Anda di halaman 1dari 1

Sosiologi Ilmu Pengetahuan

Berparadigma Ganda
Sosiologi Ilmu Pengetahuan Berparadigma Ganda
(Sebuah Resume atas karya George Ritzer)
Oleh: Andik Nurcahyo
Ketika membaca judul buku ini, petanyaan pertama yang muncul mengapa sosiologi
disebut sebagai ilmu pengetahuan yang berparadigma ganda ?. Disebut berparadigma
ganda karena sosiologi dalam setiap memandang fenomena sosial yang terjadi
mempunyai beberapa paradigma dimana setiap paradigma mempunyai pendefinisian,
exemplar, teori-teori, metode-metode dan ahli pemikir yang berbeda pula. Perbedaan
paradigma ini disebabkan oleh faktor perbedaan pandangan filsafat yang mendasari
pemikiran masing-masing para ahli yang merintisnya, perbedaan filsafat ini yang
membawa konsekwensi terhadap perbedaan teori-teori yang dibangun pada masingmasing paradigma, dan pada akhirnya metode yang dipakai memahami dan menerangkan
subyek-matternyapun sangat berbeda. Memang sejak lahir dan berkembangnya ilmu
sosiologi ini sangat syarat dengan pergolakan intern yang menegangkan pada ahli dan
tokoh-tokoh penganutnya. Jadi inilah yang disebut Ritzer sebagai A Multiple Paradigm
Science yang kemudian diterjemahkan oleh Alimanda
sebagai Paradigma Ganda. Sebenarnya kalau melihat penjelasan buku ini dimana ada tiga
paradigma dan tiap paradigma mempunyai beberapa teori, maka paradigma ganda kurang
tepat untuk mewakili kata A Multiple karena menurut Ritzer sendiri (pada babI) adalah
sosiologi itu terdiri atas kelipatan beberapa paradigma, Sementara ganda dalam kosakata
kita identik dengan dua atau doubel.
Tentang paradigma itu sendiri, Ritzer memberi penjelasan bahwa paradigma adalah
pandangan yang mendasar dari ilmuwan tentang apa yang menjadi pokok persoalan yang
semestinya dipelajari oleh suatu cabang disiplin ilmu pengetahuan. Paradigma
menggolong-golongkan, mendefinisikan, dan mengubung-hubungkan antara exsemplar,
teori-teori, metode serta peralatan analisis yang terkandung didalammya. Dalam bukunya
Ritzer merinci dalam cabang ilmu sosiologi terdapat 3 paradigma yang tiap paradigma
mempunyai exsemplar, bangunan teori dan metode serta instrument yang digunakan
untuk menganalisis.