Anda di halaman 1dari 2

IV

SIMETRIKAL KOMPONEN : REVIEW

4.1. Perkenalan dan Latar Belakang


Metode dari simetrikal komponene memberikan teknologi praktik untuk memahami
dan menganalisa cara kerja sistem saat kondisi beban tidak seimbang, seperti
gangguan phasa tanah, open phasa, impedansi tidak seimbang dan sebagainya.
Selain itu, banyak relay yang bekerja berdasarkan simetrikal komponen.
Dalam arti, simetrikal komponen dapat disebut sebagai Bahasa teknisi atau teknisi
relay. Nilainya baik dalam hal berfikir ataupun mem visualisasikan
ketidakseimbangan beban, dan hal ini berarti analisa yang detail dari parameter
sistem tenaga. Dalam hal ini, seperti mempelajari Bahasa, hal ini membutuhkan
pengalaman dan latihan untuk setiap akses dan aplikasi. Gangguan dan
ketidakseimbangan beban jarang terjadi dan banyak diantaranya tidak memerlukan
analisa mendetail, sehingga susah untuk mempelajari simetrikal komponen. Hal ini
ditingkatkan dengan adanya perhitungan gangguan dengan computer. Hal ini
memberikan akses data yang luas, seringkali dengan sedikit pemahaman dari latar
belakang maupun metode yang digunakan. Karena itu, review ini dimaksudkan
untuk memberi pemahaman tentang landasan, sirkuit dasar dan perhitungannya,
dan diarahkan kepada pemahaman dan visualisasi yang jelas.
Metode simetrikal komponene ditemukan oleh Charles L. Fortescue, yang
menginvestigasi secara matematika kerjadari motor induksi ketika terjadi
ketidakseimbangan, akhir tahun 1913. Dalam 34th Annual Convention of the AIEE,
28 Juni 1918 di Kota Atlantik, Charles mempersembahkan tulisan setebal 89 lembar
yang berjudul Method of Symmetrical Co-ordinates Applied to the Solution of
Polyphase Networks. 6 peserta diskusi, termasuk Charles Proteus Steinmetz
menambahkan 25 halaman. Aplikasi praktis untuk analisa gangguan sistem
dikembangkan oleh C.F. Wagner dan R.D. Evans pada akhir 1902 dan awal 1930
dengan W.A. Lewis menambahkan penyederhanaan variable pada tahun 1933. Tabel
kesalahan dan koneksi ketidakseimbangan ditambahkan oleh E.L, Harder pada
tahun 1937. Di waktu yang sama, Edith Clarke juga mengembangkan catatan dan
perkuliahan pada bidang ini, namun tidak diberitakan secara resmi hinga 1943.
Hanya komponen simetrikal untuk sistem tiga phasa yang akan di bahas pada bab
ini. Untuk sistem ini terdapat 3 set komponen berbeda, yaitu positif, negative dan
nol untuk masing masing arus dan tegangan. Selama diskusi, jumlah urutan selalu
line-to-ground atau line-to-netral yang sesuai dengan situasi. Hal ini tidak berlaku
utnuk tegangan, dimana dalam sistem tenaga line-to-line yang umumnya
terindikasi, pada komponen simetrikal mereka selalu dalam line-to-netral(atau
dapat berupa line-to-ground)
4.2. Komponen Positive Sequence
Komponen positive sequence terdiri dari tiga phasa arus dan tegangan line-to-netral
yang seimbang dan disupply oleh generator sistem. Jadi, positive sequence selalu
sama besarnya dan besarnya dan beda sudut antar phasa adalah 120. Figure 4.1

memperlihatkan komponen positive sequence dari arus,deengan phasa sequence


dari sistem tenaga a, b, c. Set untuk tegangan mirip, kecuali untuk line-to-netral
dari tegangan 3 phasa, dengan magnitude yang sama dan dengan jarak 120 antar
phasa. Phasor ini berputar berlawanana arah jarum jam dengan frekuensi sistem.
Untuk memastikan perpindahan sudut, cara tersimpel adalah dengan menggunakan
unit phasot dengan perpindahan sudut 120. Sudut ini disebut dengan a, sehingga :
Sehingga, komponen positive sequence dapat dibuat seperti ini :
Yang penting yang harus ditegaskan adalah komponen ini, baik arus maupun
tegangan selalu seperti definisi. Phasor ini tidak dapat berdiri sendiri maupun
berdua, namun bertiga
4.3.

lala