Anda di halaman 1dari 2

Flakes pisang dengan penambahan labu kuning

I.1. Latar Belakang
Flakes atau sereal merupakan makanan sarapan yang banyak digemari masyarakat, karena
flakes mudah untuk digunakan. Flakes umumnya dibuat dari bahan baku yang berasal dari
golongan serealia dan umbi-umbian, seperti tepung terigu dan tapioka yang merupakan
sumber karbohidrat dengan gula, garam dan air (Marsetio, 2006). Flakes merupakan makanan
sereal siap santap yang umumnya dikonsumsi dengan susu. Awalnya, flakes dibuat dari biji
jagung utuh yang dikenal dengan nama corn flakes. Namun, pada saat ini telah
dikembangkan inovasi dalam pengolahan flakes. Flakes merupakan salah satu bentuk dari
produk pangan yang menggunakan bahan pangan serealia seperti beras, gandum atau jagung
dan umbi-umbian. Flakes digolongkan kedalam jenis makanan sereal siap santap yang telah
dan direkayasa menurut jenis dan bentuknya dan merupakan makanan siap saji yang praktis
(Anggara dkk, 2011).
Inovasi dalam pengolahan flakes dilakukan untuk meningkatkan nilai nutrisi. Beberapa
penelitian dalam pembuatan flakes telah dilakukan seperti dalam penelitian Dina Rahayuning
(2004) yang menentukkan formulasi Flakes berbahan baku tepung ubi jalar, kecambah
kedele, wheat germ sebagai produk sarapan fungsional untuk anak-anak, juga penelitian dari
Suarni (2009) yang membuat makanan ringan (flakes) berbasis jagung dan kacang hijau
sebagai sumber protein untuk perbaikan gizi anak usia tumbuh. Produk makanan sarapan siap
santap merupakan salah satu produk pangan yang sangat digemari oleh masyarakat. Makanan
sarapan dapat dibuat dari umbi-umbian sebagai sumber karbohidrat, dicampur kacangkacangan sebagai sumber protein, atau bisa juga dicampur dengan buah sebagai sumber serat
dan vitamin.
Pemanfaatan buah pisang. (Musa paradisiaca), selama ini belum optimal masih terbatas
sebagai buah konsumsi segar dan olahan tradisional. Pisang mentah tua, berpotensial sebagai
sumber karbohidrat pati, dan berpeluang untuk dikembangkan terutama sebagai bahan
pembuatan tepung dan produk olahannya. Salah satu alternatif bentuk pengolahan pangan
yang dapat meningkatkan penerimaan dan keawetan pisang dan praktis penyajian, yaitu
dengan diolah menjadi flakes pisang.Pisang merupakan salah satu tanaman buah yang
mempunyai prospek yang cukup cerah, dimana setiap orang gemar mengkonsumsi buah
pisang. Pisang adalah buah yang sangat bergizi yang merupakan sumber vitamin, mineral dan
juga karbohidrat. Pisang dapat dijadikan buah meja, sale pisang, pure pisang dan tepung
pisang. Pisang merupakan bahan pangan yang memiliki karbohidrat dan serat yang tinggi
sehingga baik untuk dikonsumsi saat sarapan pagi.
Labu kuning (Cucurbita maschata) merupakan salah satu komoditas pertanian yang kaya
akan pro vitamin A, 180 SI dan beberapa, kalsium, fosfor, besi selain karbohidrat dan protein
(Hendrasty, 2003). Labu kuning merupakan sumber gizi yang potensial untuk dikembangkan
sebagai bahan alternatif pangan.
I.2. Tujuan Penelitian
Penelitian ini yaitu:
1. Menentukan formulasi tepung pisang dan labu kuning yang optimal terhadap tekstur
flakes pisang

Tinjauan Pustaka a. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi inovasi sereal sarapan atau flakes yang tidak hanya memiliki kadar karbohidrat yang tinggi tetapi juga memiliki serat dan vitamin A yang baik. .3. Tepung pisang b.I.