Anda di halaman 1dari 60
TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN AGAMA DARI PELAMAR UMUM TAHUN ANGGARAN 2016 Bt Cope sa ey emo vtd Prot esau n Coes KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal Kementerian Agama dapat menyusun buku Petunjuk Pelaksanaan Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Agama dari Pelamar Umum Tahun Anggaran 2016. Sesuai standar ISO 9001:2008, bahwa kebijakan mutu penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Agama, yaitu menciptakan mekanisme seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Agama yang jujur, adil, efektif, transparan, dan profesional, dengan memberikan pelayanan yang mudah, ramah, cepat, dan tanpa dipungut biaya kepada para pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil. Sejalan dengan semangat tersebut, kami menyusun petunjuk pelaksanaan pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Agama dari Pelamar Umum Tahun Anggaran 2016 sebagai pedoman dalam penyelenggaraan/pelaksanaan proses pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil dari pelamar umum pada Kementerian Agama tahun 2016. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa melimpahkan rahmat, taufig, hhidayah, dan karunia-Nya kepada kita sekalian. Amin. jakarta, 23 September 2016 a Biro Kepegawaian, DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ... KEPUTUSAN SEKRETARIS JENDERAL KEMENTERIAN AGAMA NOMOR 14 TAHUN 2016 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN AGAMA DARI PELAMAR UMUM TAHUN ANGGARAN 2016 ..........+ LAMPIRAN KEPUTUSAN SEKRETARIS JENDERAL KEMENTERIAN AGAMA NOMOR 14 TAHUN 2016 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN AGAMA DARI PELAMAR UMUM TAHUN ANGGARAN 2016 .. BAB I PENDAHULUAN A. Umum. B, Tujuan. : C. Ruang Lingleuy D. Pengertian ..... E. Prinsip Pengadaan CPNS. F. Jadwal Pelaksanaan Pengadaan CPNS. BAB I PENGADAAN CPIS ..... A. Perencanaan dan Persiapan Pengangkatan CPNS. . Pelaksanaan Seleksi .. " ‘i BAB II PENGANGKATAN MENJADI CPNS . Pemanggilan . Persyaratan Administrasi Pemeriksaan Kelengkapan . Penyampaian usul Penetapan NIP. Penetapan NIP... Keputusan Pengangkatan Sebagai CPNS. Penugasan/Penempatan. Pembayaran Gaji CPNS posrooMP> BAB IV PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN BAB Vs‘ PEMBIAYAAN ... BAB VI = PELAPORAN, MONITORING, DAN EVALUAS! .. Lampiran-Lampiran iti Baaanunan KEPUTUSAN SEKRETARIS JENDERAL KEMENTERIAN AGAMA NOMOR 14 TAHUN 2016 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN AGAMA DARI PELAMAR UMUM TAHUN ANGGARAN 2016 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SEKRETARIS JENDERAL KEMENTERIAN AGAMA, | Menimbang : a. bahwa dalam rangka melaksanakan Peraturan Kepala Badan 4 Kepegawaian Negara Nomor 9 Tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Pegawai Negeri Sipil, perlu disusun petunjuk pelaksanaan pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil dari pelamar umum di lingkungan Kementerian Agama; b. bahwa dalam rangka memperoleh Sumber Daya Manusia yang memiliki kompetensi, wawasan yang luas, potensial, beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta bebas dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) secara kompetitif dan sesuai dengan kualifikasi jabatan; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Keputusan Sekretaris Jenderal Kementarian Agama(Itentang Petunjuk Pelaksanaan Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Agama dari Pelamar Umum Tahun Anggaran 2016; | Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil | Negara (Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 2014 | Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia | Nomor 5494); 2. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai NegeriiSipil (Lembaran Negara Rapublik Indonesia Tahun 2000 Nomor 194, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4015) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 122, Tambahan . Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4332); 1 Peraturan Pemerintah Nomor 98 Tahun 2000 tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 195, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4016) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2013 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 98 Tahun 2000 tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 31, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4192); Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan, dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia ‘Tahun 2003 Nomor 15, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4263} sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan, dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 164); Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia ‘Tahun 2010 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5135); Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 53 Tahun 2010 tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2016 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi Eselon I Kementerian Negara sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2016 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi Eselon I Kementerian Negara; ea te 10. iL 12. Peraturan Menteri Agama Nomor 2 Tahun 2006 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran Atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di lingkungan Departemen Agama sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Agama Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Agama Nomor 2 Tahun 2006 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran Atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di lingkungan Departemen Agama; Peraturan Menteri Agama Nomor 10 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agama (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 592) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Agama Nomor 21 Tahun 2016 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Menteri Agama Nomor 10 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agama (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1114); .Peraturan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Kementerian Agama (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 851); Keputusan Menteri Agama Nomor 363 Tahun 2002 tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil Dalam Lingkungan Kementerian Agama; .Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 198 Tahun 2012 tentang Pembentukan Panitia Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil Nasional Tahun 2012; _Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 155 Tahun 2013 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil Kementerian Agama Tahun Anggaran 2013; Keputusan Menteri Agama Nomor 20 Tahun 2014 tentang Pengangkatan Pejabat Kuasa Pengguna Anggaran dan Pelaksana Tugas Kuasa Pengguna Anggaran di lingkungan Kementerian Agama; .Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 15 Tahun 2003 tentang Petunjuk Teknis Pengawasan dan Pengendalian di Bidang Kepegawaian Scbagai Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan, dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil; Keputusan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pengangkatan Pejabat Pembuat 3 Menetapkan KESATU KEDUA KETIGA Komitmen, Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membaye Pejabat Penguji Surat Perintah Membayar, Bendahat Pengeiuaran, Bendahara Penerimaan, dan Petuga Pengelolaan Administrasi Belanja Pegawai pada satuan kerj: Sekretariat Jenderal Kementerian Agama; 18. Keputusan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nomor * ‘Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Keputusan Sekretari: Jenderal Kementerian Agama Nomor 1 Tahun 2016 tentany Pengangkatan — Pejabat Pembuat Komitmen, Pejaba Penandatangan Surat Perintah Membayar, Pejabat Penguj Surat Perintah Membayar, Bendahara Pengeluaran Bendahara Penerimaan, dan Petugas _Pengelolaat Administrasi Belanja Pegawai pada satuan kerja Sekretaria Jenderal Kementerian Agama; MEMUTUSKAN: :KEPUTUSAN SEKRETARIS JENDERAL KEMENTERIAN AGAMA TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN AGAMA DARI PELAMAR UMUM TAHUN ANGGARAN 2016. :Menetapkan Petunjuk Pelaksanaan Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Agama dari Pelamar Umum Tahun Anggaran 2016 sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini. : Petunjuk Pelaksanaan Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil) (CPNS) sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU berlaku sebagai pedoman bagi aparatur Kementerian Agama dalam melaksanakan pengadaan CPNS dari pelamar umur Kementerian Agama Tahun Anggaran 2016. : Keputusan ini berlaku pada Tahun Anggaran 2016. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 23 September 2016 SEKRETARIS JENDERAL KEMENTERIAN AGAM, Td. NUR SYAM } f ' LAMPIRAN KEPUTUSAN SEKRETARIS JENDERAL KEMENTERIAN AGAMA NOMOR 14 TAHUN 2016 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN AGAMA DARI PELAMAR UMUM TAHUN ANGGARAN 2016 BABI PENDAHULUAN A. Umum 1. Sesuai dengan kebijakan pemerintah tentang pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari pelamar umum dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi untuk mengisi formasi yang lowong. 2. Pengadaan CPNS harus dilaksanakan secara jujur, adil, efektif, efisien, transparan, dan kompetitif berdasarkan syarat-syarat yang telah ditentukan, serta tidak membedakan jenis kelamin, suku, agama, ras, golongan, atau daerah. 3. Dalam upaya memperoleh sumber daya Pegawai Negeri Sipil (PNS} yang berkualitas pada Kementerian Agama, perlu dilakukan Tes Kompetensi Dasar (TKD) bagi semua pelamar sesuai dengan kebutuhan jabatan dan Tes Kompetensi Bidang (TKB) bagi pelamar yang dinyatakan lulus seleksi ‘TKD. 4, Keputusan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengadaan CPNS dari Pelamar Umum Tahun Anggaran 2016 mengatur mulai dari perencanaan, pengumuman, _ pelamaran, penyaringan/seleksi, penetapan kelulusan, permintaan Nomor Identitas Pegawai Negeri Sipil (NIP), pengangkatan menjadi CPNS, penempatan/penugasan, pembayaran gaji CPNS, pengawasan dan pengendalian, serta pelaporan, monitoring, dan evaluasi. B. Tujuan Ketentuan dalam Keputusan Sekretaris Jenderal ini digunakan sebagai pedoman pelaksanaan pengadaan CPNS bagi Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dan pejabat lain pada Kementerian Agama yang secara fungsional bertanggung jawab di bidang kepegawaian untuk memperoleh CPNS yang memiliki kompetensi, wawasan yang luas, potensial, beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta bebas dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) secara kompetitif dan sesuai dengan kualifikasi jabatan. . Ruang Lingkup Ruang lingkup Petunjuk Pelaksanaan Pengadaan CPNS ini meliputi: 1. apron Pengadaan CPNS; Pengangkatan menjadi CPNS; Pengawasan dan Pengendalian; Pembiayaan; Pelaporan, Monitoring, dan Evaluasi. . Pengertian Dalam Keputusan Sekretaris Jenderal ini yang dimaksud dengan: 1. 7. 8. 9. Pengadaan CPNS adalah proses kegiatan pengisian formasi yang lowong dimulai dari perencanaan, pengumuman, pelamaran, penyaringan, penetapan kelulusan, permintaan Nomor Identitas Pegawai Negeri Sipil (NIP) sampai dengan pengangkatan menjadi CPNS. Pelamar Umum adalah masyarakat umum yang memenuhi persyaratan sesuai ketentuan dan mendaftarkan diri secara online sebagai peserta seleksi CPNS pada Kementerian Agama. Pengangkatan menjadi CPNS adalah pelamar umum yang telah mengikuti seleksi TKD dan TKB serta dinyatakan lulus oleh Panitia Seleksi Nasional (Panselnas). Panitia Pengadaan CPNS Kementerian Agama Pusat adalah Tim Pelaksana Pengadaan CPNS Kementerian Agama secara nasional yang terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Tim Seleksi Administrasi, Tim Pelaksana Ujian, dan Tim Pemantauan. Panitia Pengadaan CPNS Kementerian Agama pada Satuan Kerja adalah Tim Pelaksana Pengadaan CPNS Kementerian Agama Satuan Kerja yang terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Sub Tim Seleksi Administrasi, Sub Tim Pelaksanaan Ujian, dan Sub Tim Pemantauan, Pejabat Pembina Kepegawaian yang selanjutnya disingkat PPK adalah pejabat yang berwenang = mengangkat, — memindahkan, dan memberhentikan Pegawai Negeri Sipil di lingkungannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Menteri adalah Menteri Agama Republik Indonesia. Sekretaris Jenderal adalah Sekretaris Jenderal Kementerian Agama. Inspektur Jenderal adalah Inspektur Jenderal Kementerian Agama. . Prinsip Pengadaan CPNS Pengadaan CPNS Kementerian Agama memperbatikan Sistem Manajemen ‘Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 rekrutmen CPNS yang dilakukan berdasarkan prinsip sebagai berikut: ee 1, Objektif, dalam arti dalam proses pendaftaran, seleksi dan penentuan kelulusan didasarkan pada persyaratan dan hasil ujian/tes sesuai keadaan yang sesungguhnya. 2. Transparan, dalam arti proses pelamaran, pendaftaran, pelaksanaan ujian, pengolahan hasil ujian serta pengumuman basil kelulusan dilaksanakan secara terbuka. 3. Kompetitif, dalam arti semua pelamar bersaing secara sehat dan penentuan hasil seleksi didasarkan pada nilai ambang batas tertentu (passing grade) dan atau nilai terbaik dari seluruh peserta. 4. Akuntabel, dalam arti seluruh proses pengadaan PNS dapat dipertanggungjawabkan kepada stakeholder maupun masyarakat. 5. Bebas dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), dalam arti seluruh proses pengadaan PNS harus terhindar dari unsur KKN. 6. Tidak diskriminatif, dalam arti dalam proses pengadaan tidak boleh membedakan pelamar berdasar suku, agama, ras, jenis kelamin, dan golongan. 7. Tidak dipungut biaya, dalam arti pelamar tidak dibebankan biaya apapun dalam proses pengadaan CPNS. 8. Efektif, dalam arti pengadaan CPNS dilakukan dengan kebutuhan organisasi. 9. Efisien, dalam arti penyelenggaraan pengadaan CPNS dilakukan dengan biaya seminimal mungkin. F, Jadwal Pelaksanaan Pengadaan CPNS No. Kegiatan Waktu 1. |Penyampaian permohonan usulan tambahan |2 Maret 2016 formasi ASN kepada Menteri PAN-RB L 2.|Penerimaan persetujuan prinsip tambahan | 29 Agustus 2016 kebutuhan CPNS pelamar umum TA. 2016 dari Kementerian PAN dan RB 3.[Penyampaian formasi rinci CPNS oleh] 8 September 2016 Kementerian Agama kepada Kementerian PAN dan RB 4.]Penerimaan penetapan formasi rinci CPNS]*) dari Kementerian PAN dan RB 5.|Pengumuman lowongan formasi oleh|1~ 14 Oktober 2016 instansi 6.|Pendaftaran CPNS secara online: portal}5~19 Oktober 2016 nasional (http:/ /panselnas.menpan.go.id scen.bkn.go.id) 7. [Pelaksanaan seleksi TKD 4 &, | Pelaksanaan seleksi TKB *) 9. | Penyerahan hasil TKB kepada Panselnas ha No. Kegiatan Waktu 10.|Panselnas menyampaikan hasil integrasi|*) nilai TKD dan TKB kepada Kementerian Agama T1.|Kementerian Agama membuat pengumuman |*) Kehulusan yang ditandatangani PPK dan disampaikan kepada Panselnas 12.|Kementerian Agama mengumumkan peserta |*) yang dinyatakan lulus melalui media online atau media cetak Keterangan: +) jadwal menyesuaikan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas). | | | BAB II PENGADAAN CPNS. A. Perencanaan dan Persiapan Pengangkatan CPNS 1 Umum Pengadaan CPNS pada prinsipnya mengacu pada ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 98 Tahun 2000 sebagaimana telah diubah kedua kali dengan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2013 dan ketentuan pelaksanaannya sebagaimana diatur dalam Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 11 Tahun 2002, kecuali penyiapan, pengolahan materi ujian Tes Kompetenasi Dasar (TKD), dan pengolahan hasil ujian dengan komputer dilakukan oleh Panitia Seleksi Nasional. . Penyusunan Formasi a. Penyusunan formasi didasarkan pada perhitungan kebutuhan pegawai berdasarkan beban kerja per satuan kerja Kementerian Agama, yang selanjutnya disampaikan Menteri Agama kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) dan Reformasi Birokrasi (RB) setiap tahun anggaran dan ditetapkan melalui persetujuan prinsip penetapan formasi yang disesuaikan dengan kemampuan kevangan negara. Formasi yang telah ditetapkan kemudian didistribusikan kepada masing-masing satuan kerja Kementerian Agama sesuai dengan skala prioritas kebutuhan; b. Dalam proses penyusunan formasi perlu dilakukan monitoring dan evaluasi penyusunan formasi pada masing-masing satuan kerja sebagai upaya verifikasi dan validasi perhitungan kebutuhan pegawai berdasarkan beban kerja. . Pengorganisasian, Tugas, dan Tanggung Jawab, serta Mekanisme Kerja Tim. a. Menteri membentuk Panitia Pengadaan CPNS Pusat dari Pelamar Umum Kementerian Agama yang terdiri dari: 1) Tim Pelaksana Pengadaan CPNS Pusat terdiri dari: a) Ketua : Sekretaris Jenderal; b) Wakil Ketua : Kepala Biro Kepegawaian; c) Sekretaris : Kepala Bagian Il Biro Kepegawaian; d) Tim Seleksi Administrasi : Kepala Bagian I Biro Kepegawaian; ¢) Tim Pelaksanaan Ujian : Kepala Bagian IV Biro Kepegawaian; ) Tim Pemantauan : Kepala Bagian Ill Biro Kepegawaian; g) Anggota terdiri dari : Kasubbag, pejabat fungsional tertentu, dan pejabat fungsional umum pada Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal Kementerian 7 Agama. : 2) Tugas dan Tanggung Jawab Tim Pelaksana Pengadaan CPNS Pusat sebagai berikut: (1) Ketua (a) bertanggung jawab terhadap seluruh kelancaran pelaksanaan kegiatan pengadaan CPNS dari Pelamar Umum; {b) mengkoordinasiken seluruh pelaksanaan kegiatan pengadaan CPNS Pelamar Umum; (c) memimpin rapat-rapat dalam hal persiapan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan arahan dari Menteri atau pejabat yang ditunjuk; (4) mengkoordinasikan penyusunan —laporan —akhir pelaksanaan kegiatan; dan {e) bertanggung jawab terhadap seluruh pertanggung- jawaban keuangan. (2) Wakil Ketua (a) membantu ketua dalam pelaksanaan tugas-tugasnya; {b) memimpin rapat-rapat apabila ketua berhalangan hadir; dan (c) mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan Tim Seleksi Administrasi, Tim Pelaksanaan Ujian, dan Tim Pemantauan. (3) Sekretaris i (a) mengkoordinir dan bertanggung jawab atas kelancaran seluruh tugas-tugas kesekretariatan; (b) mengkoordinir persiapan pelaksanaan ujian dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) pada masing- masing satuan kerja; (c) menyiapkan konsep laporan pelaksanaan kegiatan dan laporan pertanggungjawaban keuangan kegiatan; dan (4) mengkoordinir dan memantau kesiapan pelaksanaan pengadaan CPNS Pelamar Umum. (4) Tim Seleksi Administrasi (a) menyiapkan secara rinci rencana tahapan_ setiap kegiatan dalam pelaksanaan pengadaan CPNS Pelamar Umum berdasarkan tenggang waktu yang ditetapkan; (b) memeriksa kesiapan sarana dan prasarana pelaksanaan / ujian; 10 (¢} menyiapkan bahan persyaratan pendaftaran melalui sistem verifikasi dan validasi_~—pendaftaran : (sson.bkn.go.id); at (@) menyampaikan jumlah peserta ujian kepada Tim Pelaksanaan Ujian. (5) Tim Pelaksanaan Ujian an (a) melakukan koordinasi dengan instansi atau pihak-pihak ar terkait, antara lain dalam hal kesiapan mengenai jadwal pelaksanaan, pengamanan, penentuan tempat, dan an pengawasan terhadap peserta ujian; (b) menyusun tata tertib pelaksanaan ujian; an () mengumpulkan daftar hadir dan berita acara jumlah at peserta yang hadir dan tidak hadir dari Sub Tim Seleksi Administrasi. air (6) Tim Pemantauan (a) melakukan pemantauan pelaksanaan ujian; eS (b) melakukan pemantauan terhadap pengumuman. penetapan kelulusan berdasarkan hasil ujian; ‘ () memantau usul penetapan NIP dengan pengumuman yang dinyatakan lulus dan diterima; dan ir (@) membuat laporan terhadap hasil pemantauan .f pelaksanaan pengadaan CPNS Pelamar Umum pada si | satuan kerja kepada Ketua Tim Pelaksana Pengadaan mit CPNS. i i b. Kepala Kanwi) Kementerian Agama Provinsi membentuk Tim I Pelaksana Pengadaan CPNS Pelamar Umum pada Kantor Wilayah ante Kementerian Agama Provinsi sebagai berikut: 1) Tim Pelaksana terdiri dari: mn a) Ketua : Kepala Kantor Wilayah & b) Wakil Ketua : Kepala Bagian TU o) Sekretaris : Kepala Sub Bagian Ortala mf Kepegawaian d) Sub Tim Seleksi Administrasi: Kasubag pada Bagian TU atau m pejabat yang ditunjuk, Anggota ¢) Sub Tim Pelaksanaan Ujian : Kasubag pada Bagian TU atau pejabat yang ditunjuk, Anggota » f) Sub Tim Pemantauan : Kasubag pada Bagian TU atau ar pejabat yang ditunjuk, Anggota 2) Tugas dan Tanggung Jawab Sub Tim sebagai berikut: m a) Ketua (1) bertangeung jawab terhadap —seluruh _kelancaran pelaksanaan kegiatan pengadaan CPNS; (2) mengkoordinasikan seluruh _—pelaksanaan _—ikegiatan pengadaan CPNS; (3) memimpin rapat-rapat dalam hal persiapan pelaksanaan kegiatan; (4) mengkoordinasikan penyusunan laporan akhir pelaksanaan kegiatan; dan (5) bertanggung jawab terhadap seluruh pertanggungjawaban keuangan. b) Wakil Ketua (1) membantu ketua dalam pelaksanaan tugas-tugasnya; dan (2) memimpin rapat-rapat apabila ketua berhalangan hadir; (3) mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan Sub Tim Seleksi Administrasi, Sub Tim Pelaksanaan Ujian, dan Sub Tim Pemantauan. o) Sekretaris (1) mengkoordinir dan bertanggung jawab atas kelancaran seluruh tugas-tugas kesekretariatan; (2) mengkoordinir penyiapan pelaksanaan seleksi dengan sistem CAT dengan instansi terkait; {3} menyiapkan konsep laporan pelaksanaan kegiatan dan laporan pertanggungjawaban keuangan kegiatan; dan (4) mengkoordinir dan memantau kesiapan pelaksanaan pengadaan CPNS. d) Sub Tim Seleksi Administrasi (1) menyiapkan secara rinci rencana tahapan setiap kegiatan dalam pelaksanaan pengadaan CPNS pada satuan kerja berdasarkan tenggang waktu yang ditetapkan; (2) menyiapkan infrastruktur pelaksanaan ujian dengan sistem CAT; (3) mencetak kartu/tanda peserta ujian melalui sistem verifikasi dan validasi pendaftaran (ssen.bkn.go.id) dan memberikan kartu/tanda peserta ujian kepada pelamar yang telah memenuhi syarat administrasi; (4) menyampaikan jumlah peserta ujian kepada Sub Tim Pelaksanaan Ujian; (5) menyiapkan daftar hadir peserta ujian; dan (6) melakukan pemeriksaan/pengecekan terhadap kesiapan pelaksanaan ujian 3 (tiga) hari sebelum pelaksanaan ujian. Jika terdapat kekurangan, segera melaporkan kepada Tim Pelaksanaan Pengadaan CPNS Pelamar Umum Pusat. 12 i I si ia rh @ c. e) Sub Tim Pelaksanaan Ujian (1) melakukan koordinasi dengan instansi atau pihak-pihak terkait, antara lain pengamanan, penentuan peserta ujian; dalam hal kesiapan mengenai tempat, dan pengawasan terhadap (2) menerima daftar hadir dan tata tertib pelaksanaan ujian dari Sub Tim Seleksi Administrasi; (3) menyelenggarakan ujian sesuai jadwal yang telah ditetapkan; (4) membacakan tata tertib pelaksanaan ujian; (5) mengedarkan daftar hadir untuk ditandatangani oleh peserta; (6) mengumpulkan daftar hai dir dari peserta; dan (7) menandatangani berita acara jumlah peserta yang hadir dan tidak hadir; f) Sub Tim Pemantauan (1) melakukan pemantauan perencanaan pelaksanaan ujian; (2) melakukan pemantauen pelaksanaan ujian; (3) melakukan pemantauan terhadap pengumuman penetapan kelulusan berdasarkan hasil ujian; (4) memantau usul penetapan NIP dengan pengumuman yang dinyatakan lutus dan dite rima; dan. (5) membuat laporan terhadap hasil pemantauan pelaksanaan pengadaan CPNS Pelamar Umum di lingkungan masing- masing kepada Ketua yang selanjutnya disampaikan kepada Tim Pengadaan CPNS Pelamar Umum Pusat. Rektor membentuk Tim Pelaksana Islam Negeri (UIN) sebagai berikut: 1) Tim Pelaksana terdiri dari: a) Ketua ») Wakil Ketua ©) Sekretaris d) Sub Tim Seleksi Administrasi e) Sub Tim Pelaksanaan Ujian ) Sub Tim Pemantauan 1B Pengadaan CPNS pada Universitas Rektor Kepala Biro yang membidangi kepegawaian Kepala Bagian yang membidangi kepegawaian Kasubag Kepegawaian, Anggota Kasubag atau pejabat yang ditunjuk, Anggota Kasubag atau pejabat yang ditunjuk, Anggota 2) Tugas dan Tanggung Jawab Tim sebagai berikut: a) Ketua (1) bertanggung jawab terhadap _—_seluruh_—_kelancaran pelaksanaan kegiatan pengadaan CPNS; (2) mengkoordinasikan —seluruh —_pelaksanaan —_kegiatan pengadaan CPNS; (3) memimpin rapat-rapat dalam hal persiapan pelaksanaan kegiatan; (4) mengkoordinasikan penyusunan laporan akhir pelaksanaan kegiatan; dan (5) bertanggung jawab terhadap seluruh pertanggungjawaban keuangan. b) Wakil Ketua (1) membantu ketua dalam pelaksanaan tugas-tugasnya; dan (2) memimpin rapat-rapat apabila ketua berhalangan hadir; (3) mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan Sub Tim Seleksi ‘Administrasi, Sub Tim Pelaksanaan Ujian, dan Sub Tim Pemantauan. c) Sekretaris (1) mengkoordinir dan bertanggung jawab atas kelancaran seluruh tugas-tugas kesekretariatan; (2) mengkoordinir penyiapan pelaksanaan seleksi dengan sistem CAT dengan instansi terkait; (3) menyiapkan konsep laporan pelaksanaan kegiatan dan laporan pertanggungjawaban keuangan kegiatan; dan (4) mengkoordinir dan memantau kesiapan _pelaksanaan pengadaan CPNS. d) Sub Tim Seleksi Administrasi (1) menyiapkan secara rinci rencana tahapan setiap kegiatan dalam pelaksanaan pengadaan CPNS pada satuan kerja berdasarkan tenggang waktu yang ditetapkan; (2) menyiapkan infrastruktur pelaksanaan ujian dengan sistem CAT; (3) mencetak kartu/tanda peserta ujian melalui sistem verifikasi dan validasi pendaftaran (sscn.bkn.go.id) dan memberikan kartu/tanda peserta ujian kepada pelamar yang telah memenuhi syarat administrasi; (4) menyampaikan jumlah peserta ujian kepada Sub Tim Pelaksanaan Ujian; (5) menyiapkan daftar hadir peserta ujian; dan 4 ny (6) melakukan pemeriksaan/pengecekan terhadap kesiapan pelaksanaan ujian 3 (tiga) hari sebelum pelaksanaan ujian. Jika terdapat kekurangan, segera melaporkan kepada Tim Pelaksanaan Pengadaan CPNS Pelamar Umum Pusat. e) Sub Tim Pelaksanaan Ujian (1) melakukan koordinasi dengan instansi atau pihak-pihak : it, antara lain dalam hal kesiapan mengenai pengamanan, penentuan tempat, dan pengawasan terhadap peserta ujian; (2) menerima daftar hadir dan tata tertib pelaksanaan ujian dari Sub Tim Seleksi Administrasi; (3) menyelenggarakan ujian sesuai jadwal yang telah ditetapkan; (4) membacakan tata tertib pelaksanaan ujian; (5) mengedarkan daftar hadir untuk ditandatangani oleh peserta; (6) mengumpulkan daftar hadir dari peserta; dan (7) menandatangani berita acara jumlah peserta yang hadir dan i tidak hadir; = 4) Sub Tim Pemantauan (1) melakukan pemantauan perencanaan pelaksanaan ujian; (2) melakukan pemantauan pelaksanaan ujian; ae (3) melakukan pemantauan terhadap pengumuman penetapan kelulusan berdasarkan hasil ujian; a (4) memantau usul penetapan NIP dengan pengumuman yang dinyatakan lulus dan diterima; dan a (5) membuat laporan terhadap hasil pemantauan pelaksanaan pengadaan CPNS Pelamar Umum di lingkungan masing- a masing kepada Ketua yang selanjutnya disampaikan kepada Tim Pengadaan CPNS Pelamar Umum Pusat. d. Rektor membentuk Tim Pelaksana Pengadaan CPNS pada Institut Agama Negeri (IAIN dan IHDN) sebagai berilut: a 1) Tim Pelaksana terdiri dari: a) Ketua : Rektor i b) Wakil Ketua : Kepala Biro yang membidangi | kepegawaian i ¢) Sekretaris : Kepala Bagian yang a membidangi kepegawaian a ) Sub Tim Seleksi Administrasi_: Kasubag Kepegawaian, Anggota a e) Sub Tim Pelaksanaan Ujian : Kasubag atau pejabat yang ditunjuk, Anggota f) Sub Tim Pemantauan : Kasubag atau pejabat yang ditunjuk, Anggota 2) Tugas dan Tanggung Jawab Tim sebagai berikut: a) Ketua (1) bertanggung jawab terhadap_—seluruh __kelancaran pelaksanaan kegiatan pengadaan CPNS; (2) mengkoordinasikan _seluruh _pelaksanaan _kegiatan pengadaan CPNS; (3) memimpin rapat-rapat dalam hal persiapan pelaksanaan kegiatan; (4) mengkoordinasikan penyusunan laporan akhir pelaksanaan kegiatan; dan (5) bertanggung jawab terhadap seluruh pertanggungjawaban keuangan. b) Wakil Ketua (1) membantu ketua dalam pelaksanaan tugas-tugasnya; dan (2) memimpin rapat-rapat apabila ketua berhalangan hadir; (3) mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan Sub Tim Seleksi Administrasi, Sub Tim Pelaksanaan Ujian, dan Sub Tim Pemantauan. c) Sekretaris (1) mengkoordinir dan bertanggung jawab atas kelancaran seluruh tugas-tugas kesekretariatan; (2) mengkoordinir penyiapan pelaksanaan seleksi dengan sistem CAT dengan instansi terkait; (3) menyiapkan konsep laporan pelaksanaan kegiatan dan laporan pertanggungjawaban keuangan kegiatan; dan (4) mengkoordinir dan memantau kesiapan pelaksanaan pengadaan CPNS. d) Sub Tim Seleksi Administrasi (1) menyiapkan secara rinci rencana tahapan setiap kegiatan dalam pelaksanaan pengadaan CPNS pada satuan kerja berdasarkan tenggang waktu yang ditetapkan; (2} menyiapkan infrastruktur pelaksanaan ujian dengan sistem CAT; (3) mencetak kartu/tanda peserta ujian melalui sistem verifikasi dan validasi pendaftaran (ssen.bkn.go.id) dan memberikan kartu/tanda peserta ujian kepada pelamar yang telah memenuhi syarat administrasi; (4) menyampaikan jumlah peserta ujian kepada Sub Tim Pelaksanaan Ujian; (5) menyiapkan daftar hadir peserta ujian; dan 16 si e. (6) melakukan pemeriksaan/pengecekan terhadap kesiapan pelaksanaan ujian 3 (tiga) hari sebelum pelaksanaan ujian. Jika terdapat kekurangan, segera melaporkan kepada Tim Pelaksanaan Pengadaan CPNS Pelamar Umum Pusat. e) Sub Tim Pelaksanaan Ujian (1) melakukan koordinasi dengan instansi atau pihak-pihak terkait, antara lain dalam hal kesiapan mengenai pengamanan, penentuan tempat, dan pengawasan terhadap peserta ujian; (2) menerima daftar hadir dan tata tertib pelaksanaan ujian dari Sub Tim Seleksi Administrasi; (3) menyelenggarakan ujian sesuai jadwal yang telah ditetapkan; (4) membacakan tata tertib pelaksanaan ujian; (5) mengedarkan daftar hadir untuk ditandatangani oleh peserta; (6) mengumpulkan daftar hadir dari peserta; dan (7) menandatangani berita acara jumlah peserta yang hadir dan tidak hadir; 4) Sub Tim Pemantauan (1) melakukan pemantauan perencanaan pelaksanaan ujian; (2) melakukan pemantauan pelaksanaan ujian; (3) melakukan pemantauian terhadap pengumuman penetapan kelulusan berdasarkan hasil ujian; (4) memantau usul penetapan NIP dengan pengumuman yang dinyatakan lulus dan diterima; dan (5) membuat laporan terhadap hasil pemantauan pelaksanaan pengadaan CPNS Pelamar Umum di lingkungan masing- masing kepada Ketua yang selanjutnya disampaikan kepada Tim Pengadaan CPNS Pelamar Umum Pusat. Ketua membentuk Tim Pelaksana Pengadaan CPNS Pelamar Umum pada Sekolah Tinggi Agama Negeri (STAIN, STAKN, STAHN, dan STABN) sebagai berikut: 1) Tim Pelaksana terdiri dari: aj Ketua : Ketua b) Wakil Ketua : Wakil Ketua Bidang Administrasi c) Sekretaris : Kepala Bagian Administrasi d) Sub Tim Seleksi Administrasi: Kepala Subbagian yang membidangi kepegawaian, Anggota ¢) Sub Tim Pelaksanaan Ujian : Kepala Subbagian atau pejabat yang ditunjuk; Anggota f) Sub Tim Pemantauan : Kepala Subbagian atau pejabat : yang ditunjuk; Anggota 2) Tugas dan Tanggung Jawab Tim sebagai berikut: a) Ketua (1) bertanggung jawab terhadap_ seluruh _kelancaran pelaksanaan kegiatan pengadaan CPNS; (2) mengkoordinasikan seluruh _pelaksanaan _kegiatan pengadaan CPNS; (3) memimpin rapat-rapat dalam hal persiapan pelaksanaan kegiatan; (4) mengkoordinasikan penyusunan laporan akhir pelaksanaan kegiatan; dan (5) bertanggung jawab terhadap seluruh pertanggui keuangan. b) Wakil Ketua (1) membantu ketua dalam pelaksanaan tugas-tugasnya; dan (2) memimpin rapat-rapat apabila ketua berhalangan hadir; (3) mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan Sub Tim Seleksi Administrasi, Sub Tim Pelaksanaan Ujian, dan Sub Tim Pemantauan. o) Sekretaris (1) mengkoordinir dan bertanggung jawab atas kelancaran seluruh tugas-tugas kesekretariatan; (2) mengkoordinir penyiapan pelaksanaan seleksi dengan sistem CAT dengan instansi terkait; (3) menyiapkan konsep laporan pelaksanaan kegiatan dan laporan pertanggungjawaban keuangan kegiatan; dan (4) mengkoordinir dan memantau kesiapan pelaksanaan pengadaan CPNS. d) Sub Tim Seleksi Administrasi (1) menyiapkan secara rinci rencana tahapan setiap kegiatan dalam pelaksanaan pengadaan CPNS pada satuan kerja berdasarkan tenggang waktu yang ditetapkan; (2) menyiapkan infrastruktur pelaksanaan ujian dengan sistem. CAT; (3) mencetak kartu/tanda peserta ujian melalui sistem verifikasi dan validasi’ pendaftaran (sscn.bkn.go.id) dan memberikan kartu/tanda peserta ujian kepada pelamar yang telah memenuhi syarat administrasi; (4) menyampaikan jumlah peserta ujian kepada Sub Tim Pelaksanaan Ujian; : (5) menyiapkan daftar hadir peserta ujian; dan waban > = (6) melakukan pemeriksaan/pengecekan terhadap kesiapan pelaksanaan ujian 3 (tiga) hari sebelum pelaksanaan ujian. Jika terdapat kekurangan, segera melaporkan kepada Tim Pelaksanaan Pengadaan CPNS Pelamar Umum Pusat. e) Sub Tim Pelaksanaan Ujian (1) melakukan koordinasi dengan instansi atau pihak-pihak terkait, antara lain dalam hal kesiapan mengenai pengamanan, penentuan tempat, dan pengawasan terhadap peserta ujian; (2) menerima daftar hadir dan tata tertib pelaksanaan ujian dari Sub Tim Seleksi Administrasi; (3) menyelenggarakan ujian. sesuai jadwal yang telah ditetapkan; (4) membacakan tata tertib pelaksanaan ujian; (5) mengedarkan daftar hadir untuk ditandatangani oleh peserta; (6) mengumpulkan daftar hadir dari peserta; dan {7) menandatangani berita acara jumlah peserta yang hadir dan tidak hadir; Sub Tim Pemantauan (1) melakukan pemantauan perencanaan pelaksanaan ujian; (2) melakukan pemantauan pelaksanaan ujian; (3) melakukan pemantauan terhadap pengumuman penetapan kelulusan berdasarkan hasil ujian; (4) memantau usul penetapan NIP dengan pengumuman yang dinyatakan lulus dan diterima; dan (5) membuat laporan terhadap hasil pemantauan pelaksanaan pengadaan CPNS Pelamar Umum di lingkungan masing- masing kepada Ketua yang selanjutnya disampaikan kepada Tim Pengadaan CPNS Pelamar Umum Pusat. > 4. Mekanisme Kerja Tim Pelaksana Pengadaan CPNS a. Dalam melaksanakan tugasnya, Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Sub Tim Seleksi Administrasi, Sub Tim Pelaksanaan Ujian, Sub Tim Pemantauan, dan para Anggota wajib menerapkan prinsip Koordinasi, Konsultasi, Integrasi, dan Sinkronisasi di lingkungan tugas masing- masing; . Ketua Tim bertanggung jawab melaksanakan dan mengkordinasikan anggotanya masing-masing serta melakukan pengawasan, bimbingan, dan arahan bagi kelancaran pelaksanaan tugas; dan Seluruh Sub Tim wajib melaksanakan tugas dan fungsinya berdasarkan kebijakan dan peraturan perundang-undangan. 5. Pola Seleksi Penerimaan CPNS 19 a. Seleksi penerimaan CPNS dilakukan dengan menggunakan Tes Kompetensi Dasar (TKD) dan Tes Kompetensi Bidang (TKB). b. TKB terdiri dari Tes Potensi Akademis (TPA) dan Micro Teaching ({kemampuan Pedagogik). ¢, Pelaksanaan TKD dilaksanakan 1 (satu) kali secara nasional yang waktu pelaksanaannya ditetapkan oleh Menteri PAN & RB. 4. Pelaksanaan TKB dilakukan 1 (satu) kali setelah pengumuman kelulusan TKD. 6. Pengumuman Penerimaan a. Pengadaan CPNS dilaksanakan setelan mendapat penetapan formasi PNS dari Menteri PAN dan RB; b. Tim Pelaksana Pengadaan CPNS Kementerian Agama Pusat menginformasikan pelaksanaan pengadaan CPNS kepada Sub Tim Pelaksana Pengadaan CPNS Satuan Kerja agar mengumumkan pengadaan CPNS secara terbuka, antara lain melalui media cetak, media elektronik, atau papan pengumuman; c. Pengumuman penerimaan CPNS paling kurang memuat persyaratan pelamar, nama jabatan yang lowong, kuslifikasi pendidikan, waktu, alamat lamaran ditujukan kepada PPK Kementerian Agama yang bersangkutan; d. Dalam pengumuman harus memuat syarat: 1) paling rendah berusia 18 (delapan belas) tahun dan paling tinggi 35 (tiga puluh lima) tahun pada saat pendaftaran secara online; dan 2) usia pelamar ditentukan berdasarken tanggel kelahiran yang tercantum pada ijazah yang digunakan sebagai dasar melamar. e. Pengumuman dilakukan paling singkat 15 (lima belas) hari kalender; { Penerimaan surat lamaran dapat dimulai pada hari ke 5 (lima) setelah pengumuman dan berakhir 5 (lima) hari setelah selesai pendaftaran secara online; g. Surat lamaran berserta dokumen, diterima oleh Panitia Pengadaan CPNS Kementerian Agama melalui jasa pos/pengiriman sesuai dengan alamat satuan kerja yang dilamar selambat-lambatnya 5 (lima) hari setelah selesai pendaftaran secara online; dan hh. Pengumuman harus menggunakan media yang mudah diketahui masyarakat luas, antara lain melalui media cetak, papan pengumuman dan/atau bentuk lain yang memungkinkan. 7, Mekanisme Pendaftaran a. Pendaftaran dilakukan secara online melalui website resmi http: / /www.ssen.bkn.go.id untuk melakukan entry data oleh pelamar (registrasi); 20 ‘es b. Jika sistem aplikasi pendaftaran mengalami gangguan, pelamar dapat melakukan pengaduan kepada BKN melalui portal ng f http: / /www.bkn.go.id 4 c. Print out kartu/tanda bukti pendaftaran/registrasi CPNS online Tahun ag 2016 beserta berkas lamaran lainnya dimasukkan ke dalam amplop, dikirim melalui jasa pos/pengiriman kepada Tim Pelaksana Pengadaan CPNS dengan alamat PO. BOX serta mencantumkan baa Satuan Kerja yang dituju dan jenis ketenagaan yang dilamar pada sudut kiri atas. si 8. Sarana dan Prasarana a. Panitia Pengadaan CPNS pada satuan kerja menyiapkan tempat dan infrastruktur yang diperlukan untuk pelaksanaan ujian dengan iat sistem CAT sesuai dengan spesifikasi minimal, sebagai berikut: mn 1) Komputer Server (minimal 1 unit}: k, a) Processor Intel Pentium 4 2.4Ghz; b) Memory 2GB; mn co) HD Free 10GB; 2, d) Keyboard + Mouse Optic PS 2; ‘6 ) Display 1024 x 768 pixel; f) Network Card 100 mbps; g) UPS untuk mengantipasi PT. PLN apabila ada pemadaman listrik; 2) Komputer Client (minimal 20 unit): a) Processor Intel Pentium 3 600Mhz; ° | b) Memory 512MB; c) HD Free 5 GB; hb d) Keyboard + Mouse Optic PS 2; a e) Display 1024 x 768 pixel; } Network Card 100 mbps; ai} 3) Jaringan lokal (Loca! Networking) menggunakan hub/switch dan aoe router sesuai standar pabrikan industri yang disesuaikan dengan it jumlah client (min 1/100); HH 4) Jaringan Internet 2MB; +e 5) Printer Laser. 2 b. Kesiapan tempat dan infrastruktur pelaksanaan ujian dengan sistem CAT akan diperiksa oleh Tim Pengadaan CPNS Pusat dan Instansi terkait; i ¢. Sarana dan prasarana bagi pelamar penyandang cacat (disabilitas) c harus disesuaikan dengan kebutuhan, antara lain: 1) Tempat pendaftaran khusus bagi penyandang cacat fisik; dan 2) Petugas pembaca bagi tuna netra. an B. Pelaksanaan Seleksi Pengajuan Lameran 1 a. | Panitia mengirimkan kartu ujian ke alamat email pelamar yang telah Lamaran ditulis tangan sendiri dengan tinta hitam dan ditandatangani oleh pelamar ditujukan kepada Menteri Agama Republik Indonesia {contoh terlampir) disertai dengan: 1) Print out kartu/tanda bukti pendaftaran CPNS online Tahun 2016; 2) Fotokopi ijazah terakhir yang telah dilegalisir sesuai dengan kcualifikasi pendidikan yang dibutuhkan; 3) Pasfoto berwarna terbaru ukuran 3 x4 cm sebanyak dua lembar; 4) Fotokopi KTP yang masih berlaku; 5) Fotokopi Kartu Keluarga (KK) Pada ampiop lamaran agar mencantumkan satuan kerja yang dituju dan pekerjaan yang dilamar pada sudut kiri atas (contoh terlampir); Surat lamaran beserta dokumen sebagaimana dimaksud pada huruf a di atas, dikirimkan melalui jasa pos/pengiriman kepada Panitia Pengadaan CPNS Kementerian Agama di satuan kerja yang dilamar; Berkas lamaran yang diterima oleh Panitia Pengadaan CPNS Satuan Kerja melalui jasa pos/pengiriman, diproses, dan dikelompokkan sesuai dengan jenis ketenagaan yang dilamar serta kualifikasi pendidikannya; Bagi pelamar yang menyampaikan berkas lamaran tidak sesuai dengan alamat satuan kerja yang dilamar, dinyatakan batal/gugur/- diskualifikasi; Pemeriksaan kelengkapan/seleksi berkas lamaran dilakukan sesuai dengan syarat yang ditentukan, yaitu: 1) berkas lamaran yang telah masuk menjadi milik panitia; 2} berkas lamaran yang memenuhi syarat dipisahkan dengan yang tidak memenuhi syarat dan tidak lengkap, kemudian diberi tanda/kode yang berbeda; dan 3) Berkas lamaran menjadi bahan verifikasi dan validasi pada aplikas! pendaftaran penerimaan CPNS (http:/ /www.ssen.bkn.go.id) Lamaran yang memenuhi syarat administrasi disusun dalam satu daftar nominatif sebagai bahan pengendalian administrasi dan pemberian tanda/nomor peserta ujian, jadwal, dan tempat/lokas! ujian; dinyatakan luhus seleksi administrasi; Pelamar mencetak kartu ujian dan menukarkan dengan kartu ujian yang asli pada saat registrasi sebelum mengikuti ujian, dengan menunjukkan KTP asli; Pelamar mengikuti ujian pada satuan kerja yang dilamar; 2 g k. Panitia Pengadaan CPNS Satuan Kerja wajib mengakomodasi pelamar penyandang cacat sesuai dengan tingkat dan jenis kecacatannya serta jabatan atau tugas yang akan didudukinya sesuai dengan kebutuhan; 1. Bagi seluruh pelamar wajib mengikuti seleksi ujian TKD dengan sistem CAT; dan m. Bagi pelamar yang dinyatakan lulus seleksi ujian TKD, wajib mengikuti seleksi ujian TKB; n. Panitia Pengadaan CPNS Kementerian Agama akan mengumumkan peserta yang telah lulus seleksi ujian TKD sebanyak 3 (tiga) kali jumiah formasi untuk mengikuti seleksi ujian TKB; o. Pengumuman peserta yang dinyatakan lulus, dilakukan oleh Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) dan diteruskan oleh Panitia Pengadaan CPNS Kementerian Agama melalui website Kementerian Agama: http: / /www.kemenag.go.id 2. Pemantauan Pendaftaran dan Seleksi Berkas Panitia Pengadaan CPNS Kementerian Agama Satuan Kerja melaporkan pelaksanaan pendaftaran dan hasil seleksi berkas CPNS kepada Panitia Pengadaan CPNS Kementerian Agama Pusat dengan melampirkan rekapitulasi jumlah pelamar sesuai jenis ketenagaan yang dilamar dan kualifikasi pendidikannya. 3. Materi dan Pelaksanaan Ujian Materi ujian terdiri dari: a. Tes Kompetensi Dasar (TKD) 1) Umum a) Materi TKD terdiri dari Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) dibuat oleh Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri; dan b)Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri menetapkan Standar Operating Procedure (SOP) penyusunan materi TKD. 2) TKD dimaksudkan untuk menggali pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku peserta ujian yang meliputi wawasan nasional, regional, dan internasional maupun kemampuan _ verbal, kemampuan kuantitatif, kemampuan penalaran, kemampuan beradaptasi, pengendalian diri, semangat berprestasi, integritas, dan inisiatif; 3) Dalam penyusunan materi ujian harus tetap dijamin kerahasiaannya; 4) TKD diikuti oleh semua pelamar umum yang memenuhi persyaratan yang ditentukan; 5) Tes Wawasan Kebangsaan untuk menilai penguasaan pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan nilai-nilai 4 (empat) Pilar Kebangsaan Indonesia yang meliputi: a) Pancasila; b) Undang Undang Dasar 1945; 23 6) 7) 8) c) Bhinneka Tunggal Ika; dan d) Negara Kesatuan Republik Indonesia (Sistem Tata Negara Indonesia, baik pada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, sejarah perjuangan bangsa, peranan Bangsa Indonesia dalam tatanan regional maupun global, kemampuan berbahasa Indonesia secara baik dan benaz). ‘Tes Intelegensi Umum dimaksudkan untuk menilai: a)Kemampuan verbal, yaitu _kemampuan menyampaikan jinformasi secara lisan maupun tulis; b)Kemampuan numeric, yaitu kemampuan melakukan operasi perhitungan angka dan melihat hubungan di antara angka- angka; c) Kemampuan berpikir logis, yaitu kemampuan melakukan penalaran secara runtut dan sistematis; dan ¢)Kemampuan berpikir analitis, yaitu kemampuan mengurai suatu permasalahan secara sistematik. ‘tes Karakteristik Pribadi untuk menilai: a) Integritas diri; b) Semangat berprestasi; c} Orientasi pada pelayanan; ) Kemampuan beradaptasi; ¢) Kemampuan mengendalikan diri; 9) Kemampuan bekerja mandiri dan tuntas; g) Kemauan dan kemampuan belajar berkelanjutan; h) Kemampuan bekerja sama dalam kelompok; {) Kemampuan menggerakkan dan mengkoordinasikan orang lain; j) Orientasi kepada orang lain; dan k) Kreativitas dan inovasi. Pelaksanaan TKD a) Pelaksanaan TKD pada Kementerian Agama diselenggarakan oleh masing-masing satuan kerja dengan pengawasan oleh Panitia Pengadaan CPNS Kementerian Agama Pusat dan Inspektorat Jenderal Kementerian Agama; b) TKD harus diikuti oleh seluruh pelamar umum; c) Pengawas Ujian harus menjamin ketertiban dan keamanan pelaksanaan TKD; 4) Pengawas Ujian mencocokckan tanda peserta ujian dengan daftar hadir, identitas peserta, dan orang yang bersangkutan. Peserta ujian yang identitasnya tidak sesuai dengan tanda peserta ujian, tidak diperkenankan mengilcuti TKD; 6) Pengawas Ujian wajib membacakan tata tertib pelaksanaan TKD kepada peserta; 24 Spos- op ) Panitia Seleksi Nasional (PANSELNAS) mengeluarkan: (1) hasil pengolahan TKD bagi peserta tes yang memenuhi nilai ambang batas kelulusan (passing grade) yang ditetapkan berdasarkan formasi, dibuat menurut contoh sebagaimana tercantum dalam Lampiran E; dan (2) hasil pengolahan TKD seluruh peserta tes berdasarkan kualifikasi formasi dibuat menurut contoh sebagaimana tercantum dalam Lampiren F. g) PANSELNAS menyampaikan hasil pengolahan sebagaimana dimaksud pada huruf f) kepada Menteri PAN & RB dan Kepala Badan Kepegawaian Negara. h) Pengumuman Pelaksanaan TKD: (1) Pengumuman pelaksanaan TKD dilakukan secara luas melalui website © Kementerian PAN dan RB (http: //www.menpan.go.id) dan diteruskan melalui website Kementerian Agama (http://www.kemenag.go.id) atau media Jain seperti surat kabar lokal, papan pengumuman, dan/atau bentuk lain yang memungkinkan; (2) Pengumuman Pelaksanaan TKD paling sedikit memuat: (a) hari, tanggal, waktu, dan tempat pelaksanaan ujian; (b) alat tulis yang diperlukan dalam pelaksanaan ujian; (©) membawa tanda peserta ujian; () pakaian/seragam yang digunakan saat ujian; {e) kartu identitas; dan (f) PO BOX satuan kerja. (3) Pengumuman melalui website dan papan pengumuman dilakukan paling singkat 7 (tujuh) hari kalender sebelum pelaksanaan ujian TKD. i) Pengumuman Hasil TKD (1) Penentuan kelulusan pelamar umum yang mengikuti TKD ditetapkan berdasarkan nilai ambang batas (passing grade) kelulusan yang ditetapkan oleh Menteri PAN & RB atas pertimbangan Menteri Pendidikan & Kebudayaan dengan memperhatikan pendapat dari Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri; (2) Pengumuman hasil TKD dilakukan oleh Menteri PAN & RB berdasarkan nilai hasil ujian yang diolah oleh Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri yang memuat instansi, nama, tanggal lahir, jenis jabatan, kualifikasi pendidikan, unit kerja, dan elemen lain yang diperlukan; (3) Pengumuman sebagaimana dimaksud pada huruf b) dilakukan melalui website Kementerian PAN & RB (http: / /www.menpan.go.id); 25 b. Tes Kompetensi Bidang (TKB) y 2) 3) 5) (4) Menteri PAN & RB menyampaikan hasil TKD yang telah diumumkan sebagaimana dimaksud huruf c} kepada Menteri Agama untuk diumumkan kembali di lingkungan Kementerian Agama; (5) Pengumuman sebagaimana dimaksud pada huruf 4) dilakukan melalui website © Kementerian Agama (nttp://www.kemenag.go.id) atau media lain seperti surat kabar lokal, papan pengumuman yang memungkinkan. Umum a) TKB dimaksudkan untuk mengukur kemampuan dan/atau keterampilan peserta ujian yang berkaitan dengan kompetensi jabatan atau pekerjaan; dan b} Dalam menyusun materi soal TKB harus disesuaikan dengan formasi jabatan atau pekerjaan. Dengan demikian, materi soal KB untuk jabatan yang satu berbeda dengan jabatan yang lain. Pengumuman Pelaksanaan TKB Pengumuman pelaksanaan TKB dilakukan menurut ketentuan. Pelaksanaan TKB a) Pelaksanaan TKB menggunakan CAT; b) Pelaksanaan TKB di lingkungan Kementerian Agama diselenggarakan oleh masing-masing satuan kerja yang ditunjuk menurut ketentuan dengan pengawasan oleh Panitia Pengadaan CPNS Kementerian Agama Pusat, Inspektorat Jenderal Kementerian Agama, dan unit eselon I Kementerian Agama Pusat; dan. c) TKB dilakukan dalam bentuk Tes Potensi Akademik dan Micro Teaching sesuai dengan lowongan formasi jabatan. Pengolahan Hasil TKB a) Pengolahan hasil TKB dilakukan oleh Menteri atau pejabat lain yang ditunjuk; b) Menteri atau pejabat lain yang ditunjuk menetapkan kriteria penilaian dan bobot masing-masing jenis TKB tersebut secara objektif dan terukur, dituangkan dalam Keputusan Menteri sebagai dasar dan pedoman penilaian TKB; c) Untuk menjamin objektifitas penilaian hasil ujian TKB pengolahannya dengan menggunakan komputer; dan d) Pengolahan hasil ujian paling kurang harus disaksikan oleh Inspektorat Jenderal dan hasilnya disampaikan kepada Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) untuk diproses dan diumumkan. Penetapan Kelulusan 26 6) si as - ow 6) a) Penetapan hasil ujian seleksi TKB dilakukan oleh Menteri atau pejabat lain yang ditunjuk berdasarkan urutan dari peringkat tertinggi sesuai dengan jumlah formasi yang ditetapkan; b) Hasil TKB berdasarkan uruten dari peringkat tertinggi sesuai dengan jumlah dan kualifikasi formasi yang ditetapkan, dijadikan dasar untuk menentukan pelamar yang dinyatakan lulus seleksi; c) Penetapan kelulusan ujian seleksi olen Panselnas dan selanjutnya dituangkan dalam Keputusan Menteri atau pejabat lain yang ditunjuk sebagai dasar pengumuman. Pengumuman Hasil Seleksi a) Pengumuman hasil ujian seleksi dilakukan oleh Menteri atau pejabat lain yang ditunjuk yang memuat nama pelamar umum, tanggal lahir, nomor ujian, jabatan, kualifikasi pendidikan, unit kerja, dan elemen lain yang diperiukan; b) Pengumuman hasil ujian seleksi dilakukan melalui website Kementerian Agama (www.kemenag.go.id) atau media lain seperti surat kabar lokal, papan pengumuman, dan bentuk lain yang memungkinkan; ©) Menteri wajib menyampaikan hasil kelulusan dalam bentuk Keputusan Menteri kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dan Kepala Badan Kepegawaian Negara paling lambat 30 (tiga puluh) hari kalender sejak diumumkannya kelulusan 27 BAB III PENGANGKATAN MENJADI CPNS A. Pemanggilan 1. Pemberitahuan pelamar umum yang dinyatakan lulus ujian dan diterima, disampaikan secara tertulis melalui surat tercatat paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah tanggal pengumuman. Dalam pemberitahuan tersebut 7 harus dicantumkan bahan kelengkapan yang harus dipenuhi sebagai syarat pengangkatan CPNS dan jadwal kehadiran yang bersangkutan pada hari, tanggal, waktu, dan tempat yang ditentukan; 2. Batas waktu untuk melengkapi persyaratan bagi pelamar umum YOng dinyatakan lulus dan diterima, paling lama 12 (dua belas) hari kerja sejak tanggal pengiriman surat tercatat; 3. Dalam menetapkan kehadiran untuk melengkapi berkas lamaran pengangkatan CPNS, harus memperhitungkcan letak geografis alamat yang dituju dan ketersediaan waktu untuk paling lama 6 (enam) hari kalender; 4. Apabila sampai dengan batas waktu yang ditentukan pada angka 2 dan angka 3 di atas tidak dapat dipenuhi atau tidak dapat melengkapi berkas yang dibutuhkan, maka yang bersangkutan dianggap tidak memenuhi 6 syarat. B. Persyaratan Administrasi Setiap pelamar umum yang dinyatakan Tulus dan diterima untuk diangkat menjadi CPNS wajib mengajukan lamaran yang ditulis tangan dan Gitandatangani sendiri dengan tinta hitam, ditujukan kepada Menteri disertai dengan: 1. Fotokopi ijazah/STTB yang telah dilegalisir oleh pejabat yang berwenang, sesuai dengan kualifikasi pendidikan dan tugas yang ditetapkan; 2. Pasfoto terakhir berwarna dengan latar pelakang warna merah ukuran 3 x 4 cm sebanyak 5 (lima) lembar, dengan menuliskan nama dan tanggal lahir dibalik pasfoto tersebut; 3, Daftar riwayat hidup yang ditulis dengan tangan sendiri memakai huruf] kapital/balok dan tinta hitam, serta telah ditempel pasfoto ukuran 3 x 4B cm, sesuai dengan Lampiran G yang merupakan bagian tidak terpisahkan| dari Keputusan Sekretaris Jenderal ini, Dalam kolom riwayat pekerjaan| agar diisi pengalaman pekerjaan yang dimililis 4, Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang dikeluarkan oleh pihak yang berwajib/POLRI; 5. Surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari Dokter (cacat fisik tidal berarti tidak sehat jasmani); 6. Surat keterangan tidak mengkonsumsi/menggunakan narkotika, psikotropika, prekursor, dan zat adiktif (NAPPZA) lainnya dari unit 28 pelayanan Kesehatan pemerintah dengan melampirkan hasil uji pemeriksaan laboratorium; . 7. Surat pernyataan sesuai dengan Lampiran H Keputusan Sekretaris Jenderal ini, berisi tentang: a. tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan ma, pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap, ma) karena melakukan suatu tindak pidana kejahatan; but b. tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan agai sendiri atau tidak dengan hormat sebagai Calon Pegawai tan Negeri/Pegawai Negeri atau diberhentikan tidak dengan hormat | sebagai pegawai BUMN/BUMD dan pegawai swasta; une \ c. tidak berkedudukan sebagai Calon Pegawai Negeri/Pegawai Negeri; Ei d. bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Republik Indonesia atau negara lain yang ditentukan oleh Pemerintah; dan e. tidak menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik. C. Pemeriksaan Kelengkapan Pemeriksaan kelengkapan dan keabsahan persyaratan administrasi dilakukan oleh PPK atau pejabat lain yang ditunjuk, dengan ketentuan: 1. Penerimaan berkas persyaratan administrasi dilaksanakan sesuai jadwal yang ditentukan dalam pengumuman; 2. Kepala Biro Kepegawaian atau pejabat lain yang ditunjuk melakuken penelitian kelengkapan berkas persyaratan administrasi dan keabsahan i os | sesuai dengan ketentuan yang berlaku, mengenai: rtai i a. Keabsahan surat lamaran, apakah sudah ditulis dengan tinta hitam, } sesuai dengan ketentuan dan telah ditandatangani oleh yang it bersangkutan; b. Kualifikasi pendidikan/Surat Tanda Tamat Belajar/Ijazah yang ae dimiliki harus sesuai dengan tugas/pekerjaan, dengan ketentuan: weal | 1) Ijazah yang diakui/dihargai adalah jjazah yang diperoleh dari : Sekolah atau Perguruan Tingei Negeri dan/atau ljazah yang ue) diperoleh dari Sekolah atau Perguruan Tinggi Swasta yang telah pert diakreditasi dan/atau telah mendapat ijin penyelenggaraan dari Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang aan pendidikan atau pejabat lain yang berdasarkan peraturan perundang-undangan berwenang menyelenggarakan pendidikan; ane 2) Bagi pelamar Iulusan Perguruan Tinggi Swasta yang belum terakreditasi sebelum berlakunya Keputusan Mendiknas Nomor dak 184/U/2001 tanggal 23 November 2001, harus disahkan oleh Kopertis/Kopertais dan 3) Ijazah yang diperoleh dari sekolah/perguruan tinggi Iuar negeri ka, fharus mendapat penetapan penyetaraan dari Panitia Penilaian anit | Ijazah Luar Negeri Kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan; dan 29 4) Kebenaran nama dan tanggal lahir dibalik pasfoto yang bersangkutan, apakah telah sesuai dengan nama dan tanggal lahir pada berkas lainnya. . Surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari Dokter (cacat fisik tidak berarti tidak sehat jasmani); d. Kebenaran data dalam daftar riwayat hidup yang bersangkutan, antara lain untuk mengetahui apakah telah ditulis sesuai dengan ijazah, surat pernyataan, bukti pengalaman kerja, dan sebagainya; e. Surat Keterangan Catatan Kepolisian yang dikeluarkan oleh pihak yang berwajib/POLRI; dan £. Surat keterangan tidak mengkonsumsi/menggunakan narkotika, psikotropika, prekursor dan zat adiktif (NAPPZA) lainnya dari unit pelayanan kesehatan pemerintah dengan melampirkan hasil uji pemeriksaan laboratorium. Apabila salah satu syarat sebagaimana tersebut dalam huruf a sampai dengan huruf f tidak dipenuhi, maka yang bersangkutan tidak dapat diusulkan permintaan NIP-nya. . Pemisahan berkas persyaratan administrasi yang memenuhi syarat dan yang tidak memenuhi syarat serta berkas yang belum lengkap diberi tanda/kode yang berbeda, dengan ketentuan: a. Berkas lamaran yang memenuhi persyaratan administrasi disiapkan sebagai bahan penyampaian usulan penetapan NIP; b. Berkas lamaran yang bahannya belum lengkap akan diinformasikan kepada yang bersangkutan melalui satuan kerja untuk memenuhi kelengkapan administrasi yang belum terpenuhi tersebut dengan batas waktu yang ditentukan; dan c. Berkas lamaran yang tidak memenuhi persyaratan administrasi dikembalikan kepada yang bersangkutan dan tidak dapat diusulkan permintaan NIP-nya. Pelamar umum yang telah dinyatakan lulus dan diterima kemudian mengundurkan diri atau meninggal dunia, PPK/Menteri/Pejabat yang ditunjuk segera melaporkan kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan melampirkan surat pengunduran diri yang bersangkutan atau surat keterangan meninggal dunia dari Kepala Kelurahan/Kepala Desa setempat; Untuk menggantikan pelamar umum yang mengundurkan diri atau meninggal dunia, PPK mengambil nama pelamar umum uruten selanjutnya dari peringkat tertinggi TKB sesuai lowongan formasi jabatan dan ditetapkan dengan Keputusan PPK serta diumumkan kepada masyarakat melalui website Kementerian Agama (www.kemenag.go.id), atau media lain yang tersedia seperti surat kabar lokal, dan papan pengumuman; dan Keputusan PPK terhadap pengganti pelamar umum yang mengundurkan diri atau meninggal dunia disampaikan kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara. 30 ing Air 1 sik D. Penyampaian Usul Penetapan NIP i. PPK atau pejabat lain yang ditunjuk setelah memeriksa berkas persyaratan administrasi. pelamar umum, menyampaikan usul permintaan NIP CPNS dengan surat pengantar beserta daftar nominatifnya secara kolektif rangkap 5 (lima) kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara dibuat menurut contoh sebagaimana tercantum dalam Lampiran I dan Lampiran J yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Sekretaris Jenderal ini; . Usul permintaan NIP CPNS sebagaimana dimaksud angka 1 dengan melampirkan: a, 4 (empat) rangkap usul penetapan NIP CPNS yang dibuat menurut contoh sebagaimana tercantum dalam Lampiran K yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Sekretaris Jenderal ini, dengan tanda tangan asli oleh pejabat yang berwenang atau pejabat Jain yang ditunjuk dan dibubuhi stempel/cap dinas, serta setiap Jembar usul penetapan NIP CPNS ditempelkan pasfoto 3.x 4 cm; b. 1 (satu) lembar fotokopi sah keputusan PPK tentang Penetapan Formasi Pegawai Negeri Sipil Tahun Anggaran yang bersangkutan; c. 1 (satu) lembar fotokopi sah ijazah/STTB sesuai dengan kualifikasi pendidikan dan tugas yang ditetapkan; d. 1 (satu) set daftar riwayat hidup yang ditulis dengan tangan sendiri memakai huruf kapital/balok dan tinta hitam, serta telah ditempel pasfoto ukuran 3 x 4 cm, sesuai dengan Lampiran G Keputusan Kepala BKN Nomor 11 Tahun 2002; €. 1 (satu) lembar surat pernyataan sesuai dengan Lampiran H Keputusan Kepala BKN Nomor 11 Tahun 2002, yang berisi tentang: 1) tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap, karena melakukan suatu tindak pidana kejahatan; 2) tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai Calon Pegawai Negeri/Pegawai Negeri atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai Pegawai BUMN/BUMD atau Pegawai swasta; 3) tidak berkedudukan sebagai Calon Pegawai Negeri/Pegawai Negeri; 4) bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Republik Indonesia atau negara lain yang ditentukan oleh Pemerintah; dan 5) tidak menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik. f. Fotokopi bukti pengalaman kerja yang autentik dan dilegalisir bagi yang memiliki pengalaman kerja; g. Surat Keterangan Catatan Kepolisian yang dikeluarkan oleh pihak yang berwajib/POLRI; h. Surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari Dokter; i, Surat keterangan tidak mengkonsumsi/menggunakan narkotika, psikotropika, prekursor, dan zat adiktif (NAPPZA) lainnya dari unit 31 pelayanan kesehatan pemerintah dengan melampirkan hasil uji pemeriksaan laboratorium; dan j. surat pernyataan dari pejabat struktural eselon I yang akan menerima penempatan CPNS pada unit kerja di lingkungannya sesuai dengan formasi yang ditetapkan untuk yang bersangkutan, dibuat menurut contoh sebagaimana tercantum dalam Lampiran L yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Sekretaris Jenderal ini. E. Penetapan NIP 1. Kepala Badan Kepegawaian Negara atau pejabat lain yang ditunjuk memeriksa data pelamar umum yang diusulkan penetapan NIP-nya oleh PPK sebagai berikut: a. mencocokkan data pelamar umum yang dinyatakan lulus TKD dan TKB; dan b. mengecek kesesuaian antara data pelamar umum dengan lowongan formasi jabatan pelamar umum yang telah ditetapkan oleh Menteri PAN & RB. Penetapan NIP dilakukan melalui pemeriksaan dan penelitian terhadap persyaratan dan kelengkapan administrasi, meliputi: a. Daftar nominatif pelamar umum yang dinyatakan lulus dan diterima sebagai CPNS dan telah diumumkan oleh PPK; b. 5 (lima) rangkap surat pengantar usul penetapan NIP CPNS beserta daftar nominatif kelulusan yang dibuat sesuai dengan ketentuan yang berlaku; c. 4 {empat) rangkap formulir penetapan NIP (yang disediakan BKN) yang telah diisi sesuai dengan data yang diperlukan, dan setiap lembar formulir ditempelkan pasfoto ukuran 3 x 4 cm dengan tandatangan asli oleh pejabat yang berwenang atau pejabat lain yang ditunjuk serta dibubuhi stempel/cap dinas; d. 1 (satu) lembar fotokopi Keputusan PPK tentang Penetapan Formasi Pegawai Negeri Sipil Tahun Anggaran yang bersangkutan; fe. 1 (satu) lembar fotokopi ijazah/STTB yang telah dilegalisir sesuai dengan ketentuan yang berlaku; f, 1 (satu) set daftar riwayat hidup yang ditulis dengan tangan sendiri memakai huruf kapital/balok, tinta hitam dan ditandatangani serta telah ditempel pasfoto ukuran 3 x 4 cm, sesuai dengan Keputusan Kepala BKN Nomor 11 Tahun 2002; g. 1 (satu) lembar surat pernyataan sesuai dengan Keputusan Kepala BKN Nomor 11 Tahun 2002, yang berisi tentang: 1) tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap, karena melakukan suatu tindak pidana kejahatan; 32 2) tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai Calon Pegawai Negeri/Pegawai Negeri atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai BUMN/BUMD atau pegawai swasta; 3) tidak berkedudukan sebagai Calon Pegawai Negeri/Pegawai Negeri; 4) bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Republik Indonesia atau negara lain yang ditentukan oleh Pemerintah; dan 5) tidak menjadi anggota dan atau pengurus partai politik. h, fotokopi bukti pengalaman kerja yang autentik dan dilegalisir bagi yang memiliki pengalaman kerja; i, Surat Keterangan Catatan Kepolisian yang dikeluarkan oleh pihak yang berwajib/POLRI; j. Surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari Dokter; k. Surat keterangan tidak mengkonsumsi/menggunakan narkotika, psikotropika, precursor, dan zat adiktif lainnya dari unit pelayanan kesehatan pemerintah; dan 1. Surat pernyataan dari pejabat struktural eselon Il yang akan menerima penempatan CPNS pada unit kerja di lingkungannya sesuai dengan formasi yang ditetapkan untuk yang bersangkutan, dibuat menurut contoh sebagaimana tercantum dalam Lampiran L yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Sekretaris Jenderal ini. 3. Pemeriksaan kelengkapan administrasi a. Memeriksa kelengkapan berkas sebagaimana dimaksud pada angka 1 dan angka 2; b. Memeriksa kualifikasi pendidikan/STTB/ljazah yang dimiliki harus sesuai dengan tugas/pekerjaan, dengan ketentuan: 1) Yazah yang diakui/dihargai adalah ijazah yang diperoleh dari Sekolah atau Perguruan Tinggi Negeri dan/atau ljazah yang diperoleh dari Sekolah atau Perguruan Tinggi Swasta yang telah diakreditasi dan/atau telah mendapat jjin penyelenggaraan dari Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan atau pejabat lain yang berdasarken peraturan perundang-undangan berwenang menyelenggarakan pendidikan; 2) Bagi pelamar julusan Perguruan Tinggi Swasta yang belum terakreditasi sebelum berlakunya Keputusan Mendiknas Nomor 184/U/2001 tanggal 23 November 2001, harus disahkan oleh Kopertis/Kopertais; 3) Wazah yang diperoleh dari sekolah/perguruan tinggi luar negeri harus mendapat penetapan penyetaraan dari Panitia Penilaian Ijazah Luar Negeri Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. c. Mencocokkan kebenaran nama dan tanggal lahir dibalik pasfoto yang bersangkutan, apakah telah sesuai dengan nama dan tanggal lahir pada berkas lainnya; dan 33 d. Mencocokkan kebenaran data dalam daftar riwayat hidup yang bersangkutan, antara lain untuk mengetahui apakah telah ditulis sesuai dengan ijazah, surat pernyataan, bukti pengalaman kerja, dan sebagainya. 4, Hasil pemeriksaan dan penelitian terhadap usul penetapan NIP dari instansi pusat dan daerah dapat dikelompokkan sebagai berikut: a. Usul penetapan NIP yang memenuhi syarat (MS) administrasi, ditetapkan NIP-nya; ‘b, Usul penetapan NIP yang bahannya tidak lengkap (BTL), dikembalikan dengan surat pemberitahuan ke instansi yang bersangkutan untuk dilengkapi; dan ¢. Usul penetapan NIP yang tidak memenuhi syarat (TMS), dikembalikan dengan surat pemberitahuan ke instansi yang bersangkutan disertai | dengan alasannya, F. Keputusan Pengangkatan Sebagai CPNS 1. Pelamar umum yang memenuhi persyaratan administratif diberikan NIP oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara. 2. PPK atau pejabat lain yang ditunjuk setelah menerima penetapan NIP, paling lambat 25 (dua puluh lima) hari kerja setelah diterimanya NIP, menetapkan keputusan pengangkatan CPNS. 3. Keputusan pengangkatan CPNS tersebut, disampaikan langsung kepada yang bersangkutan dan tembusannya kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara dan pejabat lain sesuai ketentuan peraturan perundang- undangan, paling lambat 25 (dua puluh lima) hari kerja sejak ditetapkan. 4. CPNS yang telah menerima keputusan pengangkatan CPNS tersebut, paling lambat 30 (tiga puluh) hari kalender setelah diterimanya keputusan tersebut harus melapor kepada pimpinan unit kerja yang bersangkutan untuk melaksanakan tugas. Apabila dalam batas waktu yang telah ditentukan tidak melapor, maka yang bersangkutan diberhentikan dengan hormat sebagai CPNS, kecuali bukan karena kesalahannya. 5. Apabila ada yang mengundurkan diri atau meninggal dunia, penyelesaiannya dilakukan sebagai berikut: a. Bagi yang telah ditetapkan NIP-nya, tetapi belum ditetapkan keputusan pengangkatannya sebagai CPNS, PPK segera melaporkan kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan melampirkan surat pengunduran diri yang bersangkutan atau surat keterangan meninggal dunia dari Kepala Kelurahan/Kepala Desa setempat untuk dilakukan pembatalan NIP oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara; b. Jika hal tersebut terjadi setelah ditetapkan keputusan pengangkatan CPNS dan belum/telah melaksanakan tugas, maka ditetapkan 34 1 wn an keputusan pemberhentian yang bersangkutan sebagai CPNS, dan tembusannya segera disampaikan kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara; c. Formasi yang lowong sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b tidak dapat dipergunakan dalam tahun anggaran yang bersangkutan, tetapi dapat diperhitungkan pada penetapan formasi tahun anggaran berikutnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. G. Penmgasan/Penempatan CPNS ditugaskan/ditempatkan pada unit kerja yang ditentukan sesuai dengan formasi yang ditetapkan untuk yang bersangkutan. . Paling lambat dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sejak diterimanya keputusan pengangkatan sebagai CPNS, yang bersangkutan wajib melapor pada satuan unit organisasi dan melaksanakan tugasnya. . Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas (SPMT) dibuat oleh PPK atau pejabat lain yang ditunjuk paling lambat 60 (enam puluh) hari kalender setelah yang bersangkutan secara nyata telah melaksanakan tugas. . SPMT ditetapkan tidak boleh berlaku surut dari tanggal penetapan keputusan pengangkatan menjadi CPNS. H, Pembayaran Gaji CPNS ar Gaji CPNS dibayarkan setelah yang bersangkutan dinyatakan secara nyata melaksanakan tugas berdasarkan SPMT. . Pelaksanaan tugas yang dimulai tanggal 1, gajinya dibayarkan pada bulan yang bersangkutan/bulan berjalan. Dalam hal tanggal 1 bertepatan dengan hari libur sehingga pelaksanaan tugasnya dilaksanakan pada tanggal berikutnya, maka gajinya dibayarkan mulai bulan itu juga. . Pelaksanaan tugas yang dimulai pada tanggal 2 (apabila tanggal 1 bukan hari libur) dan seterusnya, maka gojinya dibayarkan mulai bulan berikutnya setelah melaksanakan tugas. 35, BAB IV PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN | Menteri_membentuk Tim Pengawas Pelaksanaan Pengadaan CPNS yang diketuai oleh Inspektur Jenderal yang anggotanya ditetapkan oleh Inspektur Jenderal. ‘Tim Pengawas Pelaksanaan Pengadaan CPNS mempunyai tugas antara lain: 1. Melakukan pengawasan pelaksanaan pengadaan CPNS di lingkungan Kementerian Agama, mulai dari proses pengumuman, pelamaran, pelaksanaan vjian, penetapan pengumuman basil ujian, proses penetapan NIP, dan penempatan pegawai; 2. Menjamin pelaksanaan pengawasan pengadaan CPNS di lingkungan Kementerian Agama berlangsung secara objektif, transparan, bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme, dan tidak dipungut biaya; 3. Melaporkan hasil pengawasan pelaksanaan pengadaan CPNS di lingkungan Kementerian Agama kepada Tim Pengarah dan Tim Pelaksana Pengadaan CPNS Pusat paling lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah proses pengangkatan menjadi CPNS. Pengawasan dan pengendalian sebagaimana dimaksud pada huruf B, antara Jain dilakakan melalui pengawasan/pemantauan terhadap: 1. Rencana Pelaksanaan Seleksi, meliputi kegiatan: a, Mengawasi/memantau pengumuman penerimaan CPNS; dan b. Mengawasi/memantau kesiapan dan pengamanannya. 2. Pelaksanaan seleksi; 3. Penetapan kelulusan dan pengumuman hasil seleksi. Penetapan NIP, meliputi kegiatan mengawasi/memantau penyampaian nota persetujuan penetapan NIP kepada PPK. _ Pengangkatan CPNS, meliputi pemantauan penetapan keputusan CPNS dan penyerahannya kepada yang bersangkutan. Informasi atau reaksi/pengaduan resmi masyarekat terhadap pelaksanaan seleksi penerimaan CPNS. 36 wy RU Oo BABV PEMBIAYAAN A. Biaya yang diperlukan untuk pelaksanaan pengadaan CPNS dibebankan pada APBN yang melekat pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) masing-masing satuan kerja. B. Pembayaran gaji CPNS dibebankan pada APBN. 37 BAB VI PELAPORAN, MONITORING, DAN EVALUASI . Seluruh Tim wajib menyampaikan laporan pelaksanaan pengadaan CPNS yang meliputi proses perencanaan, pengumuman, _pelamaran, penyaringan/seleksi, penetapan kelulusan, penetapan NIP, pengangkatan dan penempatan CPNS di lingkungan kerjanya kepada Menteri secara berjenjang setelah pengangkatan menjadi CPNS paling lambat 7 (tujuh) hari kalender, sebagai bahan evaluasi dan pengambilan kebijakan dan penyempurnaan pelaksanaan tugas lebih lanjut. . Tim Pengawas Pelaksanaan Pengadaan CPNS wajib menyampaikan laporan hasil pengawasan pelaksanaan pengadaan CPNS di lingkungan Kementerian Agama kepada Tim Pengarah dan Tim Pelaksana Pengadaan CPNS Pusat paling lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah proses pengangkatan menjadi CPNS. . Menteri menyampaikan laporan pelaksanaan pengadaan CPNS di lingkungan Kementerian Agama kepada Menteri PAN & RB dan Kepala Badan Kepegawaian Negara, paling lambat 30 (tiga puluh) hari kalender seteloh pengangkatan menjadi CPNS. . Tim Pelaksana Pengadaan CPNS Pusat melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengadaan CPNS yang meliputi proses perencanaan, pengumuman, pelamaran, penyaringan/seleksi, penetapan kelulusan, penetapan NIP, pengangkatan, dan penempatan CPNS di seluruh satuan kerja di lingkungan Kementerian Agama yang hasilnya menjadi bahan masukan dalam penyempurnaan pedoman pelaksanaan pengadaan CPNS. SEKRETARIS JENDERAL KEMENTERIAN AGAMA, Ted. NUR SYAM. 38 Lampiran A KARTU/TANDA PESERTA UJIAN CPNS TAHUN ........ Nama Alamat : Instansi yang dilamar : Nomor Peserta Nama Jabatan yang dilamar **\Kode Jenjang/Strata Pendidikan Pelamar : {J Hari/tanggal Tempat Tes [T+ Koce Waktu : Pukul....... s.d. selesai Pas foto Peserta | Tim Pengadaan CPNS Tahun ....... Kementerian/LPNK/Prov/ 3x4 Kab/Kota ****4) .. NIP. Catatan: Saat pelaksanaan pengisian/ujian harap membawa : 1. Pensil 2B asli 2. Penghapus 3, Rautan/penajam pensil 4, Alas tulis Tulislah Instansi yang dilamar Tulislah nama jabatan yang dilamar *) : Tulislah jenjang/strata pendidikan pelamar Sana | Tulisiah tempat tes Tulislah tahun dan nama Kementerian/LPNK/Prov/Kab/Kota serta coret yang tidak perlu sree) 39 Lampiran B DAFTAR HADIR UJIAN CPNS TAHUN ne Kementerian/LPNK/Prov/Kab/Kota *) Kode Soal : ‘Tempat Tes Ruang Pengisian Mata Ujian [Be Nomor Peserta Nama Peserta Tanda Tangan | urat Hee 7 1 2 2 3 | 3 t 4 4 5 je 1} 7 ( 7 \ | 6 i i |: 7 ~y | 8 | | 7 | 7 \ 19 1 10 | 10 uw | fl | 2 | 12 1 13 | 13, { Dst | Det Petanjuk : 1. Pengawas ruang memerikea Nomor dan Nama Peserta sesuai | dengan kartu peserta ujian | | 2. Pengawas ruang menyilang Nama Peserta yang tidak hadir pada kolom tanda tangan | Jumlah Peserta yang Seharusnya Hadir | Jumlah Peserta yang Hadir | Jumlah Peserta yang Tidak Hadir ( 40 Lampiran C TATA TERTIB PESERTA UJIAN CPNS TAHUN Peserta wajib membawa Tanda Peserta Ujian serta menunjukkannya kepada panitia. Peserta harus duduk pada tempat yang telah ditentukan. Peserta dilarang: a. Membawa buku, kalkulator, alat komunikasi atau alat lainnya yang dapat mengganggu ketenangan pengisian ujian; b. Membawa senjata api/tajam atau sejenisnya, selama mengikuti ujian; c. Bertanya/berbicara dengan sesama peserta; d. Menerima/memberikan sesuatu dari/kepada orang lain tanpa seizin panitia, selama mengerjakan soal ujian; . Keluar ruangan, kecuali memperoleh izin dari panitia ujian; dan f. Merokok dalam ruangan ujian. Peserta wajib: a. Mengerjakan semua soal ujian yang tersedia sesuai dengan alokasi waktu; b. Mengisi daftar hadir peserta yang telah disediakan. Peserta yang terlambat lebih dari 15 (lima belas) menit setelah dimulainya ujian, tidak diperbolehkan mengikuti ujian. ; Peserta diperbolehkan menjawab soal ujian setelah mendapat perintah dari panitia. Peserta yang telah selesai menjawab soal ujian sebelum waktu ujian usai, dapat meninggalkan tempat ujian. Panitia, al Lampiran D BERITA ACARA PELAKSANAAN UJIAN CPNS TAHUN —_— . Hari/tanggal . Tempat/ruang . Unit Kerja Penyelenggara OUR ONE Waktu Mata Ujian Jumlah Peserta a. Peserta yang hadir b. Peserta yang tidak hadir Pelaksanaan Ujian, hal-hal yang perlu dilaporkan: Pengawas I, Pengawas Il, NIP. 42 Lampiran E DAFTAR PESERTA TES YANG MEMENUHI NILAI AMBANG BATAS. (PASSING GRADE) Instansi/ Provinsi *) oT 7 Instansi Penyelenggara_: Kabupaten/Kota *) . Nama No. Peserta TGL. LAHIR NILA ZDOOCCOCCOCOCOKKKKX, 999999999 99-99-99 99 Jenis Formasi +) 444 [denis Folmasi *) 43 DAFTAR PERINGKAT NILAI SELURUH PESERTA TES Instansi/ Provinsi *) Instansi Penyelenggara : Kabupaten/Kota *) Jenis Formasi Lampiran F No NAMA. NO, PESERTA TGL. LAHIR NILAI 999999999 99-99-99 99 XXXXXXXXXXXXXXX [ Catatan : *) coret yang tidak perlu a4 Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri, Lampiran G CONTOH RIWAYAT HIDUP DAFTAR RIWAYAT HIDUP pee Hitam 3x4cm I, KETERANGAN PERORANGAN Nama Lengkap NIP Pangkat dan golongan ruang Tempat Lahir/Tgl. Lahir Jenis Kelamin Pria/ Wanita *) Agama x] ofa} alo} io) ‘Status Perkawinan Belum kawin/Kawin/Janda/Duda *) a, Jalan b. Kelurahan/Desa 8 | Alamat c. Kecamatan Rumah Kabupaten/Kota Propinsi de e a. Tinggi (em) [b. Berat badan (ke) c. d. Rambut 9 | Keterangan | d. Bentuk muka Badan . Warna kulit £, Ciri-ciri khas | [g. Cacat tubuh 10 | Kegemaran (Hobby) *) Coret yang tidak perlu 45 Ul. PENDIDIKAN 1, Pendidikan di Dalam dan Luar Negeri | NAMA ! NAMA, Lorenzen seKOLAn/ | [Ne] Basket | pexpiprKan |SURUSAN | “Tagun|TMPAT) DieeictuRy | DEKAN | PROMOTOR | I 2 3 a PERSE 6 7 1 1 |sp qe } 2 | SLTP | ‘3 {str | i 4}DI | ae 6 | Dill/AKADEMI 7 [DIV Fee L 8 \S1 9 (82 { 10/83 i 11 | Spesialis I | 12) Spesialisn | | | 13 | Profesi eee 2, Kursus/Latihan di Dalam dan Luar Negeri | sama LAMANYA/TCL | TUS) SURAT | NO] KURSUS/LATIHAN pene haart KeTERANGAN | T®MPAT | KETERANGAN TAHUN 1 i 2 3 4 5 ] 6 | | Pee eee | | i 4 46 NO. Il. RIWAYAT PEKERJAAN 1, Riwayat kepangkatan golongan ruang penggajian T | SURAT KEPUTUSAN : GOL BERLAKU i PERATURAN pO. | PANGKAT! RUANG | TERHITUNG | GAJI YANG | PENGGAJIAN | = MULAI | POKOK | pEJABAT| NOMOR | TGL. } DIJADIKAN I TANGGAL DASAR {2 3 4 3 é 7 8 9 | | ' | | | | | L ate 2, Pengalaman jabatan/Pekerjaan ‘ | MULAT Pree eee \ No | sasaran | DAN GOL. RUANG | GAJI SURAT KEPUTUSAN |_| sampar | PENGGAJIAN | POKOK | Saparan | NOMOR | TANGGAL nett SEES Eee: 4 5 6 T ie | 1 | | | | | | | | | { | | | L Sere ee L IV. TANDA JASA/PENGHARGAAN [NO |” NAMA BINTANG /SATYA ] TAHUN NAMA | LENCANA PENGHARGAAN PEROLEHAN NEGARA/INSTANSI { YANG MEMBERIKAN T 2 3 4 47 V._ PENGALAMAN KELUAR NEGERI NO NEGARA TUJUAN LAMANYA YANG KUNJUNGAN MEMBIAYAI_| 1 2 3 4 5 i VII. KETERANGAN KELUARGA 1. Istri/Suami TEMPAT | TANGGAL | TANGGAL NO. NAMA PEKERJAAN KET. LAHIR LAHIR NIKAH I 2 3 4 5 6 7 2. Anak JENIS | TEMPAT | TANGGAL “| NO NAMA PEKERJAAN | KETERANGAN KELAMIN | LAHIR LAHIR 1 2 3 4 5 6 7 ee 3. Bapak dan Ibu Kandung T No| NAMA TGL, LAHIR/UMUR | PEKERJAAN KETERANGAN L214 2 3 4 5 | | 4. Bapak dan Ibu Mertua TCL. No| NAMA LAHIR/UMUR PKERJAAN KETERANGAN | 1 2 3 4 5 } | 48 5. Saudara Kandung JENIS TANGGAL NO | NAMA KELAMIN. | LAHIR/UMUR | PEKERJAAN | KETERANGAN 1 2 3 4 | 5 6 | | 1 | 1 ee I. KETERANGAN ORGANISASI 1, Semua mengikuti pendidikan pada SLTA ke bawah KEDUDUKAN NAMA NO | Bers ac DALAM ave ee TEMPAT | PIMPINAN | ORGANISASI / ORGANISASI i 2 3 4 3 6 j \ ! 2. Semua mengikuti pendidikan pada perguruan tinggi T 7 1 KEDUDUKAN NAMA NO} op cana ie DALAM Porte TEMPAT | PIMPINAN | ORGANISASI ORGANISASI fiat see 3 4 5 6 “| \ | J | 3. Sesudah selesai pendidikan dan atau selama menjadi pegawai | KEDUDUKAN NAMA | no nea a DALAM travail TEMPAT | PIMPINAN ORGANISASI ORGANISASI 2 2 3 4 3 ' | i | l 49 Il, KETERANGAN LAIN-LAIN ‘SURAT KETERANGAN NO NAMA KETERANGAN PEJABAT | NoMoR | TANGGAL 1 2 3 44 5 1 | KETERANGAN BERKELAKUAN BAIK ez |", | KBTERANGAN BERBADAN (_* | seat |S” KETERANGAN LAIN YANG DIANGGAP PERLU \ Demikian daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sesungguhnya dan apabila dikemudian hari terdapat keterangan yang tidak benar saya bersedia dituntut dimuka pengadilan serta bersedia menerima segala tindakan yang diambil oleh pemerintah. PERHATIAN 1. Harus ditulis dengan tangan sendiri, menggunakan capital/balok dan tinta hitam. 2. Jika ada yang salah dicoret, yang dicoret tersebut tetap terbaca kemudian yang benar dituliskan di atas atau dibawahnya dan diparaf. 3. Kolom yang kosong diberi tanda. 50 Lampiran H CONTOH SURAT PERNYATAAN SURAT PERNYATAAN Yang bertanda tangan di bawah ini Nama Tempat dan tanggal lahir Agama Alamat Dengan ini menyatakan dengan sesungguhnya, bahwa saya 1. Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan keputusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum yang tetap, karena melakukan sesuatu tindak pidana kejahatan : 2. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri, atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta. 3, Tidak berkedudukan sebagai Calon Pegawai Negeri /Pegawai Negeri. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah negara Republik Indonesia atau negara lain yang ditentukan oleh pemerintah; 5. Tidak menjadi pengurus dan/atau anggota partai politik. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya, dan saya bersedia dituntat di muka pengadilan serta bersedia menerima segala tindakan yang diambil oleh pemerintah, apabila dikemudian hari terbukti pernyataan saya ini tidak benar. Yang membuat pernyataan SL Lampiran I Nomor Sifat : Lampiran : Berkas Perihal : Usul Penetapan NIP a.n. ... Kepada Yth. Kepala Badan Kepegawaian Negara/ Kepala Kantor Regional ...... BKN di 3. Berdasarkan hasil seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil yang mengacu pada tambahan formasi Tahun .... yang ditetapkan oleh Menteri Negara Pendayagunaan © Aparatur = Negara © dan —Reformasi Birokrasi/Gubernur/Bupati/Walikota... =a sebagaimana terlampir. Sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, yang bersangkutan telah memenuhi syarat untuk dapat dipertimbangkan. penetapan NIP. Demikian, atas perkenannya diucapkan terima kasih. Menteri/Pimpinan — Lembaga/Gubernur/ Bupati/Walikota 52 Lampiran J Lampiran Surat :. Nomor : . Tanggal : DAFTAR USUL PENETAPAN NIP CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS) | | rempat | ToL GOL. |FoRMASI| UNIT No | NAMA PENDIDIKAN LAHIR | LAHIR RUANG | JABATAN | KERJA *) 1 2 3 4 5 6 7 8 | 1 | ] T J y —+ mo *) Unit kerja terkecil sesuai formasi Menteri/Pimpinan Lembaga/Gubernur/ Bupati/Walikota 53 Lampiran k USUL PENETAPAN NIP CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL PUSAT/DAERAH INSTANS! NamaLengkap NOMOR: DITERIMA TANGGAL : Tempat Lahir Tangegal Lahir Jenis Kelamin Pria/Wanita Status Perkawinan Agama Status Kepegawaian Yjazah/STTB No. Tel. Golongan Ruang Masa Kerja Golongan Tahun Bulan Gaji Pokok 80% x Rp. Jabatan Unit Kerja Surat Keterangan Sehat Tal. Dokter Surat Keterangan Tidak No. Mengkonsumsi/Menggunakan Napza Tel. Diisi petugas instansi gus Catatan Penggunaan Surat Keterangan Catatan | No. Kepolisian Ta. Lowongan Formasi ‘Tahun Anggaran .... NIP Berlalca TMT Jabatan Kantor Bayar Ieerntay - Pengalaman | Mulai dan sampai Jumlah Jumlah Masa Kerja {Tgl. Bin, & Tahun) Tahun} Bulan Dinilai | Tahun | Bulan Jumlah Seluruhnya Catatan: Menteri/Pimpinan Lembaga/Gubernur/ Bupati/Walikota Saya yang bertanda tangan di bawah ini : Nama NIP Jabatan 1) Unit Kerja 2) Instansi 3) dengan ini menyatakan bahwa Saudara Nama Tempat/Tgl. Lahir Pendidikan /Jurusan Alamat Akan kami tempatkan pada unit kerja teknis . .. 5) di lingkungan ... Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sestt benarnya untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya. Keterangan : 1) Tulislah nama dan jabatan pimpinan unit kerja teknis kurangnya pejabat struktural eselon Il. 2) Tulislah nama unit —ikerja_—_Setingkat Instansi/Provinsi/Kabupaten/Kota. 3) Tulislah nama Departemen /Lembaga/Provinsi/Kabt 4) Tulislah unit kerja teknis yang akan ditempati. 5) Tulislah tugas jabatan yang akan ditempati. 55 JADWAL KEGIATAN PENGADAAN CPNS TAHUN ANGGARAN 2016 No. Kegiatan Waktu Penyampaian permohonan usulan tambahan formasi ASN kepada Menteri PAN-RB 2 Maret 2016 Penerimaan persetujuan prinsip tambahan’ kebutuhan CPNS pelamar umum TA. 2016 dari Kementerian PAN dan RB 29 Agustus 2016 Penyampaian formasirinci CPNS oleh [8 September 2016 Kementerian Agama kepada Kementerian PAN dan RB Penerimaan penetapan formasi rinci CPNS dari Kementerian PAN dan RB *) Pengumuman lowongan formasi oleh instansi 1 ~ 14 Oktober 2016 Pendaftaran CPNS secara online: portal nasional (http://panselnas.menpan.go.id sccn.bkn.go.id) 5 ~ 19 Oktober 2016 Pelaksanaan seleksi TKD Pelaksanaan seleksi TKB Penyerahan hasil TKB kepada Panselnas Panscinas menyampaikan hasil integrasi nilai TKD dan TKB kepada Kementerian Agama. 11. Kementerian Agama membuat pengumuman kelulusan yang ditandatangani PPK dan disampaikan kepada Panselnas 12, Kementerian Agama mengumumkan peserta yang dinyatakan lulus melalui media online atau media cetak 4 56 SPESIFIKASI PERANGKAT KOMPUTER 1, Komputer Server (minimal 1 unit): Processor Intel Pentium 4 2.4Ghz; Memory 2G: HD Free 10GB; Keyboard + Mouse Optic PS 2; Display 1024 x 768 pixel; Network Card 100 mbps; UPS untuk mengantipasi PT. PLN apabila ada pemadaman listrik. nme nogp 2. Komputer Client (minimal 20 unit}: Processor Intel Pentium 3 600Mhz; Memory 512MB; HD Free 5 GB; Keyboard + Mouse Optic PS 2; Display 1024 x 768 pixel; Network Card 100 mbps; Jaringan lokal (Local Networking) menggunakan hub/switch dan router sesuai standar pabrikan industri yang disesuaikan dengan jumlah client (min 1/100); hh. Jaringan Internet 2MB; i. Printer Laser. er>epoge i 37