Anda di halaman 1dari 17

ANALISIS REGRESI

REGRESI LINEAR BERGANDA MENGGUNAKAN


MINITAB

KELOMPOK 3
Selfina Clara Wohon (13101103003)
Yulin Tipaka (13101103001)

2015
UNIVERSITA SAM RATULANGI
MANADO

KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala kasih
karuniaNya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun
isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan,
petunjuk maupun pedoman bagi pembaca mengenati materti Regresi Linear Berganda
menggunakan Aplikasi minitab. Saya berharap semoga makalah ini dapat membantu menambah
pengetahuan bagi para pembaca.
Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengambilan materi yang masih
kurang dan hal-hal lainnya. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk
memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

Manado, April 2014

PENYUSUN

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Analisis regresi dipergunakan untuk menggambarkan garis yang menunjukan arah

hubungan antar variabel, serta dipergunakan untuk melakukan prediksi. Analisa ini dipergunakan
untuk menelaah hubungan antara dua variabel atau lebih, terutama untuk menelusuri pola
hubungan yang modelnya belum diketahui dengan sempurna. Regresi yang terdiri dari satu
variabel bebas (predictor) dan satu variabel terikat (Response/Criterion) disebut regresi linier
sederhana (bivariate regression), sedangkan regresi yang variabel bebasnya lebih dari satu
disebut regresi berganda (Multiple regression/multivariate regression), yang dapat terdiri dari
dua prediktor (regresi ganda) maupun lebih
Dalam analisis regresi dikenal 2 jenis variabel yaitu:
1.

Variabel Respon disebut juga variabel dependen yaitu variabel yang


keberadaannya dipengaruhi oleh variabel lainnya dan dinotasikan dengan
variabel .

2.

Variabel Prediktor disebut juga dengan variabel independen yaitu variabel


yang bebas (tidak dipengaruhi oleh variabel lainnya) dan dinotasikan dengan x

1.2

Tujuan
Kita dapat menyelesaikan permasakahan analisis regresi linear berganda menggunakan

program minitab

BAB II
ISI
A. Pengertian Regresi Linear Berganda
Analisis regresi linier berganda didefinisikan adalah analisis regresi yang variabel
tak bebas Y ditentukan oleh sekurang-kurangnya dua variabel bebas X dan setiap
variabel X maupun variabel Y hanya berpangkat satu (linier).

B. Persamaan Regresi linear berganda


Persamaan regresi linear berganda adalah persamaan regresi dengan satu peubah tak

bebas (Y) dengan lebih dari satu peubah bebas

X
( 1 , X 2 , , X p ) . Hubungan antara

peubahpeubah tersebut dapat dirumuskan dalam bentuk persamaan :


Y i= 0 + 1 X 1i + 2 X 2 i+ + p X pi + i
Bila dituliskan dalam bentuk matriks :
Y=X +

Beberapa asumsi yang mendasari model tersebut adalah : (i).


bebas mengikuti sebaran normal

menyebar saling

( 0, 2 ) ; (ii). i memiliki ragam homogen atau disebut

juga tidak adanya masalah heteroskedastis; (iii). Tidak adanya hubungan antara peubah X
atau sering juga disebut tidak ada masalah kolinier; dan (iv).

bebas terhadap peubah X.

Dengan menggunakan metode kuadrat terkecil, yaitu dengan meminimumkan galat/error,


maka diperoleh nilai dugaan bagi

, yaitu :

X ' X=

x1 x2
x12 x1 x 2
x 1 x2 x 22

x1
x2

xp

x1 x p

x2 xp

xp
x1 x p
x2 x p

x p2

] [ ]
Y
X1 Y
X' Y = X Y
2

X pY

S
S2
0

0
2
1

S2

2
S
1

S 2

S 2

S2

S 2

1
2
'
^
V ( )= ( X X ) =

2=KTG=

( Y ' Y ( X ' Y ) )
( np1 )

Model regresi linier berganda untuk populasi diatas dapat ditaksir berdasarkan sebuah smpel
acak yang berukuran n dengan model regresi linier berganda untuk sampel, yaitu:

C. Koefisien korelasi Linear berganda


Korelasi adalah derajat hubungan linier antara dua variabel atau lebih dari data hasil
pengamatan. Dua variabel dikatakan berkorelasi apabila perubahan dalam satu variabel
diikuti oleh perubahan variabel lain, baik yang searah maupun tidak. Hubungan antara
variabel dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis :
1) Terjadinya korelasi positif apabila perubahan antara variabel yang satu diikuti oleh
variabel lainnya dengan arah yang sama (berbanding lurus). Artinya apabila variabel yang
satu meningkat, maka akan diikuti peningkatan variabel lainnya.
2) Korelasi Negatif terjadinya korelasi negative apabila perubahan antara variael yang astu
diikuti oleh variabel lainnya dengan arah yang berlawanan (berbanding terbalik). Artinya
apabila variabel yang satu meningkat, maka akan diikuti penurunan variabel lainnya.
3) Korelasi Nihil Terjadinya korelasi nihil apabila perubahan antara variabel yang satu diikuti
oleh variabel lainnya dengan arah yang tidak teratur (acak). Artinya apabila variabel yang
satu meningkat, kadang diikuti dengan peningkatan pada variabel lain dan kadang diikuti
dengan penurunan pada variabel lain.
Berdasarkan hubungan antar variabel yang satu dengan variabel lainnya dinyatakan dengan
koefisien korelasi yang disimbolkan dengan r. Besarnya korelasi berkisar antara -1r1
D. Uji Regresi Linear berganda

Uji regresi linier ganda perlu dilakukan untuk mengetahui apakah sekelompok variabel bebas
secara bersamaan mempunyai pengaruh terhadap variabel tak bebas.
Pada dasarnya pengujian hipotesis tentang parameter koefisien regresi secara keseluruhan
atau pengujian persamaan regresi dengana menggunakan statistik F yang dirumuskan sebagai
berikut:

Langkah-langkah yang dibutuhkan dalam pengujian hipotesis ini adalah


sebagai berikut:
a. Menentukan formulasi hipotesi

H 0 : 0 =1 =2 = k =0( X 1 , X 2 , , X k tidak mempengaruhiY )


H1:

Minimal ada satu parameter koefisien regresi yang tidak sama dengan nol atau

mempengaruhi Y
b.

Menentukan taraf nyata dengan Ftabel dengan derajat kebebasan V1=k dan V2= n-k-1

c. Memenuhi kriteria pengujian


H 0 diterima bila F
hitung Ftabel
H 0 ditolak bila F
hitung Ftabel
Menetukan nilai statistic F
e. Membuat kesimpulan
d.

E. Asumsi Linear Berganda


Tiga asumsi dasar yang tidak boleh dilanggar oleh regresi linier berganda yaitu :
1. Mengikuti sebaran normal
2. Tidak boleh ada multikolinieritas
Cara yang paling mudah untuk menguji ada atau tidaknya gejala multikolinieritas adalah
melihat korelasi (hubungan) antar variabel bebas. Jika nilai korelasi dibawah angka 6,5,
maka tidak terjadi multikolinieritas.

3. Tidak boleh ada heterokeditas.


Dengan melihat grafik plot antara nilai variabel terikat (SRESID) dengan residual
(ZPRED). Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu
yang teratur (bergelombang, melebar, kemudian menyempit), maka mengidentifikasikan
telah terjadi heterokeditas. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di
atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heterokeditas.

BAB III
CONTOH SOAL
Seandainya kita memiliki variabel dependen (Y) tingkat inflasi di Amerika Serikat,
dengan variabel independen yang diamati adalah kurs Yen terhadap US$ (X1), kurs
Rupiah terhadap US$ (X2), dan kurs US$ terhadap Poundsterling (X3), maka kita akan
memilki model sebagai berikut:

Penyelesaian :
H 0 : 0 =1 =2 = k =0( X 1 , X 2 , , X k tidak mempengaruhiY )
H 1 : Minimal ada satu parameter koefisien regresi yang tidak sama dengan nol
atau mempengaruhi Y
Dengan taraf nyata 5%
Kita akan mengolah data tersebut menggunakan Aplikasi Minitab. Dengan langkahlangkah sebagai berikut :
1. Masukan data (y, x1,x2,x3) ke dalam minitab

2. Klik Stat, Regression, Regression, kemudian masukkan variabel dependen


atau Y ke Response dan variabel independen atau x1, x2, x3 ke
predictors.

3. Klik tombol Graphs kemudian centang Regular pada Residuals for plots
dan pada Residual Plots centang Histogram of residuals, Normal plot of
residuals, Residual versus fits dan klik OK.

4. Klik tombol options kemudian centang Fit Intercept, Variance inflating


factors, Durbin-Watson statistic dan klik OK.

5. Klik Storage kemudian centang Residuals, Coefficients, Fits dan klik


OK.

Klik OK dan lihat output

Sedikit review bahwa regresi linear berganda memiliki syarat yang harus terpenuhi
yaitu asumsi klasik. Asumsi klasik tersebut antara lain: normalitas regresi linear
berganda, heteroskedastisitas, multicollinearitas dan autokorelasi.

Normalitas Residual
Lihat di bawah ini adalah histogram residual. Mengapa residual yang dibuatkan histogram?
jawabannya adalah karena asumsi normalitas pada regresi linear berganda adalah variabel
residual harus berdistribusi normal.
Apakah residual itu? jawabannya adalah perbedaan antara variabel dependen atau Y dengan Y
prediksi. Yang dimaksud dengan Y prediksi adalah nilai Y berdasarkan hasil persamaan regresi.
Dalam output minitab ini juga dapat dilihat nilai Y prediksi dalam worksheet di mana ada
variabel baru yang bernama Fits1.

Residual dinyatakan berdistribusi normal apabila histogram menyerupai bel menghadap ke atas.
Apabila ingin mendapatkan hasil meyakinkan dapat melakukan uji normalitas pada variabel
residual.
1. Pada Menu, Klik Stat, Basic Statistics, Normality Test, Kemudian masukkan masukkan
variabel ke dalam kotak Variable, pilih jenis uji dengan cara centang Anderson-Darling,
atau Ryan-Joiner, atau Kolmogorov Smirnov. Tapi kali ini kita menggunakan jenis uji
Kolmogorov Smirnov

Kemudian klik OK
2. Output adalah sebagai berikut

Uji Kolmogorov-Smirnov:
KS: 0,227 dengan P-Value > 0,147 di mana lebih dari 0,05, maka variabel dinyatakan
berdistribusi normal.
Cara lain adalah dengan menggunakan diagram Normal Probability Plot seperti di bawah ini

Heteroskedastisitas
Gejala heteroskedastisitas dapat ditentukan dengan diagram scatter antara variabel Y prediksi
(Fits) dengan variabel residual.

Dapat disimpulkan tidak ada gejala heteroskedastisitas apabila plot menyebar merata di atas dan
di bawah sumbu 0 tanpa membentuk sebuah pola tertentu. Diagram di atas dapat menyimpulkan
bahwa tidak terdapat gejala heteroskedastisitas.
Output 1 Sessions Minitab

Output 2 Sessions Minitab

Multikolinearitas
Untuk mendeteksi adanya gejala multikolinearitas dapat dilihat nilai VIF pada gambar output di
atas. Dikatakan tidak ada gejala multikolinearitas apabila VIF < 6,5. Di atas VIF 3,474, 3,569
dan 1,249 dimana kurang dari 6,5 maka tidak ada gejala multikolinearitas.
Setelah asumsi klasik di atas semua terpenuhi, maka kita mulai masuk pada
kesimpulan inti dari uji regresi linear berganda

Uji F Regresi
Untuk menentukan apakah secara serentak semua variabel independen mempunyai pengaruh
yang bermakna terhadap variabel dependen dapat dilihat dari nilai uji F. Disimpulkan ada
pengaruh apabila nilai P value kurang dari batas kritis penelitian atau alpha. Misalnya pada uji

ini, lihat output session 2, nilai P Regression pada Analysis of Variance sebesar 0,600 di mana >
0,05 maka disimpulkan bahwa secara simultan variabel independen tidak mempunyai pengaruh
bermakna terhadap variabel dependen. Berdasarkan kriteria
H 0 diterima bila P >
H 0 ditolak bila P <
Maka kesimpulannya adalah terima H0 karena P > yaitu 0,600>0,05. Yang berarti X1, X2, X3
tidak mempengaruhi Y atau kurs Yen terhadap US$ (X1), kurs Rupiah terhadap US$ (X2), dan
kurs US$ terhadap Poundsterling (X3) tidak mempengaruhi tingkat inflasi di Amerika Serikat.

T Parsial
T parsial digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen yang di dalam model regresi
mempunyai pengaruh secara individu terhadap variabel dependen dengan memperhatikan
keberadaan variabel lain di dalam model. Nilai t parsial dapat dilihat melalui nilai t pada output
session 1 di atas. Dinyatakan ada pengaruh parsial apabila nilai p value (P) kurang dari batas
kritis penelitian atau alpha.

BAB IV
KESIMPULAN

Analisis regresi linier berganda didefinisikan adalah analisis regresi yang variabel tak bebas Y
ditentukan oleh sekurang-kurangnya dua variabel bebas X dan setiap variabel X maupun variabel
Y hanya berpangkat satu (linier).
Tiga asumsi dasar yang tidak boleh dilanggar oleh regresi linier berganda yaitu :
1. Mengikuti sebaran normal
2. Tidak boleh ada multikolinieritas
3. Tidak boleh ada heterokeditas.
Ketika ketiga asumsi tersebut telah terpenuhi, maka kita dapat melakukan uji regresi atau uji F.
Pada tugas kali ini kita melakukan uji regresi menggunakan program computer Minitab dengan
penjelasan yang telah dibahas pada BAB isi dan BAB contoh soal.

DAFTAR PUSTAKA

http://duwiconsultant.blogspot.com/2011/11/analisis-regresi-linier-berganda.html
http://eprints.undip.ac.id/6361/1/ANALISIS_REGRESI_LINEAR_BERGANDA.pdf
https://dawaisimfoni.wordpress.com/karya-tulis-ilmiah-2/metodologi-penelitian/analisis-regresi2/
http://www.statistikian.com/2013/08/regresi-linear-berganda-dengan-minitab.html
http://www.statistikian.com/2013/08/interprestasi-regresi-linear-berganda.html