Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM

ILMU UKUR TANAH


MENGHITUNG LUAS DAERAH MENGGUNAKAN
THEODOLITE DAN WATERPASS

DI SUSUN OLEH KELOMPOK 1 :


1. M RIDWAN ZUHRI
2. M NOOR NAZIRWAN R
3. NURUL HAFIZHA
4. RANDY VETRICO YUNAZ
5. REZA MARDINATA
6. RIFKI AMANDO PUTRA
7. ROYMAN DONY
8. EDHI PANDU S
9. ULFA RAHMAWATI
10. TIRTA SUDEWA

( 12 311 0233 )
( 12 311 0012 )
( 12 311 0502 )
( 12 311 0142 )
( 12 311 0187 )
( 12 311 0418 )
( 12 311 0472 )
( 12 311 0593 )
( 12 311 0660 )
( 12 311 0196)

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
PEKANBARU
2015

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum warohmatullohiwabarokatuh....
Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat dan karunia Nya,
sehingga kami kelompok 1 dapat menyelesaikan laporan prktikum ini, sholawat
dan salam semoga selalu dicurahkan kepada baginda Rasulullah SAW, dan
keluarga serta sahabat sahabat yang senantiasa selau berjuang dijalan Allah.
Praktikum Ilmu Ukur Tanah ini menggunakan alat ukur theodolite dan
waterpass. Praktikum ini merupakan bentuk pelaksanaan dari penerapan
kurikulum Nasional yang diwajibkan kepada setiap Mahasiswa/i di Universitas
Islam Riau. Dalam kesempatan ini kelompok 1 mengucapkan terima kasih yang
sebesar besarnya kepada Bpk. Ir. H. Masrizal, MT selaku pembimbing dalam
pelaksanaan praktikum Ilmu Ukur Tanah, selanjutnya kepada rekan rekan
mahasiswa yang telah membantu dalam menyelesaikan laporan ini.
Dalam penyusunan laporan ini tentunya banyak terjadi kesalahan dan
kekurangan, oleh karena itu kelompok 1 mengharapkan koreksi yang bersifat
membangun dari pembaca sekalian.
Akhir kata berharap semoga laporan praktikum ini dapat bermanfaaat
bagi kita semua. Aminnn.....
Wassalamualaikum warohmatullohiwabarokatuh....

Pekanbaru,

Oktober 2015

Penyusun

Kelompok 1

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .....................................................................................................
LEMBAR ASISTENSI ....................................................................................................
DAFTAR ISI ...................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN

BAB II

1.1

Latar belakang ................................................................................

1.2

Maksud dan Tujuan ........................................................................

1.3

Sistematika .....................................................................................

TEORI PENGUKURAN
2.1

2.2

Teori Waterpass
2.1.1

Alat dan Bahan ....................................................................

2.1.2

Cara pengambilan data ........................................................

Teori Polygon
2.2.1

Pengukuran sudut ................................................................

2.2.2

Alat dan bahan .....................................................................

2.2.3 Cara pengambilan data ..........................................................

BAB III

PENGOLAHAN DATA
A

Lokasi .............................................................................................

Perhitungan .....................................................................................

Lampiran .........................................................................................
C.1

Foto Pekerjaan .....................................................................

Penutup ............................................................................................

DAFTAR PUSTAKA .........................................................................................................

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pendidikan merupakan peran utama sumber daya manusia, maka secara
jelas dapat membentuk seorang menjadi aset bangsa, sebagai aset bangsa
diharapkan menjadi manusia yang produktif dan berpengalaman serta mampu
menetapkan lapangan kerja nantinya sesuai bidang keahlian. Universitas Islam
Riau sebagai Universitas yang termuka di Riau dalam hal ini mempunyai
tanggung jawab yang besar dalam memproduksi manusia yang mempunyai
sumber daya yang unggul, hal ini dapat dilakukan dengan adanya kurikulum
yang jelas dalam penyampaian teori teori yang melalui aktifitas kuliah sehari
hari, khususnya Fakultas Teknik Sipil juga diadakan praktik matakuliah
tertentu, praktik ini tidak terlepas dari keinginan untuk menjawab tantangan
global yang membutuhkan orang orang ahli dalam bidangnya.
Salah satu mata kuliah yang membutuhkan adanya praktik adalah Ilmu
Ukur Tanah. Pengukuran merupakan dasar dari pekerjaan yang berkaitan
dengan pekerjaan Teknik Sipil seperti perencanaan dan pembuatan trase jalan
raya dan gedung gedung (baik berupa gedung permanen maupun gedung
semi permanen) saluran irigasi guna perairan, jalan kerata api, dan pekerjaan
pekerjaan Teknik Sipil lainnya.
Pekerjaan pekerjaan Teknik Sipil pada umumnya memerlukan ahli
ukur yang memberikan data ukur yang akurat. Dalam pengukuran di perlukan
alat-alat seperti : theodolite dan waterpass.
Theodolite adalah alat ukur yang mampu memberikan data akurat,
menghitung luas suatu daerah dengan perhitungan polygon, perhitungan beda
tinggi dan dapat mempengaruhi sudut jurusan area yang akan diperoleh.
Waterpass atau penyipat datar adalah alat yang dapat digunakan untuk
mencari beda tinggi untuk dapat melaksanakan pengukuran secara tepat dan
benar. Fakultas teknik sipil universitas islam riau mewajibkan mahasiswa/i nya
untuk mengikuti praktikum ilmu ukur tanah ini sebagaimana terdapat dalam
kurikulum nasional.
1.2 Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan dari kebijakan Praktikum Ilmu Ukur Tanah ini
adalah agar Mahasiswa/i mempunyai keahlian serta mampu melaksanakan
pekerjaan dibidang Teknik Sipil secara tepat dan benar serta bertujuan untuk
melengkapi, menerapkan kurikulum yang telah ditetapkan. Dan khususnya
dapat melakukan pengukuran pada daerah yang akan dilakukan pembangunan
baik itu jalan maupun gedung. Adapun keuntungan dan keunggulan dalam
sistem pengukuran polygon tertutup adalah :

Pengukuran lebih teliti


Dalam mencari koreksi
Dapat langsung mencari luas

1.3 Sistematika
Pembacaan dari pengambilan data dilakukan dengan alat ukur waterpass
untuk pengambilan data dan profil memanjang dan data cross section atau
profil melintang jalan sekitar Laboratorium Fakultas Teknik Sipil UIR,
menggunakan alat theodolite karena akan memperoleh data dan perhitungan
yang luas di area Laboratorium Fakultas Teknik Sipil UIR tersebut.

BAB II
TEORI PENGUKURAN
2.1 Teori Waterpass
Pengukuran dengan menggunakan waterpass dilaksanaka untuk
mengambil data profil memanjang dan profil melintang serta ukuran sifat datar
memanjang diareal Labor Universitas Islam Riau dengn cara double stand pada
n titik.
2.1.1 Alat dan bahan
A. Alat dan Bahan
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Waterpass (penyimpat data)


Statis
Rambu ukur (bak ukur)
Patok
Meteran
Dll

B. Bahan
a. Alat tulis
b. Tabel pengukuran
2.1.2 Cara Pengambilan Data
a. Untuk penganbilan data profil melintang, didirikan alat dan
tentukan titil potong dengan cara membaca angka bidang pada
rambu atau bak ukur disembarang titik. Kemudian masukkan data
tersebut kedalam lembaran tugas daftar isian yang angka TP
tersebut menjadi perhitungan cross section.
b. Untuk pengambilan data profil melintang didirikan alat 1 dan 2 alat
ukur alat tersebut sesuai dengan ketentuan sehingga siap untuk
melakukan pembidikan .
c. Arahkan teropong ketitik yang salah satu ditentukan tadi, yaitu titik
satu, lalu hasil bidikan (benang atas, benang tengah, benang
bawah) di catat pada daftar isian.
d. Putar arah pesawat ketitik 2 lalu ambil data yang diperlukan pada
daftar isi.
e. Ulangi langkah nomor b, c, d untuk pengambilan data seterusnya.
f. Beda tinggi antara titik yang satu dengan yang lain adalah dihitung
berdasarkan pembacaan benang tengah, belakang, dikurangi
dengan pembacaan benang tengah muka.

2.2 Teori Polygon


Polygon adalah suatu rangkaian garis lurus yang menghubungkan titik
titik pwrmukaan tanah dimana melalui rangkaian tersebut dapat dilakukan
pengukuran jarak dengan menggunakan skala yang sama.
Pengukuran pada pengukuran jarak sisis potong yang diukur adalah
jarak dasar yang dimaksud dengan jarak datar adalah jaraj antara dua titik yang
terletak pada suatu bidang datar apabila ketinggian disetiap titik terletak pada
bidang tersebut adalah sama.
2.2.1 Pengukuran Sudut
Pada pengukuran sudut Polygon yang diukur adalah sudut jurusan, ini
dapat di tentukan berdasarkan sudut () pengertian sudut dari sudut itu sendiri
adalah selisih bacaan kekanan dikurangi bacaan ke kiri (dari dua arah yang
berlawanan).
2.2.2 Alat dan Bahan
A. Alat yang digunakan
1. Theodolite
2. Statis
3. Kompas
4. Payung
5. Data board
B. Bahan yang digunakan
1. Patok kayu
2. Paku seng
3. Tabel pengukuran
4. Kertas milimeter
5. Penghapus
6. Pensil
7. Siku siku
2.2.3 Cara Pengambilan Data
Langkah langkah pengambilan sudut dengan menggunakan theodolite sbb:
1. Patok yang telah di beri paku ditanam pada titik yang telah ditentukan.
2. Alat ukur didirikan pada titik 1, stel alat dengan ketentuan yang
dipelajari.
3. 0 derajat pesawat di arahkan ke utara,.
4. Setelah itu arahkan alat ke titik 2, catat lakukan gerakan searah jarum
jam.
5. Hasil bacaan ke titik 2 dikurangi dengan bacaan ke arah titik maka
diperoleh besaran sudut.
6. Ulangi langkah secara tepat dan benar untuk titik titik selanjutnya.

PENUTUP

Demikian laporan praktikum ILMU UKUR TANAH ini kami susun, pada
pengerjaan laporan ini tidak luput dari kesalahan, karena kami dalam proses
belajar oleh sebab itu kami masih membutuhkan bimbingan dari Dosen
Pembimbing dan Asisten Labor.
Semoga dengan adanya pelaksanaan praktikum dan laporan ini dapat
menjadi panduan di dunia kerja kelak, khususnya di dunia tekik sipil.
Sekian kami ucapkan terima kasih
Assallamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

DAFTAR PUSTAKA

Diktat Pedoman Praktikum ilmu ukur tanah jurusan Teknik Sipil,


Universitas Islam Riau.
Bahan kuliah ilmu ukur tanah pada jurusan teknik sipil universitas
islam riau.

BAB III
PERHITUNGAN

217 20 15

252 20 10

207 39 50

U
32 10 10
= 283 20 20

283 20 15

207 20 10

No
1
2
3
4
5
6

Ukuran Sudut
108 49 40
107 39 50
142 39 45
142 20 10
66 39 45
152 3950
720 49 00

Titik
12
23
34
45
56
61

Jarak (m)
13,1
16,65
21,8
9,3
19,85
42,15
122,85

+ f = ( N 2 ). 180
720 49 00 + f = 720
f = 720 - 720 49 00
f = - 0 49 0
f = - 2940
k = - 2940 : 6
k = - 490
k = - 0 8 10

1-6 = 320 10 00

U
2

1-2 = 2830 20 20
1 = 1080 49 50

1
1
1-2

1-2 = 2830 20 20

2 = 1070 30 50

2
2
. 1 -2

2-3 1

2-3 = (1800 - 2) + 1-2 - K


= (1800 - 1070 30 50) + 2830 20 2000 8 10
= 3550 40 30 - 00 8 10
= 3550 32 20

2-3 = 3550 32 20
3 = 1420 39 45
3-4 = 2-3 -1800 3 - K
= 3550 32 20- 1800 - 1420 39 45) +
00 8 10
= 320 56 35

3-4 = 320 56 35
4 = 1320 20 10
4-5 = (1800 3 ) + 3-4 - K
= (1800 - 1420 20 10) + 320 56 35
00 8 10
= 700 36 25

4-5 = 700 36 25
5 = 660 39 45
5-6 = (1800 5 ) + 4-5 - K
= (1800 - 660 39 45) + 800 28 15
00 8 10
= 1830 40 20

5-6 = 1830 40 20
6 = 1520 39 50
6-1 = (1800 6 ) + 5-6 - K
= (1800 - 1520 39 50) + 1803 40 20
00 8 10
= 2100 52 20

A. Menghitung D sin dan D cos

1. D sin
D sin 1-2 = 13,1 x sin 2830 20 20 = -12,74
D sin 2-3 = 16,65 x sin 3550 32 20 = -1,3
D sin 3-4 = 21,8 x sin 320 56 35
= 11,85
0
D sin 4-5 = 9,3 x sin 70 36 25
= 8,77
0
D sin 5-6 = 19,85 x sin 183 40 20 = -1,2
D sin 6-1 = 42,15 x sin 2100 52 20 = -21,62
D sin =
2. D cos
D cos 1-2 = 13,1 x cos 2830 20 20 =
D cos 2-3 = 16,65 x cos 3550 32 20 =
D cos 3-4 = 21,8 x cos 320 56 35 =
D cos 4-5 = 9,3 x cos 700 36 25
=
0
D cos 5-6 = 19,85 x cos 183 40 20 =
D cos 6-1 = 42,15 x cos 2100 52 20 =
D cos =