Anda di halaman 1dari 24

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas segala
rahmat-Nya sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa saya juga
mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari berbagai pihak yang telah berkontribusi
dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.
Dan harapan saya semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman
bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi
makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman saya, maka saya yakin masih
banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu saya sangat mengharapkan saran dan
kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Kupang,

Oktober 2016

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Fisika adalah salah satu ilmu pengetahuan alam dasar yang banyak digunakan sebagai
dasar bagi ilmu-ilmu yanglain. Fisika adalah ilmu yang mempelajari gejala alam
secarakeseluruhan. Fisika mempelajari materi, energi, danfenomena atau kejadian alam, baik
yang bersifat makroskopis (berukuran besar, seperti gerak Bumi mengelilingiMatahari)
maupun yang bersifat mikroskopis (berukurankecil, seperti gerak elektron mengelilingi inti)
yang berkaitan dengan perubahan zat atau energi.Fisika menjadi dasar berbagai
pengembangan ilmudan teknologi. Kaitan antara fisika dan disiplin ilmu lainmembentuk
disiplin ilmu yang baru, misalnya denganilmu astronomi membentuk ilmu astrofisika,
denganbiologi membentuk biofisika, dengan ilmu kesehatanmembentuk fisika medis, dengan
ilmu bahan membentuk fisika material, dengan geologi membentuk geofisika, danlain-lain.
Pada bab ini akan dipelajari tentang dasar dasarilmu fisika.
Fisika berasal dari bahasa Yunani yang berarti alam.Fisika adalah ilmu pengetahuan
yang mempelajari sifatdan gejala pada benda-benda di alam. Gejala-gejala inipada mulanya
adalah apa yang dialami oleh indra kita,misalnya penglihatan menemukan optika atau
cahaya,pendengaran menemukan pelajaran tentang bunyi, danindra peraba yang dapat
merasakan panas.Mengapa kalian perlu mempelajari Fisika? Fisikamenjadi ilmu pengetahuan
yang mendasar, karenaberhubungan dengan perilaku dan struktur benda khususnya benda
mati. Menurut sejarah, fisika adalah bidangilmu yang tertua, karena dimulai dengan
pengamatan-pengamatan

dari

gerakan

benda-benda

langit,

bagaimanalintasannya,

periodenya, usianya, dan lain-lain. Bidangilmu ini telah dimulai berabad-abadyang lalu,
danberkembang pada zaman Galileo dan Newton. Galileomerumuskan hukum-hukum
mengenai benda yangjatuh, sedangkan Newton mempelajari gerak pada umumnya, termasuk
gerak planet-planet pada sistem tata surya.
Hukum gerak Newton adalah hukum sains yang ditentukan oleh Sir Isaac Newton
mengenai sifat gerak benda. Hukum gerak Newton itu sendiri merupakan hukum yang
fundamental. Artinya, pertama hukum ini tidak dapat dibuktikan dari prinsip-prinsip lain,
kedua hukum ini memungkinkan kita agar dapat memahami jenis gerak yang paling umum
yang merupakan dasar mekanika klasik.

Dalam kehidupan sehari-hari, gaya merupakan tarikan atau dorongan. Misalnya, pada
waktu kita mendorong atau menarik suatu benda atau kita menendang bola, dikatakan bahwa
kita mengerjakan suatu gaya dorong pada mobil mainan.
Pada umumnya benda yang dikenakan gaya mengalami perubahan-perubahan lokasi
atau berpindah tempat.
B. Rumusan Masalah
1 Sejarah di temukannya hukum newton
2 Aplikasinya pada kehidupan sehari-hari
C. Tujuan Makalah
1 Untuk mengetahui sejarah ditemukannya hukum newton
2 Untuk mengetahui aplikasi hukum newton di kehidupan sehari-hari

BAB II

PEMBAHASAN
A. Sejarah Hukum Newton
Sir Isaac Newton (1643-1727) adalah seorang ahli fisika, matematika dan filsafat
dari Inggris. Ia menemukan hukum gravitasi, hukum gerak, kalkulus, teleskop pantul, dan
spektrum. Bukunya yang terkenal berjudul Principa dan Optika. Nah, pada kesempatan
kali ini Zona Siswa akan membahas salah satu temuannya tentang hukum gerak yaitu
Hukum Newton I, II, III. Semoga bermanfaat.
Pandangan Newton tentang gerak memperkuat pandangan ilmuwan pendahulunya
yaitu Galilei Galileo. Dari penemuan-penemuan Galileo, Newton dapat menjelaskan lebih
nyata dan diperkuat dengan eksperimen. Pandangannya ini kemudian menjadi penemuan
besar yang dikenal hukum Newton tentang gerak.
Hukum Newton I
Pada zaman dahulu, orang percaya bahwa alam ini bergerak dengan sendirinya.
Tidak ada sesuatu pun yang menggerakkannya. Mereka menyebutnya dengan gerak
alami. Di lain sisi, untuk benda yang jelas-jelas digerakkan, mereka menamakan gerak
paksa. Teori yang dipelopori oleh Aristoteles ini terbukti salah saat Galileo dan Newton
mengemukakan pendapat mereka.
Galileo mematahkan teori Aristoteles dengan sebuah percobaan sederhana. Ia
membuat sebuah lintasan lengkung licin yang digunakan untuk menggelindingkan sebuah
bola. Satu sisi dari lintasan tersebut diubah-ubah kemiringannya. Setelah mengamati,
Galileo menyatakan Jika gaya gesek pada benda tersebut ditiadakan, maka benda
tersebut akan terus bergerak tanpa memerlukan gaya lagi.
Teori Galileo dikembangkan oleh Isaac Newton. Hukum Newton I mengatakan
bahwa Jika resultan gaya pada suatu benda sama dengan nol, maka benda yang diam
akan tetap diam dan benda yang bergerak akan tetap bergerak dengan kecepatan tetap.
Berdasarkan hukum I Newton, dapatlah Anda pahami bahwa suatu benda
cenderung

mempertahankan

keadaannya.

Benda

yang

mula-mula

diam

akan

mempertahankan keadaan diamnya, dan benda yang mulamula bergerak akan


mempertahankan geraknya. Oleh karena itu, hukum I Newton juga sering disebut sebagai
hukum kelembaman atau hukum inersia.
Ukuran kuantitas kelembaman suatu benda adalah massa. Setiap benda memiliki
tingkat kelembaman yang berbeda-beda. Makin besar massa suatu benda, makin besar
kelembamannya. Saat mengendarai sepeda motor Anda bisa langsung memperoleh
kelajuan besar dalam waktu singkat. Namun, saat Anda naik kereta, tentu memerlukan

waktu yang lebih lama untuk mencapai kelajuan yang besar. Hal itu terjadi karena kereta
api memiliki massa yang jauh lebih besar daripada massa sepeda motor.
Setiap hari Anda mengalami hukum I Newton. Misalnya, saat kendaraan yang Anda naiki
direm secara mendadak, maka Anda akan terdorong ke depan dan saat kendaraan yang
Anda naiki tiba-tiba bergerak, maka Anda akan terdorong ke belakang.
Hukum Newton II
Hukum I Newton menyatakan bahwa jika tidak ada gaya total yang bekerja pada
sebuah benda, maka benda tersebut akan tetap diam, atau jika sedang bergerak, akan
bergerak lurus beraturan (kecepatan konstan). Selanjutnya, apa yang terjadi jika sebuah
gaya total diberikan pada benda tersebut?
Newton berpendapat bahwa kecepatan akan berubah. Suatu gaya total yang
diberikan pada sebuah benda mungkin menyebabkan lajunya bertambah. Akan tetapi, jika
gaya total itu mempunyai arah yang berlawanan dengan gerak benda, gaya tersebut akan
memperkecil laju benda. Jika arah gaya total yang bekerja berbeda arah dengan arah
gerak benda, maka arah kecepatannya akan berubah (dan mungkin besarnya juga).
Karena perubahan laju atau kecepatan merupakan percepatan, berarti dapat dikatakan
bahwa gaya total dapat menyebabkan percepatan.
Hubungan antara percepatan dan gaya tersebut selanjutnya dikenal sebagai Hukum II
Newton, yang bunyinya sebagai berikut:
"Percepatan sebuah benda berbanding lurus dengan gaya total yang bekerja padanya dan
berbanding terbalik dengan massanya. Arah percepatan sama dengan arah gaya total yang
bekerja padanya."
Hukum II Newton tersebut dirumuskan secara matematis dalam persamaan:

Hukum Newton III

Hukum II Newton menjelaskan secara kuantitatif bagaimana gaya-gaya memengaruhi


gerak. Tetapi kita mungkin bertanya, dari mana gaya-gaya itu datang? Berdasarkan
pengamatan membuktikan bahwa gaya yang diberikan pada sebuah benda selalu diberikan
oleh benda lain. Sebagai contoh, seekor kuda yang menarik kereta, tangan seseorang
mendorong meja, martil memukul/ mendorong paku, atau magnet menarik paku. Contoh
tersebut menunjukkan bahwa gaya diberikan pada sebuah benda, dan gaya tersebut diberikan
oleh benda lain, misalnya gaya yang diberikan pada meja diberikan oleh tangan.
Newton menyadari bahwa hal ini tidak sepenuhnya seperti itu. Memang benar tangan
memberikan gaya pada meja, tampak seperti pada gambar di atas. Tetapi meja tersebut jelas
memberikan gaya kembali kepada tangan. Dengan demikian, Newton berpendapat bahwa
kedua benda tersebut harus dipandang sama. Tangan memberikan gaya pada meja, dan meja
memberikan gaya balik kepada tangan.
Hal ini merupakan inti dari Hukum III Newton, yaitu:
"Ketika suatu benda memberikan gaya pada benda kedua, benda kedua tersebut memberikan
gaya yang sama besar tetapi berlawanan arah terhadap benda pertama."
Hukum III Newton ini kadang dinyatakan sebagai hukum aksi-reaksi, untuk setiap
aksi ada reaksi yang sama dan berlawanan arah. Untuk menghindari kesalahpahaman, sangat
penting untuk mengingat bahwa gaya aksi dan gaya reaksi bekerja pada benda yang
berbeda.
B. Aplikasi Hukum Newton Dalam Kehidupan Sehari-hari
Tentunya banyak dari teman-teman yang sudah tau mengenai hukum Newton. Nah,
kali ini saya bakal nge-share penerapan Hukum Newton dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga bermanfaat.
APLIKASI HUKUM I NEWTON DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI:

Pena yang berada di atas kertas di meja akan tetap disana ketika kertas ditarik secara
cepat.

Ketika kita berdiri dalam bus yang sedang melaju kencang, tiba-tiba bus direm,
para penumpang akan terdorong ke depan.

Demikian juga saat tiba-tiba bus dipercepat (di gas), para penumpang terlempar ke
belakang. Karena tubuh penumpang sedang mempertahankan posisi diamnya.

Ayunan bandul sederhana. Bandul jika tanpa gaya dari luar akan tetap bergerak , dgn
percepatan nol.

Pada lift diam atau bergerak dengan kecepatan tetap, maka percepatannya nol. Oleh
karena itu, berlaku keseimbangan gaya (hukum I Newton).

Saat kita salah memasang taplak padahal makanan sudah di taruh di atasnya. Tenang,
ketika kita tarik taplak tersebut lurus dan cepat, makanan tidak akan bergeser.

Benda diam yang ditaruh di meja tidak akan jatuh kecuali ada gaya luar yang bekerja
pada benda itu.

Pemakaian roda gila pada mesin mobil.

Bola Tolak peluru : akan diam jika tidak diberikan gaya dari luar. Dalam tolak peluru,
sifat kekekalan sebuah benda terdapat pada peluru itu sendiri. Pada saat peluru
dilempar, peluru akan terus bergerak secara beraturan setelah itu akan jatuh dan
berhenti, titik dimana peluru itu akan berhenti, dan akan terus diam jika tidak
digerakkan.

Pada saat Dribbling : bola akan terus bergerak beraturan, dan berhenti jika bola di
pegang kedua tangan.

Seseorang yang turun dari sebuah bis yang masih melaju akan terjerembab mengikuti
arah gerak bis.

Kardus yang berada diatas mobil akan terlempar ketika mobil tiba-tiba membelok.

APLIKASI HUKUM II NEWTON DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI:

Benda yang melaju jika melakukan percepatan akan dirinya maka gaya akan
bertambah besar.

Pada gerakan di dalam lift. Ketika kita berada di dalam lift yang sedang bergerak,
gaya berat kita akan berubah sesuai pergerakan lift. Saat lift bergerak ke atas, kita
akan merasakan gaya berat yang lebih besar dibandingkan saat lift dalam keadaan

diam. Hal yang sebaliknya terjadi ketika lift yang kita tumpangi bergerak ke bawah.
Saat lift bergerak ke bawah, kita akan merasakan gaya berat yang lebih kecil daripada
saat lift dalam keadaan diam.

Bus yang melaju dijalan raya akan mendapatkan percepatan yang sebanding dengan
gaya dan berbading terbalik dengan massa busl tersebut.

Permainan Kelereng. Kelereng yang kecil saat dimainkan akan lebih cepat
menggelinding, sedangkan kelereng yang lebih besar relatif lebih lama (percepatan
berbanding terbalik dengan massanya).

Menggeser barang pada bidang miring.

Berat badan kita ( W= m g ).

Saat melakukan lemparan tolak peluru : bola akan lebih jauh dan cepat jika diberikan
lemparan yang kuat begitu sebaliknya.

Pada saat berlari : Menambah gaya kecepatan agar menghasilkan percepatan yang
maksimal. Semakin besar gaya yang dikeluarkan oleh seorang atlit, maka akan
semakin besar percepatannya.

Mobil yang mogok akan lebih mudah didorong oleh dua orang,dibandingkan diorong
oleh satu orang.

Jika terjadi tabrakan antara sebuah mobil dengan kereta api, biasanya mobil akan
terseret puluhan bahkan ratusan meter dari lokasi tabrakan sebelum akhirnya berhenti.
Terseretnya mobil menunjukkan terjadinya perubahan kecepatan pada mobil, karena
massa mobil jauh lebih kecil dari pada massa kereta api, maka dengan gaya yang
sama mobil medapan percepatan yang sangat besar, sedangkan kereta api tidak
mengalami percepatan.

Pada saat shooting : cepat dan lambat pergerakan bola basket mempengaruhi jarak
bola. Saat melakukan shooting, seorang atlet harus menentukan kekuatan gaya yang
dibutuhkan untuk memasukkan sebuah bola ke dalam ring, tergantung jarak antara
atlet dan ring.

APLIKASI HUKUM III NEWTON DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI:

Seseorang memakai sepatu roda dan berdiri menghadap tembok. Jika orang tersebut
mendorong tembok (aksi), maka tembok mendorongnya dengan arah gaya yang

berlawanan(reaksi).
Ketika menekan ujung meja dengan tangan, tangan kita mengerjakan gaya pada

meja(aksi). Dan sebaliknya ujung meja pun menekan tangan kita(reaksi).


Ketika kaki pelari menolak papan start ke belakang(aksi), papan start mendorong

pelari ke depan(reaksi) sehingga pelari dapat melaju ke depan.


Ketika seorang perenang menggunakan kaki dan tangannya untuk mendorong air ke

belakang(aksi), air juga akan mendorong kaki dan tangan perenang ke depan(reaksi).
Ketika kita berjalan di atas tanah, telapak kaki kita mendorong tanah ke belakang.

Sebagai reaksi, tanah mendorong kaki kita ke depan sehingga kita dapat berjalan.
Ketika kita menembak, senapan mendorong peluru ke depan(aksi). Sebagai reaksi,

peluru pun mendorong senapan ke belakang.


Ketika mendayung perahu, pada waktu mengayunkan dayung, pendayung mendorong
air ke belakang(aksi). Sebagai reaksi, air memberi gaya pada dayung ke depan,

sehingga perahu bergerak ke depan.


Ketika seseorang membenturkan kepalanya ke tiang(aksi), dia akan merasa sakit

karena tiang memberikan gaya pada dia(reaksi).


Ketika orang menendang bola, kaki memberikan gaya ke bola(aksi). Reaksi : bola

memberikan gaya ke kaki.


Ketika peluncuran roket, roket mendorong asap ke belakang(aksi). Reaksi : asap

mendorong roket ke atas.


Ketika mobil berjalan, ban mobil berputar ke belakang(aksi). Reaksi : mobil bergerak

ke depan.
Ketika Anda duduk di kursi Anda, tubuh Anda memberikan gaya ke bawah pada kursi

dan kursi mengerahkan gaya ke atas pada tubuh Anda.


Seekor ikan menggunakan sirip untuk mendorong air ke belakang. Karena hasil dari
kekuatan interaksi timbal balik, air juga harus mendorong ikan ke depan, mendorong

ikan melalui air.


Seekor burung terbang dengan menggunakan sayapnya. Sayap burung mendorong ke
bawah udara. Karena hasil dari kekuatan interaksi timbal balik, udara juga harus
mendorong ke atas burung. Aksi-reaksi pasangan kekuatan memungkinkan burung
untuk terbang.

Ketika kita meniup balon sampai mengembang, dan kemudian melepaskannya.


Ketika mulut balon dilepaskan, balon mendorong udara keluar. Pada saat yang sama,

udara juga mendorong balon. Gaya dorong udara menyebabkan balon terbang.
Ketika melakukan percobaan dengan menaiki perahu dan melemparkan sesuatu, entah
batu atau benda lain ke luar dari perahu. Ini dilakukan ketika perahu sedang diam.
Maka perahu akan bergerak ke belakang jika anda melempar ke depan, dan

sebaliknya.
Ketika ikan gurita bergerak ke depan dengan menyemprotkan air ke belakang (gaya
aksi); air yang disemprotkan tersebut mendorong ikan gurita ke depan (gaya reaksi),

sehingga ikan gurita bisa berenang bebas di dalam air laut.


Peristiwa gaya magnet.
Adanya gaya gravitasi.
Gaya listrik.
Pantulan bola basket saat dribbling : Saat bola didribbling, pasti memanfaatkan lantai

sebagai tempat untuk memantulkan bola tersebut ke atas.


Sebuah lokomotif menarik gerbong, gaya diberikan lokomotif kepada gerbong.
C. Aplikasi Hyukum Newton Dalam Fisika
Hukum II Newton menyatakan bahwa percepatan sebuah benda berbanding lurus
dengan resultan gaya yang bekerja pada benda tersebut. Resultan gaya adalah jumlah
vektor dari semua gaya yang bekerja pada benda itu. Melalui kegiatan eksperimen yang
ekstensif telah membuktikan bahwa gaya-gaya bergabung sebagai vektor sesuai aturan
yang berlaku pada penjumlahan vektor.
Advertisment

Sebagai contoh, dua gaya yang besarnya sama masing-masing 10 N, digambarkan


bekerja pada sebuah benda dengan saling membentuk sudut siku-siku. Secara intuitif, kita
bisa melihat bahwa benda itu akan bergerak dengan sudut 45o. Dengan demikian resultan
gaya bekerja dengan arah sudut 45o. Hal ini diberikan oleh aturan-aturan penjumlahan vektor.
Teorema Pythagoras menunjukkan bahwa besar resultan gaya adalah:
FR =

= 14,1 N

Ketika memecahkan masalah yang melibatkan Hukum Newton dan gaya,


penggambaran diagram untuk menunjukkan semua gaya yang bekerja pada setiap benda
sangatlah penting. Diagram tersebut dinamakan diagram gaya, di mana kita gambar tanda
panah untuk mewakili setiap gaya yang bekerja pada benda, dengan meyakinkan bahwa
semua gaya yang bekerja pada benda tersebut telah dimasukkan.
Jika gerak translasi (lurus) yang diperhitungkan, kita dapat menggambarkan semua
gaya pada suatu benda bekerja pada pusat benda itu, dengan demikian menganggap benda
tersebut sebagai benda titik.
Aplikasi Hukum-Hukum Newton Tentang Gerak
1. Gerak Benda Pada Bidang Datar

Balok terletak pada bidang datar yagn licin, diberikan gaya


Gambar diatas menunjukkan pada sebuah balok yang terletak pada bidang mendatar yang
licin, bekerja gaya F mendatar hingga balok bergerak sepanjang bidang tersebut.
Komponen gaya-gaya pada sumbu y adalah:
Fy = N w
Dalam hal ini, balok tidak bergerak pada arah sumbu y, berarti ay = 0, sehingga:
Fy = 0
Nw=0
N = w = m.g
dengan:
N = gaya normal (N)
w = berat benda (N)
m = massa benda (kg)
g = percepatan gravitasi (m/s2)
Sementara itu, komponen gaya pada sumbu x adalah:
Fx = F

Dalam hal ini, balok bergerak pada arah sumbu x, berarti besarnya percepatan benda dapat
dihitung sebagai berikut:
Fx = m.a
F = m.a
a=
dengan:
a = percepatan benda (m/s2)
F = gaya yang bekerja (N)
m = massa benda (kg)
g = percepatan gravitasi (m/s2)
2. Gerak Benda Pada Bidang Miring

Balok terletak pada bidang miring yang licin, diberikan gaya


Gambar diatas menunjukkan sebuah balok yang bermassa m bergerak menuruni
bidang miring yang licin. Dalam hal ini kita anggap untuk sumbu x ialah bidang miring,
sedangkan sumbu y adalah tegak lurus pada bidang miring.
Komponen gaya berat w pada sumbu y adalah:
wy = w.cos = m.g.cos
Resultan gaya-gaya pada komponen sumbu y adalah:
Fy = N wy = N m.g.cos
Dalam hal ini, balok tidak bergerak pada arah sumbu y, berarti ay = 0, sehingga:
Fy = 0
N m.g.cos = 0
N = m.g.cos

dengan:
N = gaya normal pada benda (N)
m = massa benda (kg)
g = percepatan gravitasi (m/s2)
= sudut kemiringan bidang
Sementara itu, komponen gaya berat (w) pada sumbu x adalah:
wx = w.sin = m.g.sin
Komponen gaya-gaya pada sumbu x adalah:
Fx = m.g.sin
Dalam hal ini, balok bergerak pada arah sumbu x, berarti besarnya percepatan benda dapat
dihitung sebagai berikut:
Fx = m.a
m.g.sin = m.a
a = g.sin
dengan:
a = percepatan benda (m/s2)
g = percepatan gravitasi (m/s2)
= sudut kemiringan bidang
3. Gerak Benda-Benda Yang Dihubungkan Dengan Tali

Balok terletak pada bidang mendatar yang licin, dikerjakan gaya


Gambar diatas menunjukkan dua buah balok A dan B dihubungkan dengan seutas tali
terletak pada bidang mendatar yang licin. Pada salah satu balok (misalnya balok B)
dikerjakan gaya F mendatar hingga keduanya bergerak sepanjang bidang tersebut dan tali
dalam keadaan tegang yang dinyatakan dengan T.
Apabila massa balok A dan B masing-masing adalah mA dan mB, serta keduanya
hanya bergerak pada arah komponen sumbu x saja dan percepatan keduanya sama yaitu a,
maka resultan gaya yang bekerja pada balok A (komponen sumbu x) adalah:
Fx(A)= T = mA.a

Sementara itu, resultan gaya yang bekerja pada balok B (komponen sumbu x) adalah:
Fx(B)= F T = mB.a
Dengan menjumlahkan persamaan diatas didapatkan:
F T + T = mA.a + mB.a
F = (mA + mB)a

a=
dengan:
a = percepatan sistem (m/s2)
F = gaya yang bekerja (N)
mA = massa benda A (kg)
mB = massa benda B (kg)
4. Gerak Benda Di Dalam Lift
Gambar dibawah menunjukkan seseorang yang berada di dalam lift. Dalam hal ini ada
beberapa kemungkinan peristiwa, antara lain:

Lift dalam keadaan diam atau bergerak dengan kecepatan konstan.


Komponen gaya pada sumbu y adalah:
Fy = N w
Dalam hal ini, lift dalam keadaan diam atau bergerak dengan kecepatan tetap (GLB) pada
komponen sumbu y, berarti ay = 0, sehingga:
Fy = 0
Nw=0
N = w = m.g
dengan:

N = gaya normal (N)


w = berat orang/benda (N)
m = massa orang/benda (kg)
g = percepatan gravitasi (m/s2)

Lift dipercepat ke atas


Komponen gaya pada sumbu y adalah:
Fy

=Nw

Dalam hal ini, lift bergerak ke atas mengalami percepatan a, sehingga:


Fy = N w
N w = m.a
N = w + (m.a)
dengan:
N = gaya normal (N)
w = berat orang/benda (N)
m = massa orang/benda (kg)
a = percepatan lift (m/s2)
Lift dipercepat ke bawah
Komponen gaya pada sumbu y adalah:
Fy = w N
Dalam hal ini, lift bergerak ke bawah mengalami percepatan a, sehingga:
= m.a
w N = m.a
N = w (m.a)
Fy

dengan:
N = gaya normal (N)
w = berat orang/benda (N)
m = massa orang/benda (kg)
a = percepatan lift (m/s2)
Catatan: Apabila lift mengalami perlambatan, maka percepatan a = -a.

5. Gerak Benda Yang Dihubungkan Dengan Katrol

Dua buah benda dihubungkan dengan tali melalui sebuah katrol


Gambar diatas menunjukkan dua buah balok A dan B yang dihubungkan dengan
seutas tali melalui sebuah katrol yang licin dan massanya diabaikan. Apabila massa benda A
lebih besar dari massa benda B (mA > mB), maka benda A akan bergerak turun dan B akan
bergerak naik. Karena massa katrol dan gesekan pada katrol diabaikan, maka selama sistem
bergerak besarnya tegangan pada kedua ujung tali adalah sama yaitu T. Selain itu, percepatan
yang dialami oleh masing-masing benda adalah sama yaitu sebesar a.
Dalam menentukan persamaan gerak berdasarkan Hukum II Newton, kita pilih gayagaya yang searah dengan gerak benda diberi tanda positif (+), sedangkan gaya-gaya yang
berlawanan arah dengan gerak benda diberi tanda negatif (-).
Resultan gaya yang bekerja pada balok A adalah:
FA = mA .a
wA T = mA.a
Resultan gaya yang bekerja pada balok B adalah:
FB = mB.a
T wB = mB.a
Dengan menjumlahkan persamaan diatas didapatkan:

wA wB = mA.a + mB.a
(mA mB)g = (mA + mB)a
a=
dengan:
a = percepatan sistem (m/s2)
mA = massa benda A (kg)
mB = massa benda B (kg)
g = percepatan gravitasi setempat (m/s2)
Besarnya tegangan tali (T ) dapat ditentukan dengan mensubstitusikan persamaan diatas,
sehingga didapatkan persamaan sebagai berikut:
T = wA mA.a = mA.g mA.a = mA(g a)
atau
T = mB.a + wB = mB.a + mB.g = mB(a+g)
Aplikasi Hukum-Hukum Newton Tentang Gerak
Selanjutnya, salah satu benda terletak pada bidang mendatar yang licin dihubungkan
dengan benda lain dengan menggunakan seutas tali melalui sebuah katrol, di mana benda
yang lain dalam keadaan tergantung tampak seperti pada gambar berikut di samping.

Sebuah benda diatas bidang datar dihubungkan


dengan tali melalui sebuah katrol dengan benda yang terggantung
Dalam hal ini kedua benda merupakan satu sistem yang mengalami percepatan sama, maka
berdasarkan persamaan Hukum II Newton dapat dinyatakan sebagai berikut:
F = m.a
wA T + T T + T = (mA + mB)a

wA = (mA + mB)a
mA.g = (mA + mB)a
a=
dengan:
a = percepatan sistem (m/s2)
mA = massa benda A (kg)
mB = massa benda B (kg)
g = percepatan gravitasi setempat (m/s2)
Besarnya tegangan tali (T ) dapat ditentukan dengan meninjau resultan gaya yang bekerja
pada masing-masing benda, dan didapatkan persamaan:
T = mA.a
atau
T = wB mB.a = mB.g mB.a = mB(g a)
D. Aplikasi Hukum Newton Dalam Geologi dan Pertambangan
Metode

gravitasi

adalah

suatu

metoda

eksplorasi

yang

mengukuran

medan gravitasi pada kelompok-kelompok titik pada lokasi yang berbeda dalam suatu area
tertentu.

Tujuan

dari

eksplorasi

ini

adalah

untuk

mengasosiakan

variasi

dari

perbedaan distribusi rapat massa dan juga jenis batuan.


Tujuan utama dari studi mendetil data gravitasi adalah untuk memberikan suatu
pemahaman yang lebih baik mengenai lapisan bawah geologi. Metoda gravitasi ini secara
relatif lebih murah, tidak mencemari dan tidak merusak (uji tidak merusak) dan termasuk
dalam metoda jarak jauh yang sudah pula digunakan untuk mengamati permukaan bulan.
Juga metoda ini tergolong pasif, dalam arti tidak perlu ada energi yang dimasukkan ke dalam
tanah untuk mendapatkan data sebagaimana umumnya pengukuran.
Pengukuran percepatan

gravitasi memberikan informasi mengenai densitas batuan

bawah tanah. Terdapat rentang densitas yang amat lebar di antara berbagai jenis batuan
bawah tanah, oleh karena itu seorang ahli geologi dapat melakukan inferensi atau deduksi
mengenai strata atau lapisan-lapisan batuan berdasarkan data yang diperoleh. Patahan yang
umumnya membuat terjadinya lompatan pada penyebaran densitas batuan, dapat teramati
dengan metoda ini.

Di antara sifat fisis batuan yang mampu membedakan antara satu macam batuan
dengan batuan lainnya adalah massa jenis batuan. Distribusi massa jenis yang tidak homogen
pada batuan penyusus kulit bumi akan memberikan variasi harga medan gravitasi di
permukaan bumi. Metode medan gravitasi adalah metode penyelidikan dalam geofisika yang
didasarkan pada variasi medan gravitasi di permukaan bumi.
Disribusi massa jenis yang tidak homogen ini dapat disebabkan oleh struktur geologi
yang ada di bawah permukaan bumi. Walaupun kontribusi struktur geologi terhadap variasi
harga medan gravitasi di permukaan bumi sangat kecil dibandingkan dengan nilai absolutnya,
tetapi dengan peralatan yang baik variasi medan gravitasi di permukaan bumi dapat terukur
dari titik ke titik sehingga dapat dipetakan. Selanjutnya dari peta tersebut dapat dilakukan
interpretasi bentuk atau struktur bawah permukaan.
Variasi harga medan gravitasi di permukaan bumi tidak hanya disebabkan oleh
distribusi massa jenis yang tidak merata, tetapi juga oleh posisi titik amat di permukaan bumi.
Hal ini disebabkan oleh adanya bentuk bumi yang tidak bulat sempurna dan relief bumi yang
beragam. Untuk itu diperlukan metode-metode tertentu untuk mereduksi pengaruh selain
karena distribusi massa jenis.
Hubungan antara besar percepatan medan gravitasi dengan potensial medan gravitasi
adalah g = | Up |. Percepatan medan gravitasi bumi bervariasi di permukaan bumi dan
harganya bergantung pada (a) distribusi massa di bawah permukaan, sebagaimana
ditunjukkan oleh fungsi densitas r(ro) dan (b) bentuk bumi sebenarnya.
Metode Gravitasi merupakan salah satu metode geofisika yang digunakan untuk
mengetahui kondisi bawah permukaan bumi dengan cara mengamati variasi lateral dari sifat
fisik batuan (densitas). Adanya perbedaan densitas (massa jenis) batuan dari suatu tempat
dengan tempat lain ini menimbulkan perbedaan medan gravitasi yang ensitiv kecil (dalam
order 10-8), oleh karena itu maka dalam pengukuran gayaberat ini diperlukan suatu alat yang
memiliki kepekaan dan ketelitian yang cukup tinggi.
Informasi yang diharapkan dari ensit gravitasi adalah mengetahui efek dari sumber
yang tidak diketahui terhadap perubahan harga gravitasi atau variasi harga gravitasi,
diperlukan proses reduksi terhadap ensit-faktor yang mempengaruhi harga gravitasi tersebut,
diantaranya : efek lintang, efek elevasi, efek pasangsurut, efek topografi, dan efek lainnya,

sehingga didapatkan harga gravitasi yang benar-benar ditimbulkan dari sumber yang tidak
diketahui tersebut (ensiti gravitasi/Bouguer).

Suatu bentuki formasi yang melengkung, seperti antiklin maka akan mempunyai
densitas yang lebih tinggi, dan medan gravitasi bumi akan lebih besar disumbu, dibandingkan
dengan disepanjang sayapnya. Selain antiklin juga terdapat Salt Dome, yang secara
keseluruhan densitasnya lebih kecil daripada batuan yang diterobosnya, dapat dideteksi oleh
rekaman gravitasi. Untuk mengukur kekuatan gravitasi dari suatu tempat ke tempat yang lain
telah diciptakan suatu ensitive gravitasi yang dinamakan Gravitimeter.

Gravitimeter modern adalah benda yang sangat ensitive, yang dapat mendeteksi variasi
gravitasi.

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
1. Sir Isaac Newton (1643-1727) adalah seorang ahli fisika, matematika dan filsafat dari
Inggris. Ia menemukan hukum gravitasi, hukum gerak, kalkulus, teleskop pantul, dan
spektrum. Bukunya yang terkenal berjudul Principa dan Optika. Nah, pada
kesempatan kali ini Zona Siswa akan membahas salah satu temuannya tentang hukum
gerak yaitu Hukum Newton I, II, III.
2. Aplikasi hukum Newton dalam kehidupan sehari-hari adalah adanya garvitasi,
pembuatan lift, gaya magnet dll
3. Aplikasi hukum Newton dalam Fisika adalah kita dapat menghitung gerak dan gaya
dibutuhkanm atau dihasilkan suatu benda

4. Aplikasi hukum Newton dalam Geologi dan Pertambangan adalah metode geomagnet

dan gravitasi pada eksplorasi