Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Manusia pada dasarnya adalah makhluk budaya yang harus membudayakan
dirinya. Manusia sebagai makhluk budaya mampu melepaskan diri dari ikatan dorongan
nalurinya serta mampu menguasai alam sekitarnya dengan alat pengetahuan yang
dimilikinya. Hal ini berbeda dengan binatang sebagai makhluk hidup yang sama-sama
makhluk alamiah dengan manusia dia tidak dapat melepaskan dari ikatan dorongan
nalurinya dan terikat erat oleh alam sekitarnya.
Manusia diciptakan Allah Swt. Berasal dari saripati tanah, lalu menjadi nutfah,
alaqah, dan mudgah sehingga akhirnya menjadi makhluk yang paling sempurna yang
memiliki berbagai kemampuan. Oleh karena itu, manusia wajib bersyukur atas karunia
yang telah diberikan Allah Swt.
Manusia menurut pandangan al-Quran, al-Quran tidak menjelaskan asal-usul
kejadian manusia secara rinci. Dalam hal ini al-Quran hanya menjelaskan mengenai
prinsip-prinsipnya saja. Ayat-ayat mengenai hal tersebut terdapat dalam surat Nuh 17,
Ash-Shaffat 11, Al-Mukminuun 12-13, Ar-Rum 20, Ali Imran 59, As-Sajdah 7-9, Al-Hijr
28, dan Al-Hajj 5.
Al-Quran menerangkan bahwa manusia berasal tanah dengan mempergunakan
bermacam-macam istilah, seperti : Turab, Thien, Shal-shal, dan Sualalah. Hal ini dapat
diartikan bahwa jasad manusia diciptakan Allah dari bermacam-macam unsure kimiawi
yang terdapat dari tanah. Adapun tahapan-tahapan dalam proses selanjutnya, al-Quran
tidak menjelaskan secara rinci. Manusia yang sekarang ini, prosesnya dapat diamati
meskipun secara bersusah payah. Berdasarkan pengamatan yang mendalam dapat
diketahui bahwa manusia dilahirkan ibu dari rahimnya yang proses penciptaannya
dimulai sejak pertemuan antara permatozoa dengan ovum.
Perbedaan pendapat tentang apakah adam manusia pertama atau tidak, diciptakan
langsung atau melalui suatu proses tampaknya tidak akan ada ujungnya karena masingmasing akan teguh pada pendiriannya. Jika polemik ini senantiasa diperpanjang, janganjangan hanya akan menghabiskan waktu dan tidak sempat lagi memikirkan tentang status

Page | 1

dn tugas yang telah ditetapkan Allah pada manusia al-Quran cukup lengkap dalam
memberikan informasi tentang itu.
B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka dapat dirumuskan beberapa
permasalah sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
5.

Apa dan siapa manusia itu ?


Bagaimana Pendangan Al-Quran terhadap asal usul kejadian manusia ?
Bagaimana proses penciptaan manusia menurut pandangan Islam ?
Apa saja penyebutan manusia dalam Al-Quran ?
Bagaimana teori ilmu pengetahuan tentang kejadian manusia ?

C. TUJUAN PENULISAN
Adapun yang menjadi Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.
5.

Untuk mengetahui dari apa manusia itu diciptakan


Untuk mengetahui Pandangan Al-Quran terhadap asal usul kejadian manusia
Untuk mengetahui proses penciptaan manusia menurut pandangan Islam
Untuk mengetahui penyebutan manusia dalam Al Quran
Untuk mengetahui teori ilmi pengetahuan tentang kejadian manusia

BAB II
PEMBAHASAN
PENDANGAN AL-QURAN TERHADAP ASAL USUL KEJADIAN MANUSIA
Page | 2

Dalam pandangan Islam, manusia itu makhluk yang mulia dan terhormat di
sisi-Nya, yang diciptakan Allah dalam bentuk yang amat baik. Manusia diberi akal
dan hati, sehingga dapat memahami ilmu yang diturunkan Allah, berupa Al-Quran
menurut sunah rasul. Dengan ilmu manusia mampu berbudaya. Allah menciptakan
manusia dalam keadaan sebaik-baiknya (at-Tiin : 95:4). Namun demikian, manusia
akan tetap bermartabat mulia kalau mereka sebagai khalifah (makhluk alternatif) tetap
hidup dengan ajaran Allah (QS. Al-Anam : 165). Karena ilmunya itulah manusia
dilebihkan (bisa dibedakan) dengan makhluk lainnya, dan Allah menciptakan manusia
untuk berkhidmat kepada-Nya, sebagaimana firman Allah dalam surat Adz-Dzariyat
(51) : 56.
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka
menyembah-Ku. (Adz-Dzariyat (51) : 56).
Dalam bahasa Arab, anak yang belum lahir disebut janin. Istilah janin dalam
bahasa Arab secara harfiah berarti sesuatu yang diselubungi atau ditutupi, dari arti
tersebut memiliki makna bahwa janin berada pada tempat terselubung dan terbentuk
disana, yakni dalam rahim seorang wanita dari saat pembuahan sampai mada masa
kelahiran. Janin manusia adalah makluk yang tercipta di dalam rahim seseorang
wanita dari hasil pertemuan antara sel telur dengan sel sperma yang berasal dari air
mani seorang laki-laki. Nama janin diberikan pada makluk ini selama masih ada di
dalam perut ibunya, sejak fase perkembanagan pertama sampai hingga waktu
dilahirkan.
Tidak mudah untuk mendapatkan ide reproduksi dalam Al-Quran. Kesulitan
pertama adalah ayat-ayat yang mengenai soal ini tersebar di seluruh Al-Quran seperti
yang kita lihat dalam soal-soal lain. Pada waktu sekarang terdapat terjemahanterjemahan dan tafsiran tentang beberapa ayat yang memberi gambaran kurang tepat
tentang wahyu Al-Quran khususnya mengenai hal-hal ilmiah.
Ketika mengamati ayat-ayat Al-Qur'an, beberapa fase tentang proses kejadian
manusia akan kita temukan dengan sangat jelas.2 Ada dua surat yang menyebutkan
secara rinci penciptaan manusia, yaitu dalam surat Al Mu'minun dan surat Al Mu'min.
Dan juga hadis yang juga menjelaskan hal ini.

Page | 3

Manusia di ciptakan Allah dari dua unsure yaitu jasmani dan rohani. Jasmani
adalah jasad yang terdiri dari unsure yang bersifat meteri seperrti seperti susunan
organ tubuh, sedang unsure yang kedua adalah imateri tidak nampak yaitu ruh. Antara
jasmani dan ruh mempunyai hubungan yang erat dalam membentuk manusia
seutuhnya, ia disebut manusia apabila adanya ruh atau keduanya bersatu, tetapi
sebaliknya bila keduanya berpisah maka ia disebut mati, keduanya tidak dapat disebut
manusia melainkan jasad saja atau ruh saja.

PROSES PENCIPTAAN MANUSIA MENURUT PANDANGAN ISLAM


1. Fase Tanah

Page | 4

Pada peringkat ini Allah S.W.T melakukan beberapa penyaringan beberapa zat
yang ada dalam tanah. Proses ini bertujuan untuk mendapatkan saripati tanah (sullat
min n). Yang dimaksud dengan sula>lah adalah saripati berasal dari tanah yang
berasal makanan manusia, baik dari tumbuhan maupun hewan yang semua bersumber
dari tanah. Tubuh manusia terdiri dari zat-zat carbon, hidrogen, oksigen, nitrogen,
sulfur, phospor, calsium, besi, dan lain sebagainya. Zat-zat tersebut membentuk zat
dasar penyusun tubuh manusia, di antaranya protein atau asam amino. Temyata
seluruh zat-zat penyusun tubuh manusia itu memang terdapat di dalam tanah. Zat-zat
yang terkandung dalam tanah diperlukan untuk penyusunan sperma dan ovum wanita,
walaupun dengan beberapa mata rantai proses yang cukup panjang dan kompleks.
Allah menggunakan berbagai macam tanaman untuk memilih unsur-unsur yang
diperlukan. Akar-akar tanaman tersebut menyerap, zat-zat dari dalam tanah untuk
diubah menjadi berbagai jenis buah, bermacammacam sayuran, biji-bijian, umbiumbian, dan lain sebagainya.
2. Fase Nut}fah
Melalui proses metabolisme, saripati tadi berubah menjadi nut}fah. Kata
nut}fah diterjemahkan sejumlah amat kecil bagian dari total volume suatu zat. Kata
ini terdapat sebelas kali dalam Al-Quran. Kata tersebut berasal dari kata kerja bahasa
Arab yang berarti jatuh bertitik atau menetes yang berasal dari akar kata yang berarti
mengalir. Arti utamanya merujuk kepada jejak cairan yang tertinggal di dasar suatu
ember setelah ember tersebut dikosongkan. Nut}fah dalam bahasa Arab berarti
sejumlah kecil (sperma). Dengan kata lain sejumlah sangat kecil cairan yang
merupakan arti kedua kata tersebut yaitu setetes air. Nut}fah dalam arti yang lain
berarti setetes yang dapat membasahi. Dari sini dapat dipahami bahwasanya nut}fah
adalah bagian terkecil sel reproduksi lakilaki dan perempuan, bukan seluruhnya.

Kata s}ulb berarti tulang belakang atau tulang punggung. Sedangkan kata
taraib berarti tulang dada. Dari berbagai studi genetika yang dilakukan belakangan
didapat penjelasan bahwa cikal bakal organ reproduksi dan organ pembuangan dalam
Page | 5

tubuh janin terdapat di antara sel-sel tulang muda, yang akan membentuk tulang
punggung, dan sel-sel pembentuk tulang dada. Sedangkan bakal ginjal terletak pada
tempatnya yang normal, demikian pula testis yang telah terbungkus di dalam kantung.
Demikian pula urat saraf yang menyalurkan rasa kepada cikal bakal itu, dan
membantu memproduksi sperma dengan cairan-cairan lain yang menyertainya juga
berasal dari tulang dada kesepuluh yang mengarah ke tulang sumsum antara tulang
rusuk kesepuluh dan kesebelas. Dengan demikian, menjadi jelas bahwa orang-organ
reproduksi, urat saraf perasa dan pembuluh darah di sekitarnya muncul di tempat
antara tulang punggung dan tulang dada. Pada embryo manusia, sel benih sederhana
(primordial germ cells) terbentuk pada dinding yolk sac pada akhir minggu ketiga.
Sel-sel ini selanjutnya akan bermigrasi dari asalnya menuju ke arah kelenjar kelamin
(gonade) yang sedang berkembang. Setelah PGC (primordial germ cells) sampai pada
gonade wanita (ovarium) akan berdiferensiasi menjadi oogonia. Apabila PGC tadi
bermigrasi ke gonade pria (testis) akan berkembang menjadi spermatogonia
a. Nut}fah laki-laki
Proses pembentukan sel benih (sel gamet) disebut gametogenesis, terdiri dari
dua jenis yaitu; spermatogenesis (proses pembentukan sel benih pria), kemudian
oogene (proses pembentukan sel benih wanita). Dalam proses ini, manusia tidak dapat
merubah ketentuan Allah. Ketetapan itu seperti diferensiasi PGC pada pria dimulai
pada saat pubertas. Pada waktu lahir, PGC ini dapat dijumpai di dalam testis yaitu di
dalam saluran-saluran yang disebut tubulus seminiferous. Beberapa saat sebelum
masa dewasa, PGC berkembang menjadi spermatogonia. Selanjutnya spermatogonia
berdiferensiasi menjadi spermatocyte primer, kemudian menjadi spermatocyte
secunder, dan selanjutnya menjadi spermatid. Spermatid akan mengalami beberapa
perubahan yang akhirnya akan menjadi spermatozoon

Ayat diatas menjelaskan bahwasanya Allah menciptakan manusia berjenis


lelaki dan perempuan dari setitik air. Sperma terdiri dari kromosom, dimana 1
kromosom menentukan jenis kelamin embrio atau dalam bahasa yang lain disebut
Page | 6

hemikromosom. Kromosom di ovum selalu X. Bila kromosom Y bercampur dengan


kromosom X dari ovum akan menjadi laki laki (XY), bila sperma X bercampur
dengan X ovum akan menjadi jenis kelamin perempuan (XX)
b. Nut}fah wanita
Nut}fah wanita sendiri tidak disebutkan secara jelas di dalam al Quran.
Nut}fah nutfah tersebut dapat disimpulkan dari nut}fah amsaj yang merupakan
campuran antara nut}fah laki-laki dan wanita. Akan tetapi nut}fah tersebut secara
jelas disebutkan dalam hadis yang di riwayatkan Imam Ahmad berikut :

Nutfah laki-laki dan perempuan sama-sama dipancarkan. Nutfah laki laki


dipancarkan dari penis, sedangkan ovum dipancarkan dari ovarium. Proses
terbentuknya ovum dimulai dari PGC tiba di ovarium akan berdiferensiasi menjadi
oogonia. Proses selanjutnya, oogonia akan berkembang dan memperbanyak diri
menjadi oocyte primer yang berukuran lebih besar dari sel induknya. Dari satu oocyte
primer akan membelah diri menjadi dua oocyte secunder, akan tetapi hanya satu yang
berkembang

secara

sempurna,

sedangkan

yang

satunya

tidak

sempurna

perkembangannya. Selanjutnya setiap oocyte secunder baik yang berkembang


sempurna maupun yang tidak, masing-masing akan membelah diri menjadi dua.
Oocyte secunder yang berkembang sempurna akan membentuk oocyte yang matang
yang disebut ovum, sedangkan yang lainnya akan menyusut. Pembelahan sel yang
terjadi pada oocyte primer disebut pembelahan meiosis pertama, dimana belahan anak
sel mengandung 2n DNA dan 23 pasang kromosome.

c. Nut}fah Amsya>j

Page | 7

Ayat di atas sejalan dengan embriologi manusia, yaitu proses ovulasi dan
penetrasi sperma. Ovulasi adalah proses terlepasnya sel ovum dari ovarium sebagai
akibat pecahnya folikel yang telah masak. Waktu yang dibutuhkan oleh seluruh proses
ovulasi tergantung pada lokasi sel telur dalam folikel. Waktu ovulasi akan singkat
apabila sel telur berada di dasar folikel dan akan lama apabila sel telur berada dekat
pada stigma yang menonjol dipermukaan ovarium. Sedangkan sperma setelah
dipancarkan dari penis ke vagina akan bergerak sendiri menuju oosit yang keluar dari
tuba faloppi.Setelah terjadi peleburan antara sperma dan ovum. Berdasarkan ayat di
atas Allah telah menyiapkan rahim, sebagi tempat yang kokoh untuk perkembangan
janin. Dalam dunia embriologi, rahim dibagi menjadi 3 lapisan yaitu :
a. Endometrium, yang berada pada lapisan paling dalam
b. Myometrium, merupakan lapisan otot yang terletak di bagian tengah.
c. Perimetrium, merupakan lapisan peritoneum yang melapisi dinding sebelah luar.
3. 'Alaqoh
Kata Alaqoh dari sisi bahasa Arab bermakna 3, yaitu : lintah, sesuatu yang
tergantung, segumpal darah.50 Ternyata tiga makna yang terkandung di dalam kata
Alaqoh ini tidak ada yang menyelisihi fakta ilmiah sedikitpun. Alaqoh bermakna
sebagai lintah, Ini adalah deskripsi yang tepat bagi embrio manusia sejak berusia 8
sampai 23 hari ketika menempel di endometrium pada uterus, serupa sebagaimana
lintah menempel di kulit. Serupa pula dengan lintah yang memperoleh darah dari
inangnya, embrio manusia juga memperoleh darah dari endometrium deciduas saat
hamil. Hal ini sangat luar biasa bagaimana embrio yang berumur 23-24 hari bisa
menyerupai seekor lintah.Alaqoh adalah sesuatu yang tergantung, dan hal ini
adalah apa yang dapat kita lihat pada penempelan embrio di uterus/rahim selama
tahap alaqoh. Dan ini adalah suatu fakta ilmiah. Arti ketiga adalah segumpal darah.
Hal ini signifikan untuk mengamati sebagaimana pernyataan Profesor Moore, bahwa
embrio selama tahap alaqoh mengalami peristiwa internal yang sudah dikenal, seperti
pembentukan darah pada pembuluh tertutup, sampai siklus metabolisme selesai di
plasenta. Selama tahap alaqoh, darah ditangkap di dalam pembuluh tertutup dan
inilah alasan mengapa embrio memiliki penampakan seperti gumpalan darah. Ketiga
Page | 8

deskripsi tersebut secara mengagumkan disodorkan oleh satu kata alaqoh dalam
Quran.
4.

Mudgah
Kata Mudghah bisa bermakna segumpal daging dan bisa juga bermakna
sesuatu yang dikunyah.55 Ini terjadi pada hari 24 dan 25 Akhir minggu ke empat,
embrio manusia tampak seperti gumpalan daging atau sesuatu yang dikunyah.
Penampakan seperti bekas kunyahan menunjukkan somit yang menyerupai tanda gigi.
Somit merepresentasikan permulaan primordial dari vertebrae (bakal tulang
belakang).

5. Tulang dan Daging

Ayat di atas mengindikasikan bahwa setelah tahap mudhghoh, tulang belulang


dan otot terbentuk. Hal ini sesuai dengan perkembangan embriologi. Pertama tulang
terbentuk sebagai model kartilago (tulang rawan) dan otot (daging) berkembang
menyelimutinya dari mesodermal somatik. Ayat di atas mengimplikasikan bahwa
tulang dan otot menghasilkan bentukan/formasi makhluk dengan bentuk yang lain.
Hal ini bisa mengacu pada manusia yang masih berupa embrio yang terbentuk di
akhir minggu ke delapan. Pada tahap ini, embrio memiliki karekteristik khusus dan
memiliki primordial (bakal) seluruh organ dan bagian-bagiannya baik internal
maupun eksternal. Setelah minggu ke delapan, embrio ini disebut fetus. Hal ini
menjadikannya sebagai makhluk yang baru yang berbentuk lain

PENYEBUTAN MANUSIA DALAM AL-QURAN


Allah Sang Pencipta telah menurunkan Kitab Suci Alquran yang diantara ayat-ayat-Nya
adalah gambaran-gambaran konkret tentang manusia. Penyebutan nama manusia dalam
Alquran tidak hanya satu macam. Berbagai istilah digunakan untuk menunjukkan berbagai
aspek kehidupan manusia, di antaranya :
Page | 9

a. Dari aspek historis penciptaan manusia disebut dengan BANI ADAM :


Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap (memasuki) masjid,
makan dan minumlah, dan janganlah berlebih lebihan. Sesungguhnya Allah tidak
menyukai orang-orang yang berlebih lebihan. (Al-araaf, 7:31)
b. Dari aspek biologis manusia disebut BASYAR yang mencerminkan sifat-sifat fisikkimia-biologisnya :
Dan berkatalah pemuka-pemuka yang kafir di antara kaumnyabdan yang
mendustakan akan menemui hari akhirat (kelak) dan yang telah (Kami mewahkan
meraka dalam kehidupan didunia): (orang) ini tidak lain hanyalah manusia
(basyar)seperti kamu, dia makan dari apa yang mereka makan dan meminum dari
apa yang kamu minum. (Al-Mukminun,23:33)
c. Dari aspek kecerdasan manusia disebut dengan INSAN yakni makhluk terbaik yang
diberi akal sehingga mampu menyerap ilmu pengetahuan.
Dia menciptakan manusia (insan). Mengajarnya pandai berbicara. (Ar-Rahmaan,
55:3-4)
d. Dari aspek sosiologisnya disebut ANNAS yang menunjukkan sifatnya yang
berkelompok sesame jenisnya.
Wahai mausia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang
sebelum yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa. (Al-Baqarah,2:21)
e. Dari aspek posisinya disebut ABDUN (hamba) yang menunjukkan kedudukannya
sebagai hamba Allah yang harus tunduk dan patuh kepada-Nya :
Maka apakah mereka tidak melihat langit dan bumi yang ada dihadapan dan
dibelakang mereka? Jika Kami menghendaki niscaya Kami benamkan mereka di
bumi atau kami jatuhkan mereka gumpalan dari langit. Sesungguhnya pada yang
demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Tuhan) bagi setiap hamba yang
kembali (kepada-Nya). (Saba,34:9)

TEORI ILMU PENGETAHUAN TENTANG KEJADIAN MANUSIA


Perbedaan pendapat tentang apakah adam manusia pertama atau tidak,
diciptakan langsung atau melalui suatu proses tampaknya tidak akan ada ujungnya
karena masing-masing akan teguh pada pendiriannya. Jika polemik ini senantiasa
diperpanjang, jangan-jangan hanya akan menghabiskan waktu dan tidak sempat lagi
memikirkan tentang status dn tugas yang telah ditetapkan Allah pada manusia alQuran cukup lengkap dalam memberikan informasi tentang itu.

Page | 10

Untuk memahami informasi tersebut secara mendalam, ahli-ahli kimi, biologi,


dan lain-lainnya perlu dilibatkan, agar dalam memahami ayat-ayat tersebut tidak
secara harfiah. Yang perlu diingatkan sekarang adalah bahwa manusia oleh Allah,
diharapkan menjadi khalifah ( pemilih atau penerus ajaran Allah ). Status manusia
sebagai khalifah , dinyatakan dalam al-baqarah 30. kata khalifah berasal dari kata
khalafa yakhlifu khilafatan atau khalifatan yang berarti meneruskan, sehingga kata
khalifah dapat diartikan sebagai pemilih atau penerus ajaran Allah. Kebanyakan umat
Islam menerjemahkan dengan pemimpin atau pengganti, yang biasanya dihubunkan
dengan jabatan pimpinan umat islam sesudah Nabi Muhammad saw wafat , baik
pimpinan yang termasuk khulafaurrasyidin maupun di masa Muawiyah-Abbasiah.
Perlu diingat bahwa istilah khalifah pernah dimunculkan Abu bakar pada
waktu dipercaya untuk memimpin umat islam. Pada waktu itu beliau mengucapkan
inni khalifaur rasulillah, yang berarti aku adalah pelanjut sunah rasulillah. Dalam
pidatonya setelah diangkat oleh umat islam, abu bakar antara lain menyatakan
selama saya menaati Allah, maka ikutilah saya, tetapi apabila saya menyimpang ,
maka luruskanlah saya. Jika demikian pengertian khalifah, maka tidak setiap
manusia mampu menerima atau melaksanakan kekhalifahannya. Hal itu karena
kenyataan menunjukkan bahwa tidak semua orang mau memilih ajaran Allah.
Sejarah asal mula manusia menurut Islam dan teori evolusi menurut para ahli.
Begitu banyak penemuan manusia dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, tapi
masih ada satu permasalahan yang hingga kini belum mampu dijawab dan dijabarkan
oleh manusia secara eksak dan ilmiah. Masalah itu ialah masalah tentang asal usul
kejadian manusia.
Banyak para ahli mempercayai bahwa, kehidupan manusia berawal dari
terpisahnya sebuah spesies hominid dari garis evolusi primata yang akan menurunkan
simpanse dan gorila. Kemudian, hominid ini berkembang dan menurunkan manusia
modern, Homo sapiens. pernyataan ini dipengaruhi oleh teori evolusi yang
dikemukakan oleh Charles Darwin.
Teori evolusi adalah suatu teori yang menyatakan bahwa makhluk hidup pada
masa lampau, beradaptasi dan mengalami perubahan bentuk bagian-bagian tubuhnya.
biasanya, proses ini terjadi dalam waktu yang sangat lama. Proses ini disebut evolusi.

Page | 11

Teori evolusi mengatakan bahwa manusia merupakan keturunan dari hominid.


Hominid adalah makhluk hidup yang memiliki ciri-ciri diantara manusia dan kera.
Banyak fosil-fosil hominid ini tersebar di seluruh bagian dunia. Fosil hominid tertua
yang pernah ditemukan adalah Australopithecus africanus. Hominid ini ditemukan di
Afrika. Australopithecus memiliki kapasitas otak sebesar 450 cc. Hominid ini sudah
bisa berjalan dengan posisi tegak. Posisi tegak ini sangat penting karena, posisi ini
memberikan beberapa keuntungan bagi hominid ini. Contohnya hominid ini sudah
bisa melihat benda dalam jarak yang jauh dan ia sudah bisa memindahkan berat ke
tangan.
Sekitar 2 juta tahun yang lalu, muncullah Homo habilis, spesies ini
diperkirakan merupakan keturunan dari Australopithecus africanus. Homo habilis
sudah memiliki kemampuan untuk membuat peralatan-peralatan kasar dari batubatuan dan tulang hewan. Mereka bertahan hingga sekitar 1,5 juta tahun yang lalu.
Kemudian, mereka digantikan oleh Homo Erectus.
Homo erectus adalah jenis hominid yang kemungkinan besar merupakan
keturunan dari Homo Habilis. Homo erectus memiliki kapasitas otak yang lebih besar
daripada Homo habilis. Mereka sudah mamou membuat peralatan yang lebih halus
dan rapi dari bebatuan dan tulang hewan.
Kemudian, Homo erctus menurunkan Homo Neanderthalensis. Homo
Neanderthalensis hidup di gua-gua dan telah bisa mengubur orang mati. Di beberapa
wilayah, mereka mampu bertahan sampai 40.000 tahun yang lalu. Akan tetapi, mereka
punah dan digantikan Homo sapiens, manusia modern.
Itulah sejarah asal mula manusia menurut teori evolusi, Akan tetapi, hal ini
sangat bertolak belakang dengan apa yang telah tertulis dalam Al-Qur'an. Allah
berfirman dalam (QS : Al Hijr (15): 28-29) yang artinya :
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat :
Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang
berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah
menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)-ku,
maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud" (QS. Al Hijr (15) : 28-29)

Page | 12

Di dalam Al Quran dijelaskan bahwa Adam diciptakan oleh Allah dari tanah
yang kering kemudian dibentuk oleh Allah dengan bentuk yang sebaik-baiknya.
Setelah sempurna maka oleh Allah ditiupkan ruh kepadanya maka dia menjadi hidup.
Hal ini ditegaskan oleh Allah di dalam firman-Nya :
"Yang membuat sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai
penciptaan manusia dari tanah". (QS. As Sajdah (32) : 7)
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat
kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk". (QS. Al Hijr (15) : 26)
Disamping itu Allah juga menjelaskan secara rinci tentang penciptaan manusia
pertama itu dalah surat Al Hijr ayat 28 dan 29 . Di dalam sebuah Hadits Rasulullah
saw bersabda :
"Sesunguhnya manusia itu berasal dari Adam dan Adam itu (diciptakan) dari
tanah". (HR. Bukhari)
Pada dasarnya segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah di dunia ini selalu
dalam keadaan berpasang-pasangan. Demikian halnya dengan manusia, Allah
berkehendak menciptakan lawanjenisnya untuk dijadikan kawan hidup (isteri). Hal ini
dijelaskan oleh Allah dalam salah sati firman-Nya :
"Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya,
baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa
yang tidak mereka ketahui" (QS. Yaasiin (36) : 36)
Adapun proses kejadian manusia kedua ini oleh Allah dijelaskan di dalam
surat An Nisaa ayat 1 yaitu :
"Hai

sekalian

manusia, bertaqwalah

kepada Tuhanmu yang telah

menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya,
dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang
sangat banyak..." (QS. An Nisaa (4) : 1)
Di dalam salah satu Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dijelaskan :
Sebagai bukti yang konkrit di dalam penelitian ilmu genetika (janin) bahwa
selama embriyo berada di dalam kandungan ada tiga selubung yang menutupinya
Page | 13

yaitu dinding abdomen (perut) ibu, dinding uterus (rahim), dan lapisan tipis
amichirionic (kegelapan di dalam perut, kegelapan dalam rahim, dan kegelapan dalam
selaput yang menutup/membungkus anak dalam rahim). Hal ini ternyata sangat cocok
dengan apa yang dijelaskan oleh Allah di dalam Al Quran.

BAB III
KESIMPULAN

Pengertian manusia menurut pandangan Islam, manusia itu makhluk yang mulia dan
terhormat di sisi-Nya, yang diciptakan Allah dalam bentuk yang amat baik. Manusia
diberi akal dan hati, sehingga dapat memahami ilmu yang diturunkan Allah, berupa
al-Quran menurut sunah rasul. Dengan ilmu manusia mampu berbudaya. Allah

menciptakan manusia dalam keadaan sebaik-baiknya (at-Tiin : 95:4).


Proses kejadian manusia berdasarkan Al-Quran dan As Sunnah terjadi dalam dua
tahap. Pertama, tahapan primordial, yakni proses penciptaan nabi Adam a.s sebagai
Page | 14

manusia pertama. Kedua, tahapan biologi, yakni manusia diciptakan dari inti sari
tanah yang dijadikan air mani (nuthfah) yang tersimpan dalam tempat yang kokoh
(rahim). Kemudian nuthfah itu dijadikan darah beku (alaqah) yang menggantung
dalam rahim. Darah beku tersebut kemudian dijadikan-Nya segumpal daging
(mudghah) dan kemudian dibalut dengan tulang belulang lalu kepadanya ditiupkan

ruh.
Allah menciptakan manusia dalam sebaik-baik bentuk, sehingga tidak ada satu
makhlukpun yang lebih tinggi derajatnya dari manusia. Selayaknya ilmu perakitan
komputer, maka Allah telah merakit manusia dengan sistem hardware dan software,
lengkap, berkualitas tinggi dan multifungsi. Kesemua perangkat ini bekerja secara
sinergis dan dinamis agar manusia bisa menjalankan fungsinya sebagai khalifah Allah

di bumi.
Tujuan utama penciptaan manusia adalah agar manusia menyembah dan mengabdi
kepada Allah swt. Sedangkan fungsi penciptaan manusia ke dunia, diklasifikasikan ke

dalam tiga (3) pokok, yaitu:


1. Manusia sebagai Khalifah Allah di muka bumi
2. Manusia sebagai Warosatul Anbiya
3. Manusia sebagai Abd (Pengabdi Allah)

Daftar Pustaka :
Dr. Bucaille, Maurice. (1984). Asal-Usul Manusia Menurut Bibel, Al-Quran dan
Sains. Bandung: Penerbit Mizan.
Fathurrohman, Muhammad, Proses Kejadian Manusia Dan Nilai-Nilai Pendidikan
Di Dalamnya, http//Proses Kejadian Manusia dan Nilai-nilai Pendidikan di
Dalamnya/2012/09/19.htm. diakses pada hari rabu 10 september 2014.
Andriianty, Konsep Islam tentang Proses Penciptaan Manusia, http//Andriianty
konsep islam tentang proses penciptaan manusia/2013/06/05.htm. diakses pada hari
Rabu 10 September 2014.

Page | 15