Anda di halaman 1dari 25

BAB I

PENDAHULUAN
I. Latar Belakang
Ruang lingkup Asuhan Neonatus, Bayi dan Anak Balita meliputi lima aspek yaitu
Asuhan pada Bayi Baru Lahir Normal, Bayi Baru Lahir Bermasalah, Bayi Baru Lahir dengan
Kelainan Bawaan, Bayi Baru Lahir dengan Trauma, dan Neonatus Beresiko Tinggi.
Bayi baru lahir atau neonatus meliputi umur 0 ! hari. Kehidupan pada masa
neonatus ini sangat rawan oleh karena memerlukan penyesuaian "isiologi agar bayi di luar
kandungan dapat hidup sebaik#baiknya. $al ini dapat dilihat dari tingginya angka kesakitan
dan angka kematian neonatus. %iperkirakan &' kematian bayi di bawah umur satu tahun
ter(adi pada masa neonatus. )eralihan dari kehidupan intrauterin ke ekstrauterin
memerlukan berbagai perubahan biokimia dan "aali. %engan terpisahnya bayi dari ibu, maka
ter(adilah awal proses "isiologi.
Banyak masalah pada bayi baru lahir yang berhubungan dengan gangguan atau
kegagalan penyesuaian biokimia dan "aali yang disebabkan oleh prematuritas, kelainan
anatomik, dan lingkungan yang kurang baik dalam kandungan, pada persalinan maupun
sesudah lahir.
*asalah pada neonatus biasanya timbul sebagai akibat yang spesi"ik ter(adi pada
masa perinatal. Tidak hanya merupakan penyebab kematian tetapi (uga ke+a+atan. *asalah
ini timbul sebagai akibat buruknya kesehatan ibu, perawatan kehamilan yang kurang
memadai, mana(emen persalinan yang tidak tepat dan tidak bersih, kurangnya perawatan
bayi baru lahir.
Neonatus dengan resiko tinggi ter(adi bila mengalami perdarahan tali pusat, ke(ang,
hipotermi, hipertermi, hipoglikemi, tetanus neonatorum dan adanya penyakit yang diderita
ibu selama kehamilannya.
%ari uraian diatas diharapkan seorang bidan dapat melakukan penanganan se+ara
terpadu. %ari masalah yang ada diatas setidaknya dapat memberikan pertolongan pertama
dengan dapat untuk menekan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi, tetapi (ika kondisi
lebih parah kita harus melakukan ru(ukan.
II. Tujuan
1
Adapun tu(uan dari penulisan makalah ini adalah,
1. *emberi pengetahuan pada pemba+a tentang menerapkan asuhan pada neonatus,
bayi, balita dan prasekolah serta pada neonatus dengan resiko tinggi.
2. *emberi pengetahuan pada pemba+a tentang penataksanaan pada neonatus dengan
resiko tinggi.
3. *emberi pengetahuan pada pemba+a tentang penyakit yang diderita selama ibu hamil.
BAB II
ISI
2
Menerapkan Asuhan pada Neonatus, Ba!, Bal!ta dan Anak Prasekolah
Neonatus dengan resiko tinggi dan penatalaksanaannya ,
I. )erdarahan Tali )usat
II. Ke(ang
III. $ipotermi
IV. $ipertermi
V. $ipoglikemi
VI. Tetanus Neonatorum
VII. )enyakit yang diderita -elama .bu $amil
I. Perdarahan Tal! Pusat
A. Pengert!an
)erdarahan tali pusat yaitu adanya +airan yang keluar di sekitar tali pusat bayi.
Tetapi merupakan hal yang normal apabila pendarahan yang ter(adi disekitar tali
pusat dalam (umlah yang sedikit. %imana, pendarahan tidak melebihi luasan uang
logam dan akan berhenti melalui penekanan yang halus selama / menit. -elain itu
perdarahan pada tali pusat (uga bisa sebagai petun(uk adanya penyakit pada bayi.
)erdarahan yang ter(adi pada tali pusat bisa timbul sebagai akibat dari trauma
pengikatan tali pusat yang kurang baik atau kegagalan proses pembentukkan
trombus normal. -elain itu perdarahan pada tali pusat (uga bisa sebagi petun(uk
adanya penyakit pada bayi.
B. Pene"a" Terjad!na Perdarahan Tal! Pusat
0. Robekan umbilikus normal, biasanya ter(adi karena ,
a. Adanya trauma atau lilitan tali pusat.
b. 1mbilikus pendek, sehingga menyebabkan ter(adinya tarikan yang berlebihan
pada saat persalinan.
+. Kelalaian penolong persalinan yang dapat menyebabkan tersayatnya dinding
umbilikus atau pla+enta sewaktu se+tio se+area.
. Robekan umbilikus abnormal, biasanya ter(adi karena ,
3
a. Adanya hematoma pada umbilikus yang kemudian hematom tersebut pe+ah,
namun perdarahan yang ter(adi masuk kembali ke dalam pla+enta. $al ini
sangat berbahaya bagi bayi dan dapat menimbulkan kematian pada bayi.
b. 2arises (uga dapat menyebabkan perdarahan apabila 3arises tersebut pe+ah.
+. Aneurisma pembuluh darah pada umbilikus dimana ter(adi pelebaran
pembuluh darah setempat sa(a karena salah dalam proses perkembangan
atau ter(adi kemunduran dinding pembuluh darah. )ada aneurisme pembuluh
darah menyebabkan pembuluh darah rapuh dan mudah pe+ah.
'. Robekan pembuluh darah abnormal
)ada kasus dengan robekan pembuluh darah umbilikus tanpa adanya
trauma, hendaknya dipikirkan kemungkinan adanya kelainan anatomik pembuluh
darah seperti ,
a. )embuluh darah aberan yang mudah pe+ah karena dindingnya tipis dan tidak
ada perlindungan (ely wharton.
b. .nsersi 3elamentosa tali pusat, dimana pe+ahnya pembuluh darah ter(adi
pada tempat per+abangan tali pusat sampai ke membran tempat masuknya
dalam pla+enta tidak ada proteksi. 1mbilikus dengan kelainan insersi ini
sering terdapat pada kehamilan ganda.
+. )la+enta multilobularis, perdarahan ter(adi pada pembuluh darah yang
menghubungkan masing#masing lobus dengan (aringan pla+enta karena
bagian tersebut sangat rapuh dan mudah pe+ah.
#. $ejala ang T!%"ul j!ka Terjad! Perdarahan Tal! Pusat
a. .katan tali pusat lepas atau klem pada tali pusat lepas tapi masih menempel pada
tali pusat.
b. Ada +airan yang keluar dari tali pusat. 4airan tersebut bisa berwarna kuning,
hi(au, atau darah
D. Penatalaksanaan Perdarahan Tal! Pusat
0. )enanganan disesuaikan dengan penyebab dari perdarahan tali pusat yang
ter(adi.
4
. 1ntuk penanganan awal, harus dilakukan tindakan pen+egahan in"eksi pada tali
pusat.
a. 5aga agar tali pusat tetap kering setiap saat. Kenakan popok di bawah tali
pusat.
b. Biarkan tali pusat terbuka, tidak tertutup pakaian bayi sesering mungkin.
+. Bersihkan area di sekitar tali pusat. 6unakan kapas atau +otton bud dan
+airan alkohol 708.
d. Angkat tali pusat dan bersihkan tepat pada area bertemunya pangkal tali
pusat dan tubuh. Tidak perlu takut hal ini akan menyakiti bayi. Alkohol yang
digunakan tidak menyengat. Bayi akan menangis karena alkohol terasa
dingin. *embersihkan tali pusat dengan alkohol dapat membantu men+egah
ter(adinya in"eksi. $al ini (uga akan memper+epat pengeringan dan pelepasan
tali pusat.
e. 5angan basahi tali pusat sampai tidak ter(adi pendarahan lagi. Tali pusat akan
terlepas, dimana seharusnya tali pusat akan terlepas dalam waktu 0#
minggu. Tapi, yang perlu diingat adalah (angan menarik tali pusat, walaupun
sudah terlepas setengah bagian.
'. -egera lakukan in"orm +onsent dan in"orm +hoise pada keluarga pasien untuk
dilakukan ru(ukan. $al ini dilakukan bila ter(adi ge(ala berikut,
a. Tali pusat belum terlepas dalam waktu ' minggu.
b. Timbul bau yang tidak enak di sekitar tali pusat.
+. Timbulnya bintil#bintil atau kulit melepuh di sekitar tali pusat.
d. Ter(adi pendarahan yang berlebihan pada tali pusat. )endarahan melebihi
ukuran luasan uang logam.
e. )endarahan pada tali pusat tidak berhenti walaupun sudah di tekan.
II. &ejang
A. Pengert!an
Ke(ang pada bayi baru lahir sering tidak dikenali karena bentuknya berbeda
dengan ke(ang pada anak atau orang dewasa. $al ini disebabkan karena
ketidakmatangan organisasi korteks pada bayi baru lahir. Ke(ang umum tonik#klonik
5
(arang pada bayi baru lahir. *ani"estasi ke(ang pada bayi baru lahir dapat berupa
tremor, hiperakti" , ke(ang#ke(ang, tiba#tiba menangis melengking, tonus otot hilang
disertai atau tidak dengan hilangnya kesadaran, gerakan yang tidak menentu
9in3oluntary mo3ements:, nistagmus atau mata mengedip#ngedip paroksimal,
gerakan seperti mengunyah dan menelan 9"enomena oral dan bukal:, bahkan apneu.
;leh karena mani"estasi klinik yang berbeda#beda dan ber3ariasi, seringkali
ke(ang pada bayi baru lahir tidak dikenal oleh yang belum berpengalaman. %alam
prinsip, setiap gerakan yang tidak biasa pada bayi baru lahir apabila berlangsung
berulang#ulang dan periodik, harus dipikirkan kemungkinan merupakan mani"estasi
ke(ang.
B. Et!olog! &ejang
0. Komplikasi perinatal
# $ipoksi#iskhemik enselo"alopati. Biasanya ke(ang timbul pada < (am
pertama kelahiran.
# Trauma susunan sara" pusat. %apat ter(adi pada persalinan presentasi
bokong, ekstraksi +unam atau ekstraksi 3akum berat.
# )erdarahan intrakranial.
. Kelainan metabolisme
# $ipoglikemia.
# $ipokalsemia.
# $ipomagnesemia.
# $iponatremia.
# $iperbilirubinemia.
# Ketergantungan piridoksin.
# Kelainan metabolisme asam amino.
'. .n"eksi, dapat disebabkan oleh bakteri dan 3irus termasuk T;R4$.
<. Ketergantungan obat.
/. )olisitemia.
=. )enyebab yang tidak diketahui 9'#/8:
#. Pen!la!an &ejang
)enilaian untuk membuat diagnosis antara lain dilakukan dengan urutan sebagai
berikut.
Anamnesis yang teliti tentang keluarga, riwayat kehamilan, riwayat persalinan
dan kelahiran.
# Riwayat kehamilan
Bayi ke+il untuk masa kehamilan.
Bayi kurang bulan.
.bu tidak disuntik toksoid tetanus.
.bu menderita diabetes mellitus.
# Riwayat persalinan
6
)ersalinan per3aginam dengan tindakan.
)ersalinan presipitatus.
6awat (anin.
# Riwayat kelahiran
Trauma lahir.
Lahir as"iksia.
)emotongan tali pusat dengan alat yang tidak steril.
)emeriksaan kelainan "isik bayi baru lahir.
# Kesadaran 9normal, apatis, somnolen, sopor, koma:.
# -uhu tubuh 9normal, hipertermia atau hipotermia:.
# Tanda#tanda in"eksi lainnya.
)enilaian ke(ang
# Bentuk ke(ang.
6erakan bola mata yang abnormal, nystagmus, kedipan mata paroksimal,
gerakan mengunyah, gerakan oto#otot muka, timbulnya apneu yang episode,
tremor, jitterness, gerakan klonik sebagian ekstremitas, tubuh baku.
# Lama ke(ang.
# Apakah pernah ter(adi sebelumnya.
)emeriksaan laboratorium.
# )unksi lumbal.
# )unksi subdural.
# 6ula darah.
# Kadar kalsium 94a:.
# Kadar magnesium.
# Kultur darah.
# T;R4$.
Kelainan "isik dan diagnosis banding ke(ang pada bayi baru lahir
&ELAINAN 'ISI& DIA$N(SIS BANDIN$
Ke(ang dengan kondisi ,
Biru, gagal na"as
Trauma lahir pada kepala bayi.
*ikrose"ali.
)erut bun+it.
$epatosplenomegali.
*ulut me+u+u.

> Anoksia -usunan sara" pusat.
> )erdarahan otak.
> 4a+at bawaan.
> -epsis.
> -epsis.
> Tetanus.
D. ("at Ant! &ejang
# %ia?epam
7
# @enobarbital
# @enitoin 9%ilantin:
E. Penanganan &ejang Pada Ba! Baru Lah!r
Bayi diletakkan dalam tempat yang hangat. )astikan bahwa bayi tidak
kedinginan. -uhu bayi dipertahankan '=,/A4 '7A4.
5alan na"as bayi dibersihkan dengan tindakan penghisapan lendir diseputar
mulut, hidung sampai naso"aring.
Bila bayi apneu, dilakukan pertolongan agar bayi berna"as lagi dengan alat bantu
balon dan sungkup, diberi ; 9oksigen: dengan ke+epatan liter&menit.
%ilakukan pemasangan in"us intra 3ena di pembuluh darah peri"erB di tangan kaki
atau kepala. Bila bayi diduga dilahirkan oleh ibu berpenyakit diabetes mellitus,
dilakukan pemasangan in"use intra 3ena umbilikalis.
Bila in"use sudah terpasang, diberi obat anti ke(ang %ia?epam.
Nilai kondisi bayi selama 0/ menit. )erhatikan kelainan "isik yang ada.
Bila ke(ang sudah teratasi, diberi +airan in"use %ekstrose 008 dengan ke+epatan
=0 ml&kgbb&hari.
%ilakukan anamnesis mengenai keadaan bayi untuk men+ari "a+tor penyebab
ke(ang 9perhatikan riwayat kehamilan, persalinan, dan kelahiran: ,
# Apakah kemungkinan bayi dilahirkan oleh ibu berpenyakit diabetes mellitusB
# Apakah kemungkinan bayi prematureB
# Apakah kemungkinan bayi mengalami as"iksiaB
# Apakah kemungkinan ibu bayi pengidap atau menggunakan bahan narkotika.
Bila ke(ang sudah teratasi, diambil bahan untuk pemeriksaan laboratorium untuk
men+ari "a+tor penyebab ke(ang, misalnya ,
# %arah tepi
# Clektrolit darah
# 6ula darah
# Kimia darah 9kalsium, magnesium:
# Kultur darah
# )emeriksaan T;R4$, dan lain#lain.
Bila ada ke+urigaan kearah sepsis, dilakukan pemeriksaan pungsi lumbal.
;bat diberikan sesuai dengan hasil penilaian ulang.
III. H!poter%!
A. De)!n!s!
-uhu normal bayi baru lahir berkisar '=,/
o
+#'7,/
o
+ 9suhu ketiak:. 6e(ala awal
hipotermia apabila suhu D '=
o
+ atau kedua kaki dan tangan teraba dingin. Bila
seluruh tubuh bayi teraba dingin, maka bayi sudah mengalami hipotermia sedang
9suhu '
o
+#'=
o
+:. disebut hipotermia kuat bila suhu tubuh bayi D '
o
+. %i samping
sebagai suatu ge(ala, hipotermia dapat merupakan awal penyakit yang berakhir
dengan kematian. $ipotermia menyebabkan ter(adinya penyempitan pembuluh
8
darah, yang mengakibatkan ter(adinya metaboli+ anerobik, meningkatkan kebutuhan
oksigen, mengakibatkan hipoksemia, dan berlan(ut dengan kematian.
B. Mekan!s%e keh!langan panas pada "a! "aru lah!r
a. Radiasi
%ari ob(ek panas ke bayi. 4ontohnya adalah bayi baru lahir diletakkan
ditempat yang dingin seperti didekat A4
b. C3aporasi
Karena penguapan +airan yang melekat pada kulit. 4ontohnya adalah air
ketuban pada tubuh bayi baru lahir yang tidak +epat dikeringkan.
+. Konduksi
)anas tubuh diambil oleh suatu permukaan yang melekat ditubuh.
4ontohnya adalah menimbang bayi dengan timbangan dingin yang tidak
dialasi.
d. Kon3eksi
)enguapan dari tubuh ke udara. 4ontohnya adalah angin yang
berhembus di sekitar tubuh bayi.
a. $ejala &l!n!s H!poter%!a Ba! Baru Lah!r
0. 6e(ala hipotermia bayi baru lahir
Bayi tidak mau minum
Bayi tampak lesu atau mengantuk sa(a
Tubuh bayi teraba dingin
%alam keadaan berat, denyut (antung bayi menurun dan kulit tubuh bayi
mengeras 9sklerema:
. Tanda#tanda hipotermia sedang 9stress dingin:
Akti3itas berkurang, letargis
Tangisan lemah
Kulit berwarna tidak rata 9+utis marmorata:
Kemampuan menghisap lemah
Kaki teraba dingin
'. Tanda#tanda hipotermia berat 9+edera dingin:
-ama dengan hipotermia sedang
Bibir dan kuku kebiruan
)erna"asan lambat
)erna"asan tidak teratur
Bunyi (antung lambat
-elan(utnya mungkin timbul hipoglikemi dan asidosis metaboli+
<. Tanda#tanda stadium lan(ut hipotermia
*uka, u(ung kaki, dan tangan berwarna merah terang
Bagian tubuh lainnya pu+at
Kulit mengeras merah dan timbul edema terutama pada punggung, kaki dan
tangan 9sklerema:
". Pentalaksanaan H!poter%!a Ba! Baru Lah!r
9
Bayi yang mengalami hipotermia biasanya mudah sekali meninggal. Tindakan
yang mudah sekali dilakukan adalah segera menghangatkan bayi di dalam
inkubator atau melalui penyinaran lampu.
4ara lain yang sangat sederhana dan mudah diker(akan oleh setiap orang adalah
dengan menghangatkan bayi melalui panas tubuh ibu. Bayi diletakkan telungkup
di dada ibu agar ter(adi kontak kulit langsung ibu dan bayi. 1ntuk men(aga agar
bayi tetap hangat, tubuh ibu dan bayi harus berada di dalam satu pakaian yang
disebut metode kanguru. -ebaiknya ibu menggunakan pakaian longgar
berkan+ing depan.
Bila tubuh bayi masih dingin, gunakan selimut atau kain hangat yang disetrika
terlebih dahulu, yang digunakan untuk menutupi tubuh bayi dan ibu. Lakukan
berulangkali sampai tubuh bayi hangat.
Biasanya bayi hipotermi menderita hipoglikemi, sehingga bayi harus diberi A-.
sedikit#sedikit sesering mungkin. Bila bayi tidak mengisap, diberi in"us glukosa
008 sebanyak =0#!0 ml&kg per hari.
I*. H!perter%!
A. De)!n!s!
$ipertermia adalah peningkatan suhu tubuh di atas titik pengaturan hipotalamus
yaitu E '7./
o
+, hal ini ter(adi karena mekanisme pengeluaran panas terganggu 9oleh
obat dan penyakit: atau dipengarhui oleh panas eksternal 9lingkungan: atau internal
9metabolik:.
B. $ejala &l!n!s H!perter%!a Ba! Baru Lah!r
6e(ala hipertermia bayi baru lahir,
-uhu tubuh bayi E '7,/
o
+
@rekuensi perna"asan bayi E =0&menit
Terasa kehausan
*ulut kering
Lemas, anoreksia 9tidak selera makan:
Nadi +epat
Berat badan bayi menurun
Turgor kulit kurang
Banyaknya air kemih berkurang
#. Penatalaksanaan H!perter%!a Ba! Baru Lah!r
0. Bila suhu diduga karena paparan panas berlebihan,
Bayi dipindah ke ruangan yang se(uk dengan suhu kamar sekitar =F#!F4
Tubuh bayi diseka dengan kain basah sampai suhu tubuh bayi normal
9(angan menggunakan air es:.
Berikan +airan dekstrose , Na4l G 0,< se+ara intra3ena sampai dehidrasi
teratasi
10
Antibiotik diberikan bila ada in"eksi.
. Bila bayi pernah diletakan di bawah peman+ar panas atau in+ubator
Turunkan suhu alat penghangat bila bayi di dalam in+ubator
Lepas sebagian atau seluruh pakaian bayi selama 00 menit kemudian beri
pakaian lagi sesuai dengan alat penghangat yang digunakan
)eriksa suhu bayi setiap (am sampai ter+apai suhu dalam batas normal
)eriksa suhu in+ubator atau peman+ar panas setiap (am dan sesuaikan
pengatur suhu
*. H!pogl!ke%!
A. De)!n!s!
$ipoglikemi adalah kondisi ketidaknormalan kadar glukosa serum yang rendah.
Keadaan ini dapat dide"inisikan sebagai kadar glukosa di bawah <0 mg&dL setelah
kelahiran berlaku untuk seluruh bayi baru lahir, atau pemba+aan strip reagen oHidasi
glukosa di bawah </ mg&dL yang dikon"irmasi dengan u(i glukosa darah. )ada
praktik klinik, bayi dengan kadar glukosa kurang dari <0 mg&dL memerlukan
inter3ensi. 5uga nilai glukosa plasma D0 hingga / mg&dL harus diterapi dengan
pemberian glukosa per parenteral, tanpa mempertimbangkan usia atau masa
gestasi.
*un+ulnya ge(ala dan kadar glukosa sangat ber3ariasi pada setiap bayi. 6e(ala
biasanya mun+ul bila kadar glukosa D<0 mg&dL, dan tampak antara < dan 7 (am
setelah kelahiran, atau dalam =(am setelah suatu kelahiran bayi yang mengalami
stres berat. -aat bayi berusia 7 (am, pen+apaian kadar glukosa sebesar </ mg&dL
atau lebih adalah hasil yang diharapkan tanpa mempertimbangkan berat badan, usia
gestasi, atau "aktor predisposisi lainnya. *ani"estasi klinik sangat beragam yaitu
men+akup gemetar atau ke(ang, iritabilitas, letargi atau hipotonia, pernapasan tidak
teratur, apnea, sianosis, pu+at, menolak untuk mengisap atau kurang minum A-.,
menangis dengan suara melengking atau melemah, hipotermia, diaporesis, atau
akti3itas ke(ang neonatus. 5ika bayi dengan hipoglikemia dibiarkan tidak
mendapatkan terapi, dapat menyebabkan kerusakan otak dan retardasi mental.
B. Pato)!s!olog!
$ipoglikemi sering ter(adi pada berat lahir rendah 9BBLR:, karena +adangan
glukosa rendah.
)ada ibu diabetes mellitus 9%*: ter(adi trans"er glukosa yang berlebihan pada
(anin sehingga respons insulin (uga meningkat pada (anin. -aat lahir dimana (alur
11
plasenta terputus maka trans"er glukosa berhenti sedangkan respon insulin
masih tinggi 9transient hiperinsulinism: sehingga ter(adi hipoglikemi.
$ipoglikemi adalah masalah serius pada bayi baru lahir, karena dapat
menimbulkan ke(ang yang berakibat ter(adinya hipoksi otak. Bila tidak dikelola
dengan baik akan menimbulkan kerusakan pada susunan syara" pusat bahkan
sampai kematian.
Ke(adian hipoglikemi lebih sering didapat pada bayi dari ibu dengan diabetes
mellitus
6lukosa merupakan sumber kalori yang penting untuk ketahanan hidup selama
proses persalinan dan hari#hari pertama pas+a lahir.
-etiap stress yang ter(adi mengurangi +adangan glukosa yang ada karena
meningkatkan penggunaan +adangan glukosa, misalnya pada as"iksia, hipotermi,
gangguan perna"asan.
#. $ejala &l!n!s H!pogl!ke%!
6e(ala hipoglikemi , tremor, (itteri, keringat dingin, letargi, ke(ang, distress na"as.
# 5itteriness
# -ianosis
# Ke(ang atau tremor
# Letargi dan menyusui yang buruk
# Apnea
# Tangisan yang lemah & bernada tinggi
# $ipotermia
# Respiratory %istress -yndrome 9R%-:
#
D. Penatalaksanaan
0. *onitor
)ada bayi yang beresiko 9BBLR, B*K, bayi dengan ibu %*: perlu dimonitor
dalam ' hari pertama,
# )eriksa kadar glukosa saat bayi datang & umur ' (am
# 1langi tiap = (am selama < (am atau sampai pemeriksaan glukosa normal
dalam kali pemeriksaan
# Kadar glukosa I </ mg&dl atau ge(ala positi" tangani hipoglikemia
# )emeriksaan kadar glukosa baik, pulangkan setelah ' hari penanganan
hipoglikemia selesai
. )enanganan hipoglikemia dengan ge(ala
# Bolus glukosa 008 ml&kg pelan#pelan dengan ke+epatan 0 ml&menit
# )asang (alur .2 % 008 sesuai kebutuhan 9kebutuhan in"us glukosa =#!
mg&kg&menit:
4ontoh , BB ' kg, kebutuhan glukosa ' kg J = mg&kg&menit G 0! mg&menit
G/K0 mg&hari
# Bila dipakai % 008 artinya 00 gr&000 ++, bila perlu /K0 mg&hari atau /,K
gr&hari berarti perlu /,K gr&00 gr J 000 ++ G /K ++ % 008&hari
12
# Atau +ara lain dengan 6lu+osa .n"ution Rate 96.R:
Konsentrasi glukosa tertinggi untuk in"us peri"er adalah 0,/8, bila lebih dari
0,/8 digunakan 3ena sentral.
# 1ntuk men+ari ke+epatan in"us glukosa pada neonatus dinyatakan dengan
6.R
Ke+epatan in"us 96.R: G glu+osa in"us rate
6.R 9mg&kg&menit: G ke+epatan +airan 9++&(am: J konsentrasi %eHtrose 98:
= J berat 9kg:
4ontoh , berat bayi ' kg umur 0 hari
Kebutuhan !0 ++&(am&hari G !0 J ' G <0 ++&hari G 00 ++& (am
6.R G 00 J 00 9%eHtrose 00 8: G 000 G = mg&kg&menit
= J ' G 0!
# )eriksa glukosa darah pada , 0 (am setelah bolus dan tiap ' (am
# Bila kadar glukosa masih D / mg&dl, dengan atau tanpa ge(ala, ulangi
seperti di atas
Bila kadar glukosa /#</ mg&dl, tanpa ge(ala klinis ,
.n"us % 008 diteruskan
)eriksa kadar glukosa tiap ' (am
A-. diberikan bila bayi dapat minum
Bila kadar glukosa L </ mg&dl dalam kali pemeriksaan
.kuti petun(uk bila kadar glukosa sudah normal
A-. diberikan bila bayi dapat minum dan (umlah in"us diturunkan pelan#
pelan
5angan menghentikan in"us se+ara tiba#tiba
Kadar glukosa darah D </ mg&dl tanpa ge(ala ,
A-. diteruskan
)antau, bila ada ge(ala mana(emen seperti di atas
)eriksa kadar glukosa tiap ' (am atau sebelum minum, bila ,
Kadar D / mg&dl, dengan atau tanpa ge(ala tangani hipoglikemi
Kadar /#</ mg&dl, naikkan "rekuensi minum
Kadar L </ mg&dl, mana(emen sebagai kadar glukosa normal
Kadar glukosa normal
.2 teruskan
)eriksa kadar glukosa tiap 0 (am
Bila kadar glukosa turun, atasi seperti di atas 9lihat ad b:
Bila bayi sudah tidak mendapat .2, periksa kadar glukosa tiap 0 (am, bila
kali pemeriksaan dalam batas normal, pengukuran dihentikan.
)ersisten hipoglikemia 9hipoglikemia lebih dari 7 hari:
Konsultasi endokrin
Terapi , kortikosteroid hydro+ortisone / mg&kg&hari J&hari .2 atau
prednisone mg&kg&hari per oral, men+ari kausa hipoglikemia lebih dalam
Bila masih hipoglikemia dapat ditambahkan obat lain , somatostatin,
glukagon, dia?oHide, human growth hormon, pembedahan 9(arang
dilakukan:
13
*I. Tetanus Neonatoru%
A. Pengert!an
Tetanus neonaturum adalah penyakit tetanus yang ter(adi pada neonatus 9bayi
berusia 0#0bulan:. Tetanus sendiri merupakan penyakit toksemia akut yang menyerang
susunan sara" pisat, oleh karena adanya tetanospasmin dari clostridium tetani. Tetanus
(uga dikenal dengan nama lo+k(aw, karena salah satu ge(ala penyakit ini adalah mulut
yang sukar dibuka.
)enyakit tetanus disebabkan oleh kuman clostridium tetani. Kuman c. tetani
bersi"at anaerob, artinya kuman hidup dan berkembang dengan pesat dalam lingkungan
yang kurang atau tidak mengandung oksigen. Kuman ini membentuk spora#spora yang
berbentuk batang, dengan u(ung bulat seperti tongkat penabuh drum. -pora tersebut bila
tidak terpa(an sinar matahari dapat hidup berbulan#bulan bahkan beberapa tahun seperti
di dalam tanah. -pora inipun dapat merupakan spora usus normal dari kuda, sapi,
domba, an(ing, ku+ing, tikus, ayam dan manusia. -i"at lain dari spora ini adalah tahan
dalam air mendidih selama <(am, tetapi mati bila dipanaskan selama 0menit pada suhu
00 dera(at.
B. Ep!de%!olog!
Terdapat tetanus di seluruh dunia tetapi insidens di negara ma(u sudah sangat
(arang. )enyakit tetanus ini masih merupakan masalah kesehatan di negara
berkembang karena sanitasi lingkungan yang kurang baik dan imunisasi akti" yang
belum men+apai sasaran. %i .ndonesia dan negara berkembang lain, penyakit tetanus
neonaturum masih men(adi masalah. $al ini terutama disebabkan oleh pertolongan
persalinan bagi sebagian masyarakat masih menggunakan tenaga non#pro"esional
9dukun bayi&para(i:. @aktor lain adalah sebagian ibu yang melahirkan tidak atau belum
mendapat imunisasi tetanus toksoid 9TT: pada masa kehamilannya.
#. Patogenes!s
Clostridium tetani dalam bentuk spora masuk ke tubuh melalui luka potongan tali
pusat, yaitu tali pusat yang dipotong menggunakan alat yang steril atau perawatan tali
pusat yang tidak baik. Bila keadaan memungkinkan, misal luka tersebut men(adi
anaerob disertai (aringan nekrotis, spora berubah men(adi bentuk 3egetati" dan
selan(utnya berkembang biak. Kuman ini tidak in3asi" tetapi bila dinding sel kuman lisis,
kuman ini akan melepaskan dua ma+am toksin, yaitu tetanospasmin dan tetanolisin.
Tetanospasmin sangat mudah diikat oleh sara", oleh karena itu disebut (uga neurotoksin.
Tetanospasmin men+apai susunan sara" pusat bisa dengan dua +ara,
14
a. *elalui penyerapan pada sambungan mioneural, kemudian diikuti migrasi melalui
ruangan (aringan perineural 9ruang (aringan perineural atau susunan sara":.
b. *elalui pemindahan lim"osit ke dalam darah dan selan(utnya ke susunan sara" pusat.
-ekali tetanospasmin terikat oleh (aringan sara", maka toksin tersebut tidak bisa
dinetralisasi lagi oleh antitoksin tetanus. Tetanospasmin beker(a pada motor end plate
otot skelet, medula spinalism otak dan susunan sara" simpatis. Akti3itas tetanospasmin
pada motor end plate akan menghambat pelepasan asetilkolin tetapi tidak menghambat
al"a dan gama motor neuron sehingga tonus otot meningkat dan ter(adi konstriksi otot
berupa spasme otot. Tetanospasmin (uga menghasilkan akti3itas berlebihan yang
ber"luktuasi dari sistem sara" simpatis sehingga menimbulkan ge(ala takikardia,
hipertensi labil, aritmia (antung, 3asokonstriksi pembuluh darah peri"er, keringat
berlebihan, hiperkarbia, dan peningkatan ekskresi katekolamin melaui air kemih.
Tetanolisin menyebabkan lisis sel#sel darah merah.
D. Pen+egahan dan Penatalaksanaan
1. Tetanus .munoglobin 9T.6:.
T.6 diberikan se+ara intramuskular dengan dosis /0#/00 unit.T.6 ini
diberikan dengan maksud untuk menetralisasi toksin yang beredar di dalam darah.
2. Antitetanus -erum 9AT-:.
AT- diberikan bila tidak tersedia T.6. -elama pemberian harus diperhatikan,
karena AT- ini berasal dari serum kuda sehingga harus diantisipasi kemungkinan
ter(adinya syok ana"ilaksis. %osis AT- '000#/000 unit se+ara intramuskular.
3. Antikon3ulsan.
;bat ini diberikan untuk merelaksasikan otot dan kepekaan (aringan sara"
terhadap rangsang. ;bat yang la?im digunakan adalah dia?epam 9dengan dosis 0,/
mg&kg BB&hari dibagi dalam beberapa dosis dan diberikan se+ara intra3ena atau
intramuskular: dan "enobarbital 9dengan dosis 00#0 mg&kg BB&hari: dibagi <kali.
4. Antibiotika.
Antibiotika digunakan untuk membunuh kuman 4lostridium tetani dalam
bentuk 3egetati". Antibiotika yang paling sering digunakan adalah peni+ilin pro+ain.
%osis 00.000 1&kg BB&hari diberikan intramuskular selama 00 hari atau ' hari
setelah panas turun.
5. ;ksigen diberikan bila ter(adi as"iksia atau sianosis
6. Tindakan pen+egahan yang paling e"ekti" adalah melakukan imunisasi dengan
tetanus toksoid 9TT: pada wanita +alon pengantin dan ibu hamil sebanyak kali
dengan inter3al minimal 0 bulan. -elain itu, tindakan memotong dan merawat tali
pusat harus se+ara steril.
*II. Penak!t ang d!der!ta I"u Sela%a &eha%!lan
A. H!pertens!
15
$ipertensi dalam kehamilan adalah tingginya tekanan darah di saat kehamilan.
$ipertensi dalam kehamilan terbagi men(adi , yaitu hipertensi esensial dan
hipertensi gestasional.
,. H!pertens! Esens!al
$ipertensi Csensial adalah hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya
dan ini termasuk (uga hipertensi ringan.
o $ejala kl!n!s h!pertens! esens!al -
Biasanya tidak terasa ada keluhan dan pusing atau berat ditekuk kepala.
Tekanan darah sistolenya antara 0<0#0=0 mmhg
Tekanan darah diastolenya antara K0#000 mmhg
Tekanan darahnya sukar diturunkan
o Penanganan h!pertens! esens!al -
*emantau tekanan darah apabila diketahui tinggi dan mengurangi segala
sesuatu yang bisa menyebabkan tekanan darah naik seperti , gaya hidup,
diet dan psikologis
.. H!pertens! $estas!onal
$ipertensi 6estasional adalah hipertensi yang disebabkan atau mun+ul
selama kahamilan.
o $ejala kl!n!s h!pertens! gestas!onal -
Ter(adi pertama kali sesudah kehamilan 0 minggu, selama persalinan
dan <! (am pas+a persalinan
Lebih sering pada primigra3ida
Risiko meningkat pada ,
# *asa plasenta besar 9gamelli, penyakit tro"oblas:
# %iabetes mellitus
# @aktor herediter
# *asalah 3askuker
%itemukan tanpa protein dan oedema, tekanan darah meningkat
Kenaikan tekanan diastolik 0/ mmhg atau E K0 mmhg dalam pengukuran
ber(arak 0 (am atau tekanan diastolik sampai 000 mmhg.
o Penanganan h!pertens! gestas!onal
)antau tekanan darah, proteinuria, re"lek dan kondisi (anin
5ika tekanan darah meningkat tangani sebagai preeklampsia
5ika kondisi (anin memburuk atau ter(adi pertumbuhan (anin terhambat,
rawat dan pertimbangan terminasi kehamilan.
&o%pl!kas! H!pertens!
,. Pre/Ekla%ps!a
)re#Cklampsia adalah bila ditemukannya hipertensi yang ditambah
dengan proteinuria dan oedema. )roteinuria adalah tanda yang penting pada
preeklampsia, tidak adanya tanda ini akan membuat diagnosa preeklampsia
16
dipertanyakan. )roteinuria (ika kadarnya lebih dari '00 mg dalam urine <
(am atau lebih dari 000 mg dalam urin = (am.
.bu hamil mana pun dapat mengalami preeklampsia. Tetapi umumnya ada
beberapa ibu hamil yang lebih berisiko, yaitu ,
.bu hamil untuk pertama kali
.bu dengan kehamilan bayi kembar
.bu yang menderita diabetes
*emiliki hipertensi sebelum hamil .bu yang memiliki masalah dengan
gin(al
$amil pertama di bawah usia 0 tahun atau di atas '/ tahun
.bu yang pernah mengalami preeklampsia pada kehamilan sebelumnya
akan ada kemungkinan berulang pada kehamilan berikutnya.
)enyebab pre#eklampsia sampai saat ini belum diketahui dengan
pasti, walaupun penelitian yang dilakukan terhadap penyakit ini sudah
sedemikian ma(u. )re#eklampsia merupakan salah satu penyebab kematian
pada ibu hamil, di samping in"eksi dan perdarahan. Adanya preeklampsia
bisa diketahui dengan pasti, setelah pada pemeriksaan didapatkan hipertensi,
bengkak, dan protein dalam urin.
)reeklampsia biasanya mun+ul pada trimester ketiga kehamilan. Tapi
bisa (uga mun+ul pada trimester kedua. Bentuk nonkompulsi" dari gangguan
ini ter(adi pada sekitar 7 8 kehamilan. 6angguan ini bisa ter(adi sangat
ringan atau parah.
a. Pre/Ekla%ps!a 0!ngan
Kenaikan tekanan diastolik 0/ mmhg atau E K0 mmhg dalam
pengukuran ber(arak 0 (am atau tekanan diastolik sampai 000 mmhg
)roteinuria 9M:
". Pre/Ekla%ps!a "erat
Tekanan diastolik E 000 mmhg
)roteinuria 9MM:
;liguria
$iperre"leksia
6angguan penglihatan
Nyeri epigastrium
+. Ekla%ps!a
Cklampsia didiagnosa (ika ke(ang yang timbul dari hipertensi yang
diinduksi dengan kehamilan atau hipertensi yang diperberat dengan
kehamilan.
17
&o%pl!kas! H!pertens! Pada 1an!n
5anin yang dikandung ibu hamil pengidap preeklampsia akan hidup dalam
rahim dengan nutrisi dan oksigen di bawah normal. Keadaan ini bisa ter(adi
karena pembuluh darah yang menyalurkan darah ke plasenta menyempit.
Karena buruknya nutrisi, pertumbuhan (anin akan terhambat sehingga ter(adi
bayi dengan berat lahir yang rendah. Bisa (uga (anin dilahirkan kurang bulan
9prematur:, biru saat dilahirkan 9as"iksia:, dan sebagainya.
)ada kasus preeklampsia yang berat, (anin harus segera dilahirkan (ika sudah
menun(ukkan kegawatan. .ni biasanya dilakukan untuk menyelamatkan
nyawa ibu tanpa melihat apakah (anin sudah dapat hidup di luar rahim atau
tidak.
Terminasi kehamilan akan dilakukan tanpa memandang usia, (ika keadaan
semakin memburuk.
B. Ane%!a
Anemia pada kehamilan adalah anemia karena kekurangan ?at besi dan asam
"olat dalam makanan ibu. )ada umumnya anemia pada ibu hamil disebabkan oleh
berkurangnya +adangan ?at besi yang sangat pesat dikarenakan kebutuhan (anin
akan ?at besi sangat besar, (uga karena bertambahnya 3olume darah pada plasma
darah sehingga menurunkan $b pada sel darah merah 9Anonymous, 0K!<:. %apat
dikatakan anemia dalam kehamilan (ika kondisi ibu dengan kadar haemoglobin
dibawah 00 gr 8 terutama pada trimester . dan trimester ke .... Kadar $b yang
normal untuk wanita hamil trimester akhir minimal 00,/ g&dL. 5ika kurang, disebut
anemia. )ada wanita tidak hamil, kadar normal $b adalah 0#0= g&dL
Nanita memerlukan ?at besi lebih tinggi dari pada laki#laki karena ter(adi
menstruasi dengan pendarahan sebanyak /0 sampai !0 ++ setiap bulan dan
kehilangan ?at besi sebesar '0 sampai dengan <0 mgr. %isamping itu kehamilan
memerlukan tambahan ?at besi untuk meningkatkan sel darah merah dan
membentuk sel darah merah (anin dan plasenta. *akin sering seorang wanita
mengalami kehamilan dan melahirkan maka akan semakin banyak kehilangan ?at
besi dan men(adi semakin anemis. -ebagai gambaran berapa banyak ?at besi pada
setiap kehamilan, dibawah ini terdapat berbagai kebutuhan dari ?at besi yang
diperlukan.
*eningkatkan sel darah merah , /00 mgr
18
Terdapat dalam plasenta , '00 mgr
Terdapat dalam (anin , 000 mgr
5umlah , K00 mgr
-etelah persalinan, dengan lahirnya dan perdarahan, ibu akan kehilangan ?at
besi sekitar K00 mgr. -aat laktasi ibu masih memerlukan kesehatan (asmani yang
optimal sehingga dapat menyiapkan A-. untuk pertumbuhan dan perkembangan
bayi. %alam keadaan anemia, laktasi tidak mungkin dapat dilaksanakan dengan baik.
-ehingga banyak didapat adanya ibu yang meninggal atau bayi yang meninggal
Alasan lain adalah adanya kehamilan yang berulang#ulang dan dalam selang waktu
yang relati" singkat, sehingga +adangan ?at besi ibu seakan akan dikuras guna
memenuhi kebutuhan (anin atau akibat perdarahan pada waktu bersalin. Keadaan
terakhir tersebut akan semakin parah apabila masih ditambah dengan adanya
pantangan terhadap beberapa (enis makanan, terutama yang kaya akan ?at besi
selama kehamilan 9N$;, 0K=!:.
1kuran haemoglobin normal ,
# Laki#laki sehat mempunyai $b, 0< gram 0! gram
# Nanita sehat mempunyai $b, 0 gram 0= gram
o T!ngkat Pada Ane%!a -
Kadar $b ! gram 00 gram disebut anemia ringan
Kadar $b / gram ! gram disebut anemia sedang
Kadar $b kurang dari / gram disebut anemia berat
&o%pl!kas! Ane%!a Terhadap I"u
a: Bahaya selama kehamilan
0. %apat ter(adi abortus
. )ersalinan prematuritas
'. $ambatan tumbuh kembang (anin dalam rahim
<. Ketuban pe+ah dini 9K)%:
/. *udah ter(adi in"eksi dan sepsispuer peralis
=. Lemah dan anoreksia
7. )endarahan
!. )re eklamsi dan eklamsi
b: Bahaya saat persalinan
0. 6angguan his# kekuatan menge(ang
. Kala pertama dapat berlangsung lama
19
'. Kala kedua berlangsung lama hingga dapat melelahkan dan sering
memerlukan tindakan operasi kebidanan
<. Kala uri dapat diikuti retensio plasenta, dan perdarahan postpartum karena
atonea uteri
/. Kala empat dapat ter(adi perdarahan postpartum sekunder dan atonia uteri
&o%pl!kas! Ane%!a Tehadap 1an!n
-ekalipun tampaknya (anin mampu menyerap berbagai kebutuhan dari
ibunya, tetapi dengan adanya anemia maka akan mengurangi kemampuan
metabolisme tubuh sehingga mengganggu pertumbuhan dan perkembangan
(anin dalam rahim. Akibat adanya anemia pada ibu, maka dapat ter(adi
gangguan pada (anin dalam bentuk,
a: Abortus
b: Ter(adi kematian intrauterine
+: )ersalinan prematuritas tinggi
d: Berat badan lahir rendah
e: Kelahiran dengan anemia
": %apat ter(adi +a+at bawaan
g: Bayi mudah terserang in"eksi sampai kematian perinatal
h: .ntelegensi rendah 9+a+at otak:
i: Kematian neonatal
(: As"iksia intra partum
9*anuaba, 0KK!:
#. D!a"etes Mell!tus
)enyakit diabetes terdapat pada sekitar 08 wanita usia reproduksi dan 08
diantaranya akan menderita diabetes gestasional.
%iabetes melitus 9%*: merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan
karakteristik hiperglikemia 9meningkatanya kadar gula darah: yang ter(adi karena
kelainan sekresi insulin, ker(a insulin atau keduanya.
o Pe%"ag!an DM
DM t!pe ,
Kerusakan "ungsi sel beta di pankreas, autoimun, idiopatik
20
DM T!pe .
*enurunnya produksi insulin atau berkurangnya daya ker(a insulin atau
keduanya.
DM t!pe la!n-
Karena kelainan genetik, penyakit pankreas, obat, in"eksi, antibodi, sindroma
penyakit lain.
DM pada %asa keha%!lan 2 DM gestas!onal 3
)ada %* dengan kehamilan, ada kemungkinan
yang dialami oleh .bu,
0. .bu tersebut memang telah menderita %* se(ak sebelum hamil
. .bu mengalami & menderita %* saat hamil
K08 dari wanita hamil yang menderita %iabetes termasuk ke dalam kategori
%* 6estasional 9Tipe..: dan %* yang tergantung pada insulin 9.nsulin %ependent
%iabetes *ellitus G .%%*, tipe .:.
o &o%pl!kas! Pada I"u
$ipoglikemia, ter(adi pada enam bulan pertama kehamilan
$iperglikemia, ter(adi pada kehamilan 0#'0 minggu akibat resistensi insulin
.n"eksi saluran kemih
)re#eklampsia
$idramnion
Retinopati
Trauma persalinan akibat bayi besar
o &o%pl!kas! Pada 1an!n
Abortus
Kelainan kongenital seperti sa+ral agenesis,neural tube de"ek
Respiratory distress
Neonatal hiperglikemia
*akrosomia
$ipo+al+emia
Kematian perinatal akibat diabetik keto asidosis
$iperbilirubinemia
D. Hepat!t!s B
21
)enyakit $epatitis merupakan penyakit +ikal bakal dari kanker hati. $epatitis
dapat merusak "ungsi organ hati dan ker(a hati sebagai penetral ra+un dan sistem
pen+ernaan makanan dalam tubuh yang mengurai sari#sari makanan untuk
kemudian disebarkan keseluruh organ tubuh yang sangat penting bagimanusia.
Pene"a" Hepat!t!s B
$epatitis merupakan penyakit peradangan hati karena berbagai sebab.
)enyebab tersebut adalah beberapa (enis 3irus yang menyerang dan
menyebabkan peradangan dan kerusakan pada sel#sel dan "ungsi organ hati.
$epatitis memiliki hubungan yang sangat erat dengan penyakit gangguan
"ungsi hati. $epatitis banyak digunakan sebagai penyakit yang masuk
kesemua (enis penyakit peradangan pada hati 9li3er:.
Banyak hal yang menyebabkan hepatitis itu dapat ter(adi yang tidak hanya
dikarenakan adanya in"eksi 3irus dari suatu sumber tertentu. )enyebab
hepatitis (uga dapat berasal dari (enis obat#obatan tertentu. 5enis makanan
tertentu atau bahkan pada hubungan seksual yang salah satudari pasangan
memiliki penyakit hepatitis.
5ika seorang ibu yang memiliki riwayat penyakit hepatitis ketika dalam
mengandung sangat memungkinkan (anin atau bayi yang dikandung (uga
ter(angkit (enis hepatitis yang sama, bahkan resiko lebih besar ter(adi pada
bayi dibanding ibunya.
*elalui kontak langsung dengan salah satu anggota keluarga yang menderita
hepatitis B.
$ejala Hepat!t!s B
Banyak orang yang menderita hepatitis B tidak menyadarinya.*ereka
mungkin merasa baik#baik sa(a, atau mereka hanya merasa terkena "lu.Beberapa
orang memiliki ge(ala sebagai berikut,
Kulit atau mata kuning 9ikterik:
Tidak ada na"su makan
*erasa sangat lelah
Air ken+ing berwarna +oklat atau gelap
Tin(a berwarna pu+at atau abu#abu
Nyeri di perut, otot atau sendi
22
)ada bayi atau neonatus yang terin"eksi hepatitis b, terkadang ditemukan
ge(ala seperti berikut ini ,
)embesaran hati 9 hepatomegali :
)enimbunan +airan di dalam perut 9 as+ites :
-akit kuning 9 (audien+e : akibat peningkatan kadar bilirubin.
&o%pl!kas! Hepat!t!s B
$epatitis 3irus pada kehamilan dapat ditularkan kepada (anin, baik in
utero maupun segera setelah lahir. Baik 3irus A maupun 3irus B dapat
menembus pla+enta, sehingga ter(adi hepatitis 3irus in utero dengan akibat
(anin lahir mati, atau (anin mati pada periode neonatal. 5enis 3irus yang lebih
banyak dilaporkan dapat menembus pla+enta, ialah 3irus t.pe B.
2irus hepatitis B 92$B: dapat menyebabkan peradangan yang bersi"at akut
atau kronis merupakan salah satu penyebab awal kanker hati.
5ika in"eksi yang ter(adi pada bayi sebelum bayi berusia kurang dari 0 tahun
memiliki resiko lebih tinggi sekitar K0 8 mengidap hepatitis akut atau kronis
5ika in"eksi hepatitis B ter(adi pada bayi setelah berusia #/ tahun maka
resiko dari penyakit hepatitis B akan berkurang sekitar /0 8
Apabila in"eksi ter(adi diatas usia / tahun resiko penyakit hepatitis ini hanya
/#00 8.
%iperkirakan sekitar / 8 dari anak yang teridenti"ikasi penyakit hepatitis
kronis dapat berlan(ut me(adi dan berkembang men(adi sirosis 9 kerusakan
pada organ hati dan pengerutan hati : dan atau kanker hati dan pada orang
dewasa hanya 0/ 8 yang berkembang men(adi sirosis atau kanker hati.
E. 1antung
Kehamilan dengan penyakit (antung termasuk dalam kategori beresiko tinggi
karena membahayakan keselamatan (iwa ibu hamil. Berdasarkan berat ringannya
penyakit (antung digolongkan dalam beberapa tingkatan. Bahkan ada ibu yang tidak
boleh hamil pada keadaan dimana (antungnya mengalami kegagalan "ungsi yang
berat misalnya pada kasus Myocard Infark Acut, Hipertensi Pulmonal , Sindrom
Marfan, Sindrom Eisenmenger .
)ada kasus kehamilan dengan penyakit (antung harus di bawah pengawasan
seorang dokter kandungan dan dokter spesialis penyakit (antung. .bu yang
mempunyai riwayat penyakit (antung dan mengalami kehamilan, berakibat
23
memperberat beban ker(a (antung. ;leh karena itu diperlukan pemeriksaan
antenatal. -elain pemeriksaan kehamilan (uga dilakukan beberapa pemeriksaan
penun(ang antara lain C46 9 Clektro 4ardio 6ra"i :,C+ho+ardiogra"i pada ibu dan
1-6 kandungan 9 1ltra -ono 6ra"i: (uga N-T 9 Non -tress Test :. Tu(uan
pemeriksaan tersebut bertu(uan untuk memantau kondisi kesehatan (antung ibu dan
keadaan bayi . -elama hamil pemeriksaan darah (uga dilakukan se+ara berkala.
Bagi ibu hamil dengan penyakit (antung, beberapa penyakit seperti anemia,
in"eksi saluran perna"asan, in"eksi saluran ken+ing yang berakibat kegagalan "ungsi
gin(al dan kenaikan tekanan darah sedapat mungkin dihindari. $al ini bertu(uan agar
tidak memperberat kondisi kehamilan dengan penyakit (antung dan menghindari
komplikasi yang kemungkinan ter(adi.
%alam kondisi tidak hamil, penyakit (antung itu sendiri sudah mengalami
permasalahan dalam memompakan darah ke seluruh tubuh. Terlebih pada saat
hamil. )ada saat hamil mulai minggu ke enam 3olume darah ibu semakin meningkat
sampai dengan /0 8 karena proses pengen+eran darah. Aliran darah akan lebih
banyak dipompakan ke peredaran darah rahim melalui ari ari untuk memenuhi
kebutuhan pertumbuhan (anin
&o%pl!kas! Penak!t 1antung
Akibat penyakit (antung dalam kehamilan, ter(adi peningkatan denyut (antung
pada ibu hamil dan semakin lama (antung akan mengalami kelelahan
)engiriman oksigen dan ?at makanan dari ibu ke (anin melalui plasenta
men(adi terganggu dan (umlah oksigen yang diterima (anin semakin lama
akan berkurang.
5anin mengalami gangguan pertumbuhan serta kekurangan oksigen.
-ebagai akibat lan(ut ibu hamil berpotensi mengalami keguguran dan
kelahiran prematur 9 kelahiran sebelum +ukup bulan :. Terutama bila selama
kehamilannya sang ibu tidak mendapat penanganan pemeriksaan kehamilan
dan pengobatan dengan tepat
BAB III
PENUTUP
24
I. &es!%pulan
Bayi baru lahir atau neonatus meliputi umur 0 ! hari. Ker(hidupan pada masa
neonatus ini sangat rawan oleh karena memerlukan penyesuaian "isiologi agar bayi di luar
kandungan dapat hidup sebaik#baiknya.
*asalah pada neonatus biasanya timbul sebagai akibat yang spesi"ik ter(adi pada
masa perinatal. Tidak hanya merupakan penyebab kematian tetapi (uga ke+a+atan. *asalah
ini timbul sebagai akibat buruknya kesehatan ibu, perawatan kehamilan yang kurang
memadai, mana(emen persalinan yang tidak tepat dan tidak bersih, kurangnya perawatan
bayi baru lahir.
Neonatus dengan resiko tinggi salah satu nya ter(adi bila mengalami perdarahan tali
pusat, ke(ang, hipotermi, hipertermi, hipoglikemi, tetanus neonatorum dan adanya penyakit
yang diderita ibu selama kehamilannya.
Resiko resiko yang ter(adi pada neonatus memiliki etiologi dan ge(ala ge(ala klinis
yang berbeda beda. 1ntuk menghindari ter(adinya komplikasi, maka harus dilakukan
pen+egahan. Apabila komplikasi telah ter(adi, maka harus dilakukan penatalaksaan yang
tepat agar komplikasi dapat teratasi dan tidak ter(adi komplikasi yang lebih lan(ut.
II. Saran
*akalah ini dibuat untuk memenuhi tugas Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi, Balita,
dan Anak )ra -ekolah. -emoga maklah yang kami buat dapat berman"aat bagi para
pemba+a.
Kami selaku penulis mohon maa" apabila terdapat kesalahan maupun kekurang, dan
kami bersedia menerima krinik dan saran yang membangun dari para pemba+a.
25