Anda di halaman 1dari 3

TEORIONLINE PERSONAL PAPER

No. 02/Feb-2014

Kepemimpinan Karismatik
Hendryadi
www.teorionline.net
Phone : 021 9229 0445 / 0856 9752 3260
Email : hendry.basrah@gmail.com

Abstract
Individu seperti John F. Kennedy, Winston Churchill, Warrant Buffet, dan Soekarno
memiliki daya tarik tersendiri sehingga mereka mampu melakukan sesuatu yang berbeda
terhadap pengikutnya. Pemimpin seperti ini biasanya disebut sebagai pemimpin karismatik.
Max Weber menyebutkan bahwa beberapa pemimpin memiliki anugerah berupa kualitas
yang luas biasa atau karisma yang membuat mereka mampu memotivasi pengikutnya untuk
mencapai kinerja yang luar biasa.
Di Indonesia, tokoh Soekarno merupakah salah satu contoh pemimpin karismatik
yang sulit ditemui lagi di masa sekarang. Kemampuan Soekarno menggerakkan,
mempengaruhi, dan berdiplomasi telah menyatukan berbagai suku, agama, golongan
menjadi satu kesatuan yang bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia. Artikel ini tidak
akan membahas secara spesifik mengenai Soekarno, tapi lebih menguraikan secara umum
mengenai pemimpin karismatik.
Definisi Pemimpin Karismatik
Karisma berasal dari bahasa Yunani yang berarti anugrah. Kekuatan yang tidak bisa
dijelaskan secara logika disebut kekuatan karismatik. Karisma dianggap sebagai kombinasi
dari pesona dan daya tarik pribadi yang berkontribusi terhadap kemampuan luar biasa
untuk membuat orang lain mendukung visi dan juga mempromosikannya dengan
bersemangat (Truskie, 2002).
Pemimpin karismatik adalah pemimpin yang mewujudkan atmosfir motivasi atas
dasar komitmen dan identitas emosional pada visi, filosofi, dan gaya mereka dalam diri
bawahannya (Ivancevich, dkk, 2007:209).
Pemimpin karismatik mampu memainkan peran penting dalam menciptakan perubahan.
Individu yang menyandang kualitas-kualitas pahlawan memiliki karisma. Sebagian yang lain
memandang pemimpin karismatik adalah pahlawan.
House (1977) mengusulkan sebuah teori untuk menjelaskan kepemimpinan
karismatik dalam hal sekumpulan usulan yang dapat diuji melibatkan proses yang dapat
diamati. Teori itu mengenai bagaimana para pemimpin karismatik berperilaku, ciri, dan
keterampilan mereka, dan kondisi dimana mereka paling mungkin muncul. Sebuah
keterbatasan teori awal adalah ambiguitas tentang proses pengaruh. Shamir, dkk (1993)
telah merevisi dan memperluas teori itu dengan menggabungkan perkembangan abru dalam
pemikiran tenyang motivasi manusia dan gambaran yang lebih rinci tentang pengaruh
pemimpin terhadap pengikut (dalam Yukl, 2005:294).
Indikator Karisma
Bukti dari kepemimpinan karisma diberikan oleh hubungan pemimpin-pengikut.
Seperti dalam teori awal oleh House (1977), seorang pemimpin yang memiliki karisma
1

TEORIONLINE PERSONAL PAPER


No. 02/Feb-2014

memiliki pengaruh yang dalam dan tidak biasa pada pengikut. Para pengikut merasa mereka
bahwa keyakinan pemimpin adalah benar, mereka bersedia mematuhi pemimpin, mereka
merasakan kasih saying terhadap pemimpin, secara emosional mereka terlibat dalam misi
kelompok atau organisasi, mereka memiliki sasaran kinerja yang tinggi, dan mereka yakin
bahwa mereka dapat berkontribusi terhadap keberhasilan dari misi itu (Yukl, 2005).
Ciri dan Perilaku
Ciri dan perilaku merupakan penentu penting dari kepemimpinan karismatik. Para
pemimpin karismatik akan lebih besar kemungkinannya memiliki kebutuhan yang kuat akan
kekuasaan, keyakinan diri yang tinnggi dan pendirian yang kuat dalam keyakinan dan
idealism mereka sendiri. Perilaku kepemimpinan dan perilaku dari pengikut antara lain
(Yukl, 2005:294):
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Menyampaikan sebuah visi yang menarik


Menggunakan bentuk komunikasi yang kuat dan ekspresif saat mencapai visi itu
Mengambil resiko pribadi dan membuat pengorbanan diri untuk mencapai visi itu
Menyampaikan harapan yangt tinggi
Memperlihatkan keyakian akan pengikut
Pembuatan model peran dari perilaku yang konsisten dari visi tersebut
Mengelola kesan pengikut akan pemimpin
Membangun identifikasi dengan kelompok atau organisasi
Memberikan kewenangan kepada pengikut.

Tipe Pemimpin Karismatik


Pemimpin karismatik dikelompokkan menjadi dua tipe yaitu karismatik visioner dan
karismatik di masa krisis (Ivancevich, 2007:211). Pemimpin karismatik visioner
mengekpresikan visi bersama mengenai masa depan. Melalui kemampuan komunikasi,
pemimpin karismatik visioner mengaitkan kebutuhan dan target dari pengikutnya dengan
targaet atau tugas dari organisasi. Mengaitkan para pengikut dengan target dari pengikut
dengan visi, misi, dan tujuan organisasi akan lebih mudah jika mereka merasa tidak puas
atau tidak tertantang dengan keadaan pada saat ini. Pemimpin karismatik visioner memiliki
kemampuan untuk melihat sebuah gambar besar dan peluang yang ada para gambar besar
tersebut (Barbara Mackoff dan Wenet, 2001).
Sementa tipe pemimpin karismatik di masa krisis akan menunjukkan pengaruhnya
ketika system harus menghadapi situasi dimana pengetahuan, informasi, dan prosedur yang
ada tidak mencukupi (Ian I. Mirtoff, 2004). Pemimpin jenis ini mengkomunikasikan dengan
jelas tindakan apa yang harus dilakukan dan apa konsekuensi yang dihadapi.
Referensi :
Ivancevich, dkk. 2007. Perilaku dan Manajemen Organisasi. Jakarta : Erlangga.
Yukl. 2005. Kepemimpinan dalam Organisasi. Jakarta : Index

TEORIONLINE PERSONAL PAPER


No. 02/Feb-2014

Rekomenasi Paper :
David A. Waldman and Francis J. Yammarino. 1999. CEO Charismatic Leadership: Levels-ofManagement and Levels-of-Analysis Effects. The Academy of Management Review, Vol. 24,
No. 2 (Apr., 1999), pp. 266-285.
Jay A. Conger and Rabindra N. Kanungo. 1987. Toward a Behavioral Theory of Charismatic
Leadership in Organizational Settings. The Academy of Management Review, Vol. 12, No. 4
(Oct., 1987), pp. 637-647
Jay A. Conger, Rabindra N. Kanungo and Sanjay T. Menon. 2000. Charismatic Leadership and
Follower Effects. Journal of Organizational Behavior, Vol. 21, No. 7 (Nov., 2000), pp. 747-767.
Richard J. Bord. 1975. Toward a Social-Psychological Theory of Charismatic Social Influence
Processes. Social Forces, Vol. 53, No. 3 (Mar., 1975), pp. 485-497