Anda di halaman 1dari 41

1

REFERAT

INFERTILITAS

Disusun oleh: Reinita Arlin Puspita 030.08.202

Pem im in! "r. Slamet# Sp.$%

&EPANITERAAN &LINI& IL'( &E)IDANAN DAN &AND(N%AN RS(D )(DI ASI* +A&ARTA FA&(LTAS &ED$&TERAN (NI,ERSITAS TRISA&TI 20-.

)A) I PENDA*(L(AN

Infertilitas merupakan suatu permasalahan yang cukup lama dalam dunia kedokteran. Namun sampai saat ini ilmu kedokteran baru berhasil menolong 50% pasangan infertil untuk memperoleh anak. Perkembangan ilmu infertilitas lebih lambat dibanding cabang ilmu kedokteran lainnya, kemungkinan disebabkan masih langkanya dokter yang berminat pada ilmu ini.1 esuai dengan definisi fertilitas yaitu kemampuan seorang isteri untuk men!adi hamil dan melahirkan anak hidup oleh suami yang mampu menghamilinya, maka pasangan infertil haruslah dilihat sebagai satu kesatuan. Penyebab infertilitas pun harus dilihat pada kedua belah pihak yaitu isteri dan suami. alah satu bukti bah"a pasangan

infertil harus dilihat sebagai satu kesatuan adalah aadanya faktor imunologi yang memegang peranan dalam fertilitas suatu pasangan. #aktor imunologi ini erat kaitannya dengan faktor semen$sperma, cairan$lendir ser%iks dan reaksi imunologi isteri terhadap semen$sperma suami. &ermasuk !uga sebagai faktor imunologi adanya autoantibodi.1 Pada pasangan yang normal yang berhubungan seksual secara teratur untuk memperoleh anak, maka persentase untuk dapat hamil dalam satu bulan adalah '0%, 5(% dalam ) bulan, (5% dalam * bulan, +0% dalam 1 tahun.'

,alaupun pasangan suami-istri dianggap infertil, bukan tidak mungkin kondisi infertil sesungguhnya hanya dialami oleh sang suami atau sang istri. .al tersebut dapat dipahami karena proses pembuahan yang beru!ung pada kehamilan dan lahirnya seorang manusia baru merupakan ker!asama antara suami dan istri. /er!asama tersebut mengandung arti bah"a dua faktor yang harus dipenuhi adalah0 112 suami memiliki sistem dan fungsi reproduksi yang sehat sehingga mampu menghasilkan dan menyalurkan sel kelamin pria (spermatozoa) ke dalam organ reproduksi istri dan 1'2 istri memiliki sistem dan fungsi reproduksi yang sehat sehingga mampu menghasilkan sel kelamin "anita 1sel telur atau ovum2 yang dapat dibuahi oleh spermatozoa dan memiliki rahim yang dapat men!adi tempat perkembangan !anin, embrio, hingga bayi berusia cukup bulan dan dilahirkan. 3pabila salah satu dari dua faktor yang telah disebutkan tersebut tidak dimiliki oleh pasangan suami-istri, pasangan tersebut tidak akan mampu memiliki anak.1

Infertilitas merupakan kondisi medis yang mempunyai efek tidak hanya secara medis bagi penderitanya, tapi !uga secara psikologi terutama pada "anita. ,anita seringnya men!adi menderita karena beban hal ini, apalagi ada budaya-budaya tertentu yang menganggap "anita merupakan sumber masalah bagi pasangan infertil. .al ini akan meningkatkan angka kekerasan yang ter!adi pada "anita dan !uga angka perceraian. 4agi sang suami yang menganggap "anita sebagai sumber masalah infertilitas, akan berubah perilaku seksualnya, mereka akan sering berganti-ganti pasangan seksual "alaupun sudah bercerai dengan istrinya yang mana akan meningkatkan risiko

ter!angkit HIV/AIDS. 4eberapa penelitian dalam 10 tahun terakhir, "alaupun etiologinya belum diketahui, mulai mengetahui bah"a infertilitas mungkin dapat ikut men!adi faktor yang menyebabkan morbiditas dan mortalitas pada ibu dan bayi. )

)A) II TIN+A(AN P(STA&A

II.-. Sistem Repro"u/si 'anusia etiap bayi perempuan lahir dengan rata-rata 500 ribu sel telur imatur pada o%ariumnya. /etika perempuan sudah mencapai menarche, maka setiap bulan ketika haid, "anita akan kehilangan 1 sel telurnya. etiap siklus menstruasi dimulai dengan pelepasan Gonadothropin Releasing Hormones 16n7.2, Folicle Stimulating Hormones 1# .2, dan utenizing Hormones 18.2.

.ormon9hormon ini akan mempersiapkan o%arium untuk melepaskan sel telur dan memberi sinyal untuk uterus agar endometrium mempersiapkan diri untuk sebuah implantasi. /emudian ketika di pertengahan siklus, adanya peningkatan hormon akan membuat pelepasan sel telur oleh o%arium, hal ini disebut o%ulasi. el telur itu kemudian ditangkap oleh fimbrae dan ber!alan melalui tuba fallopi menu!u uterus. 3pabila sel telur ini kemudian bertemu dengan sel sperma, maka sel telur dan sel sperma akan bertemu dan ter!adi fertilisasi, hal ini paling sering ter!adi di ampulla tuba fallopi. el telur yang telah difertilisasi ini akan men!adi :igot, terus ber!alan ke arah uterus, dan akhirnya akan ter!adi implantasi pada endometrium uterus dalam bentuk blastula. 3pabila sel telur ini tidak dibuahi maka akan hormon akan memberi sinyal agar endometrium meluruhkan lapisan-lapisan yang tadinya

dipersiapkan untuk implantasi bayi. .al inilah yang disebut dengan menstruasi, dan siklus ini akan berlan!ut sampai masa menopause.'

6ambar 1.1 7eproduksi ,anita

Pada bayi laki-laki, mereka lahir dengan ' testis.

etiap testis mempunyai

kemampuan untuk membuat dan menyimpan sperma secara berkelan!utan. .al ini dimulai ketika masa pubertas, stok sperma yang baru akan dibuat setiap (' !am, akibat respon terhadap hormon testosteron, 6n7., 8., dan # .. aluran epididimis merupakan tempat untuk pematangan sperma yang kemudian akan ber!alan melalui %as deferens dan duktus e!akulatorius.

elama dalam per!alanan ini, sperma akan bercampur dengan sekret dari epididimis, %as deferens, %esikula seminalis, dan prostat untuk membentuk semen. /etika sudah die!akulasikan, sperma harus berenang melalui ser%iks untuk bertemu dengan sel telur.'

6ambar 1.' 7eproduksi Pria

II.2 De0inisi #ertilitas adalah kemampuan seorang isteri untuk men!adi hamil dan melahirkan anak hidup oleh suami yang mampu menghamilkannya. 112

Infertilitas dibagi men!adi ', yaitu infertilitas primer dan infertilitas sekunder. Infertilitas primer merupakan ketidakmampuan pasangan suami istri untuk memperoleh anak setelah berhubungan seksual secaa teratur selama 1 tahun dan tanpa menggunakan kontrasepsi. edangkan infertilitas sekunder adalah ketidakmampuan pasangan suami istri untuk memperoleh anak lagi setelah berhubungan seksual secara teratur selama 1 tahun tanpa menggunakan kontrasepsi, dimana sebelumnya pasangan ini telah mempunyai anak.1 II.3 Etiolo!i -. Etiolo!i In0ertilitas Pria 8aki-laki menyebabkan infertilitas sekitar 50% pada pasangan infertil. 3pabila hanya ada faktor tunggal, maka pasangannya yang subur dapat mengimbangi pasangan yang kurang subur. Namun dalam banyak pasangan, baik laki-laki maupun perempuan mempunya faktor infertilitas secara bersamaan. Infertilitas biasanya men!adi nyata !ika kedua pasangan subfertile atau atau kurang subur.5

/urangnya kesuburan pada pria dapat ter!adi akibat dari kelainan urogenital ba"aan dan dapatan, infeksi pada saluran sperma, peningkatan suhu skrotum 1%arikokel2, gangguan endokrin, kelainan genetik dan faktor imunologi. Pada *0-(5% kasus, tidak ditemukan adanya faktor penyebab 1infertilitas idiopatik pria2. Pria seperti ini biasanya datang tanpa ada ri"ayat yang berkaitan

dengan masalah kesuburan sebelumnya dan pada pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium endokrin memiliki temuan yang normal. Pada 3nalisis semen ditemukan penurunan !umlah spermato:oa (oligozoospermia), penurunan motilitas (asthenozoospermia) dan banyak bentuk morfologi yang abnormal (teratozoospermia). /elainan ini dapat ter!adi bersama-sama dan dapat dikatakan sebagai sindrom oligoastheno teratozoospermia atau sindrom ;3&.5

edangkan 4entuk une!plained in"ertilit# pada pria dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti stres kronis, gangguan kelen!ar endokrin akibat polusi lingkungan, dan kelainan genetik.5

elain itu infertilitas pada pria !uga dapat disebabkan oleh impotensi. Pada impotensi, penis pria tidak dapat ereksi sehingga tidak mungkin dapat melakukan koitus. Penyebab impotensi sendiri bermacam-macam, bisa karena penyakit <=, hiperprolaktinemia, atauri"ayat pembedahan sebelumnya, atau mungkin !uga faktor psikologis.5

>arikokel pada pria !uga salah satu penyebab infertilitas. >arikokel merupakan suatu keadaan dimana adanya dilatasi %ena. 3liran darah yang terlalu banyak akan menyebabkan pembuluh darah disekitar testis membesar sehingga akan meningkatkan suhu testis dan pada akhirnya akan berpengaruh

10

pada produksi sperma.

perma pada laki-laki melalui beberapa saluran dari

testis sampai ke uretra, dan apabila ter!adi kerusakan pada saluran-saluran ini maka akan dapat menghambat pengeluaran sperma dan bisa berakhir pada infertilitas. /erusakan saluran ini dapat berupa kelainan genetik, namun yang paling sering adalah akibat adanya infeksi atau %asektomi.5

&abel 1. Persentase ?tiologi Infertilitas pada Pria

2. Etiolo!i In0ertilitas 1anita Penyebab ter!adinya infertilitas pada "anita dapat dibagi men!adi beberapa golongan penyebab, yaitu0* 1. /egagalan ;%ulasi 6angguan o%ulasi merupakan salah satu penyebab yang paling sering kenapa "anita tidak bisa memiliki anak, yaitu sekitar )0% dari seluruh "anita infertil. Penyebab ter!adinya gangguan o%ulasi dapat diklasifikasikan men!adi0

11

a. 6angguan .ormonal 6angguan ini merupakan penyebab paling sering ter!adinya gangguan o%ulasi. Proses dari suatu o%ulasi tergantung dari keseimbangan yang kompleks dari interaksi hormon-hormon. b. car pada o%arium /erusakan fisik pada o%arium dapat berakibat gagalnya o%ulasi. ebagai contoh, adanya operasi ekstensif dan in%asi yang dilakukan beruang-ulang pada kista o%arium dapat menyebabkan kapsul o%arium men!adi rusak, sehingga folikel tidak dapat men!adi matur dengan bennar dan o%ulasi tidak ter!adi. elain itu infeksi !uga dapat berakibat seperti ini. c. =enopause prematur .al ini !arang ter!adi dan belum dapat di!elaskan bagaimana hal ni mempengaruhi o%ulasi. d. =asalah #olikel e$ %ol#cistic &varium s#ndrome (%'&S) Pada penyakit ini, tubuh memproduksihormon androgen yang terlalu banyak, sehingga dapat mempengaruhi o%ulasi. P@; dengan resistensi insulin dan obesitas. berhubungan

'. #ungsi &uba #allopi yang =enurun

12

Penyakit tuba ter!adi pada sekitar '5% pasangan yang infertil, dan sangat ber%ariasi, mulai dariadesi ringan sampai penutupan total tuba fallopi. Penyebab utama kelainan tuba ini antara lain0* a. Infeksi Infeksi bisa disebabkan baik oleh bakteri maupun %irus yang biasanya ditularkan melalui hubungan seksual, infeksi ini akan menyebabkan inflamasi pada tuba sehingga ter!adi scar dan kerusakan pada tuba. ebagai contoh adalah hydrosalphing, sebuah kondisi dimana tuba fallopi men!adi tertutup pada kedua u!ungnya sehingga cairan terkumpul dituba. b. Penyakit 3bdominal Penyakit abdominal yang paling sering menyebabkan infertilitas adalah apendisitis dan kolitis. Penyakit ini dapat menimbulkan inflamasi pada ca%um abdominal yang dapat mempengaruhi tuba fallopi yang dapat berakibat timbulnya skar dan penutupan saluran tuba. c. 7i"ayat ;perasi 7i"ayat operasi merupakan salah satu penyebab penting pada ter!adinya kerusakan tuba. ;perasi pada abdomen dan pel%is dapat menyebabkanb ter!adinya adhesi yang dapat merubah tuba sehingga sel telur tidak dapat mele"atinya. d. /ehamilan ektopik /ehamilan ektopik merupakan kehamilan yang ter!adi di saluran tuba, sehingga dapat ter!adi kerusakan tuba.

13

e. /elainan kongenital .al ini sangat !arang ter!adi, pada beberapa kasus, "anita dapat dilahirkan dengan tuba yang abnormal. ). ?ndometriosis ekitar 10% dari pasangan infertil disebabkan oleh endometriosis. <an pada kenyataannya, )0-50% pasien dengan endometriosis didiagnosis infertil. ?ndometriosis merupakan penyakit kronik yang ditandai dengan adanya pertumbuhan !aringan endometrium pada daerah lain selain ca%um uteri, yang paling sering ter!adi pada ca%um pel%is, termaduk o%arium.* <iagnosis pasti dari penyakit ini hanya bisa ditegakkan dengan laparoskopi untuk melihat uterus, tuba fallopi, o%arium, danperitoneum pel%is secara langsung. 6e!ala pada endometriosis antara lain adanya menstruasi yang lama, banyak dan nyeri, bercak premenstrual, perdarahan rectal, dan urgensi urin.* 5. /elainan pada mukus ser%iks =ukus ser%iks berperan sebagai sarana transportasi sperma yang masuk ke dalam %agina. pemato:oa memerlukan cairan mukus untuk melindunginya

dari keasaman %aginadan membantunya bergerak masuk kedalam uterus. ;leh karena itu adanya kelainan pada mukus ini dapat menghambat pergerakan sperma sehingga tidak bisa sampai ke sel telur.Pada beberapa kasus, mukus ser%iks !uga dapat mengandung antibodi antisperma, yang !uga dapat mengganggu sperma.(

14

5. /elainan Aterus /elainan uterus seperti adhesi dan polips dapat menyebabkan infertilitas. elain itu %ariasi posisi uterus, sumbatan kanalis ser%ikalis !uga dapat menyebabkan infertilitas.( 3. Etiolo!i In0ertilitas "alam Pasan!an 1. .ubungan eksual Penyebab infertilitas ditin!au dari segi hubungan seksual meliputi0 frekuensi, posisi, dan melakukannya tidak pada masa subur.1 '. #rekuensi .ubungan intim 1disebut (oitus2 atau onani 1disebut masturbasi2 yang dilakukan setiap hari akan mengurangi !umlah dan kepadatan sperma. #rekuensi yang dian!urkan adalah '-) kali seminggu sehingga memberi "aktu testis memproduksi sperma dalam !umlah cukup dan matang.1 ). Posisi infertilitas dipengaruhi oleh hubungan seksual yang berkualitas, yaitu dilakukan dengan frekuensi '-) kali seminggu, ter!adi penetrasi dan tanpa kontrasepsi. Penetrasi adalah masuknya penis ke %agina sehingga sperma dapat dikeluarkan, yang nantinya akan bertemu sel telur yang BmenungguC di saluran telur "anita. Penetrasi ter!adi bila penis tegang 1ereksi2. ;leh karena itu gangguan ereksi 1disebut impotensi2 dapat menyebabkan infertilitas. Penetrasi yang optimal dilakukan dengan cara posisi pria di atas, "anita di

15

ba"ah. ebagai tambahan, di ba"ah pantat "anita diberi bantal agar sperma dapat tertampung. <ian!urkan, setelah "anita menerima sperma, "anita berbaring selama 10 menit sampai 1 !am bertu!uan memberi "aktu pada sperma bergerak menu!u saluran telur untuk bertemu sel telur.1 II.. Pemeri/saan etiap pasangan infertil harus diperlakukan secara satu kesatuan. Itu berarti, kalau istri sa!a sedangkan suaminya tidak mau diperiksa, maka pasangan itu tidak diperiksa. 3dapun syarat-syarat pemeriksaan pasangan infertil adalah sebagai berikut0 112 1. Istri yang berumur antara '0-)0 tahun baru akan diperiksa setelah berusaha untuk mendapatkan anak selama 1' bulan. Pemeriksaan dapat dilakukan lebih dini apabila0 a. Pernah mengalami keguguran berulang b. <iketahui mengidap kelanan endokrin c. Pernah mengalami peradangan rongga panggul atau rongga perut d. Pernah mengalami bedah ginekologik '. Istri yang berumur antara )1-)5 tahun dapat diperiksa pada kesempatan pertama pasangan itu datang ke dokter. ). Istri pasangan infertil yang berumur antara )*-50 tahun hanya dilakukan pemeriksaan infertilitas kalau belum punya anak dari perka"inan ini.

16

5. Pemeriksaan infertiitas tidak dilakukan pada pasangan infertil yang salah satu anggota pasangannya mengidap penyakit yang dapat membahayakan kesehatan istri dan anaknya.

-. Pemeri/saan Fisi/ &u!uan dari pemeriksaan fisik adalah untuk menemukan bukti kelainan yang dapat menyebabkan menyebabkan infertilitas. Pada pemeriksaan fisik pasangan "anita, perhatian khusus harus diberikan untuk mengidentifikasi tanda-tanda kelebihan androgen, yaitu hirsutisme, kebotakan, dan !era"at. Akuran dan mobilitas organ reproduksi dan adanya nodul endometriosis dapat dinilai selama pemeriksaan bimanual. Dika ada kecurigaan infeksi P= , spesimen ser%iks dapat diperiksa untuk dikultur. Pada pemeriksaan terhadap pasangan laki-laki, defisiensi androgen harus dicari, seperti rambut tubuh

berkurang, dan ginekomastia. Pada pemeriksaan genital, yang harus dinilai adalah ;A? untuk menyingkirkan adanya epispadia atau hipospadia, yang dapat mengganggu deposisi sperma di %agina. ;leh karena tubulus seminiferus menyusun sekitar E0% sampai E5% dari seluruh massa testis, maka e%aluasi ukuran testis dengan orchidometer Prader dapat memberikan penilaian global mengenai fungsi testis. Pemeriksaan pada skrotum untuk menyingkirkan %arikokel harus dilakukan dengan posisi pasien berdiri dan kemudian dilakukan manu%er >alsa%a. elain itu, tanda-tanda peradangan epididimis

17

seperti penebalan epididimis atau nyeri tekan dapat ditemukan pada palpasi skrotum.+

'. Pemeri/saan in0ertilitas Pemeriksaan fisik dari pasangan subur dapat mengidentifikasi penyebab yang berpotensi dapat menyebabkan infertilitas yang kemudian dapat dilakukan pemeriksaan lebih lan!ut dengan tes laboratorium khusus atau studi pencitraan. Pada pasangan infertil, pendekatan diagnosa secara sistematis diperlukan untuk e%aluasi diagnostik infertilitas.+ a. Fa/tor Pria: Analisis Semen etiap laki-laki dalam semua pasangan infertil harus men!alani analisis air mani, terlepas dari ri"ayat kesuburannya. ebagaimana telah disebutkan sebelumnya, penyebab infertilitas pria banyak sekali, termasuk eksposur terhadap obat, racun, penyalahgunaan :at, trauma testis, infeksi, dan ri"ayat operasi sebelumnya. edikitnya ' atau ) spesimen yang diambil dalam inter%al 1-' bulan direkomendasikan untuk analisis semen. Dika mereka berbeda secara nyata dalam karakteristik fisik, spesimen tambahan harus diambil lagi. pesimen umumnya diperoleh dengan masturbasi dan dimasukkan ke dalam "adah steril, tetapi !uga dapat diperoleh melalui hubungan seksual dengan menggunakan kondom khusus. Pengumpulan spesimen dilakukan setelah berpuasa hubungan seksual 1abstinensia2 selama )-5 hari. 3bstinensia yang terlalu lama sebelum pengambilan

18

spesimen akan menyebabkan bertambahnya %olume semen namun berkurang motilitas spermanya. etelah diambil, spesimen harus disimpan dalam suhu ruangan dan diperiksa oleh laboratorium maksimal dalam 1 !am kemudian.+

Pemeriksaan dasar pada analisis semen antara lain %olume semen, konsentrasi sperma, motilitas sperma, %iskositas, aglutinasi dan

morfologinya sesuai yang sudah ditetapkan oleh ,.; adalah01*2 1. >olume 0 ' ml atau lebih '. p. 0 (,' sampai dengan E,0 ). /onsentrasi spermato:oa0 '0 !uta spermato:oa $ ml atau lebih 5. Dumlah total spermato:oa 0 50 !uta spermato:oa per e!akulasi atau lebih

5. =otilitas spermato:oa 0 <alam "aktu 1 !am setelah e!akulasi, sebanyak 50% dari !umlah total spermato:oa yang hidup, masih bergerak secara aktif. *. =orfologi permato:oa 0 )0% atau lebih memiliki bentuk yang normal

19

(. >italitas spermato:oa 0 (5% atau lebih dalam keadaan hidup E. Dumlah sel darah putih 0 lebih sedikit dari 1 !uta sel$ml =eskipun analisis semen adalah landasan utama dalam pemeriksaan infertilitas, namun pemeriksaan ini adalah prediktor yang relatif buruk untuk menilai kesuburan kecuali parameter semen sudah sangat abnormal.+

&abel 1. Nilai normal analisis semen

20

3pabila hasil analisis semen abnormal pada pasangan laki-laki, maka perlu dilakukan pemeriksaan lan!utan untuk memastikan penyebab infertilitasnya.+ Antuk mengetahui ada tidaknya ketidakcocokan imunoligik antara suami dan istri maka dapat dilakukan u!i kontak air mani dengan lendir ser%iks 1sperm cervical mucus contact test atau S')' test2. A!i yang dikembangkan oleh /ramer dan Dager ini dapat mempertun!ukkan adanya antibodi lokal pada pria atau "anita. =enurut /remer dan Dager, pada e!akulat dengan autoimunisasi, gerakan ma!u spermato:oa akan berubah men!adi terhenti, atau gemetar ditempat kalu bersinggungan dengan lendir ser%iks. Perangai gemetar ditempat ini ter!adi pula kalau air mani yang normal bersinggungan dengan lendir ser%iks dari "anita yang serumnya mengandung antibodi terhadap spermato:oa suami. A!i ini sangat berguna untuk menyelidiki adanya faktor imunologik apabila ternyata u!i pasca senggama (postcoital test) selalu negatif atau kurang baik, sedangkan kualitas air mani dan lendir ser%iks normal. Perbandingan banyaknya spermato:oa yang gemetar ditempat, yang ma!u pesat, dan yang tidak bergerak mungkin menentukan prognosis fertilitas pasangan itu.E b. Fa/tor $2ulasi 6angguan o%ulasi terdapat pada sekitar 15% dari seluruh pasangan infertil dan 50% dari semua "anita infertil. Penyebab gangguan o%ulasi ini

21

bermacam-macam, antara lain hipotiroidisme, hiperprolactinemia, P@; , obesitas, faktor umur ibu. Antuk melihat bagaimana fungsi o%ulasi seorang "anita, ri"ayat menstruasi merupakan tanda yang akurat. ,anita dengan siklus reguler antara '5-)5 hari dan ada ge!ala premenstrual ternyata lebih dari +5% bersifat o%ulatoar. Antuk mngetahui ter!adinya o%ulasi ada beberapa tes sederhana yang dapat dilakukan, seperti pengukuran serum progesteron dan pembuatan grafik suhu basal tubuh.+ &es serum progesteron merupakan tes yang murah dan banyak digunakan. Pada tes ini memanfaatkan kenaikan serum progesteron setelah ter!adi o%ulasi. pesimen darah diambil di hari ke '1 pada siklus menstruasi reguler 'E hari. 3danya serum progesteron lebih dari ) ng$ml menun!ukkan telah teradi o%ulasi. Namun tes ini sering ter!adi negati%e palsu karena perlu pengambilan spesimen darah pada "aktu yang tepat.+

Pengukuran suhu basal tubuh digunakan untuk mengukur secara tidak langsung kenaikan le%el hormon progesteron yang mempunyai efek termogenik. Peningkatan hormon progesteron seteFah ter!adi o%ulasi akan meningkatkan suhu basal tubuh 0,)o-0,*o @ yang biasanya berlangsung selama 11-15 hari setelah o%ulasi. Pengukuran suhu basal tubuh ini dilakukan pada pagi hari setelah bangun tidur. Pengukuran pertama dilakukan pada hari

22

pertama menstruasi. Pemeriksaan ini akurat untuk memastikan adanya o%ulasi namun kurang akurat untuk memastikan "aktu ter!adinya o%ulasi.+

kedua tes diatas !uga ada tes dengan menggunakan ovulation predictor (it$ 3lat ini menggunakan en:im immunoassay untuk mendeteksi adanya peningkatan 8. yang diketahui merupakan pemacu ter!adinya o%ulasi. Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan urin pasien untuk mendeteksi adanya 8., yang akan menghasilkan perubahan "arna pada indikator alat ini. Pemeriksaan dilakukan pertama kali pada hari ke sepuluh setelah a"al menstruasi dan diperiksa pada hari keberapa ter!adi perubahan "arna indikator pada alat. Positif palsu dapat ter!adi bila urin yang dipakai adalah urin pagi karena urin pagi cenderung lebih pekat. Pada pemeriksaan ini !uga bisa didapatkan 8. pada urin yang persisten selama satu bulan penuh, ini biasanya menun!ang untuk dicurigai P@; .+ 3. Fa/tor 3er2i4al Infertilitas karena faktor ser%iks biasanya disebabkan oleh kelainan produksi mukus atau adanya gangguan pada interaksi antara sel sperma dan mukus ser%iks. ecara tradisional, hal ini dapat dideteksi dengan melakukan

postcoital test 1P@&2. P@& dilakukan sekitar '-) hari sebelum o%ulasi diprediksikan ter!adi, kemudian pasangan yang dilakukan tes diminta untuk melakukan hubungan seksual antara '-1' !am sebelum tes. etelah itu "anita

23

kemudian datang ke petugas medis, yang akan mengambil mukus ser%iksnya. 8endir kemudian ditempatkan pada kaca slide dimana spinnbarkheitnya 1stretchability2 dinilai. Dumlah sperma yang motil !uga dihitung per bidang high po"er mikroskopis. Namun P@& ini tidak direkomendasikan oleh American Societ# "or Reproductive )edicine, karena ) alasan, yaitu0+ 1. &es ini tidak distandarisasikan, tidak sensitif, tidak spesifik, dan tidak prediktif. '. #aktor ser%iks !arang ditemukan sebagai satu-satunya faktor yang menyebabkan infertilitas. ). Pengobatan secara kontemporer untuk mengobati infertilitas yang tidak dapat di!elaskan dapat mengaburkan keterlibatan faktor ser%iks dalam infertilitas.

.. Fa/tor uterus "an tu a /elainan uterus seperti mioma submukosa dan polip endometrium dapat menyebabkan infertilitas "alaupun !arang ter!adi. Namun untuk kelainan tuba merupakan penyebab paling sering ter!adinya infertilitas. Penyakit yang paling sering pada kelainan tuba adalah pelvic in"lammator# disease 1PI<2 karena infeksi penyakit menular seksual yang disebabkan bakteri 'hlam#dia trachomatis atau *eisseria gonorrhoeae$ Penyakit yang melibatkan uterus dan tuba dapat dilihat dengan menggunakan histerosalfingogram 1. 62. . 6 merupakan suatu studi pencitraan yang menggunakan pe"arna radioopak

24

untuk melihat ka%itas uterus dan tuba fallopi melalui fluoroskopi. 3da pula suatu data yang menyebutkan bah"a fluoroskopi !uga dapat berefek sebagai terapeutik pada infertilitas yang tak diketahui, terutama bila menggunakan pe"arna radioopak dengan bahan dasar minyak. Prosedur pemeriksaan harus dilakukan kira-kira '-) hari setelah menstruasi berhenti untuk memastikan bah"a pasien tidak dalam keadaan hamil dan untuk meminimalisasikan aliran balik darah menstruasi.+

7isiko yang paling diperhatikan pada pemakaian . 6 adalah adanya infeksi pel%is iatrogenik, terutama pada "anita yang mempunyai ri"ayat PI<. Pada "anita ini sebelum dilakukan pemeriksaan . 6 harus diperiksa la!u endap darahnya terlebih dahulu, dan bila didapatkan peningkatan maka pemeriksaan dengan . 6 harus ditunda terlebih dahulu. <an bila 8?< nya normal, pemeriksaan . 6 bisa dilakukan dengan memberikan antibiotik profilaksis terlebih dahulu dengan doksisiklin selama 5 hari dengan dosis 'G100 mg$hari.+

elain itu ada pula cara lain untuk memeriksa patensi tuba yaitu dengan pertubasi. Pertubasi. 3tau u!i 7ubin, bertu!uan memeriksa patensi tuba dengan !alan meniupkan gas @;' melalui kanula atau kateter #oley yang dipasang pada kanalis ser%ikalis. 3pabila kanalis ser%ikouteri dan salah satu atau kedua tubanya paten, maka gas akan mengalir bebas ke dalam ka%n peritonei.

25

Patensi tuba akan dinilai dari catatan tekanan aliran gas se"aktu dilakukan peniupan. Insuflator apapun yang dipakai, kalau tekanan gasnya naik dan bertahan sampai '00 mm.g, maka dikatakan ada sumbatan tuba, kalau naiknya hanya E0-100, salah satu atau kedua tubanya dianggap paten. &anda lain yang menyokong patensi tuba adalah terdengarnya pada auskultasi suprasimfisis tiupan gas masuk ke dalam ka%um peritonei seperti Bbunyi !etC atau nyeri bahusegera setelah pasien dipersilahkan duduk sehabis

pemeriksaan, akibat ter!adinya pengumpulan gas di ba"ah difragma.E 5. Fa/tor peritoneum Penyakit peritoneum seperti endometriosis dan adesi dapat ikut meberikan kontribusi terhadap ter!adinya infertilitas. ?ndometriosis ditemukan ada sekitar '5%-50% "anita yang infertil, yang !umlahnya kira-kira 10 kali dari populasi umum. <alam hal ini, laparoskopi bisa dilakukan untuk mendeteksi penyebab infertilitas bila alat diagnostik lain gagal.+ II.5 Penatala/sanaan -. Penatala/sanaan In0ertilitas Pa"a 1anita A. Pen!o atan ;bat-obatan untuk menginduksi o%ulasi dapat digunakan untuk mengobati "anita dengan amenore atau yang mempunyai menstruasi tidak teratur. 3dapun !enis-!enis pengobatan yang bisa diberikan adalah0( 1. 3nti-?strogen

26

@lomifen sitrat dapat membantu untuk menstimullasi ter!adinya o%ulasi pada "anita dengan amenore atau menstruasi tidak teratur. @lomifen dapat digunakan pada "anita dengan infertilitas yang tak diketahui dan P@; . @lomifen beker!a dengan berkompetisi dengan hormon estrogen untuk menempati reseptornya di otak. ;leh karena !umlah estrogen yang terikat dengan reseptornya sedikit maka tubuh akan memberikan sinyal ke otak bah"a mereka kekurangan estrogen dan hal ini akan merangsang pelepasan hormon # . dan 8. ke dalam pembuluh darah. &ingginya kadar # . akan menstimulasi o%arium untuk membentuk folikel yang berisi sel telur, dan tinginya kadar 8. akan menyebabkan pelepasan sel telur dari folikel matur dalam sebuah proses yang disebut o%ulasi. Pengobatan ini efektif untuk membantu meningkatkan fertilitas pada "anita dengan P@; , terbukti sekitar (0%-E0% penderita P@; klomifen sitrat. '. 6onadotropin eperti dikatakan sebelumnya bah"a ' hormon yang dibutuhkan dalam o%ulasi adalah # . dan 8.. ' hormon ini disebut gonadotropin. 3da beberapa !enis sediaan gonadotropin yang bisa digunakan untuk meningkatkan fertilitas, antara lain0 akan bero%ulasi dengan pemberian

27

a.

h=6 1human menopausal gonadotropin2 mengandung # . dan 8. alami yang diekstraksi dan dipurifikasi dari urin "anita postmenopause yang mempunyai kadar hormon tinggi.

b.

u# . 1urinary folicle stimulating hormone2 mengandung # . yang berasal dari purifikasi urin "anita postmenopause.

c.

r# . 1recombinant folicle stimulating hormon2 mengandung # . yang diproduksi di laboratorium menggunakan teknologi <N3.

d.

r8. 1recombinant luteini:ing hormon2 mengandung 8. yang diproduksi di laboratorium menggunakan teknologi <N3.

elain untuk menstimulasi o%arium, gonadotropin !uga ada yang digunakan untuk merangsang pelepasan sel telur dari folikel matur. Pemberian gonadotropin !enis ini dilakukan ketika kita sudah mendeteksi bah"a folikel benar-benar matur dan berisi sel telur didalamnya baik dengan menggunakan tes darah maupun A 6 o%arium. ;bat-obat tersebut adalah0 a. uh@6 1urinary human chorionic gonadotropin2 mempunyai akti%itas biologi yang sama dengan 8., "alaupun !uga mengandung # .. .ormon ini diekstraksi dan dipurifikasi dari urin "anita hamil. b. rh@6 1recoombinant human chorionic gonadotropin2 yang dihasilkan dari teknologi <N3 dilaboratorium.

28

c. u8. 1urinary luteini:ing hormon2 mengandung 8. yang diekstraksi dan dipurifikasi dari urin "anita postmenoause. d. r8. ). 6onadotropin releasing hormone 16n7.2 pulsatil 6n7. dilepaskan secara teratur dalam inter%al antara *0-1'0 menit selama fase folikular dalam siklus haid yang normal. ekresi 6n7. secara pulsatil dari hipotalamus di otak ke aliran darah akan menstimulasi kelen!ar pituitari untuk mensekresikan 8. dan # .. Pemberian medikasi ini melalui pompa yang dipasang pada ikat pinggang dan dipakai sepan!ang "aktu. pompa ini akan memberikan dosis kecil yang teratur kepada pasien melalui sebuah !arum yang ditempatkan diba"ah kulit atau didalam pembuluh darah. Namun hal ini bisa menimbulkan infeksi dan alergi akibat pemasangan !arum tersebut. 5. 6onadotropin releasing hormone analogue 16n7. agonist2 5. <opamin 3gonist 4eberapa "anita beo%ulasi secara ireguler akibat dari pelepasan hormon prolactin yang berlebihan dari kelen!ar pituitari yang biasa disebut hiperprolactinemia. /elebihan hormon prolaktin ini akan mencegah ter!adinya o%ulasi pada "anita dan hal ini akan menyebabkan ter!adinya menstruasi yang tidak teratur dan bahkan hingga berhenti sama sekali. <opamin agonist seperti bromokroptin

29

dan cabergolin melalui oral dapat mencegah hal ini dengan menurunkan produksi prolaktin, sehingga o%arium dapat beker!a dengan baik. *. 3romatose Inhibitor Inhibitor aromatose digunakan terutama pada kanker payudara pada "anita postmenopause. =ereka beker!a dengan menurunkan kadar estradiol dalam sirkulasi dan mengurangi umpan balik negatif yang menstimulasi peningkatan sekresi dari kelen!ar pituitari dan sebagai akibatnya akanmeningkatkan ker!a o%arium. Denis obat penghambat aromatose ini adalah letro:ole dan anastro:ole. ). Terapi )e"ah /adang-kadang penyebab infertilitas dapat ditangani dengan pembedahan. ebagai contoh, operasi merupakan pilihan terapi untuk beberapa kelainan tuba, P@; , adhesi, endometriosis, dan kelainan uterus. &erapi bedah untuk infertilitas antara lain0( +$ &varian Drilling ,anita infertil dengan P@; mempunyai kesulitan dalam o%ulasi. ;%ulasi dapat diinduksi secara pembedahan dengan prosedur yang disebut o%arian drilling atau o%arian diathermy. Prosedur ini berguna untuk "anita dengan P@; yang resisten terhadap pengobatan dengan klomifen sitrat. ;%arian drilling dilakukan secara laparoskopi melalui lubang insisi kecil, kemudian beberapa insisi kecil dilakukan pada o%arium dengan menggunakan panas

30

atau laser. Proses ini akan membantu kelainan hormon dan mmemacu ter!adinya o%ulasi.

6ambar '.1 &varian Drilling '. Pembedahan pada tuba fallopi Penutupan atau kerusakan pada tuba fallopi dapat diatasi dengan berbagai macam !enis prosedur operasi tergantung dari lokasi penutupan dan !enis kerusakannnya. a. .isterosalfingografi 1. 62 merupakan sebuah prosedur yang dapat digunakan untuk mendiagnosis masalah pada uterus dan tuba fallopi. . 6 menggunakan sinar G dan cairan radioopak yang dimasukkan ke traktus reproduksi dari uterus sampai ke tuba fallopi melalui kateter dari ser%iks. b. alpingolisis merupakan salah satu prosedur operasi dengan laparotomi yang diiringi dengan penggunaan microscope untuk memperluas area. alpingolisis dilakukan dengan membebaskan tuba fallopi dari adhesi

31

dengan memotong perlengketan tersebut, biasanya menggunakan electrosurger# dengan memakai elektrokauter. c. alfingotomi biasanya dilakukan untuk membentuk sebuah lubang baru pada tuba. Prosedur ini dapat dilakukan secara laparotomy ataupun laparoskopi. alfingostomi dapat dilakukan pada pengobatan kehamilan ektopik dan infeksi pada tuba fallopi. d. &ubal anastomosis merupakan prosedur pembedahan dengan mengambil !aringan tuba yang tertutup dan kemudian menyambung lagi u!ungu!ung tuba yang terpotong tersebut. e. &ubal kanalisasi, prosedur ini dilakukan ketika penutupan tuba relatif terbatas. Prosedur ini dilakukan dengan mendorong ka"at atau kateter melalui penutupan tersebut sehingga terbuka. Prosedur ini dilakukan dengan dipandu fluoroskopi.

2. Penatala/sanaan In0ertilitas Pa"a Pria a. 3ir mani abnormal 3ir mani disebut abnormal kalau pada ) kali pemeriksaan berturut-turut hasilnya tetap abnormal. Pada pasien dengan air mani abnormal kita hanya bisa memberikan nasihat agar melakukan senggama berencana pada saatsaat subur istri untuk meningkatkan persentasi ter!adinya pembuahan.E b. >arikokel

32

Pada pria dengan %arikokel, motilitas sperma ter!adi penurunan. =enurut =ac8eod, penurunan motilitas sperma itu ter!adi pada +0% pria dengan %arikokel, sekalipun hormon-hormonnya normal. >arikokelektomi hampir selalu dian!urkan untuk semua %arikokel dengan penurunan motolitas spermato:oa. /ira-kira '$) pria dengan %arikokel yang dioperasiakan mengalami perbaikan dalam motilitas spermato:oanya.E c. Infeksi Infeksi akut traktus genitalis dapat menyumbat %as atau merusak !aringan testis sehingga pria yang bersangkutan men!adi steril. 3kan tetapi, infeksi yang ter!adi kronik mungkin hanya akan menurunkan kualitas sperma, dan masih dapat diperbaiki men!adi seperti semula. 3ir mani yang selalu mengandung banyak leukosit, apalagi kalau disertai ge!ala disuria, nyeri pada "aktu e!akulasi, nyeri punggung bagian ba"ah, patut diduga karena infeksi kronik traktus genitalis. 3ntibiotika yang terbaik adalah yang akan terkumpul dalam traktus genitalis dalam konsentrasi yang besar, seperti eritromisin, tetrasiklin, dan kotrimoksa:ole.E d. <efisiensi 6onadotropin ama halnya dengan "anita, kurangnya hormon gonadotropin pada pria !uga dapat menyebabkan infertilitas "alaupun hal ini !arang ter!adi. Pria dengan defisiensi gonadotropin ba"aan sering kali mengalami pubertas yang terlambat. Pengobatannya sama seperti pada "anita, yaitu dengan pemberian preparat hormon seperti 8. dan # ., ataupun 6n7..E

33

e. .iperprolaktinemia .iperprolaktinemia pada pria dapat mengakibatkan impotensi, testikel yang mengecil, dan kadang-kadang galaktorea. 3nalisi air mani biasanya normal atau sedikit berkurang. Pengobatan dengan menggunakan bromokriptin dilaporkan dapat memperbaiki spermatogenesisnya. E

II.6 Assisted Reproductive Technology +$ Intrauterine Insemination (I,I) IAI merupakan sebuah proses memasukkan sperma melalui ser%iks kedalam uterus. .al ini dilakukan dengan menggunakan sebuah tabung plastik yang mele"ati ser%iks menu!u uterus. Prosedur ini dilakukan bersamaan dengan "aktu ter!adinya o%ulasi pada sang "anita. Antuk melakukan teknik ini, sang "anita harus mempunyai uterus dan tuba fallopi yang normal. IAI ini digunakan pada "anita yang mempunyai kelainan mukos ser%iks, endometriosis, atau ada faktor infertilitas pada laki-laki.(

34

6ambar '.' Intrauterine Insemination

-$ In Vitro Fertilisation (IVF) I># berarti fertilisasi yang dilakukan diluar tubuh. <alam proses I>#, pasien !uga termasuk mendapat pengobatan untuk menstimulasi o%arium untuk memproduksi lebih banyak sel telur. /etika sel telur sudah terbentuk, sel telur tersebut akan diambil melalui operasi kecil. el telur kemudian akan dicampur dengan sperma dilaboratorium dan diinkubasikan selama '-) hari. &u!uannya agar sperma dapat membuahi sel telur dan membentuk embrio. ?mbrio tersebut kemudian akan diletakkan didalam uterus "anita menggunakan sebuah tabung plastik melalui %agina dan ser%iks. /emudian

35

setelah embrio dimasukkan diperlukan beberapa tambahan hormon untuk membantu implantasi embrio, dalam hal ini progesteron dan h@6. I># merupakan terapi yang sangat berguna bagi "anita dengan kerusakan tuba, infertilitas yang tak diketahui, endometriosis, dan infertilitas pada laki-laki.(

6ambar '.) In >itro #ertili:ation

.$ Gamete Intra"allopian /rans"er (GIF/) dan 0#gote Intra"allopian /rans"er (0IF/) 6amet merupakan sebuah sel telur atau sperma. &eknik pengambilan sel telur dan sperma pada 6I#& dilakukan dengan cara yang sama seperti pada I>#. el telur dan sperma kemudian dicampur dan langsung dipindah tempatkan ke tuba fallopi. .al ini dilakukan secara laparoskopi melalui insisi kecil pada abdomen, atau dengan menggunakan kateter kecil melalui ser%iks. <engan cara ini memungkinkan sperma secara natural membuahi sel telur di tuba

36

fallopi. Antuk itu tuba fallopi sang "anita haruslah sehat. &idak berbeda !auh dengan 6I#&, HI#& dilakukan dengan cara yang sama, tetapi pada HI#& yang dipindah ke tuba fallopi adalah dalam bentuk :igot bukan sel telur dan sperma seperti pada 6I#&. /edua teknik ini sekarang sudah tergantikan dengan I># sehingga !arang dillakukan. <engan teknik ini persentase ter!adinya kehamilan lebih tinggi sedikit daripada dengan teknik I>#, namun prosedur pelaksanaannya lebih rumit dan tidak nyaman bagi pasien.(

6ambar '.5 @ara melakukan 6I#&

37

6ambar '.* HI#& 1$ Intrac#toplasmic Sperm In2ection (I'SI) ubstansi didalam sel telur disebut sitoplasma, dan I@ I merupakan suatu tekknik reproduksi buatan dengan memasukkan sebuah sperma secara langsung ke sitoplasma dari sel telur. Prosedur ini dilakukan dengan menggunakan !arum mikro. el telur yang sudah dimasuki sperma ini

kemudian ditempatkan di dalam uterus sama seperti I>#. &eknik I@ I ini berguna untuk pasangan yang tidak berhasil dengan I>#, atau bila kualitas sperma yang baik terlalu sedikit untuk dilakukan I>#. I@ I mempunyai angka fertilisasi yang tinggi namun angka ter!adinya kehamilan hampir sama dengan teknik I>#.(

6ambar '.( I@ I II. 7 Pro!nosis

38

=enurut 4ehrman dan /istner, prognosis ter!adinya kehamilan tergantung pada umur suami, umur istri, dan lamanya dihadapkan kepada kemungkinan kehamilan 1frekuensi hubungan seksual dan lamanya perka"inan2. #ertilitas maksimal "anita dicapai pada umur '5 tahun, kemudian menurun perlahanlahan sampai umur )0 tahun, dan setelah itu menurun dengan cepat.E

=enurut =ac8eod, fertilitas maksimal pria dicapai pada umur '5-'5 tahun. .ampir pada setiap golongan umur pria proporsi ter!adinya kehamilan dalam "aktu kurang dari * bulan meningkat dengan meningkatnya frekuensi senggama.E

Dones dan Pourmand berkesimpulan bah"a pasangan yang telah dihadapkan pada infertilitas selama ) tahun, angka harapan ter!adinya kehamilan adalah sebesar 50% atau bisa dikatakan prognosisnya baik, sedangkan pada pasangan yang infertilitasnya sudah mencapai 5 tahun maka angka harapan ter!adinya kehamilan adalah )0% dan bisa dikatakan prognosisnya buruk.E

39

)A) III PEN(T(P

Infertilitas dibagi men!adi ', yaitu infertilitas primer dan infertilitas sekunder. Infertilitas primer merupakan ketidakmampuan pasangan suami istri untuk memperoleh anak setelah berhubungan seksual secaa teratur selama 1 tahun dan tanpa menggunakan kontrasepsi. edangkan infertilitas sekunder adalah ketidakmampuan pasangan suami istri untuk memperoleh anak lagi setelah berhubungan seksual secara teratur selama 1 tahun tanpa menggunakan kontrasepsi, dimana sebelumnya pasangan ini telah mempunyai anak.

40

Infertilitas bisa disebabkan oleh faktor laki-laki, faktor "anita, dan faktor keduanya. 3da beberapa penatalaksanaan yang dapat men!adi pilihan bagi pasangan infertil sesuai dengan masalah yang dialami, yaitu pemberian obat-obatan, pembedahan, dan assisted reproductive technolog#.

DAFTAR P(STA&A

1. ,ikn!osastro, .anifaF '.

aifuddin, 3. 4ari dan &ri!atmo 7achimhadhi. Ilmu

3andungan. Dakarta0 Iayasan 4ina Pustaka ar"ono Pra"irohard!o. '011. peroff, #rit: 3.=. 'linical G#necolog# 4ndocrinolog# and In"ertilit#. (th ?dition. 4altimore =aryland0 ,illiams and ,ilkins.pp '01)-5*. '005 ). .estiantoro, 3ndon. /atala(sana %emeri(saan Dalam In"ertilitas. Durnal @ermin <unia /edokteran 1(0$ %ol.)*. No 51.Duli-3gustus '00+. 5. heer"ood 8. #isiologi =anusia dari el ke istem ?disi ', Dakarta0 ?6@, '001 ?disi E, Dakarta0 Penerbit 4uku /edokteran ?6@. '00+. *. uted!o, 3I. =engenal Penyakit =elalui .asil Pemeriksaan 8aboratorium. ?disi 7e%isi. @etakan /elima. Iogyakarta0 Penerbit 3smara 4ooks. '00+. 5. 4atesF 4ickley, 8ynn. 4uku 3!ar Pemeriksaan #isik dan 7i"ayat /esehatan.

41

(. =anuaba, Ida 4agus 6de. Ilmu /ebidanan, Penyakit /andungan, dan /4. ?disi '. Dakarta0 Penerbit 4uku /edokteran ?6@. '010.