Anda di halaman 1dari 4

1.

Asumsi-asumsi
1. Semua investor mempunyai cakrawala waktu satu periode yang sama.
2. Semua investor melakukan pengambilan keputusan investasi berdasarkan
pertimbangan antara nilai return ekspektasian dan deviasi standar return dari
portofolionya.
3. Semua investor mempunyai harapan yang seragam (homogeneous expectation)
terhadap faktor-faktor input yang digunakan untuk keputusan portofolio. Asumsi
ini mempunyai implikasi bahwa dengan harga-harga sekuritas dan tingkat bunga
bebas risiko yang tertentu dan dengan menggunakan input-input portofolio yang
sama, maka setiap investor akan menghasilkan efficient frontiner yang sama pula.
4. Semua investor dapat meminjamkan sejumlah dananya (lending) atau meminjam
(borrowing) sejumlah dana dengan jumlah yang tidak terbatas pada tingkat suku
bunga bebas risiko.
5. Penjualan pendek (short sale) diijinkan.
6. Semua aktiva dapat dipecah-pecah menjadi bagian yanglebih kecil dengan tidak
terbatas.
7. Semua aktiva dapat dipasarkan secara likuid sempurna.
8. Tidak ada biaya transaksi.
9. Tidak terjadi inflasi.
10. Tidak ada pajak pendapatan pribadi.
11. Investor adalah penerima harga (price-takers).
12. Pasar modal dalam kondisi ekuilibrium.
2. Ekuilibrium Pasar Modal
Ekluiribium Pasar adalah kondisi pasar pada saat harga-harga aktiva berada di tingkat
yang tidak memberikan insentif lagi untuk melakukan perdagangan spekulatif.
Ekuilibrium pasar terjadi jika harga-harga dari aktiva berada di suatu tingkat yang tidak
dapat memberikan insentif lagi untuk melakukan perdagangan spekulatif (Jones, 1995).
Implikasi dari asumsi ekuilibrium ini adalah :
a. Semua investor akan memilih portofolio pasar, yaitu portofolio yang berisi dengan
semua aktiva yang ada di pasar.
b. Portofolio pasar ini merupakan portofolio aktiva berisiko yang optimal, yaitu yang
berada di efficient frontier menurut Markowitz.
3. Portofolio Pasar
Portofolio pasar adalah portofolio yang berisi dengan semua aktiva yang ada di pasar.
Semua investor diasumsikan akan melakukam investasi di portofolio yang sama, yaitu
portofolio pasar. Asumsi ini berlaku karena asumsi-asumsi di CAPM, yaitu semua

investor menggunakan analisis yang sama yaitu metode Markowitz. Karena portofolio
pasar menggunakan semua aktiva berisiko, maka portofolio pasar ini merupakan
portofolio dengan diversivikasi yang sempurna.
4. Garis Pasar Modal dan Pasar Sekuritas
Garis pasar modal (GPM) adalah garis yang menunjukkan semua kemungkinan
kombinasi portofolio efisien yang terdiri dari aktiva-aktiva berisiko dan aktiva bebas
risiko. Garis pasar modal menunjukkan semua kemungkinan kombinasi portofolio efisien
yang terdiri dari aktiva-aktiva berisiko dan aktiva bebas risiko. Maka harga pasar dari
riisko dpaat dihitung dengan menggunakan rumus :
Harga pasar dari risiko=

E RM RBR
M

Garis pasar modal menggambarkan tradeoff antara risiko dan return ekspektasian untuk
portofolio efisien, tetapi bukan untuk sekuritas individual. Garis lain yang menunjukkan
tradeoff antara risiko dan return ekspekasian untuk secara sekuritas individual disebut
dengan garis pasar sekuritas (GPS) atau security market line (SML). Garis pasar sekuritas
(GPS) merupakan penggambaran secara grafis dari model CAPM. Persamaan GPS dapat
dituliskan :
R
R

( M )R BR
E
( i)=R BR + i .
E

5. Model CAPM
Untuk portofolio pasar yang diasumsikan bahwa return sekuritas individual berkorelasi
dengan return pasar, risiko portofolio pasar dapat disederhanakan sebagai berikut :

1/2

M=

i=1

w i . i,M

Untuk return sebuah sekuritas tunggal, return ekspektasian untuk sekuritas ke-I adalah
E ( Ri )=R BR +

E ( RM ) RBR . i , M
M .M

Cara Lain Penjabaran CAPM


Risiko portofolio pasar yang diukur dari deviasi standarnya dapat juga dinyatakan
sebagai berikut :

[
n

M=

i=1 j=1

W i .W j . i , j

1/ 2

Karena investor diasumsikan memegang portofolio pasar, maka kontribusi risiko sebuah
sekuritas terhadap kontribusi total risiko portofolio dapat dianggap sebagai perubahan
dari risiko portofolio akibat proporsi perubahan sekuritas tersebut. Perubahan risiko
portofolio pasar akibat proporsi suatu sekuritas dapat dihitung dari turunan pertama total
risiko portofolio pasar terhadap proporsi sekuritas ke-i sebagai berikut :
Dengan mensubtitusikan dengan kontribusi risiko sekuritas individual terhadap risiko
portofolio pasar, maka ekspektasian untuk sekuritas individual ke-i adalah :
E ( Ri )=R BR +

E ( RM ) RBR . i , M
M .M

6. Pengujian Empiris
Beberapa studi yang menguji keabsahan model CAPM diantarany adalah Friend dan
Blume (1970), Black, Jensen dan Scholes (1972), Blume dan Friend (1972), Fama dan
MacBeth (1972), Basu (1977), Litzenberger dan Ramaswamy (1979), Gibbons (1982).
Kebanyakan studi-studi ini menggunakan cara berikut ini di dalam pengujiannya :
1. Data return yang digunakan adalah return total bulanan (dividen dianggap
diinvestasikan kembali).

2. Beta diestimasi untuk tiap-tiap sekuritas di dalam sampel dengan menggunakan


periode 5 tahun atau 60 tahun observasi bulanan.
3. Indeks pasar yang digunakan untuk menghitung Beta adalah rerata tertimbang
berdasarkan nilai pasar tiap-tiap sekuritas untuk semua saham umum yang terdaftar di
pasar modal
4. Sekuritassekuritas di dalam sampel kemudian di ranking berdasarkan nilai Beta-nya.
Sebanyak N buah portofolio kemudian dibuat berdasarkan ranking ini. Banyakny N
portofolio berkisar antara 10 sampai 20.
5. Return portofolio dan Beta portofolio kemudian dihitung untuk masing-masing
portofolio dan regresi kemudian dijalankan.