Anda di halaman 1dari 42

STATUS PASIEN

I. Identitas
Nama : Ny. A
Umur : 63 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Pekerjaan : IRT
Alamat : Sangsau !esa Sukamaju lampung "arat
#asuk RSUA# : $% &kt'(er $)*$
II. Anamnesa
Keluhan Utama : Penglihatan keua mata turun perlahan tanpa isertai mata merah
sejak * tahun yang lalu
Keluhan Tam(ahan : Nyeri kepala
Ri+ayat Penyakit Sekarang
Keua mata pasien tiak apat melihat sekitar $ (ulan yang lalu. Pasien mengaku
penglihatannya gelap, -ahaya lampu pun tiak apat ilihatnya. Keluhan ini tanpa
isertai engan mata mata merah an (erair.
Setiap hari pasien merasakan nyeri kepala, terkaang nyeri irasakan sakit sekali nyeri
tanpa isertai mual muntah. Perasaan panas i kepala juga ialami, panas ini i rasakan
hingga ke mata. Panangan pasien menyempit alam * tahun terakhir.
Pasien mengatakan sempat (er'(at ke 'kter umum. &leh 'kter umum pasien i(erikan
'(at tetes mata pasien tiak tahu apa nama '(at tetes terse(ut, pasien merasa sempat
mem(aik, namun sekarang tim(ul lagi keluhan seperti itu. Akhirnya pasien memutuskan
pergi memeriksakan iri ke p'liklinik mata RSA#.
Riwayat Penyakit Dahulu
Ri+ayat arah tinggi aa, tiak terk'ntr'l
Ri+ayat ken-ing manis isangkal
Riwayat Penyakit Keluarga
Tiak aa angg'ta keluarga pasien yang menerita penyakit seperti ini.
III. PEMERIKSAAN FISIK
Status present
Keaaan umum : Tampak sakit seang
Kesaaran : .'mp's mentis
Tekanan arah : */)0**) mm1g
Nai : 23 40menit
Perna5asan : $$ 40menit
Suhu : A5e(ris
Status generalis
Kepala
"entuk : Simetris
Ram(ut : 1itam, (eru(an, tiak muah i-a(ut
#ata : !ihat status "#talm"l"gis
1iung : Tiak aa kelainan
Telinga: Tiak aa kelainan
#ulut : Tiak aa kelainan

6eher
Inspeksi : "entuk simetris
Palpasi : Trakhea i tengah
J7P : Tiak meningkat
T'raks
Jantung : !alam (atas n'rmal
Paru : !alam (atas n'rmal
A('men
1epar : Tiak tera(a
6ien : Tiak tera(a
8kstremitas : Tiak aa kelainan
I$. STATUS %FTA!M%!%&IS
%''U!US DE(TRA %''U!US SINISTRA
)
Tiak ilakukan
Tiak ilakukan
Tiak ilakukan
Keuukan n'rmal
eks'tr'pia 9:;, es'tr'pia 9:;
#aar'sis 9:;
"ergerak ke segala arah
8ema 9:;, 1iperemis 9:;,
"enj'lan 9:;, Ulkus 9:;,
1're'lum 9:;, Kala<i'n 9:;,
Pt'sis 9:;
8ema 9:;, 1iperemis 9:;,
"enj'lan 9:;, Ulkus 9:;,
1're'lum 9:;, Kala<i'n 9:;
1iperemis 9:;, papil 9:;,
7ISUS
K&R8KSI
SKIASK&PI
S8NSUS K&6&RIS
"U6"US &.U6I
SUP8R.I6IA
PAR8S80PARA6=S8
PA6P8"RA SUP8RI&R
PA6P8"RA IN>8RI&R
.&NJUN?TI7A PA6P8"RA
)
Tiak ilakukan
Tiak ilakukan
Tiak ilakukan
Keuukan n'rmal
eks'tr'pia 9:;, es'tr'pia 9:;
#aar'sis 9:;
"ergerak ke segala arah
8ema 9:;, 1iperemis 9:;,
"enj'lan 9:;, Ulkus 9:;,
1're'lum 9:;, Kala<i'n 9:;,
Pt'sis 9:;
8ema 9:;, 1iperemis 9:;,
"enj'lan 9:;, Ulkus 9:;,
1're'lum 9:;, Kala<i'n 9:;
1iperemis 9:;, papil 9:;,
sikatriks 9:;, sim(le5ar'n 9:;
1iperemis 9:;, 5'likel 9:;,
papil 9:;
Sekret 9:;, injeksi k'njun-ti@a
9:;, injeksi siliar 9:;, injeksi
episklera 9:;, pterigium 9:;
anikterik
keruh, ulkus 9:;, sikatrik 9:;,
ar-us senilis 9A;
angkal
?am(aran kripti 9:;,
"ulat, sentral, R. 9:;
keruh
Tiak ilakukan
Tiak ilakukan
meningkat 9palpasi;
Tiak ilakukan
.&NJUN?TI7A >&RNI.8S
.&NJUN?TI7A "U6"I
S.68RA
.&RN8A
.A#8RA &.U6I ANT8RI&R
IRIS
PUPI6
68NSA
>UN!US R8>68KS
.&RPUS 7ITR8U#
T8NSI& &.U6I
SIST8# .ANA6IS
6A.RI#A6IS
sikatriks 9:;, sim(le5ar'n 9:;
1iperemis 9:;, 5'likel 9:;,
papil 9:;
sekret 9:;, injeksi k'njun-ti@a
9:;, injeksi siliar 9:;, injeksi
episklera 9:;, pterigium 9:;
anikterik
keruh, ulkus 9:;, sikatrik 9:;,
ar-us senilis 9A;
angkal
?am(aran kripti 9:;,
"ulat, sentral, R. 9:;
keruh
Tiak ilakukan
Tiak ilakukan
meningkat 9palpasi;
Tiak ilakukan
$. RESUME
Pasien Ny. A (erusia 63 tahun atang ke RSA# engan keluhan penglihatan paa keua mata
ka(ur suah irasakan sejak * tahum yang lalu. Pasien mengaku keluhan terse(ut isertai nyeri
kepala yang hilang tim(ul an nyeri sekitar mata, mual ataupun muntah isangkal pasien.
#enurut pengakuan pasien keua matanya sejak $ (ulan suah tiak apat melihat apa:apa lagi.
Pasien mengaku se(elumnya panangannya seperti menyempit an melihat -ahaya lampu seperti
pelangi. Pasien mengatakan sempat (er'(at ke 'kter umum. &leh 'kter umum pasien
i(erikan '(at tetes mata namun sekarang tim(ul lagi keluhan seperti itu. Akhirnya pasien
memutuskan pergi memeriksakan iri ke p'liklinik mata RSA#.
Paa pemeriksaan 5isik itemukan
Status )resent : !alam (atas n'rmal
Status generalis : !alam (atas n'rmal
Status %#talm"l"gis %D Status "#thalm"l"gi %S
7isus ) 7isus )
-'njunti@a (ul(i: injeksi siliar 9:; -'njunti@a (ul(i: injeksi siliar 9:;
Injeksi -'njun-ti@a 9:; injeksi -'njun-ti@a 9:;
K'rnea: keruh, ar-us senilis 9A; K'rnea : keruh, ar-us senilis 9A;
Tensi' '-uli : meningkat palpasi tensi' '-uli : meningkat palpasi
Iris : gam(aran kripta 9:; Iris : gam(aran kripta 9:;
.&A : angkal .&A : angkal
6ensa : keruh 6ensa : keruh
$I. PEMERIKSAAN AN*URAN
Pemeriksaan T'n'metri S-hi't<0aplanasi
?eni'sk'pi
>unusk'pi
DIA&N%SIS KER*A
?lauk'ma a(s'lut &!S
PENATA!AKSANAAN
#eikament'sa:
?lu-'n ta(let 3 ta( I
Tim'l'l ),%B $ gtt * &!S
Sinar (eta paa (aan siliar
Pengangkatan ('la mata
PR%&N%SIS
Cu' a @itam : ('nam
Cu' a 5ungsi'nam : u(ia
Cu' a sanati'nam : u(ia
? 6 A U K & # A
I. PENDA+U!UAN
?lauk'ma merupakan salah satu penye(a( ke(utaan utama i Amerika. 1ampir 3).)))
penuuk Amerika Serikat (uta aki(at glauk'ma. !iperkirakan terapat $ juta penuuk
mengiap glauk'ma.
?lauk'ma (erasal ari kata =unani D ?lauk's E yang (erarti hijau ke(iruan, yang mem(erikan
kesan +arna terse(ut paa pupil penerita glauk'ma.
Kelainan mata glauk'ma itanai engan meningkatnya tekanan ('la mata, atr'pi sara5 'ptik
an men-iutnya lapang panang.
Penyakit yang itanai engan peninggian tekanan intra'kular ini ise(a(kan:
"ertam(ahnya pr'uksi -airan mata 'leh (aan siliar
"erkurangnya pengeluaran -airan mata i aerah suut (ilik mata atau i -elah pupil
1am(atan pengaliran paa pupil +aktu pengaliran -airan ari (ilik mata (elakang ke (ilik
mata epan
Paa glauk'ma akan terapat melemahnya 5ungsi mata engan terjainya penurunan lapang
panang an kerusakan anat'mi (erupa ekska@asi 9penggaungan; serta egenerasi papil sara5
'ptik, yang apat (erakhir engan ke(utaan.
8kska@asi glauk'mat'sa, penggaungan atau -ekungan papil sara5 'ptik aki(at glauk'ma
merupakan gejala glauk'ma yang mengaki(atkan kerusakan paa sara5 'ptik. 6uas atau
alamnya -ekungan ini paa glauk'ma k'ngenital ipakai se(agai inikat'r pr'gresi@itas
glauk'ma.
II. Patofsiologi
"ilik anteri'r an (ilik p'steri'r mata terisi 'leh -airan en-er yang ise(ut hum'r aFueus. !alam
keaaan n'rmal,
AFueus hum'r i(entuk 'leh (aan siliar, masuk ke alam (ilik mata p'steri'r 9.&P;, melalui
pupil, ke (ilik mata epan 9.&A;, melalui tra(ekula ke kanal S-hlemm, saluran k'lekt'r,
kemuian masuk kealam pleksus @ena. !ijaringan sklera an episklera juga kealam @.siliaris
anteri'r i (aan siliar.
?am(ar *. Aliran aFu's hum'r n'rmal
Jika aliran -airan ini terganggu 9(iasanya karena penyum(atan yang menghalangi keluarnya
-airan ari (ilik anteri'r;, maka akan terjai peningkatan tekanan. Peningkatan tekanan intra
'kular akan men'r'ng per(atasan antara sara5 'ptikus an retina i (agian (elakang mata.
Aki(atnya pas'kan arah ke sara5 'ptikus (erkurang sehingga sel:sel sara5nya mati. Karena sara5
'ptikus mengalami kemunuran, maka akan ter(entuk (intik (uta paa lapang panang mata.
=ang pertama terkena aalah lapng panang tepi, lalu iikuti 'leh lapang panang sentral. Jika
tiak i'(ati, glauk'ma paa akhirnya (isa menye(a(kan ke(utaan.
?am(ar $. Kerusakan N.II aki(at peningkatan TI&
III. Klasi#ikasi &lauk"ma
Klasi5ikasi 7aughen untuk glauk'ma aalah se(agai (erikut :
*. ?lauk'ma Primer
?lauk'ma suut ter(uka 9glauk'ma simpleks;
?lauk'ma suut sempit
$. ?lauk'ma K'ngenital
Primer atau in5antil
#enyertai kelainan k'ngenital lainnya
3. ?lauk'ma Sekuner
Peru(ahan lensa
Kelainan u@ea
Trauma
"eah
Ru(e'sis
Ster'i an lainnya
/. ?lauk'ma A(s'lut
!ari pem(agian i atas apat ikenal glauk'ma alam (entuk G (entuk :
*. ?lauk'ma suut sempit primer an sekuner 9engan (l'kae pupil atau tanpa (l'kae
pupil; H
$. ?lauk'ma suut ter(uka primer an sekuner H
3. Kelainan pertum(uhan, primer 9k'ngenital, in5antil, ju@enil;, sekuner kelainan
pertum(uhan lain paa mata.
A. &lauk"ma Primer
?lauk'ma engan eti'l'gi tiak pasti, i mana tiak iapatkan kelainan yang merupakan
penye(a( glauk'ma.
?lauk'ma ini iapatkan paa 'rang yang telah memiliki (akat (a+aan glauk'ma, seperti
*. "akat apat (erupa gangguan 5asilitas pengeluaran -airan mata atau susunan anat'mis (ilik
mata yang menyempit H
$. #ungkin ise(a(kan kelainan pertum(uhan paa suut (ilik mata epan 9g'ni'isgenesis;,
(erupa tra(ekul'isgenesis, iri'isgenesis an k'rne'isgenesis an yang paling sering
(erupa tra(ekul'isgenesis an g'ni'isgenesis.
Tra(ekul'isgenesis aalah :
"arkan menemukan mem(ran yang persisten menutupi permukaan tra(ekula.
Iris apat (erinsersi paa permukaan tra(ekula tepat paa sklera spur atau agak le(ih ke
epan.
?'ni'isgenesis
?lauk'ma primer (ersi5at (ilateral, yang tiak selalu simetris engan suut (ilik mata ter(uka
ataupun tertutup, pengel'mp'kan ini (erguna untuk penatalaksanaan an penelitian. Untuk
setiap glauk'ma iperlukan pemeriksaan g'ni'sk'pi.
Glaukoma Primer Sudut Terbuka (Simpleks)
Glauk'ma simpleks aalah glauk'ma yang penye(a(nya tiak iketahui. #erupakan suatu
glauk'ma primer yang itanai engan suut (ilik mata ter(uka. ?lauk'ma simpleks ini
iagn'sisnya i(uat (ila itemukan glauk'ma paa keua mata paa pemeriksaan pertama, tanpa
itemukan kelainan yang apat merupakan penye(a(.
Paa umumnya glauk'ma simpleks itemukan paa usia le(ih ari /) tahun, +alaupun penyakit
ini kaang G kaang itemukan paa usia mua. !iuga glauk'ma simpleks iturunkan se-ara
'minan atau resesi5 paa kira G kira %) B penerita, se-ara genetik peneritanya aalah
h'm'<ig't. Terapat paa II B penerita glauk'ma primer engan ham(atan pengeluaran
-airan mata 9aku's hum'r; paa jalinan tra(ekulum an kanal S-hlemm. Terapat 5akt'r resik'
paa sese'rang untuk menapatkan glauk'ma seperti ia(etes melitus an hipertensi, kulit
(er+arna an mi'pia. "ila pengaliran -airan mata 9aku's hum'r; keluar i suut (ilik mata
n'rmal maka ini ise(ut glauk'ma hipersekresi.
8kska@asi papil, egenarasi papil an gangguan lapang panang apat ise(a(kan langsung atau
tiak langsung 'leh tekanan ('la mata paa papil sara5 'ptik an retina atau pem(uluh arah
yang memperarahinya.
#ulai tim(ulnya gejala glauk'ma simpleks ini agak lam(at yang kaang G kaang tiak isaari
'leh penerita sampai akhirnya (erlanjut engan ke(utaan. Paa keaaan ini glauk'ma simpleks
terse(ut (erakhir engan glauk'ma a(s'lut.
Paa glauk'ma simpleks tekanan ('la mata sehari G hari tinggi atau le(ih ari $) mm1g. #ata
tiak merah atau tiak terapat keluhan, yang mengaki(atkan terapat gangguan susunan
anat'mis an 5ungsi tanpa isaari 'leh penerita. Aki(at tekanan tinggi akan ter(entuk atr'pi
papil isertai engan ekska@asi' glauk'mat'sa.
?angguan sara5 'ptik akan terlihat se(agai gangguan 5ungsinya (erupa pen-iutan lapang
panang. Paa +aktu pengukuran (ila iapatkan tekanan ('la mata n'rmal seang terlihat
gejala gangguan 5ungsi sara5 'ptik seperti glauk'ma mungkin aki(at aanya @ariasi iurnal.
Patut ipikirkan kemungkinan pengukuran tekanan ilakukan alam kur@a renah aripaa
@ariasi iurnal. !alam keaaan maka ilakukan uji pr'@'kasi minum air,pil'karpin, uji @ariasi
iurnal an pr'@'kasi ster'i. ?lauk'ma primer yang kr'nis an (erjalan lam(at sering tiak
ketahui (ila mulainya, karena keluhan pasien amat seikit atau samar.
#isalnya mata se(elah terasa (erat, kepala pusing se(elah, kaang G kaang penglihatan ka(ur
engan anamnesa tiak khas. Pasien tiak mengeluh aanya hal' an memerlukan ka-a mata
k'reksi untuk pres(i'pia le(ih kuat i(aning usianya. Kaang G kaang tajam penglihatan tetap
n'rmal sampai keaaan glauk'manya suah (erat.
"ila iagn'sis suah i(uat maka penerita suah harus memakai '(at seumur hiup untuk
men-egah ke(utaan. Tujuan peng'(atan paa glauk'ma simpleks aalah untuk memperlan-ar
pengeluaran -airan mata 9aku's hum'r; atau usaha untuk mengurangi pr'uksi -airan mata
9aku's hum'r;.
!i(erikan pil'karpin tetes mata * G / B an (ila perlu itam(ah engan aseta<'lami 3 kali satu
hari. "ila engan pen'(atan tekanan ('la mata masih (elum terk'ntr'l atau kerusakan papil
sara5 'ptik (erjalan terus isertai e(5a pen-iutan kampus pr'gresi5 maka ilakukan
pem(eahan.
Peng'(atan glauk'ma simpleks :
"ila tekanan $* mm1g se(aiknya ik'ntr'l rasi' .0!, periksa lapang panangan sentral,
temukan titik (uta yang meluas an sk't'ma sekitar titik 5iksasi.
"ila tensi $/ G 3) mm1g, k'ntr'l le(ih ketat an lakukan pemeriksaan i atas (ila masih
alam (atas : (atas n'rmal mungkin suatu hipertensi 'kuli.
"ila suah i(uat iagn'sis glauk'ma i mana tekanan mata i atas $* mm1g an terapat
kelainan paa lapang panangan an papil maka (erikan p'likarpin $ B 3 kali sehari. "ila paa
k'ntr'l tiak terapat per(aikan, itam(ahkan tim'l'l ),$% B * G $ sampai ),% B,
aseta<'lamia 3 kali $%) mg atau epine5rin * G $ B, $ . &(at ini apat i(erikan alam (entuk
k'm(inasi untuk menapatkan hasil yang e5ekti5. "ila peng'(atan tiak (erhasil maka ilakukan
tra(ekulekt'mi laser atau pem(eahan tra(ekulekt'mi. Pr'gn'sis sangat tergantung paa
penemuan an peng'(atan ini. Pem(eahan tiak seluruhnya menjamin kesem(uhan mata.
Tinakan pem(eahan merupakan tinakan untuk mem(uat 5iltrasi -airan mata 9aku's hum'r;
keluar (ilik mata engan 'perasi S-heie, tra(ekulekt'mi an irienkleisis. "ila gagal maka mata
akan (uta t'tal.
Paa glauk'ma simpleks itemukan perjalanan penyakit yang lama akan tetapi (erjalan terus
sampai (erakhir engan ke(utaan yang se(ut se(agai glauk'ma a(s'lut. Karena perjalanan
penyakit emikian maka glauk'ma simpleks ise(ut se(agai maling penglihatan.
Anjuran an Keterangan Paa Penerita ?lauk'ma Primer Suut Ter(uka
Penyakit ini tiak nyata ipengaruhi em'si
&lah raga merenahkan tekanan ('la mata seikit
#inum tiak ('leh sekaligus (anyak, karena apat menaikkan tekanan
Tekanan arah naik -epat akan menaikkan tekanan ('la mata
Tekanan arah tinggi lama (ila iturunkan -epat akan mengaki(atkan (ertam(ah
teran-amnya sara5 mata 'leh tekanan mata
Penerita memerlukan pemeriksaan papil sara5 'ptik an lapang panangan 6 (ulan satu kali.
"ila terapat ri+ayat keluarga glauk'ma, (uta, mi'pia tinggi, anemia, hip'tensi, mata satu atau
menerita ia(etes melitus, maka k'ntr'l ilakukan le(ih sering.
!iagn'sis (aning glauk'ma suut ter(uka aalah glauk'ma (ertekanan renah, glauk'ma suut
tertutup kr'nik, glauk'ma sekuner engan suut ter(uka, an glauk'ma i(angkitkan ster'i.
?lauk'ma 9#artin !'yle;
?6 Suut Tertutup ?6 Simpleks ?6 In5antil
Serangan !ekae ke % !ekae ke 6 "ayi
Tipe penerita 8m'si'nal Anteri'skler'tik 6k J Pr
".#.! !angkal N'rmal !alam sekali
Suut ".#.! Sempit "iasa ter(uka Kel. K'ngenit
1al' A serangan : :
Papil 8kska@asi (ila lanjut A ini !alam sekali
Tekanan Naik (ila ipr'@'kasi 7ariasi iurnal tinggi Tinggi
Kampus A (ila lanjut "jerrum, k'ntriksi :
Peng'(atan !ini, inekt'mi &(at, (ila gagal, 5iltr ?'ni't'mi
&r'g'sis !ini, (aik Seang 0 (uruk "uruk
Glaukoma Primer Sudut Tertutup
(Glaukoma kongestif akut, angle closure galucome, closed angle glaucome)
Nama ini iasarkan keaaan suut yang tampak paa pemeriksaan gani'sk'pi. ?lauik'ma
primer suut tertutup (ila terapat kenaikan menaak ari tekanan intra'kuler, yang ise(a(kan
penutupan suut -'a yang menaak 'leh akar iris, sehingga menghalangi sama sekali keluarnya
tum'r akueus melalui tra(ekula, menye(a(kan meningginya tekanan intra'kuler, sakit yang
sangat i mata se-ara menaak an menurunnya ketajaman penglihatan se-ara menaak an
menurunya ketajaman penglihatan se-ara ti(a G ti(a, isertai tana G tana k'ngesti imata,
seperti mata merah kel'pak mata (engkan. Karena glauk'ma ini tim(ulnya menaak isertai
tana k'ngesti, maka ise(ut pula glauk'ma akut k'ngesti5 atau glauk'ma akut. ?lauk'ma akut,
hanya tim(ul paa 'rang G 'rang yang mempunyai suut (ilik mata yang sempit. Jai hanya
paa 'rang G 'rang engan preisp'sisi anat'mis.
>akt'r anat'mis yang menye(a(kan suut sempit aalah :
*. "ul(us 'kuli yang penek, (iasanya paa mata yang hipermetr'p. #akin (erat
hipermetr'pnya makin angkal -'anya.
$. Tum(uhnya lensa. #enye(a(kan -'a menjai le(ih angkal. Paa umur $% tahun,
alamnya -'a rata G rata 3,6 mm, seang paa umur 2) tahun 3,*% mm.
3. K'rnea yang ke-il, engan senirinya -'anya angkal.
/. Te(alnya iris. #akin te(al iris, makin angkal -'a.
Paa suut (ilik mata yang sempit, letak lensa menjai le(ih ekat ke iris, sehingga aliran -airan
(ilik mata ari (ilik mata (elakang ke (ilik mata engan terham(at. Inilah yang ise(ut
ham(atan pupil. 1al ini apat menye(a(kan meningkatnya tekanan i alam mata (elakang an
men'r'ng iris ke epan. Paa suut (ilik mata epan yang memang suah sempit aanya
'r'ngan ini menye(a(kan iris menutupi jaringa tra(ekula, sehingga -airan (ilik mata tiak
apat atau sukar untuk keluar an terjailah glauk'ma suut tertutup.
>akt'r 5isi'l'gis yang menye(a(kan -'a sempit :
*. Ak'm'asi. !engan ak'm'asi pars siliaris ari iris maju ke epan.
$. !ilitasi pupil, menye(a(kan akar iris menjai le(ih te(al an suut -'a menjai le(ih
sempit.
!ilatasi pupil apat terjai, (ila :
*. !i(erikan miriatika, seperti hematr'pin. Juga apat terjai (ila atr'pin i(erikan sistimik
alam peng'(atan munta(er atau persiapan 'perasi.
$. !iam i ruang gelap.
3. 6ensa letaknya le(ih ke epan, apat menye(a(kan ham(atan pupil yang kemuian
menim(ulkan iris ('m(e 5isi'l'gis, karena tekanan i (ilik mata (elakang le(ih tinggi ari i
epan. 1al ini apat menam(ah sempitnya suut -'a yang asarnya suat sempit.
/. K'ngesti (aan siliar. Penye(a(nya :
a. Neur'@askuler, misalnya menangis, jengkel an kelainan em'si yang lain.
(. Penyakit l'kal ari traktus respirat'rius (agian atas.
-. &perasi aerah kepala.
. 1um'ral, seperti hai.
Jai (ila 5akt'r 5isi'l'gis ini terjai paa sese'rang yang mempunyai preisp'sisi anat'mis
(erupa suut (ilik mata yang sempit, maka aa kemungkinan tim(ul glauk'ma suut tertutup.
Penapat lain tentang penye(a( ari glauk'ma suut tertutup, yaitu terjainya la(ilitas
@as'm't'ris setempat, sehingga mempertinggi tekanan i alam pem(uluh arah yang ke-il.
Jika hal ini terjai paa u@ea (agian epan, maka menye(a(kan penam(ahan ari -airan yang
ikeluarkan i (ilik mata (elakang sehingga (aan ka-a, lensa an iris menjai le(ih ter'r'ng
ke epan.
Gejala Klinik
Se(elum penerita menerita serangan akut, ia mengalami serangan pr''rma meskipun tiak
selalu emikian.
Fase Prodorma Dinamakan Juga Fase Nonkongestif
Paa staium ini terapat penglihatan ka(ur, melihat hal' 9gam(aran pelangi; sekitar lampu atau
lilin, isertai sakit kepala, sakit paa matanya an kelemahan ak'm'asi.
Keaaan ini (erlangsung K : $ jam. Paa staium ini penerita jarang pergi ke 'kter, (iasanya
mengi(ati irinya seniri engan analgetika atau '(at 5lu yang muah iapat, kemuian merasa
sem(uh lagi. Juga engan tiur se(entar keaaan pulih kem(ali, se(a( paa +aktu tiur, terjai
mi'sis yang menye(a(kan suut -'a ter(uka.
Pemeriksaan paa staium ini, iapatkan : injeksi perik'rnea yang ringan, k'rnea agak suram
karena eema, (ilik mata epan angkal, pupil seikit mele(ar reaksi -ahaya lam(at an tekanan
intra'kuler meninggi.
"ila serangannya rea, mata menjai n'rmal kem(ali, ke-uali penurunan aya ak'm'asi tetap
aa, sehingga penerita memerlukan penggantian ka-amata ekat yang le(ih serin5 an le(ih
kuat i(aning engan usianya. Karena itu, (ila terapat penerita engan kenaikan yang -epat
ari pres(i'pianya, +aspaalah terhaap kemungkinan glauk'ma suut tertutup. Staium
pr''rma ini apat iperhe(at 'leh ins'mnia, k'ngesti @ena, gangguan em'si, ke(anyakan
minum, pemakaian miriatika. #ula G mula antara serangan apat (erminggu G minggu atau
(e(erapa (ulan, akan tetapi makin lama makin sering an serangannya (erlangsung le(ih lama.
Staium ini apat (erlangsung (e(erapa minggu atau (e(erapa (ulan (ahkan (e(erapa tahun,
(aru kemuian sampai paa staium glauk'ma akut. Jai untuk meneteksi sese'rang engan
-al'n glauk'ma akut, i(utuhkan anamnesa yang teliti.
Fase glaukoma akut : (stadium kongestif)
Paa staium ini penerita tampak sangat payah, memegangi kepalanya karena sakit he(at.
Jalannya ipapah, karena ketajaman penglihatannya turun, muntah G muntah, karenanya sering
isangka (ukan menerita sakit mata, melainkan suatu penyakit sistemik. ?lauk'ma akut
menye(a(kan @isus -epat menurun, isertai sakit kepala i alam mata yang menjalar sepanjang
N.7, sakit i kepala, muntah G muntah, nausea, tampak +arna pelangi i sekitar lampu.
Paa pemeriksaan tampak :
: Palpe(ra (engkak.
: K'njungti@a (ul(i : hiperemia, k'ngesti5, kem'tis, engan injeksi silier, injeksi k'njungti@a,
injeksi episklera.
: K'rnea : keruh, insensiti5 karena tekanan paa sara5 k'rnea.
: "ilik mata epan : angkal, yang apat ilihat engan penyinaran (ilik mata epan ari
samping.
: Iris : gam(aran -'rak (ergaris tak nyata, karena eema, (er+arna kela(u.
: Pupil : mele(ar, l'nj'ng, miring agak @ertikal, kaang G kaang iapatkan miriasis yang
t'tal, +arnanya kehijauan, re5leks -ahaya lam(an atau tiak sama sekali.
"ila serangan G serangan suah (erulang kali, terjai untuk +aktu yang lama, maka terjai
lepasnya pigmen ari iris, yang masuk ke alam (ilik mata epan menim(ulkan kekerutan, juga
apat menempel paa en'tel k'rnea an tampak seperti keratik presipitat. !apat juga terjai
perlengketan antara pupil an lensa 9sinekhia p'steri'r;, sehingga pupil menjai tiak teratur,
an sering isangka menerita u@eitis. Irisnya tampak (er+arna putih kela(u, karena tim(ulnya
nekr'se l'kal. 6ensanya menjai katarak, yang tampak i atas permukaan kapsula lensa epan,
se(agai (er-ak G (er-ak putih, seperti susu yang tertumpah i atas meja yang ise(ut D?lauk'ma
>le-keE, suatu tana (ah+a paa mata itu pernah terjai serangan akut.
"ila glauk'ma akut tiak segera i'(ati engan (aik, tim(ullah perlekatan G perlekatan antara
iris (agian tepi an jaringan tra(ekula, yang ise(ut sinkhia anteri'r peri5er, yang mengaki(atkan
penyaluran keluar ari hum'r akueus le(ih mengham(at lagi.
Paa staium akut, karena k'rnea sangat keruh, pemeriksaan (agian alam mata sukar
ilakukan. >unusk'pi, pemeriksaan lapang panangan, juga untuk apat melihat iris, pupil,
lensa (aru apat menjai jelas, (ila 5ase ini suah (erlalu, imana k'rnea suah menjai agak
jernih kem(ali.
>unusk'pi : Papil sara5 'ptik menunjukkan penggaungan an
atr'5i,seperti paa glauk'ma simpleks.
T'n'metri : Tensi intra'kuler paa staium k'ngesti5 le(ih tinggi
ari paa staium n'n k'ngesti5.
T'n'gra5i : #enunjukkan 'ut5l'+ yang (aik. Tetapi (ila suah aa
perlengketan antara iris an tra(ekula 9g'ni'sinekhia, sinekhia anteri'r
peri5er;, maka aliran menjai terganggu.
?ani'sk'pi : Paa +aktu tekanan intra'kuler tinggi, suut (ilik
mata epan tertutup, seang paa +aktu tensi intra'kuler n'rmal,
suutnya sempit. "ila serangan apat ihentikan maka sesuah $/ jam,
(iasanya suut (ilik mata epan ter(uka kem(ali, tetapi masih sempit.
Tes pr'@'kasi ilakukan paa keaaan yang meragukan :
Tes yang ilakukan : tes kamar gelap, tes miriasis, tes mem(a-a, tes (ersuju 9pr'ne test;.
!iagn'sa (aning :
(e(erapa penyakit yang mirip engan glauk'ma akut aalah :
*. Iri'siklitis akut
$. K'njungti@itis akut
3. Keratitis
/. Skleritis
,. &lauk"ma k"ngenitalis
?lauk'ma ini terapat le(ih jarang aripaa glauk'ma paa 'rang e+asa. >rekuensinya kira:
kira ),)*B iantara $%).))) penerita, imana pre@alensinya $03 aalah laki:laki an $03 terjai
(ilateral. S-hele mem(agi glauk'ma k'ngenital menjai $ yaitu:
o ?lauk'ma In5antum: apat tampak paa +aktu lahir atau umur *:3 tahun an
menye(a(kan pem(esaran ('lamata karena engan elastisitasnya ('la mata
mem(esarmengikuti meningginya tekanan intra'kuler.
o ?lauk'ma Ju@enil: iapatkan paa anak yang le(ih (esar
!iagn'sa paa keaaan glauk'ma k'ngenital yang suah lanjut iapatkan:
!iameter k'rnea yang (esar *3:*%mm
R'(ekan mem(ran es-ment
Pengeruhan i5us paa k'rnea
Akan tetapi, (ila penerita atang paa keaaan ini, peru(ahan:peru(ahan yang klsik ini tiak
iapatkan. Tana:tana ini antaralain: 5't'5'(i, lakrimasi, (le5ar'spasme. Kalau terapat anak
(erumur kurang ari $ tahun engan keluhan ini, ingatlah kepaa kemungkinan peninggian
tekanan intra'kuler. Kemuian tim(ul pengeruhan k'rnea, penam(ahan iameter k'rnea,
penam(ahan iameter ('la mata.
'. &lauk"ma sekunder
?lauk'ma sekuner terjai jika mata mengalami kerusakan aki(at:
In5eksi
Peraangan
Tum'r
Penyakit mata yang mempengaruhi pengaliran hum'r AFueus ari (ilik
Anteri'r
Katarak yang meluas
Paa Katarak sering terjai glauk'ma sekuner, pr'sesnya:
>ak't'pik
&leh karena pr'ses Intumesensi, yaitu penyerapan -airan kamera 'kuli anteri'r 9-'a; 'leh
lensa, sehingga lensa menjai -em(ung an iris ter'r'ng keepan, -'a menjai angkal,
aliran -'a tak lan-ar seangkan pr'uksi hum'r aFueus terus (erlangsung, sehingga tekanan
intra'kuler meninggi an menim(ulkan glauk'ma. 1al ini tiak selalu terjai, umumnya
paa staium katarak imatur.
>ak'litik
: 6ensa yang keruh, jika kapsulnya menjai rusak, su(stansi lensa yang keluar akan
ires'r(si 'leh ser(ukan 5ag'sit atau makr'5age yang (anyak i -'a, ser(ukan ini
seemikian (anyaknya sehingga apat menyum(at suut -'a an menye(a(kan
glauk'ma
: Penyum(atan apat pula 'leh karena su(stansi lensa seniri yang menumpuk i suut
-'a, terutama (agian kapsul lensa, an menye(a(kan e45'lati'n glauk'ma.
>ak't'ksik
: Su(stansi lensa i -'a merupakan <at t'ksik (sgi mata 9pr'tein asing; sehingga terjai
reaksi alerhi an tim(ullah u@eitis. U@eitis ini apat menye(a(kan glau-'ma
D- &lauk"ma A.s"lut
?lauk'ma a(s'lut merupakan staium akhir glauk'ma 9sempit 0 ter(uka; i mana suah terjai
ke(utaan t'tal aki(at tekanan ('la mata mem(erikan gangguan 5ungsi lanjut.
Paa glauk'ma a(s'lut k'rnea terlihat keruh, (ilik mata angkal, papil atr'5i engan ekska@asi
glauk'mat'sa, mata keras seperti (atu an engan rasa sakit.
Sering mata engan (uta ini mengaki(atkan penyum(atan pem(uluh arah sehingga
menim(ulkan penyulit (erupa ne'@askularisasi paa iris, keaaan ini mem(erikan rasa sakit
sekali aki(at tim(ulnya glauk'ma hem'ragik.
Peng'(atan glauk'ma a(s'lut apat engan mem(erikan sinar (eta paa (aan siliar untuk
menekan 5ungsi (aan siliar, alk'h'l retr'(ul(ar atau melakukan pengangkatan ('la mata karena
mata telah tiak (er5ungsi an mem(erikan rasa sakit.
III. Cara Pemeriksaan Khusus Untuk Glaukoma
*. Ketajaman penglihatan
$. T'n'metri
3. ?'ni'sk'pi
/. &5talm'sk'pi
%. Pemeriksaan lapangan panangan
6. T'n'gra5i
2. Tes pr'@'kasi
!i samping anamnesa yang -ermat an teliti. Pemeriksaan ketajaman penglihatan, (ukan
merupakan -ara yang khusus untuk glauk'ma, tetapi tetap penting, karena ketajaman penglihatan
yang (aik misalnya %0% (elum (erarti tiak aa glauk'ma. Paa glauk'ma suut ter(uka,
kerusakan sara5 mata imulai ari tepi lapang panangan an lam(at laun meluas ke tengah.
!engan emikian penglihatan sentral 95ungsi makula; (ertahan lama, +alaupun penglihatan
peri5er suah tiak aa, sehingga penerita terse(ut se'lah G 'lah melihat melalui ter'p'ng
9tunnel @isi'n;.
T'n'metri
Tingginya tekanan intra'kuler tergantung ari (anyaknya pr'suksi akueus hum'r 'leh (aan
siliar an penglihatan keluarnya melalui suut (ilik mata epan, yang juga (ergantung ari
keaaan suut (ilik mata epannya seniri, tra(ekula, kanal S-hlemn an keaaan tekanan i
alam @ena episklera. T'n'metri iperlukan untuk mengukur (esarnya tekanan intra'kuler.
Aa 3 ma-am t'n'meteri :
*. .ara !igital
Paling muah, tetapi tiak -ermat, se(a( pengukurannya (erasarkan perasaan keua jari
telunjuk kita. !engan menyuruh penerita melihat ke (a+ah tanpa menutup matanya, kemuian
kita letakkan keua jari telunjuk i atasnya, engan satu jari menekan seangkan jari yang lain
menahan se-ara (ergantian. Tinggi renahnya tekanan i -atat se(agai (erikut :
Ti' L Tensi, intra 'kuler L N 9n'rmal;
Ti' L N A * 9agak tinggi;,
Ti' L N G * 9agak renah;
Ti' L N A $ 9tinggi;, an se(againya
"ila penerita menutup matanya paa +aktu melihat ke (a+ah, maka tarsus palpe(ra yang keras
pinah ke epan mata, sehingga paa palpasi, yang tera(a tarsusnya an mem(eri kesan keras.
$. .ara #ekanis
Tiak (egitu mahal, apat i(a+a ke mana G mana, muah mengerjakannya. 1anya (ila
skleranya terlalu lem(ek, seperti paa penerita mi'pia, maka hasil pem(a-aannya menjai
terlalu renah. Penerita ter(aring tanpa (antal, matanya itetesi pant'kain * G $ B satu kali.
Suruh penerita memihat lurus ke atas an letakkan tan'meter i pun-ak k'rnea. Jarum
t'n'meter akan (ergerak i atas skala an menunjuk paa satu angka i atas skala terse(ut.
T'n'meter ini men-atat tahanan terhaap tim(angan tertentu, yang menim(ulkan tekanan paa
k'rnea. Anak tim(angan yang ipakai rupa G rupa %,% g H 2,% g H *) g H *% g.
Umpamanya : angka geseran i skala %, tim(angan yang ipakai %,% g, maka Ti' L %0%,%, yang
menurut ta(el menunjukkan angka *2,3 mm1g.
3. T'n'metri !engan T'n'meter Aplanasi !ari ?'lman
Alat ini selain -ukup mahal, kira G kira *) kali harga t'n'meter ari S-hi't< juga memerlukan
siitiamp yang juga -ukup mahal, pula tiak praktis. Tetapi meskipun emikian, i alam
k'munikasi internasi'nal se-ara tiak resmi, hanya t'n'metri engan aplanasi t'n'meter sajalah
yang iakui.
!i In'nesia hanya pusat G pusat '5talm'l'gi an (e(erapa 'kter ahli mata yang
mempunyainya. !engan alat ini kekakuan sklera apat ia(aikan, sehingga hasil pengukuran
menjai le(ih -ermat. !engan intra'kuler yang n'rmal, (erkisar antara *% G $) mm1g. Ini
sangat ini@iuil, se(a( mungkin aa mata engan tensi alam (atas G (atas n'rmal, tetapi
menunjukkan tana glauk'ma. Karena itu le(ih (aik ise(ut tekanan n'rmati5, yaitu tekanan
intra'kuler, i mana tiak menim(ulkan aki(at (uruk. Umumnya tekanan $/,/ mm1g, masih
ianggap se(agai (atas tertinggi. Tekanan $$ mm1g ianggap D high n'rmalE an kita harus
+aspaa.
Tekanan ('la mata ini, untuk satu mata tak selalu tetap, tetapi :
Paa (erna5as aa 5luktuasi * G $ mm1g
Paa jam % G 2 pagi paling tinggi, siang hari menurun, malam hari menaik lagi
1al ini inamakan @ariasi iurnal, engan 5luktuasi 3 mm1g. "ila aa pemakaian t'n'meter
S-hi't<, terapat tekanan intra'kuler yang selalu tinggi, tanpa tana G tana klinik ari
glauk'ma, maka aa$ kemungkinan :
Kekakuan 'kuler yang tinggi 9'-ular rigiity;
Tensi n'rmati5 yang tinggi
Untuk mem(eakannya, pakailah $ anak tim(angan %,%, g an *) g. "ila engan anak
tim(angan *) g tensinya le(ih tinggi ari paa engan anak tim(angan %,% g, hal ini
menunjukkan kekakuan 'kulernya yang tinggi. Seang jika tekanannya paa keua anak
tim(angan ini sama, maka menunjukkan (ah+a tensi n'rmati5nya yang tinggi.
?'ni'sk'pi
#erupakan suatu -ara untuk menilai le(ar sempitnya suut (ilik mata epan engan g'ni'sk'pi
apat i(eakan glauk'ma suut tertutup atau suut ter(uka, juga apat ilihat apakah terapat
perlekatan iris (agian peri5er, ke epan 9peripheral anteri'r sine-hiae;. !engan alat ini apat
pula iramalkan apakah suatu suut akan muah tertutup i kemuian hari. .ara yang seerhana
untuk menentukan le(ar sempitnya suut (ilik mata epan, engan menyinari (ilik mata epan,
ari samping memakai se(uah senter. Iris yang atar akan isinari se-ara merata, ini (erarti
suut (ilik mata epannya ter(uka. Tetapi (ila yang isinari hanya paa sisi lampu senter,s
eang paa sisi yang lain ter(entuk (ayangan, maka kemungkinan suut (ilik mata epannya
sempit atau tertutup.
Oftalmoskopi
=ang harus iperhatikan aalah papil, yang mengalami peru(ahan penggaungan 9-upping; an
egenerasi sara5 'ptik 9atr'5i;. =ang mungkin ise(a(kan (e(erapa 5akt'r :
Peninggian tekanan intra'kuler, mengaki(atkan gangguan perarahan paa papil, sehingga
terjai egenerasi (erkas: (erkas sera(ut sara5 paa papil sara5 'ptik.
Tekanan intra'kuler, menekan paa (agian tengah 'ptik, yang mempunyai aya tahan
terlemah ari ('la mata. "agian tepi papil relati5 le(ih kuat ari (agian tengah terjai
penggaungan paa papil ini.
#emang sampai saat ini pat'5isi'l'gi ari penggaungan an atr'5i ini masih ipere(atkan terus,
kita harus +aspaa terhaap aanya ekska@asi' glauk'ma (ila :
Terapatnya penggaungan le(ih ari ).3 iameter papil, terutama (ila iameter @ertikal le(ih
(esar aripaa iameter h'ri<'ntal.
Penggaungan papil yang tiak simetris antara mata kana an mata kiri.
Paa staium permulaaan tentu sukar untuk menentukan apakah ekska@asi yang terlihat itu
glauk'ma atau (ukan. Aa (aiknya (ila kita (aningkan keua papil ari mata kanan an mata
kiri. Kita gam(arkan ekska@asinya sehingga apat i(aningkan engan keaaan paa
pemeriksaan (erikutnya.
Tana penggaungan Pinggir papil (agian temp'ral menipis. 8kska@asi mele(ar an
menalam tergaung, sehingga ari epan tampak ekska@asi mele(ar,
iameter @ertikal le(ih (esar ari iameter h'ri<'ntal. "agian
pem(uluh arah i tengah papil tak jelas, pem(uluh arah se'lah G
'lah menggantung i pinggir an ter'r'ng ke arah nasal. Jika
tekanan -ukup tinggi akan terlihat pulsasi arteri.
Tana atr'5i papil Termasuk atr'5i primer, +arna pu-at, (atas tegas, lamina kri(r'sa
tampak jelas
Pemeriksaan 6apang Panangan i(eakan
I 6apang panangan sentral, seluas 3) erajat, iperiksa engan layar hitam "yerrum
paa jarak * m engan menggunakan '(jek * mm putih 9is'pter * 0 *))); atau paa jarak $
mm engan '(jek se(esar $ mm 9is'pter $ 0 $)));
II 6apang panangan peri5er, yang apat iukur engan perimeter atau kampimeter paa
jarak 33) m engan menggunakan '(jek se(esar 3 mm 9is'pter 3033);. Paa keaaan n'rmal
iapatkan :
Superi'r : %% erajat
Nasal : 6) erajat
In5eri'r : 2) erajat
Temp'ral : I) erajat
Titik (uta 9(linsp't L papil N.II; terletak *% G $) erajat temp'ral ari titik 5iksasi, apat i-ari
engan layar "yerrum. Se-ara kasar lapang panangan apat iperiksa engan tes k'n5r'ntasi,
i mana paa jarak ),% m ari penerita, pemeriksa menggerakkan tangannya ari luar ke alam,
seang penerita satu matanya itutup.
!engan mata yang lain, melihat kepaa mata pemeriksa yang aa i epannya an pemeriksa
menutup mata yang se(elahnya. Penerita memperhatikan kapan gerak tangan itu mulai terlihat.
?erakan ini iulangi paa miriian lain sampai ter-apai 36) erajat. !engan -ara ini apat
i(aningkan lapang panangan pemeriksa engan lapang panangan penerita an tentu alam
hal ini kampus pemeriksa harus n'rmal. !engan tes k'n5r'ntasi ini, hanya kerusakan yang luas
saja yang apat iukur.
Kelainan lapang panangan paa glauk'ma ise(a(kan aanya kerusakan sera(ut sara5. =ang
paling ini (erupa sk't'ma relati5 atau a(s'lut yang terletak paa aerah 3) erajat sentral.
"erma-am G ma-am sk't'ma i lapang panangan sentral ini (entuknya sesuai engan (entuk
kerusakan ari sera(ut sara5, seperti terlihat ari gam(ar (erikut :
Kelainan yang mulai terjai aalah pem(esaran (linsp't engan (earing '5 the (linsp't,
kemuian isusul engan kelainan sara5 yang lain.
: Kerusakan paa sera(ut *, menim(ulkan Seiel sign
: Kerusakan paa sera(ut $, menim(ulkan sk't'ma "yerrum
: Kerusakan paa sera(ut 3, menim(ulkan sk't'ma arkuata
: Kerusakan paa sera(ut 3 A /, menim(ulkan ring sk't'ma engan Rh'ne nasal step 9%;
"iasanya penerita tiak saar akan aanya kerusakan ini, karena tiak mempengaruhi
ketajaman penglihatan sentrall. Paa glauk'ma yang lanjut, tim(ul pula kelainan lapang
panangan peri5er, yang imulai ari (agian nasal atas. Kerusakan ini kemuian apat meluas ke
tengah an (erga(ung engan kelainan lapang panangan yang terapat i tengah. Paa tahap
yang suah lanjut seluruh lapang panangan telah rusak, terke-uali tersisa suatu pulau ke-il kira
G kira % erajat sekitar titik 5iksasi, engan tajam penglihatan sentral 9asies @isus; masih n'rmal,
sehingga penerita se'lah G 'lah melihat melalui suatu ter'p'ng 9tunnel @isi'n;. !engan
emikian nyatalah, (ah+a tajam penglihatan sentral tiak apat ipakai se(agai ukuran terhaap
kerusakan yang itim(ulkan 'leh glauk'ma sehingga juga tiak apat menentukan apakah
sese'rang menerita glauk'ma atau tiak.
#eskipun @isusnya masih (aik, paa tahap yang lanjut, pemeriksa apat segera mengetahuinya,
ari -ara penerita mem(a-a 'pt'tipe Snellen, satu per satu huru5 itu i(a-anya engan terus
menerus menggerakkan kepalanya, alam usaha menempatkan lu(ang penglihatannya engan
huru5 yang i-arinya. Akhirnya, titik 5iksasi itupun hilang an tersisa pulau ke-il i (agian
temp'ral, yang (ertahan lama sekali, se(elum mata itu menjai (uta t'tal.
Tonografi
Untuk mengukur -airan (ilik mata yang ikeluarkan mata melalui tra(ekula alam satu satuan
+aktu.
.aranya T'n'meter iletakkan i k'rnea selama / menit
an tekanan intra'kuler i-atat engan suatu gra5ik. !engan suatu rumus, ari gra5ik terse(ut
apat iketahui (anyaknya -airan (ilik mata yang meninggalkan mata alam satu satuan +aktu
9n'rmal : . L ),*3;. Akhir G akhir ini t'n'gra5i (anyak yang meragukan kegunaannya, sehingga
(anyak yang telah meninggalkannya.
Tes provokasi : ilakukan paa keaaan yang meragukan.
A. Untuk ?lauk'ma Suut Ter(uka
*. Tes Minum ir H penerita isuruh (erpuasa, tanpa peng'(atan selama $/ jam.
Kemuian isuruh minum * l air alam % menit. 6alu tekanan intra'kuler iukur setiap
*% menit selama *,% jam. Kenaikan tensi 3 mm1g atau le(ih ianggap mengiap
glauk'ma.
$. Pressure !ongestion Tes H pasang tensimeter paa ketinggian %) G 6) mm1g selama *
menit. Kemuian iukur tensi intra'kulernya. Kenaikan I mm1g atau le(ih
men-urigakan, seang (ila le(ih ari ** mm1g pasti pat'l'gis.
3. Kombinasi Tes ir Minum "engan Pressure !ongestion Test H setengah jam setelah tes
minum air ilakukan pressure -'ngesti'n test. Kenaikan ** mm1g men-urigakan,
seangkan kenaikan 3I mm1g atau le(ih pasti pat'l'gis.
/. Tes Steroid H iteteskan larutan e4amethas'ne 3 G / gt * selama $ minggu.
Kenaikan tensi intra'kuler 3 mm1g menunjukkan glauk'ma
". Untuk ?lauk'ma Suut Tertutup
*. Tes Kamar Gelap H 'rang sakit uuk i tempat gelap selama * jam, tiak ('leh tertiur.
!i tempat gelap ini terjai miriasis, yang mengganggu aliran -airan (ilik mata ke
tra(ekulum. Kenaikan tekanan le(ih ari *) mm1g pasti pat'l'gis, seang kenaikan 3
mm1g men-urigakan.
$. Tes Membaca H penerita isuruh mem(a-a huru5 ke-il paa jarak ekat selama /%
menit, kenaikan tensi *) G *% mm1g pat'l'gis.
3. Tes Midriasis H engan meneteskan miriatika seperti k'kain $ B, h'matr'pin * B atau
ne'synephrine *) B. Tensi iukur setiap M jam selama * jam. Kenaikan % mm1g
men-urigakan seangkan 2 mm1g atau le(ih pasti pat'l'gis. Karena tes ini
menganung (ahaya tim(ulnya glauk'ma akut, sekarang suah (anyak itinggalkan.
/. Tes #ersujud (Prone Position Test) H penerita isuruh (ersuju selama * jam. Kenaikan
tensi 3 G *) mm1g menanakan mungkin aa suut yang tertutup, yang perlu isusul
engan g'ni'sk'pi. !engan (ersuju, lensa letaknya le(ih ke epan men'r'ng iris ke
epan, menye(a(kan suut (ilik epan menjai sempit.
I$. Peng".atan
1arus iingat (etul (ah+a glauk'ma akut merupakan masalah pem(eahan. Terapi engan
peng'(atan hanya merupakan peng'(atan penahuluan se(elum penerita i'perasi. 1al ini
sejak a+al ikemukakan kepaa penerita an keluarganya, se(a( aa kemungkinan penerita
men'lak untuk i'perasi, karena telah merasa enak setelah i(eri '(at G '(atan.
Pada Fase N"nk"ngesti#
!i(erikan mi'tikum, yang paling muah iapat aalah pil'karpin $ : /B tiap $) G 3) menit,
sehingga iris tertarik ke tengah an suut (ilik mata epan ter(uka. !i samping pengham(at
kar('n anhirase 9-ar('n anhyrase inhi(it'r;, seperti iam'4, glaupe4, glauk'n, -'r'ta<'l, yang
i(erikan 3 kali satu ta(let. &(at G '(at ini i(erikan sampai tekanan intra'kuler menjai
n'rmal. Kemuian aa $ jalan :
*. !i(erikan mi'tika terus menerus.
$. !ilakukan 'perasi. Kalau rumahnya jauh ari rumah sakit, 'rangnya
tiak apat iper-aya melakukan peng'(atan se-ara teratur, maka ilakukan 'perasi
iriekt'mi peri5er, sehingga iapat hu(ungan langsung ari (ilik mata (elakang engan
(ilik mata epan. Jika pernah (e(erapa kali mengalami serangan, sehingga terjai sinekhia
anteri'r peri5er 9g'ni'sinekhia;, maka ilakukan 'perasi 5iltrasi, seperti paa glauk'ma
suut ter(uka.
Pada Fase K"ngesti# /akut0
Peng'(atan harus i(erikan se-ara -epat an tepat, jika terlam(at $/ G /3 jam, maka sinekhia
anteri'r peri5er suah kuat, sehingga peng'(atan engan mi'tikum tak (erguna lagi. Tekanan
intra'kuler harus suah turun alam $ G / jam seapat G apatnya.
#i'tikum : untuk menge-ilkan pupil, sehingga iris terlepas ari lekatannya i tra(ekula an
suutnya menjai ter(uka, -ara mem(erikannya :
: Pil'karpin $ G / B setiap menit satu tetes selama % menit, kemuian iteruskan
engan setiap jam. Aa pula yang mem(erikan se(agai (erikut :
Pil'karpin $ B A eserin M : K B tiap *% menit, 6 kali kemuian isusul engan pem(erian
tiap jam satu tetes.
: Paa mata yang se(elahnya i(erikan juga pil'karpin 3 G / kali sehari satu tetes.
Penetesan ini suah apat imulai i tempat pemeriksaan, se+aktu masih (er(in-ang G
(in-ang engan penerita atau keluarganya.
: Pengham(at kar('nik anhirase 9-ar('ni- anhyrase inhi(it'r;, yang menye(a(kan
mengurangnya pr'uksi hum'r akueus, seperti iam'4, glaupa4 glau-'n, an se(againya.
!i(erikan %)) mg sekaligus 9$ ta(let;, kemuian isusul tiap / jam * ta(let. Jika muntah,
apat pula i(erikan intra@ena $%) mg. Kemuian isusul engan 3 kali sehari atau ta(let.
&(at hiper'sm'tik :
: ?lisering %) B 9muah iapat;, per 'ral * G *,% gram 0 kg (erat (aan atau * --
per kg (erat (aan, apat i-ampur engan jeruk nipis supaya tiak terlalu manis, harus
iminum sekaligus, (ila tiak, gunanya tiak aa.
: Untuk mengurangi rasa sakitnya apat isuntikkan *) G *% mg m'r5in, yang juga
apat menge-ilkan pupil.
: *) G *$,% mg largaktil apat isuntikkan paa penerita yang muntah G muntah
se(elum ta(let iam'4 an gliserin i(erikan sehingga '(at apat itelan.
!engan peng'(atan seperti i atas (ersama G sama, tekanan yang tinggi sekali apat itekan
sampai i (a+ah $% mm1g alam +aktu $/ jam. "ila tekanan intra 'kulernya suah turun,
'perasi harus ilakukan, paling lam(at $ G / hari kemuian. Selama ini peng'(atan tetap
ilanjutkan. "ila tekanan tetap tinggi, mele(ihi 3) mm1g, maka i(erikan hiper'smetik yang
lain yaitu :
: #anit'l 9*,% G 3 g0kg (erat (aan; $) tetes per menit 9$) B;.
: Ureum 3) B in5us 3)) -- i(erikan kurang le(ih $ G 3 jam 9* g0kg (erat (aan; yang
(iasanya i(erikan se(elum 'perasi ilakukan.
#A.A#:#A.A# &"AT ?6AUK&#A
1. %,AT K%!INER&IK /PARAS2MPAT+%MIMETI'0 KER*A !AN&SUN&
A. Pil"3ar)ine +ydr"3hl"rida 4 Nitrate
Seiaan : 6arutan ),$%B, ),%B : *) B, 3B an *)B H gel /B. Juga aa alam (entuk
lepas (erkala9'kusert;.
!'sis : * tetes sampai enam kali sehariH kira G kira *:*,% -m panjang gel imasukkan
alam -ul:e:sa- k'njugti@a in5eri'r se(elum tiur.
.atatan : Pil'-arpine iperkenalkan tahun *326 anmasih sering ipakai se(agai '(at
antiglauk'ma.
,. 'ar.a3h"l - T")ikal
Seiaan : 6arutan, ),2%B, *,%B, $,$%B, an 3B.
!'sis : * tetes paa setiap mata, tiga atau empat kali sehari.
.atatan : .ar(a-h'l kurang ia(s'rpsi melalui k'rnea an umumnya ipakai jika
pil'-arpine tiak e5ekti5. 6ama kerjanya /:6 jam. Jika (en<alk'nium -hl'rie ipakai
se(agai +ahana, aya serap -ar(a-h'l meningkat nyata.
5. %,AT ANTIK%!INESTERASE KER*ATAK !AN&SUN& 2AN& RE$ERSI,E!
A- Phys"stigmine Sali3ylate 4 Sul#ate /Eserine0
Seiaan : 6arutan,),$%B an ),%B, an salep, ),$%B.
!'sis : * tetes tiga atau empat kali sehari, atau ),%:* -m panjang salep satu atau ua
kali sehari.
.atatan : Tingginya insins reaksi aleri mem(atasi penggunaan '(at antiglauk'ma
yang tua namun e5ekti5 ini. &(at ini apat ik'm(inasikan alam larutan sama engan
pil'-arpine.
6. %,AT ANTIK%!INESTERASE KER*ATAK !AN&SUN& 2AN& TIDAK
RE$ERSI,E!
&(at ini kuat an (ekerja lama an ipakai (ila '(at antiglauk'ma tiak apat
mengenalikan tekanan intra'kuler. &(at:&(at ini kini kurang ipakai seperti ulu. #i'sis
yang ihasilkan sangat kuatHspasme siliaris an mi'pia sering terjai, an ph'sph'line
i'ie iuga (ersi5at katarakt'genik paa (e(erapa pasien. !apat terjai (l'k pupil.
A. E3h"thi")hate I"dide / Ph"s)h"line I"dide0
Seiaan : 6arutan, ),)3B, ),)6B, ),*$%B, an ),$%B.
!'sis : * tetes satu atau ua kali sehari atau kurang, tergantung paa resp'ns.
.atatan : 8-h'thi'phate I'ie aalah '(at (ekerja:lama serupa engan is'5lur'phate,
yang mempunyai keuntungan karena larut:air an kurang menim(ulkan iritasi l'kal.
T'ksisitas sistematik apat tim(ul alam (entuk stimulasi k'linergik, antara lain (anyak
liur, mual, muntah, an iare. 85ek samping 'kuler aalah pem(entukan katarak, spasme
ak'm'asi, an pem(entukan kista iris.
,. Deme3arium ,r"mide / +um"rs"l 0
Seiaan : 6arutan, ),*$%B an ),$%B.
!'sis: * tetes satu atau ua kali sehari.
.atatan : T'ksisitas sistemiknya serupa engan e-h'thi'phate I'ie.
'. Is"#lur")hate /Fl"r")ryl0
Seiaan : Salep, ),$%B.
!'sis : ),% :* -m panjang salep i alam palpe(ra in5eri'r satu atau ua kali sehari.
7. %,AT ADRENER&IK /S2MPAT+%MIMETI'0
Paa peng'(atan glauk'ma, epine5rin mempunyai keuntungan karena kerjanya yang lama
9*$:2$ jam; an tanpa mi'sis. Ini terutama penting paa pasien engan katarak insipien 9 e5ek
paa penglihatan tiak men'nj'l ;. Sekurang G kurangnya $%B pasien menunjukkan alergi
l'kalH yang lain mengeluh sakit kepala an eg:egan 9le(ih jarang engan ipi@e5rin;.
8pinephrine (ekerja meningkatkan pengeluaran hum'r akueus.
"e(erapa i antara seiaan yang aa untuk gluk'ma suut:ter(uka isampaikan (erikut ini.
!'sisnya sama untuk semuanya, yakni, * tetes satu atau ua kali sehari:
8pinephrine ('rate 98ppy0N; ),% B, *B, an $B.
8pinephrine hyr'-hl'rie 98pi5rin, ?lau-'n; ),$%B, ),%B, *B, an $B.
!ipi@e5rin hyr'-hl'rie 9Pr'pine;, ),*B.
8. %,AT PEN&+A!AN& ,ETAADRENER&IK
A. Tim"l"l Maleate /Tim")ti39 Tim")ti3 (E0
Seiaan : 6arutan, ),$%B an ),%BH gel, ),)$%B an ),%B.
!'sis : * tetes larutan ),$% B, satu atau ua kali sehari. Tingkatkan sampai * tetes larutan
),%B setiap mata satu atau ua kali sehari, jika perlu. Satu tetes gel satu kali sehari.
.atatan : Tim'l'l maleate aalah '(at penghalang (eta:arenergik n'n:selekti5 yang
i(erikan t'pikal untuk peng'(atan glauk'ma suut:ter(uka, glauk'ma aphakik, an
(e(erapa jenis glauk'ma sekuner. Satu kali pakai apat menurunkan tekanan intra'kuler
selama *$:$/ jam. Tim'l'l ternyata e5ekti5 paa e(erapa pasien glauk'ma (erat yang tiak
apat ikenali engan terapi '(at:'(at antiglauk'ma lainyang it'leransi maksimal. &(at
ini tiakmempengaruhi ukuran pupil atau ketajaman penglihatan. #eskipun tim'l'l
(iasanya it'leransi (aik, tetap harus hati Ghati mem(erinya paa pasien engan
k'ntrainikasi terhaap penggunaan sistematik '(at G '(at penghalang (rta:arenergik
9mis.,asma, gagal jantung;.
,. ,eta:"l"l +ydr"3hl"ride /,et")ti39 ,et")ti3 S0
Seiaan : 6arutan, ),$%B 9 "et'pti- S; an ),% B.
!'sis : * tetes satu atau ua kali sehari.
.atatan : "eta4'l'l mempunyai e5isiensi se(aning engan tim'l'l alam peng'(atan
glauk'ma. Selekti@itas relati5 terhaap N*:resept'r mengurangi risik' e5ek samping
pulm'ner, terutama paa pasien engan penyakit jalan napas reakti5.
'. !e;".un"l"l +ydr"3hl"ride / ,etagan0
Seiaan : 6arutan, ),$%B an ),%B.
!'sis : * tetes satu atau ua kali sehari.
.atatan : 6e@'(un'l'l aalah penghalang N* an N$ n'n:selekti5. &(at ini mempunyai e5ek
yang apat se(aning engan tim'l'l alam peng'(atan glauk'ma.
D. Meti)ran"l"l +ydr"3hl"ride /%)tiPran"l"l0
Seiaan : 6arutan , ),3B.
!'sis : * tetes satu atau ua kali sehari.
.atatan : #etipran'l'l aalah penghalang N* an N$ n'n:selekti5 engan e5ek mata serupa
engan tim'l'l.
E. 'arte"l"l +ydr"3hl"ride / %3u)ress 0
Seiaan : 6arutan, ),%B an *B.
!'sis : * tetes satu atau ua kali sehari.
.atatan : .arte'l'l aalah (eta:(l'-ker n'n:selekti5 engan e5ek 5armak'l'gik seupa
engan '(at (eta:(l'-ker t'pikal lain yang ipakai paa png'(atan glauk'ma.
<. A&%NIS A!FAADRENER&IK
A)ra3l"nidine +ydr"3hl"ride / I")idine 0
Seiaan : 6arutan, ),%B an *B.
!'sis : * tetes larutan *B se(elum terapi laser segmen anteri'r an tetes keua setelah
menekati selesainya tinakan. Satu tetes larutan ),%B 3 kali sehari se(agai peng'(atan
tam(ahan jangka:penek, paa pasien glauk'ma engan '(at:'(at lain.
.atatan : Apra-l'niine hyr'-hl'rie aalah ag'nis O:arenergik yang ipakai se-ara
t'pikaluntuk men-egah an mengenalikan tekanan intra'kuler agar tiak naik setelah
tinakan laser terhaap segmen anteri'r. &(at ini juga ipakai se(agai terapi tam(ahan
jangka:penek paa pasien engan t'leransi terapi '(at yang maksimal yang masih
memerlukan penurunan tekanan intra'kuler. Apra-l'niine menurunkan tekanan
intra'kuler engan menekan pem(entukan hum'r akueus, yang mekanisme se(enernya
(elum iketahui se-ara jelas. "er(ea engan -l'niine, apra-l'niine ternyata tiak
muah melalui sa+ar jaringan:arah an menim(ulkan seikit e5ek samping. 85ek samping
sistemik yang ilap'rkan aalah turunnya tekanan iast'lik, (raikari, an penurunan
li(i'. 85ek samping paa mata aalah D-'njun-ti@al (lan-hingE, ele@asi palpe(ra superi'r,
miriasis an rasa panas.
=. PEN&+AM,ATAN /IN+I,IT%R0 AN+IDRASE KAR,%NAT
Pengham(atan anhirase kar('nat alam k'rpus siliaris mengurangi sekresi aFues. Pem(erian
pengham(atan anhirase kar('nat per 's terutama (erguna alam menurunkan tekanan
intra'kuler paa kasus:kasus glauk'ma suut ter(uka tertentu an apat ipakai paa
galuk'ma suut tertutup engan seikit e5ek.
Pengham(atan kar('nat anhirase yang igunakan aalah eri@at:eri@at sul5'namia.
Pem(erian 'ral menim(ulkan e5ek maksimum kira:kira setelah $ jamH pem(erian intra@ena,
setelah $) menit. 6ama e5ek maksimal aalah /:6 jam setelah pem(erian 'ral.
Pengham(atan nanhirase kar('nat ipakai paa pasien engan tekanan intra'kuler yang
tiak apat ikenalikan engan tetes mata. Untuk itu '(at:'(at ini (erguna, namun
mempunyai (anyak e5ek samping yang tiak iingini, seperti kehilangan K, gangguan
lam(ung, iare, ermatitis eks5'liati5, pem(entukan (atu ginjal, penek napas, lelah, asi'sis,
an kesemutan paa ekstermitas. Sejak aa tim'l'l an peng'(atan laser, pengham(atn
anhirase kar('nat jarang ipakai.
A'ETA>%!AMIDE /DIAM%(0
Seian an 'sis:
&ral : ta(let, *$% mg an $%) mg, (erikan *$%:$%) mg ua sampai empat kali sehari
9jangan mele(ihi * g alam $/ jam;. Kapsul lepasP(erkala %)) mgH (erikan * kapsul satu
atau ua kali sehari.
Parenteral : apat i(erikan %)) mg intramuskular atau intra@ena untuk +aktu singkat
paa pasien yang tiak apat menerima '(at per 'ral.
MET+A>%!AMIDE /NEPTA>ANE0
Seiaan : ta(let $% an %) mg
!'sis : %) G *)) mg ua atau tiga kali sehari 9t'tal tiak mele(ihi 6)) mg0hari;
DI'+!%RP+ENAMIDE
Seiaan : ta(le %) mg
!'sis : 'sis a+al *)) G $)) mg, iikuti *)) mg setiap *$ jam sampai ter-apai resp'ns
yang iinginkan. !'sis pemeliharaan 9maintenan-e; yang (iasa unya atau empat kali
sehari. !'sis harian t'tal jangan mele(ihi 3)) mg.
?. %,AT %SM%TIK
&(at hiper'sm'tik seperti urea, manit'l an gliserin ipakai untuk mengurangi tekanan
inta'kuler engan mem(uat plasma jai hipert'niuk terhaap hum'r aFues. &(at:'(at ini
paa umumnya ipakai alam penanganan glauk'ma akut 9suut tertutup; an kaang G
kaang pra atau pasa-a (eah isyaratkan penurunan tekanan intra'kuler. !'sis (agi semua
rata:rata *,% g0kg.
&!ISERIN /&lyr"l- %sm"glyn0
Seiaan an 'sis: gliserin umumnya i(erikan per 'ral (erupa larutan %)B an 2%B
(ersama engan air, 'range jui-e, atau larutan garam (erar'ma engan es 9 * -- gliserin
(eratnya *,$% g;. !'sisnya *:*,% g0kg.
#ula an lama kerja : e5ek hip'tensi5 maksimum i-apai alam * jam an (ertahan /:%
jam.
T'ksisitas : mual, muntah, an sakkit kepala kaan5:kaang terjai
.atatan : pem(erian per 'ral an tiaanya e5ek iuretik aalah keuntungan gliserin ari
'(at:'a(at hiper'sm'tik.
IS%S%R,IDE/Ism"ti30
Seiaan : larutan /%B
!'sis :*,% g0kg per 's
#ulai an lama kerja sepeti gliserin
.atatan : (er(ea ari gliserin, is's'r(ie tiak menghasilkan kal'ri atau menaikkan
kaar gula arah. Reaksi samping seperti gliserin. Setiap $$) -- is's'r(ie menganung
/,6 meF natrium.
MANIT%!/%smitr"l0
Seiaan: larutan $) Balam air
!'sis : *,% G $ g0kg intra@ena
#ulai an lama kerja : e5ek hip'tensi5 maksimum alam * jam an (ertahan %:6 jam.
.atatan : masalah Q'@erl'aR kari'@askuler an e5ema le(ih sering paa '(at ini karena
@'lume -airan yang i(utuhkan (esar.
UREA /Urea)hil0
Seiaan : laritan 3)B urea ly'phil alam gula in@ert
!'sis : *:*,% g0kg intra@ena.
#ulai an lama kerja : e5ek hip'tensi maksimum terjai alam * jam an (ertahan %:6
jam.
T'ksisitas : ekstra@asai paa tempat injeksi apat menim(ulkan reaksi l'kal, ari iritasi
ringan samapai nekr'sis jaringan.
Ma3am ")erasinya @
Iriekt'mi peri5er
&perasi 5iltrasi 9irienkleisis, trepanasi, skler't'mi, tra(ekulekt'mi;
Iridekt"mi )eri#er
Inikasi : selain untuk glauk'ma akut 5ase pr''rma, juga paa staium akut yang (aru terjai
sehari, jai (elum aa sinekhia anteri'r peri5er. Juga ilakukan paa mata yang se(elahnya yang
masih sehat se(agai tinakan pen-egahan. Ternyata paa glauk'ma akut yang (iasanya terjai
unilateral, ternyata alam +aktu % tahun kemuian, 6) B paa mata yang tainya sehat, iserang
glauk'ma akut pula. "ila paa satu mata iapat glauk'ma a(s'lut, paa mata yang sehat
ilakukan inekt'mi peri5er se(agai pen-egahan.
Iriekt'mi peri5er : -aranya se-ara garis (esar :
: Setelah anestesi t'pikal an retr'(ul(er, ilakukan sayatan i k'rnea $ G 3 mm i
aerah nasal atau temp'ral atas, sejajar an seekat mungkin engan lim(us.
: Iris ijepit, itarik mele+ati (i(ir luka, igunting.
: "ersihkan (i(ir luka engan kapas (asah, irigasi sayatan engan -airan "SS, supaya
iris an pupil kem(ali ke p'sisi semula.
7.
7I.
7II.
7III.
IS.
S.
Aa pula yang melakukan iriekt'mi, setelah i(uat 5lap k'njungti@a an sayatan
k'rne'skleral. &perasi 5iltrasi ilakukan (ila tekanan intra'kuler setelah peng'(atan
meikament'sa le(ih tinggi ari $* mm1g atau tekanannya $* mm1g atau le(ih ke-il
isertai hasil t'n'gra5i . L le(ih ke-il ari ),*3 9'ut5l'+ yang ke-il;.
Tinakan 'perati5 ilakukan (ila tekanan intra'kuler yang tinggi itu suah apat
itenangkan. "ila 'perasi ini ilakukan paa +aktu tekanan intra'kuler masih tinggi, apat
menim(ulkan glauk'ma maligna, i samping kemungkinan tim(ulnya pr'laps ari isi (ul(us
'kuli an perarahan. Segera setelah 'perasi, tekanan intra'kuler menjai sangat tinggi,
lensa, iris an pupil ter'r'ng ke epan, sehingga hum'r akueus terkumpul i (ilik mata
(elakang an (aan ka-a. Penutupan pupil an suut (ilik mata epan mem(uat keaaan
menjai (ertam(ah (uruk lagi. Pr'gn'sis untuk penglihatannya (uruk. Penye(a(nya tak
iketahui
DAFTAR PUSTAKA
?uyt'n, Arthur .. *II2. #uku jar $isiologi Kedokteran. 8isi I. 8?.: Jakarta.
Ilyas, Siarta Pr'5. r. sp#. $))/. %lmu Pen&akit Mata. 8isi 3. >akultas Ke'kteran
Uni@ersitas In'nesia: Jakarta
#''re, Keth 6 et all. $))$. natomi klinis "asar. 1ip'krates: Jakarta
Pas-'tt' A, Sa--a S., >i'rett' #, &r5e' 7. Glaucoma, !omplications and Management of
Glaucoma $iltering. http://www.emedicine.medscape.com T!iakses 3 #8I $)*)U.
RS #ata =AP. "iagnosis dan Penanganan Glaukoma' http://www.rsmyap.com
T!iakses 3 #8I $)*)U.
www.medicastore.com/cybermed/glaukoma acute.co.id
7aughan, !aniel ? et all. $))). Oftalmologi (mum. 8isi */. Viya #eika: Jakarta.