Anda di halaman 1dari 18

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas
segala rahmat-Nya sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa
saya juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari berbagai pihak yang
telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun
pikirannya.
Dan harapan saya semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk
maupun

menambah

isi

makalah

agar

menjadi

lebih

baik

lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman saya, maka saya


yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu saya sangat
mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan
makalah ini.

Kupang,

Penulis

Oktober 2016

DAFTAR ISI
Kata Pengantar.................................................................................................................
Daftar Isi..........................................................................................................................
Bab I Pendahuluan........................................................................................................
A.
B.
C.
Bab II Pembahasan........................................................................................................
A.
B.
C.
Bab
III
Penutup..............................................................................................................
A.
B.
Daftar Pustaka...............................................................................................................

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Fisika adalah ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan penemun dan pemahaman
mendasar hukum-hukum yang menggerakkan materi, energi, ruang dan waktu. Fisika
mencakup konstituensi elementer alam semesta dan interaksi-interaksi fundamental di
dalamnya, sebagaimana analisa sistem-sistem yang paling dapat dimengerti dalam artian
prinsip-prinsip fundamental ini.
Fisika adalah ilmu penegetahuan yang mempelajari benda-benda alam, gejala-gejala,
kejadian-kejadian di alam serta interaksi dari bena-benda di alam tersebut yang berhubungan
dengan materi dan energi brasarkan hukum-hukum yang mengatur didalamnya yang
berdasarkan hasil pengamatan atau penelitian.
Telah diketahui bahwa setiap benda baik benda padat, cair dan gas memiliki materimateri atau partikel-partikel penyusun didalamnya dan kita mengakui ada materi yang sangat
kecil dan tidak dapat di lihat oleh mata. Partikel-partikel yang sangat kecil itu di temukan
oleh Democritus (460-370 SM) yang disebut Atom. Arti kata atom sendiri adalah tidak dapat
dibagi. Jadi, atom adalah partikel (bagian) terkecil suatu materi yang masih mempunyai sifat
sama dengan materi itu.
Adapun dua atau lebih atom dapat bergabung membentuk suatu molekul. Molekul itu
sendiri merupakan partikel yang berupa gabungan atom-atom sejenis atau berlainan.
Misalnya satu atom oksigen bergabung dengan satu atom oksigen membnetuk satu molekul
unsur oksigen. Selain itu, satu atom oksigen dapat bergabung dengan dua atom hidrogen
membentuk satu molekul senyawa air. Gabungan atom-atom sejenis membentuk molekul
unsur. Adapun gabungan atom-atom berlainanmembentuk molekul senyawa.
Beberapa penelitian mengenai partikel terus berkembang. Salah satunya teori atom.
Menurut teori atom, atom seula dianggap terdiri atas tiga macam partikel. Ketiga macam
partikel penyusun atom masing-masing dinamakan proton, neutron, dan elektron. Proton dan
neutron terletak di pusat atom, sedangkan elektron selalu bergerang mengelilingi proton dan
neutron dengan lintasan tertentu. Massa proton dan neutron jauh lebih besar dari pada massa
elektron. Oleh karena itu, proton dan neutron merupakan pusat atom. Hal itulah yang
menyebabkan , proton dan neutron disebut dengan inti atom. Inti atom mempunyai gaya tarik
menarik. Gaya inilah yang menyebabkan elektron dapat bergerak mengelilingi inti pada
lintasannya.

Kekuatan ikatan elektron pada atomnya berbeda untuk bahan yang berbeda. Karena
satu dan lain hal, elektron dapat lepas dan berpindah ke atom lain. Hal ini mengakibatkan
perubahan sifat atom. Atom dibedakan menjadi atom netral, atom bermuatan pisitif dan atom
bermuatan negatif.
1.
2.

Atom netral adalah atom yang mempunyai jumlah proton sama dengan elektron.
Atom bermuatan positif adalah atom netral yang meepaskan elektron (kekurangan

3.

elektron).
Atom bermuatan negatif adalah atom netral yang menangkap elektron (kelebihan
elektron).

Berdasarkan pembagian atom yang ada diatas, kiata dapat menyatakan bahwa elektron
bermuatan negatif sedangkan inti atom bermuatn positif. Sebuah benda dikatakan bermuatan
positif jika kekurang electron dan bermuatan negative jika kelebihan electron. Muatan benda
inilah yang dikatakan listrik statis.
Benda yang bermuatan listrik statis dapat menarik atau menolak benda bermuatan listrik
lainnya. Benda netral dapat dibuat dengan cara digosokkan. Perlu diperhatikan, dalam hal ini
kita menciptakan muatan listrik. Kita hanya memisahkan electron dari ikatannya.
Ketika batang kaca digosokkan dengan kain sutraterjadi perpindahan electron dari batang
kacake kain sutra. Hal itu terjadikarena gaya tarik menarik inti atom kain terhadap electron
yang lebih kuat daripada gaya tarik menarik inti atom kaca. Tentu saja batang kaca akan
makin banyak kekurangan electron jika penggosokan dilakukan lebih lama. Artinya, muatan
listrikbatang kaca menjadi lebih besar. Itulah sebabnya, gaya tarik batang kaca menjadi lebih
besar dari sebelumnya.
Masih ingatkah anda pengertian gaya gravitasi bumi ketika masih belajar di SD dulu ?
Gaya gravitasi itu terjadi karena suatu massa benda tarik menarik oleh massa bumi. Hal yang
sama juga dapat terjadi pada dua benda yang bermuatan listrik. Untuk memahami interaksi
dua benda bermuatan dapat menggunakan batang kaca dan penggaris yang sudah bermuatan.
Akibat inilah makanya coulomb mengeluarkan hukumnya yang berbunyi Besar gaya tarik
menarik atau tolak menolak anatara dua muatan listrik sebanding dengan muatan-muatannya
dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara keduanya.
Didalam matematika dituliskan : F=k. Q1.Q2/r^2
Dengan :

Q1,Q2 = muatan listrik (C)

k = tetapan coulomb ( 9 x 109 Nm/C2 )


F = gaya Coulomb ( N )
r = jarak pisah kedua muatan ( m )

B. Rumusan Masalah
1. Sejarah di temukannya hukum coulumb
2. Aplikasinya pada kehidupan sehari-hari
3. Aplikasinya pada Fisika
4. Aplikasinya pada Gologi dan Prtambngan
C. Tujuan Makalah
1. Untuk mengetahui sejarah ditemukannya hukum coulumb
2. Untuk mengetahui aplikasi hukum coulumb di kehidupan sehari-hari
3. Untuk mengetahui aplikasi hukum coulumb pada Fsiska
4. Untuk mengetahui aplikasi hukum coulumb pada Gologi dan Prtambngan

BAB II
PEMBAHASAN

A. Sejarah Hukum Coulumb

Penemuan Hukum Coulomb pertama kali ditemukan oleh Charles Augustin de


Coulomb (1736-1806). Ia berhasil menemukan hubungan antara besar gaya listrik dari dua
muatan listrik, besar muatan listrik, dan jarak antara dua muatan listrik dengan menggunakan
neraca puntir. Apabila bola kecil diberi muatan listrik sejenis, maka kedua bola tolakmenolak. Besarnya gaya tolak-menolak sebanding dengan besar sudut puntiran kawat kecil
yang dapat dibaca pada skala.

Percobaan Coulomb menunjukkan bahwa gaya listrik antara dua benda bermuatan
sebanding dengan muatan masing-masing benda dan berbanding terbalik dengan kuadrat
jarak dua benda tersebut. Pernyataan di atas dikenal sebagai hukum Coulomb. Berdasarkan
hukum Coulomb, gaya listrik pada dua benda makin besar bila muatan listrik keduanya
makin besar atau jarak keduanya makin kecil. Sebaliknya, gaya listrik pada dua benda makin
kecil bila muatan listriknya makin kecil atau jarak keduanya makin besar.
Bila dua benda yang muatannya tertentu didekatkan sehingga jarak keduanya menjadi
setengah kali jaraknya semula, maka gaya listrik menjadi empat kali gaya semula. Sebaliknya
bila dua muatan tersebut dijauhkan sehingga jarak keduanya menjadi dua kali jarak semula,
maka gaya listrik menjadi seperempat kali gaya listrik semula.

Gaya Coulomb juga berlaku pada partikel-partikel bermuatan listrik. Besarnya gaya listrik
yang bekerja antara dua partikel bermuatan dapat dinyatakan dengan persamaan berikut:
F = k.q1.q2/r2
dengan; k = konstanta = 9 x 109 N m2C-2, q1, q2 = muatan listrik (Coulomb, C), dan r =
jarak pisah antara muatan q1 dan q2 (m).
B. Aplikasi hukum Coloumb pada kehidupan sehari-hari
Aplikasi hukum Coloumb pada kehidupan sehari-hari adalah listrik statis. Listrik
statis adal;ah listrik yang dihasilkan dari beberapa benda yang digosokan. Contoh listrik statis
pada kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikuit.
1. Penggaris Bermusatan Listrik

Kalian telah mengetahui bahwa apabila penggaris atau mistar plastic digosokgosokkan pada rambut yang kering, kemudian didekatkan pada sobekan kertas
kecil, maka sobekan kertas kecil tersebut akan tertarik dan menempel pada penggaris.
Mengapa hal itu dapat terjadi? Karena penggaris plastik yang digosok-gosokkan pada
rambut, menjadi bermuatan listrik. Muatan listrik itulah yang menyebabkan sobekan
kertas kecil dapat tertarik ke penggaris. Perhatikan gambar di samping! Tentu dalam
benak kalian timbul pertanyaan, Bagaimana muatan listrik tersebut dapat berada pada
penggaris? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, pahamilah terlebih dahulu
penjelasan berikut ini. Semua zat yang ada di alam ini tersusun dari atom yang sangat
kecil. Atom tersebut terdiri atas partikel-partikel yang bermuatan positif, negatif, dan
netral. Muatan positif disebut proton, muatan negatif disebut elektron dan muatan
netral disebut neutron.

Apakah harus rambut kering? Bagaimana kalau tidak kering, berminyak misalnya?

Inti atom atau disebut nukleus terdiri atas proton dan neutron yang dikelilingi
oleh elektron yang bergerak terus-menerus. Elektron pada atom dapat keluar atau
masuk ke dalam susunan atom. Jika elektron keluar dari susunan atom, maka jumlah
proton dalam atom lebih banyak dari jumlah elektron, sehingga atom menjadi
bermuatan positif. Sedangkan apabila elektron masuk pada susunan atom, maka
jumlah proton dalam atom lebih sedikit dari jumlah elektron, sehingga atom menjadi
bermuatan negatif. Atom akan bersifat netral (tidak bermuatan) bila jumlah proton
dalam inti atom sama dengan jumlah electron yang mengitari inti atom tersebut.
Setelah memahami penjelasan di atas, pertanyaan tadi dapat dijawab dengan
penjelasan berikut. Penggaris plastik yang digosokkan pada rambut menjadi
bermuatan listrik karena elektron dari rambut berpindah ke penggaris plastik,
sehingga penggaris plastik kelebihan elektron. Akhirnya penggaris plastik tersebut
menjadi bermuatan negatif.
Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa sebuah benda netral
dapat bermuatan listrik statis dengan jalan digosokkan. Contoh lainnya, yaitu ketika
batang plastik digosok dengan kain wol, elektron-elektron dari kain wol berpindah ke
batang plastik, sehingga batang plastik kelebihan elektron. Dengan demikian, batang
plastik menjadi bermuatan negatif. Sebaliknya, ketika batang kaca digosok dengan
kain sutera, maka elektronelektron dari batang kaca berpindah ke kain sutera,
sehingga batang kaca kekurangan elektron. Dengan demikian, batang kaca menjadi
bermuatan positif.

Deret benda yang menunjukkan bahwa benda akan memperoleh muatan


negatif bila digosok dengan sembarang benda di atasnya, dan akan memperoleh
muatan positif bila digosok dengan benda di bawahnya.dinamakan deret tribolistrik.
Deret

Tribolistrik

1. Bulu kelinci, 2. Gelas, 3. Mika, 4. Wol, 5. Bulu kucing, 6. Sutra, 7. Kapas, 8. Kayu,
9. Batu Ambar, 10. Damar, 11. Logam(Cu,Ni,Ag), 12. Belerang, 13. Logam(Pt,Au),
14. Seluloid
Apakah sobekan kertas yang tertarik oleh penggaris plastic tersebut
sebelumnya digosok dulu sehingga bermuatan? Jika tidak, dari mana muatan pada
kertas sehingga dapat tertarik oleh penggaris plastic?
Sobekan kertas tidak perlu di gosokkan, yang di gosok-gosokkan ke rambut
adalah penggaris plastic. penggaris yang digosok-gosokkan ke rambut menjadi
bermuatan listrik. Muatan listrik itulah yang menyebabkan sobekan kertas kecil dapat
tertarik ke penggaris. Penggaris plastik yang digosokkan pada rambut menjadi
bermuatan listrik karena elektron dari rambut berpindah ke penggaris plastik,
sehingga penggaris plastik kelebihan elektron. Akhirnya penggaris plastik tersebut
menjadi bermuatan negatif dan bersifat menarik benda-benda kecil dan ringan
termasuk potongan-potongan kertas kecil,sesaat kemudian potongan-potongan kertas
kecil lepas kembali karena muatan penggaris tersebut dinetralkan kembali oleh
molekul-molekul air di udara yang bersifat polar, yakni muatan negatif penggaris
pergi menuju muatan positif molekul-molekul air di udara. Berdasarkan penjelasan di
atas dapat disimpulkan bahwa sebuah benda netral dapat bermuatan listrik statis
dengan jalan digosokkan

2. Terjadinya Petir

Timbulnya petir akibat loncatan muatan listrik statis di ionosfir. Loncatan


muatan listrik terjadi pada saat muatan listrik bergerak secara bersama-sama. Kejadian
ini disebut pengosongan listrik statis. Pengosongan itu ditunjukkan oleh sambaran
petir pada Gambar 10.
Dari mana asal muatan listrik di ionosfir? Kalau pada lapisan ionosfir tidak
terdapat awan, mungkinkah petir itu terjadi? Ionosfer / Ionosfir Ketebalannya ionosfer
: 50 100 km adalah lapisan yang bersifat memantulkan gelombang radio. Karena
ada penyerapan radiasi dan sinar ultra violet maka menyebabkan timbul lapisan
bermuatan listrik yang suhunya menjadi tinggi. Tidak, karena petir itu terjadi karena
adanya awan bermuatan. dan ketika awan yang bermuatan itu melepaskan muatannya
maka akan terjadi petir.
Muatan listrik dapat hilang dengan pengosongan. Pengosongan terjadi apabila
tersedia suatu jalan bagi elektron-elektron untuk mengalir dari suatu benda bermuatan
ke benda lain. Perpindahan muatan listrik statis dari satu benda ke benda lain disebut
penetralan atau pengosongan muatan statis. Pengosongan itu lazim juga disebut
pentanahan, karena muatan itu sering dikosongkan dengan cara menyalurkan ke
tanah. Pengosongan muatan statis di udara dapat terjadi sangat besar sehingga
menimbulkan suara dahsyat yang kita sebut guntur. Apakah yang dimaksud dengan
jalan bagi elektro dalam hal ini? Bagaimana terbentuknya jalan tersebut?
Bagaimana arus sambaran petir yang mengenai finial harus secara cepat dialirkan ke
tanah dengan pengadaan sistem penyaluran arus petir melalui jalan terpendek.
Dimensi atau luas penampang, jumlah dan rute penghantar ditentukan oleh kuadrat
arus impuls sesuai dengan tingkat perlindungan yang ditentukan serta tingginya arus
puncak petir. Pada penangkal petir, Muatan listrik akan mengalir ke bawah dengan
aman melalui kabel logam , dan masuk ke dalam tanah. Itulah yang di sebut jalan bagi
elektro.

Apakah setiap awan yang bermuatan akan selalu menyebabkan terjadinya


petir? Bagaimana anda menjelaskan secara fisika jawaban anda?
langit berawan, tidak semua awan adalah awan petir. Hanya awan
cumulonimbus yang menghasilkan petir. Petir terjadi karena pelepasan muatan listrik
dari satu awan cumulonimbus ke awan lainnya, atau dari awan langsung ke Bumi.
Petir terjadi akibat perpindahan muatan negatif menuju ke muatan positif. Menurut
batasan fisika, petir adalah lompatan bunga api raksasa antara dua massa dengan
medan listrik berbeda. Yaitu antara awan cumulonimbus dengan tanah atau antar awan
cumulonimbus.
3. Penangkal Petir

Batang logam penangkal petir sering dipasang di atas atap rumah bertingkat
atau di atas bangunan tinggi, dan dihubungkan ke dalam tanah melalui kabel logam.

Penangkal petir, melindungi rumah dan bangunan tinggi tersebut dari kerusakan oleh
energi listrik yang besar di dalam petir. Penangkal petir ini menyediakan suatu jalan
aman, atau pentanahan, agar arus listrik petir mengalir masuk ke dalam tanah, bukan
melewati rumah atau bangunan lain. Pernahkah anda melihat penangkal petir?
Pernahkah anda melihat bangunan tinggi yang dilengkapi dengan penangkal petir.
Penangkal petir itu merupakan contoh pengosongan muatan statis yang tidak
menimbulkan kerusakan.
Pada saat terjadi petir, pengosongan listrik statis dari bagian bawah awan yang
bermuatan ke Bumi akan melewati batang penangkal petir ini. Muatan listrik akan
mengalir ke bawah dengan aman melalui kabel logam tersebut, dan masuk ke dalam
tanah. Penangkal petir menyediakan suatu jalan aman bagi arus listrik petir sehingga
mengalir masuk ke dalam tanah dan tidak melewati bangunan tinggi tersebut.
Apakah penangkal petir harus terbuat dari batang logam? Bagaimana jika bukan
logam?
Penangkal petir memang terbuat dari

logam karena

logam dapat

menghantarkan arus listrik sehingga petir hanya melewati bangunan saja. Bila
penangkal petir tidak terbuat dari logam maka petir akan langsung menghantam
bangunan tersebut.
Mengapa petir dapat menimbulkan kerusakan pada peralatan elektronik?
Pada dasarnya peralatan elektronik memiliki medan listrik sehingga bila ada
petir yang mendekati medan listrik tersebut maka medan listrik pada peralatan
elektronik akan berubah secara drastis. Bila hal ini terjadi maka peralatan elektronik
akan rusak.
Bagaimana bila di dekat rumah yang berpenagkal petir terdapat pohon yang lebih
tinggi dari ketingian penangkan petir itu?
Bila terjadi hal demikian maka petir akan menyambar pohon yang lebih tinggi
dari penangkal petir. Ini terjadi karena petir akan mencapai pohon lebih dahulu
daripada rumah berpenangkal petir.

C. Aplikasi hukum Coloumb pada Fisika


D. Aplikasi hukum Coloum pada Pertambangan dan Geologi
Metode Magnetik
Dilakukan berdasarkan pengukuran anomaly geomagnet yang diakibatkan oleh
perbedaan kontras suseptibilitas, atau permeabilitas magnetik tubuh cebakan dari daerah
sekelilingnya. Perbedaan permeabilitas relatif itu diakibatkan oleh perbadaan distribusi
mineral ferromagnetic, paramagnetic, diamagnetic. Metode ini sensitive terhadap perubahan
vertical, umumnya digunakan untuk mempelajari tubuh intrusi, batuan dasar, urat
hydrothermal yang kaya akan mineral ferromagnetic, struktur geologi. Dan metode ini juga
sangat disukai pada studi geothermal karena mineral-mineral ferromagnetic akan kehilangan
sifat kemagnetannya bila dipanasi mendekati temperatur Curie oleh karena itu digunakan
untuk mempelajari daerah yang dicurigai mempunyai potansi Geothermal.
Metode eksplorasi disukai karena data acquitsition dan data proceding dilakukan tidak
serumit metoda gaya berat. Penggunaan filter matematis umum dilakukan untuk memisahkan
anomaly berdasarkan panjang gelombang maupun kedalaman sumber anomaly magnetic
yang ingin diselidiki. Di pasaran banyak ditawarkan alat geomagnet dengan sensitifitas yang
tinggi seperti potongan PROTON MAGNETOMETER dan lain-lain
Metode magnetik didasarkan pada pengukuran variasi intensitas medan magnetik di
permukaan bumi yang disebabkan oleh adanya variasi distribusi benda termagnetisasi di
bawah permukaan bumi. Variasi yang terukur (anomali) berada dalam latar belakang medan
yang relatif besar. Variasi intensitas medan magnetik yang terukur kemudian ditafsirkan
dalam bentuk distribusi bahan magnetik di bawah permukaan, yang kemudian dijadikan dasar
bagi pendugaan keadaan geologi yang mungkin. Metode magnetik memiliki kesamaan latar
belakang fisika dengan metode gravitasi, kedua metode sama-sama berdasarkan kepada teori
potensial, sehngga keduanya sering disebut sebagai metoda potensial. Namun demikian,
ditinjau dari segi besaran fisika yang terlibat, keduanya mempunyai perbedaan yang
mendasar. Dalam magnetik harus mempertimbangkan variasi arah dan besar vektor
magnetisasi. sedangkan dalam gravitasi hanya ditinjau variasi besar vektor percepatan
gravitasi. Data pengamatan magnetik lebih menunjukan sifat residual yang kompleks.

Dengan demikian, metode magnetik memiliki variasi terhadap waktu jauh lebih besar.
Pengukuran intensitas medan magnetik bisa dilakukan melalui darat, laut dan udara. Metode
magnetik sering digunakan dalam eksplorasi pendahuluan minyak bumi, panas bumi, dan
batuan mineral serta serta bisa diterapkan pada pencarian prospeksi benda-benda arkeologi.
Sejarah perkembangan Metode Magnetik telah dikenal sekitar 400 tahun yang lalu.
Orang yang pertama kali melakukan penelitian magnetisasi bumi secara ilmiah adalah Sir
William Gilbert(1540 1603). Gilbert adalah orang yang pertama kali melihat bahwa medan
magnet bumi ekivalen dengan arah utara selatan sumbu rotasi bumi. Penemuan Gilbert
kemudian diperdalam oleh Van Wrede (1843) untuk melokalisir endapan bijih besi dengan
mengukur variasi magnet di permukaan bumi. Hasil penelitiannya kemudian dibukukan oleh
Thalen (1879) dengan judul : The Examination Of Iron Ore Deposite By Magnetic
Measurement yang kemudian menjadi pionir bagi pengukuran magnetisasi bumi
(Geomagnet) Metode magnet adalah salah satu metode geofisika yang digunakan untuk
menyelidiki kondisi permukaan bumi dengan memanfaatkan sifat kemagnetan batuan yang
diidentifikasikan oleh kerentanan magnet batuan. Metode ini didasarkan pada pengukuran
variasi intensitas magnetik di permukaan bumi yang disebabkan adanya variasi distribusi
(anomali) benda termagnetisasi di bawah permukaan bumi. Variasi intensitas medan magnetik
yang terukur kemudian ditafsirkan dalam bentuk distribusi bahan magnetik dibawah
permukaan, kemudian dijadikan dasar bagi pendugaan keadaan geologi yang mungkin
teramati. Pengukuran intensitas medan magnetik dapat dilakukan di darat, laut maupun udara.
Susceptibilitas magnet batuan adalah harga magnet suatu batuan terhadap pengaruh magnet,
yang pada umumnya erat kaitannya dengan kandungan mineral dan oksida besi. Semakin
besar kandungan mineral magnetit di dalam batuan, akan semakin besar harga
susceptibilitasnya. Metoda ini sangat cocok untuk pendugaan struktur geologi bawah
permukaan dengan tidak mengabaikan faktor kontrol adanya kenampakan geologi di
permukaan dan kegiatan gunungapi. Metode magnetik sering digunakan dalam eksplorasi
minyak bumi, panas bumi, dan batuan mineral serta bisa diterapkan pada pencarian prospeksi
benda-benda arkeologi.2.2 Anomali Magnet Anomali magnet terjadi karena adanya variasi
medan magnet kearah spasial secara regional. Pola anomali ini dicirikan oleh pergantian
antara anomali positif-negatif dan sejajar dengan sumbu pemekarannya. Pola ini dikenal
dengan sebutan zone of striped magnetic anomalies. Hasil inverse anomali ini, dengan
dibantu oleh data radiometri, umur lantai samudra yang bertambah terhadap jarak dari sumbu
pemekaran dan kecepatan rata-rata pemekarannya dapat diturunkan. Intensitas medan magnet

dipermukaan bumi diukur menggunakan magnetometer. Hasil pengukuran dari magnetometer


ini berupa penjumlahan dari medan magnet bumi utama, variasi medan magnet bumi yang
berhubungan dengan variasi kerentanan magnet batuan, medan magnet remanen dan variasi
harian akibat aktivitas di matahari.Variasi medan magnet bumi yang berhubungan dengan
variasi kerentanan magnet batuan sangat berhubungan dengan variasi k. Harga anomaly pada
suatu titik amat digunakan dengan cara menghilangkan medan pertama penyebbab terhadap
arah medan bumi. 2.3 Intensitas MagnetisasiGaya magnet (F) adalah gaya tarik menarik /
tolak-menolak dari dua kutub magnet (m1,m2) yang berjarak r.
Hukum Coloumb:, ketiga, dan keempat pada harga megnet pengukuran. Anomali
magnetik dapat diturunkan dengan menggunakan hubungan Poissons dari persamaan yang
berhubungan dengananomali gaya berat (gravitasi). Berdasarkan sifat medan magnet bumi
dan sifat kemagnetan bahan pembentuk batuan, maka bentuk medan magnetik anomaly yang
ditimbulkan oleh benda penyebabnya tergantung pada: 1.Inklinasi medan magnet bumi
disekitar benda penyebab 2.Geometri benda penyebab 3.Kecenderungan arah dipol dipol
magnet didalam benda penyebab 4.Orientasi arah dipole dipole magnet benda

F = m1.m2/(.r2)
Dimana = konstanta permeabilitas magnet
Suatu medan magnetik yang ditempatkan pada suatu medan magnet akan mengalami
magnetisasi oleh imbas magnetik yang didefinisikan sebagai:
I=M/V
Dimana : M = momen magnetik deikutub (dipole)
I = jarak antara kutub +m dan m
V = volum benda
Momen magnet (M) adalah besaran vektor yang memanjang dari kutub negatif ke kutub
positif. Intensitas magnetik (I) adalah momen magnet per satuan volume. Intensitas magnet
ini sebanding dengan kuat medan magnet dan arahnya searah dengan medan magnet yang
menginduksi. Susceptibility/kerentanan magnetik (k) merupakan tingkat kemagnetan suatu
benda untuk termagnetisasi.
I = k. H
Dimana: I = intensitas magnetik
H = kuat medan magnet
Nilai k pada batuan semakin besar jika dalam batuan tersebut semakin banyak dijumpai

mineral-mineral bersifat magnetik. Berdasarkan nilai k dibagi tiga kelompok jenis material
dan batuan peyusun litologi bumi, yaitu:
Paramagnetik : Mempunyai nilai k yang bernilai positif
Contoh : olivine, biotit.
Feromagnetik : Mempunyai nilai k yang sangat besar dan positif
Contoh: besi dan nikel.
Diamagnetik : Mempunyai nilai k yang negatif
Contoh: grafit, gysum, quartz
2.4 Sifat Magnetik Batuan
Sifat magnetik material pembentuk batuan batuan dapat dibagi menjadi :
1

Diamagnetik

Dalam batuan diamagnetik atom atom pembentuk batuan mempunyai kulit elektron
berpasangan dan mempunyai spin yang berlawanan dalam tiap pasangan. Jika mendapat
medan magnet dari luar orbit, elektron tersebut akan berpresesi yang menghasilkan medan
magnet lemah yang melawan medan magnet luar tadi mempunyai Susceptibilitas k negatif
dan kecil dan Susceptibilitas k tidak tergantung dari pada medan magnet luar. Contoh :
bismuth, grafit, gipsum, marmer, kuarsa, garam.
2

Paramagnetisme

Di dalam paramagnetik terdapat kulit elektron terluar yang belum jenuh yakni ada elektron
yang spinnya tidak berpasangan dan mengarah pada arah spin yang sama. Jika terdapat
medan magnetik luar, spin tersebut berpresesi menghasilkan medan magnet yang mengarah
searah dengan medan tersebut sehingga memperkuatnya. Akan tetapi momen magnetik yang
terbentuk terorientasi acak oleh agitasi termal, oleh karena itu bahan tersebut dapat dikatakan
mempunyai sifat :
Susceptibilitas k positif dan sedikit lebih besar dari satu.
Susceptibilitas k bergantung pada temperatur.
Contoh : piroksen, olivin, garnet, biotit, amfibolit dll.
Dalam benda-benda magnetik, medan yang dihasilkan oleh momen-momen magnetik atomik
permanen, cenderung untuk membantu medan luar, sedangkan untuk dielektrikdielektrikmedan dari dipol-dipol selalu cenderung untuk melawan medan luar, apakah
dielektrik mempunyai dipol-dipol yang terinduksi atau diorientasikan.

3.Ferromagnetic
Terdapat banyak kulit electron yang hanya diisi oleh suatu electron sehingga mudah
terinduksi oleh medan luar.keadaan ini diperkuat lagi oleh adanya kelompok-kelompok bahan
berspin searah yang membentuk dipole-dipol magnet (domain) mempunyai arah sama,
apalagi jika didalam medan magnet luar.
Mempunyai sifat :
susceptibilitas k positif dan jauh lebih besar dari satu.
Susceptibilitas k bergantung dari temperature.
Contoh : besi, nikel, kobalt.
4.Antiferromagnetik
Pada bahan antiferromagnetik domain-domain tadi menghasilkan dipole magnetic yang
saling berlawanan arah sehingga momen magnetic secara keseluruhan sangat kecil.
Bahan antiferromagnetik yang mengalami cacat kristal akan mengalami medan magnet kecil
dan suseptibilitasnya seperti pada bahan paramagnetic suseptibilitas k seperti paramagnetic,
tetapi harganya naik sampai dengan titik curie kemudian turun lagi menurut hokum curieweiss.
Contoh : hematit ( Fe2O3 ).
5.Ferrimagnetik
Pada bahan ferrimagnetik domain-domain tadi juga saling antiparalel tetapi jumlah dipol
pada masing-masing arah tidak sama sehingga masih mempunyai resultan magnetisasi cukup
besar. Suseptibilitasnya tinggi dan tergantung temperatur.
Contoh : magnetit ( Fe3O4 ), ilmenit ( FeTiO3 ), pirhotit ( FeS ).
Berdasarkan proses terjadinya maka ada dua macam magnet :
Magnet induksi ( bergantung pada suseptibilitasnya menyebabkan anomaly pada medan
magnet bumi ).
Magnet permanen : bergantung pada sejarah pembentukan batuan tadi.

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Adapun kesimpulan yang dapat di ambil dari makalah ini adalahg sebagai berikut
1. Penemuan Hukum Coulomb pertama kali ditemukan oleh Charles Augustin de
Coulomb (1736-1806). Ia berhasil menemukan hubungan antara besar gaya listrik
dari dua muatan listrik, besar muatan listrik, dan jarak antara dua muatan listrik
dengan menggunakan neraca puntir
2. Aplikasi hukum Coloumb pada kehidupan sehari-hari adalah listrik statis. Listrik
statis adal;ah listrik yang dihasilkan dari beberapa benda yang digosokan. Contoh
listrik statis pada kehidupan sehari-hari adalah penggaris bermuatan listrik, petir,
dan pernangkal petir.
3. Aplikasi hukum Coloumb dalam fisika adalah kita dapat menghitung besar energi
listrik yang dihasilkan oleh dua buah benda yang bermuatan.
4. Aplikasi hukum Coloum dalam Geologi dan Pertambangan adalah pada penerapan
metode magnetik.