Anda di halaman 1dari 8

Oleh Nanda Sartika

A. Latar belakang
Caring secara umum dapat diartikan sebagai suatu kemampuan untuk berdedikasi bagi orang lain,
pengawasan dengan waspada, perasaan empati pada orang lain dan perasaan cinta atau menyayangi.
Caring adalah sentral untuk praktik keperawatan karena caring merupakan suatu cara pendekatan yang
dinamis , dimana perawat bekerja untuk lebih meningkatkan kepeduliannya kepada klien. Dalam
keperawatan, caring merupakan bagian inti yang penting terutama dalam praktik keperawatan. Saat
ini, caring adalah isu besar dalam profesionalisme keperawatan.
Banyak ahli keperawatan yang mengungkapkan mengenai teori caring antara lain sebabai berikut :
1.

Watson (1979) yang terkenal dengan Theory of Human Caring, mempertegas bahwa caring sebagai jenis
hubungan dan transaksi yang diperlukan antara pemberi dan penerima asuhan untuk meningkatkan dan
melindungi pasien sebagai manusia, dengan demikian mempengaruhi kesanggupan pasien untuk sembuh.

2.

Marriner dan Tomey (1994) menyatakan bahwa caring merupakan pengetahuan kemanusiaan, inti dari
praktik keperawatan yang bersifat etik dan filosofikal.Caring bukan semata-mata perilaku. Caring adalah
cara yang memiliki makna dan memotivasi tindakan. Caring juga didefinisikan sebagai tindakan yang
bertujuan memberikan asuhan fisik dan memperhatikan emosi sambil meningkatkan rasa aman dan
keselamatan klien (Carruth et all, 1999).

3.

Griffin (1983) membagi konsep caring kedalam dua domain utama. Salah satu konsep caring ini
berkenaan dengan sikap dan emosi perawat, sementara konsep caring yang lain terfokus pada aktivitas
yang dilakukan perawat saat melaksanakan fungsi keperawatannya. Griffin menggambarkan caring dalam
keperawatan sebagai sebuah proses interpersonal esensial yang mengharuskan perawat melakukan
aktivitas peran yang spesifik dalam sebuah cara dengan menyampaikan ekspresi emosi-emosi tertentu
kepada resepien. Aktivitas tersebut menurut Griffin meliputi membantu, menolong, dan melayani orang
yang mempunyai kebutuhan khusus. Proses ini dipengaruhi oleh hubungan antara perawat dengan pasien.

4.

Mayeroff memandang caring sebagai suatu proses yang berorientasi pada tujuan membantu orang lain
bertumbuh dan mengaktualisasikan diri. Mayeroff juga memperkenalkan sifat-sifat caring seperti sabar,
jujur, dan rendah hati.

5.

Lydia Hall mengemukakan perpaduan tiga aspek dalam teorinya. Sebagai seorang perawat,
kemampuan care, core, dan cure harus dipadukan secara seimbang sehingga menghasilkan asuhan
keperawatan yang optimal untuk klien. Care merupakan komponen penting yang berasal dari naluri
seorang ibu. Core merupakan dasar dari ilmu sosial yang terdiri dari kemampuan terapeutik, dan
kemampuan bekerja sama dengan tenaga kesehatan lain. Sedangkan cure merupakan dasar dari ilmu
patologi dan terapeutik.
Dalam memberikan asuhan keperawatan secara total kepada klien, maka ketiga unsur ini harus dipadukan
(Julia, 1995).
Dari penjelasan beberapa para ahli di atas, maka penulis akan membahas mengenai salah satu dari lima
teori caring diatas yaitu teori caring Jean Watson. Jean Watson, seorang professor keperawatan memiliki

persepsinya sendiri mengenai caring. Makalah ini akan menjelaskan lebih lanjut mengenai caring menurut
Watson.
B. Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk:
1.

Mengetahui latar belakang Jean Watson

2.
3.

Mengatahui dan memahami teori caring Jean Watson


Memahami grand teori menurut Jean Watson

4.
5.

Memahami paradigma keperawatan menurut Jean Watson


Memahami asumsi dasar science of caring

6.

Memahami

proses

keperawatan

dalam

teori

PEMBAHASAN
1. Latar Belakang Jean Watson
Dr. Watson adalah seorang sarjana keperawatan Amerika yang lahir di West Virginia dan sekarang tinggal
di Boulder, Colorado sejak tahun 1962. Dari University of Colorado, ia meraih gelar sarjana di keperawatan
dan psikologi, gelar master di keperawatan kesehatan mental-kejiwaan, dan terus mendapatkan gelar Ph.D
dalam psikologi pendidikan dan konseling. Sekarang ini Dr. Jean Watson adalah seorang Profesor yang
membedakan keperawatan dan sebagai ketua Caring Science di University of Colorado, Sekolah
Keperawatan dan merupakan pendiri Center for Human Caring di Colorado. Dia merupakan anggota dari
Amecican Academy of Nursing yang telah menerima penghargaan nasional dan internasional. Dia telah
menerbitkan berbagai karya yang menjelaskan filsafat dan teori kepedulian manusia, yang dipelajari oleh
perawat di berbagai belahan dunia. Dasar dari teori keperawatan Jean Watson di terbitkan pada tahun
1979 di keperawatan yaitu The Philosphy and Science of Caring. Pada tahun 1988, teorinya diumumkan
dalam "nursing: Human Science and Human Care. Postmodern Nursing and Beyond (1999). Assessing
and Measuring Caring in Nursing and Health Sciences (2002). Watson berpendapat bahwa fokus utama
dalam keperawatan ada di faktor carative. Dia percaya bahwa bagi perawat untuk mengembangkan filsafat
humanistik dan sistem nilai, seorang liberal dengan latar belakang seni yang kuat diperlukan. Sistem
filsafat dan nilai memberikan fondasi yang kokoh bagi science of caring.
2. Teori Watson
Watson (1988) dan George (1990) mendefenisikan caring lebih dari sebuah exisestensial philosophy, ia
memandang sebagai dasar spiritual, baginya caring adalah ideal moral dari keperawatan. Manusia akan
eksistensi bila dimensi spritualnya meningkat ditunjukkan dengan penerimaan diri, tingkat kesadaran diri
yang tinggi, kekuatan dari dalam diri, intuitif. Caring sebagai esensi dari keperawatan berarti juga
pertanggung jawaban hubungan antara perawat-klien, dimana perawat membantu memperoleh
pengetahuan
dan
meningkatkan
kesehatan.

Theory of Human Caring (Watson), mempertegas jenis hubungan dan transaksi yang diperlukan antara
pemberi dan penerima asuhan untuk meningkatkan dan melindungi pasien sebagai manusia yang
mempengaruhi kesanggupan pasien untuk sembuh.
Watson mengemukakan bahwa caring merupakan inti dari keperawatan. Dalam hal ini caring merupakan perwujudan
dari semua faktor yang digunakan perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan pada klien. Kemudian caring juga
menekankan harga diri individu, artinya dalam melakukan praktik keperawatan, perawat senantiasa selalu menghargai

klien dengan menerima kelebihan maupun kekurangan klien. Watson juga mengemukakan bahwa respon setiap
individu terhadap suatu masalah kesehatan unik, artinya dalam praktik keperawatan, seorang perawat harus mampu
memahami setiap respon yang berbeda dari klien terhadap penderitaan yang dialaminya dan memberikan pelayanan
kesehatan yang tepat dalam setiap respon yang berbeda baik yang sedang maupun akan terjadi. Selain itu, caring
hanya dapat ditunjukkan dalam hubungan interpersonal yaitu hubungan yang terjadi antara perawat dengan klien,
dimana perawat menunjukkan caring melalui perhatian, intervensi untuk mempertahankan kesehatan klien dan energi
positif yang diberikan pada klien. Watson juga berpendapat bahwa caring meliputi komitmen untuk memberikan
pelayanan keperawatan yang didasarkan pada ilmu pengetahuan. Dalam praktiknya, perawat di tantang untuk tidak
ragu dalam menggunakan pengetahuan yang dimilikinya dalam praktik keperawatan.
Jean Watson dalam memahami konsep keperawatan terkenal dengan Human Caring Theory. Tolak ukur pandangan
Watson ini didasari pada unsur teori kemanusiaan. Jean Watson, 1985 (dalam B. Talento, 1995) membagi kebutuhan
dasar manusia dalam dua peringkat utama, yaitu kebutuhan yang tingkatnya lebih rendah (lower order needs) dan
kebutuhan yang tingkatnya lebih tinggi (higher order needs).
Pemenuhan kebutuhan yang tingkatnya lebih rendah tidak selalu membantu upaya kompleks manusia
untuk mencapai aktualisasi diri. Tiap kebutuhan dipandang dalam konteksnya terhadap kebutuhan lain dan
semuanya dianggap penting. Kebutuhan manusia yang saling berhubungan diantaranya kebutuhan dasar
biofisikal (kebutuhan untuk hidup yang meliputi kebutuhan makanan dan cairan, kebutuhan eliminasi,
kebutuhan ventilasi, kebutuhan psikofisikal (kebutuhan fungsional) yang meliputi kebutuhan aktivitas dan
istirahat, kebuthan seksualitas; kebutuhan psikososial (kebutuhan untuk integrasi) yang meliputi kebutuhan
intrapersonal dan interpersonal (kebutuhan aktualisasi diri).
Berdasarkan kebutuhan tersebut, Jean Watson memahami bahwa manusia adalah makhluk yang
sempurna yang memiliki berbagai macam ragam perbedaan, sehingga dalam upaya mencapai kesehatan,
manusia seharusnya dalam keadaan sejahtera baik fisik, mental, dan spiritual karena sejahtera merupakan
keharmonisan antara pikiran, badan dan jiwa sehingga untuk mencapai keadaan tersebut keperawatan
harus berperan dalam meningkatkan status kesehatan, mencegah terjadinya penyakit, mengobati berbagai
penyakit dan penyembuhan kesehatan.

3. Grand theory menurut Jean Watson


Grand theory menurut Jean Watson terdiri dari :
A. Carrative Factor
Elemen-elemen yang terdapat dalam carative factor adalah:
1.
2.

Nilai-nilai kemanusiaan dan Altruistik (Humanistic-Altruistic System Value).


Keyakinan dan harapan (Faith ang Hope).

3.

Peka kepada diri sendiri dan orang lain (Sensitivity to self and others)

4.

Membantu menumbuhkan kepercayaaan, membuat hubungan dalam perawatan secara manusiawi.

5.

Pengekspresian perasaan positif dan negatif.

6.

Proses pemecahan masalah perawatan secara kreatif (Creative problem solving caring process).

7.

Pembelajaran secara transpersonal (transpersonal teaching learning).

8.

Dukungan, perlindungan, perbaikan fisik, mental, social dan spiritual.

9.

Bantuan kepada kebutuhan manusia (Human needs assistance).

10. Eksistensi fenomena kekuatan spiritual.


Tetapi kesepuluh carative factors ini sebagai suatu kerangka untuk memberikan suatu bentuk dan focus terhadap
fenomena keperawatan. Watson menganggap istilah factors terlalu standart terhadap sensibilitasnya di masa kini. Ia
pun kemudian menawarkan suatu konsep yang lebih sesuai dengan evolusi teorinya dan arahnya di masa depan.
Konsep tersebut adalah clinical caritas dan caritas processes, yang dianggapnya lebih cocok dengan ide-ide dan
arah perkembangan teorinya (Watson,2004). Dimana clinical caritas process terdiri dari yaitu.
1.

Menerapkan perilaku yang penuh kasih sayang dan kebaikan dan ketenangan dalam konteks kesadaran
terhadap caring.

2.

Hadir dengan sepenuhnya dan mewujudkan serta mempertahankan sistem kepercayaan yang dalam dan
dunia kehidupan subjektif dari dirinya dan orang dirawat.

3.

Memberikan perhatian terhadap praktik-praktik spiritual dan transpersonal diri orang lain, melebihi ego
dirinya.

4.

Mengembangkan dan mempertahankan suatu hubungan caring yang sebenarnya, yang saling bantu dan
saling percaya.

5.

Hadir untuk menampung dan mendukung ekspresi perasaan posotif dan negatif sebagai suatu hubungan
dengan semangat yang dalam dari diri sendiri dan orang yang dirawat.

6.

Menggunakan diri sendiri dan semua cara yang diketahui secara kreatif sebagai bangian dari proses
caring, untuk terlibat dalam penerapan caring-healing yang artistic.

7.

Terlibat dalam pengalaman belajar mengajar yang sebenarnya yang mengakui keutuhan diri orang lain dan
berusaha untuk memahami sudut pandang orang lain.

8.

Menciptakan lingkungan healing pada seluruh tingkatan, baik fisik maupun nonfisik, lingkungan yang
kompleks dari energi dan kesadaran, yang memiliki keholistikan, keindahan, kenyamanan, martabat, dan
kedamaian.

9.

Membantu terpenuhinya kebutuhan dasar, dengan kesadaran caring yang penuh, memberikan human
care essentials, yang memunculkan penyusuaian jiwa, raga dan pikiran, keholistikan dan kesatuan diri
dalam seluruh aspek care; dengan melibatkan jiwa dan keberadaan secara spiritual.

10. Menelaah dan menghargai misteri spiritual, dan dimensi eksistensial dari kehidupan dan kematian
seseorang, soul care bagi diri sendiri dan orang yang dirawat.

B. Transpersonal Caring Relationship


Menurut Watson (1999), Transpersonal caring relationship berkarakteristikkan hubungan khusus manusia
yang tergantung pada moral perawat yang berkomitmen, melindungi, dan meningkatkan martabat manusia
sepeti dirinya atau lebih tingggi dari dirinya. Perawat merawat dengan kesadaran yang dikomunikasikan
untuk melestarikan dan menghargai spiritual, oleh karena itu tidak memperlakukan seseorang sebagai
sebuah objek.
Perawat sadar bahwa mempunyai hubungan dan potensi untuk menyembuhkan. Hubungan ini menjelaskan bagaimana
perawat telah melampaui penilain secara objektif, menunjukkan perhatian kepada subjektifitas seseorang, dan lebih
mendalami situasi kesehatan diri mereka sendiri. Kesadaran perawat menjadi perhatian penting untuk berkelanjutan
dan pemahaman terhadap persepsi orang lain. Pendekatan ini melihat keunikan dari kedua belah pihak, yaitu perawat
dan pasien, dan juga hubungan saling mneguntungkan antara dua individu, yang menjadi dasar dari suatu hubungan.
Oleh karena itu, yang merawat dan yang di rawat keduanya terhubung dalam mencari makna dan kesatuan, dan
mungkin mampu merasakan penderitaan pasien. Istilah transpersonal berarti pergi keluar dari diri sendiri dan
memungkinkan untuk menggapai kedalaman spiritual dalam meningkatkan kenyamanan dan penyembuhan pasien.
Pada akhirnya, tujuan dari transpersonal caring relationship adalah berkaitan dengan melindungi, meningkatkan dan
mempertahankan martabat, kemanusiaan, kesatuan dan keselarasan batin.
C. Caring Occation Moment
Caring Occation menurut Watson (1988,1999) adalah kesempatan (mengenai tempat dan waktu) pada
saat perawat dan orang lain datang pada saat human caring dilaksanakan, dan dari keduanya dengan
fenomena tempat yang unik mempunyai kesempatan secara bersama datang dalam moment interaksi
human to human. Bagi Watson (1988, 1999) bidang yang luar biasa yang sesuai dengan kerangka refensi
seseorang atau perasaan-perasaan yang dialami seseorang, sensasi tubuh, pikiran atau kepercayaan
spiritual, tujuan-tujuan, harapan-harapan pertimbangan dari lingkungan, arti persepsi seseorang
kesemuanya berdasar pada pengalaman hidup yang dialami seseorang, sekarang atau masa yang akan
datang. Watson (1999) menekankan bahwa perawat dalam hal ini sebagai care giver juga perlu memahami
kesadaan dan kehadiranya dalam moment merawat dengan pasiennya, lebih lanjut dari kedua belah pihak
perawat maupun yang dirawat dapat dipengaruhi oleh perawatan dan tindakan yang dilakukan keduanya,
dengan demikian akan menjadi bagian dari pengalaman hidupnya sendiri. Caring occation bisa menjadi
transpersonal jika memungkinkan adanya semangat dari keduanya (perawat dan pasien) kemudian
adanya kesempatan yang memungkinkan keterbukaan dan kemampuankemampuan untuk berkembang
(Watson 1999 , pp. 116-117).

4. Paradigma Keperawatan Menurut Watson


1.

Keperawatan

Keperawatan adalah penerapan art dan human science melalui transaksi transpersonal caring untuk
membantu manusia mencapai keharmonisan pikiran, jiwa dan raga yang
menimbulkan selfknowlegde, self-control, self-care, dan selfhealing.
2. Klien

Klien adalah individu atau kelompok yang mengalami ketidakharmonisan pikiran, jiwa dan raga, yang
membutuhkan bantuan terhadap pengambilan keputusan tentang kondisi sehat-sakitnya untuk
meningkatkan harmonisasi, self-control, pilihan dan selfdetermination.
3. Kesehatan
Kesehatan adalah kesatuan dan keharmonisan didalam pikiran, jiwa dan raga antara diri dengan orang lain
dan antara diri dengan lingkungan.
4. Lingkungan
Lingkungan adalah dimana interaksi transpersonal caring terjadi antara klien dan perawat.
5.

Asumsi Dasar Science of Caring

Watson mengidentifikasi banyak asumsi dan beberapa prinsip dasar dari transpersonal caring. Watson
meyakini bahwa jiwa seseorang tidak dapat dibatasi oleh ruang dan waktu. Watson mengatakan 7 asumsi
tentang science of caring. Asumsi dasar tersebut yaitu :
Caring dapat didemonstrasikan dan dipraktekkan dengan efektif hanya secara interpersonal.
Caring terdiri dari carative factors yang menghasilkan kepuasan terhadap kebutuhan manusia tertentu.
Efektif caring meningkatkan kesehatan dan pertumbuhan individu dan keluarga.
Respon caring menerima seseorang tidak hanya sebagai dia saat ini, tetapi juga menerima akan jadi apa
dia dikemudian.
Lingkungan caring adalah sesuatu yang menawarkan perkembangan dari potensi yang ada, dan disaat
yang sama membiarkan seseorang untuk memilih tindakan yang terbaik bagi dirinya saat itu.
Caring lebih healthogenic daripada curing.
Praktik caring merupakan sentral bagi keperawatan.

6.

Proses Keperawatan Dalam Teori Caring

Watson (1979) menekankan bahwa proses keperawatan memiliki langkah-langkah yang sama dengan
proses riset ilmiah, karena kedua proses tersebut mencoba untuk menyelesaikan masalah dan
menemukan solusi yang terbaik. Lebih lanjut Watson menggambarkan kedua proses tersebut sebagai
berikut (tulisan yang dimiringkan menandakan proses riset yang terdapat dalam proses keperawatan):
1.

Pengkajian
Meliputi observasi, identifikasi, dan review masalah; menggunakan pengetahuan dari literature yang dapat
diterapkan, melibatkan pengetahuan konseptual untukpembentukan dan konseptualisasi kerangka

kerja yang digunakan untuk memandang dan mengkaji masalah.(Berita Ilmu Keperawatan ISSN 19792697, Vol . 1 No.3, September 2008 :147-150)
Pengkajian juga meliputi pendefinisian variabel yang akan diteliti dalam memecahkan masalah.
Watson (1979) dalam Julia (1995) menjelaskan kebutuhan yang harus dikaji oleh perawat yaitu:
a. Lower order needs (biophysical needs) yaitu kebutuhan untuk tetap hidup meliputi kebutuhan nutrisi,
cairan, eliminasi, dan oksigenisasi.
b. Lower order needs (psychophysical needs) yaitu kebutuhan untuk berfungsi, meliputi kebutuhan
aktifitas, aman, nyaman, seksualitas.
c. Higher order needs (psychosocial needs) ,yaitu kebutuhan integritas yang meliputi kebutuhan akan
penghargaan dan beraffiliasi.
d. Higher order needs (intrapersonali needs), yaitu kebutuhan untuk aktualisasi diri.
2.

Perencanaan
Perencanaan membantu untuk menentukan bagaimana variable-variabel akan diteliti atau diukur, meliputi
suatu pendekatan konseptual atau design untuk memecahan masalah yang mengacu pada asuhan
keperawatan serta meliputi penentuan data apa yang akan dikumpulkan dan pada siapa dan bagaimana
data akan dikumpulkan.

3.

Implementasi
Merupakan tindakan langsung dan implementasi dari rencana serta meliputi pengumpulan data.

4.

Evaluasi
Merupakan metoda dan proses untuk menganalisa data, juga untuk meneliti efek dari
intervensi berdasarkan data serta meliputi interpretasi hasil, tingkat dimana suatu tujuan yang positif
tercapai, dan apakah hasil tersebut dapat digeneralisasikan.

1.
k

Kesimpulan

a. Caring adalah suatu cara pendekatan yang dinamis, dimana perawat bekerja untuk lebih meningkatkan
kepeduliannya kepada klien. Dalam keperawatan, caring merupakan bagian inti yang penting terutama
dalam praktik keperawatan
b. Grand theori menurut Jean Watson ada 3 yaitu :
1) Carrative Factor
2)Transpersonal Caring Relationship
3) Caring Occation Moment

Tindakan caring bertujuan untuk memberikan asuhan fisik dan memperhatikan emosi sambil meningkatkan rasa aman
dan keselamatan klien, Kemudian caring juga menekankan harga diri individu, artinya dalam melakukan praktik
keperawatan, perawat senantiasa selalu menghargai klien dengan menerima kelebihan maupun kekurangan klien
sehingga bisa memberikan pelayanan kesehatan yang tepat.
2.

Saran
Caring mempuyai manfaat yang begitu besar dalam keperawatan dan seharusnya tercermin dalam setiap
interaksi perawat dengan klien, bukan dianggap sebagai sesuatu yang sulit diwujudkan dengan alasan
beban kerja yang tinggi, atau pengaturan manajemen asuhan keperawatan ruangan yang kurang baik.
Pelaksanaan caring akan meningkatkan mutu asuhan keperawatan, memperbaiki image perawat di
masyarakat dan membuat profesi keperawatan memiliki tempat khusus di mata para pengguna jasa
pelayanan kesehatan.
(Nanda Sartika , Mahasiswa Universitas Sumatra Utara Fakultas Keperawatan Jurusan Keperawatan
EkstensI)