Anda di halaman 1dari 2

PROTAP

NO DOKUMEN

: PT-BPU-40

TANGGAL TERBIT : 3-9-2012

TONSILITIS
PUSKESMAS BERBAH

NO REVISI

: 00

HALAMAN

: 1/2

Dibuat Oleh

Disetujui Oleh
Management Representative

Disahkan Oleh
Kepala Puskesmas Berbah

dr. Gita Hening Bunga


NIP.19801010 200501 2 023

Dr. Hery Tri Susanto


NIP. 19851107 201101 1 002

Drg. Dwi Prastowo Susanto


NIP. 19630326 200003 1002

RUANG LINGKUP

Protap ini mencakup diagnosis dan tata laksana tonsilitis

TUJUAN

Memberikan tata laksana yang tepat pada pasien tonsilitis .

KEBIJAKAN

Protap berlaku untuk semua pasien tonsilitis

PETUGAS

Dokter

PERALATAN

PROSEDUR

Tensimeter, Stetoskop, Termometer, Spatula, Senter

TONSILITIS AKUT

1. Etiologi
Kuman Streptococcus beta hemolyticus, Streptococcus viridans, dan
Streptococcus pyogenes adalah penyebab terbanyak. Dapat juga
disebabkab oleh virus.

2. Gejala Klinis
Demam, sakit menelan, nyeri tenggorok, lesu, nyeri sendi, anoreksia dan
otalgia.

3. Pemeriksaan
Tonsil membengkak, hiperemis, terdapat detritus berbentuk folikel, lakuna ,
atau tertutup oleh membran semu. Kelenjar submandibula membengkak
dan nyeri tekan.

4. Penatalaksanaan:
4.1.
Istirahat cukup,

banyak minum, obat kumur yang mengandung

desinfektan.
4.2.

Antipiretika Parasetamol

4.3.

Antibiotik golongan penisilin


Amoksisilin dewasa 3 x 500 mg. Anak 20 40 mg/kgBB/hari dibagi
dalam 3 dosis selama 5 10 hari.
Bila alergi terhadap penisilin dapat diberikan
Eritromisin dewasa 4 x 500 mg. Anak 30 50 mg/kgBB/hari dibagi
dalam 4 dosis selama 5-10 hari.

.
PROSEDUR
Dilarang mengubah dan atau menggandakan dokumen ini tanpa persetujuan Management Representative dan Kepala
Puskesmas Berbah

PROTAP

NO DOKUMEN

: PT-BPU-40

TANGGAL TERBIT : 3-9-2012

TONSILITIS
PUSKESMAS BERBAH

NO REVISI

: 00

HALAMAN

: 2/2

TONSILITIS KRONIS
1. Etiologi
Kuman penyebab sama dengan tonsilitis akut.
2. Faktor predisposisi
Rangsangan kronik (rokok,makanan ), pengaruh cuaca, kelelahan
fisik, pengobatan radang akut yang tidak adekuat, dan higiene mulut
yang buruk.
3. Gejala klinis
Pasien mengeluh ada yang mengganjal di tenggorokan, terasa kering, dan
pernapasan berbau.
4. Pemeriksaan
Tonsil membesar dengan permukaan tidak rata, kriptus membesar dan
terisi detritus.
5. Penatalaksanaan
Terapi lokal ditujukanpada higiene mulut dengan berkumur atau obat isap.
Tonsilektomi dilakukan bila terjadi infeksi yang berulang atau kronik, gejala
sumbatan serta kecurigaan neoplasama ( rujuk rs )

1. Buku Ajar Ilmi Penyakit THT, Edisi Keenam, hal 221-224, FKUI, 2009
REFERENSI

2. Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas, hal 230-232, DEPKES RI,


2007
3. Pedoman diagnosis Dan Terapi Penyakit THT RSUD Dokter Soetomo,
hal 49-54, FK UNAIR,1994

Dilarang mengubah dan atau menggandakan dokumen ini tanpa persetujuan Management Representative dan Kepala
Puskesmas Berbah