Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Makalah ini di ajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Mikro
Ekonomi. Dan sekaligus untuk memenuhi nilai kami di mata kuliah
ini.

Semoga

makalah

ini

dapat

bermanfaat untuk pengembangan

memberikan

informasi

dan

ilmu pengetahuan dan dapat

memperbanyak wawasan yang belum kita ketahui sebelumnya.


Semoga bermanfaat bagi kita semua.
B. RUMUSAN MASALAH
1.
2.
3.
4.
5.

Apa pengertian Ongkos?


Apasaja Macam-macam Ongkos?
Bagaimana cara menentukan kurva Ongkos?
Apa itu Revenue?
Bagaimana Keuntungan Maksimum?

C. TUJUAN
Pembuatan makalah ini bertujuan memenuhi tugas mata kuliah Mikro
Ekonomi dan sekaligus sebagai bahan presentasi atau diskusi.diharapkan Bagi
Penulis dan Pembaca setelah mempelajari makalah ini dapat mengetahui dan
1.
2.
3.
4.
5.

memahami tentang:
Pengertian Ongkos.
Macam-macam Ongkos.
Cara menentukan kurva Ongkos.
Revenue.
Keuntungan Maksimum.

BAB II

PEMBAHASAN
1. PENGERTIAN ONGKOS
Ongkos adalah kurva yang menunjukkan saling berhubungan
antara jumlah ongkos produksi dengan tingkat output yang
dihasilkan. Sedangkan yang dimaksud dengan ongkos produksi
adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan
untuk memperoleh faktor-faktor produksi yang gunanya untuk
memproduksi output atau pengeluaran.
Disamping

pengertian

umum

tersebut,

ada

macam

pengertian ongkos, yaitu:


1).

Economic

Cost,

yaitu

ongkos

yang

dikeluarkan

atas

penggunaan semua faktor produksi untuk menghasilkan output


tertentu;
2). Accounting Cost, yaitu ongkos yang pengertiannya hampir
sama dengan economic cost, tetapi ongkos disini dinyatakan
secara tegas dalam pembukuan, sehingga ada istilah yatu:
(a). Explicit cost, yaitu ongkos-ongkos yang tercatat atau terlihat
jelas dalam pembukuan.
(b). Implicit cost, yaitu ongkos produksi yang tidak terlihat dalam
pembukuan.
2. MACAM-MACAM ONGKOS
Dari segi sifat ongkos dalam hubungannya dengan tingkat output ongkos
produksi dibagi menjadi:
1) Total fixed cost (TFC) atau ongkos tetap total, adalah jumlah
ongkos-ongkos yang tetap dibayar perusahaan (produsen)
berapapun tingkat outputnya. Jumlah TFC adalah tetap untuk

setiap tingkat outputnya. (mislanya: penyusutan, sewa gedung


dsb)
2) Total Variable Cost (TVC) atau ongkos variabel total, adalah
jumlah ongkos-ongkos yang berubah menurut tinggi rendahnya
output yang diproduksikan. (Misalnya: Ongkos untuk bahan
mentah, upah, ongkos angkut dsb)
3) Total Cost (TC) atau ongkos total adalah penjumlahan dari baik
ongkos tetap maupun ongkos variabel. TC= TFC+TVC
4) Average fixed Cost (AFC) atau ongkos tetap rata-rata, adalah
ongkos tetap yang dibebankan pada setiap unit output.
AFC =

TFC
Q

(Q= Tingkat Output)

5) Average Varible Cost (AVC) atau ongkos variable rata-rata,


adalah semua ongkos-ongkos lain selain AFC yang dibebankan
pada setiap unit output.
TVC
AVC =
Q
6) Average Total Cost (ATC) atau ongkos total rata-rata adalah
ongkos produksi dari setiap unit output yang dihasilkan.
ATC =

TC
Q

7) Marginal Cost (MC) atau ongkos marginal, adalah kenaikan dari


total cost yang diakibatkan oleh diproduksinya tambahan satu
unt output. dan karena tambahan produksi satu unit output
tidak menambah (atau mengurangui) TFC, sedangkan TC = TFC
+ TVC maka kenaikan TC ini sama denga kenaikan TVC yang
diakibatkan oleh produksi satu unit output tambahan.

TC
MC = Q

TVC
Q

Ongkos Produksi dapat dibedakan menjadi :


a). Ongkos Produksi Jangka Pendek
Didalam

suatu

ongkos

produksi

jangka

pendek

sebuah

perusahaan sudah mempunyai peralatan-peralatan untuk produksi


seperti halnya mesin, gedung dan tanah. Masalah yang perlu
diperhatikan didalam ongkos jangka produksi pendek ini adalah
bagaimana mengatasi masalah kebijakan bahan baku, tenaga kerja
dan sebagainya ini adalah merupakan ongkos variabel. Jadi didalam
ongkos produksi jangka pendek ini juga terdapat ongkos tetap dan
ongkos variabel.
b). Ongkos Produksi Jangka Panjang
Didalam ongkos produksi janka panjang ini sebuah perusahaan
dapat menambah semua faktor produksi, sehingga tidak ada yang
namanya ongkos tetap didalam ongkos produksi jangka panjang.
Semua pengeluaran didalam ongkos jangka panjang ini merupakan
ongkos variabel.
3. KURVA ONGKOS
Kurva ongkos adalah kurva yang menunjukkan hubungan
antara jumlah ongkos produksi dengan tingkat output yang
dihasilkan.
a. Kurva Ongkos Produksi Jangka Panjang

Kurva Ongkos Produksi Jangka Panjang


b. Kurva Biaya Total

c. Kurva Ongkos Variabel Rata-rata

Kurva Ongkos Variabel Rata-Rata


d. Kurva Long Run Average Cost Curve

Kurva Long Run Average Cost Curve


e. Kurva Kemungkinan Kapasitas Produksi

Kurva Kemungkinan Kapasitas Produksi

4. PENERIMAAN (REVENUE)
Didalam memproduksi suatu barang, ada dua hal yang menjadi fokus utama
dari seorang pengusaha dalam rangka mendapatkan keuntungan yang maksimum,
yaitu ongkos (cost) dan penerimaan (Revenue).
Penerimaan atau Revenue adalah semua penerimaan produsen dari hasil
penjualan barang atau outputnya.
Ada beberapa konsep revenue yang penting untuk analisa perilaku produsen:
1. Total Revenue (TR) adalah penerimaan total dari hasil penjualan output.
TR = P.Q
P = Price / harga
Q = Quantity / Jumlah barang
Total penerimaan (Total revenue : TR), yaitu total penerimaan dari hasil
penjualan. Pada pasar persaingan sempurna, TR merupakan garis lurus dari titik
origin, karena harga yang terjadi dipasar bagi mereka merupakan suatu yang
datum (tidak bisa dipengaruhi), maka penerimaan mereka naik sebanding
(Proporsional) dengan jumlah barang yang dijual.

Pada pasar persaingan tidak sempurna, TR merupakan garis melengkung


dari titik origin, karena masing perusahaan dapat menentukan sendiri harga
barang yang dijualnya, dimana mula-mula TR naik sangat cepat, (akibat
pengaruh monopoli) kemudian pada titik tertentu mulai menurun (akibat
pengaruh persaingan dan substansi).
2. Average Revenue (AR) adalah penerimaan produsen per unit dari penjualan
output.
AR =

TR
Q

Q.P
Q

= P, Jadi AR = P atau AR tidak lain adalah harga

(jual) output per unit (=P)


Penerimaan rata-rata (Avarage Total revenue: AR), yaitu rata-rata
penerimaan dari per kesatuan produk yang dijual atau yang dihasilkan, yang
diperoleh dengan jalan membagi hasil total penerimaan dengan jumlah satuan
barang yang dijual.
3. Marginal Revenue (MR) adalah kenaikan atau penurunan penerimaan sebagai
akibat dari penambahan atau pengurangan satu unit output.
TR
MR = Q
Penerimaan Marginal (Marginal Revenue : MR), yaitu penambahan
penerimaan atas TR sebagai akibat penambahan satu unit output.Dalam pasar
persaingan sempurna MR ini adalah konstan dan sama dengan harga (P), dan
berimpit dengan kurva AR atau kurva permintaan, bentuk kurvanya
horizontal.
Dalam pasar persaingan tidak sempurna MR, menurun dari kiri atas

kekanan bawah dan nilainya dapat berupa :


Positif;
Sama dengan nol;
Negatif.
Hubungan antara TR, AR dan MR bisa digambarkan dengan dua kasus

diantaranya Kurva Permintaan Menurun dan Horisontal:


a). Kurva Permintaan Menurun

Kurva permintaan yang dihadapi oleh produsen adalah menurun, berati


produsen bisa menjual lebih banyak output hanya dengan menurunkan harga jual.
Dan hubungan antara tiga konsep diatas sebagai berikut:

Angka-angka tersebut dapat digambar kurva sebagai berikut:

1. Sifat Hubungan dari Ketiga Konsep Revence Tersebut


adalah:
a. TR menaik selama elastisitas Eh dari kurva permintaan D (tidak
lain adalah kurva AR ) lebih besar dari satu *) * Secara aljabar
elastisitas harga dari permintaan biasanya mempunyai tanda
Inegatif. Tetapi dalam definisi Eh disini tanda tersebut di
abaikan. Jadi Eh = 1 sebenarnya berarti elastisitas harga = -1.
b. TR mencapai maksimum persis pada pertengahan dari kurva
permintaan, yaitu dimana elastisitas harga sama dengan satu.

10

c. TR

menurun

pada

daerah

dimana

kurva

permintaan

mempunyai elastisitas harga yang lebih kecil dari satu.


d. TR menaik selama MR positif, mencapai maksimum bila MR =
0, dan menurun bila MR negatif.
perhatikan bahwa sifat hubungan (a), (b), dan (c) langsung
berhubungan dengan definisi dari elastisitas harga (dalam Bab III).
Eh > 1 berarti dengan definisi dari elastisitas harga (bergerak di
atas kurva permintaan dari perpotongannya dnegan sumbu vertikal
ke kanaan bawah), maka TR per definisi akan menaik, karena
penurunan harga dengan 1% menaikkan Q lebih besar dari 1%. bila
Eh < 1 berarti bahwa penurunan harga dengan 1% menaikkan Q
kurang dari 1%, akibatnya TR menurun. pada E h =1, TR maksimum
karena posisi ini persisi pada titik balik dari bagian kurva TR yang
menaik (Eh >1) dan bagian kurva TR yang menurun (Eh <1).
Sifat hubungan (d) juga mengikuti langsung dari definisi MR
[=yait kenaikan (plus atau minus) dari TR yang disebabkan oleh
tambahan penjualan dengan 1 unit output]. bila MR positif, berarti
bila kita tambah penjuakan kita dengan 1 unit; makan TR berubah
dengan suatu nilai positif (i,e.menaik). selama MR positiif, setiap
kali penjualan ditambah dengan satu unit, TR masih menaik.
sebaliknya bila MR sudah negatif, maka per definisi tambahan
penjualan dengan 1 unit output akan mengakibatkan oerubahan
yang negatif (i,e. penurunan) dari TR.

b). Kurva Permintaan Yang Horisontal

11

keadaan dimana produsen mengahadapi kurva permintaan yang


horisontal [dimana ini terjadi untuk suatu perusahaan dalam pasar
persaingan sempurna (lihat Bab VII berikut)], yang berarti bahwa
harga jual per unit yang diterima produsen tetap, berapa pun
volume output yang ia jual. hubungan anatara TR, MR, dan AR
adalah sebagai berikut:

Angka-angka tersebut bisa digambarkan seperti berikut:

Perhatikan di bawah ini:


12

1. TR berupa garis lurus yang menarik, tanpa ada posisi


maksimum.
2. MR ternyata sama dengan AR (=P) dan tidak pernah bernilai
negatif.
5. KEUNTUNGAN MAKSIMUM
1) Permintaan dan Hasil Jualan
Didalam menganalisis
memaksimumkan

usaha

keuntungan

sesuatu perusahaan
ada

dua

hal

yang

untuk
harus

diperhatikan yaitu :

Biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan


Hasil penjualan dari barang yang dihasilkan perusahaan itu.
Permintaan Pasar dan Perusahaan
Hasil Penjualan Marginal, Rata-rata dan Total, terbagi menjadi

beberapa bagian yaitu diantaranya adalah :

Hasil pendekatan total


Hasil pendekatan marginal
Hasil pendekatan rata-rata
A. Pendekatan Total
Laba Total (p) adalah perbedaan antara penerimaan total (TR)

dan biaya total (TC). Laba terbesar terjadi pada selisih posistif
terbesar antara TR dengan TC. Pada selisih negatif antar TR dengan
TC perusahaan mengalami kerugian, sedang jika TR=TC perusahaan
berada pada titik impas.
Dalam menentukan keuntungan maksimum ada 2 cara sebagai
berikut:
a) Keuntungan maksimum dicari dengan jalan mencari selisih antara
keuntungan maksimum dengan ongkos minimum.
13

b) Keuntungan maksimum terjadi pada saat MR = MC.


Hasil Penjualan Total,seluruh jumlah pendapatan yang diterima
perusahaan dari menjual barangjang diproduksikannja dinamakan
hasil penjualan total (TR:yaitu dari perkataan Total Revenue).Telah
diterangkan bahwa dalam persaingan sempurna harga tidak akan
berubah walau bagaimanapun banyaknya jumlah barang yang
dijual perusahaan.Ini menyebabkan kurva penjualan total (TR)
adalah berbentuk garis lurus yang bermula dari titik O.

Gambar 1. Mencari Keuntungan Maksimum dengan Pendekatan


Total

14

Gambar 2. Kurva Mencari Keuntungan Maksimum dengan


Pendekatan Total
Mencari Keuntungan Dengan Pendekatan Total
Kurva TC berada di atas kurva TR menggambarkan bahwa
perusahaan mengalami kerugian. Produksi mencapai diantara 2
sampai 9 unit kurva TC berada di bawah kurva TR,perusahaan
memperoleh

keuntungan.Menentukan

Keuntungan

Maksimum

dengan Kurva Biaya dan Penjualan Total.Garis tegak di antara TC


dan

TR,garis

tegak

yang

terpanjang

produksi

adalah

unit,menggambarkan keuntungan yang paling maksimum.Produksi


mencapai 10 unit atau lebih kurva TC telah beada di atas kurva TR
kembali, perusahaan mengalami kerugian kembali.Perpotongan di
antara kurva TC dan kurva TR dinamakan titik impas (break-even
point)

yang

menggambarkan

biaya

yang

dikeluarkan

perusahaan adalah sama dengan hasil penjualan

total yang

15

total

diterimanya.Perpotongan tersebut berlaku di dua titik,yaitu titik A


dan titik B.

B. Pendekatan Marginal

Gambar 3. Mencari Keuntungan Maksimum dengan Pendekatan


Marginal

16

Gambar 4. Kurva Mencari Keuntungan Maksimum dengan


Pendekatan Marginal
C. Pendekatan Rata-rata
Hasil Penjualan Rata-rata,untuk suatu perusahaan dalam pasar
persaingan sempurna hasil penjualan rata-rata (AR) adalah harga
barang

yang

d0=AR0=
perusahaan.

diproduksi

MRQ

adalah

Dengan

perusahaan
kurva

demikian

adalah

permintaan
kurva

ini

Rp

3000

yang

adalah

maka

dihadapi

kurva

hasil

penjualan rata-rata pada harga barang sebanyak Rp 3000 (dan


dinyatakan

sebagai

AR^.

Kalau

harga

barang

yang

dijual

perusahaan adalah Rp 6000, kurva d} = AR} = MRj adalah kurva


permintaan dan juga kurva hasil penjualan rata-rata pada harga Rp
6000.

17

Dalam mencari keuntungan maksimum dengan pendekatan ratarata, yaitu menggabungkan antara pasar persaingan sempurna
dengan persaingan pasar tidak sempurna.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Ongkos adalah kurva yang menunjukkan saling berhubungan
antara jumlah ongkos produksi dengan tingkat output yang
dihasilkan. Sedangkan yang dimaksud dengan ongkos produksi
adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk
memperoleh

faktor-faktor

produksi

yang

gunanya

untuk

memproduksi output atau pengeluaran. Dan ada dua macam nama


lain dari ongkos.
Macam-macam ongkos
1) Total fixed cost (TFC) atau ongkos tetap total.
2) Total Variable Cost (TVC) atau ongkos variabel total.
3) Total Cost (TC) atau ongkos total. TC= TFC+TVC

18

4) Average fixed Cost (AFC) atau ongkos tetap rata-rata, AFC =


TFC
Q
5) Average Varible Cost (AVC) atau ongkos variable rata-rata, AVC

TVC
Q

6) Average Total Cost (ATC) atau ongkos total rata-rata

ATC =

TC
Q
7) Marginal Cost (MC) atau ongkos marginal, MC =

TC
Q

TVC
Q
Ongkos

dan

penerimaan

sangat

erat

berhubungan

dalam

menentukan keuntungan maksimum. dengan memahami semua itu


akan mempermudah kita mencari peluang keuntungan yang
maksimum dengan berbagai pendekatan.
B. SARAN
Penyusun makalah ini hanya manusia biasa yang memiliki keterbatasan ilmu
pengetahuan dan hanya mengandalkan buku refrensi dan buku rujukan lain-lain yang
telah ada sebagai bahan pembuatan makalah ini.Oleh karena itu, kami menyarankan
para pembaca mencari atau membaca sumber-sumber lain yang berkaitan dengan
Ongkos dan penerimaan agar dapat lebih memahami dan memperkaya ilmu
pengetahuan.Sehingga harapan kami Anda nantinya tidak hanya sebatas membaca
namun juga memberikan koreksi positif demi kebaikan makalah ini kedepannya.

19

DAFTAR PUSTAKA
Boediono. 2015. Ekonomi Mikro. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta

20

Sudarman,

Ari.2010.

Teori

Ekonomi

Mikro.

Yogyakarta:

BPFE-

Yogyakarta
http://medayvalkyrie.blogspot.co.id/2013/05/ongkos-danpenerimaan.html (Diakses pada tanggal 03 Oktober 2016. pukul
07.02 WIB)
http://virtual-beatles.blogspot.co.id/2012/04/keuntunganmaksimum.html (Diakses pada tanggal 04 Oktober 2016. Pukul
19.20 WIB)

21