesak. 2 Gan!!uan Therm re!ulasi 7ipertermi berhubun!an den!an 9airan yan! diper lehAsediaan 9airan dalam tubuh bayi =itandai den!an 0 =s0 = 0 S 0 3'%& (?AAnal Kadar leuk sit &(. &(3Amm3 Struktur kulit halus dan tipis ,ayi di simpan dalam inkubat r Setelah dilakukan tindakan kepera1atan selama 3 @ 26 "am diharapkan suhu tubuh bayi dalam batas n rmal kriteria hasil 0 B Suhu tubuh dalam batas n rmal 3<.:( ? I 3*.:(? B ,ayi tidak re1el B ,ayi bisa tidur B Kadar leuk sit dalam batas n rmal 6.( I &&.( &(3Amm3 B Sekresi kerin!at tidak nampak. &. Atur suhu inkubat r sesuai den!an keadaan bayi. 2. -bservasi TT8 3. K mpres bayi den!an kasa yan! telah dibasahi den!an air han!at. 6. K lab rasi pemberian bat antipiretik &. Pen!aturan suhu inkubat r bertu"uan untuk men9e!ah bayi hipertermi dan menurunkan suhu bayi. 2. -bservasi TT8 dite!akan untuk men!etahui apakah bayi men!alami !an!!uan atau masih dalam keadaan batas n rmal. 3. K mpres air han!at adalah memper9epat penurunan suhu bayi. 6. Pemberian antipiretik ber/un!si untuk menurunkan suhu tubuh 3 Gan!!uan pemenuhan nutrisi kuran! dari kebutuhan berhubun!an den!an Imaturitas sistem pen9ernaan =itandai den!an 0

=s 0 = 0 NGT terpasan! I8$= =: M NS >ikr drip &( ttsAmenit. PASI &2@ : I *%: 99Ahari Re/leks hisap lemah dan menelan lemah ,, lahir 0 &6(( !r ,, saat dika"i 0 &2(( !r Setelah dilakukan tindakan kepera1atan selama 3 @ 26 "am kebutuhan 9airan dan elektr lit dapat terpenuhi den!an kriteria 0 B Tur! r kulit elastis B Tidak ter"adi penurunan ,, B Pr duksi urine & 52 ml A k! ,, A "am. B Retensi 9airan n rmal &. Ka"i re/lek hisap dan menelan bayi 2. Timban! ,, A hari den!an timban!an yan! sama 3. ,eri ASI atau PASI tiap 2 "am "ika tidak ter"adi retensi 6. .akukan -ral hy!iene :. K lab rasi pemberian 9airan sesuai kebutuhan &. Re/lek hisap dan menellan pada bayi menandakan bayi sudah dapat di berikan asupan per ral 2. Status nutrisi teridenti/ikasi 3. ASI PASI seba!ai nutrisi utama pada bayi 6. >en9e!ah ter"adinya kebasian sisa makanan dan ter"adinya pertumbuhan "amur :. Keseimban!an 9airan yan! diberikan sesuai den!an kebutuhan 6 Gan!!uan rasa aman 0 ?emas -ran! tua berhubun!an den!an tidak ter"adinya , ndin! Atta9hment. =itandai den!an 0 =s 0 Keluar!a klien men!atakan kha1atir den!an keadaan bayinya = 0 Ekspresi 1a"ah ayahnya tampak 9emas Ayah klien terus bertanya5tanya men!enai k ndisi bayinya ketika men"en!uk bayinya di ruan! pera1atan Setelah dilakukan tindakan kepera1atan selama 3 @ 26 "am diharapakan ran! tua tidak 9emas la!i den!an kriteria 0 B -ran! tua tampak tenan! B -ran! tua k perati/ B Tidak bertanya5tanya tentan! keadaan penyakit anaknya B -ran! tua suadah bertemu den!an bayinya. &. Ka"i tin!kat ke9emasan keluar!a klien 2. ka"i tin!kat pen!etahuan keluar!a tentan! penyakit yan! diderita bayinya 3. ,eri pen"elasan tentan! keadaan bayinya 6. ,eri 1aktu keluar!a untuk men!un!kapkan perasaannya &. >en!etahui dera"at ke9emasan yan! diderita leh keluar!a dan memudahkan dalam memberikan intervensi 2. >emudahkan pera1at untuk melakukan k munikasi terapeutik dalam pr ses kepera1atan 3. >enambah pen!etahuan den!an memberikan in/ rmasi tentan! keadaan yan! dialami leh

bayi 6. >en!etahui ti!kat ke9emasan yan! dialami leh keluar!a. : Resik tin!!i ter"adi in/eksi berhubun!an den!an imaturitas sistem imun l !i Terpasan! NGT I8$= &( tetesAmenit Kadar leuk sit &(.&(3Amm3 S 0 3'%& ( ? -edem pada ektremitas yan! terpasan! alat tindakan medis Setelah dilakukan tindakan kepera1atan selama 3 @ 26 "am in/eksi tidak ter"adi den!an kriteria 0 Tidak ter"adi tanda5tanda in/eksi B Kadar leuk sit dalam batas n rmal 6.( I &&.( &(3Amm3 B Suhu dalam batas n rmal 3<%: ? I 3*%: ? &. Ka"i tanda I tanda in/eksi 2. -bservasi TT8 3. Pera1atan NGT 6. Per1atan I8$= :. K lab rasi pemberian antibi tik &. Tanda5tanda in/eksi diantaranya d l r% kal r% rub r% tum r dan /un!si laesa. 2. Untuk men!etahui keadaan umum bayi apakah ter"adi !an!!uan atau dalam batas5batas n rmal 3. >en9e!ah in/eksi 6. >en9e!ah in/eksi :. Antibi tik ber/un!si untuk mematikan invasi bakteri penyebab in/eksi G. I>P.E>ENTASI KEPERA4ATAN Nama 0 ,y. F N >edrek 0 6(*22& Umur 0 * hari =@ >edis 0 ,,.SR O As/iksia N- =IAGN-SA KEPERA4ATAN TANGGA.A PUKU. I>P.E>ENTASI KEPERA4ATAN TT= & Gan!!uan pertukaran -2 berhubun!an den!an As/iksia &35&252((D (D.(( 4I, (D.(: &:5&252((D Pukul (D.(( 4I, (D.(: 4I, &<5&252((D Pukul (D.(( 4I, (D.(: 4I, &. >en!atur p sisi kepala bayi sedikit ekstensi R 0 Klien tampak lemah 7 0 P sisi kepala sudah semi ekstensi

2. >em nit r irama% kedalaman /rekuensi perna/asan bayi R 0 Sesak na/as masih terlihat 7 0 $rekuensi pernapasan *< @Amenit% retraksi dindin! dada berlebihan tidak terdapat suara na/as tambahan 3. >elakukan bservasi Therapi -2 sesuai : literAmenit sun!kup R 0 Klien tampak lemah dan pernapasan 9epat dan dan!kal 7 0 -ksi!en telah terpasan! den!an sun!kup : literAmenit 6. memberikan therapy in"eksi Amin philine d sis : m! dan =e@amethas n &A3 ampul se9ara parenteral intravena. R 0 Klien tampak menyerin!ai ekspresi kesakitan 7 0 -bat br n9k dilat r telah diin"ekan pada "am (D.(( 4I, &. >en! bservasi pemberian Therapi -2 : literAmenit sun!kup R 0 klien tampak lemah dan pernapasan 9epat dan dan!kal 7 0 -ksi!en telah terpasan! den!an sun!kup : literAmenit 2. >emberikan in"eksi Amin philine d sis : m! dan =e@amethas n &A3 ampul se9ara parenteral intravena R 0 Klien tampak menyerin!ai ekspresi kesakitan 7 0 -bat br n9k dilat r telah diin"ekan pada "am (D.(( 4I, &. >en!atur p sisi kepala bayi sedikit ekstensi R 0 Klien tampak lemah 7 0 P sisi kepala sudah semi ekstensi 2. >en! bservasi pemberian Therapi -2 sesuai : literAmenit sun!kup R 0 Klien tampak lemah dan pernapasan 9epat dan dan!kal 7 0 -ksi!en telah terpasan! den!an sun!kup : literAmenit 3. >em nit r irama% kedalaman /rekuensi perna/asan bayi R 0 Sesak masih terlihat 7 0 $rekuensi pernapasan *(@Amenit% retraksi dindin! dada berlebihan tidak terdapat suara na/as tambahan 6. memberikan in"eksi bat Amin philine d sis : m! dan =e@amethas n &A3 ampul se9ara parenteral intravena. R 0 Klien tampak menyerin!ai ekspresi kesakitan 7 0 -bat br n9k dilat r telah diin"ekan pada "am (D.(( 4I, 2 Gan!!uan Therm re!ulasi 7ipertermi berhubun!an den!an 9airan yan! diper lehAsediaan 9airan dalam tubuh bayi &35&252((D Pukul (D.(( 4I, (D.(: 4I, (D.&( 4I, &:5&252((D (D.(( 4I, (D.(: 4I, &<5&252((D (D.(( 4I,

(D.(: 4I, &. >en! bservasi TT8 ,ayi R 0 Klien tampak menan!is dan merin!!is 7 0 8ital Si!n bayi S 0 3'.& (? N0 &3D @Amenit R 0*<@Amenit 2. >emberikan Sanm l =r p (.2 99 se9ara parenteral selan! NGT. R 0 Klien Tampak menyerin!ai dan menan!is 7 0 -bat antipiretik telah diberikan 3. >en!atur suhu inkubat r 3: (? R 0 ,ayi berada dalam inkubat r 7 0 Suhu inkubat r telah disesuaikan 3: ( ? &. >en! bservasi TT8 ,ayi R 0 Klien tampak menan!is dan merin!!is 7 0 8ital Si!n bayi S 0 3*%< (? P0 &2( @Amenit R 0*6@Amenit 2. >emberikan bat antipiretik Sanm l =r p (.2 99 2@ perhari se9ara parenteral selan! NGT. R 0 Klien Tampak menyerin!ai dan menan!is 7 0 -bat antipiretik telah diberikan &. >en! bservasi TT8 ,ayi R 0 Klien tampak menan!is dan merin!!is 7 0 8ital Si!n bayi S 0 3*(? P0 &2( @Amenit R 0*( @Amenit 2. >emberikan bat antipiretik Sanm l =r p (.2 99 2@ perhari se9ara parenteral selan! NGT. R 0 Klien Tampak menyerin!ai dan menan!is 7 0 -bat antipiretik telah diberikan 3 Gan!!uan pemenuhan nutrisi kuran! dari kebutuhan berhubun!an den!an Imaturitas sistem pen9ernaan &35&252((D ('.(( 4I, ('.(: 4I, &:5&252((D ('.(: 4I, ('.&( 4I, &<5&252((D ('.(: 4I, ('.&( 4I, &. >en!ka"i re/lek hisap dan menelan bayi R 0 ,ayi meresp n den!an men"ulurkan lidah pada saat disentuh bibirnya 7 0 Re/lek menelan dan men!hisap ada tetapi lemah dan terpasan! selan! NGT 2. >emberikanPASI sebanyak :5*%: 99 melalui selan! NGT R 0 Klien tampak lemah 7 0 PASI telah diberikan sebanyak *%: 99 melalUI selan NGT

3. >enimban! ,, A hari den!an timban!an yan! sama R 0 Klien tampak lemah per!erakan kuran! akti/ 7 0 ,, Klien &2(( !ram 3. >elakukan k lab rasi pemberian 9airan sesuai kebutuhan . 7 0 Kebutuhan 9airan ,ayi adalah &( ttsAmenit #26( ml+ & >emberikan PASI sebanyak :5*%: 99 melalui selan! NGT R 0 Klien tampak lemah 7 0 PASI telah diberikan sebanyak *%: 99 melalui selan! NGT pada pukul (D.&( 4I, 2 >elakukan k lab rasi pemberian 9airan sesuai kebutuhan . 7 0 Kebutuhan 9airan ,ayi adalah &( ttsAmenit #26( ml+ &. >emberikan PASI sebanyak :5*%: 99 melalui selan! NGT R 0 Klien tampak lemah 7 0 PASI telah diberikan sebanyak *%: 99 melalui selan! NGT pada pukul ('.(( 4I, 2. >elakukan k lab rasi pemberian 9airan sesuai kebutuhan . 7 0 Kebutuhan 9airan ,ayi adalah &( ttsAmenit #26( ml+ 6 Gan!!uan rasa aman 0 ?emas -ran! tua berhubun!an den!an tidak ter"adinya , ndin! Atta9hment. &35&252((D &&.3( 4I, &:5&252((D &(.(( 4I, &. >en!ka"i ke9emasan keluar!a R 0 Keluar!a mau berk munikasi den!an pera1at dan k perati/ 7 0 -ran! tua klien men!atakan kha1atir tehadap k ndisi bayinya saat ini 2. >en!ka"i pen!etahuan ran! tua tentan! penyakit dan keadaan bayinya R 0 -ran! tua tidak men!erti den!an keadaan yan! dialami bayinya. 7 0 -ran! tua tidak men!etahui penyakit yan! diderita bayinya 3. >emberi pen"elasan tentan! keadaan bayinya saat ini R 0 -ran! tua bayi tampak 9emas 7 0 -ran! tua tampak men!erti den!an pen"elasan yan! disampaikan pera1at. 6. >emberi 1aktu keluar!a untuk bertemu den!an bayinya 7 0 -ran! tua telah melihat bayinya dari luar "endela ruan!an dan tampak senan!.. :. >emberi 1aktu keluar!a untuk men!un!kapkan perasaannya R 0 -ran! tua k perati/ 7 0 -ran! tua berharap sem !a bayinya 9epat sembuh dan se!era diba1a pulan!. . &. >en!ka"i kembali ke9emasan keluar!a R 0 Keluar!a mau berk munikasi den!an pera1at dan k perati/ 7 0 -ran! tua klien men!atakan masih kha1atir tehadap k ndisi bayinya 2. >emberi 1aktu keluar!a untuk bertemu den!an bayinya 7 0 -ran! tua telah melihat bayinya dari luar "endela ruan!an dan tampak senan!. dan in!in se!era memba1a bayinya pulan! : Resik tin!!i ter"adi in/eksi berhubun!an den!an imaturitas sistem imun l !i &35&252((D (D.(( 1ib

(D.(: 4I, &2.(( 4I, &:5&252((D (D.(( 4I, (D.(: 4I, &2.(( 4I, &. >en!ka"i tanda I tanda in/eksi pada daerah yan! terpasan! in/us dan NGT R 0 Klien tampak lemah dan !erakan kuran! akti/ 7 0 Pada daerah yan! terpasan! in/us lerlihat ruam merah dan sedikit ben!kak. 2. >emberikan anti bi tik E/ tak &((m! R 0 Klien tampak lemah 7 0 Antibi tik telah diin"ekan melalui selan! I8$= 3. >elakukan k lab rasi pemberian anti bi tik Gentamy9in :m! hari pada "am R 0 Klien tampak tertidur 7 0 Antibi tik telah diin"ekan melalui selan! I8$= &. >en!ka"i tanda I tanda in/eksi pada daerah yan! terpasan! in/us dan NGT R 0 Klien tampak lemah dan !erakan kuran! akti/ 7 0 Pada daerah yan! terpasan! in/us lerlihat ruam merah dan sedikit ben!kak. 2. >emberikan anti bi tik E/ tak &((m! R 0 Klien tampak lemah 7 0 Antibi tik telah diin"ekan melalui selan! I8$= 3. >elakukan k lab rasi pemberian anti bi tik Gentamy9in :m! hari pada "am R 0 Klien tampak tertidur 6. 7 0 Antibi tik telah diin"ekan melalui selan! I8$= 7. E8A.UASI KEPERA4ATAN Nama 0 ,y. F N >edrek 0 6(*22& Umur 0 * hari =@ >edis 0 ,,.SR O As/iksia N- =IAGN-SA KEPERA4ATAN TANGGA. APUKU. E8A.UASI TT= & Gan!!uan pertukaran -2 berhubun!an den!an As/iksia &*5&252((D Pkl. (D.(( S 0 -0 B ,ayi terlihat Sesaknya berkuran! B R 0 <D @Amenit B -2 masih terpasan! se9ara binasal 2 literAmenit B Retraksi r n!!a epi!astrium B P?7 tidak terdapat B Tidak ter"adi 9yan sis A 0 >asalah teratasi seba!ian P 0 .an"utkan intervensi I0 B Atur p sisi kepala bayi sedikit ekstensi B Therapi -2 sesuai kebutuhan B > nit r /rekuensi perna/asan bayi

B > nit r saturasi -2 tiap 2 "am B K lab rasi pemberian bat br n9h dilat r sesuai kebutuhan 2 Gan!!uan Therm re!ulasi 7ipertermi berhubun!an den!an 9airan yan! diper lehAsediaan 9airan dalam tubuh bayi &*5&252((D Pkl. (D.&( 4ib S 0 -0 B Keadaan umum bayi lemah dan !erakannya kuran! akti/ B ,ayi masih dalam inkubat r B Tanda5tanda vital S0 3<.: ( ? P0 &(D @A menit R. <D @Amenit B ,ayi dibed n! den!an kain yan! bersih dan han!at B Kulit tipis dan belum terbentuk "arin!an lemak A 0 >asalah teratasi P 0 .an"utkan intervensi I0 B -bservasi TT8 B Atur suhu inkubat r sesuai den!an suhu ruan!an B Ka"i penyebab hipertermiAhip termi B Ganti p p k apabila basah K lab rasi pemberian antipiretik sesuai kebutuhan 3 Gan!!uan pemenuhan nutrisi kuran! dari kebutuhan berhubun!an den!an Imaturitas sistem pen9ernaan &*5&252((D Pkl. ('.(( 4ib S0 5 -0 B NGT tidak terpasan! B >untah tidak ada B Replek men!hisap ada dan lemah B PASI per ral 2 "am sekali sebanyak : 99 B ,,0 &2(( !ram B Tur! r kulit tidak elastis B I8$= =: M NS >ikr drip &( ttsAmenit A 0 >asalah teratasi seba!ian P 0 .an"utkan Intervensi I0 B Ka"i re/lek hisap dan menelan bayi B Timban! ,, A hari den!an timban!an yan! sama B ,eri ASI atau PASI tiap 2 "am "ika tidak ter"adi retensi B ,ersihkan sisa5sisa susu di mulut bayi B -bservasi intake dan utput 9airan B Ka"i ,ab dan ,AK bayi B K lab rasi pemberian 9airan sesuai kebutuhan perhari 6 Gan!!uan rasa aman 0 ?emas -ran! tua berhubun!an den!an tidak ter"adinya , ndin! Atta9hment. &*5&252((D Pkl. &&.(( 4I, S 0 -ran! tua bayi men!atakan in!in se!era memba1a pulan! bayinya dan kapan bayinya sembuh -0 B -ran! tua klien tampak !elisah B -ran! tua klien k perati/

B -ran! tua klien tampak 9emas A 0 >asalah teratasi seba!ian P 0 .an"utkan intervensi I0 B Ka"i tin!kat ke9emasan -ran! Tua B Ka"i tin!akat pen!etahuan -ran! Tua B ,eri 1aktu keluar!a untuk bertemu den!an bayinya B ,eri pen"elasan tentan! keadaan bayinya B ,eri 1aktu keluar!a untuk men!un!kapkan perasaannya B > tivasi -ran! tua bayi a!ar selalu men"en!uk selam bayi salam pera1atan : Resik tin!!i ter"adi in/eksi berhubun!an den!an imaturitas sistem imun l !i &*5&252((D Pkl. &2.(( 4I, S 0 -0 B Tanda5tanda vital B S0 3<.D ( ? P0 &(2 @Amenit R. <D @Amenit B Terdapat ben!kak pada daerah yan! terpasan! I8$=. B Terpasan! I8$= =: M Ns &( ttsAmenit A 0 >asalah teratasi seba!ian P 0 .an"utkan intervensi I0 B Ka"i tanda I tanda in/eksi B >elakukan pera1atan NGT dan In/us B -bservasi TT8 B K lab rasi pemberian antibi tik ,A, I8 PE>,A7ASAN ,erdasarkan study kasus ,,.SR den!an As/iksia pada ,y. F di Ruan! Perinat l !iA=ahlia RSU= Kardinah Te!al% ditemukan beberapa masalah kepera1atan yaitu 0 <. Gan!!uan pertukaran -2 berhubun!an den!an Imaturitas sistem perna/asan *. Gan!!uan Therm re!ulasi0 7ipertermi berhubun!an den!an 9airan yan! diper lehAsediaan 9airan dalam tubuh bayi D. Gan!!uan pemenuhan nutrisi kuran! dari kebutuhan berhubun!an den!an Imaturitas sistem pen9ernaan '. Gan!!uan rasa aman 0 ?emas -ran! tua berhubun!an den!an pr ses h spitalisasi &(. Resik tin!!i ter"adi in/eksi berhubun!an den!an imaturitas sistem imun l !i Sedan!kan masalah kepera1atan pada te ri 0 &. P la na/as tidak e/ekti/ berhubun!an den!an kuran!nya trans/er ksi!en dari ibu ke "anin. 2. Resik tin!!i !an!!uan keseimban!an asam basa 0 Asid sis metab lik dan respirat ry berhubun!an den!an ke!a!alan berna/as. 3. Resik tin!!i kuran!nya v lume 9airan dan elektr lit berhubun!an den!an pembatasan intake. 6. Resik tin!!i k mplikasi 7ip !likemia berhubun!an den!an penin!katan metab lisme. =ari beberapa dia!n sa yan! di temukan dilapan!an% ada beberapa dia!n sa yan! tidak mun9ul pada te ri diantaranya 0 &. Gan!!uan rasa aman 0 ?emas -ran! tua berhubun!an den!an pr ses h spitalisasi

2. Gan!!uan Therm re!ulasi0 7ipertermi berhubun!an den!an 9airan yan! diper lehAsediaan 9airan dalam tubuh bayi 3. Gan!!uan pemenuhan nutrisi kuran! dari kebutuhan berhubun!an den!an Imaturitas sistem pen9ernaan 6. Resik tin!!i ter"adi in/eksi berhubun!an den!an imaturitas sistem imun l !i ,A, 8 PENUTUP A. KESI>PU.AN Kematian perinatal pada bayi berat badan lahir rendah D kali lebih besar dari bayi n rmal pada umur kehamilan yan! sama. Kalaupun bayi men"adi de1asa ia akan men!alami !an!!uan pertumbuhan% baik /isik maupun mental. Pr !n sis akan lebih buruk la!i bila berat badan makin rendah. An!ka kematian yan! tin!!i terutama disebabkan leh serin!nya di"umpai kelainan k mplikasi ne natal seperti as/iksia% aspirasi pneum nia% perdarahan intrakranial% dan hip !likemia. ,ila bayi ini selamat kadan!5 kadan! di"umpai kerusakan pada syara/ dan akan ter"adi !an!!uan bi9ara% IJ yan! ,erdasarkan study kasus ,,.SR den!an As/iksia pada ,y. F di Ruan! Perinat l !iA=ahlia RSU= Kardinah Te!al% ditemukan beberapa masalah kepera1atan yaitu 0 &&. Gan!!uan pertukaran -2 berhubun!an den!an Imaturitas sistem perna/asan &2. Gan!!uan Therm re!ulasi0 7ipertermi berhubun!an den!an 9airan yan! diper lehAsediaan 9airan dalam tubuh bayi &3. Gan!!uan pemenuhan nutrisi kuran! dari kebutuhan berhubun!an den!an Imaturitas sistem pen9ernaan. &6. Gan!!uan rasa aman 0 ?emas -ran! tua berhubun!an den!an pr ses h spitalisasi. &:. Resik tin!!i ter"adi in/eksi berhubun!an den!an imaturitas sistem imun l !rendah% dan !an!!uan lainnya. ,. SARAN &. Intitusi Pendidikan. =iharapkan a!ar lebih mempersiapkan mahasis1a yan! ter"un ke lahan praktek% a!ar lebih bisa menerapkan apa yan! telah didapat dari institusi pendidikan% dan lebih memantau kiner"a mahasis1a selama di lahan praktek% melalui bimbin!an se9ara intensi/. 2. .ahan Praktek. =isarankan untuk dapat menin!katkan pen!a1asan #bimbin!an+ kepada >ahasis1a Praktikan yan! selan"utnya% a!ar lebih baik% terarah% dalam men!aplikasikan materi yan! sudah didapat dari kampus di lahan praktek sehin!!a lebih menin!katkan mutu kepera1atan khususnya pada kasus5kasus ,,.SR den!an As/iksia dan menurunkan an!ka kematian ne natus. 3. >ahasis1a praktikan. =iharapkan a!ar lebih mendalami ilmu kepera1atan% khususnya pada kasus5kasus ,,.SR den!an As/iksia dan perinatal% "u!a diharapkan mampu menerapkan te ri se9ara aplikati/ sebisa mun!kin yan! telah didapatkan. =A$TAR PUSTAKA ,et;% . ? dan S 1den% . A. 2((2. Kepera1atan Pediatri Edisi 3. Jakarta 0 EG?.

$riedman% &''D. Kepera1atan Keluar!a. Jakarta 0 EG?. Ga//ar% Jumadi. ..-. &'''. Pen!antar Kepera1atan Pr /esi nal. Jakarta 0 EG?. Garna% 7eri.dkk. 2(((. Ped man =ia!n sis dan Terapi Ilmu Kesehatan Anak Edisi Ke dua.,andun! 0 $KU Pad"ad"aran. Iriant % Kus. =rs. 2((6. Struktur =an $un!si Tubuh >anusia Untuk Paramedis. ,andun! 0 Frama 4idya. .aksman% 7endra% T. =r. 2((3. Kamus Ked kteran. Jakarta 0 ="ambaran. >ans" er% Ari/% dkk. 2((&. Kapita Selekta Ked kteran Edisi keti!a Jilid &. Jakarta 0 EG?. >arkum. &''D. Ilmu Kesehatan Anak% ,uku A"ar Jilid &% ,a!ian Kesehatan Anak % $akultas UI% Jakarta. N!astiyah. &''*. Pera1atan Anak Sakit. Jakarta 0 EG?. Pra1ir hard" % Sar1 n % =R. dr. Sp-G 2((:% I.>U KE,I=ANAN. Jakarta F,P5SP Shel v% Steven P dan 7annemann% R bert E. 2((6. Panduan .en!kap Pera1atan ,ayi =an ,alita. The Ameri9an A9ademy -/ Pediatri9s. Jakarta 0 AR?AN. Sta/ Pen!a"ar Ilmu Kesehatan Anak. 2((2. Ilmu Kesehatan Anak &. Jakarta 0 $KUI. Supartini% Fupi% S.Kep% >S9. 2((6. ,uku A"ar K nsep =asar Kepera1atan Anak. Jakarta 0 EG?. Tambay n!% Jan. =r. 2(((. Pat /isi l !i Untuk Kepera1atan. Jakarta 0 EG?. 444.>edi9ine and linu@.9 m 444. Pediatri9.9 m
http://icoel.)ordpress.com/askep-anak-2/askep-anak/asuhan-kepera)atan-bblr/ erat Badan Lahir Rendah (BBLR) Pengertian Berat badan lahir rendah (BBLR) adalah bayi baru lahir dengan berat badan pada saat kelahiran kurang dari 2500 gr atau lebih rendah (WHO, 1 !1)" #ala$ hal ini dibedakan $en%adi & 1" Pre$aturitas $urni

'aitu bayipada keha$ilan ( )* $inggu dengan berat badan sesuai" 2" Retardasi pertu$buhan %anin intra uterin (+,-R) 'aitu bayi yang lahir dengan berat badan rendah dan tidak sesuai dengan usia keha$ilan"

.ti/l/gi Penyebab kelahiran pre$atur tidak diketahui, tapi ada beberapa 0akt/r yang berhubungan, yaitu & 1" 1akt/r ibu 2 -i3i saat ha$il yang kurang, u$ur kurang dari 20 tahun atau diaatas )5 tahun 2 4arak ha$il dan persalinan terlalu dekat, peker%aan yang terlalu berat 2 Penyakit $enahun ibu & hipertensi, %antung, gangguan pe$buluh darah, per/k/k 2" 1akt/r keha$ilan 2 Ha$il dengan hidra$ni/n, ha$il ganda, perdarahan antepartu$ 2 5/$plikasi keha$ilan & preekla$sia6ekla$sia, ketuban pe7ah dini )" 1akt/r %anin 2 8a7at ba9aan, in0eksi dala$ rahi$ :" 1akt/r yang $asih belu$ diketahui

5/$plikasi 2 ;indr/$ aspirasi $ek/niu$, as0iksia ne/nat/ru$, sindr/$ distres respirasi, penyakit $e$bran hialin 2 #is$atur preter$ teruta$a bila $asa gestasinya kurang dari )5 $inggu 2 Hiperbilirubine$ia, patent du7tus arteri/sus, perdarahan <entrikel /tak 2 Hip/ter$ia, Hip/glike$ia, Hip/kalse$ia, =ne$i, gangguan pe$bekuan darah 2 +n0eksi, retr/lental 0ibr/plasia, ne7r/ti3ing enter/7/litis (>.8) 2 Br/n7h/pul$/nary dysplasia, $al0/r$asi k/nginetal

Penatalaksanaan 2 Resusitasi yang adekuat, pengaturan suhu, terapi /ksigen 2 Penga9asan terhadap P#= (Patent #u7tus =rteri/sus) 2 5esei$bangan 7airan dan elektr/lit, pe$berian nutrisi yang 7ukup 2 Pengel/laan hiperbilirubine$ia, penanganan in0eksi dengan antibi/tik yang tepat"

#iagn/sa 5epera9atan 'ang ?un7ul 1" P/la na0as tidak e0ekti0 b6d tidak adekuatnya ekspansi paru 2" -angguan pertukaran gas b6d kurangnya <entilasi al<e/lar sekunder terhadap de0isiensi sur0aktan )" Resik/ tinggi gangguan kesei$bangan kesei$bangan 7airan dan elektr/lit b6d ketidak$a$puan gin%al $e$pertahankan kesei$bangan 7airan dan elektr/lit :" Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan tidak adekuatnya persediaan 3at besi, kalsiu$, $etab/lis$e yang tinggi dan intake yang kurang adekuat"

+nter<ensi #iagn/sa 5epera9atan 1 & P/la na0as tidak e0ekti0 b6d tidak adekuatnya ekspansi paru @u%uan & P/la na0as yang e0ekti0 5riteria Hasil & 2 5ebutuhan /ksigen $enurun 2 >a0as sp/ntan, adekuat 2 @idak sesak" 2 @idak ada retraksi +nter<ensi 2 Berikan p/sisi kepala sedikit ekstensi 2 Berikan /ksigen dengan $et/de yang sesuai 2 Obser<asi ira$a, kedala$an dan 0rekuensi perna0asan

#iagn/sa 5epera9atan 2 & -angguan pertukaran gas b6d kurangnya <entilasi al<e/lar sekunder terhadap de0isiensi sur0aktan @u%uan & Pertukaran gas adekuat

5riteria & 2 @idak sian/sis" 2 =nalisa gas darah n/r$al 2 ;aturasi /ksigen n/r$al" +nter<ensi & 2 Lakukan isap lendir kalau perlu 2 Berikan /ksigen dengan $et/de yang sesuai 2 Obser<asi 9arna kulit 2 ,kur saturasi /ksigen 2 Obser<asi tandaAtanda perburukan perna0asan 2 Lap/r d/kter apabila terdapat tandaAtanda perburukan perna0asan 2 5/lab/rasi dala$ pe$eriksaan analisa gas darah 2 5/lab/rasi dala$ pe$eriksaan sur0aktan

#iagn/sa 5epera9atan ) & Resik/ tinggi gangguan kesei$bangan kesei$bangan 7airan dan elektr/lit b6d ketidak$a$puan gin%al $e$pertahankan kesei$bangan 7airan dan elektr/lit @u%uan & Hidrasi baik 5riteria& 2 @urg/r kulit elastik 2 @idak ada ede$a 2 Pr/duksi urin 1A2 776kgbb6%a$ 2 .lektr/lit darah dala$ batas n/r$al +nter<ensi & 2 Obser<asi turg/r kulit" 2 8atat intake dan /utput 2 5/lab/rasi dala$ pe$berian 7airan intra <ena dan elektr/lit 2 5/lab/rasi dala$ pe$eriksaan elektr/lit darah"

#iagn/sa 5epera9atan : & Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan tidak adekuatnya persediaan 3at besi, kalsiu$, $etab/lis$e yang tinggi dan intake yang kurang adekuat

@u%uan & >utrisi adekuat 5riteria & 2 Berat badan naik 10A)0 gra$ 6 hari 2 @idak ada ede$a 2 Pr/tein dan albu$in darah dala$ batas n/r$al +nter<ensi & 2 Berikan =;+6P=;+ dengan $et/de yang tepat 2 Obser<asi dan 7atat t/leransi $inu$ 2 @i$bang berat badan setiap hari 2 8atat intake dan /utput 2 5/lab/rasi dala$ pe$berian t/tal parenteral nutriti/n kalau perlu" http://))).*acebook.com/topic.php>uid?111!2!92-9-="99@topic?19

5(,5-R )-R625
.-,D(+*0*(, Kanker serviks adalah keadaan dimana sel kehilan!an kemampuannya dalam men!endalikan ke9epatan pembelahan dan pertumbuhannya. N rmalnya% sel mati seimban! den!an "umlah sel yan! tumbuh. Apabila sel tersebut sudah men!alami mali!nasiAke!anasan atau bersi/at kanker maka sel tersebut terus menerus membelah tanpa memperhatikan kebutuhan% sehin!!a membentuk tum r atau berkemban! Ktumbuh baruL tetapi tidak semua yan! tumbuh baru itu bersi/at karsin !en #=aniele Gale% &''<+. ,eberapa /akt r yan! mempen!aruhi insiden ?a ?ervi@ adalah 0 usia% ras% etnik% status s sial ek n mi% p la seksual% per k k% dan terpa"an virus terutama virus 7P8. Pada usia 6:5:: merupakan pun9ak insiden ter"adinya ?a 9ervi@. 4anita Amerika asal A/rika dan asal 7ispanik mempunyai an!ka ke"adian yan! lebih tin!!i dibandin! den!an kel mp k masyarakat kulit putih #?ausasian+. Pada 1anita yan! akti/ men"alankan aktivitas seksual di 1aktu muda serta ber!anti5!anti pasan!an mempunyai resik yan! lebih besar. Ada dua tipe dalam pemba!ian ?a 9ervi@% yaitu 0 ?a tipe Skuam sa dan Tipe Aden karsin ma. Karsin ma Skuam sa insidennya men9apai D(5':C dan serin! ter"adi pada usia lan"ut. =an sisanya merupakan insiden dari Aden karsin ma yan! serin! ter"adi pada 1anita muda dan biasanya ?a ini berkemban! men"adi san!at a!resi/. >enurut Gale tidak ada tanda yan! spesi/ik pada kasus ?a ini. Pada kasus ini tidak selalu tampak tum r% tetapi kadan! ter"adi perdarahan karena ulserasi pada permukaan 9ervi@. Adanya perdarahan inilah yan! men!haruskan 1anita ini datan! ke pusat pelayanan kesehatan% adanya nyeri abd men dan pun!!un! ba1ah mun!kin dapat men"adikan petun"uk bah1a penyakit ini telah berkemban! den!an san!at 9epat. T2,7(*(, .*)T(K( .-,8-RT2(, Kanker serviks adalah penyakit akibat tum r !anas pada daerah mulut rahim seba!ai akibat dari adanya pertumbuhan "arin!an yan! tidak terk ntr l dan merusak "arin!an n rmal

disekitarnya #$KUI% &''() $KKP% &''*+. Kanker serviks serin! dian!!ap seba!ai suatu penyakit menular seksual yan! disebabkan leh in/eksi !alur5!alur tertentu untuk papil ma manusia #7P8+. Kanker serviks palin! serin! timbul pada 1anita yan! memiliki banyak pasan!an seksualAyan! pasan!an seksual dan yan! pasan!an seksualnya pernah memiliki banyak pasan!an seksual lain #?ar1in% 2(((+. Kanker serviks merupakan karsin ma !inek l !i yan! terbanyak diderita #>an" er% &'''+. 3(KT1R .-,5-T*) Penyebab kanker serviks belum "elas diketahui namun ada beberapa /akt r resik dan predisp sisi yan! men n" l% antara lain 0 Umur pertama kali melakukan hubun!an seksual Penelitian menun"ukkan bah1a semakin muda 1anita melakukan hubun!an seksual semakin besar mendapat kanker serviks. Ka1in pada usia 2( tahun dian!!ap masih terlalu muda. Jumlah kehamilan dan partus Kanker serviks terbanyak di"umpai pada 1anita yan! serin! partus. Semakin serin! partus semakin besar kemun!kinan resik mendapat karsin ma serviks. Jumlah perka1inan 4anita yan! serin! melakukan hubun!an seksual dan ber!anti5!anti pasan!an mempunyai /akt r resik yan! besar terhadap kanker serviks ini. In/eksi virus In/eksi virus herpes simpleks #7S852+ dam virus papil ma atau virus k ndil ma akuminta didu!a seba!ai /akt r penyebab kanker serviks. S sial ek n mi Karsin ma serviks banyak di"umpai pada ! l n!an s sial ek n mi rendah mun!kin /akt r s sial ek n mi erat kaitannya den!an !i;i% imunitas dan kebersihan perse ran!an. Pada ! l n!an s sial ek n mi rendah umumnya kuantitas dan kualitas makanan kuran! hal ini mempen!aruhi imunitas tubuh. 7y!iene dan sirkumsisi =idu!a adanya pen!aruh mudah ter"adinya kanker serviks pada 1anita yan! pasan!annya belum disirkumsisi. 7al ini karena pada pria n n sirkum hy!iene penis tidak tera1at sehin!!a banyak kumpulan5kumpulan sme!ma. >er k k dan AK=R #Alat K ntrasepsi =alam Rahim+ >er k k akan meran!san! terbentuknya sel kanker% sedan!kan pemakaian AK=R akan berpen!aruh terhadap serviks yaitu bermula dari adanya er si diserviks yan! kemudian men"adi in/eksi yan! berupa radan! yan! terus menerus% hal ini dapat seba!ai pen9etus terbentuknya kanker serviks. -T210182 Idi patik K0()232K()2 .-RT*4B*+(, )-0 (K(, K(,K-R )-R62K) Mikroskopis =isplasia =isplasia rin!an ter"adi pada seperti!a ba!ian basal epidermis. =isplasia berat ter"adi pada dua perti!a epidermi hampir tidak dapat dibedakan den!an karsin ma insitu. Stadium karsin ma insitu Pada karsin ma insitu perubahan sel epitel ter"adi pada seluruh lapisan epidermis men"adi karsin ma sel skuam sa. Karsin ma insitu yan! tumbuh di daerah ektr serviks% peralihan sel skuam sa k lumnar dan sel 9adan!an end serviks. Stadium karsin ma mikr invasi/

Pada karsin ma mikr invasi/% disampin! perubahan dera"at pertumbuhan sel menin!kat "u!a sel tum r menembus membrana basalis dan invasi pada st ma se"auh tidak lebih : mm dari membrana basalis% biasanya tum r ini asimt matik dan hanya ditemukan pada skrinin! kanker. Stadium karsin ma invasi/ Pada karsin ma invasi/ perubahan dera"at pertumbuhan sel men n" l besar dan bentuk sel bervariasi. Pertumbuihan invasi/ mun9ul di area bibir p steri r atau anteri r serviks dan meluas keti!a "urusan yaitu "urusan / rniks p steri r atau anteri r% "urusan parametrium dan k rpus uteri. ,entuk kelainan dalam pertumbuhan karsin ma serviks Pertumbuhan eks /ilik% berbentuk bun!a k l% tumbuh kearah va!ina dan dapat men!isi seten!ah dari va!ina tanpa in/iltrasi ke dalam va!ina% bentuk pertumbuhan ini mudah nekr sis dan perdarahan. Pertumbuhan end /ilik% biasanya lesi berbentuk ulkus dan tumbuh pr !resi/ meluas ke / rniks% p steri r dan anteri r ke k rpus uteri dan parametrium. Pertumbuhan n dul% biasanya di"umpai pada end serviks yan! lambat laun lesi berubah bentuk men"adi ulkus. Makroskopis Stadium preklinis Tidak dapat dibedakan den!an serviksitis kr nik biasa Stadium permulaan Serin! tampak seba!ian lesi sekitar stium e@ternum Stadium seten!ah lan"ut Telah men!enai seba!ian besar atau seluruh bibir p rsi Stadium lan"ut Ter"adi pen!rusakan dari "arin!an serviks% sehin!!a tampaknya seperti ulkus den!an "arin!an yan! rapuh dan mudah berdarah. 4(,23-)T()2 K02,2K =ari Anamnesis didapatkan keluhan 0 >etr rar!ia #perdarahan uterus yan! ter"adi di luar siklus menstruasi+ Keputihan 1arna putihApurulen yan! berbau dan tidak !atal Perdarahan pas9a 9 itus Perdarahan sp ntan ,au busuk yan! khas Pada yan! lan"ut ditemukan keluhan 9epat lelah% kehilan!an berat badan dan anemia. Pada pemeriksaan /isik serviks dapat teraba% membesar% ire!ular dan teraba lunak. ,ila tum r tumbuh eks /itik maka akan terlihat lesi pada p rsi Asudah sampai va!ina. PATOFISIOLOGI Karsin ma serviks timbul dibatas antara epitel yan! melapisi ekt serviks #parsial+ dan end serviks kanalik serviks yan! disebut SPuam ? lumnar Jun9ti n #S?J+. Pada 1anita muda S?J ini berada di luar stium uteri eksterneum% sedan! 1anita berumur Q 3: tahun S?J berada didalam kanalis serviks. Pada a1al perkemban!annya kanker serviks tak memberi tanda5tanda atau keluhan. Pada pemeriksaan den!an spekulum tampak seba!ai p rsi yan! er si/ #>etaplasia Skuam sa+ yan! /isi l !iApat l !ik. Tum r dapat tumbuh eks /itik mulai dari S?J ke arah lumen va!ina seba!ai masa pr li/erasi men!alami in/eksi sekunder dan nekr sis% end /itik mulai dari S?J tumbuh ke dalam serviks dan 9enderun! utuh men!adakan in/iltrasi men"adi ulkus% ulserati/ 9enderun! merusak "arinan serviks den!an melibatkan a1al /arniase va!ina men"adi ulkus yan! luas.

Serviks yan! n rmal% se9ara alami men!alami pr ses metaplasi #erasi + akibat salin! desak mendesaknya kedua "enis epital yan! melapisi. =en!an masuknya muta!en% p rsi yan! er si/ #metaplasia skuam sa+ yan! semula /aaliA/isi l !ik dapat berubah men"adi pat l !ik #displatik5diskari tik+ melalui tin!katan NIS5I% II% III dan KIS untuk akhirnya men"adi karsin ma invasi/. Sekali men"adi mikr invasi/ atau invasi/% pr ses ke!anasan akan ber"alan terus. Peri de laten #dari NIS5I sAd KIS+ ter!antun! dari daya tahan tubuh penderita. Umumnya /ase prainvasi/ berkisar antara 35&( tahun #rata5rata :5&( tahun+. Perubahan epitel displatik serviks se9ara k ntinu yan! masih memun!kinkan ter"adinya re!resi sp ntan den!an pen! batanAtanpa di bati itu dikenal den!an unitarian 9 n9ept dari Ri9hart. 7ist pat l !ik seba!ian terbesar #':5'*C+ berupa epiderm id atau sPuam us 9ell 9ar9in ma% sisanya aden karsin ma% 9lear9ell 9ar9in maAmes nephr id 9ar9in ma% dan yan! palin! "aran! adalah sark ma. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK Sit l !iAPap Smear #Pr stati9 A9id Ph sphate+ Keuntun!an% murah dapat memeriksa ba!ian5ba!ian yan! tidak terlihat. Kelemahan% tidak dapat menentukan den!an tepat l kalisasi. S9hillentest Epitel karsin ma serviks tidak men!andun! !ly9 !en karena tidak men!ikat y dium. Kalau p rsi diberi y dium maka epitel karsin ma yan! n rmal akan ber1arna 9 klat tua% sedan! yan! terkena karsin ma tidak ber1arna. K lp sk pi >emeriksa den!an men!!unakan alat untuk melihat serviks den!an lampu dan dibesarkan &(56( kali. Keuntun!an 0 dapat melihat "elas daerah yan! bersan!kutan sehin!!a mudah untuk melakukan bi psy. Kelemahan 0 hanya dapat memeriksa daerah yan! terlihat sa"a yaitu p rsi % sedan! kelainan pada skuam sa 9 lumnar "un9ti n dan intra servikal tidak terlihat. K lp mikr sk pi >elihat hapusan va!ina #Pap Smear+ den!an pembesaran sampai 2(( kali. ,i psi =en!an bi psi dapat ditemukan atau ditentukan "enis karsin manya K nisasi =en!an 9ara men!an!kat "arin!an yan! berisi selaput sendir serviks dan epitel !epen! dan kelen"arnya. K nisasi dilakukan bila hasil sit l !i mera!ukan dan para serviks tidak tampak kelainan5kelainan yan! "elas. Pemeriksaan se9ara radi l !is #?T S9an dan >RI+ untuk men!etahui apakah sudah ada penyebaran l kal dari 9a tersebut. Servik !ra/i Ginesk pi Pap netApemeriksaan terk mputerisasi den!an hasil lebih sensitive KLASIFIKASI KLINIS Klasi/ikasi yan! di!unakan adalah I$G- #Internati nal $ederati n / Gyne9 l !y and -bstetri9s+ yaitu 0 a.Tin!kat klinik (0 Karsin ma insitu atau karsin ma intraepitel 0 membrana basalis masih utuh. b.Tin!kat klinik I0 Pr ses terbatas pada serviks.

Ia0 >embrana basalis sudah rusak dan sel tum r !anas sudah memasuki str ma% tetapi tidak melebihi & mm dan sel tim r tidak terdapat dalam pembuluh lim/e atau pembuluh darah. Ib. 990 #Ib% 99ult H Ib yan! tersembunyi+% se9ara klinis tum r ini belum tampak seba!ai karsin ma% tetapi pada pemeriksaan hist l !ik ternyata tum r telah men!adakan invasi str ma melebihi Ia. Ib0 Se9ara klinis sudah didu!a adanya tum r !anas dan se9ara hist l !ik terdapat invasi ke str ma 9.Tin!kat klinik II0 Pr ses sudah keluar dari seviks dan men"alar ke 2A3 ba!ian atas va!ina dan atau ke parametrium tetapi tidak sampai ke dindin! pan!!ul. IIa0 Penyebaran ke va!ina% parametrium masih bebas dari pr ses. IIb0 Penyebaran ke parametrium. d.Tin!kat klinik III0 Penyebaran telah sampai ke &A3 distal va!ina atau ke parametrium sampai dindin! pan!!ul. IIIa0 Penyebaran ke va!ina% pr ses di parametrium tidak men"adi pers alan% asal tidak sampai pada dindin! pan!!ul. IIIb0 Penyebaran ke parametrium sampai dindin! pan!!ul #tidak ditemukan daerah bebas antara tum r dan dindin! pan!!ul+% atau pr ses pada tin!kat klinik I dan II tetapi disertai !an!!uan /un!si !in"al. e.Tin!kat klinik I80 Tum r telah men9apai muk sa rektum atau kandun! ken9in! atau telah ter"adi metastasis ke luar pan!!ul ke9il atau ke tempat5tempat "auh. I8a0Pr ses sudah keluar dari pan!!ul ke9il atau sudah sampai muk sa rektum atau kandun! ken9in!. I8b0Telah ter"adi penyebaran "auh. TERAPI Irradiasi =apat dipakai untuk semua stadium =apat dipakai untuk 1anita !emuk tua dan pada medi9al risk Tidak menyebabkan kematian seperti perasi = sis Penyinaran ditu"ukan pada "arin!an karsin ma yan! terletak diserviks K mplikasi irradiasi Kerentanan kandun! ken9in! =iarrhea ?-NT-7 KASUS Anda saat ini bertu!as di ruan! !inek l !i% terdapat klien Ny. I 6( tahun% status penikahan ka1in. >asuk RS se"ak 2D Juni (:. Pen!ka"ian dilakukan tan!!al 2* Juli (:. Status bstetri G<P<A(. =@. >edis 9arsin ma epiderm id serviks stadium III ,. Keluhan utama saat ini nyeri pada perut kiri ba1ah. =ari keluar!a klien tidak ada yan! menderita penyakit seperti ini sebelumnya. Ri1ayat haid klien menar9he usia &< tahun% haid terakhir 3 bulan yan! lalu%

siklus teratur 2D hari. Klien men!eluh takut terhadap penyakit yan! menimpanya karena telah dilakukan eksternal radiasi &3@ tetapi belum ada perubahan yan! berarti. Klien tampak lemah tidak ber!airah. T= &&(AD( @Amnt% N D( @Amnt% RR 26 @Amnt. Klien 9enderun! tidur dan "aran! berk munikasi den!an klien lainnya. Ny I menyatakan skala nyeri 6% seperti tertindih benda berat% mun9ul setiap : "am5an sekali durasi & menit. Terapi alirani n &vit A &@&% in" kalne@ 3@& asam me/enamat 3@:(( m!. 7b klien &(%< !rC% 7t 3&%DC% leuk sit '%* rbAmm3. Klien telah mampu melakukan teknik na/as dalam bila nyerinya datan!. Klien "u!a merasa malu den!an penyakitnya% klien bertanya apakah ini hukuman dari Tuhan karena kesalahannya. Klien malu terhadap suaminya S al A Ran9anakan N?P pada klien tersebutR Apa intervensi anda dan ba!aimana evaluasinya S #kaitkan den!an data+ Pen!ka"ian =ata Sub"ekti/ Identitas pasien Nama 0 Ny. I Umur 0 6( tahun A!ama 0 Islam Suku 0 Ja1a Pendidikan 0 =III Peker"aan 0 4iras1asta Alamat 0 Kabupaten E Identitas suami Nama 0 Tn. E Umur 0 6: tahun A!ama 0 Islam Suku 0 Ja1a Pendidikan 0 S& Peker"aan 0 Pen!a"ar S>U Alamat 0 Kabupaten E Alasan datan! 0 untuk melakukan terapi eksternal radiasi Keluhan utama 0 nyeri pada perut kiri ba1ah den!an skala 6 mun9ul : "am sekali durasi & menit Ri1ayat kesehatan sekaran! 0 9arsin ma epiderm id serviks stadium Ri1ayat kesehatan dahulu 0 tidak ada ri1ayat penyakit keturunan akut% kr nis maupun menular Ri1ayat kesehatan keluar!a 0 tidak ada yan! menderita penyakit kanker servik sebelumnya Ri1ayat bstetri Ri1ayat haid 5 >enar9he 0 &< tahun 4arna 0 >erah 5 Siklus 0 2D hari K nsistensi 0 9air 5 .ama 7aid 0 :5* hari $lu r albus 0 2@ dalam Semin!!u berbau busuk 1arna 9 klat kekunin!an !atal 5 ,au 0 khas 7aid Terakhir 0 3 bulan yan! lalu Ri1ayat perka1inan 0satu kali Ri1ayat kehamilan 0G< P< AGravid0< kali Ab rtus 0 tidak pernah Partus 0 < kali

=ata -byekti/ TT8 0 T= &&(AD( @Amnt 7b 0 &(%< !rC N D( @Amnt 7t 3&%DC RR 26 @Amnt .euk sit '%* tbAmm3 Penatalaksanaan =ilakukan eksternal radiasi sebanyak &3@ Terapi alirani n &@& 8it A &@& In"eksi kalne@ 3@& Asam >e/enamat 3@:(( Analisa =ata N =ata >asalah Kepera1atan Penyebab &. =ata subyekti/ Klien men!eluh nyeri pada perut ba!ian kiri ba1ah Klien men!atakan skala nyeri 6% seperti tertindih benda berat% mun9ul setiap : "am sekali durasi & menit =ata byekti/ 0 Nadi '(@Amenit Nyeri Pr ses in/lamasi pada "arin!an epiderm id serviks 2. =ata subyekti/ 0 Klien men!eluh takut terhadap penyakit yan! menimpanya karena telah dilakukan eksternal radiasi &3 @ tetapi belum ada perubahan Klien "u!a merasa takut terhadap akibat lan"ut dari terapinya =ata byekti/ 0 Klien serin! bertanya tentan! pr sedur terapi ?emas Kuran! pen!etahuan klien terhadap pr ses terapi yan! di"alaninya 3. =ata subyekti/ 0 Klien men!atakan merasa malu pada suami dan keluar!anya karena penyakitnya =ata byekti/ 0 Klien 9enderun! tidur dan "aran! berk munikasi den!an klien lainnya Perubahan k nsep diri Krisis situasi >asalah Kepera1atan Nyeri ?emasAansietas Perubahan k nsep diri =ia!n sa Kepera1atan Nyeri berhubun!an den!an pr ses in/lamasi pada "arin!an epiderm id servik. ?emas berhubun!an den!an kuran!nya pen!etahuan terhadap pr ses terapi yan! di"alani. Perubahan k nsep diri berhubun!an den!an krisis situasi Peren9anaan =@ Kep

Tu"uan Intervensi Rasi nal Nyeri berhubun!an den!an pr ses in/lamasi pada "arin!an epiderm id serviks Setelah dilakukan tindakan kepera1atan selama &@<( menit diharapkan klien dapat men! ntr l nyeri dan tahu 9ara59ara men!atasi nyeri yan! timbul akibat kanker yan! dialami Keriteria hasil 0 Intensitas nyeri berkuran! Tenan! Rileks Tentukan ri1ayat nyeri #l kasi% durasi% dera"at% type+ dan nilai den!an skala nyeri ,erikan pen"elasan kepada klien bah1a nyeri dapat ter"adi se9ara berkelan"utan dan an"urkan terapi n n /armak l !is 0 Relaksasi =istraksi Sentuhan Terapeutik EvaluasiAsadari terapi tertentu #misalnya pembedahan eksternal radiasi% kem terapi+ Evaluasi pen!hilan!an nyeriA k ntr l nilai aturan pen! batan bila perlu K-.A,-RASI Kemban!kan ren9ana mana"emen nyeri den!an pasien dan d kter ,erikan anal!esik sesuai indikasi. ,erikan hanya untuk memberikan anal!esik dalam sehari5 hari% ubah dari anal!esik ker"a pendek men"adi ker"a pan"an! bila diindikasikan In/ rmasi memberikan data dasar untuk men!evaluasi kebutuhanAkee/ekti/an intervensi >emun!kinkan pasien untuk berpartisipasi se9ara akti/ dan menin!katkan k ntr l terhadap nyeri Ketidaknyaman rentan! luas adalah umum #mis 0 kulit terbakar% sakit kepala+ ter!antun! pada pr sedur yan! di!unakan Tu"uannya adalah k ntr l nyeri maksimum den!an pen!aruh minimum pada AKS Ren9ana ter r!anisasi men!emban!kan kesempatan untuk k ntr l nyeri. Terutama den!an nyeri kr nis% pasienA ran! terdekat harus akti/ men"adi partisipan dalam mana"emen nyeri di rumah Nyeri adalah k mplikasi serin! dari kanker% meskipun resp ns individual berbeda% saat perubahan penyakitApen! batan ter"adi% penilaian d sis dan pemberian akan diperlukan ?emas berhubun!an den!an kuran!nya pen!etahuan terhadap pr ses yan! di"alani Setelah dilakukan tindakan kepera1atan selama &@3( menit diharapkan klien mendapatkan in/ rmasi kanker yan! diderita% penan!anan dan pr !n sisnya den!an kriteria hasil 0 Klien men!etahui tindakan5tindakan yan! harus dilalui klien Klien tahu tindakan yan! harus dilakukan di rumah untuk men9e!ah k mplikasi Sumber5sumber k pin! teridenti/ikasi Ansietas berkuran! Klien men!utarakan 9ara men!antisipasi ansietas ,erikan kesempatan pada klien untuk men!un!kapkan perasaannya = r n! diskusi terbuka tentan! kanker% pen!alaman ran! lain% serta tata 9ara men! ntr l dirinya Identi/ikasi mereka yan! beresik terhadap ketidakberhasilan penyesuaian Tun"ukkan adanya harapan Tin!katkan akti/itas dan latihan /isik ,erikan d r n!an spiritual >embantu pasien dalam memban!un keper9ayaan terhadap tena!a kesehatan >embantu pen!ka"ian terhadap kemandirian dalam pen!ambilan keputusan

=apat men!etahui kemampuan meme9ahkan masalah yan! e/ekti/% menin!katkan m tivasi dan menin!katkan sistem pendukun! yan! p siti/ >enin!katkan kedamaian diri klien >enin!katkan kemampuan pasien untuk men!atasi nyeri Perasaan dekat den!an Tuhan akan menin!katkan kemampuan pasien untuk men!uran!i ke9emasan Perubahan k nsep diri berhubun!an den!an klien malu terhadap penyakitnya Setelah dilakukan Asuhan Kepera1atan selama &@ 26 "am diharapkan klien mampu menerima keadaan dirinya den!an kriteria hasil Klien tidak putus asa Klien menerima perubahan dirinya Klien mampu untuk men!ekpresikan perasaannya tentan! k ndisinya Klien mampu memba!i perasaannya den!an pera1at keluar!a dan ran! terdekat Klien men!k munikasikan perasaan tentan! perubahan dirinya se9ara k nstrukti/ Klien mampu berpartisipasi dalam pera1atan dirinya ,erikan d r n!an spiritual =apat men!etahui perasaan klien tentan! k ndisinya -ran!5 ran! terdekat den!an klien dapat meresp n tentan! perasaan klien =apat men!etahui perubahan klien se9ara k nstrukti/ =apat melakukan pera1atan diri se9ara mandiri Perasaan dekat den!an Tuhan akan menin!katkan kemampuan klien untuk membentuk keper9ayaann dirinya Saat sian! hari anda melakukan evaluasi didapatkan data klien masih tampak kuran! berseman!at% klien tetap menyalahkan dirinya atas penyakitnya ini. Klien "u!a merasa takut terhadap akibat lan"ut dari terapinya. Terlebih saat ini ,, klien turun 2( k! dari ,, sebelumnya. Selama di RS klien tampak tidak ada yan! menun!!ui. ,ila sakit datan! klien melakukan na/as dalam sambil meme!an!i perutnya. Klien minta bat pen!hilan! nyerinya ditambah. Na/su makan klien saat ini rendah% klien hanya men!habiskan &A3 dari p rsi makannya% klien hanya men!habiskan &A3 dari p rsi makannya% klien merasa ene! dan mual% tur! r kulit klien kerin!. S al , ,a!aimana pri ritas =@ kepera1atan anda saat ini ,uat N?P bila ada =@ kepera1atan yan! baru Analisa =ata N =ata >asalah Kepera1atan Penyebab &. =ata subyekti/ 0 Klien men!atakan merasa ene! dan mual =ata byekti/ 0 ,, klien turun 2( k! dari ,, sebelumnya Na/su makan klien saat ini rendah% klien hanya men!habiskan &A3 dari p rsi makannya. Perubahan p la nutrisi kuran! dari kebutuhan E/ek eksternal radiasi 2. =ata subyekti/ 0 Klien merasa takut terhadap akibat lan"ut dari penyakitnya.

=ata byekti/ 0 Selama di RS klien tampak tidak ada yan! menun!!ui K pin! keluar!a tidak e/ekti/ ?emas >asalah Kepera1atan Perubahan p la nutrisi kuran! dari kebutuhan K pin! keluar!a tidak e/ekti/ =ia!n sa Kepera1atan Perubahan p la nutrisi kuran! dari kebutuhan berhubun!an den!an e/ek eksternal radiasi. K pin! keluar!a tidak e/ekti/ berhubun!an den!an 9emas Peren9anaan =ia!n sa Kepera1atan Tu"uan Intervensi Rasi nalisasi Perubahan p la nutrisi kuran! dari kebutuhan berhubun!an den!an e/ek eksternal radiasi Setelah dilakukan intervensi selama *@26 "am klien ter9ukupi kebutuhan nutrisinya. Kriteria hasil 0 Klien men!habiskan p rsi makannya dan makan sebanyak 3 kali sehari ,, klien men!alami penin!katan Pen!un!kapan pemahaman #tentan! nutrisi+ pen!aruh individual pada masukan adekuat Pantau masukan makanan setiap hari Ukur tin!!i% ,, dan ketebalan lipatan kulit trisep #pen!ukuran antr p metrik lainnya sesuai indikasi+. Pastikan "umlah penurunan ,, saat ini. Timban! ,, setiap hariAsesuai indikasi = r n! pasien untuk makan diet TKTP% den!an masukan 9airan adekuat. = r n! pen!!unaan supplement #misalnya ,&2 dan susu+ Nilai diet sebelumnya dan se!era setelah pen! batan. ,erikan 9airan & "am sebelum atau & "am setelah makan K ntr l /akt r lin!kun!an #mis% bau tidak sedap+. 7indari makanan yan! manis% berlemak atau pedas ?iptakan suasana makan yan! menyenan!kan = r n! pen!!unaan teknik relaksasi% visualisasi% bimbin!an ima"inasi% latihan sedan! sebelum makan Identi/ikasi pasien yan! men!alami mual yan! diantisipasi ,erikan antiemetik pada "ad1al re!uler sebelumAselama dan setelah pemberian a!en antine plastik Evaluasi kee/ekti/an antiemetik K-.A,-RASI Tin"au ulan! pemeriksaan lab at rium sesuai indikasi% mis 0 "umlah lim/ sit t tal% trans/erin serum% albumin dan tr mb sit ,erikan bat5 batan sesuai indikasi 0 $en tia;in) anti5d paminer!ik) antihistamin K rtik ster id) kanabih id) bens dia;epin Ru"uk pada ahli diet >en!identi/ikasi kekuatanAde/inisi nutrisi >embantu dalam identi/ikasi mal5nutrisi pr tein5kal ri% khususnya bila ,, dan pen!ukuran antr p metrik kuran! dari n rmal Kebutuhan "arin!an metab lik ditin!katkan be!itu "u!a 9airan seuplemen dapat memainkan peran pentin! dalam mempertahankan masukan kal ri dan pr tein adekuat Kee/ekti/an penilaian diet san!at individual dalam pen!hilan!an mual pas9a terapi. Pasien

harus men9 ba untuk menemukan s lusi terbaik =apat men!uran!i resp n mualAmuntah =apat menin!katkan selera makan klien =apat men9e!ahA menurunkan a1itan mual dan memun!kinkan pasien menin!katkan masukan ral >ualAmuntah psik !enik ter"adi sebelum kem terapi mulai se9ara umum tidak beresp n terhadap bat antiemtik. Perubahan lin!kun!an pen! batan atau rutinitas pasien pada hari pen! batan mun!kin e/ekti/ >ualAmuntah menurunkan kemampuan dan e/ek sampin! psik l !is kem terapi yan! menimbulkan stres Individual beresp n se9ara berbeda pada semua bat. Antiemetik /irstine mun!kin tidak beker"a% memerlukan perubahan pada atau k mbinasi terapi bat >embantu men!identi/ikasi dera"at ketidak5seimban!an bi kimiaA malnutrisi dan mempen!aruhi pilihan intervensi diet. ?atatan0 pen! batan anti kanker dapat "u!a men!ubah pemeriksaan nutrisi% sehin!!a semua hasil harus diperbaiki den!an status klinis klien Kebanyakan antiemetik beker"a untuk mempen!aruhi stimulasi pusat muntah dan kem resept r mentrin!er a!en ; na "u!a bertindak se9ara peri/er untuk men!hambat peristaltik balik Terapi k mbinasi #mis. T re9an den!an =e9adr nA valium+ serin!kali lebih e/ekti/ daripada a!en tun!!al >emberikan ren9ana diet khusus untuk memenuhi kebutuhan individu dan menurunkan masalah berkenaan den!an malnutrisi pr teinA kal ri dan de/isiensi mikr nutrien K pin! keluar!a tidak e/ekti/ berhubun!an den!an 9emas Setelah dilakukan asuhan kepera1atan selama &@26 "am diharapkan klien 0 mempunyai mekanisme k pin! yan! e/ekti/ Evaluasi mekanisme k pin! keluar!a dan hubun!an antara keluar!a ,erikan dukun!an em si den!an menyediakan 1aktu% privasi% dan kesempatan untuk diskusi terbuka. ,erikan in/ rmasi den!an "u"ur men!enai k ndisinya ,erikan klien kesempatan untuk menan!is atau men!ekspresikan masalahnya den!an bebas Ka"i ketrampilan k pin! masa lalu dan yan! akan datan!% !ali ketersediaan strate!i k pin! hubun!an antara individu dan an!! ta keluar!a dan sistem pendukun! ,erikan lin!kun!an pendukun! yan! tenan! dan m del peran untuk keluar!a >embantu dalam men!identi/ikasi kekuatan dan kelemahan dan ketersediaan sistem pendukun! >embantu klien untuk men!identi/ikasi dan men!klari/ikasi ketakutan dan masalah >emberikan kesempatan klien untuk meluapkan kesedihan dan men!un!kapkan perasaan dirinya. Pen!un!kapan diri mis0 pemba!ian pen!alaman sese ran! den!an klien mun!kin e/ekti/ dalam meran!san! klien untuk bi9ara dan men!un!kapkan perasaannya Ketrampilan k pin! masa lalu mun!kin e/ekti/ dalam situasi saat iniAklien mun!kin perlu untuk men!emban!kan strate!i k pin! baru. >ekanisme k pin! p siti/ meliputi k munikasi terbuka tentan! rasa takut. .in!kun!an pendukun! yan! tenan! akan menin!katkan perasaan nyaman dan tidak takut terhadap re!imen pendekatan klien =A$TAR PUSTAKA = en! es% >arylin E.% &'D'% Nursin! ?are Plans% USA Philadelphia 0 $. A =avis ? mpany Gale% =aniele% &''<% Ren9ana Asuhan Kepera1atan -nk l !i% Jakarta 0 Penerbit ,uku Ked kteran RG?.
http://kaepera)atanmaternitas.blogspot.com/200A/09/cancer-servic.html

#iagn/sa 5epera9atan 'ang ?un7ul 1. %ola na*as tidak e*ekti* b/d tidak adekuatnya ekspansi paru 2. Gangguan pertukaran gas b/d kurangnya ventilasi alveolar sekunder terhadap de*isiensi sur*aktan !. 5esiko tinggi gangguan keseimbangan keseimbangan cairan dan elektrolit b/d ketidakmampuan gin$al mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit -. %erubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan tidak adekuatnya persediaan zat besi kalsium metabolisme yang tinggi dan intake yang kurang adekuat. +nter<ensi #iagn/sa 5epera9atan 1 & %ola na*as tidak e*ekti* b/d tidak adekuatnya ekspansi paru 4u$uan : %ola na*as yang e*ekti* 'riteria &asil : B 'ebutuhan oksigen menurun B 9a*as spontan adekuat B 4idak sesak. B 4idak ada retraksi 8ntervensi B +erikan posisi kepala sedikit ekstensi B +erikan oksigen dengan metode yang sesuai B ;bservasi irama kedalaman dan *rekuensi perna*asan #iagn/sa 5epera9atan 2 & Gangguan pertukaran gas b/d kurangnya ventilasi alveolar sekunder terhadap de*isiensi sur*aktan 4u$uan : %ertukaran gas adekuat 'riteria : B 4idak sianosis. B 7nalisa gas darah normal B 6aturasi oksigen normal. 8ntervensi : B .akukan isap lendir kalau perlu B +erikan oksigen dengan metode yang sesuai B ;bservasi )arna kulit B <kur saturasi oksigen B ;bservasi tanda-tanda perburukan perna*asan B .apor dokter apabila terdapat tanda-tanda perburukan perna*asan B 'olaborasi dalam pemeriksaan analisa gas darah B 'olaborasi dalam pemeriksaan sur*aktan #iagn/sa 5epera9atan ) & 5esiko tinggi gangguan keseimbangan keseimbangan cairan dan elektrolit b/d ketidakmampuan gin$al mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit 4u$uan :

&idrasi baik 'riteria: B 4urgor kulit elastik B 4idak ada edema B %roduksi urin 1-2 cc/kgbb/$am B :lektrolit darah dalam batas normal 8ntervensi : B ;bservasi turgor kulit. B (atat intake dan output B 'olaborasi dalam pemberian cairan intra vena dan elektrolit B 'olaborasi dalam pemeriksaan elektrolit darah. #iagn/sa 5epera9atan : & %erubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan tidak adekuatnya persediaan zat besi kalsium metabolisme yang tinggi dan intake yang kurang adekuat 4u$uan : 9utrisi adekuat 'riteria : B +erat badan naik 10-!0 gram / hari B 4idak ada edema B %rotein dan albumin darah dalam batas normal 8ntervensi : B +erikan 768/%768 dengan metode yang tepat B ;bservasi dan catat toleransi minum B 4imbang berat badan setiap hari B (atat intake dan output B 'olaborasi dalam pemberian total parenteral nutrition kalau perlu. http://))).igdrsml.co.cc/2010/0"/askep-bayi-dengan-berat-badan-lahir.html

Intervensi Keperawatan
Intervensi adalah penyusunan ren9ana tindakan kepera1atan yan! akan dilaksanakan untuk menan!!ulan!i masalah sesuai den!an dia!n sa kepera1atan #, edihart n % &''6+ Implementasi adalah pen!el laan dan per1u"udan dari ren9ana kepera1atan yan! telah disusun pada tahap peren9anaan #E//endi% &'':+. Intervensi dan implementasi kepera1atan pasien den!an anemia #= en!es% &'''+ adalah 0 . 19 Risiko tinggi terhadap in:eksi berhubungan dengan tidak adekuatnya pertahanan sekunder ;penurunan he<oglobin leucopenia= atau penurunan granulosit ;respons in:la<asi tertekan99. Tu"uan 0 In/eksi tidak ter"adi. Kriteria hasil 0 I men!identi/ikasi perilaku untuk men9e!ahAmenurunkan risik in/eksi. 5 menin!katkan penyembuhan luka% bebas drainase purulen atau eritema% dan demam. Intervensi Kepera1atan Tin!katkan 9u9i tan!an yan! baik ) leh pemberi pera1atan dan pasien. Rasi nal 0 men9e!ah k ntaminasi silan!Ak l nisasi ba9terial. ?atatan 0 pasien den!an anemia

beratAaplastik dapat berisik akibat /l ra n rmal kulit. Pertahankan teknik asepti9 ketat pada pr sedurApera1atan luka. Rasi nal 0 menurunkan risik k l nisasiAin/eksi bakteri. ,erikan pera1atan kulit% perianal dan ral den!an 9ermat. Rasi nal 0 menurunkan risik kerusakan kulitA"arin!an dan in/eksi. > tivasi perubahan p sisiAambulasi yan! serin!% latihan batuk dan napas dalam. Rasi nal 0 menin!katkan ventilasi semua se!men paru dan membantu mem bilisasi sekresi untuk men9e!ah pneum nia. Tin!katkan masukkan 9airan adekuat. Rasi nal 0 membantu dalam pen!en9eran se9ret pernapasan untuk mempermudah pen!eluaran dan men9e!ah stasis 9airan tubuh misalnya pernapasan dan !in"al. PantauAbatasi pen!un"un!. ,erikan is lasi bila memun!kinkan. Rasi nal 0 membatasi pema"anan pada bakteriAin/eksi. Perlindun!an is lasi dibutuhkan pada anemia aplastik% bila resp ns imun san!at ter!an!!u. Pantau suhu tubuh. ?atat adanya men!!i!il dan takikardia den!an atau tanpa demam. Rasi nal 0 adanya pr ses in/lamasiAin/eksi membutuhkan evaluasiApen! batan. Amati eritemaA9airan luka. Rasi nal 0 indikat r in/eksi l kal. ?atatan 0 pembentukan pus mun!kin tidak ada bila !ranul sit tertekan. Ambil spe9imen untuk kulturAsensitivitas sesuai indikasi #k lab rasi+ Rasi nal 0 membedakan adanya in/eksi% men!identi/ikasi path !en khusus dan mempen!aruhi pilihan pen! batan. ,erikan antisepti9 t pi9al ) antibi ti9 sistemik #k lab rasi+. Rasi nal 0 mun!kin di!unakan se9ara pr pilaktik untuk menurunkan k l nisasi atau untuk pen! batan pr ses in/eksi l 9al. 29 .erubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kegagalan untuk <encerna atau ketidak <a<puan <encerna <akanan >absorpsi nutrient yang diperlukan untuk pe<bentukan sel darah <erah. Tu"uan 0 kebutuhan nutrisi terpenuhi Kriteria hasil 0 I menunu"ukkan penin!katanAmempertahankan berat badan den!an nilai lab rat rium n rmal. 5 tidak men!alami tanda mal nutrisi. 5 >enunun"ukkan perilaku% perubahan p la hidup untuk menin!katkan dan atau mempertahankan berat badan yan! sesuai. Intervensi Ka"i ri1ayat nutrisi% termasuk makan yan! disukai. Rasi nal 0 men!identi/ikasi de/isiensi% memudahkan intervensi. -bservasi dan 9atat masukkan makanan pasien. Rasi nal 0 men!a1asi masukkan kal ri atau kualitas kekuran!an k nsumsi makanan. Timban! berat badan setiap hari. Rasi nal 0 men!a1asi penurunan berat badan atau e/ektivitas intervensi nutrisi. ,erikan makan sedikit den!an /rekuensi serin! dan atau makan diantara 1aktu makan. Rasi nal 0 menurunkan kelemahan% menin!katkan pemasukkan dan men9e!ah distensi !aster. -bservasi dan 9atat ke"adian mualAmuntah% /latus dan dan !e"ala lain yan! berhubun!an. Rasi nal 0 !e"ala GI dapat menun"ukkan e/ek anemia #hip ksia+ pada r!an. ,erikan dan ,antu hy!iene mulut yan! baik ) sebelum dan sesudah makan% !unakan sikat !i!i halus untuk penyikatan yan! lembut. ,erikan pen9u9i mulut yan! di en9erkan bila muk sa ral luka.

Rasi nal 0 menin!katkan na/su makan dan pemasukkan ral. >enurunkan pertumbuhan bakteri% meminimalkan kemun!kinan in/eksi. Teknik pera1atan mulut khusus mun!kin diperlukan bila "arin!an rapuhAlukaAperdarahan dan nyeri berat. K lab rasi pada ahli !i;i untuk ren9ana diet. Rasi nal 0 membantu dalam ren9ana diet untuk memenuhi kebutuhan individual. K lab rasi ) pantau hasil pemeriksaan lab raturium. Rasi nal 0 menin!katakan e/ektivitas pr !ram pen! batan% termasuk sumber diet nutrisi yan! dibutuhkan. K lab rasi ) berikan bat sesuai indikasi. Rasi nal 0 kebutuhan pen!!antian ter!antun! pada tipe anemia dan atau adanyan masukkan ral yan! buruk dan de/isiensi yan! diidenti/ikasi. 9 2ntoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidaksei<bangan antara suplai oksigen ;pengiri<an9 dan kebutuhan. Tu"uan 0 dapat mempertahankanAmenin!katkan ambulasiAaktivitas. Kriteria hasil 0 I melap rkan penin!katan t leransi aktivitas #termasuk aktivitas sehari5hari+ 5 menun"ukkan penurunan tanda int lerasi /isi l !is% misalnya nadi% pernapasan% dan tekanan darah masih dalam rentan! n rmal. Intervensi Ka"i kemampuan A=. pasien. Rasi nal 0 mempen!aruhi pilihan intervensiAbantuan. Ka"i kehilan!an atau !an!!uan keseimban!an% !aya "alan dan kelemahan t t. Rasi nal 0 menun"ukkan perubahan neur l !y karena de/isiensi vitamin ,&2 mempen!aruhi keamanan pasienArisik 9edera. -bservasi tanda5tanda vital sebelum dan sesudah aktivitas. Rasi nal 0 mani/estasi kardi pulm nal dari upaya "antun! dan paru untuk memba1a "umlah ksi!en adekuat ke "arin!an. ,erikan lin!kun!an tenan!% batasi pen!un"un!% dan kuran!i suara bisin!% pertahankan tirah barin! bila di indikasikan. Rasi nal 0 menin!katkan istirahat untuk menurunkan kebutuhan ksi!en tubuh dan menurunkan re!an!an "antun! dan paru. Gunakan teknik men!hemat ener!i% an"urkan pasien istirahat bila ter"adi kelelahan dan kelemahan% an"urkan pasien melakukan aktivitas semampunya #tanpa memaksakan diri+. Rasi nal 0 menin!katkan aktivitas se9ara bertahap sampai n rmal dan memperbaiki t nus t tAstamina tanpa kelemahan. >ein!katkan har!a diri dan rasa terk ntr l. !9 .erubahan per:usi jaringan berhubungan dengan penurunan ko<ponen seluler yang diperlukan untuk pengiri<an oksigen>nutrient ke sel. Tu"uan 0 penin!katan per/usi "arin!an Kriteria hasil 0 I menun"ukkan per/usi adekuat% misalnya tanda vital stabil. Intervensi A1asi tanda vital ka"i pen!isian kapiler% 1arna kulitAmembrane muk sa% dasar kuku. Rasi nal 0 memberikan in/ rmasi tentan! dera"atAkeadekuatan per/usi "arin!an dan membantu menetukan kebutuhan intervensi. Tin!!ikan kepala tempat tidur sesuai t leransi. Rasi nal 0 menin!katkan ekspansi paru dan memaksimalkan ksi!enasi untuk kebutuhan seluler. ?atatan 0 k ntraindikasi bila ada hip tensi. A1asi upaya pernapasan ) auskultasi bunyi napas perhatikan bunyi adventisius.

Rasi nal 0 dispnea% !emeri9ik menunun"ukkan !an!!uan "a"ntun! karena re!an!an "antun! lamaApenin!katan k mpensasi 9urah "antun!. Selidiki keluhan nyeri dadaApalpitasi. Rasi nal 0 iskemia seluler mempen!aruhi "arin!an mi kardialA p tensial risik in/ark. 7indari pen!!unaan b t l pen!han!at atau b t l air panas. Ukur suhu air mandi den!an therm meter. Rasi nal 0 term resept r "arin!an dermal dan!kal karena !an!!uan ksi!en. K lab rasi pen!a1asan hasil pemeriksaan lab raturium. ,erikan sel darah merah len!kapApa9ked pr duk darah sesuai indikasi. Rasi nal 0 men!identi/ikasi de/isiensi dan kebutuhan pen! batan Aresp ns terhadap terapi. ,erikan ksi!en tambahan sesuai indikasi. Rasi nal 0 memaksimalkan transp rt ksi!en ke "arin!an. "9 Risiko tinggi terhadap kerusakan integritas kulit berhubungan dengan perubahan sirkulasi dan neurologist. Tu"uan 0 dapat mempertahankan inte!ritas kulit. Kriteria hasil 0 I men!identi/ikasi /a9t r risik Aperilaku individu untuk men9e!ah 9edera dermal. Intervensi Ka"i inte!ritas kulit% 9atat perubahan pada tur! r% !an!!uan 1arna% han!at l 9al% eritema% eksk riasi. Rasi nal 0 k ndisi kulit dipen!aruhi leh sirkulasi% nutrisi dan im bilisasi. Jarin!an dapat men"adi rapuh dan 9enderun! untuk in/eksi dan rusak. Rep sisi se9ara peri di9 dan pi"at permukaan tulan! apabila pasien tidak ber!erak atau ditempat tidur. Rasi nal 0 menin!katkan sirkulasi kesemua kulit% membatasi iskemia "arin!anAmempen!aruhi hip ksia seluler. An"urkan pemukaan kulit kerin! dan bersih. ,atasi pen!!unaan sabun. Rasi nal 0 area lembab% terk ntaminasi% memberikan media yan! san!at baik untuk pertumbuhan r!anisme pat !enik. Sabun dapat men!erin!kan kulit se9ara berlebihan. ,antu untuk latihan rentan! !erak. Rasi nal 0 menin!katkan sirkulasi "arin!an% men9e!ah stasis. Gunakan alat pelindun!% misalnya kulit d mba% keran"an!% kasur tekanan udaraAair. Pelindun! tumitAsiku dan bantal sesuai indikasi. #k lab rasi+ Rasi nal 0 men!hindari kerusakan kulit den!an men9e!ah Amenurunkan tekanan terhadap permukaan kulit. #9 Konstipasi atau Diare berhubungan dengan penurunan <asukan diet? perubahan proses pencernaan? e:ek sa<ping terapi obat. Tu"uan 0 membuatAkembali p la n rmal dari /un!si usus. Kriteria hasil 0 I menun"ukkan perubahan perilakuAp la hidup% yan! diperlukan seba!ai penyebab% /a9t r pemberat. Intervensi -bservasi 1arna /eses% k nsistensi% /rekuensi dan "umlah. Rasi nal 0 membantu men!identi/ikasi penyebab A/a9t r pemberat dan intervensi yan! tepat. Auskultasi bunyi usus. Rasi nal 0 bunyi usus se9ara umum menin!kat pada diare dan menurun pada k nstipasi. A1asi intake dan utput #makanan dan 9airan+.

Rasi nal 0 dapat men!identi/ikasi dehidrasi% kehilan!an berlebihan atau alat dalam pen!identi/ikasi de/isiensi diet. = r n! masukkan 9airan 2:((53((( mlAhari dalam t leransi "antun!. Rasi nal 0 membantu dalam memperbaiki k nsistensi /eses bila k nstipasi. Akan membantu memperthankan status hidrasi pada diare. 7indari makanan yan! membentuk !as. Rasi nal 0 menurunkan distress !astri9 dan distensi abd men Ka"i k ndisi kulit perianal den!an serin!% 9atat perubahan k ndisi kulit atau mulai kerusakan. .akukan pera1atan perianal setiap de/ekasi bila ter"adi diare. Rasi nal 0 men9e!ah eksk riasi kulit dan kerusakan. K lab rasi ahli !i;i untuk diet siemban! den!an tin!!i serat dan bulk. Rasi nal 0 serat menahan en;im pen9ernaan dan men!abs rpsi air dalam alirannya sepan"an! traktus intestinal dan den!an demikian men!hasilkan bulk% yan! beker"a seba!ai peran!san! untuk de/ekasi. ,erikan pelembek /eses% stimulant rin!an% laksati/ pembentuk bulk atau enema sesuai indikasi. Pantau kee/ekti/an. #k lab rasi+ Rasi nal 0 mempermudah de/ekasi bila k nstipasi ter"adi. ,erikan bat antidiare% misalnya =e/en @ilat 7idr kl rida den!an atr pine #. m til+ dan bat men!abs rpsi air% misalnya >etamu9il. #k lab rasi+. Rasi nal 0 menurunkan m tilitas usus bila diare ter"adi. . $9 Kurang pengetahuan sehubungan dengan kurang terpajan><engingat ? salah interpretasi in:or<asi ? tidak <engenal su<ber in:or<asi. Tu"uan 0 pasien men!erti dan memahami tentan! penyakit% pr sedur dia!n sti9 dan ren9ana pen! batan. Kriteria hasil 0 I pasien menyatakan pemahamannya pr ses penyakit dan penatalaksanaan penyakit. 5 men!identi/ikasi /a9t r penyebab. 5 >elakukan tiindakan yan! perluAperubahan p la hidup. Intervensi ,erikan in/ rmasi tentan! anemia spesi/ik. =iskusikan kenyataan bah1a terapi ter!antun! pada tipe dan beratnya anemia. Rasi nal 0 memberikan dasar pen!etahuan sehin!!a pasien dapat membuat pilihan yan! tepat. >enurunkan ansietas dan dapat menin!katkan ker"asama dalam pr !ram terapi. Tin"au tu"uan dan persiapan untuk pemeriksaan dia!n sti9. Rasi nal 0 ansietasAketakutan tentan! ketidaktahuan menin!katkan stress% selan"utnya menin!katkan beban "antun!. Pen!etahuan menurunkan ansietas. Ka"i tin!kat pen!etahuan klien dan keluar!a tentan! penyakitnya. Rasi nal 0 me!etahui seberapa "auh pen!alaman dan pen!etahuan klien dan keluar!a tentan! penyakitnya. ,erikan pen"elasan pada klien tentan! penyakitnya dan k ndisinya sekaran!. Rasi nal 0 den!an men!etahui penyakit dan k ndisinya sekaran!% klien dan keluar!anya akan merasa tenan! dan men!uran!i rasa 9emas. An"urkan klien dan keluar!a untuk memperhatikan diet makanan nya. Rasi nal 0 diet dan p la makan yan! tepat membantu pr ses penyembuhan. >inta klien dan keluar!a men!ulan!i kembali tentan! materi yan! telah diberikan. Rasi nal 0 men!etahui seberapa "auh pemahaman klien dan keluar!a serta menilai keberhasilan dari tindakan yan! dilakukan.

Evaluasi
Evaluasi adalah perbandin!an yan! sistemik atau teren9ana tentan! kesehatan pasien den!an tu"uan yan! telah ditetapkan% dilakukan den!an 9ara berkesinambun!an% den!an melibatkan pasien% keluar!a dan tena!a kesehatan lainnya. #.ynda Juall ?apenit % &'''02D+ Evaluasi pada pasien den!an anemia adalah 0 &+ In/eksi tidak ter"adi. 2+ Kebutuhan nutrisi terpenuhi. 3+ Pasien dapat mempertahankanAmenin!katkan ambulasiAaktivitas. 6+ Penin!katan per/usi "arin!an. :+ =apat mempertahankan inte!ritas kulit. <+ >embuatAkembali p la n rmal dari /un!si usus. *+ Pasien men!erti dan memahami tentan! penyakit% pr sedur dia!n sti9 dan ren9ana pen! batan.
ttp://nursingbegin.com/askep-anemia/ ttp://nursingbegin.com/a

()K-. BB0R
ASU7AN KEPERA4ATAN ,,.R ,A, I PEN=A7U.UAN A. .atar ,elakan! =alam beberapa dasa1arsa ini perhatian terhadap "anin yan! men!alami !an!!uan pertumbuhan dalam kandun!an san!at menin!kat. 7al ini disebabkan masih tin!!inya an!ka kematian perinatal ne natal karena masih banyak bayi yan! dilahirkan den!an berat badan lahir rendah. #> 9htar% &''D +. Se"ak tahun &'<& 47- telah men!!anti istilah premature baby den!an l 1 birth 1ei!ht baby # bayi den!an berat lahir rendah H ,,.R +% karena disadari tidak semua bayi den!an berat badan kuran! dari 2:(( !r pada 1aktu lahir bukan bayi premature. >enurut data an!ka kae"adian ,,.R di Rumah sakit =r. ?ipt >an!unkusum pada tahun &'D< adalah 26 C. An!ka kematian perinatal di rumah sakit dan tahun yan! sama adalah *( C dan *3 C dari seluruh kematian di sebabkan leh ,,.R # Pra1ir hard" % 2((: + >elihat dari ke"adian terdahulu ,,.R sudah seharusnya men"adi perhatian yan! mutlak terhadap para ibu yan! men!alamai kehamilan yan! beresik karena dilihat dari /rekuensi ,,.R di Ne!ara ma"u berkisar antara 3%< I &(%D C% di Ne!ara berkemban! berkisar antara &( I 63 C. =apat di dibandin!kan den!an rasi antara Ne!ara ma"u dan Ne!ara berkemban! adalah & 0 6 # > 9htar% &''D +. Kematian perinatal pada bayi berat badan lahir rendah D kali lebih besar dari bayi n rmal pada umur kehamilan yan! sama. Kalaupun bayi men"adi de1asa ia akan men!alami !an!!uan pertumbuhan% baik /isik maupun mental. Pr !n sis akan lebih buruk la!i bila berat badan makin rendah. An!ka kematian yan! tin!!i terutama disebabkan leh serin!nya di"umpai kelainan k mplikasi ne natal seperti as/iksia% aspirasi pneum nia% perdarahan intrakranial% dan hip !likemia. ,ila bayi ini selamat kadan!5 kadan! di"umpai kerusakan pada syara/ dan akan ter"adi !an!!uan bi9ara% IJ yan! rendah% dan !an!!uan lainnya.

Tabel.& Jumlah kelahiran di Rumah Sakit Kardinah per tahun 2((D sampai den!an bulan September 2((D Jumlah Kelahiran Trimester & Trimester 2 Trimester 3 Jumlah 7idup 2(& 2&D 2<< <D: >ati 6 * D &' Jumlah *(6 Sumber 0 =ata >edRe9 RSU= Kardinah Te!al Tahun 2((D Tabel. 2 Jumlah bayi yan! di ra1at di ruan! Peristi per 3 bulan sampai bulan September 2((D Kasus Trimester & Trimester 2 Trimester 3 Jumlah As/iksia 3 * &3 23 ,,.R 32 3( 3< 'D ,,.SR 2 D &( 2( Kelainan k n!enital & 5 5 5 Kelainan > n! lisme 2 5 5 5 Ke"an! 5 5 5 5 Kelainan .ain 5 2 5 2 Jumlah &63 Sumber 0 =ata >edRe9 RSU= Kardinah Te!al Tahun 2((D ,erdasarkan latar belakan! di atas maka diambilah salah satu kasus untuk pembuatan Asuhan Kepera1atan pada ,y. F. den!an ,,.SR den!an dia!n sa As/iksia di Ruan! Perinat l !i #=ahlia+ RSU= Kardinah K ta Te!al Tahun 2((D. &.& TUJUAN PENU.ISAN Adapun yan! men"adi tu"uan penulisan adalah0 &. Untuk men!etahui pen!ertian ,,.SR den!an kasus as/iksia. 2. Untuk men!etahui penyebab ,,.SR den!an kasus as/iksia. 3. Untuk men!etahui k mplikasi yan! ditimbulkan leh ,,.SR pada Ne natus dan "u!a per"alanan penyakit tersebut. 6. Untuk men!etahui tentan! penatalaksanaan dan pera1atan pada bayi ,,.SR den!an as/iksia. :. Untuk memenuhi tu!as praktek Pr !ram Pr /esi Ners Stase Kepera1atan >aternitas. &.2 >AN$AAT PENU.ISAN Adapun man/aat yan! diharapkan dari penulisan ini adalah0 &. Seba!ai bahan in/ rmasi ba!i mahasis1a dalam penetalaksanaan bayi ,,.SR den!an as/iksia pada Ne natus. 2. Seba!ai sumber re/erensi untuk kema"uan perkemban!an ilmu Kepera1atan% khususnya Kepera1atan bayi baru lahir. I.3 >ET-=E PENU.ISAN >et de Penulisan yan! di!unakan dalam penulisan ini adalah seba!ai berikut0 &. -bservasi% yaitu men!amati se9ara lan!sun! keadaan klien melalui pemeriksaan /isik se9ara inspeksi% palpasi% perkusi% dan auskultasi. 2. 4a1an9ara% Faitu merupakan 9ara pen!umpulan data melalui k munikasi se9ara lisan baik lan!sun! den!an klien maupun den!an keluar!a klien. 3. = kumentasi% yaitu den!an memba9a dan mempela"ari status klien% baik data pera1atan% buku lap ran yan! ada diruan!an.

6. Studi literatur% yaitu men!ambil re/erensi dari berba!ai literatur !una mendapatkan keteran!an dan dasar te ritis yan! berkenaan den!an kasus atau masalah yan! timbul. ,A, II TINJAUAN TE-RITIS A. PENGERTIAN ,erat badan lahir rendah adalah bayi baru lahir den!an berat badan pada saat kelahiran kuran! dari 2:(( !r atau lebih rendah # 47-% &'<& +. ,erat badan lahir rendah adalah bayi baru lahir yan! berat badannya pada saat kelahiran kuran! dari 2:(( !r sampai den!an 26'' !r. >enurut 7ani/a 4ikn" sastr #2((2+ as/iksia ne nat rum dide/inisikan seba!ai keadaan dimana bayi tidak dapat se!era berna/as se9ara sp ntan dan teratur setelah lahir. As/iksia Ne natus adalah suatu keadaan dimana saat bayi lahir men!alami !an!!uan pertukaran !as dan transp rt -2 dan kesulitan men!eluarkan ?-2 #>arkum% 2(((+. As/iksia adalah kuran!nya ksi!en dalam darah dan menin!katnya kadar karb n di ksida dalam darah serta "arin!an #Kamus saku kep. Edisi 22+. As/iksia Ne nat rum adalah suatu keadaan bayi baru lahir yan! !a!al berna/as se9ara sp ntan dan teratur se!era setelah lahir% sehin!!a dapat menurunkan -2 dan mun!kin menin!katkan ?(2 yan! menimbulkan akibat buruk dalam kehidupan lebih lan"ut #>edi9ine and linu@.9 m+. ,. Eti l !i ,,.R dan As/iksia &. Eti l !i ,,.R a. $akt r ibu #resti+. b. /akt r penyakit #t ksimia !ravidarum% trauma /isik+. 9. /akt r usia 0 G 2( tahun. d. /akt r ibu 0 ri1ayat kelahiran prematur sebelumnya% perdarahan ante partum% malnutrisi% kelainan uterus% hidramni n% penyakit "antun!Apenyakit kr nik lainnya% hipertensi% umur ibu kuran! dari 2( tahun atau lebih dari 3: tahun% "arak dua kehamilan yan! terlalu dekat% in/eksi% trauma dan lain5lain. e. $akt r "anin 0 9a9at ba1aan% kehamilan !anda% hidramni n% ketuban pe9ah dini. /. Keadaan s sial ek n mi yan! rendah. !. Kebiasaan 0 peker"aan yan! melelahkan% mer k k. 2. Eti l !i As/iksia Eti l !i se9ara umum dikarenakan adanya !an!!uan pertukaran !as atau pen!an!kutan -2 dari ibu ke "anin% pada masa kehamilan% persalinan atau se!era setelah lahir% pen!! l n!an penyebab ke!a!alan perna/asan pada bayi terdiri dari 0 &. $akt r Ibu a. 7ip ksia ibu -ksi!enasi darah ibu yan! tidak men9ukupi akibat hip ventilasi selama anestesi% penyakit "antun! sian sis% !a!al perna/asan% kera9unan karb n m n ksida% tekanan darah ibu yan! rendah. b. Gan!!uan aliran darah uterus >en!uran!nya aliran darah pada uterus akan menyebabkan berkuran!nya pen!aliran ksi!en ke plasenta dan ke"anin. 7al ini serin! ditemukan pada 0 B Gan!uan k ntraksi uterus% misalnya hipert ni% hip t ni atau tetani uterus akibat penyakit atau bat. B 7ip tensi mendadak pada ibu karena perdarahan. B 7ipertensi pada penyakit aki msia dan lain5lain.

2. $akt r plasenta Pertukaran !as antara ibu dan "anin dipen!aruhi leh luas dan k ndisi plasenta. .As/iksia "anin akan ter"adi bila terdapat !an!!uan mendadak pada plasenta% misalnya0 Plasenta tipis Plasenta ke9il Plasenta tak menempel S lusi plasenta Perdarahan plasenta 3. $akt r /etus K mpresi umbilikus akan men!akibatkan ter!an!!unya aliran darah dalam p9mbuluh darah umbilikus dan men!hambat pertukaran !as antara ibu dan "anin. Gan!!uan aliran darah ini dapat ditemukan pada keadaan 0 tali pusat menumbun!% tali pusat melilit leher k mpresi tali pusat antar "anin dan "alan lahir dan lain5lain. 6. $akt r Ne natus =epresi pusat pernapasan pada bayi baun lahir dapat ter"adi karena 0 B Pemakaian bat anestesiaAanal!etika yan! berlebihan pada ibu se9ara lan!sun! dapat menimbulkan depresi pusat perna/asan "anin. B Trauma yan! ter"adi pada persalinan% misalnya perdarah intrakranial. Kelainan k n!inental pada bayi% misalnya hernia dia/rakmatika atresia A sten sis saluran perna/asan% hip plasia paru dan lain5lain. :. $akt r persalinan B Partus lama B Partus tindakan #>edi9ine and linu@.9 m =AN Pediatri9.9 m+ ?. PAT-$ISI-.-GI Perna/asan sp ntan bayi baru lahir ber!antun! kepada k ndisi "anin pada masa kehamilan dan persalinan. Pr ses kelahiran sendiri selalu menimbulkankan as/iksia rin!an yan! bersi/at sementara pada bayi #as/iksia transien+% pr ses ini dian!!ap san!at perlu untuk meran!san! kem resept r pusat perna/asan a!ar ler"adi KPrimary !aspin!L yan! kemudian akan berlan"ut den!an perna/asan. ,ila terdapat !an!!uaan pertukaran !asApen!an!kutan -2 selama kehamilan persalinan akan ter"adi as/iksia yan! lebih berat. Keadaan ini akan mempen!aruhi /u!si sel tubuh dan bila tidak teratasi akan menyebabkan kematian. Kerusakan dan !an!!uan /un!si ini dapat reversibelAtidak ter!antun! kepada berat dan lamanya as/iksia. As/iksia yan! ter"adi dimulai den!an suatu peri de apnu #Primany apnea+ disertai den!an penurunan /rekuensi "antun! selan"utnya bayi akan memperlihatkan usaha berna/as #!aspin!+ yan! kemudian diikuti leh perna/asan teratur. Pada penderita as/iksia berat% usaha berna/as ini tidak tampak dan bayi selan"utnya berada dalam peri de apnu kedua #Se9 ndary apnea+. Pada tin!kat ini ditemukan bradikardi dan penurunan tekanan darah. =isampin! adanya perubahan klinis% akan ter"adi pula G3 metab lisme dan pemeriksaan keseimban!an asam basa pada tubuh bayi. Pada tin!kat pertama dan pertukaran !as mun!kin hanya menimbulkan asid ris respirat rik% bila G3 berlan"ut dalam tubuh bayi akan ter"adi metab lisme anaer bik yan! berupa !lik lisis !lik !en tubuh % sehin!!a !lik !en tubuh terutama pada "antun! dan hati akan berkuan!.asam r!anik ter"adi akibat metab lisme ini akan menyebabkan tumbuhnya asid sis metab lik. Pada tin!kat selan"utnya akan ter"adi perubahan kardi vaskuler yan! disebabkan leh beberapa keadaan diantaranya hilan!nya sumber !lik !en dalam "antun! akan mempen!aruhi /un!si "antun! ter"adinya asid sis

metab lik akan men!akibatkan menurunnya sel "arin!an termasuk t t "antun! sehin!a menimbulkan kelemahan "antun! dan pen!isian udara alve lus yan! kuran! adekuat akan menyebabkan akan tin!!inya resistensinya pembuluh darah paru sehin!!a sirkulasi darah ke paru dan kesistem tubuh lain akan men!alami !an!!uan. Asid sis dan !an!!uan kardi vaskuler yan! ter"adi dalam tubuh berakibat buruk terhadap sel tak. Kerusakan sel tak yan! ter"adi menimbulkan kematian atau !e"ala sisa pada kehidupan bayi selan"utnya #>edi9ine and linu@.9 m+ =. K.ASI$IKASI K.INIK NI.AI APGAR =AN ,,.R 0 &. Klasi/ikasi As/iksia a. As/iksia berat # nilai APGAR (53+ >emerlukan resusitasi se!era se9ara akti/% dan pemberian ksi!en terkendali. Karena selalu disertai asid sis% maka perlu diberikan natrikus bikarb nat *%:C den!an d sis 2%6 ml per k! berat badan% dan 9airan !lu9 se 6(C&52 mlAk! berat badan% diberikan via vena umbilikalis. b. As/iksia sedan! #APGAR 65<+ >emerlukan resusitasi dan pemberian ksi!en sampai bayi dapat berna/as kembali. 9. ,ayi n rmal atau as/iksia rin!an # nilai APGAR *5'+. d. ,ayi n rmal den!an nilai APGAR &( As/iksia berat den!an henti "antun!% den!an keadaan bunyi "antun! men!hilan! setelah lahir% pemeriksaan /isik yan! lain sama den!an as/iksia berat. Pediatri9.9 m 2. Klasi/ikasi ,,.R Primaturitas murni. a. >asa !estasi kuran! dari 3* min!!u dan berat badannya sesuai den!an masa !estasi. b. =ismaturitas. 9. ,, bayi yan! kuran! dari berat badan seharusnya% tidak sesuai den!an masa !estasinya. d. ,,.R dibedakan men"adi 0 ,,.R 0 berat badan lahir &D((52:(( !ram ,,.SR 0 berat badan lahir G &:(( !ram ,,.ER 0 berat badan lahir ekstra rendah G &((( !r E. PE>ERIKSAAN =IAGN-STIK &. Analisa !as darah # P7 kuran! dari *%2( +. 2. Penilaian APGAR S9 re meliputi #4arna kulit% /rekuensi "antun!% usaha na/as% t nus t t dan re/lek+. 3. Pemeriksaan EEG dan ?T5S9an "ika sudah timbul k mplikasi. 6. Pen!ka"ian spesi/ikA :. Pemeriksaan /un!si paruA <. Pemeriksaan /un!si kardi vaskulerA #Pediatri9.9 m+ $. >ANI$ESTASI K.INIS As/iksia biasanya merupakan akibat dari hip ksi "anin yan! menimbulkan tanda0 5 =JJ lebih dari &--@AmntAkuran! dari l--@Amenit tidak teratur 5 >ek nium dalam air ketuban pada "anin letak kepala 5 Apnea 5 Pu9at 5 Sian sis 5 Penurunan terhadap stimulus. #>edi9ine and linu@.9 m+

G. PENATA.AKSANAAN K.INIS &. Tindakan Umum a. ,ersihkan "alan na/as. Kepala bayi dileakkan lebih rendah a!ar lendir mudah men!alir% bila perlu di!unakan lariny sk p untuk membantu pen!hisapan lendir dari saluran na/as yan! lebih dalam.Saluran na/as atas dibersihkan dari lendir dan 9airan amni n den!an pen!isap lendir% tindakan ini dilakukan den!an hati5 hati tidak perlu ter!esa5 !esa atau kasar. Pen!hisapan yan! dilakukan den!an 9er b h akan timbul penyulit seperti0 spasme larin!% k lap paru% kerusakan sel muk sa "alan na/as. Pada as/iksia berat dilakukan resusitasi kardi pulm nal. b. Ran!san! re/lek perna/asan. =ilakukan setelah 2( detik bayi tidak memperlihatkan berna/as den!an 9ara memukul kedua telapak kaki menekan tanda a9hiles. ,ayi yan! tidak memperlihatkan usaha berna/as selama 2( detik setelah lahir dian!!ap telah menderita depresi perna/asan. =alam hal ini ran!san!an terhadap bayi harus se!era dilakukan. Pen!aliran -2 yan! 9epat kedalam muk sa hidun! dapat pula meran!san! re/lek perna/asan yan! sensitive dalam muk sa hidun! dan /arin!. ,ila 9ara ini tidak berhasil dapat dilakukan den!an memberikan ran!san!an nyeri den!an memukul kedua telapak kaki bayi. 9. >empertahankan suhu tubuh. Pertahankan suhu tubuh a!ar bayi tidak kedin!inan% karena hal ini akan memperburuk keadaan as/iksia.,ayi baru lahir se9ara relative banyak kehilan!an panas yan! diikuti leh penurunan suhu tubuh. Penurunan suhu tubuh akan mempertin!!i metab lisme sel sehin!!a kebutuhabn ksi!en menin!kat. Perlu diperhatikan a!ar bayi mendapat lin!kun!an yan! han!at se!era setelah lahir. Jan!an biarkan bayi kedin!inan #membun!kus bayi den!an kain kerin! dan han!at+% ,adan bayi harus dalam keadaan kerin!% "an!an memandikan bayi den!an air din!in% !unakan minyak atau baby il untuk membersihkan tubuh bayi. Kepala ditutup den!an kain atau t pi kepala yan! terbuat dari plastik #>edi9ine and linu@.9 m =AN Pediatri9.9 m+. 2. Tindakan khusus a. As/iksia berat ,erikan -2 den!an tekanan p siti/ dan intermiten melalui pipa end trakeal. dapat dilakukan den!an tiupan udara yan! telah diperkaya den!an -2. Tekanan -2 yan! diberikan tidak 3( 9m 7 2(. ,ila perna/asan sp ntan tidak timbul lakukan messa!e "antun! den!an ibu "ari yan! menekan perten!ahan sternum D( I&(( @Amenit. b. As/iksia sedan!Arin!an Pasan! relkiek perna/asan #hisap lendir% ran!san! nyeri+ selama 3(5<( detik. ,ila !a!al lakukan perna/asan k d k #$r ! breathin!+ &52 menit yaitu 0 kepala bayi ektensi maksimal beri -2 &52 &Amnt melalui kateter dalam hidun!% buka tutup mulut dan hidun! serta !erakkan da!u ke atas5ba1ah se9ara teratur 2( @Amenit Pen!hisapan 9airan lambun! untuk men9e!ah re!ur!itasi #>edi9ine and linu@.9 m+. 7. T7ERAPI ?AIRAN PA=A ,AFI ,ARU .A7IR =ENGAN AS$IKSIA &. Tu"uan Pemberian ?airan untuk ,ayi ,aru .ahir den!an as/iksia a. >en!embalikan dan mempertahankanKeseimban!an airan b. >emberikan bat I batan 9. >emberikan nutrisi parenteral 2. Keuntun!an dan keru!ian therapy ?airan Keuntun!an 0 a. E/ek therapy se!era ter9apai karena pen!hantaran bat ketempat tar!et berlan!sun! 9epat b. Abs rbsi t tal% memun!kinkan d sis bat lebih tepat dan therapy lebih dapat diandalkan 9. Ke9epatan pemberian dapat dik ntr l sehin!!a e/ek therapy dapat dipertahankan maupun

dim di/ikasi d. Ras sakit dan iritasi bat5 bat tertentu "ika diberikan intramus9ular dan subkutan dapat dihindari e. Sesuai untuk bat yan! tidak dapat diabs rpsi den!an rute lain karena m lekul yan! besar% iritasi atau ketidakstabilan dalam traktus !astr intestinal. Keru!ian 0 &. Resik t ksisitasAanapilaktik dan sensitivitas tin!!i 2. K mplikasi tambahan dapat timbul 0 B K ntaminasi mikr ba melalui sirkulasi B Iritasi vaskuler # spt phlebitis + B Ink mpabilitas bat dan interaksi dari berba!ai bat tambahan. 3. Peran Pera1at terhadap Therapi ?airan pada bayi baru lahir den!an as/iksia &. >emastikan tidak ada kesalahan maupun k ntaminasi 9airan in/use maupun kemasannya. 2. >emastikan 9airan in/use diberikan se9ara benar #pasien% "enis 9airan% d sis% 9ara pemberian dan 1aktu pemberian+ 3. >emeriksa kepatenan tempat insersi 6. > nit r daerah insersi terhadap kelainan :. >en!atur ke9epatan tetesan sesuai den!an pr !ram <. > nit r k ndisi dan reaksi pasien ,A, III TINJAUAN KASUS PENGKAJIAN &. Pen!umpulan =ata a. Identitas klien Nama 0 ,y. F Usia 0 * hari Jenis Kelamin 0 Perempuan Ruan!Akamar 0 PeristiA=ahlia N . Re! 0 6(*22& =ia!n sa medik 0 ,,.SR den!an As/iksia ,erat =r. penan!!un! "a1ab 0 dr. S Sp A Tan!!al masuk 0 :5&252((D Pukul (*.&: 4I, Tan!!al pen!ka"ian 0 &35&252((D Pukul (D.(( 4I, Ap!ar sk r 0 3 #As/iksia ,erat+ b. Identitas penan!!un! "a1ab Nama 0 Tn. A Umur 0 3: tahun Peker"aan 0 4iras1asta Pendidikan 0 S>A 7ub den!an klien 0 Anak Alamat rumah 0 Pe9abean RT (6A(& Ke9. Pan!kah Kab. Te!al >asalah utama 0 Sesak na/as Ri1ayat Penyakit Sekaran! 0 Pada saat dika"i tan!!al &3 =esember 2((D Jam (D.(( 4ib% bayi tampak sesak na/as den!an respirasi *< @Amenit. Sesak berkuran! "ika p sisi bayi semi ekstensi dan terpasan! -2 Sun!kup : literAmenit ditandai den!an menurunnya retraksi r n!!a dada dan sesak tampak bertambah den!an p sisi bayi /leksi ditandai den!an penin!katan P?7. Ri1ayat Penyakit =ahulu 0

,ayi lahir pada : I &2 I 2((D Pukul (*.&: 4I, di Ruan! >a1ar RSU= Kardinah Te!al melalui persalinan sp ntan den!an !ravidarum II% APGAR S?-RE pada menit pertama 3% menit ke : nilainya 3 dan pada menit ke &( nilainya 3% berat badan &6(( !ram% pan"an! badan 3D 9m dan air ketuban ber1arna "ernih. =an ibu klien men!atakan ri1ayat kehamilan dan persalinan anak pertama prematur. Ri1ayat penyakit keluar!a 0 Keluar!a klien men!atakan bah1a keluar!anya tidak mempunyai penyakit in/eksi menular #>isalnya T,+% penyakit kardi vaskuler #7ipertensi+% dan penyakit keturunan #=>AAsma+. Ri1ayat kehamilan persalinan sebelumnya adalah prematur dan tidak ada ri1ayat kehamilan !emeli #Kembar+. Gen !ram Ri1ayat Psik l !is 0 Keluar!a klien men!atakan kha1atir den!an keadaan bayinya% ekspresi 1a"ah ayahnya tampak 9emas% dan bertanya5tanya men!enai k ndisi bayinya ketika men"en!uk bayinya di ruan! pera1atan. =ata S sial Ek n mi 0 Kepala keluar!a adalah ayah klien% sekali!us penan!un! "a1ab perek n mian% keputusan diambil leh ayah dan ibu klien se9ara musya1arah. A. PENGKAJIAN $ISIK 0 & Keadaan umum Keadaan umum 0 Klien tampak lemah .in!kar kepala 0 2< 9m .in!kar =ada 0 2D 9m .in!kar Perut 0 2: 9m Pan"an! ,adan 0 3D 9m ,erat badan lahir 0 &6(( !r ,, saat dika"i 0 &2(( !r .in!kar len!an atas 0 : 9m 2 8ital Si!n P 0 &3D @Amenit RR 0 *< @Amenit T 0 3'%& (? 3 Kepala ,entuk kepala n rm 9hepal% rambut tipis lurus den!an 1arna rambut hitam% tidak terdapat ben" lan% tidak ada lesi% keadaan sutura sa!italis datar% tidak ada nyeri tekan% terdapat lanu! disekitar 1a"ah. 6 >ata ,entuk mata simetris% tidak terdapat k t ran% bulu mata belum tumbuh% sklera tidak ikterik. : Telin!a ,entuk simetris% tidak terdapat serumen% tidak terdapat ben" lan dan lesi% tulan! telin!a lunak% tulan! kartila! tidak mudah membalikAlambat% terdapat lanu! < 7idun! ,entuk hidun! n rmal% P?7 p siti/% terpasan! -2 sun!kup : literAmenit% terpasan! NGT% keadaan hidun! bersih% tidat terdapat p lip dan ben" lan. * >ulut ,entuk bibir simetris% tidak terdapat labi palat ski;is% tidak terdapat st matitis% muk sa bibir tampak pu9at dan terdapat "amur sisa I sisa pemberian PASI. D =ada

,entuk dada 9ekun!% bersih% terdapat retraksi #pada dindin! epi!astrium+% RR *<@Amenit% suara na/as 8esikuler% ? r ,J I ,J II terden!ar "elas% tidak terdapat bunyi "antun! tambahan #,J III+% tidak terdapat kardi me!ali% palpasi nadi radialis brakhialis dan kar tis teraba lemah dan ire!uler. ' Pun!!un! Keadaan pun!!un! bersih% terdapat banyak lanu! % tidak terdapat tanda5tanda dekubitusA in/eksi. &( Abd men ,entuk abd men datar% ,U &( @Amenit% lin!kar perut 2: 9m% tidak terdapat hepat me!ali% tur! r kulit kuran! elastis ditandai den!an kulit kembali ke bentuk semula lebih dari 2 detik. && Umbilikus Tidak ada kelainan dan tanda5tanda in/eksi tali pusat% 1arna merah muda% bau tidak ada% tali pusat sudah terlepas. &2 Genitalia .abia may r belum menutupi labia min r% Anus paten ditandai den!an bayi sudah ,A,% mek niun sudah keluar dan 1arna terlihat hitam dan k nsistensi lembek. &3 Inte!umen Struktur kulit halus dan tipis% merah pu9at #Pale Pink+% lapisan lemak tipis pada "arin!an kulit% keriput% tidak ada ruam merah #Skin rash+. .anu! tersebar diseluruh permukaan tubuh. &6 T nus -t t Gerakan bayi kuran! akti/% bayi ber!erak apabila diberi ran!san!an. &: Ekstrimitas Atas 0 ,entuk simetris% "ari5"ari tan!an len!kap% akral din!in tidak terdapat ben" lan dan lesi. ,a1ah 0 ,entuk simetris% "ari5"ari kaki len!kap% akral din!in% terpasan! I8$= =: M NS >ikr drip di kaki sebelah kanan den!an &( tetesAmenit% tidak terdapat ben" lan dan lesi. Udema Sian sis &< Re/leks > r 0 > r ada ditandai den!an 9ara dike"utkan se9ara tiba5tiba den!an resp n bayi terke"ut tapi lemah #sedikit meresp n+ >en!!en!!am 0 Re/leks !en!!am p siti/ tetapi lemah ditandai den!an resp n bayi men!!en!!am telun"uk pen!ka"i tetapi lemah. >en!hisap 0 >en!hisap lemah ditandai den!an bayi mau men!hisap d t tetapi daya hisap masih lemah. R tin! 0 R tin! p siti/ tapi masih lemah ditandai den!an kepala bayi men!ikuti stimulus yan! di tempelkan yan! disentuhkan di daerah bibir ba1ah da!u hanya tetapi bayi hanya men!ikuti seten!ah dari stimulus tersebut. ,abynski 0 Re/leks babinsky p siti/ ditandai den!an semua "ari hiper ekstensi den!an "emp l kaki d rsi pleksi ketika diberikan stimulus den!an men!!unakan u"un! b lp int pada telapak kaki. &* Therapy E/ ta@ 2 @ &(( m! Antibi tik iv Gentami9ine 3 @ : m! Antibi tik iv Amin philine 3 @ : m! ,r nk dilat r iv =e@amethas ne 3 @ &A3 ampul K rtik ster id iv Sanm l 2 @ (.2 99 Antipiretik parenteral S rbital 3( m! Antik mpulsi/ iv #Jika perlu+ I8$= =: M NS >ikr drip ' ttsAmenit iv

&D .ab rat rium 4,? &(.( &(3Amm3 6.(A&&.( &(3Amm3 7G, &3%3 !Adl &&.(A&D.D !Adl 7?T 3<%' C 3:.(A::.( C P.T 23: &(3Amm3 &:(A6(( &(3Amm3 >P8 &(* $l <.(A&(.( $l ,. =ATA I,U Nama 0 Ny. F Usia 0 32 tahun Peker"aan 0 IRT Pendidikan 0 S>A Status Kehamilan 0 G2 P2 A( usia kehamilan 2' min!!u 7P7T 0 &( >ei 2((D 7P. 0 &* $ebruari 2((' Ri1ayat Persalinan 0 Persalinan sp ntan% P2 A( Ri1ayat Kesehatan 0 Kehamilan prematur kuran! bulan .ama Persalinan 0 D "am 6: menit% Kala I 0 * "am% Kala II 0 &: >enit% Kala III 3( menit% kala I8 &"am setelah plasenta lahir. Ri1ayat AN? 0 Trimester & 0 & kali di bidan Trimester 2 0 & kali Trimester 3 #usia kehamilan * bulan +0 2 kali di bidan -bat I batan 0 -bat 1arun! Ri1ayat Kehamilan% Persalinan dan >asa Ni/as dahulu N Jk Umur Usia kehamilan Pen l n! ,,. Ni/as >asalah Ket &. N 2 hari 2D min!!u ,idan &2(( !r N rmal 6( hari ,,.SR >enin!!al 2. N * hari 2' min!!u ,idan &6(( !r N rmal ,,.SR 7idup Ri1ayat menstruasi ibu 0 7aid pertama 0 &2 tahun Siklus 0 2D hari teratur 8 lumeAbanyaknya 0 2 @ !anti balutan .ama haid 0 : hari ?. ANA.ISA =ATA N =ata $ kus Eti l !i >asalah & =s0 = 0 ,ayi tampak sesak na/as RR *< @A>enit Terlihat retraksi pada dindin! epi!astrium P?7 O Terpasan! -2 sun!kup #: liter A menit+ U"un! ekstrimitas teraba din!in ,,.SR Imaturitas sistem perna/asan

Usaha na/as bayi tidak maksimal #A.S 0 3+ ?-2 menin!kat #7iperkapneu+ Gan!!uan pertukaran !as GG. Pertukaran -2 2 =s0 = 0 S 0 3'%& (?AAnal .euk sit &(. &(3Amm3 Struktur kulit halus dan tipis ,ayi di simpan dalam inkubat r Imaturitas "arin!an lemak pada subkutan >ekanisme pen!uapan panas #E%R%K%K+ Gan!!uan suhu tubuh #7ipertermi+ GG. Therm re!ulasi 0 7ypertermi 3 =s 0 = 0 NGT terpasan! I8$= =: M NS >ikr drip &(ttsAmenit PASI &2@ : I *%: 99Ahari Re/leks hisap lemah dan menelan lemah ,, lahir &6(( !r ,, saat dika"i &2(( !r Imaturitas sistim pen9ernaan > tilitas usus rendah =aya men9erna dan men!abs rpsi makanan berkuran! Pen! s n!an lambun! bertambah =istensi abd men Ker"a t t spin!ter kardi es pha!us berkuran! Intake nutrisi kuran! dari kebutuhan Gan!!uan pemenuhan kebutuhan nutrisi 0 kuran! dari kebutuhan tubuh 6 =s 0 Keluar!a klien men!atakan kha1atir den!an keadaan bayinya = 0 Ekspresi 1a"ah ayahnya tampak 9emas Ayah klien serin! bertanya5tanya men!enai k ndisi bayinya ketika men"en!uk bayinya di ruan! pera1atan. ,,.SR

7 spitalisasi Pera1atan ekstra di ruan! perinat l !i , ndin! Atta9hment tidak ter"adi K pin! keluar!a in e/ekti/ ?emas Gan!!uan rasa aman 0 ?emas -ran! tua : =s = 0 Terpasan! NGT I8$= =: M NS >ikr drip&(ttsAmenit di ekstrimitas ba1ah de@tra S 0 3'%& ( ? -edem pada ektremitas ba1ah de@tra yan! terpasan! in/us .euk sit &(. &(3Amm3 Imaturitas sistem imun l !i Rendahnya kadar I! G # !amma!l bulin + Penurunan antib di dan daya tahan /a! sit sis belum matur Invasi bakteri kuman pat !en%selan! in/usANGT Resik tin!!i ter"adi in/eksi Resik tin!!i ter"adi in/eksi =. =IAGN-SA KEPERA4ATAN &. Gan!!uan pertukaran -2 berhubun!an den!an Imaturitas sistem perna/asan 2. Gan!!uan Therm re!ulasi 7ipertermi berhubun!an den!an 9airan yan! diper lehAsediaan 9airan dalam tubuh bayi 3. Gan!!uan pemenuhan nutrisi 0 kuran! dari kebutuhan tubuh berhubun!an den!an Imaturitas sistem pen9ernaan 6. Gan!!uan rasa aman 0 ?emas -ran! tua berhubun!an den!an pr ses h spitalisasi :. Resik tin!!i ter"adi in/eksi berhubun!an den!an imaturitas sistem imun l !i E. PRI-RITAS =IAGN-SA KEPERA4ATAN &. Gan!!uan pertukaran -2 berhubun!an den!an Imaturitas sistem perna/asan 2. Gan!!uan Therm re!ulasi0 7ipertermi berhubun!an den!an 9airan yan! diper lehAsediaan 9airan dalam tubuh bayi 3. Gan!!uan pemenuhan nutrisi kuran! dari kebutuhan berhubun!an den!an Imaturitas sistem pen9ernaan 6. Gan!!uan rasa aman 0 ?emas -ran! tua berhubun!an den!an pr ses h spitalisasi :. Resik tin!!i ter"adi in/eksi berhubun!an den!an imaturitas sistem imun l !i $. NURSING ?ARE P.ANNING #N?P+ Nama 0 ,y. F N >edrek 0 6(*22& Umur 0 * hari =@ >edis 0 ,,.SR O As/iksia N =ia!n sa kepera1atan Tu"uan Intervensi Rasi nal

& Gan!!uan pertukaran -2 berhubun!an den!an As/iksia. =itandai den!an 0 =s0 = 0 ,ayi tampak sesak RR *< @A>enit Terlihat retraksi pada dindin! epi!astrium P?7 O Terpasan! -2 sun!kup #: liter A menit+ Setelah dilakukan tindakan kepera1atan selama 3 @ 26 "am diharapkan !an!!uan pertukaran -2 kembali n rmal den!an kriteria hasil 0 B Na/as sp ntan B -2 tidak terpasan! B P?7 ne!ati/ B $rekuensi na/as n rmal 3( I <( @Amenit. B Sian sis ne!ati/. &. Atur p sisi kepala bayi sedikit ekstensi 2. Therapi -2 sesuai kebutuhan 3. > nit r irama% kedalaman /rekuensi perna/asan bayi 6. > nit r saturasi -2 tiap 2 "am :. K lab rasi pemberian bat br n9h dilat r sesuai kebutuhan &. P sisi kepala sedikit ekstensi bertu"uan untuk membuka "alan na/as dan mempermudah pen!aliran -2 atau ksi!enasi 2. Suplai -2 diberikan bertu"uan untuk mempertahankan kadar -2 dalam "arin!an. 3. >en!etahui perubahan yan! ter"adi apakah perna/asan dalam batas n rmal atau ter"adi !an!!uan. 6. Saturasi -2 dilakukan bertu"uan untuk men!etahui kadar -2 dalam "arin!an apakah dalam batas n rmal atau ter"adi !an!!uan. :. -bat br nk dilat r ber/un!si untuk membantu menurunkan sesak. 2 Gan!!uan Therm re!ulasi 7ipertermi berhubun!an den!an 9airan yan! diper lehAsediaan 9airan dalam tubuh bayi =itandai den!an 0 =s0 = 0 S 0 3'%& (?AAnal Kadar leuk sit &(. &(3Amm3 Struktur kulit halus dan tipis ,ayi di simpan dalam inkubat r Setelah dilakukan tindakan kepera1atan selama 3 @ 26 "am diharapkan suhu tubuh bayi dalam batas n rmal kriteria hasil 0 B Suhu tubuh dalam batas n rmal 3<.:( ? I 3*.:(? B ,ayi tidak re1el B ,ayi bisa tidur B Kadar leuk sit dalam batas n rmal 6.( I &&.( &(3Amm3 B Sekresi kerin!at tidak nampak. &. Atur suhu inkubat r sesuai den!an keadaan bayi. 2. -bservasi TT8

3. K mpres bayi den!an kasa yan! telah dibasahi den!an air han!at. 6. K lab rasi pemberian bat antipiretik &. Pen!aturan suhu inkubat r bertu"uan untuk men9e!ah bayi hipertermi dan menurunkan suhu bayi. 2. -bservasi TT8 dite!akan untuk men!etahui apakah bayi men!alami !an!!uan atau masih dalam keadaan batas n rmal. 3. K mpres air han!at adalah memper9epat penurunan suhu bayi. 6. Pemberian antipiretik ber/un!si untuk menurunkan suhu tubuh 3 Gan!!uan pemenuhan nutrisi kuran! dari kebutuhan berhubun!an den!an Imaturitas sistem pen9ernaan =itandai den!an 0 =s 0 = 0 NGT terpasan! I8$= =: M NS >ikr drip &( ttsAmenit. PASI &2@ : I *%: 99Ahari Re/leks hisap lemah dan menelan lemah ,, lahir 0 &6(( !r ,, saat dika"i 0 &2(( !r Setelah dilakukan tindakan kepera1atan selama 3 @ 26 "am kebutuhan 9airan dan elektr lit dapat terpenuhi den!an kriteria 0 B Tur! r kulit elastis B Tidak ter"adi penurunan ,, B Pr duksi urine & 52 ml A k! ,, A "am. B Retensi 9airan n rmal &. Ka"i re/lek hisap dan menelan bayi 2. Timban! ,, A hari den!an timban!an yan! sama 3. ,eri ASI atau PASI tiap 2 "am "ika tidak ter"adi retensi 6. .akukan -ral hy!iene :. K lab rasi pemberian 9airan sesuai kebutuhan &. Re/lek hisap dan menellan pada bayi menandakan bayi sudah dapat di berikan asupan per ral 2. Status nutrisi teridenti/ikasi 3. ASI PASI seba!ai nutrisi utama pada bayi 6. >en9e!ah ter"adinya kebasian sisa makanan dan ter"adinya pertumbuhan "amur :. Keseimban!an 9airan yan! diberikan sesuai den!an kebutuhan 6 Gan!!uan rasa aman 0 ?emas -ran! tua berhubun!an den!an tidak ter"adinya , ndin! Atta9hment. =itandai den!an 0 =s 0 Keluar!a klien men!atakan kha1atir den!an keadaan bayinya = 0 Ekspresi 1a"ah ayahnya tampak 9emas Ayah klien terus bertanya5tanya men!enai k ndisi bayinya ketika men"en!uk bayinya di ruan! pera1atan Setelah dilakukan tindakan kepera1atan selama 3 @ 26 "am diharapakan ran! tua tidak 9emas la!i den!an kriteria 0 B -ran! tua tampak tenan!

B -ran! tua k perati/ B Tidak bertanya5tanya tentan! keadaan penyakit anaknya B -ran! tua suadah bertemu den!an bayinya. &. Ka"i tin!kat ke9emasan keluar!a klien 2. ka"i tin!kat pen!etahuan keluar!a tentan! penyakit yan! diderita bayinya 3. ,eri pen"elasan tentan! keadaan bayinya 6. ,eri 1aktu keluar!a untuk men!un!kapkan perasaannya &. >en!etahui dera"at ke9emasan yan! diderita leh keluar!a dan memudahkan dalam memberikan intervensi 2. >emudahkan pera1at untuk melakukan k munikasi terapeutik dalam pr ses kepera1atan 3. >enambah pen!etahuan den!an memberikan in/ rmasi tentan! keadaan yan! dialami leh bayi 6. >en!etahui ti!kat ke9emasan yan! dialami leh keluar!a. : Resik tin!!i ter"adi in/eksi berhubun!an den!an imaturitas sistem imun l !i Terpasan! NGT I8$= &( tetesAmenit Kadar leuk sit &(.&(3Amm3 S 0 3'%& ( ? -edem pada ektremitas yan! terpasan! alat tindakan medis Setelah dilakukan tindakan kepera1atan selama 3 @ 26 "am in/eksi tidak ter"adi den!an kriteria 0 Tidak ter"adi tanda5tanda in/eksi B Kadar leuk sit dalam batas n rmal 6.( I &&.( &(3Amm3 B Suhu dalam batas n rmal 3<%: ? I 3*%: ? &. Ka"i tanda I tanda in/eksi 2. -bservasi TT8 3. Pera1atan NGT 6. Per1atan I8$= :. K lab rasi pemberian antibi tik &. Tanda5tanda in/eksi diantaranya d l r% kal r% rub r% tum r dan /un!si laesa. 2. Untuk men!etahui keadaan umum bayi apakah ter"adi !an!!uan atau dalam batas5batas n rmal 3. >en9e!ah in/eksi 6. >en9e!ah in/eksi :. Antibi tik ber/un!si untuk mematikan invasi bakteri penyebab in/eksi G. I>P.E>ENTASI KEPERA4ATAN Nama 0 ,y. F N >edrek 0 6(*22& Umur 0 * hari =@ >edis 0 ,,.SR O As/iksia N- =IAGN-SA KEPERA4ATAN TANGGA.A PUKU. I>P.E>ENTASI KEPERA4ATAN TT= & Gan!!uan pertukaran -2 berhubun!an den!an As/iksia &35&252((D (D.(( 4I, (D.(:

&:5&252((D Pukul (D.(( 4I, (D.(: 4I, &<5&252((D Pukul (D.(( 4I, (D.(: 4I, &. >en!atur p sisi kepala bayi sedikit ekstensi R 0 Klien tampak lemah 7 0 P sisi kepala sudah semi ekstensi 2. >em nit r irama% kedalaman /rekuensi perna/asan bayi R 0 Sesak na/as masih terlihat 7 0 $rekuensi pernapasan *< @Amenit% retraksi dindin! dada berlebihan tidak terdapat suara na/as tambahan 3. >elakukan bservasi Therapi -2 sesuai : literAmenit sun!kup R 0 Klien tampak lemah dan pernapasan 9epat dan dan!kal 7 0 -ksi!en telah terpasan! den!an sun!kup : literAmenit 6. memberikan therapy in"eksi Amin philine d sis : m! dan =e@amethas n &A3 ampul se9ara parenteral intravena. R 0 Klien tampak menyerin!ai ekspresi kesakitan 7 0 -bat br n9k dilat r telah diin"ekan pada "am (D.(( 4I, &. >en! bservasi pemberian Therapi -2 : literAmenit sun!kup R 0 klien tampak lemah dan pernapasan 9epat dan dan!kal 7 0 -ksi!en telah terpasan! den!an sun!kup : literAmenit 2. >emberikan in"eksi Amin philine d sis : m! dan =e@amethas n &A3 ampul se9ara parenteral intravena R 0 Klien tampak menyerin!ai ekspresi kesakitan 7 0 -bat br n9k dilat r telah diin"ekan pada "am (D.(( 4I, &. >en!atur p sisi kepala bayi sedikit ekstensi R 0 Klien tampak lemah 7 0 P sisi kepala sudah semi ekstensi 2. >en! bservasi pemberian Therapi -2 sesuai : literAmenit sun!kup R 0 Klien tampak lemah dan pernapasan 9epat dan dan!kal 7 0 -ksi!en telah terpasan! den!an sun!kup : literAmenit 3. >em nit r irama% kedalaman /rekuensi perna/asan bayi R 0 Sesak masih terlihat 7 0 $rekuensi pernapasan *(@Amenit% retraksi dindin! dada berlebihan tidak terdapat suara na/as tambahan 6. memberikan in"eksi bat Amin philine d sis : m! dan =e@amethas n &A3 ampul se9ara parenteral intravena. R 0 Klien tampak menyerin!ai ekspresi kesakitan 7 0 -bat br n9k dilat r telah diin"ekan pada "am (D.(( 4I, 2 Gan!!uan Therm re!ulasi 7ipertermi berhubun!an den!an 9airan yan! diper lehAsediaan 9airan dalam tubuh bayi &35&252((D Pukul (D.(( 4I,

(D.(: 4I, (D.&( 4I, &:5&252((D (D.(( 4I, (D.(: 4I, &<5&252((D (D.(( 4I, (D.(: 4I, &. >en! bservasi TT8 ,ayi R 0 Klien tampak menan!is dan merin!!is 7 0 8ital Si!n bayi S 0 3'.& (? N0 &3D @Amenit R 0*<@Amenit 2. >emberikan Sanm l =r p (.2 99 se9ara parenteral selan! NGT. R 0 Klien Tampak menyerin!ai dan menan!is 7 0 -bat antipiretik telah diberikan 3. >en!atur suhu inkubat r 3: (? R 0 ,ayi berada dalam inkubat r 7 0 Suhu inkubat r telah disesuaikan 3: ( ? &. >en! bservasi TT8 ,ayi R 0 Klien tampak menan!is dan merin!!is 7 0 8ital Si!n bayi S 0 3*%< (? P0 &2( @Amenit R 0*6@Amenit 2. >emberikan bat antipiretik Sanm l =r p (.2 99 2@ perhari se9ara parenteral selan! NGT. R 0 Klien Tampak menyerin!ai dan menan!is 7 0 -bat antipiretik telah diberikan &. >en! bservasi TT8 ,ayi R 0 Klien tampak menan!is dan merin!!is 7 0 8ital Si!n bayi S 0 3*(? P0 &2( @Amenit R 0*( @Amenit 2. >emberikan bat antipiretik Sanm l =r p (.2 99 2@ perhari se9ara parenteral selan! NGT. R 0 Klien Tampak menyerin!ai dan menan!is 7 0 -bat antipiretik telah diberikan 3 Gan!!uan pemenuhan nutrisi kuran! dari kebutuhan berhubun!an den!an Imaturitas sistem pen9ernaan &35&252((D ('.(( 4I, ('.(: 4I, &:5&252((D ('.(: 4I,

('.&( 4I, &<5&252((D ('.(: 4I, ('.&( 4I, &. >en!ka"i re/lek hisap dan menelan bayi R 0 ,ayi meresp n den!an men"ulurkan lidah pada saat disentuh bibirnya 7 0 Re/lek menelan dan men!hisap ada tetapi lemah dan terpasan! selan! NGT 2. >emberikanPASI sebanyak :5*%: 99 melalui selan! NGT R 0 Klien tampak lemah 7 0 PASI telah diberikan sebanyak *%: 99 melalUI selan NGT 3. >enimban! ,, A hari den!an timban!an yan! sama R 0 Klien tampak lemah per!erakan kuran! akti/ 7 0 ,, Klien &2(( !ram 3. >elakukan k lab rasi pemberian 9airan sesuai kebutuhan . 7 0 Kebutuhan 9airan ,ayi adalah &( ttsAmenit #26( ml+ & >emberikan PASI sebanyak :5*%: 99 melalui selan! NGT R 0 Klien tampak lemah 7 0 PASI telah diberikan sebanyak *%: 99 melalui selan! NGT pada pukul (D.&( 4I, 2 >elakukan k lab rasi pemberian 9airan sesuai kebutuhan . 7 0 Kebutuhan 9airan ,ayi adalah &( ttsAmenit #26( ml+ &. >emberikan PASI sebanyak :5*%: 99 melalui selan! NGT R 0 Klien tampak lemah 7 0 PASI telah diberikan sebanyak *%: 99 melalui selan! NGT pada pukul ('.(( 4I, 2. >elakukan k lab rasi pemberian 9airan sesuai kebutuhan . 7 0 Kebutuhan 9airan ,ayi adalah &( ttsAmenit #26( ml+ 6 Gan!!uan rasa aman 0 ?emas -ran! tua berhubun!an den!an tidak ter"adinya , ndin! Atta9hment. &35&252((D &&.3( 4I, &:5&252((D &(.(( 4I, &. >en!ka"i ke9emasan keluar!a R 0 Keluar!a mau berk munikasi den!an pera1at dan k perati/ 7 0 -ran! tua klien men!atakan kha1atir tehadap k ndisi bayinya saat ini 2. >en!ka"i pen!etahuan ran! tua tentan! penyakit dan keadaan bayinya R 0 -ran! tua tidak men!erti den!an keadaan yan! dialami bayinya. 7 0 -ran! tua tidak men!etahui penyakit yan! diderita bayinya 3. >emberi pen"elasan tentan! keadaan bayinya saat ini R 0 -ran! tua bayi tampak 9emas 7 0 -ran! tua tampak men!erti den!an pen"elasan yan! disampaikan pera1at. 6. >emberi 1aktu keluar!a untuk bertemu den!an bayinya 7 0 -ran! tua telah melihat bayinya dari luar "endela ruan!an dan tampak senan!.. :. >emberi 1aktu keluar!a untuk men!un!kapkan perasaannya

R 0 -ran! tua k perati/ 7 0 -ran! tua berharap sem !a bayinya 9epat sembuh dan se!era diba1a pulan!. . &. >en!ka"i kembali ke9emasan keluar!a R 0 Keluar!a mau berk munikasi den!an pera1at dan k perati/ 7 0 -ran! tua klien men!atakan masih kha1atir tehadap k ndisi bayinya 2. >emberi 1aktu keluar!a untuk bertemu den!an bayinya 7 0 -ran! tua telah melihat bayinya dari luar "endela ruan!an dan tampak senan!. dan in!in se!era memba1a bayinya pulan! : Resik tin!!i ter"adi in/eksi berhubun!an den!an imaturitas sistem imun l !i &35&252((D (D.(( 1ib (D.(: 4I, &2.(( 4I, &:5&252((D (D.(( 4I, (D.(: 4I, &2.(( 4I, &. >en!ka"i tanda I tanda in/eksi pada daerah yan! terpasan! in/us dan NGT R 0 Klien tampak lemah dan !erakan kuran! akti/ 7 0 Pada daerah yan! terpasan! in/us lerlihat ruam merah dan sedikit ben!kak. 2. >emberikan anti bi tik E/ tak &((m! R 0 Klien tampak lemah 7 0 Antibi tik telah diin"ekan melalui selan! I8$= 3. >elakukan k lab rasi pemberian anti bi tik Gentamy9in :m! hari pada "am R 0 Klien tampak tertidur 7 0 Antibi tik telah diin"ekan melalui selan! I8$= &. >en!ka"i tanda I tanda in/eksi pada daerah yan! terpasan! in/us dan NGT R 0 Klien tampak lemah dan !erakan kuran! akti/ 7 0 Pada daerah yan! terpasan! in/us lerlihat ruam merah dan sedikit ben!kak. 2. >emberikan anti bi tik E/ tak &((m! R 0 Klien tampak lemah 7 0 Antibi tik telah diin"ekan melalui selan! I8$= 3. >elakukan k lab rasi pemberian anti bi tik Gentamy9in :m! hari pada "am R 0 Klien tampak tertidur 6. 7 0 Antibi tik telah diin"ekan melalui selan! I8$= 7. E8A.UASI KEPERA4ATAN Nama 0 ,y. F N >edrek 0 6(*22& Umur 0 * hari =@ >edis 0 ,,.SR O As/iksia N- =IAGN-SA KEPERA4ATAN TANGGA. APUKU. E8A.UASI TT= & Gan!!uan pertukaran -2 berhubun!an den!an As/iksia &*5&252((D Pkl. (D.(( S 0

-0 B ,ayi terlihat Sesaknya berkuran! B R 0 <D @Amenit B -2 masih terpasan! se9ara binasal 2 literAmenit B Retraksi r n!!a epi!astrium B P?7 tidak terdapat B Tidak ter"adi 9yan sis A 0 >asalah teratasi seba!ian P 0 .an"utkan intervensi I0 B Atur p sisi kepala bayi sedikit ekstensi B Therapi -2 sesuai kebutuhan B > nit r /rekuensi perna/asan bayi B > nit r saturasi -2 tiap 2 "am B K lab rasi pemberian bat br n9h dilat r sesuai kebutuhan 2 Gan!!uan Therm re!ulasi 7ipertermi berhubun!an den!an 9airan yan! diper lehAsediaan 9airan dalam tubuh bayi &*5&252((D Pkl. (D.&( 4ib S 0 -0 B Keadaan umum bayi lemah dan !erakannya kuran! akti/ B ,ayi masih dalam inkubat r B Tanda5tanda vital S0 3<.: ( ? P0 &(D @A menit R. <D @Amenit B ,ayi dibed n! den!an kain yan! bersih dan han!at B Kulit tipis dan belum terbentuk "arin!an lemak A 0 >asalah teratasi P 0 .an"utkan intervensi I0 B -bservasi TT8 B Atur suhu inkubat r sesuai den!an suhu ruan!an B Ka"i penyebab hipertermiAhip termi B Ganti p p k apabila basah K lab rasi pemberian antipiretik sesuai kebutuhan 3 Gan!!uan pemenuhan nutrisi kuran! dari kebutuhan berhubun!an den!an Imaturitas sistem pen9ernaan &*5&252((D Pkl. ('.(( 4ib S0 5 -0 B NGT tidak terpasan! B >untah tidak ada B Replek men!hisap ada dan lemah B PASI per ral 2 "am sekali sebanyak : 99 B ,,0 &2(( !ram B Tur! r kulit tidak elastis B I8$= =: M NS >ikr drip &( ttsAmenit A 0 >asalah teratasi seba!ian P 0 .an"utkan Intervensi I0 B Ka"i re/lek hisap dan menelan bayi B Timban! ,, A hari den!an timban!an yan! sama

B ,eri ASI atau PASI tiap 2 "am "ika tidak ter"adi retensi B ,ersihkan sisa5sisa susu di mulut bayi B -bservasi intake dan utput 9airan B Ka"i ,ab dan ,AK bayi B K lab rasi pemberian 9airan sesuai kebutuhan perhari 6 Gan!!uan rasa aman 0 ?emas -ran! tua berhubun!an den!an tidak ter"adinya , ndin! Atta9hment. &*5&252((D Pkl. &&.(( 4I, S 0 -ran! tua bayi men!atakan in!in se!era memba1a pulan! bayinya dan kapan bayinya sembuh -0 B -ran! tua klien tampak !elisah B -ran! tua klien k perati/ B -ran! tua klien tampak 9emas A 0 >asalah teratasi seba!ian P 0 .an"utkan intervensi I0 B Ka"i tin!kat ke9emasan -ran! Tua B Ka"i tin!akat pen!etahuan -ran! Tua B ,eri 1aktu keluar!a untuk bertemu den!an bayinya B ,eri pen"elasan tentan! keadaan bayinya B ,eri 1aktu keluar!a untuk men!un!kapkan perasaannya B > tivasi -ran! tua bayi a!ar selalu men"en!uk selam bayi salam pera1atan : Resik tin!!i ter"adi in/eksi berhubun!an den!an imaturitas sistem imun l !i &*5&252((D Pkl. &2.(( 4I, S 0 -0 B Tanda5tanda vital B S0 3<.D ( ? P0 &(2 @Amenit R. <D @Amenit B Terdapat ben!kak pada daerah yan! terpasan! I8$=. B Terpasan! I8$= =: M Ns &( ttsAmenit A 0 >asalah teratasi seba!ian P 0 .an"utkan intervensi I0 B Ka"i tanda I tanda in/eksi B >elakukan pera1atan NGT dan In/us B -bservasi TT8 B K lab rasi pemberian antibi tik ,A, I8 PE>,A7ASAN ,erdasarkan study kasus ,,.SR den!an As/iksia pada ,y. F di Ruan! Perinat l !iA=ahlia RSU= Kardinah Te!al% ditemukan beberapa masalah kepera1atan yaitu 0 <. Gan!!uan pertukaran -2 berhubun!an den!an Imaturitas sistem perna/asan *. Gan!!uan Therm re!ulasi0 7ipertermi berhubun!an den!an 9airan yan! diper lehAsediaan 9airan dalam tubuh bayi D. Gan!!uan pemenuhan nutrisi kuran! dari kebutuhan berhubun!an den!an Imaturitas sistem pen9ernaan '. Gan!!uan rasa aman 0 ?emas -ran! tua berhubun!an den!an pr ses h spitalisasi

&(. Resik tin!!i ter"adi in/eksi berhubun!an den!an imaturitas sistem imun l !i Sedan!kan masalah kepera1atan pada te ri 0 &. P la na/as tidak e/ekti/ berhubun!an den!an kuran!nya trans/er ksi!en dari ibu ke "anin. 2. Resik tin!!i !an!!uan keseimban!an asam basa 0 Asid sis metab lik dan respirat ry berhubun!an den!an ke!a!alan berna/as. 3. Resik tin!!i kuran!nya v lume 9airan dan elektr lit berhubun!an den!an pembatasan intake. 6. Resik tin!!i k mplikasi 7ip !likemia berhubun!an den!an penin!katan metab lisme. =ari beberapa dia!n sa yan! di temukan dilapan!an% ada beberapa dia!n sa yan! tidak mun9ul pada te ri diantaranya 0 &. Gan!!uan rasa aman 0 ?emas -ran! tua berhubun!an den!an pr ses h spitalisasi 2. Gan!!uan Therm re!ulasi0 7ipertermi berhubun!an den!an 9airan yan! diper lehAsediaan 9airan dalam tubuh bayi 3. Gan!!uan pemenuhan nutrisi kuran! dari kebutuhan berhubun!an den!an Imaturitas sistem pen9ernaan 6. Resik tin!!i ter"adi in/eksi berhubun!an den!an imaturitas sistem imun l !i ,A, 8 PENUTUP A. KESI>PU.AN Kematian perinatal pada bayi berat badan lahir rendah D kali lebih besar dari bayi n rmal pada umur kehamilan yan! sama. Kalaupun bayi men"adi de1asa ia akan men!alami !an!!uan pertumbuhan% baik /isik maupun mental. Pr !n sis akan lebih buruk la!i bila berat badan makin rendah. An!ka kematian yan! tin!!i terutama disebabkan leh serin!nya di"umpai kelainan k mplikasi ne natal seperti as/iksia% aspirasi pneum nia% perdarahan intrakranial% dan hip !likemia. ,ila bayi ini selamat kadan!5 kadan! di"umpai kerusakan pada syara/ dan akan ter"adi !an!!uan bi9ara% IJ yan! ,erdasarkan study kasus ,,.SR den!an As/iksia pada ,y. F di Ruan! Perinat l !iA=ahlia RSU= Kardinah Te!al% ditemukan beberapa masalah kepera1atan yaitu 0 &&. Gan!!uan pertukaran -2 berhubun!an den!an Imaturitas sistem perna/asan &2. Gan!!uan Therm re!ulasi0 7ipertermi berhubun!an den!an 9airan yan! diper lehAsediaan 9airan dalam tubuh bayi &3. Gan!!uan pemenuhan nutrisi kuran! dari kebutuhan berhubun!an den!an Imaturitas sistem pen9ernaan. &6. Gan!!uan rasa aman 0 ?emas -ran! tua berhubun!an den!an pr ses h spitalisasi. &:. Resik tin!!i ter"adi in/eksi berhubun!an den!an imaturitas sistem imun l !rendah% dan !an!!uan lainnya. ,. SARAN &. Intitusi Pendidikan. =iharapkan a!ar lebih mempersiapkan mahasis1a yan! ter"un ke lahan praktek% a!ar lebih bisa menerapkan apa yan! telah didapat dari institusi pendidikan% dan lebih memantau kiner"a mahasis1a selama di lahan praktek% melalui bimbin!an se9ara intensi/. 2. .ahan Praktek. =isarankan untuk dapat menin!katkan pen!a1asan #bimbin!an+ kepada >ahasis1a

Praktikan yan! selan"utnya% a!ar lebih baik% terarah% dalam men!aplikasikan materi yan! sudah didapat dari kampus di lahan praktek sehin!!a lebih menin!katkan mutu kepera1atan khususnya pada kasus5kasus ,,.SR den!an As/iksia dan menurunkan an!ka kematian ne natus. 3. >ahasis1a praktikan. =iharapkan a!ar lebih mendalami ilmu kepera1atan% khususnya pada kasus5kasus ,,.SR den!an As/iksia dan perinatal% "u!a diharapkan mampu menerapkan te ri se9ara aplikati/ sebisa mun!kin yan! telah didapatkan.
http://pohan1s.blogspot.com/2010/0-/askep-bblr.html